Anda di halaman 1dari 6

Obat diuretic yg berfungsi untuk menurunkan tekanan darah yaitu:

Golongan tiazid: Bendroflazid/bendroflumetazid, Chlortalidone, hidroklorotiazid


Diuretik kuat: Furosemide
Diuretik hemat kalium: Amilorid HCL, Spironolakton

FUROSEMIDE
Farmakokinetik :
Pada umumnya pemberian furosemid dapat memberikan efek yaitu meningkatkan ekskresi
K+ dan kadarasam urat plasma, ekskresi Ca++dan Mg++ juga ditingkatkan sebanding dengan
peninggian ekskresi Na+. Obat ini jugameningkatkan ekskresi asam yang dapatdititrasi
(titrable acid) dan amonia(Ganiswarna, 1995).
Farmakodinamik :
Ketika obat mudah diserap melalui salurancerna, dengan derajat yang agak berbedabeda.
Bioavailabilitas furosemid 65%, diuretikkuat terikat pada protein plasma secaraekstensif,
sehingga tidak difiltrasi di glomerulustetapi cepat sekali disekresi melalui sistemtransport
asam organik di tubuli proksimal.Dengan cara ini obat terakumulasi dicairantubuli dan
mungkin sekali di tempat kerja didaerah yang lebih distal lagi. Masa kerjanyarelatif singkat
yaitu 1 sampai 4 jam. Furosemiddiekskresi melalui ginjal dalam bentuk utuhdan dalam
konjugasi dengan senyawasulfuhidril terutama sistein dan N-asetil sistein,sebagian lagi
diekskresi melaluihati.(Ganiswarna, 1995).
Indikasi :
Digunakan untuk menurunkan edema paru-paru akut pada gagal jantung kongestifyang
memerlukan diuresis yang kuat dancepat., mengobati hiperkalsemia, nefrosis atau gagal
ginjal kronik (Mycek, 2001).
Kontra indikasi :
Gangguan fungsi ginjal, oliguria, anuria,hipokalemia,hiponatremia, hipotensi (MIMS,hal 49).
Efek samping :
Ototoksisitas : pendengaran dapat terganggu bila digunakan bersama-sama denganantibiotika
aminoglikosida. Hiperurisemia,kekurangan kalium, hipovolemia akut :pengurangan volume
darah yang cepat dan parah, dengan memungkinkan hipotensi, syok dan aritmia jantung.
Dapat pula terjadi gangguan saluran cerna, depresi elemen darah, rash kulit, parestesia dan
disfungsi hati.(Mycek, 2001).
contoh nama dagang
o Arsiret (Meprofarm) tablet 40 mg
o Cetasix (Soho) tablet 40 mg

o Classic (Kimia Farma) tablet 40 mg


o Diurefo (Pyridam) tablet 40 mg
o Farsiretic (Ifars) tablet 40 mg
o Farsix (Fahrenheit) cairan inj. 10 mg/ml; tablet 40 mg
o Furosix (Landson) cairan inj. 10 mg/ml; tablet 40 mg
o Gralixa (Graha) tablet 20 mg, 40 mg
o Husamid (Gratia Husada) kaptabs 40 mg
o Impugan (Alpharma) cairan inj. 20 mg/2 ml; tablet 40 mg
o Lasix (Hoechst Marion Roussel Indonesia) cairan inj. 20 mg/2 ml; lar. infus 250
mg/25 ml; tablet 40 mg
o Uresix (Sanbe) tablet ss. 40 mg
o Yekasix (Yekatria) tablet 40 mg
Kasus:
Deskripsi Kasus
Bapak BT (65 tahun, 165cm, 70 kg) mengalami nyeri di daerah abdominal. Gejala lain yang dia
rasakan adalah anoreksia, nausea, perut kembung, sering bersendawa, sesak napas, dan adanya
pembengkakan (oedem) didaerah kaki.
Penyelesaian Kasus
Pemeriksaan fisik:
Tekanan darah = 140/78 mmHg
Nadi
= 80 kali/menit
RR
= 20 kali/menit
Suhu tubuh = 38oC
Data laboratorium:
HB
= 9,5 g/dL
Na
= 170 mEq/L
K+
= 7,2 mEq/L
Scr
= 1,9 mg/dL
AST
= 36 IU/L
ALT
= 43 U/L
Glukosa
= 110 mg/dL
CK
= 120 U/L
CK-MB
= 9 g/L
Eritrosit
= 3 x 106 /mm3
Leukosit
= 13.000 /mm3
Hematokrit = 35%

