Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Seringkali di kalangan masyarakat


kita, dalam mendefinisikan isra dan miraj, mereka menggabungkan Isra
Miraj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal sebenarnya Isra dan
Miraj merupakan dua peristiwa yang berbeda.
Isra Miraj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh
Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah
satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi
Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu
sehari semalam.
Isra dan Miraj merupakan dua cerita perjalanan yang berbeda.
Namun karena dua peristiwa ini terjadi pada waktu yang bersamaan yaitu
hanya sehari semalam, maka disebutlah peristiwa Isra Miraj. Selama
perjalanan Nabi ditemani Malaikat Jibril dengan menunggangi Buraq.
1.2.

Rumusan Masalah

Pembahasan makalah ini hanya terbatas pada persoalan


mengenai beberapa hal saja diantaranya adalah sebagai beikut :
1.2.1.
1.2.2.
1.2.3.
1.2.4.
1.2.5.
1.3.

Menjelaskan pengertian isra Miraj


Menjelaskan Dalil tentang isra Miraj
Menjelaskan Masa Terjadinya Isra Miraj
Menjelaskan Kronologi Terjadinya Isra Miraj
Menjelaskan hikmah dari isra Miraj
Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah selain memenuhi salah


satu tugas Mata pelajaran PAI di SMAN 1 Sagaranten juga bertujuan
untuk :
1.3.1.
1.3.2.
1.3.3.
1.3.4.
1.3.5.

Mengetahui
Mengetahui
Mengetahui
Mengetahui
Mengetahui

pengertian isra Miraj


dalil tentang isra Miraj
Masa terjadinya isra Miraj
kronologi terjadinya isra Miraj
hikmah dari peristiwa isra Miraj

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Isro Miraj
Isra Miraj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh
Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan
salah satu peristiwa penting bagi umat Islam , karena pada peristiwa ini
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk
menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam.
Israsecara etimologi atau menurut bahasa artinya berjalan di waktu
malam, sedangkan Isra secara terminologi atau menurut istilah artinya
perjalanan Nabi Muhammad s.a.w. diwaktu malam hari dari masjidil Haram
(di Makkah) ke masjidil Aqsha artinya masjid yang jauh (di Palestina).
Miroj secara etimologi atau menurut bahasa artinya tangga, atau
alat untuk naik dari bawah ke atas, sedangkan Miraj secara terminologi
atau menurut istilah adalah perjalanan nabi saw dari alam bawah (bumi)
ke alam atas (langit) sampai langit yang ke tujuh sampai ke sidratul
muntaha, yakni dari Masjidil Aqsha di Palestina naik ke alam atas melalui
beberapa langit dan ke sidratul muntaha dan terakhir sampai ke Arasyi
dan Kursy dimana beliau menerima wahyu dari Allah yang mengandung
perintah shalat lima waktu.
2.2. Dalil Tentang Isro Miraj
Didalam al quran Allah berfirman yaitu Surah Al Isro ayat 1 sebagai
berikut :

Artinya :
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu
malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami
berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari
tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui QS AL ISRO 1
Allah berfirman pula di Surat An najm ayat 13 - 18

Artinya :
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam
rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratil Muntaha.
Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril)
ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu
dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat
sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.
QS An-najm 13-18

