Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH SISTEM PENGENDALIAN

MANAJEMEN
PEMBAHASAN KASUS
WALKERAND THE COMPANY

Nama Anggota:
FRISKA GIOVANNY (11)
LINDA YUASAN (17)
RUTH HANA C. M (33)

PPA 32 / Tahun 2015

LATAR BELAKANG
Walker and Company adalah sebuah perusahaan penerbit buku yang berukuran
sedang dengan 31 karyawan dan 45 tenaga penjual. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1959
oleh ayah dari Ramsey Walker (sekarang pimpinan utama perusahaan ini) dan bertahan
selama 35 tahun dalam industri penerbitan buku. Perusahaan ini diambil alih oleh Ramsey
Walker saat umurnya 27 tahun, saat ayahnya meninggal. Setelah 3 tahun menghadapi
perusahaan ini, ia masuk ke sekolah bisnis dan mengambil gelar MBA tahun 1997.
Pada Mei 1997, ia menghadapi keputusan-keputusan penting yang harus diambil pada
pertemuannya dengan rekannya George dan Ted. Dengan perusahaan penerbit yang
sebenarnya relatif kecil, Walker and Company memiliki diversifikasi produk yang sangat
besar pada lini produk dan menerbitkan begitu banyak judul buku. 150 judul baru tiap
tahunnya dengan 20 segmen yang berbeda. Secara keseluruhan, ada 1.000 produk yang aktif
dalam Walker and Company. Dari apa yang ia pelajari dari sekolah bisnis, ia menyadari
seharusnya perusahaannya menerbitkan lebih sedikit judul pada lebih sedikit segmen. Lebih
sedikit judul yang diterbitkan akan memungkinkan perusahaan untuk menekan biaya
overhead-nya dan meningkatkan laba. Hal tersebut juga memungkinkan perusahaan untuk
mempercepat penerbitan bukunya dengan lebih fokus pada sumber daya yang membuat
Walker and Company lebih berkembang dan terkenal di pasarnya.
Namun saat itu, Ramsey dihadapkan pada keadaan dimana ia dan timnya benar-benar
tidak tahu dimana harus memproduksi uang kas (saat baru mengambil alih perusahaan).
Setelah berhasil memotong biaya perusahaan dengan mengurangi judul buku yang diterbitkan
serta berfokus pada beberapa kelas buku saja, Walker and Company berhasil memperbaiki
kinerja finansial perusahaannya. Saat ini, setelah 6 bulan bergumul untuk menyelesaikan
masalah kekurangan dana dan sebagainya, Walker and Company tumbuh menjadi sebesar
saat ini. Strategi yang ditetapkannya berhasil (walau tidak mudah mengimplementasikannya),
yaitu menerbitkan lebih sedikit buku dengan segmen yang dikurangi dan fokus pada
melibatkan sumber daya yang membedakan buku-buku mereka di pasar
Sekarang Walker and Company justru menghadapi tantangan yang baru. Salah
satunya adalah kekurangan sistem kontrol diagnostik yang baik untuk menilai performa.
Selain itu, tidak ada target performa yang jelas mengalir dari manajemen puncak, dan tidak
ada yang melihat hubungan penting antara laporan laba rugi, neraca keuangan, dan laporan
arus kas. Perusahaan itu membutuhkan satu variabel yang bisa secara masuk akal

menghubungkan ketiga laporan tersebut. Oleh karena itu, Ramsey menyarankan penggunaan
Return on Assets (ROA) sebagai variabel penilaian kinerja yang paling utama. Oleh karena
itu, ia ingin melihat perkembangan kinerja perusahaan setelah menetapkan ROA sebesar 10
%. Ia ingin melihat efeknya apa sasaran arus kas berdasarkan pengurangan modal kerja
(working capital).
Setelelah perubahan pada tahun 1991, Walker and Company telah menerbitkan 100
judul buku baru pada hanya 5 segmen yang berbeda, yaitu:
1. Nonfiksi: 20 judul buku baru tiap tahunnya, topik umumnya kesehatan, bisbol,
sejarah, dan humor. Dijual pada toko buku dan membutuhkan publisitas yang
besar agar masyarakat tahu.
2. Mystery: 20 24 judul buku baru tiap tahun. Dijual pada perpustakaan umum dan
beberapa toko spesialisasi bagian misteri.
3. Westerns: 6 8 judul buku baru tiap tahun. Dijual semua ke perpustakaan umum.
4. Religious and Inspirational: 14 17 judul buku baru tiap tahun. Dijual ke
pengecer buku religi dan toko buku grosir.
5. Childrens books: 25 30 jenis buku baru (hardcover) dan 5 8

