Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
Demensia adalah suatu sindroma penurunan kemampuan intelektual progresif yang
menyebabkan deteriorasi kognisi dan fungsional, sehingga mengakibatkan gangguan
fungsi sosial, pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Penderita demensia seringkali
menunjukkan beberapa gangguan dan perubahan pada tingkah laku harian (behavioral
symptom) yang mengganggu (disruptive) ataupun tidak menganggu (non-disruptive)
demensia bukanlah sekedar penyakit biasa, melainkan kumpulan gejala yang
disebabkan beberapa penyakit atau kondisi tertentu sehingga terjadi perubahan
kepribadian dan tingkah laku.
Demensia adalah satu penyakit yang melibatkan sel-sel otak yang mati secara
abnormal. Hanya satu terminologi yang digunakan untuk menerangkan penyakit otak
degeneratif yang progresif. Daya ingatan, pemikiran, tingkah laku dan emosi terjejas
bila mengalami demensia.
Demensia adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang
secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, pikiran, penilaian dan kemampuan
untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
1. Definisi demensia
Demensia ialah suatu sindrom yang terdiri dari gejala-gejala gangguan daya
kognitif global yang tidak disertai gangguan derajat kesadaran, namun
bergandengan dengan perubahan tabiat yang dapat berkembang secara mendadak
atau sedikit demi sedikit pada tiap orang dari semua golongan usia.1
2. Definisi demensia menurut WHO
Demensia adalah sindrom neurodegenerative yang timbul karena adanya
kelainan yang bersifat kronis dan progresif disertai dengan gangguan fungsi luhur
multiple seperti kalkulasi, kapasitas belajar, bahasa, dan mengambil keputusan.
Kesadaran pada demensia tidak terganggu. Gangguan fungsi kognitif biasanya
disertai dengan perburukan kontrol emosi, perilaku, dan motivasi.2
B. Epidemiologi
Demensia dianggap penyakit yang timbul pada akhir hidup karena cenderung
berkembang terutama pada orang tua. Sekitar 5% sampai 8% dari semua orang di
atas usia 65 tahun memiliki beberapa bentuk demensia, dan jumlah ini meningkat
dua kali lipat setiap lima tahun di atas usia itu. Diperkirakan bahwa sebanyak
setengah daripada orang berusia 80-an menderita demensia. Penyebab tersering
demensia di AS dan Eropa adalah penyakit Alzheimer, sedangkan di Asia
diperkirakan demensia vaskular merupakan penyebab tersering demensia.

Penyebab tersering demensia di AS dan Eropa adalah penyakit Alzheimer,


sedangkan di Asia diperkirakan demensia vaskular merupakan penyebab tersering
demensia. Tipe demensia yang lebih jarang adalah demensia tipe Lewy body,
Demensia Fronto-temporal dan demensia pada penyakit Parkinson.4
C. Klasifikasi Demensia
Demensia dapat dibagi dalam demensia yang reversible dan yang tak reversible.
Pada demensia yang reversible, daya kognitif global dan fungsi luhur lainnya terganggu
oleh karena metabolisme neuron-neuron kedua belah hemisferium tertekan atau
dilumpuhkan oleh berbagai sebab. Apabila sebab ini dapat dihilangkan, maka
metabolisme kortikal akan berjalan sempurna kembali. Dengan demikian fungsi luhur
dalam keseluruhannya akan pulih kembali. Apabila sebab ini sudah menimbulkan
kerusakan infrastruktur neuron-neuron kortikal, tentu fungsi kortikal tidak akan pulih
kembali dan demensia menetap.1
Dementia reversible (dapat dirawat) 3

Demensia

(marijuana/methamphetamines,cocain heroin/alcohol).
Tumor yang dapat dioperasi
Subdural hematoma
Normal-pressure hydrocephalus
Kelainan metabolic, seperti kekurangan vitamin B12
Hypothyroidisn
Hypoglycemia

akibat

penyalahgunaan

bahan

kimia

Dementia irreversible 3

Alzheimers disease
Multi-infark dementia (stroke)
Dementia akibat penyakit Parkinson
AIDS dementia complex
Creutzfeldt-jakob disease

D. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik umum berguna untuk mendeteksi kelainan-kelainan
metabolit yang mungkin timbul pada penderita tersebut.2 Tanda-tanda regresi sel-sel
saraf otak yang ditunjukkan dengan refleks-refleks berikut : 1
a. Snout reflex
Pada penderita dengan demensia tiap kali bibir atas atau bawah diketuk
m.orbikularis oris berkontraksi.

b. Refleks glabela
Orang dengan demensia akan memejamkan matanya setiap kali glabelanya
diketuk. Pada orang sehat, pemejaman mata pada ketukan berkali-kali pada
glabela timbul dua tiga kali saja, dan selanjutnya mata tidak akan memejam lagi.

c. Refleks palmomental
Pada penderita dengan demensia, goresan pada kulit tenar membangkitkan
kontraksi otot mentalis ipsilateral.

E. ALAT TOLAK UKUR DEMENSIA


1. Pemeriksaan MMSE (Mini Mental State Examination)
Pemeriksaan fisik ditunjang dengan pemeriksaan MMSE yang berguna untuk
mengetahui kemampuan orientasi, registrasi, perhatian, daya ingat, kemampuan
bahasa, dan berhintung.2
Tabel. Pemeriksaan Status Mental Mini (MMSE)
NO

TES

NILAI
MAKSIMAL

ORIENTASI

1
2

Sekarang (tahun), (musim), (Bulan), (tanggal), Hari apa ?


Kita berada dimana? (Negara), (propinsi), (kota), (rumah sakit),

5
5

(lantai/kamar)
REGISTRASI
3
Sebutkan 3 buah nama benda (apel, meja, atau koin), setiap benda 1

detik, pasien disuruh mengulangi ketiga nama benda tadi. Nilai 1


untuk setiap nama benda yang benar. Ulangi sampai pasien dapat
menyebut dengan benar dan catat jumlah pengulangan.
ATENSI DAN KALKULUS
4
Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 untuk tiap jawaban yang benar.

Hentikan setelah 5 jawaban. Atau disuruh mengeja terbalik kata


WAHYU (Nilai diberi pada huruf yang benar sebelum kesalahan ;
misalnya uyahw = 2 nilai.
MENGINGAT KEMBALI (RECALL)
5
Pasien disuruh menyebut kembali 3 nama benda di atas
BAHASA
6
Pasien disuruh menyebut nama benda yang ditunjukkan (pensil, buku)
7
Pasien disuruh mengulangi kata-kata: namun, tanpa, bila.
8
Pasien disuruh melakukan perintah : Ambil kertas ini dengan tangan

3
2
1
3

anda!, lipatlah menjadi dua dan letakkan di lantai!.


Pasien disuruh membaca dan melakukan perintah Pejamkanlah mata

10
11

anda
Pasien disuruh menulis dengan spontan
Pasien disuruh menggambar bentuk di bawah ini

1
1

Total

30

Skor

Nilai 24-30
Niali 17-23
Nilai 0-16

: Normal
: Gangguan kognitif Probable
: Gangguan kognitif definitif

2. Pemeriksaan Montreal Cognitive Assesment

PEMERIKSAAN SKRINING MONTREAL COGNITIVE ASSESSMENT


INDONESIA (MoCA-InA)

VERSI

1. Menelusuri Jejak Secara Bergantian (Alternating Trail Making)


Instruksi:
Buatlah garis yang menghubungkan sebuah angka dan sebuah huruf
dengan urutan meningkat. Mulailah di sini (tunjuk angka [1] dan tariklah
sebuah garis dari angka 1 ke huruf A, kemudian menuju angka 2 dan
selanjutnya. Akhiri di sini [tunjuk huruf (E)]
Penilaian:
Berikan nilai 1 bila subyek menggambar dengan sempurna mengikuti
pola berikut ini:
1-A-2-B-3-C-4-D-5-E, tanpa ada garis yang salah. Setiap kesalahan yang
tidak segera diperbaiki sendiri oleh subyek diberi nilai 0
2. Kemampuan visuokonstruksional (kubus)
Instruksi:
Contohlah gambar berikut setepat mungkin
disediakan di bawah ini

