Anda di halaman 1dari 30

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sebagai perusahaan publik, Perusahaan Gas memiliki kompetensi di bidang transmisi
dan distribusi gas bumi yang telah teruji dan handal didukung oleh komitmen yang solid
dalam memenuhi permintaan energi gas bumi di Indonesia yang semakin meningkat.
Menyediakan energi bersih dan bermutu tinggi bagi beragam aplikasi industri adalah tugas
utama Perusahaan Gas dan menjadi keharusan untuk senantiasa mengutamakan kepuasan
pelanggan setia di sektor rumah tangga, komersial dan industri. Prestasi hari ini adalah batu
pijakan.
Esok adalah harapan masa depan gemilang. Kesinambungan ketersediaan energi yang
dibutuhkan oleh masyarakat yang senantiasa tumbuh dan berkembang menjadi tantangan tak
terelakkan bagi cita-cita bersama, kesejahteraan dan kemakmuran negara kita.Perusahaan Gas
terus mengupayakan terhubungnya antara sumber-sumber gas bumi dengan serta pengguna
Sebagai Penyedia Utama Gas Bumi, Perusahaan Gas memiliki dua bidang usaha yaitu
distribusi (penjualan) dan transmisi (transportasi) . Usaha distribusi meliputi kegiatan
pembelian gas bumi dari pemasok dan penjualan gas bumi melalui tabung distribusi ke
pelanggan rumah tangga, komersial, dan industri.
Sedangkan usaha transmisi merupakan kegiatan pengangkutan (transportasi) gas bumi
melalui jaringan pipa transmisi dari sumber-sumber gas ke pengguna industri.
Mengingat betapa pentingnya ruang lingkup usaha Perusahaan Gas maka dalam penyaluran
gas tersebut juga harus difasilitasi dengan jaringan pipa distribusi dan transmisi yang baik.
Untuk merealisasikan tujuan tersebut Perusahaan Gas

membentuk suatu divisi untuk

membuat perencanaan-perencanaan program yang berkaitan dengan perluasan jaringan pipa.

1.2 TUJUAN KERJA PRAKTEK


Adapun tujuan pelaksanaan kerja praktek bagi mahasiswa adalah
a. Untuk menambah pengetahuan/wawasan mahasiswa serta mahasiswa dapat
mengetahui cara penyaluran atau pengisian gas ke dalam tabung elpiji
b. Untuk menambah pengetahuan/wawasan mahasiswa dalam proses pengisian atau
penjualan gas elpiji
c. Mahasiswa dapat menganalisis gmana cara pengisian gas elpiji
d. Menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman khususnya di bidang teknik
industri

1.3 MANFAAT KERJA PRAKTEK


1.3.1 BAGI MAHASISWA
a. sebagai bahan studi dalam penulisan laporan kerja praktek indutri
b. untuk melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan laporan kerja praktek
c. mahasiswa dapat menganalisa penyebab terjadinya permasalahan di lapangan
d. menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman di bidang indutri

1.3.2 BAGI PERUSAHAAN


a. Untuk memperkenalkan jurusan teknik industri sekolah tinggi teknologi
nasional jambi kepada pihak perusahaan
b. Sebagai sarana untuk menjalinkan hubungan kerja sama dengan perusahaan
c. Sebagai salah satu sumbangan perusahaan didalam usaha untuk memajukan
pembangunan khususnya di bidang pendidikan

1.4 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN PRAKTEK


Kegiatan praktek dilaksanakan pada:
Tanggal

:05 oktober s/d 05 november 2015

Tempat

: PT.JAMBI TONGAM

1.5 METODE KERJA PRAKTEK


a. Mempersipkan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan
di perusahaan

b. Mempelajari kepustakaan yang berhubungan dan membantudalam menyelesaikan


masalah yang mungkin ada dalam melaksanakan praktek
c. Melakukan peninjuan ke perusahaan tersebut secara langsung
d. Melakukan pengumpulan data untuk menyelesaikan tugas

1.6 METODE PENGUMPULAN DATA


a. Melakukan Observasi terhadap bagian kerja tertentu di perusahaan sesuai data yang
dibutuhkan dalam kerja praktek
b. Melakukan Metode wawancara terhadap pihak yang berhubungan di perusahaan
c. Mendiskusikan hasil pengamatan dengan pembimbing perusahaan
d. Memberikan saran yang bermanfaat bagi perusahaan berdasarkan data yang di
peroleh

1.7 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN


Bab I pendahuluan
Berisikan latar belakang tujuan kerja praktek manfaat kerja praktek metode
pengumpulan data sistimatika penulisan laporan
Bab II tinjaun pustaka
Berisikan sejarah perusahaan gas dan prose penjualan nya

Bab III tinjauan umum perusahaan


Berisikan sejarah perusahaan gas cara pengisian gas ke dalam tabung gas dan
keselamatan kerja perusahaan
Bab IV pembahasan
Berisikan proses pengsisian gas elpiji ke dalam tabung gas dan hal-hal yang
diperhatikan dalam gas elpiji
Bab V penutup
Berisikan kesimpulan dan saran

BAB II
TINJUAN PUSTAKA
2.1 SEJARAH GAS ELPIJI
Sejarah Singkat LPG Membicarakan tentang gas LPG tidak lengkap bila kita tidak
menelusuri sejarahnya terlebih dahulu. Perkenalan LPG dimulai oleh PERTAMINA pada
tahun 1968. Tujuan Pertamina memasarkan LPG adalah untuk meningkatkan pemanfaatan
hasil produksi minyak bumi. Jadi LPG merupakan produk sampingan dari pemrosesan
minyak bumi. Nama elpiji sendiri merupakan peng-Indonesia-an ucapan dari LPG atau
LIQUEFIED PETROLIUM GAS. Oleh Pertamina, LPG dijadikan sebagai merk dagang
sampai saat ini. Kelebihan elpiji ini adalah daya pemanasannya lebih tinggi dibandingkan
minyak tanah atau kayu bakar sehingga memasak lebih cepat matang dan tentunya lebih
hemat waktu.Selain itu elpiji juga lebih ramah lingkungan serta bagi penggunanya elpiji
menjamin kondisi dapur tetap bersih. Jenis-Jenis Bahan Bakar Gas Saat ini Indonesia

