Anda di halaman 1dari 26

Sporotrikosis

PENDAHULUAN
Sporotrikosis adalah infeksi kronik yang disebabkan oleh Sporothrix schenckii. Tanda-tanda
infeksi termasuk nodul subkutan supuratif yang berkembang secara proksimal sepanjang aliran
limfatik (limfokutaneus sporotrikosis). Infeksi paru primer (sporotrikosis pulmonal) atau
inokulasi langsung ke dalam tendon atau otot jarang timbul. Sporotrikosis osteoartikular muncul
dari inokulasi langsung atau persemaian hematogen. Penyebaran infeksi yang muncul dengan
penyebaran lesi kutan dan keterlibatan beberapa organ dalam jarang terjadi, hal ini seringnya
pada pasien dengan AIDS.5,10
Siapapun dapat terinfeksi penyakit ini, tapi orang yang bekerja dengan tanaman berduri,
lumut sphagnum, atau bal jerami yang terkontaminasi dengan jamur ini, berada pada resiko
tinggi. Karenanya, infeksi lebih sering diantara tukang kebun yang bekerja dengan mawar,
lumut, jerami dan tanah. Jamur ini ditemukan di tanah dan lumut sphagnum, jerami dan bahanbahan tumbuhan lain. Sporotrikosis berkembang lambat gejala pertama muncul dalam 1-12
minggu (rata-rata 3 minggu) setelah pemaparan pertama oleh jamur. Sporotrikosis terutama
mempengaruhi kulit dan daerah dekat pembuluh limfatik.10
DEFINISI
Sporotrikosis adalah infeksi jamur kronis pada kutis atau subkutis dengan cirri khas lesi berupa
nodus yang supuratif sepanjang aliran getah bening.1
ETILOGI
Penyebab penyakit ini adalah Sporothrix schenckii yang dapat hidup di tanah, hewan,
tumbuh-tumbuhan dan sayuran yang telah membusuk. Spora jamur masuk ke dalam tubuh
manusia melalui luka pada kulit dan sangat jarang melalui inhalasi. Keadaan imunitas seseorang
sangat berperan dalam mendapatkan infeksi sporotrikosis. Penyakit ini dapat mengenai organ
lain, seperti paru, tulang, sendi, selaput lendir dan susunan saraf pusat.1-8
EPIDEMIOLOGI
Sporothrix schenckii dapat dijumpai di seluruh dunia. Sporotrikosis terutama dijumpai di
negara tropis, dimana kelembaban dan temperatur yang tinggi mendukung pertumbuhan jamur.8
Infeksi muncul pada negara yang memiliki 2 musim dan beriklim tropis. Bisa dijumpai di
utara, selatan, tengah Amerika termasuk bagian selatan USA dan Meksiko. Negara yang lain
seperti Afrika, Eropa, Jepang dan Australia. Negara-negara yang memiliki angka infeksi yang
tinggi seperti : Meksiko, Brazil dan Afrika Selatan. Bagaimanapun, kadang-kadang daerah yang
hiperendemis memiliki kasus yang luas, di USA infeksi paling banyak terjadi di bagian tengah
lembah sungai. Infeksi sekarang ini jarang dijumpai di Eropa. Di alam, jamur tumbuh di daun
sayur-sayuran busuk, kayu-kayu busuk, gigi tikus, paruh burung. Meskipun biasanya kasus ini
menyebabkan infeksi yang sporadis, sporotrikosis mengenai kelompok pekerja yang terpapar

langsung dengan organisme, tukang kebun, pekerja hutan dan orang yang suka berekreasi dengan
bersentuhan langsung dengan tumbuh-tumbuhan tersebut. Organisme ini biasanya masuk ke kulit
melalui trauma luka.4
PATOGENESIS
Sporothrix schenckii dijumpai di tanah, kayu dan tumbuh-tumbuhan. Jamur ini terutama
tumbuh baik di tanah yang kaya akan bahan organik. Pada lingkungan yang hangat dengan
kelembaban tinggi, jamur juga dapat tumbuh pada tumbuhan dan pohon bark. Kebanyakan kasus
Sporotrikosis didapat dari lingkungan, sebagai akibat dari kontak antara kulit yang luka dengan
spora jamur. Luka penetrasi dari tumbuhan mati dan bahan lain seperti serpihan kayu, lumut
sphagnum, duri atau rumput kering sering menjadi infeksi. Gigitan, garukan, cakaran dan
sengatan dari beragam binatang, burung dan serangga dapat juga menginokulasikan organisme
ke dalam luka melalui spora yang terbawa di permukaan tubuh. Jarang, inhalasi menyebabkan
penyakit dalam bentuk pulmonal.8
Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan. Spora masuk
melalui luka. Mula-mula timbul papula atau nodula subkutan, disusul pembengkakan proksimal
dari lesi (sesuai aliran getah bening). Papula atau nodula tersebut kemudian pecah membentuk
ulkus granulomatosa disertai peradangan pembuluh limfe yang menyebar mengikuti aliran
pembuluh limfe.2
GAMBARAN KLINIS
Secara klinis ada 3 tipe sporotrikosis :

Tipe limfokutan

Bentuk ini paling sering dijumpai. Bentuk klasik dimulai dengan papula merah muda dan tidak
sakit, pustula dan nodus yang kemudian mengalami ulserasi dengan dasar nekrosis di daerah
inokulasi, disebut sebagai Sporotrikosis chancre. Infeksi kemudian meluas mengikuti aliran
getah bening secara asenden dan membentuk satu rantai nodus subkutan yang keras seperti tali
dalam waktu beberapa minggu.
Pada tipe ini infeksi terbatas pada kulit, pembuluh getah bening dan jaringan subkutan. Bila
terjadi penurunan imunitas akan terjadi infeksi sistemik. Infeksi primer terjadi pada daerah
ekstremitas dan letaknya unilateral. Bila inokulasi primer terjadi pada daerah wajah, akan
terbentuk nodus satelit akibat penyebaran melalui pembukuh getah bening yang arahnya
berbeda-beda. Lesi ini selalu melibatkan ekstremitas, khususnya tangan dan lengan.1,5,8

