Anda di halaman 1dari 38

LOGO

KEBIJAKAN KEMKES TENTANG KALIBRASI,


PEMELIHARAAN ALAT STERILISASI DAN
PEMAKAIAN DAYA LISTRIK

UDARTO,SE,ST,MM,MBA.
Hp. 0812 8132 335

UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan


UU No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
UU
No. 8 tahun 1999
Konsumen

tentang Perlindungan

PP No. 72 tahun 1998, tentang


sediaan farmasi dan alat kesehatan

Pengamanan

PP N0. 27 Tahun 199 Tentang Analisa Dampak


Lingkungan
Permenkes 363 tahun 1998, tentang pengujian dan
kalibrasi alat kesehatan
Kepmenkes
Penguji

394

tahun

2001,

tentang

Institusi

Permenkes 530 tahun 2007, tentang Organisai dan Tata Kerja BPFK
Permenkes 140 tahun 1991, tentang produksi dan
peredaran alat kesehatan

Kepmenkes
No.
876/Menkes/SK/VII/2001
tentang
pedoman teknis analisis dampak kesehatan lingkungan
Kepmenkes No. 1335/Menkes/SK/IX/2002 tentang Standar
Operasional
Pengambilan dan Pengukuran Kualitas Udara Ruangan
Rumah Sakit
Kepmenkes No. 351/Menkes/SK/III/2003 tentang Komite
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja Sektor Kesehatan
Kepmenkes No. 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang
Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit
Kepmenkes No.1184/Menkes/Per/X/2004 tentang
Pengamanan Alat
Kesehatan dan Perbekalan Rumah Tangga
Kepmenkes No. 432/Menkes/SK/IX/2007 tentang pedoman
Manajemen

UU No. 36 TAHUN 20009 TENTANG KESEHATAN


Bagian Kelima belas
Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
Pasal 104
Pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan
diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari
bahaya yang disebabkan oleh penggunaan sediaan
farmasi dan alat kesehatan yang tidak memenuhi
persyaratan mutu dan atau keamanan dan atau
kemanfaatan.

UU No 44 TAHUN 2009
TENTANG RUMAH SAKIT

Pasal 7,

1.

Rumah Sakit harus memenuhi persyaratan


lokasi,bangunan, prasarana, sumber daya
manusia,kefarmasian, dan peralatan.

Pasal 9,

b. Persyaratan teknis bangunan Rumah Sakit, sesuai


dengan fungsi, kenyamanan dan kemudahan
dalam pemberian pelayanan serta perlindungan
dan keselamatan bagi semua orang
termasukpenyandang cacat, anak-anak, dan orang
usia
lanjut.

Pasal 10

Bangunan rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri atas
ruang:

a. rawat jalan;
b. ruang rawat inap;
c. ruang gawat darurat;
d. ruang operasi;
e. ruang tenaga kesehatan;
f. ruang radiologi;
g. ruang laboratorium;
h. ruang sterilisasi;
i. ruang farmasi;
j. ruang pendidikan dan latihan;
k. ruang kantor dan administrasi;
l. ruang ibadah, ruang tunggu;
m. ruang penyuluhan kesehatan masyarakat rumah sakit;
n. ruang menyusui;
o. ruang mekanik;
p. ruang dapur;
q. laundry;
r. kamar jenazah;
s. taman;
t. pengolahan sampah; dan
u. pelataran parkir yang mencukupi.

Pasal 11
(1) Prasarana Rumah Sakit sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 7 ayat (1) dapat meliputi:
a. Instalasi air;

b. Instalasi mekanikal dan elektrikal;


c. Instalasi gas medik;
d. Instalasi uap;
e. Instalasi pengelolaan limbah;
f. Pencegahan dan penanggulangan kebakaran;
g. Petunjuk, standar dan sarana evakuasi saat terjadi
keadaan darurat;
h. Instalasi tata udara;
i. Sistem informasi dan komunikasi; dan
j. Ambulan.

Pasal 16,
(1) Persyaratan peralatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 7 ayat (1) meliputi peralatan medis dan nonmedis
harus memenuhi standar pelayanan,persyaratan mutu,
keamanan, keselamatan dan laik pakai.
(2) Peralatan medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh Balai
Pengujian Fasilitas Kesehatan dan/atau institusi
pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang.
(5) Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan Rumah
Sakit harus dilakukan oleh petugas yang mempunyai
kompetensi di bidangnya.
(6) Pemeliharaan peralatan harus didokumentasi dan
dievaluasi secara berkala dan berkesinambungan

Pasal 17,
Rumah Sakit yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9,Pasal 10, Pasal 11,
Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal15, dan Pasal 16 tidak
diberikan izin mendirikan, dicabut atau tidak diperpanjang
izin operasional Rumah Sakit

