Anda di halaman 1dari 32

KTI KEBIDANAN

PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS ............


DITINJAU DARI SEGI UMUR, PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kebidanan dapat dikembangkan
sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu (AKI) 390/100.000 dan angka kematian
perinatal (AKP) 56/100.000 persalinan hidup yang merupakan angka tertinggi di Asean.
Angka kematian perinatal (AKP) dengan cepat dapat diturunkan karena sebagian besar dirawat
di rumah sakit, tetapi angka kematian ibu (AKI) memerlukan perjalanan panjang untuk dapat
mencapai sasaran yang berarti.
Sebagai negara dengan keadaan geografis yang beraneka dan luas, angka kematian ibu bervariasi
antara: 5.800/100.000 sedangkan angka kematian perinatal berkisar antara 25-750/100.000
persalinan hidup.
Untuk dapat mempercepat tercapainya penurunan angka kematian ibu dan angka kematian
perinatal disetiap rumah sakit baik pemerintah maupun rumah sakit swasta telah dicanangkan
gagasan untuk meningkatkan pelayanan terhadap ibu dan bayinya melalui RS sayang bayi dan
RS sayang ibu.
Kalau dikaji lebih mendalam bahwa proses kematian ibu mempunyai perjalanan yang panjang
sehingga pencegahan dapat dilakukan sejak melakukan Antenatal Care (pemeriksaan
kehamilan) melalui pendidikan berkaitan dengan kesehatan ibu hamil, menyusui dan kembalinya
kesehatan alat reproduksi, serta menyampaikan betapa pentingnya interval kehamilan berikutnya
sehingga dapat tercapai sumber daya manusia yang diharapkan (Mannabe IBG, 2001:88 93).
Pemeriksaan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksakan
kehamilan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap
penyimpangan yang ditemukan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui
masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang
sehat. Pemeriksaan antenatal dilakukan oleh dokter umum, bidan, perawat bidan dan dukun
terlatih (Mochtar, 1998:47).
Secara nasional cakupan K1 (kunjungan pertama kali) ke fasilitas kesehatan adalah 84,54%
sedang cakupan K4 adalah 64,06% ini berarti masih terdapat 15,46% ibu hamil yang tidak
melakukan kunjungan ulang ke fasilitas kesehatan (DEPKES RI, 1997).
Khusus untuk di puskesmas Tipo Palu, cakupan K1 untuk tahun 2004 jumlah kunjungan 200
orang (52%) sedang untuk cakupan K4 adalah 182 orang (48%) jumlah kunjungan. Dan untuk
tahun 2005 dari bulan Januari sampai dengan bulan September jumlah kunjungan ibu hamil 268
orang. Cakupan K1 adalah 152 orang dan cakupan K4 adalah 116 orang (43%) (Profil
Puskesmas Tipo Palu dan Laporan KIA 2004 2005).
Pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care (pemeriksaan kehamilan) sangat penting karena

akan dapat membantu mengurangi angka kematian ibu dan bayi.


Dari uraian di atas peneliti tertarik untuk mengetahui gambaran yang berhubungan dengan
tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care (pemeriksaan kehamilan) pada bulan
Januari 2006 sehingga nantinya petugas kesehatan bisa menetapkan suatu strategi pelayanan
yang memadai guna meningkatkan kunjungan secara menyeluruh bagi ibu hamil di Puskesmas
Tipo Palu.
B. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Bagaimana pengetahuan
ibu hamil tentang Antenatal Care di Puskesmas Tipo Palu ditinjau dari segi umur, pendidikan,
pekerjaan dan paritas.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil dan karakteristiknya tentang
Antenatal Care.
2. Tujuan khusus
a. Diperolehnya informasi tentang gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal
Care.
b. Untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care ditinjau
dari segi umur.
c. Untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care ditinjau
dari segi pendidikan
d. Untuk memperoleh informasi pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care ditinjau dari segi
pekerjaan
e. Untuk memperoleh informasi pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care ditinjau dari segi
paritas.
D. Manfaat Penelitian
1. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu bahan masukan bagi pengelola KIA untuk
meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang datang ke Puskesmas Tipo Palu tentang Antenatal
Care.
2. Sebagai sumbangan ilmiah dan informasi tambahan bagi peneliti selanjutnya.
3. Bagi peneliti merupakan pengalaman berharga dalam rangka menambah wawasan
pengetahuan serta pengembangan diri, khususnya dalam bidang penelitian lapangan.
E. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tipo Palu pada bulan Januari 2006.

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Antenatal Care di Wilayah Kerja


Puskesmas Ketapang II Sampit Tahun 2010
BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Berbagai pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kebidan dapat di kembangkan
sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu (AKI) 390/100.000 dan angka kematian
perinatal (AKP) 56/100.000 persalinan hidup yang merupakan angka tertinggi di Asean.
(DEPKES RI. 1997)
Menurut World Health Organization (WHO) tujuan kesehatan adalah pencapaian
peningkatan kesehatan yang tertinggi untuk seluruh umat manusia di dunia, di mana kesehatan di
definisikan sebagai kesejahteraan yang seutuhnya baik fisik, mental maupun sosial. (Era
vegetarianhttp://www. tugaskuliah. info/2010/06/tujuan pembangunan kesehatan indonesia.html)
Di akses, tanggal 6 Agustus 2010
Menurut Undang-Undang, Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis, Melalui peran
tenaga kesehatan yang berkompeten dan berperan aktif dalam proses peningkatan pelayanan
kesehatan

yang

paripurna.

