Anda di halaman 1dari 15

ANALISA AIR

Disusun oleh:
Dea Widya Syafriani

(0615 4041 1885)

Indah Lestari

(0615 4041 1890)

Mangihut Pandapotan L

(0615 4041 1893)

M. Satria Wibowo

(0615 4041 1897)

Sandy Aditya Putra

(0615 4041 1900)

Veberia Panjaitan

(0615 4041 1903)

Anita Zoraya R

(0615 4041 2256)

Bima Santri Mulya

(0615 4041 2257)

Kelas : 2 EGC
Dosen Pembimbing : Ir.Rusdianasari,M.Si

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


JURUSAN TEKNIK KIMIA PRODI TEKNIK ENERGI DIV
ANALISA AIR

I. TUJUAN PERCOBAAN

Mahasiswa diharapkan mampu dan mengerti menggunakan alat Waterproof


Cyberscan PCD 650 dengan baik dan benar untuk mengukur parameter fisik air

seperti PH, conductivity, TDS, resistivity, dan kadar oksigen.


Mahasiswa diharapkan mampu mempelajari hubungan antara jumlah ion,tegangan
larutan dan salinitas suatu larutan elektrolit

II.ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


Alat yang digunakan :
Gelas kimia 500 ml dan 250 ml
Waterproof cyberscan PCD 650
Bahan yang digunakan :
Frestea
Mizone
Aqua
Nestle
Ades
Aosis
Air Penampungan (Hujan)
Air Keran

III.

DASAR TEORI
Analisa air termasuk ke dalam kimia analisa kuantitatif karena menentukan kadar
suatu zat dalam campuran zat-zat lain.Air yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
tidak pernah ditemukan dalam keadaan murni. Biasanya air tersebut mengandung zat-zat
kimia dalam kadar tertentu, baik zat-zat kimia anorganik maupun zat-zat kimia organik.
Apabila kandungan zat-zat kimia tersebut terlalu banyak jumlahnya didalam air, air
tersebut dapat menjadi sumber bencana yang dapat merugikan kelangsungan hidup
semua makhluk sekitarnya. Kini dengan adanya pencemaran-pencemaran air oleh pabrik
maupun rumah tangga, kandungan zat-zat kimia di dalam air semakin meningkat dan
pada akhirnya kualitas air tersebut menurun.
Oleh karena itu, diperlukan analisa air untuk menentukan dan menghitung zat-zat
kimia yang terkandung di dalam air sehingga dapat diketahui air tersebut membahayakan
kesehatan, layak tidaknya dikonsumsi maupun sudah tercemar atau belum.

Analisa sifat fisika air


Suhu
Suhu air ialah derajat panas air yang dinyatakan dalam satuan panas derajat
Celcius (C). Suhu air ditentukan dengan menggunakan thermometer atau
termistor.

Warna
Warna ialah warna nyata dari air yang dapat disebabkan oleh adanya ion metal
(besi dan mangan), humus, plankton, tumbuhan air dan limbah industry, yang
tidak menggunakan zat warna tertentu setelah dihilangkan kekeruhannya, yang
dinyatakan dalam satuan warna skala Pt-Co.

Kekeruhan
Air keruh terjadi bila dalam air banyak mengandung partikel-partikel padat
sehingga kelihatan kotor. Penyebab kekeruhan tsb : tanah, lumpur, partikelpartikel padat lain, sisa tumbuh-tumbuhan. Kekeruhan ini sebaiknya diukur pada
hari yg sama dgn pengambilan sampel, bila ditunda sampel harus disimpan
ditempat gelap dan diperiksa sebelum 24 jam. Pemeriksaan kekeruhan dgn
metode Turbidimetrik (Nefelometrik)
Prinsip : Membandingkan intensitas cahaya yg dihamburkan oleh sampel
dengan intensitas cahaya yang dihamburkan oleh suspensi baku pembanding pada
kondisi sama, makin tinggi intensitas cahaya yang terhambur makin tingi
kekeruhannya. Sebagai pembanding pada turbidimeter dibuat dari 1 gr Silika gel
yang dilarutkan dalam 1 liter air suling, sehingga setiap 1 ml mengandung 1 mg
SiO2 atau kekeruhannya 1 unit. 1 mg SiO 2/lt. Batas syarat air minum : 5-25 skala