Metode SOAP
1. Subject
Nyeri abdominal, Anoreksia, Nousea, Perut Kembung, Sering Bersendawa, Sesak Nafas
2. Object
Adanya Pembengkakan (Udem dikaki)
Data fisik:
TD = 140/78
Nadi = 80 kali/menit
RR = 20 kali/menit
Suhu = 38 oC
Data laboratorium:
HB = 9,5 g/dl (normal : 14-18 gr/dl)
Na = 170 mEq/L (normal : 145 mEq/L)
K = 7,2 mEq/L (normal : 3,5-5 mEq/L)
Scr = 1,9 mg/dL (normal : 0,6-1,3 mg/dL)
AST = 36 IU/L (normal : 37 U/L)
ALT = 43 U/L (normal : 42 U/L)
Glukosa = 110 mg/dL
CK = 120 U/L
CK-MB = 9 g/L (normal : 0-7 g/L)
Eritrosit = 3 x 106 /mm3 (normal : )
Leukosit = 13.000 /mm3 (normal : )
Hematokrit = 35% (normal : )
ClCr = (140-70) x 65 / 72 x 1,9 = 35,63 mL/menit
3. Assesment
- Pasien mengalami hipertensi dan anemia yang disebabkan perdarahan lambung oleh
GERD (Gastrointestinal Esofagus Refluks Desease).
- Asma pada pasien merupakan sesak napas sebagai ciri tidak khas GERD bukan asma
karena RR pasien dalam range normal.
- Dari hasil pemeriksaan laboratorium tergambar profil jantung yang mulai mengalami
penurunan (ditandai peningkatan nilai CK dan CK-MB), peningkatan terjadi karena
faktor dari penyakit hipertensi yang diderita pasien dan fungsi ginjal yang mulai menurun
(ditandai peningkatan nilai SCr).
4. Plan
a) Diberikan terapi farmakologi, yaitu :
- Obat Becoride Inhaler (Betametason) dihentikan penggunaannya karena merupakan
golongan kortikosteroid yang merupakan faktor resiko hipertensi dan GERD
(Gastrointestinal Esofagus Refluks Desease) dan sebenarnya pasien tidak mengalami
asma melainkan hanya gejala dari GRED jadi obat tidak diperlukan.
- Obat Voltaren (Natrium Diclofenak) juga dihentikan penggunaannya karena dapat
meningkatkan kandungan natrium yang memperparah hipertensi pada pasien.
- Diberikan obat :
Furosemide untuk hipertensi dan mengobati udema.
Sukralfat untuk GERD
Fero fumarat untuk anemia
- Untuk obat nyeri tidak diberikan karena kurang diperlukan, dimana nyeri disebabkan

adanya luka pada lambung akibat GERD, jadi jika GERD terobati maka nyeri tidak
muncul.
b) Diberikan terapi non-farmakologi untuk penyakit hipertensi, GERD, dan anemia pada
pasien sebagai terapi penunjang yang dapat membantu proses terapi pasien untuk kualitas
hidup yang lebih baik.
Pemilihan Obat
Terapi Farmakologi :
*Obat hipertensi
a) Obat yang dipilih
Diuretik dari gologan Diuretik Kuat
Obat : Furosemide
b) Mekanisme Kerja
Mekanisme kerjanya adalah dari tepi lumen (cepat dan bolak-balik) memblok pembawa
Na+/K+/2cL- , dengan ini menghambat absorpsi ion natrium, ion kalium, dan ion klorida dalam
cabang tebal jerat henle menaik. Untuk dapat bekerja dari daerah lumen, senyawa ini dari aliran
darah harus masuk ke cairan tubulus. Transport terjadi melalui sekresi aktif tubulus proksiumal.
c) Dosis, Frekuensi, Durasi, dan Cara Pemberian
Diberi per-oral 2 x 40 mg p.c
*Obat GERD
a) Obat yang dipilih
Golongan pelindung mukosa lambung
Obat : Sukralfat
b) Mekanisme kerja
Mekanisme kerja adalah dapat membentuk suatu kompleks protein pada permukaan tukak, yang
melindunginya terhadap HCL, pepsin, dan empedu. Disamping itu, zat ini juga menetralkan
asam, menahan kerja pepsin, dan mengadsorpsi asam empedu. Senyawa alumunium sukrosa
sulfat ini membentuk polimer mirip lem dalam suasana asam dan terikat jaringan nekrotik lunak
secara selektif.
c) Dosis, Frekuensi, Durasi, dan Cara Pemberian
Diberi per-oral 4 x 1g p.c dan sebelum tidur
*Obat anemia
a) Obat yang dipilih
Multivitamin yang mengandung Fe (Zat Besi)
b) Mekanisme Kerja
Mekanisme kerjanya zat besi membentuk inti dari cincin heme Fe-porfirin yang bersama-sama
dengan rantai globin membentuk hemoglobin.
c) Dosis, Frekuensi, Durasi. dan Cara Pemberian
Diberikan peroral 2 x 200 mg (=65 mg Fe) antara jam makan.
Terapi Non Farmakologi
*Untuk Hipertensi
a) Mengurangi makanan berlemak, berbumbu asam, cokelat, kopi, allkohol.
b) Mengurangi asupan Natrium dengan diet garam.

c) Melakukan aktivitas fisik seperti aerobic.


