Anda di halaman 1dari 30

FINISHING PENUTUP ATAP

MAKALAH
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
( AR-2532B) Material Arsitektural
dosen pembimbing Alfred Wijaya, ST., MT

disusun oleh:
Sandi Susila

NPM 41155030130007

Jendi Rachman

NPM 41155030130006

Givan. G Giambatista

NPM 41155030130061

Sandra Novianti Rahmat

NPM 41155030130034

Putri Ayu Prathiwi

NPM 41155030130042

TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA
BANDUNG
2013-2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan rahmatNya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Pada makalah
yang berjudul penutup atap, sebagai pokok bahasan, penulis mencoba
memaparkan aneka ragam bahan material penutup atap.
Maksud dibuatnya makalah ini di samping untuk memenuhi tugas
Material Arsitektur, juga untuk menambah pengetahuan dan pengalaman
kami tentang menulis makalah ini serta menambah wawasan kami dan
pembaca mengenai keragaman bahan material arsitektur.
Kami menyadari bahwa telah banyak menerima bantuan dan
dorongan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan tugas ini, oleh karena
itu kami mengucapkan terima kasih.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat
dari penyusunan makalah ini. Karena itu kami berharap semoga makalah
ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam karangan
tulis ini. Oleh karena itu, kami berharap agar pembaca dapat memaklumi
kesalahan kami baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun yang tentunya
akan sangat bermanfaat bagi penulis.
Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami
khususnya dan bagi para pembaca. Terimakasih

Bandung, Juni 2014

PENDAHULUAN

1.
2.
3.
4.
5.

Dalam suatu bangunan, atap berfungsi sebagai penutup seluruh


ruangan yang ada di bawahnya. Gunanya untuk melindungi dari pengaruh
panas, hujan, angin, debu, dan lain-lain. Sebagai mahkota dari suatu
bangunan, pemilihan atap haruslah disesuaikandengan bangunan di
bawahnya, iklim setempat, model atap, biaya, serta bahan yang tersedia.
Pemanfaatan teknologi juga tak bisa di kesampingkan. Selain untuk
mendapatkan produk kualitas prima, pemanfaatan teknologi merambah
pada produk yang ramah lingkungan. Sejak isu pemanasan global
mencuat ke permukaan, pemakaian bahan bangunan ramah lingkungan
jadi tren di seluruh dunia. Produsen atap tak mau ketinggalan dan
berlomba-lomba menawarkan produk atap ramah lingkungan. Ada
beberapa pilihan penutup atap yang berkualitas dan murah. Sebut saja
seperti genteng. Jenis genteng pun beragam dilihat dari harga, kualitas
dan desain. Yang membedakan hanya jenis bahannya saja. Ada yang
terbuat dari metal, bitumen atau aluminium
Untuk pemakaian pada bangunan kelas menengah, penutup atap dari
bahan seng, asbes dan tradisional sudah cukup. Sedangkan untuk segmen
atasnya, seperti rumah dengan kisaran harga diatas Rp500 juta sudah
menggunakan atap berbahan dasar. Untuk saat ini pilihan pasar masih
didominasi genteng keramik dan genteng beton. Sedangkan trendsetter
masih dipegang genteng flat dan semi flat. Pilihan ini sejalan dengan
perkembangan tema rumah moderen minimalis dan modern simplicity.
Namun, melalui tren rumah gaya minimalis yang minim ornamen,
keberadaan genteng beton pun mulai ikut terangkat. Penggunaan genteng
flat yang diproduksi oleh genteng beton, melengkapi tampilan bangunan
bergaya minimalis. Dalam pemilihan jenis penutup atap ini ada beberapa
kriteria yang perlu diperhatikan oleh konsumen sebagai berikut :
Tinjauan terhadap iklim setempat
Bentuk keserasian atap
Fungsi dari bangunan tersebut
Bahan penutup atap mudah diperoleh
Dana yang tersedia