2.3. Masa Terjadinya Isra Miraj


Para ulama tarikh banyak berselisih tentang waktu terjadinya isra
miraj.Sebagian ulama berpendapat bahwa isra miraj terjadi pada tanggal
7 Rabiul awal,sebagian lagi pada tanggal 17 Rabiul awal, sebagian lagi
pada tanggal 27 Rabiul akhir dan sebagian lagi berpendapat bahwa isra
miraj terjadi pada tanggal tanggal 27 rajab. Tapi sebagian besar ulama
berpendapat bahwa isra miraj terjadi pada tanggal 27 Rajab .
Sedangkan tahun terjadinya Isra Miraj terjadi pada periode akhir
kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah
ke Madinah. Menurut al-tahun ke 10 kenabian, Maududi dan mayoritas
ulama, Isra Miraj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara
tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Miraj terjadi
pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang
populerWallahu alamu bis-shawab
2.4. Kronologi Terjadinya Isra Miraj
Pada suatu malam tanggal 27 Rajab, Allah S.W.T memberikan wahyu
kepada Malaikat Jibril a.s., "Janganlah engkau (Jibril) bertasbih pada malam
ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."
Malaikat Jibril a.s. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai ?. Allah
S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibril. Tetapi pergilah engkau
ke Syurga dan ambillah buraq dan teruskan pergi kepada Muhammad
dengan buraq itu."
Kemudian Jibril pun pergi ke syurga tempat dimana buraq berada.
Kemudian dia menemukan 40 juta buraq di taman syurga. Setiap buraq
memiliki mahkota di keningnya bertuliskan kata-kata, Tiada Tuhan selain
Allah, dan Muhammad utusan Allah. Di antara buraq itu, Jibril melihat
pada seekor buraq yang memisahkan diri sendirian seraya menangis
bercucuran air matanya. Jibril menghampiri buraq itu lalu bertanya,
"Mengapa engkau menangis, ya buraq?"
Berkata buraq, "Ya Jibril, sesungguhnya aku telah mendengar nama
Muhammad sejak 40 ribu tahun yang lalu, maka pemilik nama itu telah
tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan
aku tidak mau makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api
kerinduan."

Berkata Jibril a.s., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang


yang engkau rindukan itu." Kemudian Jibril a.s. memakaikan pelana dan
kekang kepada buraq itu untuk dibawa kepada Nabi Muhammad S.A.W
2.4.1. Kronologi Isra
Peristiwa Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa diman rosull
dibawakan tunggangan yaitu buroq, Nabi Muhammad merasa
bahagia pada waktu itu karena beliau dapat mengendarai buraq. Jibril
memegang tali kekang sementara Mikail memegang pelana. Israfil
memegang kain pelana. Buraq bergerak di angkasa dalam sekejap
mata. Tidak berapa lama Nabi menunggang Buraq, sampailah beliau
dan Jibril ke suatu tempat yang banyak pohon kurmanya. Jibril
berkata, Ya Muhammad, turun dan berdoalah kepada Allah di
tempat ini. Nabi disuruh oleh Jibril agar melaksanakan shalat sunnah
2 rakaat. Kepada Nabi, Malaikat Jibril menjelaskan, "Tahukah engkau
bahwa engkau shalat di Thaibah (Madinah) dan disitulah engkau
kelak berhijrah".
Kemudian perjalanan dilanjutkan. Di suatu tempat Jibril
menyuruh Nabi SAW turun untuk shalat sunnah 2 rakaat. "Inilah
Thuur Sina, tempat Musa bercakap-cakap langsung dengan
Tuhannya" kata Jibril. Perjalanan dilanjutkan kembali dan untuk ketiga
kalinya Jibril memerintahkan untuk berhenti disuatu tempat dan
menyuruh melakukan shalat sunnah 2 rakaat lagi. Setelah selesai
sholat berkatalah Jibril kepada Nabi saw., "Tahukah engkau dimana
engkau sholat kali ini?" Engkau sholat di Baitul Lahm, tempat Isa a.s.
dilahirkan".
Perjalanan diteruskan lagi. Dalam perjalanan ke Baitul Maqdis,
Nabi diperlihatkan dengan berbagai pemandangan simbolik. Setiap
kali melihatnya, Jibril menerangkan hakikat sebenarnya peristiwa
tersebut.
Selepas menyaksikan berbagai pemandangan simbolik itu,
akhirnya sampailah mereka di Baitul Maqdis, Kemudian Nabi
mengikatkan buraq itu sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para
Nabi. Nabi Muhammad kemudian memasuki puing-puing kuil
Sulaiman. Di sana telah menanti satu jemaah. Beliau menemukan kuil
itu penuh dengan malaikat yang menantikannya. Lalu juga dilihatnya
arwah para Nabi sejak nabi Adam as. sampai dengan nabi Isa as..
Nabi Muhammad bertanya kepada Jibril siapa mereka. ? Mereka
adalah saudaramu diantara para nabi dan malaikat ini adalah para
pemimpin seluruh malaikat di surga. Jibril kemudian berkata, Ya,
Muhammad, orang paling mulia dalam pandangan Allah, memimpin
sholat. Oleh Jibril Nabi Muhammad dikedepankan untuk menjadi
Imam untuk shalat berjamaah. Nabi kemudian menjadi imam sholat
berjamaah sebanyak dua rakaat. Seluruh nabi dan malaikat
mengikutinya.
Setelah selesai sholat bersama para Nabi, Beliau keluar dari
Masjidil Aqsha, kemudian Nabi s.a.w. berkata kepada Jibril: Wahai
Jibril aku merasa haus. Kemudian beliau didatangi dengan