SiO2.
Penyimpangan batas syarat , Bila terlalu tinggi mengakibatkan :
- Rasa kurang enak
- Menimbulkan busa pada ketel
- Pada Pabrik kertas warna kertas kurang baik
- Pada tekstil warna kurang baik.
Kejernihan
Kejernihan adalah dalamnya lapisan air yang dapat ditembus oleh sinar
matahari yang dinyatakan dalam satuan cm. uji ini dilakukan dengan mengukur
jaraka antara permukaan air dengan benda (keeping secchi) yang masih terlihat

dengan mata dan pada saat cahaya matahari cukup.


Residu Total
Residu yang tersisa setelah penguapan contoh

dan

dilanjutkan

denganpengeringan pada suhu tertentu secara merata dan dinyatakan dalam

satuan mg/L.
Residu Tersuspensi
Yaitu berat zat padat dalam air yang tertahan pada penyaring dengan kertas
saring dan dikeringkan pada suhu tertentusecara merata yang dinyatakan dalam
satuan mg/L. pemeriksaan residu tersuspensi dilakukan dengan cara menimbang

berat residu didalam contoh yang tertahan pada kertas saring yang berpori 103105 C hingga diperoleh berat tetap.

Residu Terlarut
Yaitu berat zat padat yang dapat lolos melalui saringan yang berpori dan
dikeringkan pada suhu tertentu secara merata dan dinyatakan dalam satuan mg/L.
Derajat Keasaman (pH)
Yaitu logaritma negative dari aktivitas ion hydrogen dalam suatu larutan.
Aktivitas ion hydrogen dalam air diukur secara potensiometer dengan elektorda
gelas. Elektroda ini akan menghasilkan perubahan tegangan yang disebabkanoleh
aktivitas ion hydrogen.

Daya Hantar Listrik / konduktivitas


Yaitu kemampuan dari larutan yang menghantarkan arus listrik, kemampuan
tersebut tergantung pada kadar zat terlarut yang mengion di dalam air, pergerakan
ion, valensi dan suhu. DHL diukur dengan elektroda konduktometerde dengan
menggunakan larutan KCI sebagai larutan baku pada suhu 25 C.

Analisa sifat kimia air

Silintas / Kegaraman
Merupakan residu terlarut dalam air, apabila semua bromide dan iodide
dianggap sebagai klorida. Pada penentuan ini digunakan metode Argentomteri
atau salinometri. Salinometri merupakan cara mengukur salinitas dengan alat
salinometri.

Klorositas
Yaitu kadar klor dalam satuan mg/L. yang digunakan pada perhitungan
salinitas. Perhitungannya sama dengan salinitas.

Kesadahan
Kesadahan total yaitu jumlah ion-ion Ca 2+ dan Mg2+ yang dapat ditentukan
melalui titrasi dengan EDTA sebagai titran dan menggunakan indikator
Eriochrome Black T.

Alkalinitas
Alkalinitas merupakan kapsitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa
penurunan nilai pH larutan. Sama halnya dengan buffer, alkalinitas merupakan
pertahanan air terhadap pengasaman. Alkaliniti adalah hasil reaksi-reaksi terpisah
dalam larutan hingga merupakan sebuah analisa makro yang menggabungkan

beberapa reaksi . alkalinitas dapat ditentukan dengan titrasi asam basa yaitu
dengan menitrasi sample air dengan asam-asam kuat yaitu asam sulfat dan asam
klorida.

Fe
Besi adalah salah satu elemen yang selalu dapat ditemui pada hamper semua
badan air, besi yang ada di dalam air dapat bersifat :
- Terlalut sebagai Fe2+ dan Fe3+
Tersuspensi sebagai koloidal atau lebih besar, seperti Fe 2O3, FeO, FeOOH,
Fe(OH)3 dan sebagainya.
- Tergabung dengan zat organis atau zat padat yg ironganic (seperti tanah liat)
Penentu kadar besi di air dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan
spektrofotometer.