buku

(paperbacks). Dijual ke toko buku pengecer yang umum dan khusus anak-anak,
juga toko buku grosir, dan sekolah-sekolah.
Industri Penerbitan Buku
Ada beberapa kategori yang perlu diketahui dalam industri penerbitan buku,
yaitu:
Penerbit berukuran besar yang menangani hampir semua segmen. Perusahaan dalam kategori
ini menikmati economies of scale pada bagian pemasaran, penjualan, dan distribusi.
Penerbit berukuran sedang yang menspesialisasikan dirinya hanya pada satu segmen.
Penerbit berukuran kecil sampai menengah yang menangani suatu variasi segmen.
Perusahaan dalam kategori ini menikmati reputasi pasar yang cukup besar yang
memungkinkan mereka bisa melanjutkan penerbitan buku ke topik yang lebih umum.
Penerbit berukuran kecil dan sangat terspesialisasi. Perusahaan seperti ini memilih satu
sampai tiga segmen yang sangat sempit dan bekerja pada segmen itu sampai mereka jadi ahli.
Contohnya buku memasak, kesehatan pada usia tertentu atau teknik memancing.

Perusahaan Walker and Company termasuk dalam salah satu dari keempat kategori
tersebut sebagai trade company bidang peenrbitan buku. Proses penerbitannya dimulai
dengan menerima manuskrip dan menyeleksinya dengan hati-hati, lalu mengontak sang
penulis. Setelah dilengkapi, manuskrip tersebut diedit dan dirancang desainnya, kemudia n
dicetak, dijilid, dan dikirim ke gudang. Setelah itu Walker and Company menggerakkan
penggunaan iklan dan publisitas supaya buku bisa sampai ke tangan konsumen.
Pada industri buku, ribuan judul buku yang baru bisa terbit tiap tahunnya. Namun,
dengan semakin banyaknya bisnins buku yang masuk ke pasar, diferensiasi menjadi esensi
yang sangat penting bagi kesuksesan implementasi strategi. Setiap penerbit harus memilih
dengan hati-hati segmen mana yang ingin ia masuki, dan membuat bukunya menjadi menarik
dan berbeda lewat desain, kemasan, dan usaha publisitas. Dengan banyaknya kompetitor
penerbit buku, tentu saja hal ini menjadi tantangan yang sangat sulit. Banyak pula yang
menganggap bahwa buku-buku yang diperdagangkan tersebut sebenarnya tidak menarik,
namun perusahaan-perusahaan penerbit tetap bertahan karena besarnya pengaruh buku pada
gaya hidup masyarakat. Oleh karena itu, dengan semakin banyaknya pesaing, maka penerbit
buku harus memiliki aspek yang kreatif dan berintelektualitas tinggi. Oleh karena itu,
semakin banyak tren konsolidasi antar perusahaan penerbit untuk membuat cakupan pasarnya
lebih luas. Selain itu, dengan berkembangnya zaman, semakin banyak jalur distribusi yang
muncul. Misalnya, dengan munculnya penjualan lewat internet, semakin banyak calon
konsumen yang bisa diraih, baik yang tertarik dengan produk tersebut atau sebelumnya tidak
tertarik.
Walker and Company ingin berfokus pada perencanaan labanya pada lini produk buku
anak-anak. Mereka berhenti menerbitkan novel barat karena lini itu merupakan pengalih
perhatian pada pertumbuhan perusahaan dengan tingkat laba yang kecil dan potensi
pertumbuhan yang rendah. Saat ini Ramsey akan berdiskusi dengan dua rekannya bagamana
mengelola lini produk buku anak-anak untuk mencapai arus kas dan laba tertentu.
Keputusan mengenai bauran produk lini buku anak-anak dalam perusahaan ini akan
menjadi sangat penting, karena pengaruhnya besar bagi perencanaan laba perusahaan. Saat
ini ia menerbitkan buku-buku yaitu: buku ilustrasi gambar, buku cerita dengan ilustrasi, buku
ilustrasi hitam putih, buku nonfiksi bersifat informasional, dan buku fiksi. Setelah setahun,
judul buku menjadi daftar berikutnya, namun tetap menghasilkan penjualan.