1. MODEL ATAP
Berdasarkan bentuknya, model atap dapat dibedakan menjadi
bebrapa bentuk, sebagai berikut :
1. Atap Datar
Meskipun bentuk atap ini dikatakan atap datar, akan tetapi pada
permukaan atap selalu dibuat sedikit miring untuk menyalurkan air hujan
ke lubang talang. Bahan yang sesuai untuk atap ini biasanya digunakan
campuran beton bertulang. Agar dibawah atap ini tidak terlalu panas atau
dingin maka perlu dibuat ruang isolasi diatas langit-langit (plafon). Atap
datar digunakan untuk rumah mewah seperti rumah bertingkat.

Atap datar

2. Atap Sandar
Atap sandar biasanya disebut juga atap sengkuap atau atap temple.
Pada umumya atap ini terdiri dari sebuah bidang atap miring yang bagian
tepi atasnya bersandar atau menempel pada tembok bangunan induk
( tembok yang menjulang tinggi ). Pada bentuk atap sandar menggunakan
konstruksi setengah kuda kuda untuk mendukung balok gording.
Kemiringan atapnya dapat diambil 30atau 40 bila memakai bahan
penutup dari genteng. Untuk bahan penutup dari semen asbes gelombang
dan seng gelombang kemiringan atapnya dapat diambil 20 atau 25,
yang pada pemasangannya tidak memerlukan reng.

Atap sandar

3. Atap Pelana
Atap pelana sebagai penutup ruangan terdiri dari dua bidang atap
miring yang tepi atasnya bertemu pada satu garis lurus, dinamakan
bubungan. Tepi bawah bidang atap, dimana air itu meninggalkan atap
dinamakan tepi teritis. Pada tepi teritis ini dapat dipasang talang air.
Bahan penutupnya banyak yang menggunakan genteng biasa ( genteng
kampung ) maupun seng gelombang. Bentuk atap pelana digunakan
untuk rumah rumah sederhana. Rumah dengan atap ini banyak dijumpai
dipedesaan seperti Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Atap pelana

4. Atap perisai/jurai
Atap perisai/jurai merupakan model atap yang menggunakan unsur
jurai dan berbentuk seperti perisai. Atap ini sangat cocok digunakan untuk
rumah atau bangunan lain yang tapak bangunan dan luas tanahnya lebih
besar.

Atap perisai/jurai

5. Atap Tenda
Atap ini dinamakan atap tenda karena bentuknya menyerupai
pasangan tenda. Ukuran panjang dan lebar bangunan yang menggunakan
atap ini adalah sama, ini berarti terdiri dari empat bidang atap dan empat
jurai dengan bentuk, ukuran maupun lereng yang sama yang bertemu di
satu titik tertinggi yaitu pada tiang penggantung (maklar ). Atap ini
banyak digunakan untuk bangunan kantor, pendopo, dan bangunan untuk
tempat tinggal.

Atap tenda

6. Atap Menara
Bentuk atap ini serupa dengan bentuk atap tenda yaitu mempunyai
empat bidang atap dengan sudut apitnya yang sama besar serta ujung
ujung bagian atasnya bertemu pada satu titik yang cukup tinggi. Atap
menara mempunyai jurai luar yang sama panjang dan ujung bagian atas
bertemu pada satu titik yang berada pada bagian ujung atas gantung
atau maklar. Bentuk atap semacam ini banyak digunakan untuk bangunan
bangunan gereja.

Atap menara

7. Atap Joglo
Atap joglo merupakan atap jurai luar yang patah ke dalam seolaholah terdiri dari dua bagian yaitu bagian bawah yang mempunyai sudut
lereng atap lebih kecil atau landai dan bagian atas akan tampak bagianbagian bidang atap yang berbentuk trapesium.