mempunyai cadangan gas alam cair no 11 terbesar di dunia dengan total cadangan
terkonfirmasi sebesar 98 trilliun kaki kubik. Pemilik cadangan terbesar gas alam adalah Rusia
dengan 1.680 trilliun kaki kubik.
Indonesia memiliki 3 daerah penghasil gas alam yaitu Arun di Aceh,Bontang di
Kalimantan Timur dan Tangguh di Papua dengan serta 2 lokasi sebagai terminal import gas di
Jawa Barat serta di Jawa Timur.(sumber wikipedia) Perlu diketahui bahwa gas yang
dihasilkan di ladang gas di Indonesia seluruhnya adalah gas alam (LNG= Liquid Natural
Gas). Nah,ada perbedaan antara gas alam dengan LPG,berikut ini perbedaaanya : Gas Alam
(LNG_CNG) LPG Kandungan utama >95% Metana (C1) dan Etana (C2),kurang 5% Propana
(C3) dan Butana (C4) > dari 97% Propana (C3) dan Butana (C4),kurang 3% Pentana (C5)
dan lainnya Bentuk dan Penggunaan Dalam bentuk LNG (Liquefied Natural Gas) untuk
kemudahan pengapalan dan pengangkutan. Dalam bentuk Gas Pipa / Gas kota untuk industri
dan rumah tangga Dalam bentuk CNG(Compressed Natural Gas) untuk bahan bakar
transportasi (BBG) Dalam bentuk curah untuk industri Dalam bentuk tabung untuk rumah
tangga dan komersial Sumber asal Sumur Minyak dan sumur gas Produk sampingan dari
Kilang Gas (< 5%) dan Kilang Minyak (BBM) CNG kadang-kadang dianggap sama dengan
LNG. Walaupun keduanya sama-sama gas alam, perbedaan utamanya adalah CNG
merupakan gas alam terkompresi sedangkan LNG adalah gas alam dalam bentuk cair. CNG
secara ekonomis lebih murah dalam produksi dan penyimpanan dibandingkan LNG yang
membutuhkan pendinginan dan tangki simpan yang mahal. Akan tetapi CNG membutuhkan
tempat penyimpanan yang lebih besar untuk sejumlah massa gas alam yang sama, serta perlu
tekanan yang sangat tinggi. Oleh karena itu pemasaran CNG lebih ekonomis untuk lokasilokasi yang dekat dengan sumber gas alam. Liquefied Petroleum Gas (LPG) PERTAMINA
dengan brand Elpiji, merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (kilang BBM) dan
kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propana (C3H8) dan butana (C4H10) lebih

kurang 99 % dan selebihnya adalah gas pentana (C5H12) yang dicairkan. Perbandingan
komposisi propana dan butana-nya adalah 30:70. Nilai kalori yang terkandung di elpiji ini
berkisar 21.000 BTU/lb. Elpiji dipasarkan dalam bentuk cair.
Volume elpiji dalam bentuk cair ini lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas, untuk
berat yang sama. Sifat lainnya, berat jenis elpiji lebih berat dibanding udara, karena butana
dalam bentuk gas mempunyai berat jenis dua kali dari berat jenis udara, sedangkan besarnya
tekanan uap elpiji cair dalam tabung sekitar 5.0 - 6.2 Kg/cm2 (bar).Peta LPG PERTAMINA
Program Konversi Minyak Tanah ke Gas Perkembangan penggunaan elpiji untuk kegiatan
rumah tangga mulai menanjak naik sejak digulirkannya program konversi minyak tanah ke
bahan bakar gas pada tahun 2007 yang lalu. Program yang dilaksanakan oleh Pemerintah
(Kementerian Negara Koperasi dan UKM serta Kementerian Negara Pemberdayaan
Perempuan) beserta PT Pertamina dilaksanakan dengan cara pembagian paket program
konversi minyak tanah ke LPG 3 Kg yang terdiri dari tabung LPG 3Kg beserta isinya,kompor
gas satu mata tungku,katup tabung LPG,selang karet kompor gas dan regulator tekanan
rendah diberikan secara gratis kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan. Sampai saat
ini,kemasan elpiji 3 Kg menjadi primadona bagi ibu ibu rumah tangga kategori tidak mampu
serta usaha mikro sebagai salah satu perabotan utama memasaknya. Selain harganya yang
murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah,elpiji 3 Kg juga lebih praktis dan hemat.
Selain kemasan elpiji 3 Kg, Pertamina juga menyediakan kemasan elpiji yang lebih besar
yaitu kemasan elpiji 12 Kg dan kemasan 50 Kg serta kemasan curah yang harganya
menyesuaikan dengan harga keekonomiannya. Produk 12 Kg menyasar rumah tangga
golongan ekonomi menengah hingga golongan kaya, sedangkan kemasan 50 Kg menyasar
hotel dan restoranGolongan Pengguna Elpiji Pertamina.Keunggulan Elpiji 12 Kg Bagi
masyarakat kelas menengah ke atas pengguna elpiji 12 Kg, faktor utama tetap setia
menggunakan elpiji kemasan 12 Kg adalah faktor keamanannya. Secara singkat dapat saya

sampaikan definisi serta spesifikasi dari tabung elpiji 12 Kg ini. Tabung elpiji 12 Kg ini
dibuat dari plat baja lembaran (steel sheet,plate dan strip for gas cylinder) yang digunakan
untuk menyimpan gas elpiji dengan kapasitas air (water capacity) 26.2 liter atau butane (BU)
seberat 13 Kg atau propane (PR) seberat 11 Kg dengan tekanan rancang bangun sebesar 18.6
Kg/cm2(bar).Sedangkan berat kosong tabung termasuk katupnya (Tare Weight) adalah 15.1
Kg. Kode/marka identitas tabung ini tertera di plat pegangan (handguard) elpiji 12 Kg. Faktor
keamanan dari tabung elpiji 12 Kg ini adalah dalam proses manufakturnya,tabung mengalami
serangkaian pengujian mulai dari ketahanan hidrostatik (uji bocor) dengan tekanan 31 bar,uji
kedap udara dengan tekanan udara 18.6 bar dan terakhir uji ketahanan pecah tabung dengan
tekanan air sebesar minimal 110 bar. Jadi tabung elpiji 12 Kg ini kemampuannya menahan
tekanan uap gas elpiji 22 kali lipat lebih besar daripada tekanan gas elpiji itu sendiri yang
hanya 5-6 bar. Jadi tekanan Elpiji di dalam tabung jauh di bawah tekanan pecahnya tabung.
Jika tekanan gas dalam tabung berlebih, tekanan ini akan diseimbangkan menggunakan safety
valve.Selain itu kebocoran gas dari badan tabung dipastikan tidak akan terjadi karena setiap 5
tahun sekali tabung elpiji akan dicek ulang keseluruhannya.
Seandainya terjadi kebocoran gas,dapat terdekteksi dengan cepat karena elpiji
produksi Pertamina telah ditambahkan zat mercaptan yang memberikan bau yang khas.
Selain itu,tabung gas Elpiji 12 Kg ini sudah memenuhi standard Safety SNI 19-1452-2001,
sedangkan katup/valve juga sudah memenuhi standar SNI 1591-2008. Itu poin pertama
keamanan tabung elpiji 12 Kg. Pasti Aman. Selanjutnya,dengan pemakaian normal 1
tabung elpiji 12 Kg dapat digunakan untuk memasak selama 40-45 hari. Dengan lamanya
waktu pemakaian tentunya tidak merepotkan pengguna elpiji 12 Kg dengan tidak seringnya
membeli gas isi ulangnya. Selain itu regulator yang kita pakai pun akan awet karena tidak
seringnya melepas pasang regulator. Untuk ketepatan isi tabung elpiji 12 Kg pun dijamin oleh
Pertamina dengan programnya Pertamina Way LPG (Pasti Pas).Tidak ada kekhawatiran lagi

