Anda di halaman 1dari 11

Hukum

Termodinamika II
dan Aplikasinya
NAMA ANGGOTA:
1.
Muhammad Ricky (061430400325)
2.
Novita Sari (061430401231)
3.
Restika Alawiyah (061430400330)
4.
Shanty Nurmeutia (061430401238)
5.
Zita Amelia Maharani (061430400335)
KELOMPOK I
KELAS : 3 KB
DOSEN PEMBIMBING : Dr. Ir. H. M. Yerizam., M.T

B=
400
C

Ter
mal

A=
600
C

Q=100
kJ
Kalor mengalir
dari A
ke B secara spontan.

A = 600 C

Termal

Pendahuluan
B = 400 C

Q=100
MungkinkahkJ
Kalor
mengalir dari B ke A
secara spontan.

Contoh Penerapan Hukum


Termodinamika II

Pendahuluan
Kesimpulan:

A = 600 C

+ KALOR /
PANAS

Termal

Dari ilustrasi ini proses terjadi


dalam satu arah saja, tidak untuk
arah sebaliknya (reverse).

B = 400 C

Pendahuluan
Kesimpulan:
Hukum

pertama Termodinamika berdasarkan


transformasi
energi
dari
satu
bentuk ke bentuk yang lain.

Hukum

kedua
Termodinamika
menentukan
kualitas perubahan energi selama
proses
terjadi
serta
pengubahannya.

Jadi, hukum Termodinamika II


(HTD II):
Memberi
batasan-batasan
tentang arah yang dijalani
suatu proses dan pada hukum
termodinamika II, terjadinya
perubahan
suhu
apabila
ditambahkan suatu energi /
panas
selama
proses

Penerapan hukum kedua termodinamika

Kehidupan sehari-hari :
1. Reservoir
2. Heat engine
3. Heat pump
4. Mesin
pendingin
(Refrigerator)

Heat Reservoir
Pengertian Heat Reservoir
Reservoir
mempunyai
pengertian,
adalah suatu sistem yang mempunyai
kapasitas energi panas yang besar.
Artinya, reservoir dapat menyerap/
menyuplai sejumlah panas yang tidak
terbatas tanpa mengalami perubahan
temperatur (konstan).

Panas Reservoir dapat dibagi


menjadi 2 tipe berdasarkan
interaksi panasnya:

Heat Source (source)


Heat Sink (sink)

Contoh Heat Source dan Heat


Sink
Reservoir yang mentransfer
energi panas, contohnya:
matahari
dan
furnace,
dinamakan source.

Reservoir yang merupakan


hasil dari penyuplaian suhu
tinggi
dan
kerja
yang
dihasilkan dari suhu tinggi,
contohnya asap yang keluar
dari kereta api, dinamakan
sink.

Karakteristik Heat
Reservoir
Heat Reservoir mempunyai beberapa
karakteristik, diantaranya:
1) Heat Reservoir hanya berinteraksi
dengan lingkungan sekitarnya
2) Suhu selalu seragam dan konstan
selama proses berlangsung
3) Perpindahan panas menuju atau dari
heat reservoir hanya dalam kenaikan
atau penurunan energi internal sistem