Anda di halaman 1dari 53

Internal Auditor

Training
Gresik, 23-25 Juli 2009

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta


diharapkan mampu menjadi Auditor
Internal dengan baik sesuai standar ISO
19011

Tujuan Khusus

Memahami Quality Management System ISO 9001:2000


Memahami Environment Management System ISO
14001:2004
Memahami Food Safety Management System ISO 22000:2005
Memahami peraturan dan perundangan yang berlaku untuk 3
standard diatas
Mampu membuat audit plan
Mampu menyusun audit criteria
Mampu membuat Checklist audit
Mampu menggali informasi dengan pertanyaan dgn metode
close loop audit
Mampu membuat laporan audit
Mampu melakukan verifikasi

Manufacturing Process Model


Input

Output

Process

Air Emission

Raw Material

All Process /
Activity

Energi

Product

Water and Chemical

Noise

Solid Waste

Hazardous

Non
Hazardous

Liquid waste

Hazardous

Non
Hazardous

Istilah dan Definisi

Audit
Proses yang sistematis, independen dan
terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan
mengevaluasinya secara objective untuk menentukan
sampai sejauh mana kriteria audit dipenuhi.

Kriteria Audit
Seperangkat kebijakan, prosedur, atau persyaratan

Bukti Audit
Informasi kualitatif atau kuantitatif, mengenai fakta
atau informasi lain yang terkait dengan kriteria
audit dan dapat diverifikasi biasa juga disebut
dengan bukti objective.

Temuan Audit
Hasil Evaluasi dari bukti audit yang dikumpulkan
terhadap kriteria audit
6

Tujuan Audit
Prinsip kegiatan Audit :
1.
2.
3.

.
.

Evaluasi Sistem Manajemen yang dibangun vs Standard ISO.


Evaluasi Sistem Manajemen yang dibangun vs Implementasi
Untuk mengetahui efektifitas sistem
Audit dilakukan berdasarkan fakta, tidak ditujuakan untuk
mencari kesalahan atau kambing hitam
Mendeteksi penyimpangan dari standard yang ditetapkan
Audit tidak boleh mengubah pelaksanaan dari sesuatu yang
diukur
Audit harus dilakukan oleh personil yag tidak
bertanggungjawab atas fungsi yang diaudit
Tingkat keyakinan sampling vs pemeriksaan 100%
8

Jenis Audit
Berdasarkan Object

1.

Audit Sistem
Audit Produk
Audit Lingkungan
Dsb

Berdasarkan pelaku

2.

Audit Internal First Party Audit


Audit Eksternal Second Party Audit, Third Party Audit

Berdasarkan tujuan

3.

Audit Diagnostic Gap assessment


Audit Kecukupan Adequacy Audit
Audit Kesesuaian Compliance Audit

Jenis Audit
berdasarkan pelaku

Audit oleh pihak pertama (First Party) atau


Internal Audit
Audit yang dilaksanakan oleh atau atas nama organisasi
sendiri

Audit oleh pihak kedua (Second Party) atau


Eksternal Audit
Audit yang dilaksanakan oleh ekstenal Garudafood yang
memiliki tujuan atau kepentingan dengan Garudafood,
misalnya audit yang dilakukan oleh Pelanggan

Audit oleh pihak ke tiga (Third Party)


Audit yang dilaksanakan oleh pihak eksternal
independen misalnya audit sertifikasi

10

Jenis Audit
berdasarkan tujuan
1.

2.

Desk Audit
Audit yang dilakukan dengan cara memeriksa
document danmembandingkan sistem
terdokumentasi vs standard, contoh Audit
Stage 1 ISO 9001 oleh Third Party.
On Site
Audit yang dilakukan dengan cara melihat
secara langsung aplikasi sistem di lapangan
dan membandingkan sistem vs implementasi

11

SYARAT AUDIT
1. Pelaksanaan audit harus bersifat netral dan tidak
memihak
2. Audit harus dilaksanakan dengan sopan dan bijaksana
3. Audit harus tegas dan tidak ragu-ragu
4. Pelaksana audit harus terbuka dan mau menerima saran
5. Pelaksana audit bertanggung jawab untuk menyimpan
rahasia