Fixed cutaneous sporotrichosis

Biasanya terlihat pada area geofrafis dimana sporotrikosis endemis dan orang mempunyai derajat
imunitas yang tinggi. Infeksi hanya terbatas pada daerah inokulasi dan tidak melibatkan
pembuluh getah bening. Gambaran klinis sangat bervariasi, antara lain dapat berupa krusta tebal
yang menutupi ulkus, erosi, pioderma, papula yang mengalami infiltrasi dan plak menyerupai

sarkoid, plak verukosa, plak psoriasis dan selulitis muka. Sering dijumpai lesi satelit kecil-kecil.
Daerah yang paling sering terkena infeksi adalah muka, leher dan badan.1,5,8,9

Sporotrikosis diseminata

Bentuk ini jarang dijumpai dan dapat mengenai tulang, sendi, mukosa (mulut, hidung, mata),
susunan saraf pusat (meningen), ginjal, hati, usus dan genitalia. Pada beberapa kasus Sporothrix
schenckii menyebar dari lesi kutan, sementara peyebaran yag lain muncul tanpa tanda-tanda
kutan.1,5,8,9
GAMBARAN HISTOPATOLOGI
Dari granuloma yang terinfeksi, pada dinding lesi ditemukan sel polimorfonuklear,
eosinofil dan makrofag. Pada bagian perifer ditemukan banyak sel epiteloid dan sel raksasa
langerhan. Edema epidermis dengan tanda radang kronik.2
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Kultur

Sediaan diambil dari lesi atau bahan eksudat dengan kuret atau biopsi dan dibiakkan dalam agar
saburoud. Cara ini bermakna untuk menegakkan diagnosis.1,2,5,6,7,8,9

Tes preparat langsung : ditemukan granula sulfur.2

Pemeriksaan KOH 10% : tampak hifa bercabang dan bersepta.2

Pemeriksaan histopatologik

Organisme jarang ditemukan pada jaringan sehingga cara ini sulit digunakan untuk membuat
diagnosis.2,3

Tes imunoflorosensi langsung

Dengan cara ini cepat terdiagnosis sporotrikosis karena tes ini sensitif dan spesifik.1

Tes sporotrikin

Kegunaan tes ini hanya bernilai untuk memastikan adanya pajanan terhadap jamur.1

Tes darah rutin.1

Tes serologis.5,8

PENATALAKSANAAN

Pengobatan sporotrikosis tergantung pada berat dan lokasi penyakit. Sporotrikosis diobati dengan
obat-obat anti jamur termasuk itrakonazol, ketokonazol, amfoterisin B dan flusitosin. Kalium dan
natrium yodida juga digunakan untuk bentuk kutaneus dan limfokutaneus.6,8
Dua bentuk sporotrikosis tersebut hampir selalu berhasil dengan terapi tersebut. Sedangkan tipe
yang diseminta lebih susah untuk diobati dan memerlukan penatalaksanaan jangka panjang.
Pengangkatan jaringan mati dan pembedahan juga diperlukan jika sendi juga ikut terlibat.
Penatalaksanaan seumur hidup diperlukan bagi orang-orang dengan infeksi AIDS untuk
mencegah kekambuhan. Bentuk yang menyerang paru-paru sulit untuk diterapi atau diobati dan
sehubungan dengan obat, tindakan pembedahan dapat dicoba.8

Kalium Yodida

Walaupun cara kerjanya tidak diketahui, pemakaian peroral kalium yodida dalam bentuk tetes
dapat mengobati kutaneus sporotrikosis dan biasanya memerlukan terapi selama 3 6 bulan.
Dosis dimulai dengan 5 tetes/hari dan dinaikkan perlahan hingga 30 40 tetes /hari. 1-3,5-7,10

Ketokonazol

Dosis 100-200 mg/hari selama 1 bulan berhasil baik.2,8

Itrakonazol dan Flukonazol

Merupakan obat anti jamur. Itrakonazol merupakan pilihan terbaru anti jamur dan secara
signifikan lebih efektif dibanding flukonazol. Flukonazol biasanya diberikan pada pasien yang
tidak bisa menoleransi. Dosis itrakonazol 100 mg/hari selama 1 bulan. Dosis flukonazol 150
mg/hari selama 2 bulan.1-8,10

Terbinafin, dosis 250 mg/hari. Agen anti jamur alilamin fungisidal. Dianggap sebagai
agen lini ke-3 melawan sporotrikosis.4,5

Amfoterisin B

Pengobatan anti jamur ini diberikan secara intravena. Kebanyakan pasien, bagaimanapun, tidak
dapat mentoleransi amfoterisin B sehubungan dengan efek samping potensial seperti demam,
mual dan muntah. Pada kasus sporotrikosis meningitis, pasien dapat diberikan kombinasi
amfoterisin B dan 5-florositosin.3-7,9,10

Pembedahan

Pada kasus infeksi tulang dan nodul kavitas di paru, pembedahan mungkin perlu.5,6
PENCEGAHAN DAN EDUKASI PASIEN

Pasien harus dinasehati untuk mengambil langkah pencegahan sporotrikosis. Pencegahan


termasuk : memakai sarung tangan, sepatu boot dan pakaian yang melindungi tangan dan kaki
dari material yang dapat menggaruk atau melukai permukaan kulit.5,6,7,8
Yang utama dari kasus sporotrikosis ini muncul ketika jamur masuk melalui kulit yang
terpotong atau kulit luka pada saat berhubungan langsung dengan tanaman yang mengandung
spora jamur. Sarung tangan juga digunakan bila berhubungan dengan hewan, biasanya kucing.
Setelah sarung tangan dilepas, tangan harus dicuci dengan bersih dengan menggunakan bahanbahan desinfeksi seperti klorheksidin, povidon iodine atau bahan-bahan yang mengandung anti
fungal. Kontak langsung dengan lumut sphagnum juga harus dihindari serta material yang bisa
menjadi tempat hidup sporotrikosis.8