pada

tempat

yang

Penilaian:
Berikan nilai 1 untuk gambar yang benar:
Gambar harus tiga dimensi
Semua garis tergambar
Tidak terdapat garis tambahan
Garis-garis tersebut relatif sejajar dan panjangnya sesuai (bentuk
prisma segi empat dapat diterima)
Nilai tidak diberikan untuk masing-masing elemen jika kriteria di atas
tidak dipenuhi
3. Kemampuan visuokonstruksional (jam dinding)
Instruksi:
Gambarlah sebuah jam dinding, lengkapi dengan angka-angkanya dan
buat waktunya menjadi pukul 11 liwat 10 menit
Penilaian:
Berikan nilai 1 untuk masing-masing dari tiga kriteria berikut:
Bentuk (nilai 1): bentuk jam harus berupa lingkaran dengan hanya
sedikit distorsi (mis: ketidak sempurnaan dalam menutup
lingkaran)
Angka (nilai 1): semua angka yang terlihat dalam jam harus
lengkap tanpa tambahan angka; angka harus diletakkan dalam
urutan yang tepat dan dalam kuadran yang sesuai dengan bentuk
jam; angka-angaka Romawi dapat diterima; angka dapat
diletakkan di luar lingkaran
Jarum jam (nilai 1): harus terdapat dua jarum jam yang secara
bersamaan menunjukkan waktu yang dimaksud. Jarum yang
menunjukkan jam harus secara jelas lebih pendek dari jarum yang
menunjukkan menit; jarum jam harus berpusat di dalam lingkaran
dengan pertemuan kedua jarum berada dekat dengan pusat
lingkaran
Nilai tidak diberikan untuk masing-masing elemen jika kriteria di atas
tidak dipenuhi
4. Penamaan
Instruksi:
Katakan kepada saya nama dari binatang ini (dimulai dari kiri)

Penilaian:
Masing-masing 1 nilai diberikan untuk jawaban berikut (1) Gajah, (2)
Badak, (3) Unta
5. Daya Ingat
Instruksi:
Ini adalah pemeriksaan daya ingat. Saya akan membacakan sederet
kata yang harus anda ingat sekarang dan nanti. Dengarkan baik-baik,
setelah saya selesai katakan kepada saya sebanyak mungkin kata yang
dapat anda ingat, tidak masalah disebutkan tidak berurutan
(kemudian pemeriksa membacakan 5 kata dengan kecepatan satu kata
setiap detik).
Tandai dengan tanda centang () di tempat yang disediakan, untuk tiap
kata yang dapat diingat secara benar oleh subjek pada pemeriksaan
pertama. Ketika subjek menunjukkan bahwa ia telah selesai (telah
mengingat semua kata) atau sudah tidak dapat lagi mengingat kata
lainnya, bacakan sederet kata untuk kedua kalinya disertai instruksi
berikut:
Saya akan membacakan sederet kata yang sama untuk keduaklinya.
Cobalah untuk mengingat dan katakana kepada saya sebanyak mungkin
kata yang dapat anda ingat, termasuk kata-kata yang sudah anda
sebutkan di kesempatan pertama.
Di akhir pemeriksaan kedua, jelaskan kepada subjek bahwa dia akan
diminta lagi untuk mengingat kembali kata-kata tersebut dengan
mengatakan Saya akan meminta anda untuk mengingat kembali katakata tersebut pada akhir pemeriksaan.
Penilaian:
Tidak ada nilai yang diberikan untuk pemeriksaan pertama dan kedua
6. Perhatian
Rentang Angka Maju (Forward Digit Span)
Instruksi:
Saya akan mengucapkan beberapa angka, dan setelah saya selesai,
ulangi
apa
yang
saya
ucapkan
tepat
sebagaimana
saya
mengucapkannya
(Bacakan kelima urutan angka dengan kecepatan satu angka setiap
detik)
Penilaian:
Berikan nilai 1 untuk tiap urutan angka yang diulangi secara benar
Rentang Angka mundur (Backward Digit Span)
Instruksi:
Sekarang saya akan mengucapkan beberapa angka lagi, akan tetapi
jika saya sudah selesai, anda harus mengulangi apa yang saya ucapkan
dalam urutan terbalik
(Bacakan ketiga urutan angka dengan kecepatan satu angka setiap
detik)
Penilaian:
Berikan nilai 1 untuk tiap urutan angka yang diulangi secara benar. (N.B.:
jawaban yang benar untuk pemeriksaan angka mundur adalah 2-4-7)
Kewaspadaan
Instruksi:

Saya akan membacakan sebuah urutan huruf, setiap kali saya


mengucapkan huruf A, tepuk tangan anda sekali, jika saya
mengucapkan huruf lainnya jangan tepuk tangan anda
Penilaian:
Berikan nilai 1 jika terdapat nol sampai satu kesalahan (tepuk tangan
pada huruf yang salah atau tidak bertepuk tangan pada huruf A
dihitung sebagai satu kesalahan)
Rangkaian 7 (Serial 7s)
Instruksi:
Sekarang saya ingin anda berhitung dengan cara mengurangi, mulai
angka 100 dikurang tujuh kemudian terus dikurangi dengan angka tujuh
sampai saya memberitahukan anda untuk berhenti.
Ulangi instruksi ini untuk kedua kali jika diperlukan
Penilaian:
Nilai maksimal adalah 3. Berikan:
nilai 0 : jika tidak ada jawaban yang benar,
nilai 1 : untuk satu jawaban yang benar,
nilai 2 : untuk 2 sampai tiga jawaban yang benar,
nilai 3 : jika subyek dapat memberikan empat atau lima jawaban yang
benar.
Hitung setiap jawaban pengurangan 7 yang benar dimulai dari 100.
Setiap pengurangan dinilai secara independen, maksudnya jika subyek
menjawab dengan jawaban yang salah akan tetapi melanjutkan
pengurangan 7 yang benar dari angka tersebut, berikan nilai untuk tiap
hasil pengurangan yang benar.
Sebagai contoh, seorang subyek menjawab 92-85-78-71-64 yang
mana angka 92 adalah jawaban yang salah, akan tetapi semua angka
berikutnya dikurangi tujuh jawabannya benar. Dalam hal ini hanya ada
satu kesalahan dan nilai yang dapat diberikan pada bagian ini adalah 3.
7. Pengulangan Kalimat
Instruksi:
Saya akan membacakan kepada anda sebuah kalimat, setelah itu
ulangi kepada saya tepat seperti apa yang saya bacakan [jeda]:
Wati membantu saya menyapu lantai hari ini
Setelah mendapat jawaban, katakan: Sekarang saya akan membacakan
kepada anda kalimat berikutnya, setelah itu ulangi kepada saya tepat
seperti apa yang saya bacakan [jeda]:
Tikus bersembunyi di bawah dipan ketika kucing datang
Penilaian:
Berikan nilai 1 untuk setiap kalimat yang diulangi dengan benar.
Pengulangan kalimat harus urutan yang tepat. Perhatikan kemungkinan
kesalahan kecil seperti kata yang dihilangkan (misalnya, tidak
menyertakan kata saya, ketika) atau adanya penambahan
(misalnya, Tikus tikus bersembunyi di bawah dipan ketika kucing
datang)
8. Kelancaran Berbahasa
Instruksi:
Katakan kepada saya sebanyak mungkin kata yang anda tahu yang
dimulai dengan huruf tertentu yang akan saya katakan sesaat lagi. Anda
boleh menyebut kata apa saja yang anda pikirkan kecuali nama