Nitrogen ; Amoniak
Nitrogen dapat ditemui hamper di setiap badan air dalam bermacam-macam
bentuk, seperti : NH3, N2, NO2, NO3. Biasanya senyawa senyawa nitrogen
tersebut adalah senyawa terlarut.
Analisa Kjedahl merupakan analisa untuk nitrogen Khedahl yaitu jumlah Norganis dan N-amoniak bebas. Analisa Kjedahl pada umum nya dilaksanakan
pada sampel air yang diduga mengandung zat organis seperti air buang penduduk,
industri, dan air sungai. Selain analisia Kjedahl nitrogen, amoniak dapat dianalisa
dgn cara nessler, cara titrimetris. Dan cara elektroda khusus.

COD (Chemical Oxigen Demand)


COD /KOK adalah jumlah O2 yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat
organis yang ada dalam 1 l sampel air, dengan pengoksidasi K 2Cr2O7 sebagai
sumber oksigen (oxidizing agent). Angka COD juga merupakan ukuran bagi
pencemaran air dan mengakibatkan berkurangnya O 2 dalam air. Analisa COD
berbeda dengan analisa BOD, tapi dapat ditetapkan perbandingannya sebagai alat
kontrol uji COD dan BOD.
Jenis Air BOD/COD :
- Air limbah penduduk 0,40-0,60
- Air limbah penduduk setelah pengendapan 0,60
- Air limbah penduduk setelah pengolahan secara biologi 0,20
- Air sungai 0,10
Prinsip analisa
Zat organis dioksidasi oleh larutan K2Cr2O7 dalam suasana asam yang
mendidih dengan katalisator Ag2SO4 untuk mempercepat reaksi dan penambahan

HgSO4 untuk menghilangkan gangguan klorida. Untuk memastikan zat organis


habis teroksidasi, maka pengoksidasi K2Cr2O7 ditambahkan berlebihan. Kelebihan
K2Cr2O7 digunakan untuk menentukan berapa O2 yang telah terpakai melalui titrasi
dengan Ferro Amm sulfat. Indikator feroin digunakan untuk menentukan t.a.t dari
warna hijau-biru menjadi merah coklat. Untuk analisa COD ini dilakukan uji
larutan blangko, karena blangko tidak mengandung zat organik yang dapat
dioksidasi K2Cr2O7 nilai awal K2Cr2O7.
Gangguan, keuntungan dan kekurangan tes COD
- Gangguan
1) Kadar klorida < 2000 ppm mengganggu kerja AgSO4, tapi dapat dihilangkan
dengan HgSO4 (dengan jumlah yang sebanding)
2) NO2- juga akan teroksidasi menjadi NO3-. Bila konsentrasi NO2- > 2 mg/l
maka perlu penambahan 10 mg Asam sulfamat per mg NO2-, baik dalm sampel
maupun blangko.
- Keuntungan
1) Tes COD lebih singkat dari tes BOD
2) Tidak selalu butuh pengenceran
3) 2-3x lebih teliti
4) Gangguan yang sifatnya racun terhadap zat organis tidak berpengaruh
- Kekurangan
Merupakan analisa suatu reaksi oksidasi kimia yang meniru oksidasi biologis,
sehingga merupakan pendekatan, tidak dapat membedakan zat inert dan zat yang
teroksidasi secara biologis.