Sepertinya setiap hari selalu muncul virus baru yang bisa membunuh manusia setiap hari nya.
Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka memantau penularan
infeksi pernafasan sindrom coronavirus atau Mers-Cov di Timur Tengah yang menyebabkan
puluhan penyakit dan kematian di Timur Tengah dan Eropa.
Sementara beberapa kematian tidak mengakibatkan epidemi, namun hal ini menyebabkan
ketakutan yang cukup mengganggu.
Tangan yang tersanitasi di dunia ini tidak dapat menyelamatkan kita dari beberapa sejarah virus
menjijikkan dan penyakit mengerikan pada manusia. Berikut adalah virus-virus mematikan di
dunia yang pernah ada.
1. Ebola

Penyakit virus Ebola (sebelumnya dikenal sebagai


demam berdarah Ebola) adalah, penyakit parah fatal, dengan tingkat kematian kasus hingga
90%. Ini adalah salah satu infeksi yang paling mematikan. Penularan nya melalui kontak
langsung dengan darah, cairan tubuh dan jaringan hewan yang terinfeksi atau manusia. Pasien
yang sakit membutuhkan perawatan intensif. Selama wabah, mereka yang berisiko tinggi
terinfeksi adalah petugas kesehatan, anggota keluarga dan orang lain dalam kontak dekat dengan
orang sakit dan pasien meninggal.
Wabah penyakit virus Ebola dapat menghancurkan keluarga dan masyarakat, tetapi infeksi dapat
dikontrol melalui penggunaan langkah-langkah perlindungan yang direkomendasikan di klinik
dan rumah sakit, di pertemuan komunitas, atau di rumah.
Virus mematikan ini menggunakan nama Sungai Ebola yang terletak di Republik Demokratik
Kongo di mana virus ini pertama kali dilaporkan, dan diklasifikasikan sebagai CDC Biosafety
Level 4, alias BSL-4, membuatnya menjadi salah satu patogen paling berbahaya di planet ini.
Hal ini diduga menyebar melalui kontak dekat dengan cairan tubuh. EHF memiliki tingkat
kematian 50 sampai 90 persen, dengan gejala cepat yang dimulai dengan sakit kepala dan sakit
tenggorokan dan peningkatan pendarahan internal dan eksternal utama dan kegagalan berbagai
organ. Dikenal dengan tidak ada obat nya.
Bumi berusaha untuk melepaskan diri dari infeksi oleh parasit manusia.
Richard Preston, The Hot Zona

2. Marburg

Penyakit virus Marburg (MVD) (sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Marburg)
pertama kali diidentifikasi pada tahun 1967 selama wabah di Marburg dan Frankfurt di Jerman
dan Belgrade di bekas Yugoslavia akibat dari monyet yang diimpor dari Uganda. MVD adalah
penyakit parah dan sangat fatal yang disebabkan oleh virus dari keluarga yang sama seperti salah
satu yang menyebabkan penyakit virus Ebola. Virus ini adalah salah satu patogen paling ganas
yang dikenal menginfeksi manusia. Kedua penyakit ini jarang ditemukan, tetapi memiliki
kapasitas untuk menyebabkan wabah dramatis dengan kematian yang tinggi.
Penyakit yang disebabkan oleh virus Marburg dimulai tiba-tiba, disertai sakit kepala berat dan
malaise berat. Banyak pasien mengembangkan manifestasi perdarahan yang parah antara hari 5
dan 7, dan kasus yang fatal biasanya memiliki beberapa bentuk perdarahan. Angka kematian
kasus ini sangat bervariasi, dari 25% pada awal laboratorium terkait wabah pada tahun 1967,
lebih dari 80% di Republik Demokratik Kongo pada 1998-2000 dan wabah di Angola pada tahun
2005.
Virus Marburg ditularkan melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh dan jaringan
orang yang terinfeksi. Penularan virus Marburg juga terjadi dengan penanganan hewan sakit atau
mati akibat terinfeksi hewan liar (monyet, kelelawar buah).
Seni kedokteran kadang membingungkan pasien sementara alam banyak menyembuhkan
penyakit
Voltaire

3. Hantavirus

Infeksi hantavirus dapat


berkembang menjadi Syndrome hantavirus paru-paru (HPS), yang bisa berakibat fatal. Orang
bisa terinfeksi melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi hantavirus atau urin dan
kotoran. Hantavirus, yang ditemukan pada tahun 1993, adalah salah satu dari beberapa
hantaviruses Jaman Modern yang beredar di AS. Hantaviruses Jaman Dahulu, ditemukan di Asia,
dapat menyebabkan Dengue dengan Renal Syndrome (HFRS). Kontrol hewan pengerat di dalam
dan sekitar rumah menjadi strategi utama untuk mencegah infeksi hantavirus. Semua kasus
infeksi hantavirus telah dilaporkan kepada CDC (pusat pengendalian dan pencegahan penyakit).
Ada banyak pola penyebaran hantavirus dimulai dari tikus yang membawa virus. Pola yang
berbeda, dibawa oleh spesies hewan pengerat yang berbeda, diketahui menyebabkan berbagai
jenis penyakit pada manusia, terutama demam berdarah dengan sindrom renal (HFRS) -Pertama
ditemukan selama Perang Korea-dan sindrom paru-paru hantavirus (HPS), yang mewabah di
Barat Daya Amerika Serikat. HFRS menyebabkan gagal ginjal akut, sedangkan HPS merenggut
nyawa manusia dengan mengisi paru-paru dengan cairan (edema). HFRS memiliki tingkat
kematian 1 sampai 15 persen, sedangkan HPS adalah 38 persen. Amerika Serikat mengalami
wabah terbaru dari hantavirus-HPS di Yosemite National Park pada akhir 2012.
Lihatlah, Hantavirus telah menunggu Anda. Ebola dan hutan hujan tropis memasak semua jenis
ramuan untuk memastikan bahwa penduduk terjaga dalam kontrol. Semua hal ini diperlukan.
Mengapa ada peningkatan penyimpangan seksual saat ini? Karena bertentangan seks prokreasi.
Alam tidak menginginkan anak lagi. Ini bukan saat kelahiran. Ini bukan waktu untuk melahirkan,
itu adalah waktu untuk mati. Alkitab mengatakan segala sesuatu di bawah langit dan itu termasuk
kematian serta kehidupan. Anda di luar sana, Anda yang nyaman, Anda yang menudingkan jari.
Anda mengatakan pecandu adalah masalah, Anda mengatakan penyimpangan seksual, pembunuh
berantai, rasis, dan orang yang membenci sesamanya adalah masalahnya. Tapi mereka bukanlah
masalah. Kau lah masalah. Penyimpangan seksual, pembunuh, pembunuh berantai, pengambil
kehidupan manusia adalah obatnya, Anda lah masalahnya.
Joe Coleman
4. Lassa