(Tutorial&Business,http://tutorialkuliah.

Blogspot.

com/2010/03/definisi pengertian sehat menurut who. html). Di akses Tanggal 6 Agustus 2010.

Salah satu upaya Departemen Kesehatan untuk mempercepat penurunan Angka Kematian
Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah negara membuat rencana strategi nasional
Making Pregnancy Safer (MPS) di Indonesia 2001-2010 yang menyebutkan bahwa dalam

konteks rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010, maka visi Making
Pregnancy Safer (MPS) adalah Kehamilan dan persalinan di Indonesia berlangsung aman serta
bayi yang dilahirkan hidup sehat (Saifudin AB, 2002).
Angka Kematian Bayi di propinsi Kalteng pada tahun 2010 berdasarkan Badan Pusat
Statistik (BPS) menjadi 51 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini mengalami penurunan bila
dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya pada tahun 2009 yang lalu yaitu sebesar 53 per
1000 kelahiran hidup. Indikasi ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat Kalteng meningkat lebih baik pada tahun 2010 ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa sistem pencatatan dan pelaporan sudah mengalami peningkatan dan
hasil ini belum mencapai target Indonesia sehat 2010 yaitu 40 per 1000 kelahiran hidup (Profil
Kesehatan Kalteng, 2010).
Pemeliharaan kesehatan merupakan upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan
kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan termasuk kehamilan dan
persalinan, Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya
tujuan utama sebagai berikut : Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya
sendiri di bidang kesehatan, Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan,
Peningkatan status gizi masyarakat, Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian
(mortalitas), Pengembangan keluarga sehat sejahtera, makin diterimanya norma keluarga kecil
yang bahagia dan sejahtera.(dr. Erlin Sutjiadi, http://healthylife-link.blogspot.com/2009/11/artikesehatan.html) di akses Tanggal 6 Agustus 2010.
Antenatal Care (pemeriksaan kehamilan) adalah suatu program yang terencana berupa
observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses
kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan.

Tujuan antenatal care yaitu untuk menjaga agar ibu sehat selama masa kehamilan,
persalinan dan nifas serta mengusahakan bayi yang dilahirkan sehat, memantau kemungkinan
adanya risiko-risiko kehamilan, dan merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap
kehamilan risiko tinggi serta menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal. Untuk
dapat mempercepat tercapainya penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Perinatal
di setiap rumah sakit baik pemerintahan maupun rumah sakit swasta telah di rencanakan gagasan
untuk meningkatkan pelayananan terhadap ibu dan bayinya melalui Rumah Sakit.
Ketidak patuhan dalam pemeriksaan kehamilan dapat menyebabkan tidak dapat
diketahuinya berbagai komplikasi ibu yang dapat mempengaruhi kehamilan atau komplikasi
hamil sehingga tidak segera dapat diatasi. Deteksi saat pemeriksaan kehamilan sangat membantu
persiapan pengendalian resiko (Manuaba, 1999).
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingginya Angka Kamatian Ibu adalah sikap
dan perilaku ibu itu sendiri selama hamil dan didukung oleh pengetahuan ibu terhadap
kehamilannya. Beberapa faktor yang melatar belakangi resiko kematian ibu tersebut adalah
kurangnya partisipasi masyarakat yang disebabkan tingkat pendidikan ibu rendah, kemampuan
ekonomi keluarga rendah, kedudukan sosial budaya yang tidak mendukung. Jika ditarik lebih
jauh beberapa perilaku tidak mendukung tersebut juga bisa membawa resiko (Elverawati,
www.kti-kebidanan.co.). Diakses tanggal 6 Agustus 2010.
Faktor lain seperti usia ibu ketika hamil dan melahirkan, Ibu yang terlalu muda (kurang
dari 20 tahun) dan terlalu tua (di atas 35 tahun), Frekuensi melahirkan telah empat kali
melahirkan atau lebih dan jarak antar kelahiran atau persalinan kurang dari 24 bulan, termasuk
kelompok yang berisiko tinggi dan menambah peluang kematian ibu semakin besar (Sumarjati,
2005).

Pemeriksaan antenatal care adalah pemeriksaan kehamilan yang di lakukan untuk


memeriksa kehamilan ibu dan janin secara berkala, yang di ikuti dengan upaya koreksi terhadap
penyimpanan yang di temukan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui
masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang
sehat. Pemeriksaan atenatal dilakukan oleh dokter umum, bidan, perawat bidan dan dukun
terlatih (Mochtar, 1998:47)
Pemeriksaan kehamilan tentang Antenatal Care di rumah sakit, Bidan Praktek Swasta,
Pustu, khusus untuk di puskesmas ketapang II cakupan K1 keseluruhan kunjungan pada bulan
mei tahun 2010 jumlah kunjungan 80 orang (25.%) sedangkan untuk cakupan K4 adalah 49
orang(16%) jumlah kunjungan.
Dari uraian di atas peneliti tertarik mengetahui gambaran yang berhubungan dengan
tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care (pemeriksaan kehamilan) pada tahun 2010
sehingga nantinya petugas kesehatan bisa menetapkan suatu strategi pelayanan yang memadai
guna meningkatkan kunjungan secara menyeluruh bagi ibu di puskesmas Ketapang II Sampit.