Atap joglo

A. KUDA KUDA
Kuda-kuda merupakan susunan rangka batang yang berfungsi
sebagai pendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan
sekaligus dapat memberikan bentuk pada atap. Konstruksi kuda-kuda
atap umumnya terdiri atas rangkaian batang yang senantiasa berbentuk
segitiga. Namun, bentuk konstruksi kuda-kuda ini dapat dimodifikasi
karena harus mempertimbangkan berat atap serta bahan dan bentuk atap
itu sendiri.
Dilihat dari bahan yang digunakan, ada tiga macam kuda-kuda atap,
yaitu kuda-kuda kayu, kuda-kuda baja (berupa baja biasa atau baja
ringan), kuda-kuda dari pipa, serta kuda-kuda dari bahan beton bertulang.
Kuda-kuda dengan beton bertulang digunakan untuk bangunan dengna
bentang yang besar dan tinggi seperti auditorum, gelanggang olahraga,
mall, masjid, dan sebagainya.
1. Kuda-kuda kayu
Kayu yang bisanya digunakan untuk kuda-kuda adalah kayu tropis,
seperti kayu borneo, kayu ulin, kayu jati, dan sebagainya.
Kayu yang digunakan untuk kuda-kuda dapat diprofil (exposed) bila
dibawahnya tidak akan dipasang plafon, sehingga akan tampak lebih
artistik. Namun, dapat juga kayu untuk kuda-kuda dibiarkan berupa
batangan bila dibawahnya akan dipasangi plafon. Kuda-kuda exposed
banyak digunakan pada konsol terbuka, pergola, teras, serta garasi.
2. Kuda-kuda baja
Kuda-kuda baja banyak digunakan pada bangunan bentang besar
karena pekerjaannya sulit bila menggunakan kayu. Baja relatif kuat
dibanding kayu. Namun, sekarang alasan penggunaan baja adalah harga
kayu yang mahal, kayu berkualitas sulit diperoleh, serta tingginya
pertumbuhan rayap sebagai musuh utama kayu.
Satuan kuda-kuda baja biasnaya dinyatakan dalam kg (kilogram) dan
masin-masing penampang besi profil (IWF/H/L) mempunyai tabel berat .
Kuda-kuda baja ringan berkembang sangat pesat. Hampir di setiap
perumahan jenis kuda-kuda ini digunakan. Selain ringan, kuda-kuda baja
ringan ini pun tahan terhadap berat sampai 25 tahnun. Pembelian kudakuda dapat dlam bentuk set atau unit drngan memberikan gambar
konstruksi kuda-kuda.

B. MATERIAL PENUTUP ATAP


Penutup atap yang beredar di pasaran saat ini banyak macam dan
jenisnya, tergantung pada desain konstruksi dan arsitekturnya. Yang
penting, syarat-syarat sebagai penutup atap harus terpenuhi, yakni pada
saat tertimpa air hujan tidak terjadi rembesan dan dapat mengalirkan air
hujan dengan baik, melindungi dari terik dan menyerap sinar matahari,
serta awet sepanjang umur bangunan.
Adapun syarat-syarat umum penutup atap antara lain :
Bahan bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi
Rapat terhadap air hujan dan tidak tembus air
Tidak mengalami perubahan bentuk akibat pergantian cuaca
Tidak terlalu banyak memerlukan perawatan khusus
tidak mudah terbakar
bobot ringan dan mempunyai kedudukan yang mantap setelah dipasang
awet.

