Anda di halaman 1dari 18

TINDAKAN HEMODIALISA

RS PERMATA BUNDA
PURWODADI

No. Dokumen
01/001/HD

No. Revisi

Halaman
1/6

Jl. Hayam wuruk no.24 Telp.


(0292)422838

Tanggal terbit

SPO

Ditetapkan,
Direktur ,

10 Maret 2016
Dr.H.Iman Santosa, MKes

Pengertian :
Tujuan
Kebijakan :
Prosedur

Hemodialisa berasal dari kata Hemo artinya darah dan dialisis


artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisa berarti proses
pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan di
luar tubuhmenggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis.
Menolong penderita dengan gangguan fungsi ginjalyang sudah bisa
diobati dengan terapi konservatif, dengan cara menggantikan fungsi
ginjal sementara.
Dilakukan pada setiap pasien gagal ginjal terminal. Dengan
hemodialisa dapat mempertahankan fungsi ginjalnya secara optimal.
1. persiapan sebelum hemodialisa
a. Persiapan pasien
1) Intruksi dokter untuk tindakan hemodialisa
2) Identitas pasien dan surat pertujuan tindakan
hemodialisa.
3) Riwayat yang pernah diderita (penyakit lain dan
alergi)
a) Keadaan umum pasien
b) Keadaan psikososial pasien
c) Keadaan fisik (TTV,BB,warna kulit, mata,
ekstremitas edema +/-)
d) Data laboratorium : HB, Ureum, kreatinin,
HbsAg, HCV,HIV,CT,BT, dan Elektrolit )
e) Pastikan pasien benar-benar telah siap untuk
dilakukan hemodialisa.
b. Persiapan Mesin
1) Listrik
2) Air yang sudah diubah dengan cara: Filtrasi,
Softening, Deonisasi, Reverse osmosi, Sistem
sirkulasi dialisat :sistem proposioning dan asetat/
bikarbonat.
3) Sirkulasi darah : dializer, priming
c. Persiapan alat
1) Dialyzer
2) AV Blood Line
3) AV Fistula
4) NaCl 0.9%

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 1

TINDAKAN HEMODIALISA
RS. PERMATA BUNDA
PURWODADI
Jl. Hayam wuruk no.24
Telp.(0292)422838

No. Dokumen
01/001/HD

No. Revisi

Halaman
2/6

5) Infus set
6) Spuit
7) Heparin
8) Lidocain kassa steril
9) Duk
10) Sarung tangan
11) Desinfektan(alkohol/betadin)
12) Klem
13) Timbangan
14) Temsimeter
15) Termometer
16) Plester
17) Perlak kecil
2. Langkah-langkah
a. Lakukan setting
1) Mesin dihidupkan
2) Lakukan setting dengan cara
a) Keluarkan dialyzer dan Av Blood Line dari
bungkusnya, juga slang infus dan NaCl-nya

b) Hubungkan ujung AV Blood Line pada


dialyzer in let (warna merah, dialyzer out let
warna biru)
c) Hubungkan NaCl melalui infus set bebas dari
udara dengan mengisi terlebih dahulu ke
ujung IVBL
d) Tempatkan ujung IVBLdalam penampang,
hindarkan kontaminasi dengn penampung dan
jangan terendam dengan air yang keluar.
b. Lakukan Priming ( Posisi dialyzer biru/outlet diatas dan
merah / in let dibawah dengan cara :
1) Alirkan NaCl ke dalam sirkulasi dengan kecepatan
100cc/menit pada IVBL di isi NaCl 0.9% 2/3
2) Udara dikeluarkan dari sirkulasi
3) Selah semua terisi bebas dari udara, pompa
dimatikan, klem kedua ujung AVBL
4) Hubungkan ujung Arteri Bllod Line dam Vena Blood
Line dengan memakai konektor dan klem dibuka
kembali
5) Sambungkan cairan dialisat dengan dialyzer dengan
posisi outlet di bawah dan inlet diatas
6) Masukkan heparin 1500 dalam sirkulasi
c. Punksi Akses Vaskuler
1) Tentukan temapat punksi atau tempat shunt
2) Alas dengan perlak kecil dan atur posisi