JENIS-JENIS PERALATAN CSSD

ALAT STERILISASI SUHU TINGGI


ALAT STERILISASI SUHU RENDAH
ALAT PENCUCI
ALAT DEKONTAMINATOR
TROLLEY DLL

Perencanaan

DUKUNGAN TEKNIS SELAMA


PERJALANAN HIDUP PERALATAN (I)

-Persyaratan teknis
-Seleksi pabrik/agen
-Pilih alat yang lebih berguna
-Kelengkapan dokumen teknik
-Jaminan suku cadang operasional &
maintenance

Pengadaan Peralatan

-Kajian Prainstalasi :
-Luas ruangan
-Cakupan daya listrik
-Pengkondisian udara
-Prasarana lain

Perlu
Instalasi ?
tidak

ya

Peralatan di Instalasi

beli

Studi kelayakan teknis


-Identifikasi kebutuhan alat segi teknis
-Pengembangan spesifikasi

-Dokumen kelengkapan unit


-Kontrol pelaksanaan penginstalasian
-Dokumen instalasi
-Kontrol kelengkapan bagian alat
-Kontrol stel dan test
-Dokumen penyetelan dan test

Peralatan di stel dan di test

-Pemeriksaan visual
-Pemeriksaan uji fungsi
-Dokumen uji fungsi

Uji fungsi

Pelatihan operator
-Uji coba
-Dokumen uji coba

Uji coba
N
Y
Label laik operasi

Ukuran induk/
standar

-Kontrol uji kriteria siap pakai


-Penerapan label siap pakai

DUKUNGAN TEKNIS SELAMA PERJALANAN HIDUP PERALATAN (II)

-Kontrol uji kriteria siap pakai


-Penerapan label siap pakai

Ukuran induk/
standar

Label laik operasi

Dukungan operasional &


cara pakai yg baik
-Pemeliharaan ringan
-Latih/bimbing operator

Alat dipakai

Rusak ?

pakai

Pemeliharaan terencana
* Pencegahan
* Korektif

ya
Trouble
Shooting

tidak

Perbaikan

tidak
Usia teknis
peralatan tercapai

ganti

tidak

Pemeliharaan pencegahan :
-Inspeksi,penyetelan &
pelumasan
-Lihat, rasakan,dengar
-Running maintenance
-Penggantian komponen
terencana

ya
Pertimbangan Penghapusan/
Peralatan ganti baru

ya

tidak

ya

Stel
Kalibrasi
Pengukuran

Pemeliharaan korektif :
-Pemeliharaan berkala
-Reparasi minor
-Overhaule terencana
-Pengukuran untuk pencarian
kerusakan
(gejala fungsi, bentuk signal,
tes tegangan/Arus listrik dan
besaran komponen)
-Penggantian suku cadang
-Pengukuran dan stel
-Kalibrasi
Kajian teknis kondisi alat
-Kajian teknis efisiensi alat
-Catatan informasi keamanan alat
-Keputusan ganti atau perbaiki
-Pertimbangan penghapusan
-Usulan penghapusan

Alur proses pre-pasca sterilisasi


Instrumen/alat kotor

Pensortiran : reusable, disposable, tajam-tidak tajam


Pre-soak

: air, enzimatis, detergen

Pembersihan : - Pembersihan manual


- Ultrasonic cleaner
- Automatic Washer
Disinfeksi/Sterilisasi
Penyimpanan

: suhu tinggi, suhu rendah


Distribusi

Typical layout
S1
Dekontaminasi

Packaging

S2

storage

S3
Barang kotor
Distibusi

Persyaratan Ruangan Dekontaminasi


Ventilasi : 1. Exhaust udara ke luar gedung

2. Pergantian udara 10 kali/jam


3. Negative Pressure
Suhu antara 20-23 C, kelembaban antara 3575%

PRASARANA AIR BERSIH


Sesuai dengan Permenkes No : 416 Tahun 1990
Tentang Persyaratan Kualitas Air Bersih.
Fisika :
Tidak berbau, Zat padat terlarut (TDS) 1500 mg/Lt,
25 skala NTU, dll.

Kekeruhan

Kimia :
Air Raksa 0.001 mg/Lt, Arsen 0,05 mg/Lt, Besi 1.0 mg/Lt, Flour
1.5 mg/Lt dll.

15
PUSAT SARANA, PRASARANA DAN PERLATAN KESEHATAN - DEPARTEMEN KESEHATAN RI

PRASARANA LISTRIK
( Sesuai dengan PUIL 2000 )
SYARAT-SYARAT LISTRIK DI R.S. :
1. KAPASITAS YANG MEMADAI/CUKUP
2. KWALITAS YANG BAIK
3. KEANDALAN YANG TINGGI
4. KESINAMBUNGAN YANG TERJAMIN
5. KEAMANAN YANG DAPAT DIPERTANGGUNG
JAWABKAN.