Tujuan Ramsey ialah untuk mencapai $500,000 dalam arus kas bebas di tahun 1999
dan secara kumulatif sebesar $1,000,000 di tahun 2000, dengan paling tidak 50%-nya berasal
dari lini produk buku anak-anak.

Ia mencapai tujuan arus kas bebas tersebut dengan:

meningkatkan laba bersih dan/atau mengurangi working capital perusahaan. Untuk mencapai
laba bersih yang tinggi, dibutuhkan efisiensi operasi yang berkaitan dengan pemberhentian
karyawan. Oleh karena itu, hal tersebut agak sulit. Ramsey menekankan pada working
capital, yang dianggapnya bisa lebih signifikan. Pencapaian working capital itu bisa didapat
lewat mengelola persediaan, piutang dagang, maupun utang dagang.
Untuk menyiapkan rencana laba tahun 1998, Ramsey harus dengan cermat berapa
banyak judul yang ingin diterbitkan pada tiap format dan dampak keputusannya terhadap lini
produk buku anak-anak. Ramsey percaya beberapa butir di bawah ini akan berdampak pada
pengukuran finansial perusahaannya, namun setiap butir ini memiliki beberapa keterbatasan.
Annual Sales Growth %: Tidak masuk dalam perhitungan profitabilita perusahaan
dalam format yang berbeda atau investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan penjualan.
Profit %: Tidak menunjukkan berapa investasi yang dipakai atau dampak arus kas
yang muncul karena menghasilkan laba.
Average Unit Sales: Tidak menunjukkan biaya rata-rata untuk menghasilkan biaya per
judulnya. Selain itu, jika dirata-ratakan akan mungkin bias hasilnya oleh judul yang sangat
sukses atau tidak sukses terjual.
Return-on-Assets: Perhitungan aset pada ROA terbatas hanya pada piutang dagang,
persediaan buku di gudang, dan biaya dibayar di muka.
ROI: Agak tidak jelas apa yang dipertimbangkan menjadi investasi, apakah hanya
dari honor penulis, atau biaya produksi, atau investasi pada staff dan biaya overhead.
Operating Expenses: Pada dasarnya, biaya operasi itu secara besar adalah tetap dan
berupa borongan pada lini produk buku anak-anak. Tantangannya adalah menentukan judul
buku yang tepat untuk menjadi dasar pengalokasian biaya overhead.
Sebelum menganalisa lebih jauh, Ramsey menentukan judul-judul buku yang ingin
diterbitkan di kelima format buku anak-anak tersebut, dan menentukan perencanaan labanya.

Exibit 1

Walker and Company Organization Chart


Ramsey Walker
Chairman
George Gibson
President/Publis

Ted
Rosenfeld

Assista
nt

Nonfictio
n Editor
Large
Print
Editor
Mystery
Editor
Wester
ns
Editor
Childre
ns
Editor

Subsidia
ry Rights
Manager

Marketing
Manager
Adult
Books
Marketing
Manager
Childrens
Books
Promotio

Sales
Directo
r
Associa
45
Commissi
on Sales
Reps

Assista
nt

Order Processing
Manager

Warehouse
Manager
2
pick/packer

n
Manager
Managin
g Editor

Assista

Assista

Art
Directo
r

3
CSRs
2
Bookkeeper
Mailroom

Productio
n
Manager

Associa
te
Editor

PEMBAHASAN
1. Lengkapi rencana laba Ramsey Walker untuk lini produk anak-anak di Exhibit 5. Apa
sajakah asumsi-asumsi pekerjaan dari anda? Manakah dari asumsi tersebut yang
penting bagi analisa anda?
Pada perencanaan laba Walker, ada beberapa asumsi kerja yang digunakan, yaitu
target ROA (Return on Assets) sebesar 10%, pencapaian free cash flow sebesar
$250,000 (hanya untuk lini produk buku anak-anak). Namun asumsi kunci yang
digunakan dalam menyusun perencanaan laba ini adalah tingkat pertumbuhan, yang
ditentukan sebesar 10%.Selain itu, kelompok kami mengasumsikan perusahaan tidak
menghasilkan rugi, melainkan laba paling sedikit 7% dari penjualan. Apabila asumsi
ini digunakan, maka lembar perencanaan labanya adalah sebagai berikut.
Dengan asumsi kunci yang digunakan ialah tingkat growth tahunan sebesar 10% dan
persentase profit (minimal) 7%, maka lembar perencanaan laba bagian laporan laba rugi
perusahaan Walker adalah seperti di atas.
Pada lembar perencanaan laba tersebut, diasumsikan tiap butir dalam laporan laba
rugi meningkat sebesar 10%, maka persentase-nya tidak akan jauh berbeda dengan laporan

