Anda di halaman 1dari 9

SOAL DAN JAWABAN UJIAN SEMESTER GANJIL T.

A 2015/2016
Nama : Putri Ayu Waningsi

Mata Kuliah

: Pendidikan

Pancasila
Nim : 1522220046

Hari/Tanggal : Senin / 28

Desember 2015
Prodi : Pendidikan Biologi 2

Dosen Penguji : Dra.

Nurchaeriyah Gumayni

1. Sebagai suatu sistem filsafat, sila-sila Pancasila memiliki


kesatuan yang utuh dan bulat. Jelaskan dengan skema
yang menggambarkan hal tersebut!
Jawab:
Sebagai filsafat, Pancasila memiliki karakteristik sistem
filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya,
yaitu antara lain :
a. Sila-sila Pancasila merupakan satu-kesatuan sistem yang
bulat

dan

utuh

(sebagai

suatu

totalitas).

Dengan

pengertian lain, apabila tidak bulat dan utuh atau satu


sila dengan sila lainnya terpisah-pisah, maka itu bukan
Pancasila.
b. Susunan Pancasila dengan suatu sistem yang bulat dan
utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut :

Atau dapat digambarkan sebagai berikut :

Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa:


a.
b.

Sila 1, meliputi, mendasari dan menjiwai sila 2, 3, 4, 5


Sila 2, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, dan mendasari dan

menjiwai sila 3, 4, 5
c. Sila 3, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, 2, dan mendasari
dan menjiwai sila 4, 5
d. Sila 4, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, 2, 3 dan mendasari
dan menjiwai sila 5

e.

Sila 5, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, 2, 3, 4.

2. Tunjukkanlah bukti-bukti rasional yang menyatakan


Pancasila adalah nilai dasar fundamental bagi negara
Indonesia !
Jawab:
Pancasila ada beberapa nilai fundamental yang terkandung di dalamnya
seperti; nilai ideal, nilai material, nilai spiritual, nilai pragmatis, nilai
positif, nilai logis, nilai etis, nilai estetis, nilai sosial dan nilai religius atau
keagamaan. Berikut adalah bukti-bukti yang menyatakan pancasila adalah
nilai dasar fundamental bagi negara Indonesia, yaitu:
1. Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai-nilai religious,
yaitu:
a. Meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan sifat-sifatnya yang
sempurna, yakni Maha Kasih, Maha Kuasa, Maha Adil, dan sifat suci
lain sebagainya
b. Menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala laranganNya.
2. Dalam sila kemanusiaan yang adil beradab terkandung nilai-nilai
kemanusiaan antara lain:
a. Pengakuan terhadap adanya martabat manusia
b. Perlakuan yang adil terhadap sesama manusia.
3. Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai persatuan bangsa
antara lain:
a. Persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mencakup seluruh
wilayah Indonesia
b. Persatuan Indonesia adalah persatuan suku-suku bangsa yang
mendiami wilayah Indonesia
c. Pengakuan terhadap ke-Bhineka Tunggal Ika-an suku bangsa
(berbeda-beda namun satu jiwa) yang memberikan arah pembinaan
kesatuan bangsa.
4. Dalam Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyarawatan/keadilan terkandung nilai kerakyatan antara
lain:
a. Kedaulatan negara adalah ditangan rakyat

b. Pemimpin kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi


oleh akal sehat
c. Manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat
Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama
d. Musyawarah dan mufakat dicapai dalam permusyawaratan wakilwakil rakyat.
5. Dalam Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terkandung
nilai keadilan sosial antara lain:
a. Perwujudan keadilan sosial dalam kehidupan sosial atau
kemasyarakatan meliputi seluruh rakyat Indonesia
b. Keadilan dalam kehidupan sosial terutama meliputi bidang-bidang
politik, ideologi, ekonomi, sosial, kebudayaan, dan pertahanan
keamanan nasional
c. Cita-cita masyarakat adil dan makmur secara material dan spiritual
yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia
d. Keseimbangan antara hak dan kewajiban dan menghormati hak orang
lain
e. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.
3. Jelaskanlah apakah pokok pembahasan dalam etika politik!
Jawab:
Pokok permasalahan etika politik adalah legitimasi etis
kekuasaan. Sehingga penguasa memiliki kekuasaan dan
masyarakat berhak untuk menuntut pertanggung jawaban.
Legitimasi

etis

mempersoalkan

keabsahan

kekuasaan

politik dari segi norma-norma moral. Legitimasi ini muncul


dalam konteks bahwa setiap tindakan Negara baik legislatif
maupun eksekutif dapat dipertanyakan dari segi normanorma moral.
4. Carilah suatu kasus etika politik dan berilah solusinya!
Jawab:
Contoh kasus etika politik, yaitu praktik suap menyuap di
Indonesia sudah menjadi kebiasaan yang lumrah. Khususnya dalam
institusi pelayanan yang berkaitan dengan publik. Solusinya, yaitu:

Pertama, adanya kesadaran rakyat untuk ikut memikul tanggung jawab


guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial, dengan tidak bersifat
acuh tak acuh. Kedua, menanamkan aspirasi nasional yang positif yang
mengutmakan kepentingan bangsa. Ketiga, para pemimpin dan pejabat
memberikan teladan, memberantas dan menindak korupsi. Keempat,
adanya sanksi dan kekuatan untuk menindak, memberantas dan
menghukum tindak korupsi. Kelima, menciptakan aparatur pemerintah
yang jujur.
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Revitalisasi Pancasila!
Jawab:
Revitalisasi pancasila adalah usaha mengembalikan Pancasila kepada
subjeknya yaitu sebagai pedoman bagi para penyelenggara pemerintahan.
6. Apakah kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah
Reformasi dalam menata kehidupan bernegara!
Jawab:
Kebijaksanaan yang dikeluarkan olehpemerintah Reformasi
dalam menata kehidupan bernegara adalah:
1. Kebijaksanaan yang presiden Prof. Dr. Bacharuddin Jusuf
Habibie dalam rangka menanggapi tuntutan reformasi dari masyarakat,
yaitu:
a. Kebijakan dalam bidang politik Reformasi dalam bidang politik
berhasil mengganti lima paket undang-undang masa Orde Baru
dengan tiga undang-undang politik yang lebih demokratis. Berikut
ini tiga undang-undang tersebut:
1.UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik.
2.UU No. 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum.
3.UU No.4 tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan
DPR/MPR.
b.

Kebijakan

dalam

bidang

ekonomi

Untuk

memperbaiki

perekonomian yang terpuruk, terutama dalam sektor perbankan,


pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(BPPN). Selanjutnya pemerintah mengeluarkan UU No. 5 Tahun

1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak


Sehat, serta UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen.
c.

Kebebasan

menyampaikan

pendapat

dan

pers

Kebebasan

menyampaikan pendapat dalam masyarakat mulai terangkat


kembali.
d. Pelaksanaan Pemilu Pada masa pemerintahan Habibie, berhasil
diselenggarakan pemilu multipartai yang damai dan pemilihan
presiden yang demokratis.
2. Kebijaksanaan presiden K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), antara
lain:
a. IAIN di ubah menjadi UIN dengan membuka fakultas dan jurursan
yang sama dengan fakultas dan jurusan yang dikelola oleh
perguruan tinggi dari Diknas.
b. kepolisian tidak lagi menjadi satu kesatuan dengan ABRI.
Kepolisian bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri
Indonesia.

Kementrian

penerangan

dan

kementrian

sosial

ditiadakan.
3. Kebijaksanaan presiden Megawati Soekarnopoetri, antara lain:
a. Memilih dan Menetapkan, ditempuh dengan meningkatkan
kerukunan antar elemen bangsa dan menjaga persatuan dan
kesatuan. Upaya ini terganggu karena peristiwa Bom Bali yang
mengakibatkan kepercayaan dunia internasional berkurang.
b. Membangun tatanan politik yang baru, diwujudkan dengan
dikeluarkannya UU tentang pemilu, susunan dan kedudukan
MPR/DPR, dan pemilihan presiden dan wapres.
c. Menjaga keutuhan NKRI, setiap usaha yang mengancam keutuhan
NKRI ditindak tegas seperti kasus Aceh, Ambon, Papua, Poso. Hal
tersebut diberikan perhatian khusus karena peristiwa lepasnya
Timor Timur dari RI.
d. Melanjutkan amandemen UUD 1945, dilakukan agar lebih sesuai
dengan dinamika dan perkembangan zaman.
e. Meluruskan otonomi daerah, keluarnya UU tentang otonomi
daerah menimbulkan penafsiran yang berbeda tentang pelaksanaan

otonomi daerah. Karena itu, pelurusan dilakukan dengan


pembinaan terhadap daerah-daerah. Tidak ada masalah yang berarti
dalam masa pemerintahan Megawati kecuali peristiwa Bom Bali
dan perebutan pulau Ligitan dan Sipadan.
4. Kebijaksanaan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, antara lain:
a. Anggaran pendidikan ditingkatkan menjadi 20% dari keseluruhan
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

APBN.
Konversi minyak tanah ke gas.
Memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai).
Pembayaran utang secara bertahap kepada badan PBB.
Buy back saham BUMN
Pelayanan UKM (Usaha Kecil Menengah) bagi rakyat kecil.
Subsidi BBM.
Memudahkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Meningkatkan sektor pariswisata dengan mencanangkan "Visit

Indonesia 2008".
j. Pemberian bibit unggul pada petani.
k. Pemberantasan korupsi melalui KPK (Komisi Pemberantasan
Korupsi).
7. Bagaimanakah

penilaian

anda

terhadap

pemerintah

reformasi yang telah berjalan sampai saat ini? Jelaskan!


