Anda di halaman 1dari 11

BLOK 18

TUGAS

Oleh : Komang Septian Trisna Jaya

Dosen : dr. Januarman

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram


Nusa Tenggara Barat
2015

KOMPARTEMEN SINDROM
Secara anatomik, sebagian besar kompartemen terletak di anggota gerak yaitu terletak di
lengan atas (kompartemen anterior dan posterior), di lengan bawah (yaitu kompartemen anterior,
lateral, dan posterior). Di anggota gerak bawah, terdapat tiga kompartemen di tungkai atas
(kompartemen anterior, medial, dan kompartemen posterior), empat kompartemen di tungkai
bawah (kompartemen anterior, lateral, posterior superfisial, posterior profundus). Sindrom
kompartemen yang paling sering terjadi di daerah tungkai bawah dan lengan atas.
Setiap kompartemen pada tungkai bawah memiliki satu nervus mayor. Kompartemen
anterior memiliki nervus peroneus profundus, kompartemen lateral memiliki nervus peroneus
superfisial, kompartemen posterior profunda memiliki nervus tibialis posterior dan kompartemen
posterior superfisial memiliki nervus suralis. Ketika tekanan kompartemen meningkat, suplai
vaskuler ke nervus akan terpengaruh menyebabkan timbulnya parestesia.

Lengan atas terbagi menjadi dua kompartemen, yaitu :


Anterior : terdiri dari otot biceps brachii, brachialis, choracobrachialis dibatasi tulang
humerus, septum intermusculer lateral dan medial serta dipersarafi oleh nervus
musculocutaneus. Diperdarahi oleh arteri brachialis dan vena chepalica. Posterior : terdiri
dari otot triceps brachii, anconeus dibatasi oleh tulang humerus, septum intermusculer
lateral dan medial serta dipersarafi oleh nervus radialis. Diperdarahi oleh arteri brachialis
dan vena chepalica.
Lengan bawah terbagi menjadi tiga kompartemen, yaitu :
Fleksor superficial : terdiri dari otot pronator teres, fleksor digitorum superficial, fleksor
carpi radialis, palmaris longus, fleksor carpi ulnaris, ekstensor carpi radialis,
brachioradialis. Dibatasi oleh tulang radius, septa profunda serta dipersarafi oleh nervus
radialis. Diperdarahi oleh arteri radialis dan vena chepalica.
Fleksor profundus : terdiri dari otot pronator quadrates, fleksor digitorum profundus,
fleksor policis longus. Dibatasi oleh tulang radius, ulna dan membrana interossea.
Dipersarafi nervus medianus dan nervus ulnaris. Diperdarahi oleh arteri ulnaris.
Ekstensor : terdiri dari otot extensor digitorum, extensor digiti minimi, extensor carpi
ulnaris, supinator, abductor pollicis longus, extensor pollicis brevis, extensor pollicis
longus, extensor indicis. Dibatasi oleh tulang radius, ulna dan membrana interossea.

Dipersarafi oleh nervus radialis, interosseous dorsal. Diperdarahi oleh interosseous


dorsal.
Tungkai atas terbagi menjadi tiga kompartemen, yaitu :
Anterior : terdiri dari otot rectus femoris, vastus intermedius, vastus medialis. Dibatasi
oleh tulang femur, septum intermusculare lateral, medial dan fascia lata. Dipersarafi oleh
nervus femoralis.
Medial : terdiri dari otot gracilis, sartorius, adductor manus, adductor longus. Dibatasi
oleh tulang femur, fascia lata. Dipersarafi oleh nervus ischiadicus. Diperdarahi oleh arteri
perforans.
Posterior : terdiri dari otot biceps femoris, semitendinosus, semimembranosus. Dibatasi
oleh tulang femur, septum intermusculare lateral, medial dan fascia lata. Dipersarafi oleh
nervus tibialis.
Tungkai bawah terbagi menjadi empat kompartemen, yaitu :
Anterior : terdiri dari otot tibialis anterior, extensor digitorum longus, extensor hallucis
longus dan peroneus tertius. Dibatasi oleh tulang tibia, fibula, membran interosseus dan
septum intermuscular anterior. Dipersafari oleh nervus peroneus profunda.
Leteral : terdiri dari otot peroneus longus dan brevis. Dipersarafi oleh nervus peroneal
superficial. Dibatasi oleh tulang fibula, septum intermuscular anterior, septum
intermuscular posterior dan fascia profunda.
Posterior superficial : dikelilingi oleh fascia profunda tungkai, terdiri dari otot
gastrocnemius, soleus dan plantaris.
Posterior profunda : berada diantara tulang tibia, fibula, fascia profunda transversa dan
membran interosseous. Terdiri dari otot fleksor digitorum longus, fleksor hallucis longus,
popliteus dan tibialis posterior. Diperdarahi oleh arteri dan vena tibialis posterior dan
dipersarafi oleh nervus tibialis.
Tabel 1. Letak dan Isi Kompartemen
Letak
Lengan