B.

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah dalam
penelitian ini adalah Bagaimana pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care di Puskesmas
ketapang II Sampit.

C.

Tujuan penelitian

1. Tujuan umum

Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care dengan
kunjungan pemeriksaan kehamilan dipuskesmas ketapang II.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui jumlah ibu hamil yang berkunjung ke puskesmas ketapang II.
b. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil yang berkunjung dipuskesmas ketapang II.

D.

Manfaat penelitian

1.

Peneliti
Bagi peneliti merupakan pengalaman berharga dalam rangka menambah wawasan pengetahuan
serta pengembangan diri, khususnya di bidang penelitian lapangan.

2.

Tempat Penelitian
Hasil penelitian ini di harapkan menjadi salah satu bahan pemasukan bagi pengelola KIA untuk
meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang datang ke Puskesmas ketapang II tentang Antenatal
Care.

3. Pasien
Sebagai masukan dan bahan bagi ibu-ibu guna meningkatkan pengetahuan tentang Antenatal
Care
4. Institusi Pendidikan
Sebagai sumbangan ilmiah dan informasi tambahan bagi peneliti selanjutnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.

Pengetahuan

1. Pengertian
a.

Pengetahuan merupakan kemampuan seseorang untuk mengingat fakta, simbol, prosedur,

b.

Pada umumnya pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh pendidikan yang pernah diterima,
semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin baik pula tingkat pengetahuannya
(Nursalam, 2001 : 163).

c.

Pengetahuan adalah merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan
terhadap suatu obyek tertentu (Notoatmodjo, 1993 : 130).

d. Pengetahuaan juga merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengingat pengertian, tujuan,
manfaat pemeriksaan kehamilan.
Menurut Bloom dan Skinner.
Pengetahuan adalah kemampuan seseorang untuk mengungkapkan kembali apa yang
diketahui dalam bentuk bukti jawaban, baik lisan maupun tulisan. Bukti lisan maupun tulisan
tersebut, merupakan suatu reaksi dari stimulasi yang berupa pertanyaan baik lisan maupun
tulisan. Pertanyaan obyektif khususnya dengan pilihan ganda lebih disukai untuk dijadikan alat
ukur pengetahuan, karena lebih mudah disesuaikan dengan pengetahuan yang akan diukur dan
lebih cepat dinilai.
Pengukuran pengetahuan yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara
langsung (wawancara) atau melalui pertanyaan-pertanyaan tertulis dan angket, yang menanyakan
isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitian. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita
ketahui dan kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkatan-tingkatan pengetahuan.

Kriteria standar absolute menurut Suharsimi Arikunto adalah sebagai berikut:


1)

Kategori baik = 76-100.

2)

Kategori cukup = 56-75.

3)

Kategori kurang = 40-55.

2. Tingkatan Pengetahuan
Perilaku manusia mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dan kompleks, perilaku
dibagi dalam tiga domain (kawasan), yaitu kognitif, efektif, dan psikomotor. Hal ini diperlukan
untuk tujuan pendidikan yaitu mengembangkan atau meningkatkan ketiga domain diukur dari
pengetahuan, sikap, dan praktek/tindakan sehubungan dengan materi yang diberikan.
Terbentuknya suatu perilaku baru dimulai pada domain kognitif, dalam arti tahu terlebih
dahulu stimulus yang berupa materi atau obyek sehingga menimbulkan pengetahuan baru,
selanjutnya menimbulkan respon batin dalam bentuk sikap.
Secara umum tingkat pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif menurut Bloom
(1908) dalam Notoatmodjo memiliki 6 tingkatan yaitu:
1) Tahu (Know)
Diartikan sebagai menginggat sesuatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk
dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recull) terhadap suatu yang spesifik
dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima, Oleh sebab itu, tahu ini
merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang
tahu tentang apa yang dipelajarinya antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan,
menyatakan dan sebagainya.
2) Memahami (Comrehension)

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang
obyek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Orang yang
telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat menjelaskan menyebutkan. Contoh :
menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya terhadap obyek yang dipelajari.

3) Aplikasi
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari
pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau
penggunaan hukum rumus, metode, prinsif dan sebagainya dalam konteks atau langsung.
4) Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam
komponen-komponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada
kaitannya. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dan penggunaan kata-kata kerja, dapat
menggambar (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya.
5) Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan
bagian-bagian keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk
menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. Misalnya dapat menyusun, dapat
merencanakan, dapat meringkas, dapat menyesuaikan, dan sebagainya terhadap suatu teori atau
rumusan-rumusan yang telah ada.