semangkuk arak dan semangkuk susu oleh Jibril a.s. Nabi Muhammad
memilih susu. Lalu Jibril a.s berkata: Engkau telah memilih fitrah.
"Benar, engkau telah memilih air susu adalah lambang kesucian dan
seandainya engkau mengambil minuman keras niscaya akan
tersesatlah engkau dan umat engkau."

2.4.2. Kronologi Miraj


Setelah menunaikan ibadah di Baitul Maqdis kemudian
didatangkan sebuah tangga syurga yang lalu dipancangkan di atas
batu. Batu pijakan Nabi Muhammad s.a.w saat akan mi'raj itu disebut
Shakhrah al-Muqaddasah (batu yang disucikan), Malaikat jibril
menaikkan Nabi ke tangga. Jarak antar anak tangga sejauh
perjalanan empat puluh tahun. Perjalanan mi'raj mula-mula
memasuki langit dunia. Ketika naik ke langit Nabi Muhammad melihat
keindahan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Jibril membawa
Nabi hingga tiba di depan pintu langit yang disebut pintu Hafadzah
(pintu langit dunia, yang di jaga oleh malaikat Ismail.

Langit Ke 1
Jibril a.s meminta agar dibukakan pintu, kedengaran suara
bertanya: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya
lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Nabi Muhammad
saw. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah Nabi Muhammad s.a.w telah
diutuskan? Jibril a.s menjawab: Ya, Beliau telah diutuskan. Lalu
Ismail membuka gerbang surga dan Nabi Muhammad bertukar
salam dan saling mendoakan. Malaikat Isma'il berkata,dikatakan
"Selamat datang wahai anak yang soleh dan nabi yang soleh."
Ketika memasuki langit pertama, Nabi Muhammad s.a.w
bertemu dengan malaikat-malaikat yang menyambutnya.
Malaikat-malaikat itu menyambutnya dengan tersenyum sambil
membaca doa-doa, tetapi ada malaikat yang turut berdoa tetapi
sama sekali tidak tersenyum, wajahnya tampak memberengut.
Nabi Muhammad s.a.w bertanya pada Jibril tentang malaikat
yang tidak tersenyum itu jibril menjawab dialah penjaga neraka
malaikat Malik. Setelah itu Rosulullah meninta menunjukan
neraka kepada malaikat malik maka ditunjukanlah oleh malaikat
malik nerak dengan berbagai macan penguni neraka.
Setelah itu Nabi Muhammad s.a.w melihat seorang sedang
menghadapi ruh-ruh manusia. Apabila kepadanya dihadapkan
ruh yang baik ia gembira dan berkata : "Ruh yang baik keluar
dari jasad yang baik". Apabila dihadapkan kepadanya ruh yang
jahat, wajahnya memberangus sambil berucap : "Cis ! Ruh jahat
keluar dari jasad yang jahat. Nabi bertanya kepada
Jibril ;"Siapakah orang itu hai Jibril?". Ia menjawab : "Dia Adam
ayah engkau. Semua ruh anak cucunya akan melewati dia

Ketika Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Adam


a.s, Beliau disambut serta Nabi Adam a.s, mendoakannya
dengan doa kebaikan.

