Anda di halaman 1dari 11

Gaya Antar Molekul

Gaya Antar Molekul


Gaya elektromagnetik yang terjadi antara molekul atau antara bagian yang terpisah jauh
dari suatu makromolekul.
Urutan Kekuatan Gaya
1. interaksi ionik,
2. ikatan hidrogen,
3. interaksi dwikutub (dipole),
4. gaya Van der Waals.

1. Ikatan Hidrogen
ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul yang terjadi antara dua muatan
listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan

Tiap molekul air dapat berpotensi membentuk empat ikatan hidrogen dengan molekul air
disekelilingnya. Terdapat jumlah hidrogen yang pasti dan pasangan mandiri karena itu tiap
molekul air dapat terlibat dalam ikatan hydrogen.

Ikatan hidrogen lebih kuat dari gaya antarmolekul lainnya, namun lebih lemah
dibandingkandengan ikatan kovalen dan ikatan ion
Ikatan hidrogen dapat terjadi inter molekul dan intra molekul. Jika ikatan terjadi antara
atom-atom dalam molekul yang sama maka disebut ikatan hidrogen intramolekul atau didalam
molekul,seperti molekul H2O dengan molekul H2O

Ikatan hidrogen, juga terbentuk pada pada antar molekul seperti molekul NH3,
CH3CH2OH dengan molekul H2O, ikatan yang semacam ini disebut dengan ikatan hidrogen
intermolekul.

Ikatan hidrogen hanya terjadi pada sebuah molekul memiliki atom N, O, atau F yang
mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). Hidrogen dari molekul lain akan
berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar
ikatan bervariasi mulai dari yang lemah (1-2 kJ mol-1) hingga tinggi (>155 kJ mol-1).

Zat lain yang membentuk ikatan hidrogen dengan cara sama ialah

Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atomatom dalam molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang
terbentuk.
Ikatan hidrogen mempengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin besar ikatan
hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya Kenaikan titik didih terjadi karena molekul
memperoleh lebih banyak elektron, dan karena itu kekuatan dispersi van der Walls menjadi lebih
besar.

Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin besar ikatan
hidrogennya,semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus pada air (H2O), terjadi dua ikatan
hidrogen pada tiap molekulnya. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada
asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi
perbedaan elektronegativitasnya)sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida
ikatan antar molekul
1. Gaya Van der Waals
Gaya Van der Waals merupakan salah satu jenis gaya tarik-menarik di antara molekulmolekul. Gaya ini timbul dari gaya London dan gaya antardipol-dipol. Jadi, gaya Van der Waals
dapat terjadi pada molekul nonpolar maupun molekul polar
Gaya ini diusulkan pertama kalinya oleh Johannes Van der Waals (18371923). Konsep
gaya tarik antarmolekul ini digunakan untuk menurunkan persamaan-persamaannya tentang zatzat yang berada dalam fase gas.

Gaya van der Waals dapat ditemukan pada molekul non-polar, seperti gas hidrogen
(H2), karbon dioksida (CO2), nitrogen (N2), dan gas (He, Ne, Ar, Kr, dll).
3 Gaya yang menyebabkan terjadinya Gaya Van der Waals :
1. Interaksi dwikutub-dwikutub, yaitu tarikan elektrostatistik di antara

dua

molekul

dengan moment dwikutub permanen.


2. Interaksi dwikutub imbasan, artinya dwikutub timbul karena adanya

polarisasi

oleh

molekul tetangga.
3. Gaya dispersi yang timbul karena dwikutub kecil dan bersifat sekejap dalam atom.
Kejadian ini disebabkan adanya gaya tarik-menarik antara inti atom dengan elektron
atom lain yang disebut gaya tarik-menarik elektrostatis (gaya coulumb). Umumnya terdapat pada
senyawa polar.

Gaya Van der Waals ini bekerja bila jarak antarmolekul sudah sangat dekat, tetapi
tidak melibatkan terjadinya pembentukan ikatan antaratom. Misalnya, pada suhu 160 C
molekul Cl2 akan mengkristal dalam lapisan-lapisan tipis, dan gaya yang bekerja untuk menahan
lapisan-lapisan tersebut adalah gaya Van der Waals.

Paling sedikit terdapat tiga gaya antarmolekul yang berperan dalam terjadinya gaya
Van der Waals, yaitu gaya orientasi, gaya imbas, dan gaya dispersi.
2. Gaya orientasi
Gaya orientasi terjadi pada molekul-molekul yang mempunyai dipol permanen atau
molekul polar

molekul yang mempunyai dipol permanen atau molekul polar. Antaraksi antara kutub
positif dari satu molekul dengan kutub negatif dari molekul yang lain akan menimbulkan gaya
tarik-menarik yang relatif lemah. Gaya ini memberi sumbangan yang relatif kecil terhadap gaya
Van der Waals, secara keseluruhan. Kekuatan gaya orientasi ini akan semakin besar bila molekulmolekul tersebut mengalami penataan dengan ujung positif suatu molekul mengarah ke ujung
negatif dari molekul yang lain.
Gaya imbas terjadi bila terdapat molekul dengan dipol permanen, berinteraksi dengan
molekul dengan dipol sesaat. Adanya molekul-molekul polar dengan dipol permanen akan
menyebabkan imbasan dari kutub molekul polar kepada molekul nonpolar, sehingga elektronelektron dari molekul nonpolar tersebut mengumpul pada salah satu sisi molekul (terdorong atau
tertarik), yang menimbulkan terjadinya dipol sesaat pada molekul nonpolar tersebut.

Gaya london
Gaya london adalah gaya tarik-menarik yang sifatnya lemah antara atom atau molekul yang
timbul dari pergerakan elektron yang acak di sekitar atom-atom. Karena elektron bergerak secara
acak di sekitar inti atom, maka suatu saat terjadi ketidakseimbangan muatan di dalam atom.
Akibatnya terbentuk dipol yang sesaat.

Setiap atom helium mempunyai sepasang elektron. Apabila pasangan elektron


tersebut dalam peredarannya berada pada bagian kiri bola atom, maka bagian kiri atom tersebut
menjadi lebih negatif terhadap bagian kanan yang lebih positif. Akan tetapi karena pasangan
elektron selalu beredar maka dipol tadi tidak tetap, selalu berpindah-pindah (bersifat sesaat).
Polarisasi pada satu molekul akan mempengaruhi molekul tetangganya. Antara dipol-dipol sesaat
tersebut terdapat suatu gaya tarik-menarik yang mempersatukan molekul-molekul nonpolar
dalam zat cair atau zat padat.