12

Manajemen
Program Audit

13

Struktur Organisasi Internal Audit

14

Job Desc Koordinator Auditor

Perencanaan
Mempersiapkan program audit
Mempersiapkan jadwal audit
Memberitahukan dan mengkonfirmasikan jadwal tersebut pada
auditee
Memastikan bahwa persiapan yang cukup telah dilakukan
sebelum kegiatan audit dimulai

Pengorganisasian
Menentukan lamanya kegiatan audit dan jumlah anggota team
sesuai dengan jadwal

Pengendalian
Mengadakan rapat pembuka dan penutup
Memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan audit
Menarik kesipulan yang tepat dari kegiatan audit

15

Jobd Desc Lead Auditor dan Auditor

Menentukan aspek yang diverifikasi pada bagian yang


diaudit
Mempersiapkan checklist audit
Memeriksa kesesuaikan dokumentasi dengan persyaratan
Memeriksa pelaksanaan dengan dokumentasi
Mengumpulkan dan mendokumentasikan bukti-bukti
objektif
Mencatat dengan tepat dan melaporkan dengan jelas
temuan-temuan audit
Memberitahukan Koordinator Audit ttg hal-hal yang dapat
menghalangi keberhasilan kegiatan audit
Memverifikasi kegiatan koreksi

16

Sasaran Program Audit


Sasaran program audit mempertimbangkan beberapa hal a.l:
Prioritas Manajemen
Persyaratan sistem manajemen
Persyaratan perundangan dan kontrak
Keperluan evaluasi pemasok
Tingkat resiko organisasi
Contoh sasaran program audit :
Untuk mencari peluang peningkatan dari sistem manajemen

17

Kualifikasi auditor
1.

Skill
Pembuatan Rencana Audit, Penerapan Rencana Audit,
Penggunaan Checklist, Penerapan 4 Teknik Audit (Audit
Diamond), Pembuatan Laporan Audit

2.

Knowledge
Prinsip dan Konsep Audit, Sistem Audit, Persyaratan dan Standar
Sistem, Regulasi Pangan, RM/PM/FA, Proses Produksi, dan Produk

3. Attitude
Learning and Enthusiasm, Information Seeking, Impact and
Influence, Make Sound Decision, Flexibility
.
Jujur dan Terbuka, Tangguh / Teguh, Konsisten dan
Berpendirian, Cerdas / Cepat Mengerti, Luwes / Mudah Beradaptasi
.

18

Kepribadian Auditor

Sistematis
Flexible
Jeli
Tidak cepat puas
Objective
Tidak berbelit-belit
Ramah
Percaya diri
Adil :
Menghindari praktek mencari kesalahan
Memasukkan/mencatat praktek yang baik
Mempercayai penjelasan yang diberikan auditee meskipun ada
sedikit keraguan, jika memungkinkan

19

Bagaimana Auditor memposisikan diri ?


Polisi

Penilai

Kaku

Menghargai masalah

Orientasi PIC

Orientasi Sistem

Mengadili (NC = hukuman)

NC = kesempatan untuk
perbaikan

Orang tua cerewet

Pendengar yang baik

Merasa benar sendiri

Ahli dalam bidangnya


Mencari gambaran yang tepat
mengenai perusahaan

20

Tahapan Audit

21

Perencanaan Audit

Kegiatan audit harus dijadwal berdasarkan status dan pentingnya


kegiatan yang diaudit

Semua persyaratan dalam standar tersebut harus diverifikasi


disemua bagian setidak-tidaknya satu kali setiap satu sampai tiga
tahun

Status kegiatan

Jangka waktu implementasi


Hasil audit lalu
.

Jika hasil audit menunjukkan hasil dibawah rata-rata, frekwensi audit harus ditambah

Pentingnya suatu kegiatan

Pihak-pihak terjait : pelanggan, manajemen, masyarakat


Pengaruh kegiatan thd dampak lingkungan secara keseluruhan

Contoh : masalah kebisingan, limbah cair yang memiliki dampak pada masyarakat
sekitar atau masalah hygiene thd kualitas produk dan pada akhirnya berpengaruh
pada kesehatan consumer.
Note : Tiap dept dapat dilakukan audit dgn jangka waktu yang berbeda
.