isi tabung elpiji 12 Kg dikurangi oleh stasiun pengisian atau oleh agen. Konsumen elpiji 12
Kg dapat melaporkan ke pihak Pertamina bila menemukan tabung gas kemasan 12 Kg isinya
kurang dari 12 Kg. Ketepatan isi tabung gas elpiji 12 Kg benar-benar menjadi komitmen
Pertamina. Keunggulan selanjutnya adalah penjualan tabung gas kemasan 12 Kg dapat
ditemui di 2.072 Outlet SPBU serta 1.212 jaringan minimarket di seluruh Indonesia. Jadi
konsumen tidak perlu khawatir tabung gas elpiji kemasan 12 Kg menghilang di pasaran.
Itulah keunggulan dari elpiji 12 Kg dibandingkan dengan kompetitor gas sejenis lainnya. Pas
amannya, Pas isinya,Pas nyamannya dan Pasti ada dimana-mana. Profil Pengguna Elpiji 12
Kg Agar lebih mengetahui profil pengguna elpiji kemasan 12 Kg, Pertamina mengandeng
lembaga riset AC Nielsen, mengadakan survey tentang demografi dan gaya hidup pengguna
elpiji 12 Kg. Hasilnya adalah sebagai berikut : 1411097749472313060 1. Konsumsi elpiji 12
Kg hanya sebesar 17% dari konsumsi LPG total dengan penggunanya hanya 16% rumah
tangga perkotaan serta 6% di pedesaan. 2. Status Social Economy Pengguna ELPIJI 12 Kg
mayoritas KELAS ATAS dan MENENGAH. 3. Kepala Rumah Tangga Pemilik elpiji 12 Kg
memiliki PENDIDIKAN yang lebih baik dimana >30% lulusan AKADEMI atau di atasnya.
4. Pengguna elpiji 12 Kg lebih mementingkan GAYA HIDUP dengan pengeluaran yang lebih
tinggi (hampir 3x lipat) pengguna LPG lainnya. Dari hasil survey tersebut bisa disimpulkan
bahwa pengguna elpiji kemasan 12 Kg adalah kalangan masyarakat bersegmen khusus,serta
mempunyai daya beli tinggi dengan penghasilan diatas rata-rata. Bisnis Elpiji 12 Kg
Pertamina

Perbandingan

harga

elpiji

Indonesia

dengan

negara

lainnya

(dok.Pertamina)Berbeda dengan elpiji kemasan 3 Kg yang disubsidi, gas dalam tabung


kemasan 12 Kg ini tidak disubsidi. Masalahnya saat ini harga keekonomian elpiji 12 Kg yang
mencapai Rp 10.700,00/Kg, sementara Pertamina sekarang mesti menjual dengan harga Rp
6.850,00/Kg. Pertamina harus nomboki Rp 3.850,00/Kg atau Rp 46.200,00 /tabungnya.
Yang namanya produk impor,harga tidak hanya dipengaruhi faktor pasar dunia,tapi juga

10

terpengaruh oleh nilai tukar rupiah. Saat rupiah anjlok seperti beberapa bulan terakhir,yang
1US$ berada dikisaran 11-12 ribu dari sebelumnya dibawah 10 ribu,akibatnya biaya impor
pun melejit naik.
Akumulasi dari harga jual dibawah harga keekonomiannya,nilai tukar rupiah yang
melemah serta kebutuhan impor bahan baku elpiji yang cukup tinggi mengakibatkan
Pertamina harus menanggung kerugian di sektor bisnis elpiji 12 Kg ini. Sebagai perusahaan
publik yang sahamnya 100% dikuasai oleh negara, Pertamina pun harus diaudit oleh Badan
Pemeriksa Keuangan. Di dalam Laporan Hasil Pemeriksaannya (LHP), BPK mengungkapkan
temuan-temuan pemeriksaan diantaranya temuan : Pertamina Menanggung Kerugian atas
Bisnis LPG non PSO 12 Kg dan 50 Kg selama tahun 2011 s.d. Oktober 2012 Sebesar Rp7,73
Triliun dan kemungkinan akan bertambah terus bila harga bahan baku dan kurs berubah lebih
besar. Pertamina Belum Memanfaatkan Sumber Dalam Negeri Untuk Memenuhi Kebutuhan
LPG Secara Optimal Atas temuan terkait kerugian yang ditanggung Pertamina tersebut, BPK
merekomendasikan agar Direksi Pertamina menaikkan harga LPG tabung 12 Kgsesuai
dengan biaya perolehan untuk mengurangi kerugian Pertamina, dengan mempertimbangkan
harga patokan LPG, kemampuan daya beli konsumen dalam negeri, dan kesinambungan
penyediaan dan pendistribusian serta melaporkan kenaikan harga elpiji tabung 12 Kg tersebut
kepada Menteri ESDM. Pemeriksaan kinerja tersebut dilakukan BPK karena adanya kerugian
bisnis LPG umum (LPG tabung 12 dan 50 kg non subsidi) yang dilaporkan Pertamina pada
Laporan Keuangannya. Perlu diketahui, bahwa bisnis LPG yang diberikan subsidi (LPG
tertentu) hanya pada LPG tabung 3 kg. Dengan adanya kerugian tersebut berdampak pada
ketidakmampuan Pertamina untuk melakukan kegiatan perawatan, baik atas sarana dan
fasilitas pendistribusian LPG yang dimiliki sehingga dalam jangka panjang kualitas LPG
maupun sarana pendukungnya berpotensi tidak akan dapat dipertahankan. Sesuai dengan
rekomendasi BPK tersebut, Direksi Pertamina sesuai dengan kewenangan yang dimiliki

11

berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN dan Peraturan Menteri
ESDM Nomor 26 Tahun 2009, dapat menaikkan harga LPG tabung 12 kg DENGAN
PERTIMBANGAN harga patokan LPG, kemampuan daya beli konsumen dalam negeri, dan
kesinambungan penyediaan dan pendistribusiannya. Keputusan kenaikan harga tersebut
sepenuhnya

kewenangan

Pertamina,namun

manajemen

Pertamina

memilih

untuk

berkonsultasi dengan Pemerintah dengan menyampaikan peta jalan (road map) kenaikan
harga elpiji 12 Kg. Sedangkan pada tahun 2014 ini,diawal bulan Januari kemarin Pertamina
sudah

menaikkan

harga

jual

elpiji

12

Kg

yang

sempat

membuat

heboh

masyarakat.Kenaikan yang awalnya sebesar Rp 3.500,00/kg akhirnya direvisi menjadi Rp