6) Evaluasi
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilain terhadap suatu
materi atau obyek penilaian berdasarkan suatu kriteria yang telah ada. Pengaturan dapat
dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur
dari subyek penelitian, keadaan pengetahuan yang ingin kita ketahui.
Berdasarkan teori diatas, pengetahuan yang dimiliki seseorang akan melalui tahapan
yaitu: tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis, evaluasi.
Cara Memperoleh Pengetahuan
Cara memperoleh kebenaran pengetahuan dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1) Cara Tradisional dan Non-ilmiah
Cara kuno atau tradisional yang dipakai orang untuk memperoleh kebenaran pengetahuan.
Cara penemuan pengetahuan pada periode ini antara lain:
a) Cara coba-salah (Trial and Error)
Memperoleh pengetahuan melalui coba-salah atau lebih dikenal dengan kata trial! and
error. Cara ini telah dipakai sebelum adanya kebudayaan, bahkan sebelum adanya peradaban.
Sekarang metode ini masih sering digunakan, terutama oleh mereka yang belum atau tidak
mengetahui suatu cara tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
b) Cara kekuasaan atau otoritas
Pengetahuan diperoleh berdasarkan pada otoritas atau kekuasaan, baik tradisi, otoritas
pemerintah, otoritas pimpinan agama, maupun ahli ilmu pengetahuan. Prinsip dari metode ini
adalah orang lain menerima pendapat yang dikemukaan oleh orang yang mempunyai otoritas,
tanpa terlebih dahulu menguji atau membuktikan kebenarannya, baik berdasarkan fakta empiris
ataupun berdasarkan penalaran sendiri.

c) Berdasarkan pengalaman pribadi


Pengalaman pribadi dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. Cara ini
dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan
permasalahan yang dihadapi pada masa lalu.
d) Melalui jalan pikiran
Memperoleh kebenaran pengetahuan, manusia telah menggunakan jalan pikirannya dengan
cara melahirkan pemikiran secara tidak langsung melalui peryataan-pernyataan yang
dikemukakan, kemudian dicari hubungannya sehingga dapat dibuat suatu simpulan.

2) Cara modern atau cara ilmiah


Memperoleh pengetahuan yang lebih sistematis, logis, dan ilmiah. Disebut juga dengan
metode penelitian ilmiah, atau lebih popular disebut metodologi penelitian (research
methodology).
3. Kedudukan Pengetahuan Dalam Perilaku
Pengetahuan merupakan faktor yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.
Dengan pengetahuan juga dapat membentuk keyakinan tertentu, sehingga masyarakat
berperilaku sesuai keyakinan tersebut.

B.

Antenatal Care (ANC)

1. Pengertian
1)

Antenatal Care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditentukan pada pertumbuhan
dan perkembangan janin dalam rahim (Manuaba IBG, 2001 : 93).

2)

Antenatal Care adalah perawatan sebelum masa persalinan atau perawatan pada ibu hamil
(Ibrahim Cristian. S, 1993 : 49).

3)

Antenatal Care adalah Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan memeriksakan ibu dan janin
secara berkala yang di ikuti dengan upah koreksi terhadap penyimpanan yang ditemukan
(Mochtar, 1998 : 48).

2. Tujuan Antenatal Care


1) Tujuan umum
Menyiapkan seoptimal mungkin fisik, mental ibu dan janin selama kehamilan, persalinan dan
nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat (Mochtar, 1998 : 47).
2) Tujuan khusus
a)

Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin di jumpai dalam kehamilan,


persalinan dan nifas.

b) Mengenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin di derita sedini mungkin.


c) Menurunkan angka morbilitas dan mortalitas ibu dan anak.
d) Memberikan nasehat tentang cara hidup sehari-hari dengan keluarga berencana, kehamilan
persalinan, nifas dan laktasi (Mochtar 1998 : 48).
3. Manfaat Antenatal Care
1)

Dapat mengikuti dan mengetahui tindakan kesehatan ibu dan janin sehingga kalau ada kelainan
bisa segera di perbaiki.

2)

Memperoleh pelayanan 7T (Timbang, Tensi, Tinggi fundus uteri, Tetanus Toxoid, Tablet Fe, Tes
penyakit menular seksual, Tes wicara dalam rangka mempersiapkan rujukan) dan pelayanan

lainnya. Supaya memperoleh nasehat tentang kesehatan dan keluarga berencana yang meliputi
berbagai hal seperti :
a) Perawatan diri selama hamil
b) Kebutuhan makanan
c) Penjelasan tentang kehamilan
d) Persiapan persalinan
e) Tanda dan bahaya pada kehamilan dan persalinan
f)

Penyuluhan keluarga berencana (Dep-Kes RI. 1997)

3) Jadwal Pemeriksaan Antenatal Care


a) Jadwal melakukan pemeriksaan Antenatal Care sebanyak 12-13 kali selama kehamilan.
-

Pemeriksaan pertama dilaksanakan segera setelah diketahui terlambat haidnya satu bulan, dari
trimester I 0-14 minggu.