Demam Lassa adalah penyakit virus akut yang terjadi di Afrika barat. Penyakit ini ditemukan
pada tahun 1969 ketika dua perawat misionaris meninggal di Nigeria. Virus ini dinamai
berdasarkan kota di Nigeria di mana kasus pertama terjadi. Virus ini, anggota dari keluarga virus
Arenaviridae, adalah virus RNA beruntai tunggal dan zoonosis, atau bawaan hewan.
Demam Lassa merupakan endemik di beberapa bagian Afrika barat termasuk Sierra Leone,
Liberia, Guinea dan Nigeria; Namun, negara-negara tetangga dari negara-negara tersebut juga
berisiko, sebagai vektor hewan untuk virus Lassa, yang tikus multimammate (Mastomys
natalensis) didistribusikan di seluruh wilayah. Pada tahun 2009, kasus pertama dari Mali
dilaporkan pada wisatawan yang tinggal di Mali selatan; Ghana melaporkan kasus pertama pada
tahun 2011 akhir, kasus terisolasi juga telah dilaporkan di Pantai Gading dan Burkina Faso dan
ada bukti serologis infeksi virus Lassa di Togo dan Benin.
Jumlah infeksi virus Lassa per tahun di Afrika Barat diperkirakan 100.000 sampai 300.000,
dengan sekitar 5.000 kematian. Sayangnya, perkiraan tersebut mentah, karena pengawasan untuk
kasus-kasus penyakit tidak dilakukan secara seragam. Di beberapa daerah di Sierra Leone dan
Liberia, diketahui bahwa 10% -16% orang masuk rumah sakit setiap tahun mengalami demam
Lassa, yang menunjukkan dampak serius penyakit pada penduduk di wilayah ini.
Virus BSL-4 ini memberi kita alasan lain untuk menghindari tikus. Penyebaran virus melalui

manusia, bagaimanapun, hanya dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh.
Demam Lassa, yang memiliki tingkat kematian 15 sampai 20 persen, menyebabkan sekitar 5000
kematian per tahun di Afrika Barat, khususnya di Sierra Leone dan Liberia. Dimulai dengan
demam dan rasa sakit retrosternal (di belakang dada) dan dapat berkembang menjadi
pembengkakan wajah, ensefalitis, perdarahan mukosa dan tuli. Untungnya, peneliti dan
profesional medis telah menemukan beberapa keberhasilan dalam mengobati demam Lassa
dengan obat antivirus pada tahap awal penyakit.
Melihat perawatan kesehatan modern dari sisi lain, saya dapat mengatakan bahwa itu jelas tidak
diatur untuk pasien. Hal ini sering menjadi pengaturan yang buruk untuk dokter juga, tapi itu
tidak mengurangi betapa sedikit sistem yang memberikan sumbangsih demi kepentingan yang
terbaik untuk pasien. Hanya ketika Anda berada di posisi yang paling lemah dan paling tidak
mampu membuat semua panggilan telepon, melintasi labirin asuransi, dan memohon untuk
referensi layanan kesehatan sementara saat itu anda harus melakukan nya ?? hidup Anda
mungkin tergantung pada hal-hal itu.
Ross I. Donaldson, The Lassa Ward: One Mans Fight Against One of the World Deadliest
Diseases.
5. Rabies

Rabies
adalah virus yang penularan nya melalui gigitan hewan. Sebagian besar kasus rabies dilaporkan
kepada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) setiap tahun terjadi pada hewan liar
seperti rakun, sigung, kelelawar, dan rubah.

Virus rabies menginfeksi sistem saraf pusat, yang menyebabkan penyakit pada otak dan
kematian. Gejala awal rabies pada manusia mirip dengan banyak penyakit lain, termasuk
demam, sakit kepala, dan kelemahan umum atau ketidaknyamanan. Sebagai penyakit
berlangsung, gejala yang lebih spesifik muncul dan mungkin termasuk insomnia, kecemasan,
kebingungan, kelumpuhan ringan atau parsial, eksitasi, halusinasi, agitasi, hipersalivasi
(peningkatan air liur), kesulitan menelan, dan penyakit anjing gila (takut air). Kematian biasanya
terjadi dalam beberapa hari setelah timbulnya gejala tersebut.
Rabies memiliki sejarah panjang dimulai dari tahun 2300 SM, dengan catatan penduduk
Babylonia menjadi gila dan meninggal setelah digigit oleh anjing. Virus ini sendiri menyebar
melalui gigitan binatang, penyakit ini dapat dicegah jika segera diobati dengan serangkaian
vaksinasi. Kita memiliki vaksin tersebut, dan kita harus berterima kasih pada sang penemu,
Louis Pasteur.
Paparan rabies hari ini, sementara jarang terjadi di AS, masih terjadi seperti yang terjadi ribuan
tahun yang lalu-melalui gigitan dari hewan yang terinfeksi. Jika tidak diobati, virus menyerang
sistem saraf pusat dan kematian biasanya terjadi. Gejala infeksi lanjutan termasuk delirium,
halusinasi dan mengamuk, perilaku kekerasan dalam beberapa kasus, yang beberapa argumentasi
membuat rabies menakutkan mirip dengan zombifikasi. Jika rabies menyebar melalui udara, kita
mungkin benar-benar harus mempersiapkan terjadi nya kiamat zombie, seperti yang terlihat
dalam game-game bergenre zombie.
Seekor anjing yang memiliki rabies mungkin akan melakukan hal-hal yang tidak akan
dilakukan jika tidak memiliki rabies. Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa ia memiliki rabies.
John Malkovich
6. Cacar