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 2

TINDAKAN HEMODIALISA
RS. PERMATA BUNDA
PURWODADI
Jl. Hayam wuruk no.24 Telp.
(0292)422838

No. Dokumen
01/001/HD

No. Revisi

Halaman
3/6

3)
4)
5)
6)

Dekatkan alat-alat
Cuci tangan , pakai handscoon
Beritahu pasien bila akan dilakukan punksi
Pasang duk steril, sebelumnya lakukan desinfeksi
daerah yang akan dipunksi dengan betadin dan
alkohol
7) Ambil fistula dan punksi outlet terlebih dahulu bila
perlu dilakukan anestesi lokal
8) Bolus heparin yang sudah diencerkan dengan NaCl
0.9%
9) Pungsi inlet, lakukan fiksasi
10) Ambil darah untuk pemeriksaan laboratorium.
d. Memulai Hemodialisa
1) Setelah selesai punksi, sirkulasi dihentikan, pompa
dimatikan, ujung AV Blood line di klem
2) Lakukan reset data untuk menghapu program yang
telah dibuat, mesin otomatis menunjukan angka nol( 0
) pada UV, UFR, UFG dan time left
3) Tentukan program pasien dengan menghitung BB
datang BB standar+ jumlah makan saat hemodialisa
4) Tekan tombol UFG= target cairan yang akan ditarik
5) Tekan tombol time left = waktu yang akan diprogram
6) Atur concentrate sesuai kebutuhan pasien (jangan
merubah Base Na + karena teknisi sudah mengatur
sesuai dengan angka yang berada di gallon Na=140
mmol)
7) Tekan tombol temperature (suhu mesin =360C-370C)
8) Buatlah profil yang sesuai dengan keadaan pasien
9) Berikan kecepatan aliran darah 100rpm
10) Menyambung selang fistula inlet dengan selang darah
arteri
a) Matikan (klem )selang infus
b) Sambungkan selang arteridengan fistula arteri
(inlet)
c) Masing-masing kedua ujung selang darah
arteri dan fistula di swab dengan kassa
betadine sebagai desinfektan
d) Ujung selang darah venous masukan dalam
gelas ukur
e) Hidupkan pompa darah dan tekan tombol V
atau 100rpm
f) Perhatikan aliran cimino apakah lancar, fixasi
dengan micropore. Jika aliran tidak lancar,
rubahlah posisi jarum fistula

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 3

g) Perhatikan darah, buble traptidak boleh penuh

TINDAKAN HEMODIALISA
RS. PERMATA BUNDA
PURWODADI
Jl. Hayam wuruk no.24 Telp.
(0292)422838

No. Dokumen
01/001/HD

No. Revisi

Halaman
4/6

(kosong) sebaiknya terisi bagian

h) Cairan normal saline yang tersisa ditampung


dalam gelas ukur namanya cairan sisa
priming
i) Setelah darah mengisi semua selang darah
dan dialyzer. Matikan pompa darah
11) Menyambung selang darahvenous dengan fistula
outlet
a) Sambung selang darah venouse ke ujung AV
fistula outlet (kedua ujungnya diberi kassa
betadine sebagai desinfektan) masing masing
sambungan dikencangkan.
b) Klem pada selang arteri dan venous dibuka,
sedangkan klem infus ditutup
c) Pastikan pada selang venous tidak ada udara,
lalu hidupkan pompa darah dari 100rpm
sampai dengan yang diinginkan
d) Dengan tombol UF pada layar monitor
terbaca dialysis
e) Selama proses hemodialisa ada 7lampu hijau
yang menyala (lampu monitor, on, dialysis
start, pompa, heparin, UF dan flow)
f) Rapikan peralatan
3. Penatalaksanaan selama hemodialisa
a. Memprogram dan memonitor mesin hemodialisa
1) Lamanya HD
2) QB ( kecepatan aliran darah ) 150- 250 cc/menit
3) QD ( Kecepatan aliran dialisa ) 500 cc/ menit
4) Temperatur dialisat 37 0 C
5) UFR dan TMP otomatis
6) Heparinisasi
Dosis awal 25- 50 unit/ kg BB
a) Diberikan pada waktu punksi
b) Sirkulasi extracorporeal 1500 unit
c) Dosis maintenance 500-2000 unit/jam diberikan pada
waktu HD berlangsung
d) Cara pemberian dosis maintenance
(a) Kontinyu : diberikan secara terus menerus dengan
bantuan pompa dari awal HD sampai dengan 1
jam sebelum HD berakhir
(b) Intermiten : diberikan 1 jam setelah HD
berlangsung
dan
pemberian
selanjutnya
dimasukkan tiap selang waktu 1 jam untuk 1 jam
terakhir tidak berakhir.