1.000,00/kg. Sementara ini berdasarkan harga patokan Contract Price Aramco (CPA) yang
sudah mencapai harga 833 USD/MT dengan kurs Rp 11.700,- kenaikan sebesar Rp 1.000,00
diawal tahun kemarin sudah tidak memadai lagi. Pertamina diperkirakan menderita kerugian
di bisnis elpiji 12 Kg akan mencapai sekitar 6 trilliun sampai akhir tahun ini,bila tidak ada
perubahan harga jual. Ditambah potensi penggunaan elpiji 12 kg ke depan akan terus
meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat. Alhasil porsi
LPG impor akan semakin besar beserta kenaikan-kenaikan biaya bahan baku dan
operasionalnya,sehingga Pertamina mau tidak mau harus menyesuaikan harga jual elpiji 12
kg untuk mengimbangi beban kenaikan tersebut. Saatnya Penyesuaian Harga Elpiji 12 Kg
Setelah mengalami kerugian terus menerus dari bisnis elpiji 12 Kg ini sejak tahun 2009
hingga saat ini, Pertamina pun meminta ijin kepada Pemerintah untuk menyesuaikan harga
jual elpiji kemasan 12 Kg. Dengan bukti data kerugian yang didapat dari Laporan Hasil
Pemeriksaan (LHP) BPK serta potensi penggunaan ELPIJI 12 kg ke depan yang akan terus
meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat, Pertamina sudah
menyampaikan peta jalan (road map) kepada Pemerintah sesuai hasil konsultasi dengan BPK
pasca kenaikan harga elpiji pada bulan Januari 2014. Dalam peta jalan (road map) Pertamina

12

tersebut,rencana kenaikan harga jual elpiji 12 Kg akan dilakukan secara bertahap hingga
mencapai harga keekonomian di tahun 2016. Berikut tahapannya : Per 1 Juli 2014 kemarin
(ditunda dengan alasan bertepatan dengan momen tahun ajaran baru dan berdekatan dengan
Hari Raya Idul Fitri),Pertamina akan menaikkan harga elpiji 12 Kg sebesar Rp 1.000,00/Kg
menjadi Rp 6.944,00/Kg dengan estimasi harga di tingkat konsumen Rp 103.700,00/tabung.
Kemudian pada 1 Januari 2015 dan 1 Juli 2015,kemasan elpiji 12 Kg akan mengalami
kenaikan lagi sebesar Rp 1.500,00/Kg menjadi Rp 9.945,00/Kg dengan estimasi harga di
tingkat konsumen Rp 147.000,00/tabung. Dan di 1 Januari 2015,elpiji 12 Kg akan mengalami
kenaikan sebesar Rp 1.500,00/Kg serta Rp 500,00/Kg pada bulan Juli di tahun yang
sama.Diperkirakan harga elpiji 12 Kg saat itu mencapai Rp 11.944,00/Kg dengan estimasi
harga di tingkat konsumen Rp 174.900,00/tabung. Mengenai dampaknya,dengan kenaikan
secara bertahap tersebut, pengguna setia elpiji kemasan 12Kg diharapkan tidak kaget dengan
bertambahnya pengeluaran tambahan untuk membeli gas elpiji. Karena kenaikannya bertahap
tentu tidak dirasa memberatkan bagi pengguna elpiji 12 Kg ini. Sesuai dengan profil
pengguna elpiji yang bersegmen khusus tersebut diatas,dengan kenaikan bertahap tersebut
diharapkan tidak akan menimbulkan aksi penolakan serta aksi migrasi ke gas 3 Kg.
1411098379675323697 Tenang bu,elpiji 12 Kg naiknya bertahap kok. Selain itu,harga
kenaikan yang diusulkan oleh Pertamina dalam peta jalan tersebut bisa berubah turun atau
naik tergantung dengan harga patokan bahan baku serta nilai tukar rupiah. Evaluasi harga
tentunya akan dilakukan oleh Pertamina setiap saat menyesuaikan harga keekonomiannya
dimasa mendatang. Upaya sosialisasi rencana penyesuaian harga jual elpiji 12 Kg pun sudah
jauh-jauh hari dilakukan oleh Pertamina. Pemasangan spanduk-spanduk harga di
SPBU,kantor agen hingga pangkalan pun tidak ketinggalan.Sosialisasi paling gres adalah
dengan melalui brosur-brosur yang digantungkan pada tabung elpiji 12 Kg.Dengan gencarnya
sosialisasi dari Pertamina ini bertujuan agar masyarakat pemakai tabung elpiji kemasan 12

13

Kg lebih siap menghadapi penyesuaian harga tersebut. Banyak pihak meramalkan bahwa
dengan adanya rencana penyesuaian harga jual Elpiji 12 Kg ini akan memberikan dampak
berupa migrasi pengguna elpiji 12 Kg ke elpiji 3 kg yang disubsidi serta dapat menimbulkan
inflasi.
Khusus untuk inflasi,Bank Indonesia sudah mengeluarkan pernyataan bahwa
penyesuaian harga jual elpiji 12 Kg ini tidak mempengaruhi inflasi secara signifikan.Jadi
masih aman terkendali tingkat inflasinya. Sedangkan akan terjadinya migrasi ke tabung 3 Kg,
Pertamina pun tidak menampik akan terjadinya hal tersebut Malu Membeli LPG Yang Bukan
Haknya (dok.pertamina) Upaya Pertamina untuk menanggulangi kasus migrasi ke tabung
elpiji 3 Kg ini sudah dilakukan sejak lama. Mulai dari penataan stasiun pengisian bulk elpiji
yang harus terpisah dengan badan hukum sendiri antara tabung kemasan 3 Kg dan 12 Kg.
Penataan agen pun dilakukan dimana agen penjual tabung kemasan 12 Kg tidak boleh
menjual elpiji 3 Kg.
Kemudian melakukan pemetaan kebutuhan tabung gas 3 Kg tiap kabupaten. Jika
suatu kabupaten kebutuhannya mencapai 100 ribu tabung,misalnya, maka Pertamina akan
melihat berapa agen yang tersedia di kabupaten tersebut. Jadi, kebutuhan itu tinggal dibagi
rata ke setiap agen, begitu juga dengan pangkalan. Setiap pangkalan inipun sudah terdata di
Pertamina. Dengan model bisnis ini,bisa dibilang tidak ada persaingan.
Siapa yang akan melakukan monopoli atau menimbun barang akan terlihat dengan
cepat, sebab setiap agen telah mendapat zonanya masing masing. Jika kemudian ada lonjakan
permintaan akan gas elpiji 3 kg, Pertamina tidak akan memenuhinya. Sistem ini bernama
Sistem Monitoring Elpiji 3 Kg namanya (SIMOL3K).
Penutup Permintaan Pertamina untuk melakukan penyesuaian harga elpiji 12 Kg saat
ini merupakan usaha perusahaan untuk mengurangi kerugian yang semakin melejit di bisnis

14

elpiji

12

Kg.

Dan

itu

adalah

pilihan

terbaik

Pertamina

saat

ini.