KAPASITAS LISTRIK DI RUMAH SAKIT


( Mengacu kepada peraturan,standar dan pedoman )
SUMBER EMERGENCY / DARURAT
KLASIFIKASI

R.S.

SUMBER NORMAL
DARI PLN
Kebutuhan
/ TT

Jumlah
Daya

Dari Generator Set

Kebutuhan

Dari
UPS

Kebesaran
Unit
80 kVA

1. R.S. Klas A
1000 1600 tt
2. R.S. Klas B
400 1000 tt
3. R.S. Klas C
200 400 tt
4. R.S. Klas D
50 100 tt

2.5 kVA

4.000 kVA

1.600 kVA

2 x 800 kVA

2.75 kVA

2.750 kVA

1.200 kVA

2 x 600 kVA

kVA

1.000 kVA

400 kVA

2 x 200 kVA

kVA

300 kVA

100 kVA

2 x 50 kVA

50 kVA
30 kVA
15 kVA

CONTOH PENGGOLONGAN MASING-MASING JENIS RUANGAN


FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN KEDALAM KELOMPOKKELOMPOK MENURUT BUTIR 2.1. TERMASUK RUANGANRUANGAN PENUNJANG :
1
KELOM
POK

Jenis ruangan sesuai


penggunaan

Ruang perawatan
Ruangt fisioterapi
Ruang hydroterapi
Ruang pijat
1.
Ruang praktek dokter umum, hewan
( 15 Sec )
dan gigi.
Ruang radio-diagnostik dan terapi
Ruang endoskopi pemeriksaan
endoskopi
Ruang angiografi
Ruang dialisa
Ruang pemeriksaan intensif
Ruang cuci bedah

Jenis
penggunaan
secara
kedokteran

Contoh

Tanpa memasukkan
bagian dari pesawat
secara pembedahan
(impiantasi), bedah
kecil namun tanpa
tindakan terhadap
organ dalam tubuh

Penggunaan
pesawat
listrik
kedokteran
pada atau
didalam
tubuh
melukai
lobang
alamiah

Ruang penunjang

Sub

KELOM
POK

1E
( o,5 Sec )

2E

Jenis ruangan sesuai


penggunaan

Jenis
penggunaan
secara
kedokteran

Ruang praktek kedokteran umum


Ruangt bersalin
Ruang endeskopi
Ruang angiografi
Ruang bedah rawat jalan
Ruang pemeriksaan intensif

Dengan
pemasukan bagian
dari pesawat
secara
pembedahan,
bedah kecil juga
dengan tindakan
terhadap organ
tubuh.

Kateter
dalam
pembuluh
darah
besar,
namun tidak
kateter
jantung.

Ruang persiapan bedah


Ruangt bedah (COT)
Ruang pemulihan (Recovery)
Ruang bedah gips
Ruang bedah rawat jalan
Ruang pemeriksaan intensif
Ruang pengamatan intensif
Ruang pengobatan intensif
Ruang katerisasi jantung
Ruang radio-diagnostik dan terapi

Dengan mesukkan
bagian dari
pesawat secara
pembedahan,
bedah besar,
tindakan kedalam
jantung yang
dibebaskan, atau
memperoleh fungsi
vital dari pesawat
listrik kedokteran

Bedah
organ
segala
jenis,
kateter
dalam
pembuluh
darah
besar,
termasuk
kateter

Contoh

PRASARANA PENCAHAYAAN CSSD

Penerimaan
Locker
Pembungkusan bahan/alat
Pencucian alat
Sterilize
Sterilisasi storage
Administrasi
Staff
Pengambilan/Penyerahan bahan

100-200 Lux
100-200 Lux
100-200 Lux
100-200 Lux
100-200 Lux
100-200 Lux
200-500 Lux
100-200 Lux
100-200 Lux

20
PUSAT SARANA, PRASARANA DAN PERLATAN KESEHATAN - DEPARTEMEN KESEHATAN RI

PRASARANA KEBISINGAN
( Sesuai dengan SK Menkes No : 1405 Tahun 2002
Tentang Persyaratan Lingkungan Kerja dan Industri,
untuk Pelayanan CSSD zona A, 35 sampai 45 db. )

21
PUSAT SARANA, PRASARANA DAN PERLATAN KESEHATAN - DEPARTEMEN KESEHATAN RI

PENGERTIAN PEMELIHARAAN
Pemeliharaan peralatan kesehatan adalah suatu upaya
yang dilakukan agar peralatan kesehatan selalu dalam
kondisi laik pakai, dapat difungsikan dengan baik dan
menjamin usia pakai lebih lama.
Pemeliharaan dapat dilakukan secara preventip maupun
korektip.
Pemeliharaan preventip adalah kegiatan pemeliharaan
berupa perawatan dengan membersihkan alat, kegiatan
penyetelan, pelumasan serta penggantian beberapa
bagian yang mempunyai umur pakai oleh teknisi secara
berkala.
Pemeliharaan korektip adalah kegiatan pemeliharaan
yang bersifat perbaikan terhadap peralatan yang
mengalami kerusakan dengan atau tanpa penggantian
suku cadang.