1. GENTENG TANAH LIAT


Genteng jenis ini banyak dibuat secara tradisional. Dibuat dari bahan
tanah liat, dicetak, dan dibakar pada tungku tradisional. Karena proses
pembuatannya dilakukan secara tradisional, genteng ini hanya memiliki
kekuatan, kepresisian, dan kerapihan yang cukup. Biasanya Genteng jenis
ini dicetak dengan berbagai bentuk sesuai khas daerah produksi masingmasing, dengan nama yang berbeda-beda, yaitu genteng kodok, genteng
plentong/manthili, genteng garuda, genteng paris, dll. Genteng
tanah
liat menggunakan sistem pemasangan interlocking. Sudut kemiringan
pemasangan genteng tanah liat berkisar antara 30 - 40. Genteng tanah
liat dapat bertahan hingga lebih dari 20 tahun.
a. Spesifikasi
Ukuran genteng tanah liat terdapat dua jenis, yaitu ukuran yang kecil
dengan kebutuhan 24 bh/m2, dengan harga Rp.750 s/d 950 per buah.
Ukuran yang lebih besar dengan kebutuhan 19 bh/m2, dengan harga Rp.
1500 per buah.
Cara pembuatan :
Genteng kategori ini terbuat dari tanah liat yang ditekan / di-press,
kemudian dipanaskan menggunakan bara api dengan derajat kepanasan
tertentu. Daya tahan genteng jenis ini sangat kuat. Untuk pemasangan
diperlukan teknik pemasangan kunci / kaitan genteng pada rangka
penopang. Selain tampilan alami berwarna oranye kecoklatan hingga
merah terakota, kini telah tersedia berbagai macam pilihan warna-warni
yamg menarik.
Untuk finishing tersedia dalam pilihan natural dan glazur transparan.
Glazur adalah sejenis coating untuk menutup pori-pori genteng dan
memberikan tampilan lebih mengkilap.

Kelebihan :
Mempunyai beban yang ringan sehingga meminimalisasi beban atap.
Memiliki kuat tekan sehingga dapat diinjak.
Harganya relatif murah.
Kekurangan :
Mudah berlumut atau berjamur jika tidak dilapisi cat atau glazur.
Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak
terjadi kebocoran di dalam rumah.
Menggunakan pola pemasangan zig zag dengan sistem sambungan
inlock.

b. Jenis Genteng Tanah Liat


1) Genteng Kodok

2) Genteng Palentong

3) Genteng Morano

2. GENTENG KERAMIK
Banyak yang menganggap tampilan genteng keramik lebih elegan
dan cantik. Model genteng keramik bermacam-macam. Salah satunya
model genteng flat. Munculnya model genteng flat ini tampaknya untuk
menjawab tuntutan model rumah minimalis yang sedang tren saat ini.
Pasalnya, genteng model flat dan semi flat dinilai lebih pas untuk rumah
minimalis.
a. Spesifikasi
Bahan dasarnya tetap keramik yang berasal dari tanah liat. Namun
genteng ini telah mengalami proses finishing yaitu lapisan glazur pada
permukaannya. Lapisan ini dapat diberi warna yang beragam dan
melindungi genteng dari lumut. Umurnya bisa 20 50 tahun .Aplikasinya
sangat cocok untuk hunian modern di perkotaan.
Cara Pembuatan :
Genteng keramik biasanya dibakar dengan suhu yang sangat tinggi. Tanah
liat yang digunakan sebagai bahan dasar genteng keramik tidak bisa
sembarangan, karena di setiap daerah kualitas tanahnya berbeda-beda.
Proses pemanasan juga dilakukan hingga suhu 1200 C, sehingga tanah
liat berubah menjadi sangat keras menyerupai keramik lantai. Pilihan
warna dan finishing glazur pada genteng keramik juga jauh lebih beragam
dan halus, karena dilakukan secara mekanis dengan peralatan moderen.
Cara pasang:
Menggunakan sistem interlock, yaitu sistem pemasangan yang saling
mengunci antara satu genteng dengan genteng lainnya. Dengan sistem
interlock ini maka genteng keramik tidak perlu menggunakan paku lagi,
kecuali jika sudut kemiringannya lebih dari 30. Genteng ini bertumpu
pada rangka kayu atau beton.Ukuran genteng berdimensi 3132 cm
dengan berat 3-3,5 kg per buahnya.
Kelebihan :
Lebih tahan lama
Kuat menahan beban manusia jika diinjak pada saat pemasangan
atau mengganti genteng.
Warnanya tahan lama karena diproses pada saat pembakaran
keramik dan tidak perlu pengecatan ulang.
Cocok digunakan untuk daerah tropis yang sering mengalami
pergantian cuaca antara hujan dan panas yang dapat menyebabkan
warna cepat memudar.
Cocok untuk rumah dengan gaya apa pun, cukup dengan memilih
warna yang disesuaikan sehingga tercipta komposisi yang tepat.