Langit ke 2
Kemudian Jibril membawa Nabi Muhammad s.a.w naik
hingga ke langit kedua. Dia minta dibukakan maka ditanya :
"Siapa engkau?" "Jibril", jawabnya. "Siapa yang bersamamu?"
"Muhammad. "Jawabnya lagi. "Apakah dia juga rasul?" "Benar",
jawab Jibril. Dikatakan: "Selamat datang wahai sebaik-baiknya
yang datang."
Kemudian dibukakan. Ketika itu Nabi melihat Yahya dan
Isa, di mana Jibril memperkenalkan:"Inilah Yahya dan Isa.
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w memberi salam. Dan mereka
membalas salam seraya berkata: "Selamat datang wahai
saudara yang baik dan nabi yang baik." Kemudian naiklah Nabi
Muhammad s.a.w bersama Jibril ke langit yang ke tiga

Langit ke 3
Kemudian pintu langit itu dibuka. Di langit yang ketiga,
Nabi Muhammad s.a.w bertemu dengan laki-laki yang wajahnya
bagai bulan purnama. Nabi bertanya kepada Jibril, Siapakah itu
wahai Jibril? Jibril menjawab, Ini adalah saudaramu Yusuf bin
Yaqub.
Dia memberi salam kepadanya dan Nabi Muhammad s.a.w
juga. Yusuf membalas, lalu berkata: "Selamat datang wahai
saudara yang soleh dan nabi yang soleh." Selanjutnya Nabi
Muhammad s.a.w bersama Jibril naik ke langit yang ke empat.

Langit ke 4
Kemudian Jibril membawa Nabi naik sampai ke langit
keempat. Kemudian dia minta dibukakan dan kembali ditanya
oleh penjaga pintu. "Muhammad." "Apakah dia juga seorang
rasul?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik yang
datang."
Lalu dibukakan dan setelah Nabi Muhammad s.a.w melihat
Idris. Jibril memperkenalkan: "Inilah Idris." Kami lalu memberi
salam dan dia menjawab sambil mengucapkan:"Selamat datang
wahai saudara yang soleh dan nabi yang soleh.

Langit ke 5
Kemudian Jibril membawa Muhammad s.a.w naik ke langit
kelima. Dia minta dibukakan lalu ditanya: "Siapakah itu?" "Jibril."
"Siapakah itu?" "Jibril." "Siapa pula yang bersamamu?"
"Muhammad." "Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar."
"Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang."
Kemudian dibukakan.. Di langit yang kelima, Nabi Muhammad

s.a.w menjumpai seorang kakek yang rambutnya putih.


Jenggotnya putih dan tebal. Nabi Muhammad s.a.w bertanya ke
Jibril, Siapakah dia wahai Jibril? Jibril menjawab, Ini adalah
orang yang sangat dicintai kaumnya, yaitu Harun bin Imran.

Langit ke 6
Kemudian Jibril membawa Nabi ke langit keenam. Dia minta
dibukakan dan ditanya:"Siapakah di situ?" "Jibril." "Siapa pula
yang bersamamu?" "Muhammad." "Apakah dia juga seorang
rasul?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik yang
datang." Kemudian pintu dibuka. Di langit ke enam ini Nabi
Muhammad s.a.w bertemu dengan Nabi Musa a.s.. Beliau
seorang lelaki yang tinggi kurus dan berambut ikal. Nabi
bertanya kepada Jibril, Siapakah dia wahai Jibril? Jibril
menjawab, Dia adalah saudaramu, Musa bin Imran. Nabi
Muhammad s.a.w memberi salam kepadanya. Beliau segera
menjawab: Selamat datang wahai saudara dan nabiku yang
soleh.
Ketika Nabi Muhammad s.a.w dan Jibril hendak melanjutkan
perjalanan, Musa menangis. Ditanyakan kepadanya:"Mengapa
engkau menangis?" Dia berkata:"Aku menangis karena
seseorang telah diutuskan sesudahku dan ternyata umatnya
yang masuk syurga lebih banyak daripada umatku. Seterusnya
Nabi Muhammad s.a.w bersama Jibril naik ke langit yang ke tujuh