Dalam jangka pendek, setiap ada penyesuaian harga elpiji kemasan 12 Kg sebaiknya
harga acuan elpiji kemasan 3 Kg pun ikut direvisi.Karena termasuk kategori Elpiji
tertentu,Pertamina bersama-sama dengan Pemerintah merumuskan harga baru elpiji 3 Kg.
Pertimbangannya agar disparitas harga antara kedua produk ini tidak terlalu jauh.Dengan
perbedaan harga yang tidak terlalu jauh membuat pengguna elpiji 12 Kg tidak tergoda untuk
migrasi ke elpji kemasan 3 Kg. Contoh kongkritnya adalah disparitas antara bensin Premium
dengan Pertamax seperti kondisi saat ini,dimana pengguna mobil serta sepeda motor lebih
memilih bensin premium daripada Pertamax yang harganya lebih mahal. Pilihan produk
kemasan elpiji yang terbatas membuat setiap ada perubahan harga menimbulkan sedikit
gejolak. Saat ini praktis di masyarakat hanya tersedia tabung elpiji kemasan 3 Kg dan
kemasan 12 Kg. Sedangkan jenis gas lainnya seperti Blue Gas tidak banyak dilirik oleh
masyarakat karena distribusi dan suplainya yang terbatas. Untuk lebih meredam gejolak
perubahan harga tersebut,Pertamina sebaiknya memproduksi tabung gas kemasan 6 Kg serta
kemasan 9 Kg dalam jumlah yang setara dengan elpiji 12 Kg. Sementara harga gas elpijinya
tersebut menyesuaikan dengan harga pasar. Dengan banyaknya pilihan tabung elpiji,setiap
ada perubahan harga, masyarakat bisa menggunakan kapasitas tabung yang lebih kecil dari 12
Kg dan dapat menyesuaikan dengan kemampuan finansialnya. Menekan inefisiensi
operasional yang terjadi pada Pertamina serta mendorong Pertamina untuk mengambil alih
berbagai lokasi ladang gas yang telah berakhir masa kontraknya.Peran Pemerintah adalah
memberi ruang lebih kepada Pertamina untuk mengelola sumber daya alam secara mandiri
dengan memprioritaskan hasil gas alam Indonesia untuk keperluan dalam negeri. Sangat
disayangkan bila sumber daya alam yang ada di depan mata dan berada di lahan sendiri tidak
dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk keperluan dalam negeri.

15

Dalam jangka panjang,mempercepat pembangunan sistem jaringan pipa gas alam


yang membentang dari Aceh ,pulau Jawa,Kalimantan dan Sulawesi. Saat ini jaringan pipa
milik Pertamina dan PGN masih terlokalisir terpisah-pisah pada daerah tertentu.Persiapan
infrastruktur pipanisasi hingga menjangkau ke kawasan rumah-rumah penduduk sehingga
dapat menekan penggunaan LPG,serta impor bahan baku LPG pun dapat ditekan. Kabar
terbaru menyebutkan bahwa Pemerintah melalui penyataaan Menko Perekonomian Chairul
Tanjung sudah menyetujui rencana Pertamina menyesuaikan harga elpiji 12 Kg ini.Untuk
besaran kenaikannya berapa rupiah akan ditentukan oleh Direksi Pertamina.Dengan akan
segera terealisasinya penyesuaian harga elpiji 12 Kg ini,harapan pengguna elpiji melon
3Kg adalah tidak berdampak buruk terhadap kelangsungan hidupnya. Tidak terjadi lagi
kelangkaan yang membuat pengguna elpiji 3 Kg menjadi panik. Bagi Pertamina sendiri
sebagai perusahaan BUMN yang 100% sahamnya dimiliki oleh negara, Pertamina memang
dituntut untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya setiap tahunnya. Dengan
keuntungan yang meningkat tersebut, setoran dividen serta pajak yang harus dibayar oleh
Pertamina pun akan semakin besar. Dengan begitu sektor pendapatan negara akan meningkat.
Dengan adanya kerugian bisnis Pertamina yang terjadi pada sektor elpiji kemasan 12 Kg,
mengakibatkan berkurangnya keuntungan Pertamina sehingga deviden dan pajak yang
dibayarkan oleh Pertamina pun menjadi berkurang. Perlahan namun pasti elpiji 12 Kg akan
menjadi anak yang mandiri. Harga jual yang sudah mengikuti harga internasional membuat
Pertamina dapat bersaing dengan perusahaan migas negara lainnya.Semoga tujuan dan
harapan dari Pertamina terkait dengan penyesuaian harga elpiji 12 Kg dapat terlaksana
dengan baik,potensi kerugian dapat dikurangi secara bertahap serta pelaksanaannya tidak
salah

sasaran

dan

dimanfaatkan

oleh

konsumen

yang

tidak

berhak.

16

2.2 PROSES PENJUALAN GAS ELPIJ


Kebutuhan gas saat ini sangat besar pada penduduk indonesia, ini disebabkan oleh
diberhentikannya subsidi pemerintah pada minyak tanah sehingga mengakibatkan
melonjaknya harga minyak tanah. Otomatis semua orang berpindah memakai gas daripada
minyak tanah karena gas lebih murah. pemerintah pun sudah mengatasi masalah ini dengan
membagikan tabung gas dengan tujuan agar masyarakat berpindah dari pemakaian minyak
tanah yang langka dan mahal sebagai bahan bakar kepada gas isi 3kg. Saat ini hampir 100%
masyarakat memakai gas sebagai bahan bakar kompor, dengan demikian usaha penjualan gas
isi 3kg menjadi peluang yang bagus untuk diusahakan. Gas isi 3kg dipilih karena kebanyakan
masyarakat kita yang kebanyakan masyarakat menengah ke bawah memakai gas 3kg ini.
Kalau sudah mencapai target penjualan yang diinginkan atau setidak-tidaknya usaha ini sudah
mulai berjalan dan stabil baru disediakan gas yang berisi 5kg dan 12kg sebagai pelengkap.
Untuk menjadi sub agen gas 3kg pertama-tama harus dilihat lokasi pasar. Lokasi yang
bagus adalah diluar Jambi, seperti muara jambi bulian dan seitar nya. Intinya lokasi yang
masih belum ada sub agen gasnya atau masi jarang agen gasnya sehingga harga stabil dan
tidak ada saingan. Kalau di daerah dalam kota Jambi persaingan sangat ketat sebab sudah
banyak subagen-subagen lain yang sudah buka lebih dahulu dan sudah punya nama, sehingga
harga menjadi saling menjatuhkan antar sesama sub agen yang mengakibatkan keuntungan
berkurang atau sedikit. Setelah mendapatkan lokasi yang sesuai dan menguntungkan langkah
selanjutnya mendatangi agen gas untuk menjadi sub agen dari agen tersebut.
Apa saja yang harus disiapkan untuk memulai menjadi sub agen gas3kg adalah
inventaris 1 unit mobil pick up untuk pengangkutan dari agen dan pengantaran ke toko-toko,
tapi biasanya para agen memberi servise delivery order jadi cukup pakai sepeda motor yang
tiga rodanya yang dapat menampung 50 tabung untuk pengantaran ke toko-toko pelanggan

17

saja, jadi kalau satu hari dua kali pengiriman untuk 100 tabung, nanti kalau sudah banyak
orderan baru membeli mobil pick up, dengan perhitungan mendapatkan harga yng lebih
murah karena gas diambil sendiri dari agennya dan pesanan sudah banyak. Kalau ada agen
didaerah yang telah disurvey dan cocok padat dan rame maka akan lebih baik bekerja sama
dengan mereka, karena biasanya mereka juga mengasi jatah 30 toko pelanggannya. Jatah 100
tabung sehari itu adalah kebutuhan dari 30 toko pelanggan. Tapi bukan karena begitu kita
puas, harus ada target yang harus dicapai.