Jawab:
Lima belas tahun berjalan, reformasi memang berjalan
namun, tertatih dan tergopoh-gopoh. Gerbong reformasi
tak berjalan sebagaimana harapan penumpangnya. Bahkan
jalur menuju arah yang lebih baik justru mulai melenceng
di luar tujuan. Misalnya, penegakan hukum yang sering kali
diskriminatif dan berlarut-larut menyebabkan publik belum
melihat perubahan esensial kelembagaan hukum di negeri
ini. Dan selain itu, kebutuhan harga bahan pokok yang
lebih murah dan terjangkau oleh rakyat menengah pun
belum terwujud.
8. Jelaskan kenapa Dekrit Pancasila 5 Juli 1959 dikeluarkan
oleh Presiden Soekarno? Berikanlah alasan hukumnya!
Jawab:
Alasan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yaitu:

a. Undang-undang Dasar yang menjadi pelaksanaan pemerintahan negara


belum berhasil dibuat sedangkan Undang-undang Dasar Sementara
(UUDS 1950) dengan sistem pemerintahan demokrasi liberal dianggap
tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia.
b. Kegagalan konstituante dalam menetapkan undang-undang dasar
sehingga membawa Indonesia ke jurang kehancuran sebab Indonesia
tidak mempunyai pijakan hukum yang mantap.
c. Situasi politik yang kacau dan semakin buruk.
d. Terjadinya sejumlah pemberontakan di dalam negeri yang semakin
bertambah gawat bahkan menjurus menuju gerakan sparatisme.
e. Konflik antar partai politik yang mengganggu stabilitas nasional
f. Banyaknya partai dalam parlemen yang saling berbeda pendapat
g. Masing-masing partai politik selalu berusaha untuk menghalalkan segala
cara agar tujuan partainya tercapai.
9. Bagaimanakah

dampak

pelaksanaan

asas

tunggal

Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan


bernegara masa Orde Baru. Jelaskan pendapat saudara!
Jawab:
Dampak pelaksaaan asas tunggal Pancasila dalam
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara masa Orde Baru
adalah terciptanya ketegangan hubungan antara masyarakat dengan
pemerintah, khususnya antara elemen umat Islam dengan pemerintah.
Dikeluarkanya kebijakan Asas Tunggal Pancasila ini juga berdampak pada
gerakan kaum muda Muslim terbesar dan paling berpengaruh, yakni
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Keharusan HMI untuk merubah dan
menerima Asas Pancasila berakibat fatal, karena menyebabkan HMI
terpecah menjadi dua kubu, yaitu HMI DIPO (Diponegoro, inisial karena
bersekretariat di jalan Diponegoro Jakarta dan HMI MPO (Majelis
Penyelamat Organisasi). Yang pada akhirnya, HMI DIPO menerima asas
Pancasila meski setelah reformasi asasnya kembali ke Islam, sedangkan
HMI MPO tetap mempertahankan asas Islamnya.
10.

Bagaimanakah penilaian anda tentang perubahan-

perubahan yang dilakukan oleh MPR terhadap UUD 1945


pada era Reformasi? Jelaskan pandangan anda!

Jawab:
Setiap Konstitusi di negara manapun di dunia selalu
menyimpan atau mengandung masalah dan memiliki
kekurangan serta kelemahan sehingga harus membuka diri
untuk perbaikan. Konstitusi merupakan hal yang paling
mendasar bagi negara, karena konstitusi merupakan dasar
dari

semua

peraturan

perundang-undangan

yang

diberlakukan dalam pemerintahan negara tersebut yang


harus disiapkan dan disusun secara konseptual agar tidak
terlalu sering diperbaiki. Mengingat konstitusi mengandung
hal-hal yang paling mendasar dan harus disiapkan serta
disusun

secara

konseptual

maka

amandemen

pada

konstitusi harus bertahap dan memerlukan waktu untuk


penyesuaian dan evaluasi. Pada awal sidang umum MPR RI 1999,
telah dibuat kesepakatan dikalangan anggota MPR RI, yang akan
mengevaluasi dan melaksanakan amandemen UUD 1945, kesepakatan itu
antara lain: mempertahankan pembukaan UUD 1945, mempertahankan
NKRI, dan mempertahankan sistem pemerintahan presidensil. Yang bisa di
amandemen hanyalah batang tubuh dan penjelasan, sedangkan pembukaan
tidak boleh di amandemen karena pada pembukaan terdapat tujuan
Negara.

Anda mungkin juga menyukai