orang/nama kota (misalnya Budi, Bandung), dan kata yang sama


ditambah akhiran kata (misalnya, bayar, bayaran). Saya akan meminta
anda untuk berhenti setelah satu menit. Apakah anda siap? [jeda],
Sekarang katakan kepada saya sebanyak mungkin kata yang anda
ketahui yang dimulai dengan huruf S [beri waktu 60 detik]. Berhenti
Penilaian:
Berikan niali 1 jika subyek berhasil memberikan 11 kata atau lebih dalam
60 detik. Tulis jawaban subyek pada bagian bawah atau samping
formulir pemeriksaan.
9. Kemampuan Abstrak
Instruksi:
Katakan kepada saya apa kesamaan antara jeruk dan pisang jika
subyek menjawab dengan jawaban yang konkrit/tidak abstrak, maka
tambahan pertanyaan hanya sekali lagi: Katakan kepada saya
kesamaaan lainnya dari kedua benda tersebut Jika subyek tidak
memberikan jawaban yang sesuai (buah), katakan, Ya, keduanya adalah
buah. Jangan memberikan perintah atau penjelasan tambahan.
Setelah latihan, katakan: Sekarang, (beritahu) katakan kepada saya apa
kesamaan kereta api dan sepeda. Setelah mendapat jawaban, lakukan
pemeriksaan yang kedua, dengan mengatakan Sekarang, (beritahu)
katakan kepada saya apa kesamaan sebuah penggaris dan jam tangan.
Jangan memberikan perintah atau penjelasan tambahan.
Penilaian:
Hanya dua pasangan kata terakhir yang dinilai. Berikan nilai 1 untuk tiap
pasangan kata yang dijawab secara benar. Jawaban-jawaban berikut ini
dianggap benar:
Kereta Api Sepeda = alat transportasi, sarana bepergian, kita dapat
melakukan perjalanan dengan keduanya.
Penggaris Jam tangan = alat ukur, digunakan untuk mengukur
Jawaban-jawaban berikut ini dianggap tidak tepat:
Kereta Api Sepeda = keduanya mempunyai roda
Penggaris Jam tangan = keduanya mempunyai angka-angka
10.
Memori tertunda
Instruksi:
Saya telah membacakan beberapa kata kepada anda sebelumnya, dan
saya telah meminta anda untuk mengingatnya. Beritahukan kepada
saya sebanyak mungkin kata-kata tersebut yang bisa anda ingat. Beri
tanda centang () di tempat yang telah disediakan untuk setiap kata
yang dapat diingat secara spontan tanpa petunjuk.
Penilaian:
Berika nilai 1 untuk setiap kata yang dapat diingat secara spontan tanpa
petunjuk apapun.
Pilihan:
Sebagai lanjutan dari tes memori tertunda beri petunjuk kepada subyek
dengan petunjuk kategori semantik yang diberikan di bawah ini untuk
tiap kata yang belum dapat diingat. Beri tanda centang () pada tempat
yang disediakan jika subyek dapat mengingat kata tersebut dengan
bantuan petunjuk kategori atau pilihan ganda. Informasikan kata-kata
yang belum diingat dengan cara berikut ini. Jika subyek masih belum
dapat mengingat kata tersebut setelah diberikan petunjuj kategori,
9

berikan kepadanya pertanyaan pilihan ganda, seperti contoh instruksi


berikut,
Apakah kata tersebut dari pilihan kata berikut ini, HIDUNG, WAJAH atau
TANGAN?
Gunakan petunjuk kategori dan atau petunjuk pilihan ganda beriut jka
diperlukan:
WAJAH
: petunjuk kategori:
hidung, wajah, tangan
SUTERA : petunjuk kategori:
sutera
MASJID
: petunjuk kategori:
masjid, sekolah, rumah sakit
ANGGREK : petunjuk kategori:
anggrek, melati
MERAH
: petunjuk kategori:
hijau

bagian dari tubuh


jenis kain

warna

ganda:

pilihan ganda: katun, beludru,

jenis bangunan
jenis bunga

pilihan

pilihan

pilihan
pilihan

ganda:

ganda:

ganda:

mawar,

merah,

biru,

Penilaian:
Tidak ada nilai yang diberikan untuk kata-kata yang dapat diingat
dengan bantuan petunjuk. Petunjuk digunakan hanya untuk memperoleh
informasi klinis dan dapat memberikan informasi tambahan yang
diperlukan mengenai jenis kelainan daya ingat. Untuk penurunan daya
ingat yang disebebkan oleh kegagalan proses mengingat kembali
(retrieval failures), kinerja dapat ditingkatkan dengan pemberian
petunjuk. Untuk penurunan daya ingat yang disebaban oleh kegagalan
menerjemahkan sandi ingatan (encoding failures), kinerja tidak dapat
ditingkatkan dengan pemberian petunjuk.
11.
Kemampuan Orientasi
Instruksi:
Katakan kepada saya tanggal hari ini
Jika subyek tidak dapat memberikan jawaban yang lengkap, berikan
tanggapan dengan mengatakan Katakan kepada saya tahun, bulan,
tanggal dan hari pada saat ini kemudian katakan: Sekarang, katakan
kepada saya nama tempat ini dan berada di kota apa?
Penilaian:
Berikan nilai satu untuk tiap jawaban yang benar. Subyek harus
menjawab secara tepat untuk tanggal dan nama tempat (nama rumah
sakit, klinik, kantor). Tidak ada nilai yang diberijkan jika subyek
membuat kesalahan walau satu hari dalam penyebutan tanggal.
NILAI TOTAL:
Nilai maksimal sebesar 30
Nilai total akhir 26 atau lebih dianggap normal
Berikan tambahan 1 nilai untuk individu yang mempunyai pendidikan formal
selama 12 tahun atau kurang (tamat Sekolah Dasar-tamat Sekolah Menengah
Atas), jika total nilai kurang dari 30.