BOD (Biochemical Oxygen Demand)


Menunjukkan jumlah oksigen dalam satuan ppm yang dibutuhkan oleh
mikroorganisme untuk memecahkan bahan-bahan organik yang terdapat di dalam
air. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban pencemaran akibat
air buangan penduduk atau industri. Penguraian zat organik adalah peristiwa
alamiah, apabila suatu badan air dicemari oleh zat oragnik, bakteri dapat
menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses oksidasi tersebut yang
bisa mengakibatkan kematian ikan-ikan dalam air dan dapatmenimbulkan bau
busuk pada air tersebut. Beberapa zat organik maupun anorganik dapat bersifat
racun misalnya sianida, tembaga, dan sebagainya,sehingga harus dikurangi
sampai batas yang diinginkan. Berkurangnya oksigen selama biooksidasi ini
sebenarnya selain digunakan untuk oksidasi bahan organik, juga digunakan dalam
proses sintesa sel serta oksidasi sel dari mikroorganisme. Oleh karena itu uji BOD
ini tidak dapat digunakan untuk mengukur jumlah bahan-bahan organik yang

sebenarnya terdapat di dalam air, tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah
konsumsi oksigen yang digunakan untuk mengoksidasi bahan organic tersebut.
Semakin banyak oksigen yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula
kandungan bahan-bahan organik di dalamnya. Oksigen yang dikonsumsi dalam
uji BOD ini dapat diketahui dengan menginkubasikan contoh air pada suhu 20C
selama lima hari. Untuk memecahkan bahan-bahan organik tersebut secara
sempurna pada suhu 20C, sebenarnya dibutuhkan waktu lebih dari 20 hari, tetapi
untuk prasktisnya diambil waktu lima hari sebagai standar. Inkubasi selama lima
hari tersebut hanya dapat mengukur kira-kira 68 persen dari total BOD. Terdapat
pembatasan BOD yang penting sebagai petunjuk dari pencemaran organik.
Apabila ion logam yang beracun terdapat dalam sampel maka aktivitas bakteri
akan terhambat sehingga nilai BOD menjadi lebih rendah dari yang semestinya.
Pengujian BOD menggunakan metode Winkler-Alkali iodida azida,adalah
penetapan BOD yang dilakukan dengan cara mengukur berkurangnya kadar
oksigen terlarut dalam sampel yang disimpan dalam botol tertutup rapat,
diinkubasi selama 5 hari pada temperatur kamar, dalam metode Winkler
digunakan larutan pengencer MgSO4, FeCl3, CaCl2 dan buffer fosfat.Kemudian
dilanjutkan dengan metode Alkali iodida azida yaitu dengan cara titrasi, dalam
penetapan kadar oksigen terlarut digunakan pereaksi MnSO 4,H2SO4, dan alkali
iodida azida. Sampel dititrasi dengan natrium thiosulfatmemakai indikator
amilum (Alaerts dan Santika, 1984).

Analisa Mikrobiologi
Hampir di setiap badan air, baik air alam maupun air buangan terdapat bakteribakteri. Kecuali pada air tanah yang telah tersaring oleh lapisan geologis tanah,
sehingga semua bakteri yang pada umumnya berukuran 0,5 sampai 3um akan
tertahan. Air yang telah disuling cukup lama atau air yang telah melalui proses
desinfeksi secara teratur, juga bebas akan bakteri yang berbahaya.
Tes mikrobiologi adalah tes untuk mendeteksi adanya jenis bakteri dan sekaligus
menaksir konsentrasinya. Ada tiga metoda yang tersedia yaitu: satandar plate count
( SPC), metoda dengan tabung fermentasi / metoda most probable number dan
metoda penyaringan pada membrane. Jenis bakteri yang dianalisis adalah bekteri
total, E.Coli (coli tinja), coli total.

IV.

LANGKAH KERJA
a. Petunjuk penggunaan alat
Alat Waterproof Cyberscan PCD 650 dalam pengoperasiaannya memakai 2
sumber arus listrik yaitu dari batere dan sumber arus listrik PLN, jika
pengoperasiaannya akan memakai sumber arus PLN pastikan batere yang
terdapat didalam alat dilepas terlebih dahulu untuk menghindari korseleting

yang berakibat akan merusak alat.


Alat waterproof Cyberscan PCD 650 merupakan alat yang memiliki tingkat
akurasi dan presisi yang tinggi jadi pastikan setelah memakai alat elektroda

dibilas dan dibersihkan.