22

SASARAN AUDIT DI LAPANGAN

Apakah sistem manajemen ang telah


ditetapkan sesuai dengan persyaratan (ISO
9001, ISO 14001, ISO 22000 atau standard
yang lain)
Apakah implementasi sistem manajemen
yang telah ditetapkan telah sesuai

24

Persiapan audit

Pengumpulan informasi/dokumentasi

Prosedur
Hasil audit sebelumnya
Jadwal audit
Informasi lain yang diperlukan untuk:
. Menentukan sampel audit
. Memeriksa perencanaan
. Memverifikasi ketidaksesuaian

Persiapan checklist audit

25

Checklist audit
Definisi checklist
Siapa yang harus menyiapkan cheklist
Tujuan checklist

Membantu auditor mengingat apa yang harus


diperiksa
Membantu pengaturan waktu
Membantu dalam memastikan cakupan ruang
lingkup

26

Penyusunan Checklist audit

Pemahaman proses-idenifikasi dan pelajari prosedur yang terkait


Apa input (bahan maupun dokumen)
Apa output (produk/jasa maupun record)
.
.
.
.

Apa yang menjadi aspek lingkungan penting (SML)


Apakah aspek lingkungan penting telah dikendalikan (SML)
Apa yang menjadi CCP (FSMS)
Bagaimana mengendalikan CCP (FSMS)

Identifikasi persyaratan standar ISO (9001. 14001, 22000)


Apa yang menjadi dokumen wajib untuk setiap standard

Bukti objective : Apa yang dapat menjadi bukti objective dan bagaimana
memeriksa?
Konfirmasi checklist dengan hasil audit terdahulu dan lakukan modifikasi (jika
perlu)

Hal-hal yang perlu ditindaklanjuti dari audit sebelumnya/berikutnya


Pertanyaan tambahan untuk hal-hal dimana departemen mempunyai masalah
Kurangi pertanyaan untuk hal-hal permanen apabila telah ditanya pada
sebelumnya :
.

audit

Contoh : apakah dokumen pengendalian limbah B3 dikendalikan

Note : tidak seluruh langkah dalam prosedur perlu diperiksa tetapi perhatikan pada aktifitas kritis
27

Prosedur Pengendalian
dokumen

Terima usulan dokumen baru/perubahan dokumen


Minta persetujuan pejabat yang telah diatur dalam prosedur
Menyiapkan dokumen dan memberi stempel, apabila dokumen
yang disiapkan merupakan revisi dokumen sebelumnya,
perubahan/penambahan baru digaris bawahi (hapuskan garis
bawah yang menandai perubahan sebelumnya jika ada) atau
catat di daftar perubahan dihalaman depan dokumen
Memperbaharui masterlist dikumen
Mendistribusikan dokumen dan menarik dokumen lama
Menyimpan master copy dari semua dikumen, termasuk
dokumen kadaluwarsa dan diberi stempel dokumen
kedaluwarsa

28

Kriteria checklist audit

Terima usulan dokumen baru/perubahan dokumen


Minta persetujuan pejabat yang telah diatur dalam prosedur
Menyiapkan dokumen dan memberi stempel, apabila dokumen
yang disiapkan merupakan revisi dokumen sebelumnya,
perubahan/penambahan baru digaris bawahi (hapuskan garis
bawah yang menandai perubahan sebelumnya jika ada) atau
catat di daftar perubahan dihalaman depan dokumen
Memperbaharui masterlist dikumen
Mendistribusikan dokumen dan menarik dokumen lama
Menyimpan master copy dari semua dikumen, termasuk
dokumen kadaluwarsa dan diberi stempel dokumen
kedaluwarsa

29

Pelaksanaan Audit
Rapat Pembuka
Tujuan dari rapat pembuka adalah untuk menetapkan
bahwa tidak ada perubahan yang dilakukan sejak
persetujuan tanggal dan jangkauan audit
Siapa yang harus menghadiri rapat pembuka dan apa
peranannya:

Manajemen :
. Memberikan ijin kepada auditor

MR dan Koordinator Audit :


. Menjelaskan bahwa audit nanti bukan mencari kambing hitam dan
laporan audit nantinya bukan menunjuk karyawan tertentu, melainkan
melaporkan kelemahan proses yang ada, selain itu memberikan
konfirmasi terakhir mengenai jadwal audit

Auditee
Auditor

30

Pelaksanaan Audit

Tujuan utama dari auditor adalah untuk memeriksa kenyataan


implementasi sistem melalui :
Observasi praktek operasi
Interview personel yang bertanggungjawab melakukan operasi tersebut
Memeriksa bukti dokumentasi seperti prosedur, perencanaan,
spesifikasi dan catatan

Auditor harus mencari kesesuaian bukannya ketidaksesuaian.