sebelumnya. Namun, perusahaan berkonsentrasi untuk menghasilkan profit paling sedikit 7%


dari penjualan pada tiap produk lini.
Jumlah judul buku yang diterbitkan tergantung dari keputusan Walker. Saran saya, ada
dua lini produk buku anak-anak yang mencolok, yaitu lini buku anak-anak Photo yang
memiliki tingkat pertumbuhan dari 1995 sebesar 18% dan lini buku nonfiksi yang tingkat
pertumbuhannya minus 10%. Walker sebaiknya berkonsentrasi pada penambahan judul buku
yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi dan mengurangi penambahan judul buku
yang justru tidak bertumbuh. Dengan menambah jumlah buku yang diterbitkan pada lini
produk yang diminati, hal tersebut akan menambah penjualannya. Perusahaan juga sebaiknya
tidak menambah terlalu banyak judul buku pada lini produk yang pertumbuhannya kecil,
bahkan tidak bertumbuh dan cenderung turun.
Untuk lembar neraca, kami menggunakan beberapa asumsi kunci, antara lain, tetap
adanya tingkat pertumbuhan(growth) sebesar 10%. Selain itu, kami mengasumsikan bahwa
perusahaan tidak boleh memiliki utang yang terlalu besar pada bagian utang lancarnya per lini produk,
oleh karena itu, kami membatasi utang untuk tahun berikutnya hanya sebesar 20% dari sales. Lini
produk yang memiliki tingkat persentase utang lancar terhadap penjualan lebih dari 20% (dikarenakan
perhitungan growth) ada dua, yaitu lini produk buku anak-anak Photo (dengan pertumbuhan utang
23%) dan B+W (dengan pertumbuhan utang 21%). Karena itu, kedua produk lini ini akan menjadi
perhatian perusahaan, dan pertumbuhan pembiayaan pada lini produk tersebut akan dibatasi, hingga
pada titik maksimal 20%;.

Dengan informasi perencanaan laba seperti di atas, maka, selain mencapai


tingkat pertumbuhan sebesar 10%, selain itu juga perusahaan mencapai tujuan ROA di atas
10%, yaitu 14.08%. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
ROA =

Income
Asset

2. Tinjaulah daftar

173.419
=
14.07635464% = 14.08%.
1.231 .988

pengukuran performa finansial yang disajikan sebelumnya.

Pengukuran atau perhitungan manakah yang seharusnya digunakan Ramsey untuk


mengelola bisnisnya? Bagaimanakah seharusnya pengukuran ini dihitung?

Ramsey Walker yang mengambil alih kedudukan ayahnya langsung


merancang strategi bagi perusahaan keluarganya. Ia menargetkan tingkat ROA yang
harus dicapai perusahaan sebesar 10% ketika perusahaan penerbitan berskala besar
meraih sekitar 15% ROA. Ramsey juga mengatur tujuan free cash flow dengan
mengurangi working capital atau meningkatkan net income. Tujuan Ramsey terhadap
Walker Company dalam free cash flow tahun 1999adalah $500000 dan kumulatif pada
tahun 2000 sebesar $1000000, paling kecil 50% yang diraih lini buku anak-anak.
Meningkatkan net income dapat dilakukan dengan meningkatkan operasi yang efisien,
sedangkan meningkatkan operasi yang efisien membutuhkan keputusan anggota yang
terbilang sulit. Ramsey meyakini bahwa keuntungan working capital dapat lebih
signifikan.Namun beberapa working capital seperti inventorytidak dapat dikendalikan
untuk memaksimalkan kas. Keuntungan dapat terhambat dengan adanya account
receivable yang tidak dapat tertagih dengan cepat dan tingkat pinjaman yang kecil.
Ada beberapa pilihan yang digunakan Ramsey untuk mengukur kinerja
keuangan perusahaannya dan masing-masing memiliki kekurangan. Pilihan tersebut
antara lain : pertumbuhan penjualan tahunan, persentase profit, unit yang terjual,
ROA, dan biaya. Berikut adalah cara mengukur masing-masing pengukuran diatas :