Kekurangan :
Diperlukan ketelitian ketika memasang agar didapatkan kerapatan
yang baik sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah.
Kemiringan atap minimum 30 derajat agar air hujan dapat mengalir
sempurna dan genteng tidak terlepas ketika diterpa angin.
Jika dipasang pada sudut kemiringan 45-60 perlu bantuan baut
ketika memasang agar genteng tidak terlepas dan lebih kuat.

Genteng Keramik

Atap Genteng Keramik

3. GENTENG BETON
Genteng beton merupakan genteng berteknologi pembuatan kuno.
Genteng ini memiliki bobot yang berat. Sehingga, untuk menampung
beratnya, memerlukan rangka kayu yang agak besar. Karena
berpenampilan kusam dan pilihan warnanya tak banyak, agar terlihat
bagus harus dicat genteng khusus.
a. Spesifikasi
Genteng ini terbuat dari beton yaitu campuran pasir, semen, kerikil
dan bahan aditif lalu diberi lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna
dan kedap air.
atap ini bisa bertahan hampir selamanya, tetapi lapisan pelindungnya
hanya akan bertahan antara 30 tahun hingga 40tahun.
Bentuk penutup atap ini ada yang bergelombang dan ada juga yang
datar. Bentuk datar muncul seiring dengan gaya arsitektur rumah yang
modern dan minimalis sehingga perlu adanya penyesuaian bentuk atap
yang lebih sederhana. Berat genteng beton berkisar 4-5kg per buah
dengan dimensi ukuran bervariasi dengan panjang minimum 30cm dan
lebar 15 cm.
Kelebihan :
Kuat dan tahan lama
Daya tahan terhadap tekanan tinggi sehingga tidak mudah goyah
oleh terpaan angin.
Harganya relatif murah.
Kekurangan :
Memiliki tekstur kasar.
Mudah timbul lumut pada permukaannya.
Berat, sehingga menimbulkan beban yang tinggi pada rangka atap.

Gent
eng beton

4. GENTENG METAL
Genteng jenis ini memiliki ukuran yang lebih besar dari genteng
tanah liat, yaitu sekitar 60-120 cm, dengan ketebalan 0,3 mm.
Pemasangan genteng ini tidak jauh beda dengan genteng dari tanah liat.
Karena memiliki ukuran yang lebih lebar, maka dapat mempercepat waktu
pemasangan pada sebuah rumah. Genteng jenis ini biasanya memerlukan
sekrup untuk pemasangannya agar tidak mudah terbawa angin karena
bobotnya lumayan ringan. Pilihan warna genteng metal yang tersedia
sangat variatif dan menarik. Kombinasi warna atap dan dinding fasade
bangunan dapat menciptakan harmoni warna yang menarik.
a. Spesifikasi
Cara pemasangan genteng metal yaitu dengan menggunakan paku
atau sekrup khusus. Bahan nok atau bubungannya pun menggunakan
bahan metal yang dipasang dengan menggunakan paku atau sekrup
khusus.
Kelebihan :
Mudah dan cepat dalam pemasangannya.
Hemat material karena bentangnya yang lebih lebar.
Dilapisi bahan anti karat, jadi tidak mudah berkarat.
Menggunakan bahan anti pecah jadi lebih aman dari kebocoran.
Teknologi baru yang membuat genteng tidak menimbulkan panas dan
tidak mudah terbakar.
Dilapisi bahan anti lumut sehingga tidak perlu khawatir untuk
mengecet ulang yang tentunya memerlukan biaya tambahan.
kekurangan :
Cara memasangnya harus rapi, karena jika tidak rapi maka akan
sangat tidak indah dilihat.