Kompartemen
Anterior

Atas

Isi
M. Biceps brachii, M. Coracobrachialis, M.
Brachialis;
A. Brachialis;
N. Musculocutaneus
Struktur yang Menembus Kompartemen : N.
Musculocutaneus, N. Medius, M. Ulnaris, A.

Posterior

Brachialis, V. Basilica
M. Triceps brachii;
A. Profunda brachii, A. Collateralis ulnaris;
N. Radialis

Struktur yang Menembus Kompartemen : N.


Lengan

Anterior

Bawah

Radialis dan N. Ulnaris


M. Pronator teres, M. Flexor carpi radialis, M.
Palmaris longus, M. Flexor carpi ulnaris, M.
Flexor digitorum superficialis, M. Flexor
pollicis longus, M. Flexor digitorum profundus,
M. Pronator quadratus;
A. Ulnaris, A. Radialis;

Lateral

N. Medianus
M. Brachioradialis, m. Flexor carpi radialis

Posterior

longus;
A. Radialis, a. Brachialis;
N. Radialis
M. Extensor carpi radialis brevis, M. Extensor
digitorum, M. Extensor digiti minimi, M.
Extensor carpi ulnaris, M. Anconeus, M.
Supinator, M. Abductor pollicis longus, M.
Extensor pollicis brevis, M. Extensor pollicis

Tungkai

Anterior

longus, M. Extensor indicis;


Arteriae interoseus anterior dan posterior;
Ramus profundus nervi radialis
M. Sartorius, M. Iliacus, M. Psoas, M.

Medial

Pectineus, M. Quadriceps femoris;


A. Femoralis;
N. femoralis
M. Gracilis, M. Adductor longus, M. Adductor

Atas

brevis, M. Adductor magnus, M. Obturatorius

Tungkai
Bawah

Posterior

externus;
A. profunda femoris, A. Obturatoria;
N. obturatorius
M. Biceps femoris, M. Semitendinosus, M.

Anterior

Semimembranosus, M. Adductor magnus;


Cabang-cabang a. Profunda femoris
M. Tibialis anterior, M. Extensor digitorum
longus, M. Peroneus tertius, M. Extensor
hallucis longus, M. Extensor digitorum brevis;
A. Tibialis anterior;

N. Peroneus profundus
Lateral
Posterior
Superfisial
Posterior
Profundus

M. Peroneus longus, M. Peroneus brevis;


Cabang-cabang dari a. Peronea;
N. peroneus superficialis
M. Gastrocnemius, M. Plantaris, M. Soleus;
A. Tibialis posterior;
N. Tibialis
M. Popliteus, M. Flexor digitorum longus, M.
Flexor hallucis longus, M. Tibialis posterior;
A. Tibialis posterior;
N. Tibialis