Pemeriksaan ulang setiap dua minggu sampai umur kehamilan delapan bulan, dari trimester II
14-28 minggu.

Pemeriksan ulang setiap munggu sesudah umur kehamilan delapan bulan sampai terjadinya
persalinan, dari trimester III 28-36 minggu .

b)

Jadwal pemeriksaan Antenatal Care sebanyak 12-13 kali selama kehamilan.

c)

Kunjungan Antenatal Care sebaiknya dilakukan 4 kali selama kehamilan yaitu trismeter pertama
1 kali, trismeter kedua 1 kali dan trismeter ketiga 2 kali.

d)

Perlu segera memeriksakan kehamilan bila dirasakan ada gangguan atau bila janin tidak bergerak
lebih dari 12 jam (Pusdiknas, 2003 : 45).

4) Tinjauan Tentang Kunjungan Ibu Hamil

Kontak ibu hamil dan petugas yang memberikan memberikan pelayanan untuk mendapatkan
pemeriksaan kehamilan, istilah kunjungan tidak mengandung arti bahwa selalu ibu hamil yang
ke fasilitas tetapi dapat juga sebaliknya yaitu ibu hamil yang di kunjungi oleh petugas kesehatan
(Depkes RI, 1997 : 57).
5) Kebijakan Pelayanan Antenatal Care
a) Kebijakan program
Walaupun pelayanan Antenatal Care selengkapnya mencakup banyak hal yang meliputi
anamnesa, pemeriksaan fisik (umum dan kebidanan), pemeriksaan laboratorium atas indikasi
seta intervensi dasar dan khusus (sesuai resiko yang ada), namun dalam penerapan opersional
dikenakan standar minimal 7T, yang terdiri dari :
-

Timbang BB dan ukuran tinggi badan

Ukuran tekanan darah

Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) lengkap

Pemberian tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan

Ukur tinggi fundus uteri

Tes terhadap penyakit menular seksual

Tes wicara dalam rangka mempersiapkan rujukan.

b) Kebijakan Teknis
Setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat. Itu sebabnya
mengapa ibu hamil memerlukan pemantauan selama kehamilannya.
Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
-

Mengupayakan kehamilan sehat

Melakukan deteksi dini komplikasi, melakukan

penatalaksanaan serta rujukan bila diperlukan.


Persiapan persalinan yang bersih dan aman (Saefudin AB, dkk. 2002:73)
6) Pemeriksaan dalam pelayaanan antenatal care
a) Pemeriksaan fisik
-

Pemeriksaan fisik umum

Tinggi badan

Berat badan, TTV : tekanan darah, nadi, pernafasan, suhu.

b) Kepala dan leher


-

Edema pada wajah

Ikterus pada mata

Mulut pucat

Leher, pembesaran kelenjar tyroid

c) Tangan dan kaki


-

Oedema diujung jari

Kuku jari pucat

Varises vena

Reflek /patella resiko atau tidak

d) Payudara
-

Ukuran simestris

Puting susu menonjol atau masuk

Keluarnya kolustrum atau cairan lain

Massa, ada/ tidak ada

Nodul axilla

e) Abdomen

Luka bekas operasi

Tinggi fundus uteri ( jika > 12 minggu )

Letak presentasi, posisi penurunan kepala ( kalau > 36 minggu)


-

f)

Denyut jantung janin ( DJJ ) jika> 18 minggu

Genitalia luar ( eksternal )


-

Varises

Perdarahan

Luka

Cairan yang keluar

Pengeluaran dari uretra dan skene

Kelenjar bartholin, bengkak (massa ), cairan yang keluar

g) Genetalia dalam ( internal )


-

Serviks meliputi cairan yang keluar, luka (lesi), kelunakan, posisi mobilitas, tertutup atau
terbuka.

Vagina meliputi caiaran yang keluar

Ukuran adneksa, bentuk, posisi, mobilitas, kelunakan massa


(pada trimester pertama) (syarifudin, dkk, 2002 : 73 ).

7) Intervensi dalam pelayanan antenatal care (Mochtar R, 1998 :73)


Intervensi dalam pelayanan antenatal care adalah perlakuan yang diberikan kepada ibu hamil
setelah dibuat diagnosa kehamilan.
Adapun intervensi dalam pelayanan antenatal care adalah :
I.

Intervensi dasar

Pemberian tetanus toxoid

Tujuan pemberian TT adalah untuk melindungi janin dari tetanus neonaturum, pemberian TT
baru menimbulkan efek perlindungan bila diberikan sekurang-kurangnya 2 kali interval minimal
4 minggu , kecuali bila sebelumnya ibu telah mendapatkan TT 2 kali pada kehamilan yang lalu
atau pada masa calon pengantin maka TT cukup diberikan 1 kali ( TT ulang ). Untuk menjaga
efektifitas vaksin perlu diperhatikan cara penyimpanan serta dosis pemberian yang tepat.

1.

Dosis dan pemberian 0,5 cc pada lengan atas

2.