2.2.1 LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DIBUTUHKAN


1. Mencari lokasi berpenduduk padat sekitar 4000 orang dan merupakan wilayah luar
jakarta yang masih jarang subagen gasnya.
2. Menemui agen gas terdekat untuk dijadikan suplaiyer dan melakukan negosiasi agar
mendapatkan harga yang murah dengan memesan 200 tabung gas, 100 tabung dikirim
ke toko-toko pelanggan dan 100 tabung lagi sebagai stok cadangan di gudang.
Dengan demikian ketika 100 tabung telah habis dan tabung kosong dikirin ke agen
untuk pemesanan 100 tabung terisi, stok yang 100 tabung digudang dikirin ke tokotoko pelanggan sehingga persediaan tidak kosong dan pengiriman tidak tersendat.
3. Menyewa tempat yang layak dan murah untuk dijadikan gudang tempat menampung
stok cadangan.
4. Berkeliling ke toko-toko untuk mendapat pelanggan baru, sampai mendapatkan setiap
hari 60 pelanggan yang dapat menghabiskan 200 tabung perhari sampai mencapai
target menghabiskan 300 tabung perhari, diliat dari perkembangan selanjutnya
sampai titik jenuhnya.
5. Menjual ke toko-toko dengan harga yang murah sehingga mendapat banyak
pelanggan terutama untuk penjualan pertama tabung dan isinya jangan mengambil

18

banyak untung sehingga harga dijatuhkan untuk menarik pelanggan baru (harga
pasaran untuk pembelian tabung dan isi Rp150.000,- bisa dijatuhkan menjadi
Rp135.000,-).
6. Menyediakan dana cadangan untuk pembelian 100 tabung, ini ditujukan untuk
pemesanan dari pelanggan baru yang berhasil didapat sehingga tidak mengganggu
persediaan untuk pelanggan lama.

2.3 JUMLAH MODAL YANG DIBUTUHKAN DAN BUAT APA SAJA MODAL
TERSEBUT
1. Satu unit sepeda motor bekas tiga roda Rp8.000.000,- (kalau bisa kredit yang baru
untuk mengurangi beban modal)
2. 100 tabung gas(merupakan target awal pemasaran) + 100 tabung cadangan
Rp125.000,- X 200 tabung = Rp25.000.000,3. Sewa tempat untuk jadi gudang sekalian toko khusus gas 3kg per dua tahun Rp
12.000.000,4. Pembuatan 4000 lembar pamphlet fotocopy untuk pemasaran kepada perorangan
(eceran) Rp50,- X 4000 lembar= Rp200.000,5. Modal cadangan untuk pembelian 100 tabung gas 3kg Rp12.500.000,Total jumlah modal yang dibutuhkan adalah Rp57.700.000,2.4 TARGET KEUNTUNGAN DAN PEMASARAN YANG DAPAT DICAPAI
Agar mendapatkan keuntungan dan target yang dituju atau setidak-tidaknya
mendekati target yang dituju, dengan cara mengambil untung sedikit sehingga banyak yang
berlangganan yang akhirnya juga untung banyak. Untung banyak karena banyaknya
pelanggan, ini membutuhkan negosiasi yang baik kepada agen yang menyuplai agar mau
memberi harga murah. Karena semakin banyak jumlah yang dipesan semakin murah harga
yang didapat dari agen. Tetap mencari pelanggan baru setiap harinya, untuk itu diperlukan
brosur atau pamphlet untuk disebarkan di seluruh wilayah radius berpenduduk 4000 orang

19

dengan menuliskan harga eceran. Tapi diberitahukan bahwa kita agen, harus komitmen
dengan mematok harga sesuai harga eceran, tapi kalau ada yang memesan banyak maka bisa
diberi harga modal ditoko. Artinya menambah jumlah pelanggan sebanyak-banyaknya.
Harga eceran adalah Rp14.000,- sedangkan harga untuk toko-toko untuk dijual lagi
Rp12.500,- (modal dari agen Rp11.500,-). Kalau sehari dapat orderan dari toko-toko jatah
langganan dari agen sebanyak 100 tabung, maka keuntungan yang dapat dihasilkan adalah
100 tabung X Rp1000,- keuntungan setiap tabung, total =Rp100.000,- itu baru melayani jatah
pelanggan yang dikasi oleh agen.
Kalau sudah mencapai target yang diinginkan yaitu 250 tabung perhari, maka
keuntungan yang dihasilkan adalah Rp1000,- X 250 = Rp250.000,- perhari. Kalau banyak
yang membeli eceran karena sudah terkenal, maka itu lebih bagus. Sebab dengan cara
menjual dengan harga eceran semakin banyak keuntungan yang bisa didapat. Jika dijual
dengan harga eceran keuntungan yang didapat per tabung adalah Rp2.500,- maka kalau bisa
mencapai 50 tabung perhari yang laku dengan harga eceran akan dihasilkan keuntungan per
hari Rp125.000,- total keuntungan penjualan eceran dan pesanan toko perhari Rp125.000,ditambah Rp250.000,- sama dengan Rp375.000,Dengan mendapat keuntungan Rp375.000,- perhari, maka sudah tercapai target yang
ditujukan. Dan ditotal perbulan Rp375.000,- X 30hari = Rp11.250.000,- keuntungan yang
dapat dihasilkan. Untuk mencapai target tersebut dengan cepat dan mudah dibutuhkan
keuletan dan komitmen tetap semangat dan optimis bila ada kendala-kendala, seperti sulitnya
menambah pelanggan.
Bila ditemukan kasus kesulitan mendapat pelanggan, perlu dilakukan penyebaran
dengan seluas-luasnya. Yang tak kalah pentingnya juga adalah kepandaian bernegosiasi

20

dengan agen. Atau pandai-pandai mencari lobang baru dari agen lain yang memeberi harga
lebih murah. Dengan mendapatkan lobang lebih murah, akan mempermudah mendapat
pelanggan-pelanggan baru. Dan bahkan akan menambah keuntungan berlipat.
Kalau sudah mendapat pelanggan yang banyak dan sesuai target jangan berhenti dan
merasa puas sehingga pelayanan untuk pelanggan berkurang. Ini terkadang terjadi dan
mungkin banyak terjadi sehingga banyak pelanggan yang kecewa. Bila itu terjadi pada
penjual lain, maka peluang bagi yang tetap menjaga pelayanan untuk pelanggan, bahkan terus
menambahkan pelayanan yang makin bagus. Hal ini bisa dengan menjaga agar pengiriman
tidak pernah telat, melayani pemesanan kapan saja melalui pesan telfon bahkan dengan
memesan lewat sms, dan lain-lainnya yang dapat mempermudah dan memanjakan pelanggan.

