Anda di halaman 1dari 18

Infertilitas pada Pria

Aletha Ayu 1310211140

Introduction

Infertilitas merupakan masalah yang dihadapi


oleh pasangan suami istri yang telah menikah
selama min. Satu tahun, melakukan hubungan
senggama teratur, tanpa menggunakan
kontrasepsi, tetapi belum berhasil
memperoleh kehamilan
40% masalah gangguan kesuburan berada
pada tubuh pria
antara lain kelainan sperma atau hambatan
dalam saluran reproduksi pria ( vas deferen )
Faktor non organik ; usia, frekuensi senggama,
pola hidup

Suami -

SYARAT FERTILITAS

1. Testis minimal 1 menghasilkan sperma normal.


2. Saluran Epididimis - vas deferens patent (normal).
3. Kemampuan ereksi penetrasi
4. Ejakulasi adekuat sperma masuk sempurna di vag

DEFINISI dan PENGERTIAN DASAR

Infertilitas Primer
Pasangan suami istri ( Pasutri ) tidak pernah mengalami konsepsi
meskipun sanggama teratur selama > 12 bulan tanpa perlindungan.

Infertilitas Sekunder
Pasutri sebelumnya pernah mengalami konsepsi tetapi
kemudian tidak mampu konsepsi lagi meskipun sanggama
teratur > 12 bulan tanpa perlindungan.
Terdapat tiga faktor yang menjadi indikator penting dalam
memberikan informasi tentang fertilitas suatu pasangan di
masa yang akan datang yaitu adanya hubungan seksual
secara teratur, lamanya berusaha, tidak menggunakan
kontrasepsi.

ETIOLOGI

PRE TESTICULAR :
HIPOTALAMUS

Endokrinopati

Sexual dysfunction
HIPOFISIS
. Malignancy,radiation ,operation
. Hiperprolaktinemia,hemokromatosis

TESTICULAR

UDT
CHROMOSOMAL ABNORMALITY
INFECTION
MEDICATION
INJURY
VARICOCELE 20-40%

POST TESTICULAR :

CONGENITAL OBSTRUCTION : CYSTIC FIBROSIS


ACQUIRED OBSTRUCTION : VASECTOMY
FUNCTIONAL OBSTRUCTION : NEUROGENIC

IDIOPATHIC 40%

Faktor Resiko

Usia
Obesitas
Alkohol
Paparan dalam pekerjaan
Olahraga
Rokok
Stress
Kurang vitamin

Diagnosis

Beberapa pemeriksaan pada pria antara lain :


Pemeriksaan fisik umum termasuk
melakukan anamnesa medik
Analisa sperma melihat kualitas sperma dan
adanya antibodi
Ultrasonografi untuk melihat keadaan organ
reproduksi
Pemeriksaan darah memeriksa kadar
hormon seksual
Biopsi testis untuk melihat apakah dapat
ditemukan adanya sperma

PEMERIKSAAN FISIK

10

Pemeriksaan genital eksterna : Testis, epididymis,


Vas deferens, skrotum, testis
Karakteristik seks sekunder ; penyebaran rambut
ketiak,pubis dan badan tumbuh besar.
abnormal ; gynecomastia,
anosmia(Kallmann),galaktore
Pemeriksaan tinggi, berat badan, dan tekanan
darah yang akan memberikan informasi tentang
penyakit sistemik
Pemeriksaan rektal untuk mengevaluasi prostat,
adakah peradangan ataupun kista yang dapat
menyumbat duktus ejakulatorius

PEMERIKSAAN AWAL
Urinalysis
Semen analyses

Abstinence 3-5 days


Makroskopik ; pH, koagulasi/pengenceran, warna,
viskositas dan volume semen
Mikroskopik ; Aglutinasi sperma, jumlah dan konsentrasi,
motilitas, morfologi, viabilitas, sel non sperma

Hormonal evaluation
(LH, FSH, Testosteron, Prolactine)
Dilakukan pada pasien dengan konsentrasi
sperma < 10 juta/ml
less then 3% showed abnormalities
11

HORMONE PROFILE
CONDITION
NORMAL

FSH

LH PRL

NL NL NL NL

PRIMARYTESTIS FAILURE

LO HG NL/HG NL

Hypogonadotrophic-hypogonadism

LO LO LO NL

HYPERPROLACTINEMIA

LO LO/NL LO HIGH

ANDROGEN RESISTANCE

HG HG HG NL

13

Penelitian post-coital
Pada beberapa kasus, lendir (mucus) di
leher rahim wanita memusuhi sperma
sehingga mereka terbunuh atau terkendala
untuk membuahi sel telur.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi,
terlalu banyak antibodi anti-sperma, atau
keasaman yang tinggi di serviks.

Reaksi lendir serviks terhadap sperma


Jika dokter mencurigai permusuhan lendir
serviks sebagai penyebab infertilitas , dia
akan meminta pasangan untuk melakukan
hubungan seksual di sekitar saat ovulasi.
Setelah Anda melakukannya, sampel
cairan serviks berisi sperma akan diambil
dari leher rahim untuk diperiksa di bawah
mikroskop.

Penatalaksanaan
Defisiensi Testikular
Ekstraksi Sperma dari Testis (TESE) : bagian terapi
intracytoplasmic sperm injection (ICSI)
Azoospermia Obstruktif
Obstruksi Intratestikular : TESE atau fine-needle
aspiration
Obstruksi Epididimis : Microsurgical epididymal sperm
aspiration (MESA) kemudian di tindak end-to-end atau
end-to-side microsurgical epididymovasostomy dengan
microsurgical intussuception epididymo-casostomy
Obstruksi Vas Deferens Proksimal : microsurgical
vasectomy reversal atau Microsurgical vaso-epididystomy
jika cairan seminalis vas proksimal seperti toothpaste

Obstruksi Duktus Ejakulatorius :


Pada obstruksi pasca inflamasi : transurethral
resection of the ejaculatory ducts (TURED)
Varikokel : Bedah
Hipogonadisme : Terapi human chorionic
gonadotrophin (hCG) yang dikombinasikan
dengan FSH rekombinan. Jika kelainan
hipogonadism hipogonadotropik berasal dari
hipotalamus, terapi alternatif dari pemberian
hCG adalah terapi dengan GnRH pulsatil

Kesimpulan Tata Laksana

Terapi medisinalis terbukti efektif pada kasus


kelainan endokrin, seperti hiperprolaktinemia,
hipotiroidisme, atau hiperpasia adrenal
kongenital
Studi RCT terbaru melaporkan tindakan
varikokelektomi meningkatkan angka
kehamilan bila dilakukan pada pasien yang
memiliki kualitas sperma buruk serta teraba
varikokel yang jelas. Operasi varikokel juga
akan memperbaiki kadar testosteron
Tindakan operasi pengambilan sperma dari
testis atau epididimis dapat dilakukan pada
masalah obstruksi, infertilitas laki-laki derajat