Dalam mencari kesesuaian jika auditor menemukan ketidaksesuaian hal yang
dilakukan auditor adalah menentukan apakah ketidaksesuaian itu merupakan suatu
kesalahan kecil atau merupakan gejala dari ketidakefektifan sistem yang
dilaksanakan.
Note :
Dalam melaksanakan audit seorang auditor tidak boleh langsung menanyakan apakah ada SOP atau WI yang
mengatur tetapi sebaiknya pertanyaan tersebut digantikan dengan apakah terdapat mekanisme
terdokumentasi yang mengatur ?

31

Plant Tour / On site

Memberikan gambaran umum kepada auditor

Perhatikan :

ketidaksesuaian yang terlihat langsung


Perilaku karyawan
Dokumen tidak terkendali
Pengaturan area kerja
Labelling
Penyimpanan material
Prinsip-prinsip 5 R

Hanya dilaksanakan jika kondisi memungkinkan


32

Wawancara

Auditor harus menentukan apa yang ingin diketahui


sebelum melakukan wawancara
Daftar orang-orang yang perlu diwawancarai:
Penanggungjawab
Pelaksana

Hal-hal yang perlu diperhatikan:


Lingkungan ; apakah memungkinkan audit lapangan sambil
melakukan wawancara
Cara auditor dalam bertanya:
. Kompetensi apakah yang anda miliki dalam bekerja?
. Sebaiknya diganti dengan : Syarat-syarat apa yang diperlukan bagi
seseorang dalam melakukan pekerjaan ini?
. Pelatihan apa yag anda miliki?
. Sebaiknya diganti dengan: Bagaimana anda belajar melakukan
pekerjaan ini?
33

Prosedur
Wawancara
Perhatikan alur
wawancara jangan terlalu
kaku dalam mengikuti
checklist, perhatikan
jawaban
Catat sample untuk bukti
objective sesuai atau tidak
Tentukan ruang lingkup
masalah mayor/minor &
keterkaitannya
Minta saran auditee jika
perlu
Pertimbangkan dampak
thd kualitas
Tuntaskan penyelidikan
sebelum melangkah ke
hal baru

34

Wawancara
Pikir
Bagaimana membuktikan apa yang diajukan
Lakukan audit dengan cara yang mengalir mengikuti
penjelasan atau SOP atau WI yang dijelaskan auditee
Dengar
Kita dapat belajar lebih banyak dari mendengarkan
daripada berbicara
Kendalikan arah pembicaraan
Catat hal-hal yang perlu ditindaklanjuti kemudian
Lihat
Jeli dalam mempelajari record
Perhatikan lingkungan kerja, dokumen dan cara bekerja
35

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan


dalam wawancara

Nilai-nilai auditee
Jangan tempatkan auditee dalam posisi yang sulit
Selalu baca tanda-tanda yang diberikan auditee
Setelah melakukan wawancara berikan feedback kepada
auditee

Penting untuk diperhatikan :


Menunjukkan sikap kepada auditee seolah tidak dipercaya
Bertanya terlalu banyak
Mencari ketidaksesuaian yang sama berulang kali
Mengambil sample terlalu sedikit sehingga tidak mewakili
atau terlalu banyak sehingga terkesan mencari-cari
kesalahan

36

Memilih sampel

Auditor harus memilih sampel sendiri


Jumlah sampel yang diperlukan tergantung pada :
Kritis/tidak suatu aktifitas
Kemungkinan variasi perubahan

Pedoman penentuan sampel (Military standard 105D, Acceptable


Quality Level)
1-15 : 2
16-25 : 3

26-50 : 5 91-150 : 13
51-90 : 8 > 151 : 20

Pilih sampel untuk data-data sbb:


Data yang abnormal, terdapat penggantian/coretan
Pertimbangkan saat dimana kesalahan mungkin terjadi :
. Hari Senin / setelah liburan
. Akhir pekan
. Pergantian shift
. Shift malam
Perhatikan waktu yang diperlukan untuk mengambil data sebaiknya datangi
tempat data arsip

37

Bukti Objective

Informasi bisa dibuktikan kebenarannya berdasarkan fakta yang


diperoleh melalui pengamatan, pengukuran, pengujian atau caracara lainnya.
Contoh bukti objective :