Cacar adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus variola, anggota keluarga
Orthopoxvirus. Ini adalah salah satu penyakit yang paling menghancurkan di dunia. Cacar
dinyatakan dibasmi pada 1980, menyusul kampanye imunisasi global yang dipimpin oleh
Organisasi Kesehatan Dunia.
Cacar ditularkan dari orang ke orang melalui tetesan infektif selama kontak dekat dengan orang
yang terinfeksi gejala. Vaksin diberikan sampai 4 hari setelah paparan tersedia kekebalan
protektif dan mencegah infeksi dan mengurangi keparahan penyakit.
Kasus alami terakhir diketahui berada di Somalia pada 1977 Sejak itu, kasus-kasus hanya terjadi
disebabkan oleh kecelakaan laboratorium pada tahun 1978 di Birmingham,
Inggris, yang menewaskan satu orang dan menyebabkan wabah yang terbatas.
Virus yang menyebabkan cacar menyapu bersih ratusan juta orang di seluruh dunia selama
ribuan tahun. Kita bahkan tidak bisa lagi menyalahkan hewan , karena virus ini hanya dilakukan
oleh dan menular bagi manusia. Ada beberapa jenis penyakit cacar yang dihasilkan dari infeksi
mulai dari ringan sampai fatal, tetapi umumnya ditandai dengan demam, ruam, dan terik,

mengalir pustula yang berkembang pada kulit. Untungnya, cacar dinyatakan dibasmi pada tahun
1979, sebagai hasil dari sukses nya penerapan vaksin di seluruh dunia.
Cacar itu selalu hadir, mengisi halaman gereja dengan mayat, menyiksa dengan ketakutan
konstan bagi semua orang yang telah terserang, meninggalkan pada mereka yang hidupnya itu
terhindar jejak mengerikan dari kekuatannya, mengubah bayi itu menjadi aneh di mana sang ibu
menggigil, dan membuat mata dan pipi objek gadis menjadi horor untuk sang kekasih.
T.B. Macaulay
The History of England from the Accession of James II, Vol IV
7. Dengue

Dengan lebih dari sepertiga dari populasi dunia yang hidup di daerah-daerah berisiko terinfeksi,
virus dengue merupakan penyebab utama penyakit dan kematian di daerah tropis dan subtropis.
Sebanyak 400 juta orang terinfeksi setiap tahun. Dengue disebabkan oleh salah satu dari empat
virus terkait yang ditularkan oleh nyamuk. Belum ada vaksin untuk mencegah infeksi dari virus
dengue dan upaya perlindungan yang paling efektif adalah menghindari gigitan nyamuk. Ketika

terinfeksi, pengenalan dini dan pengobatan suportif yang cepat secara substansial dapat
menurunkan risiko komplikasi medis dan kematian.
Dengue telah muncul sebagai masalah di seluruh dunia sejak 1950-an. Meskipun dengue jarang
terjadi di daratan Amerika Serikat, dengue adalah endemik di Puerto Rico dan banyak tujuan
wisata populer di Amerika Latin, Asia Tenggara dan pulau-pulau Pasifik.
Penyebab utama kematian di daerah tropis dan subtropis adalah infeksi yang disebabkan oleh
virus dengue, yang menyebabkan demam tinggi, sakit kepala parah, dan, dalam kasus-kasus
terburuk, pendarahan. Kabar baiknya adalah bahwa hal itu dapat diobati dan tidak menular.
Kabar buruknya adalah tidak ada vaksin, dan Anda bisa mendapatkan virus ini dengan mudah
dari gigitan nyamuk-yang terinfeksi menempatkan setidaknya sepertiga dari populasi manusia di
dunia menjadi sangat berisiko. CDC memperkirakan bahwa ada lebih dari 100 juta kasus demam
berdarah setiap tahun. Virus ini adalah alat pemasaran yang hebat untuk semprotan nyamuk.
Jika apa yang Proust kata kan benar, bahwa kebahagiaan adalah ketika tidak adanya demam,
maka saya tidak akan pernah tahu kebahagiaan.
Anais Nin
8. Influenza

Aktivitas flu sangat rendah di seluruh Amerika


Serikat, tetapi virus influenza beredar sepanjang tahun dan wabah flu dapat terjadi selama bulanbulan musim panas. CDC merekomendasikan vaksinasi flu untuk mencegah influenza dan obat
antivirus untuk pengobatan, terutama bagi orang-orang berisiko tinggi. Semua vaksin flu yang
beredar pada 2013-2014 akan berakhir pada akhir Juni. Vaksin untuk musim depan diharapkan
akan tersedia mulai akhir musim panas.
Tidak ada virus yang dapat mengklaim lebih hebat dari pada influenza yang menyebabkan
pandemi di seluruh dunia. Wabah flu di Spanyol tahun 1918 dianggap sebagai salah satu
pandemi terburuk dalam sejarah manusia, menginfeksi 20 sampai 40 persen dari populasi dunia
dan membunuh 50 juta dalam rentang waktu hanya dua tahun. Flu babi adalah pembuat berita
terakhirnya, ketika pandemi tahun 2009 mungkin telah mengakibatkan sebanyak 89 juta orang
yang terinfeksi di seluruh dunia.
Vaksin influenza yang efektif telah tersedia, dan kebanyakan orang dengan mudah bertahan dari
infeksi. Tapi penyakit pernafasan yang sangat menular adalah virus licik yang terus bermutasi
dan menciptakan strain baru. Ribuan strain yang ada pada waktu tertentu, banyak dari mereka
tidak berbahaya, dan vaksin tersedia di AS hanya mencakup sekitar 40 persen dari strain pada
umumnya setiap tahun.