10

3. Pemeriksaan SLUM10

4. Abbreviated Mental Test (AMT)

11

Intepretasi :
~ Normal: 8-10
~ Gangguan ingatan sedang: 4-7
~ Gangguan ingatan berat: 0-3

Tabel : Skor Iskemik Hachinski2


Riwayat dan Gejala
Awitan mendadak
Deteriorasi bertahap
Perjalanan Klinis fluktuatif

Skor
2
1
2
12

Kebingungan malam hari


Kepribadian relative tidak terganggu
Depresi
Keluhan somatic
Emosi labil
Riwayat hipertensi
Riwayat penyakit serebrovaskuler
Arteriosklerosis penyerta
Keluhan neurologi fokal
Gejala neurologi fokal

1
1
1
1
1
1
2
1
2
2

Skor iskemik Hachinski berguna untuk membedakan demensia Alzheimer dengan demensia
vaskuler

Bila skor 4 : demensia Alzheimer


Bila skor 7 : demensia Vaskuler

BAB III
KESIMPULAN
Demensia adalah sindrom neurodegenerative yang timbul karena adanya kelainan yang
bersifat kronis dan progresif disertai dengan gangguan fungsi luhur multiple seperti kalkulasi,
kapasitas belajar, bahasa, dan mengambil keputusan. Kesadaran pada demensia tidak terganggu.
Gangguan fungsi kognitif biasanya disertai dengan perburukan kontrol emosi, perilaku, dan
motivasi.
Demensia Alzheimer merupakan demensia yang paling sering terjadi dan belum ada
penyembuhannya. Demensia vascular merupakan merupakan penyakit kedua setelah demensia
Alzaimer yang dapat menyebabkan demensia. Sebagai dokter kita perlu memberikan edukasi
terhadap pasien dan keluarga pasien. Menasihati keluarga pasien supaya sentiasa mendukung dan
bersabar.
13

Daftar Pustaka

1. Prof. DR, Mahar Mardjono; Prof.DR, Priguna Sidharta; Dementia; neurolgi klinis dasar;
Dian rakyat; 2009 Bab VI halaman 211-213.
2. Dr George Dewanto,Sp.S; Dr wita J. Suwono, Sp.S; Dr Budi Riyanto, Sp.S; Dr Yuda
Turana, Sp.S Demensia Alzheimer, demensia Vaskular, Farmako terapi demensia;
Diagnosis & tatalaksana penyakit saraf; Departemen Ilmu penyakit saraf fakultas
kedokteran UNIKA ATMAJAYA; penerbit buku kedokteran 2009 Bab 12 hal 174-183.
3. Dementia ; A.D.A.M Medical Encyclopedia.;Pub Med Health; Diunduh dari
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0001748/ pada 17/12/2014.
4. Alzheimers
Disease
Health
Center;
Web
MD;
Diunduh

dari

http://www.webmd.com/alzheimers/guide/alzheimers-dementia.page=2 Pada 20/11/2012

14

5. Processes

which

affect

the

brain;

Dementia

care

center;

Diunduh

dari

http://www.dementiacarecentral.com/node/1458 pada 17/12/2014.


6. AlzheimerS disease; neuropathology web; Diunduh dari http://neuropathologyweb.org/chapter9/chapter9bAD.html pada 17/12/2014
7. Demensia
(penurunan
daya
ingat),

diunduh

dari

www.emirzanurwicaksono.blog.unissula.ac.id pada 17/12/2014.


8. Clinical
Dementia
Rating,
diunduh

dari:

http://www.dementiaassessment.com.au/global/cdr_scale.pdf pada 17/12/2014


9. Montreal
Cognitive
Assesment,
diunduh

dari:

https://www.scribd.com/doc/97522386/MOCA-InA-Instruksi-Dan-Penilaian#download
pada 17/12/2014
10. SLUMS

Examination,

diunduh

http://medschool.slu.edu/agingsuccessfully/pdfsurveys/slumsexam_05.pdf

dari:
pada

17/12/2014

15