Kebijakan
Prosedur
Spesifikasi
Record
Pengamatan : memperhatikan seseorang yang melakukan suatu
aktifitas

Bukti objective harus cukup lengkap sehingga sampel dapat ditemukan


kembali (tidak ada keragu-raguan)
Baik auditee maupun auditor perlu menemukan bukti objective yang
ditemukan dimasa yang akan datang

38

Fakta atau rekaan

Fakta : Suatu yang benar-benar terjadi


Rekaan : Kesimpulan yang diambil dari suatu kejadian
Simak bacaan berikut dan identifikasi pernyataan-pernyataan dibawah
sebagai fakta atau rekaan.
Eka seorang manajer marketing pada SNS diundang untuk menghadiri
pertemuan marketing pada jam 08.00 dikantor Joko untuk membicarakan
strategi tahun anggaran mendatang. Dalam perjalanan menuju tempat
pertemuan, manajer itu tertabrak sehingga luka-luka. Ketika Joko diberitahu
mengenai kejadian tersebut ambulans sedang dalam perjalanan ke RSUD Dr
Sutomo untuk difoto rontgen. Jok menelpon rumah sakit untuk mencari
informasi lebih lanjut tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahui mengenai
Eka. Ada kemungkinan ia menelpon ke rumah sakit yang salah.

39

Fakta atau rekaan (lanjutan)

Bapak eka adalah seorang manajer pemasaran


Joko mempunyai janji untuk bertemu daengan Eka
Agenda pertemuan adalah untuk membicarakan mengenai
strategy pemasaran dan anggaran
Pertemuan dijadwalkan pada pukul 8:00 pagi
Kecelakaan terjadi di depan kantor SNS
Eka dibawa ke RSUD Dr. Sutomo untuk di foto rontgen
Personil RSUD Dr. Sutomo tidak tahu menahu mengetahi Eka.
Joko menelpon ke Rumah Sakit yang salah.

40

Fakta atau rekaan (lanjutan)

Jika kegiatan audit telah selesai, tim audit harus mengadakan


peninjauan tersendiri atas teemuan-temuan tersebut.
Dikoordinir oleh Koordinator Auditor
Perbaiki jadwal jika diperlukan
Memeriksan bukti, observasi dan perbedaam
Menilai seberapa serius ketidak sesuaian yang ditemukan
Masalah-masalah apa saja yang dihadapi selam audit
Menentukan kegiatan penyelidikan lebih lanjut pada tanggal
berikutnya
Tidak lanjut :

.
.

Memperbaiki jadwal aduit untuk hari berikutnya


Memperbaiki dan atau memperbarui daftar periksa

41

Melaporkan hasil audit

Ketidaksesuaian adalah fakta yang didukung ole bukti objective


yang membuktikan dalam memenuhi persysratan standar.
Observasi adalah fakta yang ditunjang oleh bukti objective yang
tidak membuktikan kegagalan dalam pemenuhan persyaratan
standar, namun mengurangi ketidakefektifan sistem manajemen
yang diimplementasikan.
Hasil audit
Sesuai
Sesuai

Masalah
yang dapat
terjadi

Observasi
Observasi

Perbaikan

Tidak
Tidak sesuai
sesuai

Mayor

Minor

42

Ketidaksesuaian Mayor

Kegagalan sistem yang dapat menurunkan kualitas secara umum


Tidak adanya atau kurangnya pengaturan pengendalian yang
diperlukan disemua bagian/departemen
Tidak adanya atau gangguan total pada suatu sistem untuk
memenuhi persyaratan dalam satu klausal ISO 9001, 14001 atau
22000 atau dokumen referensi lainnya
Situasi yang merusak kepercayaan pelanggan, pemerintah,
masyarakat sekitar dan stakeholder dan lainnya sehubungan
dengan penurunan mutu produk, lingkungan, keamanan pangan
yang dirasakan secara langsung maupun tidak langsung
Tidak dipenuhinya peraturan perundangan yang berlaku bidang
manajemen mutu, manajemen lingkungan dan keamanan pangan.