21

BAB III
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
3.1 SEJARAH UMUM PERUSAHAAN
PT. Jambi Tongam, berdiri sejak tanggal 17 bulan Nopember tahun 2001, beralamat di
Jalan Lebak Bandung, Jelutung Jambi. Pada 17 Nopember 2001 Pertamina sebagai
perusahaan Negara yang menangani Gas menunjuk PT. Jambi Tongam sebagai pelopor
distributor tunggal elpiji dan ini merupakan kewajiban PT. Jambi Tongam untuk
memperkenalkan elpiji kepada masyarakat luas, terutama masyarakat jambi, yang pada saat
itu belum tahu sama sekali pada penggunaan elpiji. Usaha PT. Jambi Tongam untuk
memperkenalkan elpiji kepada masyarakat luas dengan cara mencoba mempromosikannya
dengan mengikuti pameran-pameran, yang pada akhirnya masyarakat di Jambi mengetahui
dan menerima elpiji sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah. Dan perkembangannya
sampai saat ini PT. Jambi Tongam tetap bertahan sebagai salah satu distributor elpiji yang
cukup disegani dan selalu memberikan kwalitas pelayanan yang baik kepada pelanggan.
Saat ini PT. Jambi Tongam mempunyai 3 cabang meliputi Sungai Penuh , Bangko
Dan Tembesi. Cabang cabang ini bertugas mendistribusikan Elpiji pada rumah tangga,
hotel, restoran, dan juga industri yang memakai elpiji sebagai bahan bakar maupun bahan
baku.Selain itu PT. Jambi Tongam juga mempunyai Unit Teknik dan Instalasi . Unit teknik ini
merancang sistem instalasi Elpiji dan pemipaan dalam sekala besar.
PT. Jambi Tongam juga distributor dari Alat alat/ Asesories Elpiji impor dari Jepang
seperti Kagla dan Miyairi dan dari Amerika seperti Rego dan Corken.Bidang Usaha Utama
PT. Jambi Tongam adalah : Distribusi LPG Pertamina, Distribusi Odourless LPG, Instalasi

22

LPG untuk Industri, Hotel, Restaurant,Rumah Tangga, Tanki LPG dan Keagenan LPG
Equipment.
3.2 TUJUAN SRATEGI PERUSAHAAN

a.
b.
c.
d.

Maksimalisasi produksi
Optimalisai menyeluruh dalam efisiensi operasional
Peningktan kualitas dan kualitas kerjs
Biaya produksi transportasi yang stabil

23
BAB IV
PENGUMPULAN DATA

4.1 PROSES PENGISIAN GAS ELPIJI KEDALAM TABUNG ELPIJI

1. Tabung-tabung yang diterima harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen yang syah.


2. Cocokan angka yang tertera dalam dokumen dengan kenyataan untuk jumlah dan
jenis tabung yang akan diserahkan.
3. Bila secara administrasi sudah dipenuhi maka pembongkaran & penerimaan tabung
dapat dilaksanakan.
4. Untuk tabung-tabung dengan 50 Kg dilengkapi tutup pelindung (cap protector) agar
tetap dipasang pada tempatnya selama penanganan, kecuali untuk maksud
pemeriksaan atau pengisian guna melindungi kerangan dari kemungkinan terbentur
benda keras.
5. Perlakukan tabung-tabung LPG kosong maupun isi, dengan pelan jangan dibanting,
dilempar, dijatuhkan, maupun menyentuh benda-benda keras lainnya dan hindari
penanganan secara kasar.
6. Letakan tabung kosong diatas ban berjalan (conveyor) dengan posisi yang baik sesuai
pengelompokan tabung 3Kg, 12Kg dan 50Kg.
7. Tidak dibenarkan menumpuk tabung-tabung kosong maupun berisi dilantai bangunan
tempat pengisian hingga menutup seluruh lantai kerja, atau menyulitkan untuk
bergeraknya.

24

8. Dilarang menempatkan tabung-tabung ditempat yang mungkin dapat digunakan


sebagai penyalur arus listrik. Hubungan dengan alat-alat pemanas, saluran pipa, atau
unit-unit lainnya yang dapat digunakan sebagai penyalur Arde dari mesin-mesin las
listrik harus dihindari.
9. Dilarang menggunakan tabung-tabung yang berisi maupun yang kosong sebagai alat
pengganjal atau penahan.
10. Seleksi dan singkirkan tabung-tabung yang tidak memnuhi syarat untuk diisi.
11. Parkirkanlah kendaraan truk dengan posisi yang benar dilokasi bangunan pengisian
tabung. Tarik rem tangan, matikan mesin, putar safety switch pada posisi off.
12. Sopir dan kenek tetap berada didekat sekitar bangunan dan dilarang merokok.
13. Setiap kendaraan yang masuk kedalam lokasi pengisian tabung (Hazardous area)
harus menggunakan flame trap & flame arrester.
14. Setiap petugas yang bekerja atau menangani tabung dilokasi pengisian tabung harus
menggunakan sepatu keselamatan, sarung tangan dari kulit, topi keselamatan dan
masker.
15. Catatan: Terhadap tabung baru, tabung ex repair, tabung ex retest sebelum diisi LPG
harus divacum terlebih dahulu. Timbangan harus ditera/dikalibrasi secara periodik
sesuai ketentuan & mendapatkan surat tera dari Departemen perdagangan c.q Dinas
Metrologi Setempat. Telah mendapatkan sertifikat/ijin pengisian untuk tabung baru,
tabung ex retest dari Depnaker setempat. A. Penerimaan Tabung Kosong
16. Tabung yang tidak memenuhi syarat untuk diisi adalah sebagai berikut

25

A. Tidak memnuhi persyaratan keselamatan,membahayakan walaupun masa


retest masih berlaku tetapi secara visual telah kelihatan meragukan antara lain:
1.Tabung Non Pertamina
2.Belum ditest dan disahkan oleh DPNK
3.Kerangan tidak dilengkapi rubber seal
4.Lapisan cat yang kurang baik,Rusak dengan beberapa kondisi
5.Tabung LPG bekas ikut terbakar
6.Goresan yang dalam pada dinding tabung
7.Foot ring yang las-lasannya terlepas
8.Hand guard yang las-lasannya terlepas
9.Badan tabung berubah bentuk seperti: penyok yang dalam, membesar atau
lonjong.
10,Karatan yang cukup dalam sehingga mempengaruhi ketebalan dinding
tabung
11. Kerangan rusak ujung permukaannya atau bocor.
4.2 Persiapan Pengisian Tabung
1.