Langit ke 7
Kemudian Jibril membawa Nabi Muhammad s.a.w . naik ke
langit ketujuh. Dia minta dibukakan dan ditanya:"Siapakah di
situ?" "Jibril," jawabnya. "Siapa pula yang bersamamu?"
"Muhammad." "Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar."
"Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang." Kemudian
dibukakan.
Ketika berada di langit ke tujuh Nabi Muhammad s.a.w
melihat seorang pria yang wajahnya mirip dengannya sedang
bersandar di Baitul Makmur dihadapi oleh beberapa kaumnya.
Pada Baitul Makmur setiap hari masuk tujuh puluh ribu malaikat.
Nabi Muhammad s.a.w belum pernah melihat pria yang mirip
dengannya. Nabi Muhammad s.a.w bertanya kepada Jibril siapa
pria itu, ia menjawab : "Dia ayah anda Ibrahim". Mereka memberi
salam kepadanya dan dia membalas salam sambil berkata:
"Selamat datang wahai anak yang soleh dan nabi yang soleh."
Kepada Nabi Muhammad saw, nabi Ibrahim a.s. bersabda,
"Engkau akan berjumpa dengan Allah pada malam ini. Umatmu
adalah akhir umat dan terlalu dha'if, maka berdoalah untuk
umatmu.
Nabi
Ibrahim
berpesan:
"Anjurkan
umatmu
memperbanyakkan tanaman di syurga. Nabi Muhammad s.a.w
bertanya
apakah
tanamannya,
jawabnya
Ucapkanlah

"Subhanallah Walhamdulillah walailaha illallahu Allahu akbar,


wala haula wala quwatailla billah."
Langit ketujuh adalah tempat orang-orang yang adil,
dengan malaikat yang lebih besar dari bumi ini seluruhnya. Ia
mempunyai tujuh puluh ribu kepala, tiap kepala tujuh puluh ribu
mulut, tiap mulut tujuh puluh ribu lidah, tiap lidah dapat
berbicara dalam tujuh puluh ribu bahasa, tiap bahasa dengan
tujuh puluh ribu dialek. Semua itu memuja dan memuji serta
mengkuduskan Tuhan. Setelah melihat beberapa peristiwa lain
yang ajaib. Nabi Muhammad s.a.w dan Jibril masuk ke dalam
Baitul Makmur dan sholat.
Kemudian Jibril membawa Nabi ke surga. Di Surga Nabi
Muhammad s.a.w melihat dan mendengar sesuatu yang tidak
pernah didengarnya di bumi. Surga itu sangat indah. Di dalam
surga terdapat kubah dari mutiara dan tanahnya beraroma
kesturi. Tanah dan lumpur surga terbuat dari zafaran, berupa
tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih. Cahaya surga
itu berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak. Disana
terdapat gedung megah dan sungai-sungai yang mengalir. Ada
istri-istri yang cantik jelita, perhiasan-perhiasan yang banyak,
tanaman-tanaman,
berbagai
macam
kesenangan
dan
kenikmatan di tempat yang tinggi.
Kemudian Jibril membawa Nabi Muhammad s.a.w
meneruskan perjalanan naik ke Sidratul Muntaha. Sidratul
Muntaha ditutup dengan warna yang tidak diketahui Nabi
Muhammad s.a.w. Di situ ada sebuah pohon yang daunnya
seperti telinga gajah dan buahnya sebesar tempayan. Di Sidratul
Mutaha ini Nabi Muhammad s.a.w dapat melihat rupa Malaikat
Jibril yang asli kedua kalinya setelah sebelumnya melihat rupa
Jibril yang asli ketika menerima wahyu yang pertama di Gua Hira.
Jibril berkata:"Inilah Sidratul Muntaha."
Di Sidratul Muntaha ini terdengarlah suara yang berseru
kepada beliau, Wahai Muhammad SAW, masuklah. Nabi
Muhammad s.a.w kemudian diangkat melewati Sidratul Muntaha
dan ditutupi awan. Jibril tertinggal. Malaikat Jibril tidak mampu
melintasi lebih tinggi lagi. Hanya orang yang diizinkan oleh Allah
SWT yang dapat melintasi sidratul muntaha. Nabi Muhammad
adalah orang yang diangkat derajatnya sehingga dapat melintasi
lebih tinggi lagi untuk bertemu dengan Allah SWT.