43

Ketidaksesuaian Minor
Beberapa hal yag tidak dipenuhi yang jika dipertimbangkan
secara keseluruhan dapat menimbulkan resiko thd mutu
produk, lingkungan dan keamanan pangan.
Kegagalan kecel dalam memenuhi persyaratan tertentu
Suatu situasi yang tidak berpengaruh langsung pada
kepercayaan stakeholder sehubungan dengan mutu,
lingkungan dan keamanan pangan secara langsung
maupun tidak langsung.
Kegagalan kecil dalam memenuhi satu persyaratan dalam
pasal ISO 9001, 14001 da 22000 atau dokumen referensi
laiinya atau suatu penyelewengan dalam mengikuti satu
hal dalam prosedur perusahaan.

44

Melaporkan hasil audit


Setiap pernyataan ketidaksesuaian harus menyatakan :
Problem (masalah apa)
Location (dimana kejadiannya)
Objective Evidence (apa bukti objectivenya)
Reference (aturan/standar/prosedur yang dilanggar)
Contoh :
ISO 14001 mensyaratkan bahwa dokumen kedaluarsa harus disingkirkan
dari semua tempat atau diidentifikasi dengan jelas (ISO 14001: 4.4.4 dan
4.4.5). Revisi 0 masih ditemuka dibagian legal tanpa diberi identitas yang
jelas padahal peraturan terseut sudah dicabut atau diterbitkan peraturan
yang baru, hal ini dapat mengakibatkan penggunaan yang salah bagi
operator
Ingat :
Jangan mebih-lebihkan masalah
Gabungakan masalah yang berhubungan dalam satu laporan
45

Melaporkan hasil audit


Non
coformance

Observation

Conformance

Problem

Potential

Location

Objective
Evidence

Reference

46

Rapat penutup

Bagian apa yang diaudit


Penilaian sistem berdasarkan hasil audit
Jumlah ketidaksesuaian/penemuan dan observasi yang ditemukan
Temuan Major
Temuan Minor
Ucapan terima kasih pada auditee
Komentar/ Pengarahan dari Manajemen
Konfirmasi kegiatan tindak lanjut (dapat diwakili oleh wakil
manajemen)

Ingat :
Jika berbicara dengan pihak manajemen tingkat atas, berbicaralah tentang
hal hal yang menarik bagi mereka, jika tidak, janganlah heran kalau anda
tidak dianggap

47

Tindak lanjut Audit


Auditor menyerahkan
laporan audit

Auditee melakukan
tindakan
koreksi/pencegahan
Verifikasi :
- Audit khusus
- Audit berikut

Auditor melakukan
verifikasi temuan

Tidak
Efektif ?

Ya
Auditor melengkapi
laporan

Untuk melakukan verifikasi temuan


lakukan sampling yang berbeda dari
temuan audit untuk memastikan sistem
berjalan

Ingat :
Continuous corrective is not
Continuous improvement
49

Audit verifikasi
Tindakan telah dilaksanakan secara efektif ?
Staff terkait apakah telah mendapat pengarahan
mengenai perubahan yang terjadi?
Dokumen (Manual, SOP, WI, Stndard, dsb) telah
disesuaikan?
Apabila kesalahan mempengaruhi pelanggan telah
diinformasikan?
Apakah perubahan telah diikuti secara konsisten?
Tindakan efektif dalam mencapai tujuan
Catat di keterangan apabila verifikasi belum bisa
dilaksanakan untuk ditindaklanjuti pada audit berikutnya.
1 x = insiden 2x = kebetulan 3x =
sistem
50

Tindakan koreksi dan pencegahan


1. Mempelajari hasil audit
2. Menentukan tindakan perbaikan langsung
3. Mengidentifikasi masalah yang memerlukan tindakan
pencegahan-koordinasi dengan wakil manajemen-jika perlu.
4. Mengumpulkan masukan mengenai kemungkinan penyebab
5. Mengumpulkan dan menganalisa data
6. Menentukan tindkan koreksi/pencegahan
7. Melaksanakan tindakan koreksi dan pencegahan.
8. Mengawasi hasil
9. Bila tidak efektif ulangi mulai no 4
10. Melaporkan hasil audit

51

Kegagalan Program Quality,


Environment, Food Safety
1. Masalah tidak diselidiki secara tuntas oleh auditor
2. Masalah tidak dikomunikasikan secara efektif kepada
auditee
3. Auditee tidak memahami proses tindakan koreksi
4. Tindakan koreksi tidak menyelesaikan akar permasalahan
5. Tindakan koreksi tidak diverifikasi oleh auditor

52

Compare
Confirm
Verify
Lets prove our
systems have
Standard
53