*Untuk GERD
a) Posisi kepala / tempat tidur ditinggikan 6-8 inch
b) Diet dengan menghindari makanan tertentu (makanan berlemak, berbumbu,asam, cokelat,
kopi, alkohol).
c) Menurunkan BB bagi yang gemuk.
d) Jangan makan terlalu kenyang, jangan segera tidur setelah makan.
e) Sebaiknya makan sedikit-sedikit tapi sering.
f) Hindari hal : seperti merokok, pakaian ketat, mengangkat barang berat.
g) Menghindari obat-obat yang dapat menurunkan tonus LES :
antikolinergik, teofilin, diazepam, opiate, antagonis kalsium, agonis beta adrenergic,
progesterone.
*Untuk Anemia
a)Mencukupkan asupan nutrisi Fe, asam folat, dan vitamin B12. Misalnya dari sayur-sayuran
hijau, ikan laut, dan unggas.
Evaluasi Obat Terpilih
a. Furosemide (Golongan Diuretik Kuat)
Furosix (Furosemid 40 mg tiap tablet) produk Landson.
1) Indikasi
Edema, oliguria karena gagal ginjal, dan hipertensi karena gagal jantung atau gagal ginjal.
2) Kontraindikasi
Keadaan prakoma akibat sirosis hati, gagal ginjal dengan anoria.
3) Peringatan
Hipotensi, gagal ginjal, gagal hati, kehamilan, pembesaran prostat.
4) Efek Samping
Hiponatremia, hipokalemia, hipomagnesenia, alkalosis hipokloremik, eksresi kalsium meningkat,
hipotensi, gangguan saluran cerna, hiperurisemia, dan pirai, hiperglikemia, kadar kolesterol dan
trigliserida meningkat sementara, jarang terjadi ruam kulit, fotosensitifitas dan depresi sumsum
tulang (hentikan pengobatan), pancreatitis (dengan dosis parenteral yang besar), tinnitus dan
ketulian (biasanya karena pemberian dosis parenteral yang besar dan cepat, serta pada gangguan
ginjal).
5) Interaksi Obat
Dengan antidiabetik (klorpropamid), antijamur (amfoterisin), glikosida jantung (spironalakton),
kotikosteroid, diuretik lain (metalazon), lithium, simpatomimetik (salbutamol, salmeterol,
terbutalin, bambuterol, eformoterol, fenoterol, firbutarol, reproterol, rimiterol, ritodrin dan
tulobuterol dosis tinggi).
6) Harga
Kemasan tablet 40 mg x 10 x 10 biji dengan harga Rp. 82.225,b. Sukralfat (Golongan Pelindung Mukosa Lambung)
Ulsidex (Sukralfat 500 mg tiap tablet) produk Dexa Medica
1) Indikasi
Tukak Lambung dan Tukak Duodenum.

2) Peringatan
Gangguan ginjal (hindarkan bila berat), kehamilan, menyusui.
3) Efek Samping
Konstipasi, diare, mual, gangguan pencernaan, gangguan lambung, mulut kering, ruam, gatalgatal, nyeri punggung, pusing, sakit kepala, vertigo, dan mengantuk.
4) Interaksi Obat
Dengan antibakteri (siproflaksasin, norflaksasin, oflaksasin, dan tetrasiklin), antikoogulan
(warfarin), antiepilepsi (fenitoin), antijamur (ketokonazol), glikosida jantung, tiroksin.
5) Harga
Kemasan tablet 500 mg x 100 biji dengan harga Rp. 141.900,c. Fero Fumarat (Golongan Zat Besi Oral)
Hemobion (Mengandung Fe Fumarat 360 mg, Asam Folat 1,5 mg, Vitamin B12 15g, Vitamin C
75 mg, Kalsium karbonat 200 mg, Kolekalsiferol 400 iu tiap tablet) produk Merck.
1) Indikasi
Pencegahan dan pengobatan anemia defisiensi besi.
2) Kontraindikasi
Hemokromatosis, anemia hemolitik, hipersensitivitas.
3) Peringatan
Individu dengan keseimbangan besi normal tidak boleh mengkonsumsi besi secara kronis.
4) Efek Samping
Noda pada gigi, nyeri abdominal, konstipasi, diare, mual, warna feses gelap.
5) Interaksi Obat
Dengan antasida (magnesium trisilikat), antibakteri (tetrasiklin), bisfosfonat, dopaminergik
(levodopa), penisilamin, trientin, seng.
6) Harga
Kemasan kapsul 10 x 10 biji dengan harga Rp. 140.400, Pustaka
https://yosefw.wordpress.com/2008/01/01/penggunaan-diuretik-pada-hipertensi/
https://www.academia.edu/9066300/diuretik?auto=download
Ganiswara. 2004. Farmakologi dan Terapi. Universitas Indonesia : Jakarta
Mycek, M.J.Harvey, R.A.Champe, P.C 2001. Mekanisme Transpor Tubulus Ginjal
Dalam Buku Farmakologi Ulasan Bergambar Edisi II. WidyaMedika. Jakarta
https://www.MIMS.com
https://www.academia.edu/6516649/Famakoterapi_Hipertensi_Kelompok_9