Jadwal pemberian

a)

Bila ibu hamil belum pernah mendapat TT atau meragukan perlu diberikan suntikan TT sedini
mungkin ( sejak kunjungan yang pertama ), sebanyak 2 kali minimal 1 bulan. Pemberian TT
kepada ibu hamil tidak membahayakan walaupun diberikan pada kehamilan muda.

b)

Bila ibu pernah mendapatkan suntikan ulang/booster 1 kali pada kunjungan Antenatal Care yang
pertama
-

1.

Pemberian tablet zat besi ( Fe )

Tujuan pemberian tablet Fe adalah untuk memenuhi kebutuhan Fe pada ibu hamil dan nifas
karena pada masa kehamilan dan nifas kebutuhan meningkat.

2.

Dimulai dengan pemberian 1 tablet sehari dengan segera mungkin setelah rasa mual hilang, tiap
tablet mengandung Fe So4 320 Mg ( zat besi 60 Mg) dan asam folat 500 mg, minimal masingmasing 90 tablet tidak diminum bersama-sama teh/kopi karena akan mengganggu penyerapan.

Pemberian tablet multivitamin yang mengadung mineral


Tujuan pemberian tablet multivitamin yang mengandung
Mineral adalah untuk memenuhi kebutuhan akan berbagai

vitamin dan mineral bagi ibu hamil dan janin/bayi selama hamil dan nifas. Cara pemberian 1
tablet/hari, selama masa kehamilan dan nifas (Mochtar R, 1998:73)
-

Penyuluhan bagi ibu hamil

Penyuluhan bagi ibu hamil sangat diperlukan, untuk memberikan pengetahuan mengenai
kehamilan, pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, perawatan diri selama hamil
serta tanda bahaya yang perlu diwaspadai.
-

Prisip penyuluhan, meliputi:

a)

Memperlakukan ibu hamil dengan sopan dan baik

b)

Memahami, menghargai dan merasa keadaan ibu ( status, pendidikan,sosial ekonomi, emosi )
sebagai mana mestinya.

c)

Memberikan penjelasan bahasa yang sederhana dan sudah dipahami.

d)

Menggunakan alat peraga yang menarik dan mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari.

e)

Menyesuaikan isi penyuluhan dengan keadaan resiko yang dipunyai ibu.


-

Isi penyuluhan meliputi:

(1) Gizi tinggi protein dan tinggi kalori ibu, dianjurkan untuk:
a) tidak membatasi jumlah dan jenis makanan
b) makan makanan yang bergizi, tinggi kalori dan tinggi protein
c) Minum lebih banyak dari biasanya (10 gelas ) (Mochtar R, 1998:73 )
(2) Perawatan payudara
Penyuluhan meliputi :
a)

Manfaat perawatan payudara sejak kehamilan 7 bulan

b)

Cara perawatan payudara

(3) Kebersihan diri

Selama hamil, ibu perlu lebih menjaga kebersihan diri,karena dengan adanya perubahan
hormonal, maka rongga mulut dan jalan lahir peka terhadap infeksi, ibu perlu mandi dan sikat
gigi secara teratur, minimal 2 kali sehari.
(4) Istirahat cukup dan mengurangi kerja fisik berat
(5) Senam hamil
Senam hamil yang baik sangat berguna dalam menghadapi persalinan manfaat senam hamil
adalah:
a) Melatih pernafasan
b) Melatih alat panggul dan vagina agar lentur/tidak kaku
c) Melancarkan peredaran darah yang pada kehamilan relatif lambat.
II.

Intervensi Khusus
Intervel khusus adalah melakukan khusus yang diberikan kepada ibu hamil sesuai dengan faktor
resiko dan kelainan yang di temukan, meliputi;
a) Faktor resiko, meliputi :

Umur
Terlalu muda, yaitu di bawah 20 tahun
Terlalu tua, yaitu di atas 35 tahun

Paritas
Paritas 0 (primi gravidarum, belum pernah melahirkan)
Paritas >3

Interval
Jarak persalinan terakhir dengan awal kehamilan sekurang-kurangnya 2 tahun. Tinggi badan
kurang dari 145 cm. Lingkaran lengan atas kurang dari 23,5 cm

b) Komplikasi kehamilan
-

Komplikasi obstetric langsung

Perdarahan

Pre eklamasi/eklamsia

Kelainan letak lintang, sungsang primigravida

Anak besar, hidramnion, kelainan kembar

Ketuban pecah dini dalam kehamilan.


- Komplikasi obstetri tidak langsung

Penyakit jantung
Hepatitis
TBC (Tuberkolosis)
Anemia
Malaria
Diabetes melitus
- Komplikasi yang berhubungan dengan obstetric, komplikasi akibat kecelakaan (kendaraan,
keracunan, kebakaran) (Mochtar R, 1998 : 75).
8) Perilaku Masyarakat Sehubungan Pelayanan Kesehatan
Masyarakat bila diserang penyakit dan juga merasakan sakit akan timbul berbagai macam
perilaku usaha.
a) Tindak bertindak apa-apa (No-Action). Alasannya antara lain bahwa kondisi yang demikian tidak
mengganggu kegiatan atau kerja mereka sehari-hari. Masyarakat memprioritas tugas-tugas lain
yang di anggap lebih penting dari pada mengobati sakitnya. Hal ini merupakan suatu bukti