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 4

(c) Minimal heparin : heparin dosis awal kurang

TINDAKAN HEMODIALISA
RS. PERMATA BUNDA
PURWODADI
Jl. Hayam wuruk no.24 Telp.
(0292)422838

No. Dokumen
01/001/HD

No. Revisi

Halaman
5/6

lebih 200 unit, selanjutnya diberikankalau perlu


7) Pemeriksaan (laboratorium, EKG dll)
8) Pemberian obat-obatan , tranfusi dll
9) Monitor tekanan
a) Fistula presure
b) Arterial presure
c) Venouse presure
d) Dialisate presure
e) Detektor ( udara blood leak detektor)
b. Observasi pasien
1) TTV (TD, HR, S, RR, Kesadaran )
2) Fisisk
3) Perdarahan
4) Sarana hubungan sirkulasi
5) Posisi dan aktifitas
6) Keluhan dan komplikasi hemodialisa
c. Mengakhiri Hemodialisa
1) Persiapan alat
a) Kassa steril
b) betadine solution
c) sarung tangan non steril
d) perban gulung
e) tourniquet
f) gunting
g) nebacetin powder antibiotic
h) thermometer
i) micropone
2) Pelaksanaan
a) Perawat mencuci tangan
b) Perawat memakai sarung tangan
c) Mesin menggunakan UFG reachead = UFG sudah
tercapai ( angka UV= angka UF)
d) Jika proses hemodialisa sudah selesai, posisi
mesin akan terbaca reinfusion
e) Sebelum 5 menit selesai, pasien diobservasi
tanda-tanda vital
f) Kecilkan kecepatan aliran darah (pompa darah )
sampai 100rpm lalu matikan
g) Klem pada fistula arteri dan selang darah arteri
h) Cabutlah fistula outlet (venous), tekan bekas
tusukan dengan kassa betadine, tutuplah bekas

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 5

tusukan dengan kassa betadine


i) Bilaslah fistula, selang darah dan dialyzer dengan

TINDAKAN HEMODIALISA
RS. PERMATA BUNDA
PURWODADI

No. Dokumen
01/001/HD

Jl. Hayam wuruk no.24 Telp.


(0292)422838

a)
b)

c)
d)
e)
f)
g)
Unit terkait

1.
2.
3.
4.
5.

No. Revisi

Halaman
6/6

normal sampai bersih dan gunakan kecepatan


darah 100rpm
Cabutlah fistula outlet (venous) tekan bekas
tusukan dengan kassa betadine
Jika tidak ada darah bekas tusukan , maka berlah
nebachetin powder dan tutuplahbekas tusukan
dengan bland aid kalau perlu dengan perban
gulung
Berilah fixsasi dengan micropone pada perban
gulung
Observasi tanda-tanda vital pasien
Kembalikan alat-alat ke tempat semula
Perawat melepas sarung tangan
Perawat mencuci tangan

Tim Medis
Rawat Jalan
Rawat Inap
IGD
Rawat Intensif

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 6

CARA OPERASIONAL MESIN HD


NIPRO SURDIAL 55 PLUS
RS PERMATA BUNDA
PURWODADI
Jl. Hayam wuruk no.24
Telp.(0292)422838