Genteng metal

5. GENTENG ASPAL
Genteng aspal merupakan bahan penutup atap dari bahan aspal.
Beratnya hanya sekitar 10kg/m. Pemasangannya dengan cara dipaku
pada reng atau kaso seperti pemasangan sirap yang tumpang tinding
menyilang. Bentuk atap ini pun datar seperti sirap. Sementara penutup
noknya menggunakan sejenis aluminium/metal lembaran.
a. Spesifikasi
Kelebihan :
Penyerapan panas cukup baik sehingga ruangan lebih sejuk
Kedap suara
Menawan dan terkesan mewah
Ringan dan lentur
Harganya relatif murah
Kekurangan :
Masih sulit diperoleh di pasaran
Tidak tahan api
Sulit dilakukan perbaikan dibanding genteng biasa
Pemasangannya memerlukan keahlian sehingga tidak semua tukang
dapat mengerjakannya.

Genteng Aspal

Atap Genteng Aspal

Adapun cara pemeriksaan genteng yang baik, dilapangan sebagai


berikut :
a. Tinjauan terhadap pandangan luar :
Bila tiap-tiap bagian permukaan genteng itu dipukul, maka akan
terdengar suarayang nyaring.
Tidak terlihat adanya retak-retak diseluruh permukaannya.
Permukaan genteng itu rata dan tidak ada lekuk-lekuk.
Setelah dipasang akan terlihat di atas atap rapih dan berukuran
sama.
b. Tinjauan Terhadap Berat rata-rata.
Untuk mengetahui berat rata-rata genteng dapat dilakukan dengan
cara penimbangan :
ambil contoh sampel 6 buah genteng dari tumpukan tiap-tiap jenis yang
diperkirakan dapat mewakili keseluruhan. Kemudian gentang ini
ditimbang dan hasil beratnya masing-masing dijumlahkan dan dibagi ratarata, maka hasil pembagian ini merupakan berat rata-rata.
c.

Tinjauan terhadap rembesan.


Sediakan sebuah genteng yang akan diperiksa dan sebuah kotak
terbuka (kaleng) yang pada bagian sisi atas dan bawahnya terbuka serta
semua sisi sampingnya tidak dapat tembus oleh air. Kotak ini direkatkan
pada bagian atas permukaan genteng, selanjutnya dibagian luarnya diberi
perekat lilin agar rapat air. Kotak ini diisi air kira-kira setinggi 6 cm.
Setelah 3 jam lamanya dalam kotak, lalu bagian bawah genteng diperiksa
apakah terjadi rembesan atau tetesan air. Catat dari 6 buah atau lebih
genteng, berapakah yang tembbus air. Genteng yang baik tidak akan
tembus air.
d.

Tinjauan terhadap penampang patahan.


Genteng yang akan diperiksa dipatahkan pada arah panjang dan
melintang. untuk genteng yang baik akan terlihat seperti berikut :
Warna pada tiap-tiap patahan merata (merah sedikit kekuningkuningan).
Tebalnya pada bagian-bagian patahan itu sama.
Susunannya terlihat rapat dan padat Campurannya yang berasal
dari tanah liat itu halus.