Periksa dan setel timbangan sesuai dengan ketentuan Dinas Metrologi yang berlaku.
Bila terjadi hal-hal yang mencurigakan agar dilaporkan kepada Dinas Metrologi untuk
ditera ulang.

2.

Periksa seluruh fasilitas lainnya dan yakinkan bahwa fasilitas tersebut dalam keadaan
baik.

3.

Periksa tabung-tabung LPG lam apakah memnuhi persyaratan untuk diisi atau tidak.
Bila tidak memenuhi persyaratan, tabung disingkirkan dan selanjutnya dikirim ke
bagian pemeliharaan.

4.

Untuk tabung baru dan tabung sehabis direpair dilakukan pem-vakuman terlebih
dahulu dengan menggunakan vacum pump.

26

5.

Periksalah berat tabung kosong sebelum tabung ditempatkan di filling machine,


karena setting timbangan pada filling machine didasarkan pada berat tabung kosong,
berat hoses dan filling head serta berat LPG yang akan diisikan.

6.

Tekanan pengisian tidak boleh mencapai tekanan buka dari katup keselamatan yang
terpasang.

7.

Yakinkan bahwa filling machine dalam kondisi baik, periksa filling hoses dan filling
head.

8.

Set timbangan pada berat yang dikehendaki secara otomatis.

9.

Proses pengisian akan berhenti bila isi tabung sudah cukup. Tabung agar diisi dengan
teliti dan tepat, lakukan pemeriksaan agar tidak terjadi pengisian lebih. Apabila
diperlukan untuk mengurangi isi tabung yang terlalu penuh, maka bisa dikurangi isi
dengan evacuation pump.

10. Hindari kebocoran pada saat pengisian. Hubungan yang kurang baik antara filling
head dan kerangan tabung dapat menyebabkan kebocoran.
12. Lakukan inspeksi kebocoran (leakage test) dengan teliti. Terhadap tabung bocor agar
disingkirkan untuk dikosongkan (dengan evacuation pump) untuk kemudian tabung
direpair.
13. Lakukan penimbangan ulang untuk meyakinkan bahwa isi LPG dalam tabung cukup.
14. Pasang safety seal cap untuk tabung 3Kg dan 12Kg serta safety plug dan segel untuk
tabung 50Kg, sebagai jaminan isi dan mutu LPG.

27

15. Bila kegiatan pengisian selesai, tutup semua kerangan dan kosongkan sisia LPG
didalam selang, dengan cara isikan kedalam tabung kosong.
16. Matikan filling machine, tiupkan udara bertekanan untuk menghilangkan sisa-sisa
LPG yang tertinggal dibawah conveyor.
17, Operator/petugas harus memakai safety shoes, sarung tangan kulit, topi keselamatan
dan masker. C. Operasi Pengisian Tabung
Tabung isi maupun tabung kosong ukuran 3 Kg, 12Kg, dan 50 Kg harus ditempatkan
dalam posisi tegak (vertical) dengan kerangan menghadap keatas. Tinggi tabung isi
maksimum adalah 2 (dua) susun untuk tabung 12Kg dan 5 (lima) susun untuk tabung 3Kg.
Tabung 50Kg tidak boleh disusun bertingkat, atau horizontal dan terbalik. Apabila sampai
terdapat bagian tabung yang menjorok keluar dinding truk, tinggi maksimum yang
diperkenankan tidak boleh lebih dari 1/3 tinggi tabung.
Handling tabung dengan baik, jangn dibanting atau dilempar, tetapi diangkat atau
digeser dengan posisi foot ring ada dibawah. Hindarkan benturan/gesekan antar tabung yang
mungkin mengakibatkan perubahan menetap sampai 0,2% dari besarnya tabung yang dapat
mengakibatkan afkir. Perlakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak tabung maupun
perlengkapannya, tidak mudah jatuh, mengguling, dan harus dalam posisi tegak. Selama
pembongkaran/pemuatan, kendaraan harus tetap diawasi/dijaga oleh sopir/karnet. Jika
mengikat tabung dengan tali tidak menyentuh safety valve. Pastikan tabung tersusun dengan
rapat, terpasang dalam keadaan terikat baik, tidak mengakibatkan benturan yang dapat
menimbulkan percikan bunga api. Periksa jumlah tabung sesuai dengan dokumen.
Operator/petugas harus memakai safety shoes, sarung tangan , helmet, dan masker. D.
Memuat Tabung ke Atas Truk

28

1. Apabila terjadi kebocoran pada valve, usahakanlah memperbaiki dengan cara


membersihkan valve dan menghilangkan kotoran-kotoran yang mungkin ada pada
valve, sehingga kotoran yang mungkin melekat pada seating hilang, atau mungkin
dudukanya steam valve tidak sempurna pada seatingnya. Dengan jalan demikian
dapat diperbaiki. Jika ternyata gagal, cairan didalam tabung diisap dengan evacuation
pump dikembalikan ketangki timbun.
2. Pada tabung diberikan tanda BOCOR yang cukup jelas.
3. Apabila diperlukan untuk mengurangi isi container yang terlalu penuh, sebagian
isinya dikembalikan ke tangki timbun melalui evacuation pump.
4. Hindarkan kemungkinan suatu campuran yang dapat menyala (batas penyalaan,
perbandingan gas LPG dengan udara 1,8 sampai dengan 10% gas.
5. Tersedia cukup alat pemadam kebakaran.
6. Bila terjadi kebocoran pada sekitar valve, atau pada dinding cylinder, maka cara
mengatasinya sama, adapun tabung yang bocor tidak bisa diperbaiki, dikirim ke LPG
Filling Plant. Bila terjadi kebocoran diluar plant letakan tabung LPG tersebut ditempat
yang aman dan jauh dari sumber api. E. Mengatasi Kebocoran Tabung LPG

29

BAB V
PENUTUP
5.1.Kesimpulan

Selama melakukan Praktek Kerja Industri (Magang) penulis menemukan jati diri selama
berada dan berinteraksi dalam lingkungan masyarakat luas. Ternyata berinteraksi atau
mengeluti dunia usaha tidak sangat mudah, ada banyak hal yang perlu dilakukan, agar
orang yang akan kita ajak untuk menjalin hubungan kerja sama dapat terkesan akan apa
yang kita lakukan atau kerjakan.
5.2.Saran
Adapun saran yang akan di sampaikan penulis antara lain:
a. Dalam pendestribusian gas sebaiknya memperhatikan prosedur yang telah ada
b. Keselamatan dalam penimbunan gas sebainya di ruangan terbuka, agar error human
dapat di minimalisir.

30