SPO

No. Dokumen
01/002/HD

Tanggal terbit
10 Maret 2016

No. Revisi

Halaman
1/2

Ditetapkan,
Direktur ,
Dr.H.Iman Santosa, MKes

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Hemodialisa berasal dari kata Hemo artinya darah dan dialisis


artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisa berarti proses
pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan
di luar tubuhmenggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis.
Menolong penderita dengan gangguan fungsi ginjalyang sudah bisa
diobati dengan terapi konservatif, dengan cara menggantikan fungsi
ginjal sementara
Dilakukan pada setiap pasien gagal ginjal terminal. Dengan
hemodialisa dapat mempertahankan fungsi ginjalnya secara optimal.
1. Nyalakan power breaker di cover bagian belakang unit
hemodialisa
2. Tekan tombol I/O untuk menyalakan mesin HD
3. Penggunaan solution
a. Menggunakan solution A dan B
- Pasang solution A pada port A dan pasang solution B pada
port B
b. Menggunakan solution A dan B Powder
- Pasang bicarbonate powder pada tempat yang telah
disediakan pada mesin, sambungkan conector A pada cairan
AK1 dan biarkan conector B tetap menempel pada port B
4. Tekan DIA MODE pada layar
5. Tekan CONC SET
6. Masukan Pasword 0000
7. Tekan untuk menentukan solution yang akan digunakan
BC 1 untuk solution A dan B, BC 4 untuk solution A dan B
powder.
8. Tekan PREP dan tunggu BY PASS lepas, setelah BY
PASS lepas atau Conductivity tercapai maka tekan BY
PASS dan sambungkan coupler ke HF. Selama proses
PREPARATION priming bisa dilakukan atau sebelum proses
PREPARATION
9. Atur UF dengan menekan UF GOAL dan akan muncul
display untuk mengatur UF GOAL dan tekan x untuk ke
display awal. Tekan EST UF TIME dan akan muncul display
untuk mengatur EST UF TIME dan tekan X untuk kembali ke
display awal. Dan akan segera otomatis muncul UF RATE
dan EST DIA TIME. Dan pada display juga akan

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 7

CARA OPERASIONAL MESIN HD


NIPRO SURDIAL 55 PLUS
RS PERMATA BUNDA
PURWODADI
Jl. Hayam wuruk no.24
Telp.(0292)422838

No. Dokumen
01/002/HD

No. Revisi

Halaman
2/2

10. menampilkan UF FINISH TIME untuk mereset UF


REMOVED tekan reset

11. Tekan DIALYSATE untuk memulai proses Dialisis, setelah


proses mulai maka akan muncul uf stop

12. Tekan RETRANS setelah proses dialisis selesai dan perawat


bisa mengembalikan darah pasien dari blood tubing set ke
tubuh pasien.
13. Tekan RINSE MODE
14. UNTUK PENGGUNAAN SOLUTION A DAN B
- Rinse mesin hemodialisa dengan baik dan benar untuk
mencegah terjadinya penumpukan kerak/ kristal maupun
lemak di jalur selan proses dialisis . rinse sesuai jadwal
tekan untuk mengubah sistem rinse yang diinginkan
dan tekan RINSE untuk memulai proses rinse. Dan
pastikan tempat untuk citrun/desinfectan tersi dengan citrun
/cairan desinfectan, pastikan conector terhubung dengan
tempat citrun /desinfectan.
15. UNTUK PENGGUNAAN SOLUTION A DAN B POWDER
- Setelah masuk ke dalam RINSE MODE beberapa saat
kemudian akan muncul display seperti disamping dan tunggu
proses depressurizing selesai
16. Setelah proses depressurizing selesai akan muncul display
seperti disamping
17. Setelah proses depressurizing selesai buka penutup bicarbonate
powder bagian atas
18. Setelah membuka penutup bicarbonate bagian atas maka tekan
DRAIN dan akan muncul display seperti disamping dan
tekan YES
19. Setelah menekan YES maka akan muncul display seperti
disamping
20. Display pada saat proses draining bicarbonate powder.
21. Setelah proses draining bicarbonate powder selesai maka akan
muncul display seperti disamping. Lepas bicarbonate powder
dan tekan xdan penutup atas dan bawah dari bicarbonate
powder di kembalikan ke posisi awal, lepas konector A dan
masukan ke port A
22. Rinse mesin hemodialisa dengan baik dan benar untuk
mencegah terjadinya penumpukan kerak/kristal dari sisa
dialisis. Rinse sesuai jadwal. Tekan untuk mengubah sistem
rinse yang diinginkan dan tekan RINSE untuk memulai
proses rinse. Dan pastikan tempat untuk citrun / desinfectan
terisi dengan citrun / cairan desinfectan . pastikan conector
terhubung dengan tempat citrun / desinfectan.