Sidratul muntaha dan Arsy (singgasana Allah) serta perintah


solat
Nabi Muhammad saw melanjutkan perjalanan tanpa
ditemani malaikat Jibril. Nabi Muhammad s.a.w kemudian melalui
70.000 hijab daripada nur hingga sampai ke Mustawa, tempat
Kalam menulis, yakni Kalam catatan di Luh Mahfuz. Di situ Nabi
Muhammad s.a.w. melihat seorang lelaki yang ghaib dalam Nur
Arasy. Bertanya Nabi Muhammad s.a.w: "Siapa ini? Adakah

malaikat?""Tidak," jawab lelaki itu."Adakah nabi?" tanya Nabi


Muhammad s.a.w lagi."Tidak. Sesungguhnya aku adalah seorang
lelaki yang hidup di dunia, basah dengan menyebut nama Allah
yakni berzikir dan hatiku senantiasa terpaut kepada masjid dan
aku juga tidak memaki kedua ibu bapakku."
Nabi kemudian tiba di hadapan Arsy (singgasana Allah).
Nabi Muhammad s.a.w melihat 'Arsy Allah yang dijunjung di atas
kepala para Malaikat. Nabi Muhammad s.a.w dapat menyaksikan
Allah SWT dengan mata kepalanya. Tiada seorang pun daripada
nabi atau mursalin melihat Allah sebelum ini. Sebaik Nabi
Muhammad s.a.w melihat Allah, lantas beliau terus sujud
menyembah-Nya.
Berfirman Allah: "Wahai Muhammad." Jawab Nabi
Muhammad s.a.w: "Labbaika." Firman Allah lagi: Angkatkan
kepalamu, mohonlah apa yang engkau hendak Aku berikan
kepadamu."
Nabi Muhammad s.a.w pun mengangkat kepalanya sambil
berkata: Ya, Rabb. Engkau telah ambil Ibrahim sebagai Khalil dan
Engkau berikan dia kerajaan yang besar. Engkau berkata-kata
dengan Musa. Engkau berikan Dawud kerajaan yang besar dan
dapat melembutkan besi. Engkau kurniakan kerajaan kepada
Sulaiman yang tidak Engkau kurniakan kepada sesiapa pun dan
memudahkan Sulaiman menguasai jin, manusia, syaitan dan
angin. Engkau ajarkan 'Isa Taurat dan Injil. Dengan izin-Mu, dia
dapat
menyembuhkan
orang
buta, orang
sufaq
dan
menghidupkan orang mati. Engkau lindungi dia dan ibunya
daripada syaitan.
Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku angkatkan engkau
sebagai Habib (kekasih) dan Aku utuskan engkau untuk manusia
seluruhnya supaya mengabarkan berita gembira dan memberi
peringatan. Aku luaskan dadamu dan Aku buangkan daripadamu
dosamu dan Aku angkatkan untukmu zikirmu. Aku jadikan
umatmu sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia dan
Aku jadikan umatmu itu sederhana. Dan Aku jadikan umatmu
orang yang pertama dan orang yang terakhir dan Aku jadikan
umatmu itu tiada sah khutbah dan solat hingga mereka itu
berikrar bahwa engkau hamba-Ku dan pesuruh-Ku.
"Dan Aku jadikan daripada umatmu beberapa kaum yang
mana hati mereka berpaut dalam hati mereka. Aku telah jadikan
engkau Nabi yang mula-mula diciptakan dan Nabi yang terakhir
dibangkitkan, dan Aku jadikan engkau orang yang mula-mula
dibicarakan pada Hari Kiamat.
"Dan Aku berikan engkau tujuh ayat yang diulang-ulang
bacaannya dalam sholat yaitu surah al-Fatihah, yang tidak aku
kurniakan kepada sesiapa sebelummu. Aku berikan engkau
penutup surah al-Baqarah, harta yang bernilai di bawah Arasy, ia
tiada Aku beri kepada nabi sebelummu.