Tidak dibenarkan dan dianjurkan merubah setingan alat selain yang diberikan

oleh instruktur dan teknisi.


b. Prosedur Percobaan
1. Menyiapkan 4 jenis air kemasan dan air got, memasukkan sample kedalam
gelas kimia dan memberi label.
2. Menghubungkan kabel daya ke sumber arus PLN dan menekan tombol F4
(ON) selama 3 detik.
3. Memasukkan elektroda kedalam larutan atau sample yang akan diukur,
minimal 1/3 bagian elektroda terendam, tunggu beberapa saat sampai
pembacaannya stabil, mencatat pH yang terlihat dilayar.
4. Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai dilayar terdapat tulisan
measurring cound di layar.
5. Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil, mencatat
hasilnya.
6. Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai terdapat tulisan
measurring TDS di layar.
7. Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil, mencatat
hasilnya.
8. Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai terdapat tulisan
measurring res di layar.
9. Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil, mencatat
hasilnya.
10. Untuk pembacaan % Dissolved Oxygent dan Oxygent Concentration
menggunakan cara yang sama seperti langkah di atas.
c. Larutan Elektrolit

1. membuat larutan NaCl masing-masing dengan konsentrasi 0,1; 0,25; 0,50;


0,75; dan 1 m sebanyak 250 ml, beri label
2. Menghubungkan daya ke sumber arus PLN dan tekan tombol F4 (ON)
selama 3 detik
3. Memasukkan elektroda ke dalam larutan atau cairan yang akan diukur,
minimal 1/3 bagian elektroda terendam, catat mV yang terlihat di layar
4. Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai terdapat tulisan ion di
layar
5. Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil, catat
hasilnya
6. Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai terdapat tulisan
measuring NaCl di layar
7. Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil, catat
hasilnya

V.

DATA PENGAMATAN

Sampe

l Air

PH

Conduktivit
y (mS)

TDS

Resitivit

Konsentras

y ()

DO

i DO (mg/l)

(0C)

Frestea

6,0

1,182

2
2

Mizon

4,3

Aqua

5,9

Nestle

6,4

1,374

Ades

6,6

1,729

Oasis

6,2

156,7

Air

5,8

Hujan

Air

6,0

Keran

VI.

18,7

387,6

54

4,90

20

1,666

267,2

57,

5,03

20,5

148,4

4
3,368

62

5,26

23,4

10,46

58,

5,08

22,5

ppm
50,36

47,62
ppm

1,035

2
7

5,28

ppt

0
6

1,302

57,

ppt

3
5

506

ppt

1
4

1,066

1,922

7
268,6

64

5,36

23,8

9,025

64,

5,06

28

3,89

28,3

ppt
60,02

56,07
ppm

1,714

1,637
ppt

2
303,7

49,
1

ANALLISA DATA
Pada praktikum ini kami menganalisa kualitas air dengan menggunakan alat

waterproof cyberscan PCD 650. Parameter dari kualitas air

yang diuji terhadap

sample ada nilai pH, Conductivity, TDS, Resistivity, %DO, Konsentrasi DO,
danTemperatur.
Larutan dan minuman yang dianalisa pada praktikum ini ada 8 jenis ialah
Frestea, Mizone, Aqua, Ades, Oasis, Air Penampunga, Air Keran.
Hasil yang didapat pada praktikum ini ialah untuk air Frestea memiliki pH
6,02, conductivity 1,182 mS, TDS 1,066 ppt, resistivity 506 ohm, %DO 57,9,
konsentrasi DO 5,28 mg/l dan temperature 18,4 oC. Pada Mizone memiliki pH 4,38,