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 8

UNIT TERKAIT

6.

Tim Medis

Pemeliharaan Mesin Hemodialisa


No. Dokumen
01/003/HD

RS PERMATA
BUNDA
PURWODADI

No. Revisi

Halaman
1/1

Jl. Hayam wuruk no.24


Telp.(0292)422838

SPO

Ditetapkan,
Direktur ,

Tanggal terbit
10 Maret 2016

Dr.H.Iman Santosa, MKes


PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pemeliharaan (maintenance) adalah menjaga fasilitas dan


peralatanserta mengadakan perbaikan/ penyesuaian yang
diperlukan agar tercapai suatu keadaan yang memuaskan dan
sesuai yang direncanakan.
Untuk mendapatkan kinerja di Instalasi Hemodialisa yang maksimal/
tidak sering mengalami trouble

Dilakukan system rinse dengan baik dan benar sesuai prosedur


tetap rinse di instalasi hemodialisa.
System Rinse Rs Permata Bunda
No
1
2
3
4
5
6

UNIT TERKAIT

2.
3.
4.
5.

Hari

Tindakan I
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1

Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
sabtu

Prosedur Tetap Rinse


Tindakan II Tindakan III
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 2
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 2

1. Tim Medis
Rawat Jalan
Rawat inap

IGD
Rawat Intensif

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 9

Lampiran Pemeliharaan Mesin HD RS. Permata Bunda Purwodadi.


No
1

Proses Rinse
Water Rinse

Desinfectan Rinse

Citrid Acid Rinse

Hot Citric Acid Rinse

T.Dis Rinse

Hot Rinse

Keterangan
Dilakukan setiap hari sebelum proses treatment
pertama menggunakan air RO yang berfungsi untuk
membersihkan endapan / kotoran pada jalur selang
di unit hemodialisa
Dilakukan setiap hari setelah melakukan proses
treatment menggunakan sodium hypocloride 5,25%
yang
berfungsi
untuk
membunuh
lemak/bakteri/kuman dari sisa-sisa proses treatment
yang terdapat pada jalur selang di instalasi
hemodialisa
Dilakukan minimal 2 kali dalam satu minggu
menggunakan citric acid 50% yang berfungsi untuk
membersihkan residua tau kristalisasi dari sisa-sisa
cairan dialysate saat proses treatment yang terdapat
pada jalur selang di instalasi hemodialisa.
Proses rinse menggunakan cairan citric acid tetapi
cairan tersebut dipanaskan oleh system heater pada
instalasi hemodialisa.
Proses rince / desinfectan menggunakan cairan
sodium hypocloride 5,25 % tetapi cairan sodium
hypocloride tersebut di panaskan oleh system heater
pada instalasi hemodialisa
Proses rinse menggunakan air RO tetapi air tersebut
dipanaskan oleh system heater pada instalasi
hemodialisa

System Rinse RS Permata Bunda


No

Hari

1
2
3
4
5
6

Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
sabtu

No
1
2
3
4

System Rinse
Auto 1
Auto 2
Auto 3
Auto 4

Tindakan I
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1

Prosedur Tetap Rinse


Tindakan II
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1
Auto 1

Tindakan III
Auto 1
Auto 1
Auto 2
Auto 1
Auto 1
Auto 2

Keterangan
Water 10 + Desinfectan 20 + Water 20
Water 10 + Citrid acid 20 + Water 20
Water 10 + Hot Citrid Acid + Water 20
Water 10 + Hot Chemical + Water 20
SPO PELAYANAN HEMODIALISA 10