bahwa kesehatan belum merupakan prioritas hidup dan kehidupannya. Alasan lain adalah
fasilitas kesehatan yang di butuhkan sangat jauh letaknya para petugas kesehatan tidak simpati,
judes, tidak responsive dan sebagainya. Dan akhirnya alasan takut dokter, takut pergi kerumah
sakit, takut biaya dan lain-lain.
b) Bertindak mengobati sendiri (self treatment)
Masyarakat tersebut sudah percaya pada diri sendiri dan sudah merasa bahwa berdasarkan yang
lalu pengobatan sendiri sudah dapat mendatangkan kesembuhan.
c) Mencari pengobatan ke fasilitas pengobatan tradisional
Untuk masyarakat pedesaan, pengobatan tradisional masih menduduki tempat teratas dibanding
pengobatan lainnya. Dukun (bermacam-macam dukun) yang melakukan pengobatan tradisional
merupakan bagian dari masyarakat, berada di tengah-tengah masyarakat, dekat dengan
masyarakat dan pengobatan yang dihasilkan adalah kebudayaan masyarakat dari pada dokter,
perawat, bidan dan sebagainya yang masih asing bagi mereka seperti juga pengobatan yang
dilakukan, obat-obatan pun merupakan kebudayaan mereka
d)

Mencapai pengobatan dengan membeli obat-obatan di warung obat yang sejenisnnya,

termasuk tukang jamu, obat-obatan yang mereka dapat pada umumnya adalah obat-oabat yang
tidak memakai resef sehingga sukar untuk di kontrol.
e) Mencari pengobatan ke fasilitas pengobatan modern yang diadakan yang diselanggarakan
oleh dokter praktek (Privacy Mediacare). Dari uraian tersebut diatas tampak jelas bahwa prestasi
masyarakat terhadap sehat-sakit adalah berbeda dengan konsep kita tentang sehat-sakit
(Notoatmojdjo 1993 : 83)

C.

Kerangka Teori

Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuk
tindakan seseorang. Pengetahuan diperlukan sebagai dorongan psikis dalam menumbuhkan
kepercayaan diri maupun dorongan sikap dan perilaku setiap hari, sehingga diketahui bahwa
pengetahuan merupakan stimulasi terhadap tindakan seseorang. Pengetahuan bisa diperoleh
secara tradisional dan modern, penetahuan yang diperoleh secara modern lebih sistematis, logis
dan ilmiah yang ditempuh melalui jalur pendidikan.
Tingkat pendidikan seseorang akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial, pola
pikir, dan sikapnya terhadap suatu hal, yang akhirnya akan mempengaruhi perilaku dan
pengetahuannya. Dalam Dictionary Of Education, pendidikan adalah proses seseorang
mengembangkan pengetahuan, kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainnya di lingkungan
masyarakat tempat mereka hidup. Jadi, semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin luas
pengetahuannya dan lebih cenderung memperhatikan masalah kesehatan, baik untuk dirinya
sendiri maupun keluarganya.
Antenatal Care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan memeriksakan ibu dan
janin secara berkala baik di dalam maupun di luar Bidan Praktek Swasta (BPS), polindes
termasuk di Puskesmas ketapang II.
D.

Kerangka Konsep
Kerangka konsep penelitian adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin
diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo, 2002).
Maka dapat disusun kerangka konsep sebagai berikut :
Pengetahuan
Antenatal Care

Gambar 2.1
Pada penelitian yang akan diteliti adalah tingkat pengetahuan ibu hamil tentang antenatal
care, sedangkan pada pelaksanaan antenatal care tidak diteliti.

E. Pertanyaan Penelitian
1. Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care?

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang di
lakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan
secara obyektif (Notoatmodjo, 2002: 138).

B.

Desain Penelitian
Menurut Nursalam (2008), desain penelitian adalah sesuatu yang sangat penting dalam
penelitian, memungkinkan pengontrolan maksimal beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
akurasi hasil. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yaitu penelitian
yang bertujuan menjelaskan, memberi nama, situasi atau fenomena yang terjadi pada masa kini.

Skema. 3. 1
Skematik kerangka operasional gambaran pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care di
Puskesmas Ketapang II Sampit.
Populasi
Ibu hamil yang memeriksakan kehamilan
Di wilayah kerja Puskesmas Ketapang II Sampit

Seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Ketapang II Sampit pada
bulan Juli ditentukan dengan rumus :
N
n =
1 + N (d2)
Kuesioner
Identifikasi variable :
Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care di Puskesmas Ketapang II Sampit
Pengolahan Data :
Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care di Puskesmas Ketapang II Sampit
Bulan Juli
Analisa Data :
Univariat yaitu analisa data yang mendiskripsikan atau menggambarkan data tersebut dalam
bentuk presentase dengan formula.

Kesimpulan
C.

Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah konsep atau teori dapat diukur (Maesurable) atau diamati
(observable). Dalam penelitian ini variabelnya adalah pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal
Care (ANC).

D.