"Dan Aku berikan engkau dengan delapan saham


berharga yaitu Islam, hijrah; sedekah; menyuruh yang makruf
dan mencegah yang mungkar; dijadikan engkau pembuka dan
penutup; diberikan engkau panji-panji kepujian, maka Adam dan
lainnya berada di bawah panji-panji engkau. Dan sesungguhnya
pada hari Aku menjadikan tujuh petala langit dan bumi. "Aku
fardukan ke atasmu dan umatmu 50 waktu sholat, maka
dirikanlah ia."

Permohonan keringanan perintah sholat


Selesai bermunajat kepada Allah, Nabi Muhammad s.a.w
pun kembali mendapatkan Jibril. Lalu Jibril pun memimpin tangan
Nabi untuk turun. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w dibawa
menemui nabi Ibrahim a.s.
Sesudah itu Nabi Muhammad s.a.w turun ke tempat Musa
a.s.. Musa bertanya"Apakah yang telah diwajibkan Tuhanmu
kepada
umatmu?
Nabi
Muhammad
s.a.w
menjawab,
Sesungguhnya Allah memfardukan ke atasku serta umatku
dengan 50 waktu sholat sehari semalam.. kata Musa,
'Kembalilah kepada Tuhan mu, mintalah keringanan, karena
umatmu tidak sanggup melakukannya. Aku sendiri telah
mencoba terhadap bani israil"
Selepas mendengar kata-kata Musa itu, Nabi Muhammad
s.a.w pun memandang Jibril. Jibril mengisyaratkan supaya Nabi
Muhammad s.a.w kembali ke Sidratul Muntaha untuk menemui
Allah untuk diringankan apa yang telah difardukan.Nabi
Muhammad s.a.w kemudian kembali kepada Allah lalu beliau
sujud kepada Allah dengan berkata: "Wahai Tuhanku, ringankan
terhadap umatku apa yang diperintahkan-Mu. Sesungguhnya
umatku adalah terlalu daif."
Firman Allah: "Sesungguhnya telah Ku-kurangkan untuk
umatmu itu lima waktu sholat." Sholat yang tadinya diwajibkan
50 kali sehari itu dikurangi menjadi 45 kali saja. Nabi Muhammad
s.a.w kemudian kembali menemui Nabi Musa. Nabi Muhammad
s.a.w berkata kepada Nabi Musa, "Sesungguhnya Allah sudah
mengurangkan untukku lima waktu solat." kata Musa, "umatmu
tidak sanggup menunaikannya sebanyak itu, karena itu
kembalilah kepada Tuhanmu mintalah keringanan".
Nabi kemudian berulang-ulang pulang pergi antara Tuhan
dengan Musa. Sehingga akhirnya Allah swt berfirman " Wahai
Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan hanyalah lima waktu
sehari semalam. Setiap sholat fardu diganjarkan dengan sepuluh
ganjaran. Oleh yang demikian, berarti lima waktu sholat fardu
sama dengan lima puluh sholat fardu. Begitu juga siapa yang
berniat, untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukanya,
niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia
melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya.
Sebaliknya siapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi

tidak melakukannya, niscaya tidak sesuatu pun dicatat baginya.