Auto 5

Hot Rinse

Punksi Pada Akses Vaskuler Shunt


RS PERMATA
BUNDA
PURWODADI

No. dokumen
01/004/HD

No. Revisi

Halaman
1/1

Jl. Hayam wuruk no.24


Telp.(0292)422838

SPO

Ditetapkan,
Direktur ,

Tanggal terbit
10 Maret 2016

Dr.H.Iman Santosa, MKes


PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

AV Shunt adalah suatu hubungan antara arteri dan vena yang dibuat
oleh seorang ahli bedah vaskuler.
Mendapatkan aliran darah yang optimal agar proses hemodialisis
bisa berjalan dengan baik
Bagi penderita gagal ginjal yang diwajibkan hemodialisa .AV Shunt
harus ditempatkan setidaknya 6 bulan sebelum memulai dialisis.

1. Memberitahukan pada pasien prosedur punksi yang


akan dilakukan
2. Tentukan daerah/tempat punksi, atur posisi
3. Kumpulkan peralatan kemudian pakai sarung tangan
4. Desinfektan daerah yang akan dipunksi dengan
betadine & alkohol lalu tutup dengan duk steril
5. Lakukan punksi outlet (vena ), mengarah kejantung
kalau perlu anestesi lokal
6. Ambil spesimen bila diperlukan
7. Bolus heparin injeksi yang sudah diencerkan dengan
NaCl 3-5 cc (dosis awal)
8. Fiksasi jarum punksi outlet lalu tutup dengan kasa
9. Lakukan punksi inflet(Shunt)mengarah ke Shunt
10. Fiksasi jarum punksi inlet lalu tutp dengan kasa
Rawat Jalan, Rawat inap, IGD, ICU

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 11

Penatalaksanaan Akses Double Lumen


RS PERMATA
BUNDA
PURWODADI

No. dokumen
01/005/HD

No. Revisi

Halaman
1/1

Jl. Hayam wuruk no.24


Telp.(0292)422838

SPO

Ditetapkan,
Direktur ,

Tanggal terbit
10 Maret 2016

Dr.H.Iman Santosa, MKes.


PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Suatu saluran yang dimasukkan ke dalam suatu vena sentral di


daerah leher, dada atau lipat paha
Mendapatkan aliran darah yang optimal agar proses hemodialisa bisa
berjalan dengan baik.
Akses ini hanya digunakan jangka pendek sekitar 2-3 bulan sebelum
seorang spesialis bedah vaskuler membuat AV Fistula sebagai akses
jangka lama.

1. Memberikan pada pasien prosedur yang akan dilakukan


2. Kumpulkan peralatan kemudian pakai sarung tangan
3. Alasi duk steril pada bagian bawah kateter double
lumen
4. Spul kateter dengan cairan NaCl yang terisi di spuit
untuk menandakan aliran di kateter berjalan lancar
5. Bila perlu bolus heparin injeksi yang sudah diencerkan
dengan NaCl 3-5cc
6. Berikan gentamisin yang dioplos dengan heparin 1 cc
pada post dialisis
7. Bersihkan sisa-sisa darah yang masih tersisa di ujung
kateter double lumen dengan alkohol pad
8. Bungkus kateter double lumen dengan kassa gulung
Rawat Jalan, Rawat inap, IGD, ICU

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 12

Punksi Pada Akses Femuralis


RS PERMATA
BUNDA
PURWODADI

No. dokumen
01/006/HD

No. Revisi

Halaman
1/1

Jl. Hayam wuruk no.24


Telp.(0292)422838

SPO

Ditetapkan,
Direktur ,

Tanggal terbit
10 Maret 2016

Dr.H.Iman Santosa, MKes


PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Akses Femuralis adalah tusukan yang ditujukan untuk vena


femuralis.
Mendapatkan aliran darah yang optimal agar proses hemodialisis
bisa berjalan dengan baik
Bagi penderita gagal ginjal yang diwajibkan hemodialisa .