conductivity 1,374 mS, TDS 1,302 ppt, resistivity 387,6 ohm, %DO 54, konsentrasi
DO 4,90 mg/l dan temperature 20oC.
Pada Aqua memiliki pH 5,91, conductivity 1,729 mS, TDS 1,666 ppt,
resistivity 287,2 ohm, %DO 57,4, konsentrasi DO 5,03 mg/l dan temperature 20,5 oC.
Pada Nestle memiliki pH 6,43, conductivity 156,7 mS, TDS 148,4 ppm, resistivity
3,368 ohm, %DO 62, konsentrasi DO 5,26 mg/l dan temperature 23,4oC.
Pada Ades memiliki pH 6,60, conductivity 50,36 mS, TDS 47,62 ppm,
resistivity 10,46 ohm, %DO 58,7, konsentrasi DO 5,08 mg/l dan temperature 22,5 oC.
Pada Oasis memiliki pH 6,22, conductivity 1,035 mS, TDS 1,922 ppt, resistivity
268,6 ohm, %DO 64, konsentrasi DO 5,36 mg/l dan temperature 23,8oC.
Pada Air Hujan (tamoungan) memiliki pH 5,80, conductivity 60,02 mS, TDS
56,07 ppm, resistivity 9,025 ohm, %DO 64,2, konsentrasi DO 5,06 mg/l dan
temperature 28oC. Pada Air Keran memiliki pH 6,08, conductivity 1,714 mS, TDS
1,637 ppt, resistivity 303,7 ohm, %DO 49,1, konsentrasi DO 3,89 mg/l dan
temperature 28,3oC.
Berdasarkan hasil yang didapat dapat kita ketahui sample yang mengandung
zat terlarut atau mineral terlarut tertinggi yaitu pada sprite karena Nestle memiliki
nilai TDS ( total disolve solvent) 148,4 ppm. Karena TDS merupakan parameter
dalam mengukur kualitas air berdasarkan banyaknya zat terlarut atau banyaknya
mineral yang terkandung dalam suatu air.
Sedangkan sample minuman yang memiliki nilai TDS paling kecil adalah
Frestea dengan nilai TDS 1,066 ppt, dengan ini dapat dikatakan kandungan Frestea
memiliki zat mineral yang terlarut paling sedikit.
Sedangkan air yang cukup baik bagi kehidupan biota laut terutama ikan yaitu
pada sample air Ades karena air Ades memiliki pH yang mendekati 7 yaitu 6,6.
Dengan hasil ini dapat dikatakan Ades memiliki sifat mendekati netral yaitu tidak
bersifat asam dan tidak bersifat basa.
Sedangkan sample air yang dapat menghantarkan listrik adalah Nestle,
karena Nestle memiliki conductivity paling tinggi yaitu 156,7 mS, karena
conductivity merupakan parameter dalam menentukan kualitas air berdasarkan sifat
yang dapat menghantarkan arus listrik. Akan tetapi sample Nestle dikatakan bukan
merupakan air yang baik karena memiliki conductivity yang tinggi dari conductivity
sample lainnya. Sedangkan air yang baik adalah air yang memiliki nilai conductivity
yang rendah.

VII. KESIMPULAN
1. Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan
dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu,dengan demikian setiap kegiatan
memiliki kualitas air yang berbeda.
2. Berdasarkan hasil yang didapat air yang bisa dikatakan cukup baik bagi biota laut
adalah air Ades karena air Ades memiliki pH 6,6 karena pH air Ades bersifat
mendekati netral yaitu tidak asam dan tidak basa.
3. Air yang dapat menghantarkan arus listrik adalah sample Nestle karena Nestle
memiliki conductivity yang tinggi yaitu 156,7 ,tetapi air tebs dikatakan air yang
tidak baik karena memiliki conductivity yang tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet.2016. penuntun praktikum kimia analitik instrument.Palembang:Politeknik Negeri
Sriwijaya
http://Novitadewipido.blogspot.com/2012/07/parameter-fisik-biologi-kimiawi-air.html
http://watowaihory.blogspot.com/2012/10/laporan-praktikum-analisis-sifat fisik4407.htm
http://coretgimeli.blogspot.com/2012/04/laporan-praktikum-pengujian-larutan.htm

GAMBAR ALAT

Waterproof Cyberscan PCD 650

Gelas Kimia