Pandemi influenza harus diperhatikan secara serius, karena kemampuan mereka untuk
menyebar dengan cepat ke setiap negara di dunia.
Margaret Chan
9. Crimean-Congo Haemorrhagic Fever

Hemoragi
k demam Krimea-Kongo (CCHF) adalah penyakit luas yang disebabkan oleh virus kutu
(Nairovirus) dari keluarga Bunyaviridae. Virus CCHF adalah penyebab wabah virus demam
berdarah yang parah, dengan tingkat kematian kasus 10-40%.
CCHF adalah endemik di Afrika, Balkan, Timur Tengah dan negara-negara Asia selatan utara.
Demam berdarah Krimea-Kongo adalah penyakit yang umum ditularkan oleh virus kutu-Bourne.
Virus penyebab utama wabah demam berdarah dengan tingkat kematian hingga 30%. Hal ini
terutama ditularkan ke manusia melalui kutu dan ternak. Penularan dari orang ke orang terjadi
melalui kontak langsung dengan darah, dan cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi.
Tidak ada vaksinasi ada untuk manusia dan hewan terhadap CCHF.

Untuk menjaga tubuh dalam kesehatan yang baik adalah tugas kita sebaliknya kita tidak akan
mampu menjaga pikiran kita untuk tetap kuat dan jernih.
-Buddha
10. Flu burung

Flu burung adalah infeksi yang disebabkan oleh virus influenza (flu) A unggas (burung). Virus
influenza A ini terjadi secara alami di antara burung. Burung liar di dunia mendapatkan infeksi
flu A dalam usus mereka, tetapi biasanya tidak menderita sakit dari infeksi flu tersebut. Namun,
flu burung sangat menular di antara burung dan beberapa dari virus ini dapat membuat jenis
burung peliharaan tertentu, termasuk ayam, bebek, dan kalkun, menjadi sakit dan membunuh
mereka.
Unggas yang terinfeksi dapat melepaskan virus influenza dalam air liur mereka, sekresi hidung,
dan kotoran. Burung menjadi rentan terinfeksi ketika mereka memiliki kontak dengan kotoran
yang terkontaminasi atau dengan permukaan yang terkontaminasi dengan kotoran dari burung
yang terinfeksi. Burung peliharaan dapat terinfeksi dengan virus flu burung melalui kontak

langsung dengan unggas air yang terinfeksi atau unggas yang terinfeksi lainnya, atau melalui
kontak dengan permukaan (seperti kotoran atau kandang) atau bahan (seperti air atau pakan)
yang telah terkontaminasi dengan virus.
Infeksi dengan virus flu burung pada unggas domestik menyebabkan dua bentuk utama dari
penyakit yang dibedakan oleh ekstrim rendah dan tinggi virulensi. Bentuk patogen rendah
mungkin tidak terdeteksi dan biasanya hanya menyebabkan gejala ringan (seperti bulu rontok
dan penurunan produksi telur). Namun, bentuk yang sangat patogen menyebar lebih cepat
melalui kawanan unggas. Bentuk ini dapat menyebabkan penyakit yang mempengaruhi beberapa
organ dan memiliki tingkat kematian yang bisa mencapai 90-100% dalam waktu 48 jam.
Flu burung adalah penyakit virus menular yang biasa ditemukan pada burung, terutama unggas
air liar seperti bebek dan angsa. Hal ini dapat menyebar ke unggas domestik dan menyebabkan
wabah besar
Kebanyakan virus burung tidak berbahaya bagi manusia. Namun, A (H5N1) dan A (H7N9) telah
menyebabkan infeksi parah pada manusia. Tingkat kematian untuk A (H5N1) dan A (H7N9)
lebih tinggi dari influenza musiman. Virus ditularkan melalui kontak langsung dengan unggas
hidup atau mati atau paparan lingkungan yang terkontaminasi, seperti peternakan unggas dan
pasar yang menjual beli unggas hidup.
Ketika ada ancaman influenza, tinggalkan lah semuanya dan fokus pada risiko dari pandemi
influenza. Ketika SARS menyebar, fokus pada penyakit pernapasan yang tidak diketahui.
Pendekatan ini membantu untuk memadamkan perhatian publik, tapi itu adalah cara yang sangat
efisien untuk menangani risiko di masa mendatang.
-Nathan Wolfe
11. S.A.R.S

Sindrom pernafasan akut (SARS) adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus
coronavirus. SARS pertama kali dilaporkan di Asia pada Februari 2003 Penyakit menyebar ke
lebih dari dua lusin negara di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Asia sebelum wabah
global SARS tahun 2003.
Sejak tahun 2004, belum ada kasus yang diketahui dari SARS yang dilaporkan.
SARS atau sindrom pernapasan akut parah adalah penyakit pernafasan parah yang disebabkan
oleh coronavirus. Ini pertama kali dilaporkan di Asia sebelum menyebar ke Amerika Utara,
Amerika Selatan dan Eropa dalam wabah di seluruh dunia pada tahun 2003 Menurut WHO,
sebanyak 8.098 orang di seluruh dunia terinfeksi selama 2003 wabah. 774 ini telah meninggal.
Virus SARS ditularkan melalui droplet pernapasan yang dihasilkan saat batuk atau bersin.
Infeksi terjadi ketika tetesan dari batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi di mulut, mata atau
hidung dari orang lain. Infeksi juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh suatu benda atau
permukaan yang terkontaminasi dengan tetesan menular dan kemudian menyentuh mulut.
di sini terdapat ketenaran, keberuntungan, dan anggaran yang besar dalam membunyikan alarm
munculnya infeksi dan peringatan dari kebodohan ketidak siapan kami yang mengerikan.
- Michael Fumento, National Post, 28 Maret 2003
12. Malaria

Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang disebabkan oleh parasit. Orang yang
mengidap malaria sering mengalami demam, menggigil, dan penyakit seperti flu. Jika tidak
diobati, mereka dapat mengembangkan komplikasi parah dan mati. Pada tahun 2010
diperkirakan 219 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia dan 660.000 orang meninggal,
sebagian besar (91%) di Wilayah Afrika.
Malaria adalah penyakit serius yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menginfeksi
Anopheles nyamuk yang menggigit manusia. Gejala awal berupa demam tinggi, menggigil, sakit
kepala dan muntah gejala yang mungkin terlalu ringan untuk diidentifikasi sebagai malaria.
Jika tidak diobati dalam waktu 24 jam, dapat berkembang menjadi penyakit parah yang bisa
mengakibatkan kematian.
WHO memperkirakan bahwa malaria menyebabkan 207.000.000 episode klinis dan 627.000
kematian, sebagian besar di antara nya adalah anak-anak Afrika, pada tahun 2012. Sekitar 3,5
miliar orang dari 167 negara tinggal di daerah yang beresiko penularan malaria.
Parasit malaria telah membunuh anak-anak dan melemahkan kekuatan seluruh populasi selama
puluhan ribu tahun. Tidak mungkin untuk menghitung kerugian yang telah ditimbulkan oleh
malaria terhadap dunia.
-Bill Gates
13. Demam tifoid/tipes

Demam tifoid adalah


penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Di Amerika
Serikat, diperkirakan bahwa sekitar 5.700 kasus terjadi setiap tahun. Sebagian besar kasus
(hingga 75%) diperoleh saat bepergian secara internasional. Demam tifoid masih umum di
negara berkembang, di mana hal itu mempengaruhi sekitar 21,5 juta orang setiap tahun.
Demam tifoid dapat dicegah dan biasanya dapat diobati dengan antibiotik.
Demam tifoid adalah penyakit serius dan berpotensi fatal yang disebabkan oleh bakteri
Salmonella Typhi. Bakteri jenis ini hanya hidup di manusia. Orang yang mengidap demam tifoid
membawa bakteri dalam aliran darah mereka dan saluran usus dan menularkan bakteri melalui
tinja mereka.
Seseorang bisa mendapatkan demam tifoid dengan minum atau makan makanan yang
terkontaminasi dengan Salmonella Typhi atau jika limbah terkontaminasi masuk ke air yang
digunakan untuk minum atau mencuci piring.
Gejala demam tifoid termasuk demam tinggi, lemah, sakit kepala, sakit perut atau kehilangan
nafsu makan. Demam tifoid ditentukan dengan menguji keberadaan Salmonella Typhi dalam
tinja atau darah dari orang yang terinfeksi. Demam tifoid diobati dengan antibiotik.

Studi kami menunjukkan bahwa semua kasus tifoid muncul melalui kontak, yaitu dilakukan
secara langsung dari satu orang ke orang lain. Tidak ada jejak koneksi melalui cairan yang
diminum.
-Robert Koch
14. Kolera

Kolera adalah infeksi usus akut yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang
terkontaminasi dengan bakteri Vibrio cholerae. Memiliki masa inkubasi singkat, kurang dari satu
hari sampai lima hari, dan menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan, tanpa rasa sakit, diare
berair berlebihan yang cepat dapat menyebabkan dehidrasi parah dan kematian jika pengobatan
tidak segera diberikan. Muntah juga terjadi pada kebanyakan pasien.
Kolera tetap menjadi masalah global dan terus menjadi tantangan bagi negara-negara yang
mengalami masalah akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi.

Orang-orang menghabiskan waktu berpikir tentang bagaimana mereka benar-benar ingin hidup.
Aku bertanya pada teman-teman dan tak seorang pun tampaknya tahu dengan sangat jelas. Bagi
saya itu sangat jelas sekarang. Saya berharap hidup saya bisa saja seperti tahun-tahun ketika saya
sedang menulis Love in The Time of Cholera.'
-Gabriel Garcia Marquez
15. Demam Kuning

Demam kuning adalah virus demam berdarah yang ditularkan oleh nyamuk yang terinfeksi.
Demam kuning telah mewabah dari 400 tahun yang laku. Infeksi menyebabkan spektrum yang
luas dari penyakit, dari gejala ringan sampai penyakit berat dan kematian. Warna kuning secara
literatur dijelaskan oleh penyakit kuning yang mempengaruhi beberapa pasien, menyebabkan
mata kuning dan kulit kuning.
Ada tiga jenis siklus penularan: sylvatic, menengah dan perkotaan. Semua tiga siklus ada di
Afrika, tapi di Amerika Selatan, hanya terjadi sylvatic dan demam kuning perkotaan.
Demam kuning Sylvatic terjadi di hutan hujan tropis di mana monyet, terinfeksi oleh nyamuk
sylvatic, menyebarkan virus ke nyamuk lain yang menggigitnya; nyamuk ini, pada gilirannya
menggigit dan menginfeksi manusia yang memasuki hutan. Ini menghasilkan kasus sporadis,
sebagian besar menjangkiti orang-orang yang bekerja di hutan misal nya yang bekerja di bagian
logging.
Siklus menengah transmisi demam kuning terjadi pada savana lembab atau semi-lembab Afrika,