1. Memberitahukan pada pasien prosedur punksi yang


akan dilakukan
2. Tentukan daerah/tempat punksi, atur posisi
3. Kumpulkan peralatan kemudian pakai sarung tangan
4. Desinfektan daerah yang akan dipunksi dengan
betadine & alkohol lalu tutup dengan duk steril
5. Lakukan punksi outlet vena femuralis. Ambil spesimen
bila diperlukan
6. Fiksasi jarum punksi outlet lalu tutup dengan kasa
7. Lakukan punksi inflet(Shunt)mengarah ke Shunt
8. Fiksasi jarum punksi inlet lalu tutp dengan kasa
Rawat Jalan, Rawat inap, IGD, ICU

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 13

PENGGUNAAN HEPARIN
RS PERMATA
BUNDA
PURWODADI

No. dokumen
01/007/HD

No. Revisi

Halaman
1/1

Jl. Hayam wuruk no.24


Telp.(0292)422838

SPO

Ditetapkan,
Direktur ,

Tanggal terbit
10 Maret 2016

Dr.H.Iman Santosa, MKes


PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Heparinisasi adalah mengedarkan atau memberikan antikoagulan


dalam hal ini heparin ke dalam sirkulasi sistemik maupun sirkulasi
ekstra corporeal.
Meminimalkan cloting atau pembekuan darah selama pra dialisis.
Penggunaan heparin sesuai advis dokter
1. Teknik Heparin Rutin
a. Diberikan dosis awal secara bolus 2000 unit
b. Tunggu 3-5 menit untuk memberikan kesempatan
heparin menyebar kemudial dialisis dimulai.
Dilanjutkan dengan infus heparin dengan kecepatan
1000 unit/jam kontinyu
c. Dilakukan penilaian koagulasi
2. Teknil Heparin Minimal
a. Bolus heparin 500 unit dalam 30 menit
b. Monitor ACT tiap 30 menit
c. Pemberian heparin dilakukan sampai akhir dialisis
3. Teknik Heparin Bebas
a. Bilas sirkuit dializer dengan nacl 0,9% yang telah
dicampur heparin 3000-5000 unit
b. Bilas dan keluarkan cairan tersebut (jangan dimasukkan
ke dalam pasien)
c. Gunakan secepat mungkin aliran darah (250ml/menit)
d. Bilas sirkuit dialisis tiap 15-30 menit dengan cairan
NaCl 0,9% sebanyak 25-200ml untuk mencegah
pembekuan di jalur arteri
e. Naikkan laju ultrafiltrasi untuk mengeluarkan NaCl
ekstra
f. Perhatikan dializer dan awasi tekanan vena dengan hatihati untuk mendeteksi tanda-tanda awal pembekuan
darah.
g. Hindari pemberian transfusi darah.
Rawat Jalan, Rawat inap, IGD, ICU

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 14

Manual Reuse dengan Renalin


RS PERMATA
BUNDA
PURWODADI

No. dokumen
01/008/HD

No. Revisi

Halaman
1/2

Jl. Hayam wuruk no.24


Telp.(0292)422838

Tanggal terbit

SPO

Ditetapkan,
Direktur ,

10 Maret 2016
Dr.H.Iman Santosa, MKes

PENGERTIAN

Reuse adalah pemakaian kembali dialyzer yang masih bisa


digunakan dengan cara pembilasan menggunakan air RO dan diisi
cairan Renalin.

TUJUAN

1. Mencegah terjadinya DDS (Dialisis Disequilibrium Syndrome)

KEBIJAKAN

Totoal volume air yang tertampung minimum = 80 % priming


volume dialyzer baru, maka dialyzer tsb masih layak untuk dipakai.