Defini Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil
Tentang Antenatal Care Tahun 2010
Variabel
Pengetahuan
ibu

Definisi Operasional
Kriteria
Pengetahuan ibu hamilBaik : 76-100

Hamil tentang

Tentang

kehamilan.

Antenatal
Care

E.
1.

Populasi dan Sampel


Populasi

pemeriksaanCukup : 56-75
Kurang:40-55

Skala
Ordinal

Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil berjumlah 53 orang di puskesmas
ketapang II pada bulan juli tahun 2010
2.

Sampel
Menurut Arikunto (2002: 109) Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti.
Selanjutnya Notoatmodjo, (2002 : 79) Sampel adalah sebagian yang di ambil dari keseluruhan
obyek yang diteliti dan di anggap mewakili seluruh populasi.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara aksidental (accidental) yaitu di
lakukan dengan mengambil responden yang kebetulan ada atau tersedia. Sampel yang di
gunakan adalah seluruh ibu hamil yang melakukan ANC pada Juli 2010, jumlahnya di tentukan
dengan rumus:
N
n=
1+N(d2)
Di mana:
N: Besar Populasi
n: Besar Sampel
d: Tingkat Kepercayaan/Ketepatan yang di inginkan
53
n=
1+53 (0,05) 2
n = 46,79
n = 47
Jadi sampel yang di gunakan berjumlah 47 orang.

F.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di puskesmas ketapang II Sampit pada bulan Juli 2010.

G.
1.

Tehnik dan Instrument Pengumpulan Data


Pengumpulan Data
Data yang dikumpul dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Kuesioner
berupa angka yang disebarkan pada responden kemudian kuesioner menggunakan metode
kuesioner. Metode kuesioner adalah dimana jawabannya telah tersedia dan tinggal memberi
tanda (X) bila subyek yang diteliti merasa jawaban memudahkan bagi peneliti maupun subyek
yang diteliti (notoatdmojo, 2005 : 124)

2.

Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner yang
dipersiapkan sebelumnya. Berisi tentang data tingkat pengetahuan ibu hamil tentang antenatal
care dengan memberikan pertanyaan secara tertutup (closed ended) dimana responden tinggal
memilih atau menjawab pada jawaban yang sudah disediakan.
Kuesioner adalah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari
responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang dilakukan (Arikunto, 2006 :
151).

H.

Tehnik Analisa Data

1.

Teknik Pengelolaan Data

a.

Data primer
Pengumpulan data dilakukan dengan cara meminta izin terlebih dahulu kepada kepala
puskesmas ketapang II. Peneliti mengumpulkan responden di puskesmas ketapang II kemudian

melakukan pendekatan kepada calon responden dan mengajukan lembar persetujuan kesediaan
menjadi responden, bila calon responden penelitian maka calon responden diminta untuk
menandatangani lembar persetujuan menjadi responden penelitian. Setelah itu memberikan
lembar kuesioner kepada calon responden lalu memberikan pentunjuk cara pengisian kuesioner.
Kuesioner dikumpulkan setelah responden menjawab semua pertanyaan dengan jawaban yang
telah disediakan. Bila ada pertanyaan yang belum diisi maka dikembalikan kepada responden
untuk dilengkapi.
b. Data sekunder
Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari puskesmas ketapang II yaitu data
pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care.
Setelah data terkumpul dilakukan pengelolaan dengan tahap-tahap sebagai berikut :
a) Pemeriksaan data (Editing)
Memeriksa kembali semua data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner ini berarti bahwa
semua kuesioner harus diteliti satu persatu tentang kelengkapan pengisian dan kejelasan
penelitian. Jika terdapat jawaban yang tidak jelas penulisannya atau ada daftar pertanyaan yang
tidak berarti maka pengumpulan data yang bersangkutan diminta untuk menjelaskan atau
melengkapinya.
b) Pemberian kode (Coding)
Memberikan tanda kode pada jawaban depan angka, hal ini dimaksudkan agar lebih
mempermudah dalam melakukan tabulasi dan analisa data yang diberi nilai 1 dan jawaban salah
nilai 0
c) Penyusunan data (Tabulasi)

Yaitu dengan menyusun data dalam bentuk tabel-tabel untuk mengetahui pengetahuan dihitung
menggunakan table ditabulasi frekuensi dalam bentuk prosentase. (Budiarto, 2001 : 29-31)
2.

Tehnik Analisa Data


Data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner dari responden dihitung dengan
menggunakan tabel ditabulasi frekuensi dalam bentuk presentase. Bila jawaban yang benar
diperoleh jawaban dengan skor 1 dan yang salah diberi skor 0.

Rumus yang digunakan adalah :


f
P=

x 100%
n

Keterangan :

P : Presentase
F : Jumlah jawaban yang benar
n : Jumlah semua pertanyaan

Setelah hasil sudah dalam bentuk presentase kemudian di interprestasi dengan


menggunakan kriteria kualitatif, kriteria tersebut adalah
1) Pengetahuan baik
Jika pertanyaan dijawab benar oleh responden 76-100
2) Pengetahuan cukup
Jika pertanyaan dijawab benar oleh responden 56-75

3) Pengetahuan kurang
Jika pertanyaan dijawab benar oleh responden 40-55