Seandainya dia melakukannya, maka dicatat sebagai satu
kejahatan baginya.
Setelah mendapatkan keringanan dari Allah SWT lalu nabi
kembali ke tempat Musa dan diceritakan kepadanya apa yang
telah difirmankan Tuhan itu. Berkata Musa: Kembalilah kamu
kepada Tuhanmu wahai Muhammad, mohonlah keringanan
sekali lagi dan sesungguhnya umatmu tiada kuasa untuk
melaksanakannya." Jawab Nabi Muhammad: Sesungguhnya aku
telah berulang alik kepada Tuhanku beberapa kali hingga aku
merasa malu terhadap Tuhanku dan tetap aku laksanakan
perintah-Nya ini."
Tatkala itu, terdengar seruan: "Telah Aku laksanakan yang
Aku fardukan dan Aku ringankan untuk hamba-Ku." Berkata
Musa: "Turunlah engkau wahai Muhammad dengan nama Allah."
Maka turunlah rosull ke langit bawah dan sampailah di
Langit Dunia, tiba-tiba Rasulullah melihat debu dan asap serta
terdengar suara berisik. Bertanyalah Nabi Muhammad s.a.w
kepada Jibril ada apa gerangannya.
Menurut Jibril, itulah syaitan yang menutup mata manusia
(anak Adam) hingga mereka tidak mampu berfikir apa yang ada
dalam alam malakut langit dan bumi. Dan jika tidak dilakukan
begitu niscaya manusia dapat melihat keajaiban-keajaibannya.
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w kembali dengan tangga itu ke
bumi. Nabi Muhammad s.a.w dan Jibril sampai di Baitulmaqdis.
Buraqpun dilepaskan dari ikatannya. Dengan buroq itu Nabi
kembali ke Mekah pada malam yang sama.
Pada waktu Nabi Muhammad s.a.w akan berpisah dengan
Jibril pada Subuh Isra' di Dzi Thuwa, suatu tempat dipinggir kota
Mekkah, Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Ya Jibril, kaumku akan
mendustakan aku". Jibril menjawab: "Abu Bakar akan
membenarkan engkau dan dialah Ash Shiddiq." Setelah Nabi
Muhammad s.a.w turun dari buroq, maka terangkatlah Buraq ke
langit dan terus ke syurga.
2.5. Hikmah Dari Peristiwa Isra Miraj
Makna penting isra' mi'raj bagi ummat Islam ada pada keistimewaan
penyampaian perintah salat wajib lima waktu. Ini menunjukkan
kekhususan salat sebagai ibadah utama dalam Islam. Salat mesti
dilakukan oleh setiap Muslim, baik dia kaya maupun miskin, dia sehat
maupun sakit. Ini berbeda dari ibadah zakat yang hanya dilakukan oleh
orang-orang yang mampu secara ekonomi, atau puasa bagi yang kuat
fisiknya, atau haji bagi yang sehat badannya dan mampu keuangannya.
Salat lima kali sehari semalam yang didistribusikan di sela-sela
kesibukan aktivitas kehidupan, mestinya mampu membersihkan diri dan
jiwa setiap Muslim. Allah mengingatkan

Art
inya :
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran)
dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatanperbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat)
adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS Al-Ankabut 45
Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isro dan Miroj:
2.5.1. Menjaga Sholat 5 Waktu
Allah SWT memberikan hadiah sholat 5 waktu kepada Nabi
Muhammad dan umatnya supaya kita bisa berjumpa dengan Allah
SWT melalui sholat, betapa besar cinta dan rindu Allah kepada kita
sehingga kita diperintahkan untuk sholat 5 waktu. Sebagaimana
hadits Rosulullah SAW diriwayatkan didalam Shahih Bukhari : barang
siapa yang melakukan shalat sungguh ia sedang berbicara dan
bercakap-cakap dan menghadap Allah SWT. Inniy wajjahtu wajhiya
lilladziy fatharassamaawaati wal ardhi.dst sungguh kuhadapkan
jiwaku, hatiku, wajah hati ku, kepada yang menciptakan langit dan
bumi yaitu Allah subhanahu wata'ala..
2.5.2. Mempercayai dan membenarkan segala Ucapan Rosul
Mempercayai, membenarkan, dan meyakini semua apa yang
disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW: Sebagaimana Sahabat Abu
Bakar ash-Shidiq yang selalu membenarkan apa yang disampaikan
oleh Nabi Muhammad SAW. Karena pada hakikatnya semua apa yang
disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW berasal dari Allah SWT, dan
tidak keluar dari hawa nafsunya.