Beberapa teknik telah diterapkan untuk operasi dekompresi untuk semua sindrom
kompartemen akut. Prosedur ini dilakukan tanpa torniket untuk mencegah terjadinya periode
iskemia yang berkepanjangan dan operator juga dapat memperkirakan derajat dari sirkulasi lokal
yang akan didekompresi. Setiap yang berpotensi mambatasi ruang termasuk kulit dibuka di
sepanjang daerah kompartemen, semua kelompok otot harus lunak pada palpasi setelah prosedur
selesai. Debridemen otot harus seminimal mungkin selama operasi dekompresi kecuali terdapat
otot yang telah nekrosis.
Fasciotomi untuk sindrom kompartemen akut :
Teknik Tarlow
Incisi lateral dibuat mulai dari distal garis intertrocanterik sampai ke epikondilus lateral.
Dieksisi subkutaneus digunakan untuk mengekspos daerah iliotibial dan dibuat insisi lurus
sejajar dengan insisi kulit sepanjang fascia iliotibial.
Perlahan lahan dibuka sampai vastus lateralis dan septum intermuskular terlihat, perdarahan
ditangani bila ada. Insisi 1 5 cm dibuat pada septum intermuskular lateral perpanjangan ke
proksimal dan distal. Setelah kompartemen anterior dan posterior terbuka, tekanan kompartemen
medial diukur. Jika meningkat dibuat insisi setengah medial untuk membebaskan kompartemen
adductor.
Facsiotomi kompartemen tungkai bawah :
Fibulektomi :

Prosedur radikal dan jarang dilakukan dan jika ada, termasuk indikasi pada
sindrom kompartemen akut. Insisi tunggal dapat digunakan untuk jaringan lunak pada
ekstremitas. Teknik insisi ganda lebih aman dan efektif.
Fasciotomi insisi tunggal ( darvey, Rorabeck dan Fowler ) :
Dibuat insisi lateral, longitudinal pada garis fibula, sepanjang mulai dari distal
caput fibula sampai 3 4 cm proksimal malleolus lateralis. Kulit dibuka pada bagian
anterior dan jangan sampai melukai nervus peroneal superficial. Dibuat fasciotomi
longitudinal pada kompartemen anterior dan lateral. Berikutnya kulit dibuka ke bagian
posterior dan dilakukan fasciotomi kompartemen posterior superficial. Batas antara
kompartemen superficial dan lateral dan interval ini diperluas ke atas dengan memotong
soleus dari fibula. Otot dan pembuluh darah peroneal ditarik ke belakang, kemudian
diidentifikasi fascia otot tibialis posterior ke fibula dan dilakukan insisi secara
longitudinal.
Insisi sepanjang 20 25 cm dibuat pada kompartemen anterior, setengah antara
fibula dan caput tibia. Diseksi subkutaneus digunakan untuk mengekspos fascia
kompartemen. Insisi transversal dibuat pada septum intermuskular lateral dan identifikasi
nervus peroneal superficial pada bagian posterior septum. Buka kompartemen anterior
kearah proksimal dan distal pada garis tibialis anterior. Kemudian dilakukan fasciotomi
pada kompartemen lateral ke arah proksimal dan distal pada garis tubulus fibula.
Insisi kedua dibuat secara longitudinal 1 cm dibelakang garis posterior tibia.
Digunakan diseksi subkutaneus yang luas untuk mengidentifikasi fascia. Dibuat insisi
transversal untuk mengidentifikasi septum antara kompartemen posterior profunda dan
superficial. Kemudian dibuka fascia gastrocsoleus sepanjang kompartemen. Dibuat insisi
lain pada otot fleksor digitorum longus dan dibebaskan seluruh kompartemen otot tibialis
posterior. Jika terjadi peningkatan tekanan pada kompartemen ini segera dibuka.

Fasciotomi pada lengan bawah :


Pendekatan Volar ( Henry )
Dekompresi kompartemen fleksor volar profunda dan superficial dapat dilakukan
dengan insisi tunggal. Insisi kulit dimulai dari proksimal ke fossa antecubiti sampai ke
palmar pada daerah tunnel carpal. Tekanan kompartemen dapat diukur selama operasi
untuk mengkonfirmasi dekompresi, tidak ada penggunaan torniket. Insisi kulit mulai dari
medial ke tendon bicep bersebelahan dengan siku kemudian ke sisi radial tangan dan
diperpanjangan ke arah distal sepanjang brachioradialis dilanjutkan ke palmar. Kemudian