PROSEDUR

1. Persiapan alat
a. APD ( masker, handscoon, celemek, kacamata)
b. Air RO
c. Renalin
d. Stiker dan alat tulis
2. Langkah-langkah
a. Pre Cleaning
Pembilasan pada kompartemen darah dari arah arteri

ke vena(atas ke bawah)
Kemudian lakukan pembilasan pad kompartemen
dialysate dari bawah ke atas berlawanan arah dengan
kompartemen darah.
Lakukan berulang-ulang secara bergantian. Uamtuk
yang terakhir bersihkan dengan air RO.
Kompartemen darah dari vena ke arteri

b. Cleaning / Pembersihan
Alirkan renalin yang sudah diencerkan dengan

konsentrasi 3,5% untuk membilas kompartemen


dialysate dari bawah ke atas kemudian alirkan
kembali renalin untuk membilas kompartemen
dialysate dari atas ke bawah
Alirkan renalin 3,5% untuk membilas kompartemen
darah dari arteri ke vena dan sebaliknya (vena ke
arteri). Alirkan terus renalin atau diamkan selama
10 menit.

c. Sterilisasi
SPO PELAYANAN HEMODIALISA 15

Setelah pembersiha telah selesai, lakukan pengisian

Manual Reuse dengan Renalin


RS PERMATA
BUNDA
PURWODADI

No. dokumen
01/008/HD

No. Revisi

Halaman
2/2

Jl. Hayam wuruk no.24


Telp.(0292)422838

renalin 3,5% secara merata pada kompartemen darah


dan dialysate.
Periksa kedua kompartemen apakan sudah terisi
penuh dan tidak boleh ada gelembung udara sesuai
dengan standar AAMI,bahwa pengisian sterilant
atau desinfectant(renalin)haruslah 3x volume
dialyzer.

d. Dokumentasi dan penyimpanan


Cantumkan label stiker

pada masing-masing
dialyzer dan tulis nama pasien dan berapa kali reuse
Catat di dalam buku reuse dalam bentuk tabel
Simpanlah dialyzer di tempat/ lemari yang tertutup
dan terlindung dari sinar matahari
Dializer diletakkan dengan kompartemen dialysate
menghadap keatas
Setelah selesai melakukan reuse, petugas dialysis harus mencuci
tangan dengan sabun desinfectan.
UNIT TERKAIT

Rawat Jalan, Rawat inap, IGD, ICU

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 16

Pengaturan SLEDD
(SUSTAINED, LOW EFFICIENCY DAILY DIALYSIS)
RS PERMATA
BUNDA
PURWODADI

No. dokumen
01/009/HD

No. Revisi

Halaman
1/1

Jl. Hayam wuruk no.24


Telp.(0292)422838

SPO

Ditetapkan,
Direktur ,

Tanggal terbit
10 Maret 2016

Dr.H.Iman Santosa, MKes


PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

SLEDD adalah salah satu modalitas dialisis yang sering


digunakanpada ICU pada pasien dengan gagal ginjal baik kronik
maupun akut.
Meminimalkan proses difusi, osmosis dan ultrafilttasi agar
cardiovaskuler dan hemodinamik tetap stabil
Pengaturan SLEDD dilakukan pada pasien dengan penurunan
kesadaran atau Gagal ginjal kronis yang tidak memungkinkan untuk
dilakukan dialisis normal.

1. Quick of Dialysat (QD) 300 ml/menit


2. Quick of Blood (QB) dibawah 150 ml/menit
3. UF Rate minimal, UF rate maksimal 500ml/jam
bertujuan agar proses ultrafiltrasi berjalan dengan
lambat.
4. Time dialysis antara 6-12 jam atau bahkan lebih agar
proses difusi, osmosis dan UF berjalan dengan lambat
5. Dosis pemberian heparin disesuaikan dengan kondisi
pasien.
6. Monitor ketat tanda-tanda vital pasien dan komplikasi
intradialisis
7. Hati-hati dengan cloting pada sirkuit ekstrakorporeal.
Rawat Jalan, Rawat inap, IGD, ICU

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 17

SPO PELAYANAN HEMODIALISA 18