Annual Sales Growth =

salest +1 salest
100
sales t

Profit %

profit t profit t1
100
profit t 1

Average unit sales

totalunitsales
t

labab ersi h
totalasset

Return on Asset

lababersi h
Return on Investment = ratarataekuitas
Operating expense

= variable cost + fixed cost

Ada beberapa pilihan yang digunakan Ramsey untuk mengukur kinerja


keuangan perusahaannya dan masing-masing memiliki kekurangan. Pilihan tersebut antara
lain : pertumbuhan penjualan tahunan, persentase profit, unit yang teejual, ROA, dan biaya.
Dengan mengacu pada tujuan Walker and Company yaitu free cash flow yang dapat
dilakukan dengan meningkatkan net income atau mengurangi working capital maka
pengukuran kinerja keuangan yang dapat dipilih Ramsey adalah pengukuran berdasarkan
annual sales growthdan ROA. Pengukuran menggunakan annual sales growthdapat
menunjukkan besarnya pertumbuhan penjualan Ramsey dari tahun ke tahun sehingga
perusahaan mengetahui kenaikan net income yang dapat berdampak pada peningkatan free
cash flow. Namun penggunaan annual sales growthtidak dapat memperkirakan profitabilitas
dalam format lain atau investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan penjualan. Return on
Asset(ROA) adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur besarnya laba yang
dihasilkan perusahaan dengam menggunakan asset yang dimiliki atau mengukur tingkat
pengembalian dari asset yang dimiliki perusahaan. Dengan menganalisis tingkat ROA
perusahaan, maka Ramsey dapat mengetahui baik buruknya kinerja yang dilakukan
perusahaan. Dengan mengharapkan tingkat ROA sebesar 10% ketika industri serupa berskala
besar menargetkan ROA sebesar 15%, Ramsey ingin melihat efisiensi perusahaan dalam
mengelola asset perusahaan. Perhitungan ROA didapat dari laba bersih dibagi dengan total
asset perusahaan, laba bersih tersebut merupakan net income perusahaan. Mengingat tujuan
free cash flow perusahaan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan net income, maka
untuk melihat tercapainya tujuan free cash flow, perusahaan dapat melihat tingkat ROA.

3. Berdasarkan analisa anda, siapkan sebuah agenda yang berisi tiga hal yang Ramsey
harus diskusikan dengan George Gibson dan Ted Rosenfeld saat rapat selanjutnya.
Dalam diskusi tersebut, Ramsey harus mendiskusikan seberapa banyak buku
yang harus diproduksi untuk setiap segmen agar target perusahaan dapat tercapai.
Ramsey juga perlu mempertimbangkan untuk menggunakan EVA sebagai variabel
pengukuran utama. Secara umum EVA dan ROA dianggap sebagai pengukur terbaik
dari kinerja suatu perusahaan. EVA digunakan untuk menilai kinerja operasional,
karena secara fair juga mempertimbangkan required rate of return yang dituntut oleh
para investor dan kreditor. Berkaitan dengan EVA sebagai alat ukur kinerja yang juga
mempertimbangkan harapan para investor terhadap investasi yang dilakukan, maka

EVA mengidentifikasikan seberapa jauh perusahaan telah menciptakan nilai bagi


pemilik perusahaan. ROA merupakan rasio profitabilitas yang digunakan untuk
mengukur kemampuan atas modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang
dimiliki untuk menghasilkan laba. Dalam perhitungannya ROA hanya menggunakan
laba bersih setelah pajak dibagi dengan total aktiva perusahaan.Sedangkan dalam
perhitungannya EVA meliputi semua elemen atau unsur-unsur yang terdapat dalam
neraca dan laporan laba rugi perusahaan sehingga menjadi komprehensif dan EVA
memberikan penilaian yang wajar atas kondisi perusahaan. Karena itu EVA lebih
banyak digunakan sebagai penilaian kinerja meskipun perhitungannya lebih kompleks
dan rumit.

KESIMPULAN
Ramsey Walkerharus dengan cermat mengambil keputusan yang tepat terkait lini
produk dalam perusahaannya, terutama berapa banyak judul yang ingin diterbitkan pada tiap
format dan dampak keputusannya terhadap lini produk buku anak-anak. Karena Walker
berfokus pada satu lini dalam menghasilkan laba yang optimal, maka Walker harus dengan
baik memutuskan menggunakan pengukuran yang mana dalam perencanaan labanya.