dan dapat menghasilkan epidemi skala kecil di pedesaan. Nyamuk Semi-domestik menginfeksi
monyet dan manusia dan peningkatan kontak antara manusia dan nyamuk yang terinfeksi
menyebabkan penyakit. Ini adalah jenis yang paling umum dari wabah yang terlihat dalam
beberapa dekade terakhir di Afrika.
Deman kuning Perkotaan mengalami ledakan epidemi besar ketika wisatawan dari daerah
pedesaan menyebarkan virus ke daerah-daerah dengan kepadatan populasi manusia yang tinggi.
Nyamuk domestik, terutama Aedes aegypti, membawa virus dari orang ke orang. Wabah ini
cenderung menyebar keluar dari satu sumber untuk menjangkau area yang luas.
Demam kuning dapat dicegah dengan vaksinasi. Untuk melindungi orang yang tinggal di daerah
beresiko tinggi terhadap penularan demam kuning, WHO menerapkan strategi ganda untuk
pencegahan epidemi demam kuning pada kampanye imunisasi massal pencegahan diikuti oleh
imunisasi rutin pada bayi.
Demam kuning menyebabkan epidemi yang dapat mempengaruhi 20% dari populasi. Ketika
epidemi terjadi pada populasi yang tidak divaksinasi, tingkat fatalitas kasus dapat melebihi 50%.
Penyakit ini biasanya terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama biasanya menyebabkan demam,
sakit kepala, nyeri otot dan nyeri punggung, menggigil dan mual. Kebanyakan pasien pulih dari
gejala-gejala ini sementara 15% berkembang ke tahap kedua yang sangat beracun. Kembali
demam tinggi, sakit kuning menjadi jelas, pasien mengeluh nyeri perut dengan muntah, dan
pendarahan di mulut, mata, hidung atau perut terjadi. Darah muncul dalam tinja atau muntah dan
fungsi ginjal memburuk. 50% dari pasien yang memasuki fase beracun mati dalam waktu 10
sampai 14 hari.
Tidak ada pengobatan untuk demam kuning. Pasien hanya diberikan perawatan suportif untuk
demam, dehidrasi dan gagal napas. Demam kuning dapat dicegah melalui vaksinasi.
Alam telah menemukan tempat yang sempurna untuk menyembunyikan virus demam kuning.
Virus ini berkembang sendiri dan tumbuh dalam darah, mekar kuning dan merah berjalan.
Molly Caldwell Crosby, The American Plague: The Untold Story of Yellow Fever, the
Epidemic that Shaped Our History
16. Anthrax

Anthrax adalah penyakit menular


serius yang disebabkan oleh bakteri berbentuk batang gram positif dikenal sebagai Bacillus
anthracis. Anthrax dapat ditemukan secara alami dalam tanah dan sering mempengaruhi hewan
di seluruh dunia. Meskipun jarang, orang bisa sakit karena anthrax jika mereka melakukan
kontak dengan hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi.
Bakteri Bacillus anthracis menghasilkan spora yang dapat hidup selama bertahun-tahun di dalam
tanah. Anthrax lebih sering terjadi pada hewan ternak, meskipun manusia dapat terinfeksi juga.
Anthrax tidak menular. Seseorang dapat terinfeksi hanya ketika bakteri masuk ke dalam kulit,
paru-paru atau saluran pencernaan.
Ada tiga jenis antraks: antraks kulit, antraks inhalasi dan antraks gastrointestinal. Gejala antraks
kulit termasuk demam, nyeri otot, sakit kepala, mual dan muntah. Antraks inhalasi dimulai
dengan gejala seperti flu, yang berlangsung dengan gangguan pernapasan berat. Syok, koma dan
kemudian kematian. Kebanyakan pasien tidak sembuh bahkan jika diberikan antibiotik yang
tepat karena racun yang dikeluarkan oleh bakteri anthrax. Gejala antraks gastrointestinal
termasuk demam, mual, sakit perut dan diare berdarah.
Anthrax diobati dengan antibiotik.
Jika Anda mengambil semua senjata biologis di Amerika Serikat kita masih memiliki satu
individu yang mampu membuat anthrax, dan menyebarkannya melalui surat dan menyebabkan
teror.
-Hans Blix
17. HIV

AIDS (Acquired immune deficiency syndrome


atau acquired immunodeficiency syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang
disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit ini mengubah sistem kekebalan tubuh,
membuat orang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
HIV ditemukan dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi (sperma dan cairan vagina, darah
dan air susu ibu). Virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah-ke-darah dan
kontak seksual. Selain itu, wanita hamil yang terinfeksi dapat menularkan HIV kepada bayi
mereka selama kehamilan, melahirkan bayi saat persalinan, dan saat menyusui.
HIV dapat ditularkan dengan berbagai cara, seperti vagina, oral seks, anal seks, transfusi darah,
dan jarum suntik yang terkontaminasi.
Kedua virus dan penyakit ini sering disebut bersama-sama sebagai HIV / AIDS. Orang yang
terjangkit HIV memiliki apa yang disebut infeksi HIV. Perkembangan berbagai infeksi
oportunistik pada pasien AIDS akhirnya dapat menyebabkan kematian.
Menurut penelitian, asal-usul HIV dimulai di akhir abad kesembilan belas atau awal abad kedua
puluh di Afrika barat-tengah. AIDS dan penyebabnya, HIV, pertama kali diidentifikasi di awal
1980-an.
Saat ini tidak ada obat untuk HIV / AIDS. Perawatan dapat memperlambat perjalanan penyakit
beberapa orang yang terinfeksi bisa hidup panjang dan relatif sehat.
HIV adalah epidemi di seluruh dunia. Menurut WHO, 35 juta orang di dunia hidup dengan HIV
dengan 2,1 juta orang baru terinfeksi pada akhir 2013.
HIV / AIDS masih belum ada obatnya.
Ketika saya pertama kali mengetahui mengidap HIV, saya harus menemukan seseorang yang
mengalami nya juga, yang bisa membantu saya memahami perjalanan saya dan apa yang saya
akan harus lakukan. Saya menemukan bahwa seseorang bernama Elizabeth Frazier hidup
bersama AIDS pada saat itu, dan jadi aku meneleponnya, dan dia melakukan pertemuan dengan
saya.
-Magic Johnson

http://anggiitz.blogspot.co.id/2014/10/paper-virus-marburg_18.html

https://sulitabatigol.wordpress.com/2014/08/10/virus-virus-yang-paling-mematikan2/
https://wietf.wordpress.com/2011/06/09/demam-berdarah-marburg/
http://senjaaruna.blogspot.co.id/2014/08/mengenal-dan-mengobati-penyakitvirus.html