kompartemen fleksor superficial di insisi mulai titik 1 atau 2 cm diatas siku ke arah
bawah sampai pergelangan tangan.
Kemudian nervus radialis diidentifikasi dibawah brachioradialis, keduanya
kemudian ditarik ke arah radial. Kemudian fleksor carpi radialis dan arteri radialis ditarik
ke sisi ulnar yang akan mengekspos fleksor digitorum profundus, fleksor pollicis longus,
pronatus quadratus dan pronator teres. Karena sindrom kompartemen biasanya
melibatkan kompartemen fleksor profunda harus dilakukan dekompresi fascia disekitar
otot tersebut untuk memastikan bahwa dekompresi yang adekuat telah dilakukan.
Pendekatan Volar Ulnar
Pendekatan volar ulnar dilakukan dengan cara yang sama dengan pendekatan
Henry. Lengan disupinasikan dan insisi mulai dari medial bagian atas tendon bicep
melewati lipatan siku terus ke bawah melewati garis ulnar lengan bawah dan sampai ke
carpal tunnel sepanjang lipatan thenar.
Fascia superficial pada fleksor carpi ulnaris di insisi ke atas sampai ke aponeurosis siku
dan ke carpal tunnel ke arah distal. Kemudian dicari batas antara fleksor carpi ulnaris dan
fleksor digitorum sublimis. Pada dasar fleksor digitorum sublimis terdapat arteri dan
nervus ulnaris yang harus dicari dan dilindungi. Fascia pada kompartemen fleksor
profunda kemudian di insisi.
Pendekatan Dorsal
Setelah kompartemen

superficial

dan

fleksor

profunda

lengan

bawah

didekompresi, harus diputuskan apakah perlu dilakukan fasciotomi dorsal ( ekstensor ).


Hal ini lebih baik ditentukan dengan pengukuran tekanan kompartemen intraoperatif
setelah dilakukan fasciotomi kompartemen fleksor. Jika terjadi peningkatan tekanan pada
kompartemen dorsal yang terus meningkat, fasciotomi harus dilakukan dengan posisi
lengan bawah pronasi. Insisi lurus dari epikondilus lateral sampai garis tengah
pergelangan tangan, batas antara ekstensor carpi radialis brevis dan ekstensor digitorum
komunis di identifikasi kemudian dilakukan fasciotomi.

Fasciotomi untuk sindroma kompartemen kronik :

Fasciotomi insisi tunggal : Teknik Fronek


Dibuat sebuah insisi 5 cm pada pertengahan fibula dan kaput tibia atau melalui
defek fascia jika terdapat hernia muskuler pada daerah keluarnya nervus peroneal. Nervus
peroneal segera dicari dan dilewatkan fasciotom ke kompartemen anterior pada garis otot
tibialis anterior. Pada kompartemen lateral, fasciotom diarahkan ke posterior nervus
peroneal superficial pada garis fibular. Tutup kulit dengan cara biasa dan pasang
pembalut steril .
Fasciotomi insisi ganda : Teknik Rorebeck
Dibuat 2 insisi pada tungkai bawah 1 cm dibelakang garis posteromedial tibia.
Kemudian dicari vena saphenus pada insisi proksimal dan tarik ke anterior bersama
dengan saraf, masuk dan dibuka kompartemen superficial kemudian fascia profunda di
insisi. Kompartemen profunda diekspos termasuk otot digitorum longus dan tibialis
posterior dengan merobek sambungan soleus. Kumparan neurovaskuler dan tendo tibialis
posterior kemudian di insisi ke proksimal dan distal fascia pada tendon tersebut. Tibialis
posterior adalah kunci dekompresi kompartemen posterior dan biasanya berkontraksi ke
proksimal antara fleksor hallucis longus, lebarkan batas antaranya untuk memeriksa
kontraksinya. Tutup luka diatas drain untuk meminimalkan pembentukan hematom.

DAFTAR PUSTAKA

1.
2.
3.
4.
5.
6.

CIBA
http://www.uwhealth.org/sportsmedecine/compartmentsyndrome/11474
http://www.mayoclinic.com/health/chronic-exertional-compartement-syndrome/DS00789
ATLS
Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam.
Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi.

Anda mungkin juga menyukai