SISTEM PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN

PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
TERENCANA
TERENCANA
PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
PENCEGAHAN
PENCEGAHAN
Pemeriksaan
termasuk
penyetelan
dan
pelumasan
Lihat,
rasakan
dengarkan
Pemeliharaan
Waktu berhenti

PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
KOREKTIF
KOREKTIF

Penggantian
komponen minor
yaitu pekerjaan
yang timbul
langsung dari
pemeriksaan

Pemeliharaan
waktu berjalan

PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
TIDAKTERENCANA
TERENCANA
TIDAK

Reparasi minor
yang tidak
ditemukan
waktu
pemeriksaan

PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
DARURAT
DARURAT
Overhaul
terencana

PENGERTIAN
Kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk
menentukan kebenaran convesional nilai
penunjukan alat dan bahan ukur
ATAU
Kalibrasi adalah memastikan hubungan
antara harga-harga yang ditunjukan oleh
suatu alat ukur atau sistem pengukuran, atau
harga-harga yang diabadikan pada suatu
bahan ukur dengan harga yang sebenarnya
dari besaran yang diukur.

KEWAJIBAN
PENGUJIAN & KALIBRASI PERALATAN
1.

KESADARAN HUKUM MASYARAKAT


Keselamatan pelanggan

2.

AKREDITASI RUMAH SAKIT (Standar 4.1: pemenuhan persyaratan


sarana, prasarana & peralatan RS)
Memenuhi ketentuan tentang perizinan, sertifikasi, kalibrasi,
pemeriksaan berkala oleh instansi yang berwenang

3.

ISO 9001:2000 (Klausul 7.6 : pengendalian sarana pemantauan dan


pengukuran)
Untuk memastikan keabsahan hasil, peralatan harus dikalibrasi atau
diverifikasi pada selang waktu tertentu

Kalibrasi Peralatan Sterilizer


Berdasarkan Permenkes 363/Menkes/Per/IV/1998
tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan
pada Sarana Pelayanan Kesehatan pada Pasal 2
bahwa : setiap alat kesehatan wajib dilakukan
pengujian dan/atau kalibrasi untuk menjamin
kebenaran nilai keluaran atau kinerja dan
keselamatan pemakaian

PROSEDUR KALIBRASI
Pengukuran kondisi lingkungan
catu tegangan, konsumsi arus, tahanan
pembumian(ground), suhu dan kelembaban ruangan
Pemeriksaan kondisi fisik dan fungsi alat
saklar/indikator, tombol/selektor, kabel/konektor, dan
lainnya sesuai dg standar
Pengukuran keselamatan listrik
tahanan isolasi kabel catu daya, impedansi pembumian
alat, arus bocor pada chasis dan selungkup
Pengukuran kinerja
Temperatur, waktu, tekanan dan warna palet steril

TINGKAT KEBISINGAN
PERUNTUKAN KAWASAN /
LINGKUNGAN KESEHATAN
a. Peruntukan kawasan
1. Perumahan dan pemukiman
2. Perdagangan dan jasa
3. Perkantoran dan perdagangan
4. Ruang terbuka hijau
5. Industri
6. Pemerintahan dan Fasilitas Umum
7. Rekreasi
8. Khusus :
- Bandar udara
- Stasiun Kereta Api
- Pelabuhan Laut
- Cagar Budaya
b. Lingkungan kegiatan
1. Rumah Sakit atau sejenisnya
2. Sekolah atau sejenisnya
3. Tempat ibadah atau sejenisnya
( Kepmen negara lingkungan

hidup no. 48 th 1996)

TINGKAT KEBISINGANdb (A)

55
70
65
50
70
60
60
70
55
55
55

ISTILAH SEBUTAN
1. TDS

: Total Dissolved solid = benda padat yang terlarut,


yaitu : semua mineral, garam, logam.
2.NTU : Nephenmetic Turbidity Unit : Kekeruhan air
3.UPS : Uninterruptible Power Unit ( The power system)
4.Lux : Satuan kuat penerrangan = Luminasi x = intensitas
penerangan= Luminiscence.
5.Lumen (lm) adalah kesetaraan fotometrik dari watt, yang
memadukan respon mata pengamat standar 1 watt = 683
lumens pada panjang 555mm
5.db : decible = tingkat kebisingan

KECELAKAAN.MPG

gigi.mpeg