6. GENTENG KACA
Genteng kaca lebih banyak digunakan untuk rumah sederhana yang
sulit memperoleh pencahayaan dari jendela
Bahan baku pembuatan genteng kaca ini adalah kaca. Ketebalan
genteng kaca minimal 8mm, dan beratnya adalah 25 23kg/m. Bahan
nok atau bubungan atap ini terbuat dari genteng yang dipasang dengan
adukan semen dan pasir. Namun, agar pemuaian tidak cepat terjadi maka
lebih baik jika adukan ditambah kapur.
a. Spesifikasi
Kelebihan :
Terdapat banyak pilihan warna
Membantu penerangan ruangan dari atas
Ukurannya sama karena diproses pabrikasi
Sebagai atap ruang penelitian tanaman yang memerlukan sinar dan
panas tertentu.
Kekurangan :
Harganya relatif mahal
Mudah pecah
Modelnya tidak ada pada semua jenis genteng

Genteng Kaca

7. ATAP SIRAP
Saat ini atap sirap berbahan tradisional memang sudah jarang dibuat,
antara lain karena bahan bakunya sulit dicari dan mahal.
Atap sirap kini mulai digunakan kembali, tetapi menggunakan bahan yang
berbeda, yaitu fiber cement. Karena merupakan bahan fabrikasi sampai ke
jurai dan nok-nya, hasil akhir atap sirap fiber cement ini bisa sangat rapi.
Sambungan-sambungannya pun lebih sukar dilewati air hujan. Namun,
harga atap ini agak mahal.
Selain yang berbahan serat, tersedia juga atap sirap dari bahan
bitumen yang dilapisi pasir dan butiran keramik. Butiran keramik ini
gunanya untuk melindungi atap dari paparan sinar ultra-violet dan
memberi warna pada atap. Bahan penutup atap ini ringan dan lentur
tetapi umurnya tidak terlalu panjang karena bahannya cepat aus.
Saat hujan turun, atap sirap cukup mampu menahan masuknya air
hujan ke dalam rumah berkat lapisan multipleks di bawahnya. Tetapi,
lapisan multipleks tersebut lama-kelamaan bisa lapuk dan mengakibatkan
bocor. Jika ini yang terjadi, perbaikan atap sirap lebih sulit dilakukan
dibandingkan atap genteng, karena harus dilakukan penggantian secara
menyeluruh.
pemilihan bentuk dan bahan atap tentu berpulang kepada masingmasing
pemilik rumah, karena pemilihan ini juga terkait dengan biaya dan selera
Sirap yang tersedia di pasaran terbuat dari 2 jenis bahan yaitu sirap
kayu dan sirap fiber-cement
1. Sirap Kayu
Atap sirap merupakan jenis atap yang terbuat dari kayu olahan khas
tradisional Kalimantan. Banyak dijumpai Sirap dengan jenis Kayu Jati,
tetapi mahalnya harga membuat jenis kayu ini kurang terjangkau oleh
banyak orang. Kini hadir sirap dengan bahan kayu ulin. Sirap mempunyai
keunggulan dibandingkan genteng biasa, selain awet juga mempunyai
daya tarik tersendiri karena citraseninya yang tinggi.
Di Indonesia kayu ulin ini banyak ditemukan di Kalimantan.Untuk
menggunakannya sebagai bahan atap, kayu Besi atau kayu ulin dipotongpotong tipis (sekitar 4 5 mm).
a. Spesifikasi
Warna biasa sirap adalah coklat tua namun akan berubah menjadi
cokelat tua kehitam-hitaman. Kelebihan pengunaan bahan sirap adalah
bahannya cukup ringan dan bersifat isolisasi terhadap panas.
Sirap kayu terdiri dari 2 ukuran yaitu ukuran besar dan ukuran kecil :
Ukuran besar : panjang 60 cm, lebar 8 @9 cm dan tebalnya 4 - 5 mm
Ukuran kecil : panjang 40 cm, lebar 5 cm dan tebalnya 3 @ 4 mm

Cara pemasangan :
Cara pemasangan sirap dengan menggunakan paku. Pemasangannya
dimulai dari bawah sehingga paku tidah terlihat karena tertutup sirap
berikutnya. Sementara bahan nok dapatmenggunakan genteng yang
dipasang dengan adukan semen dan pasir.
Kelebihan :
Bisa dipasang pada atap dengan sudut yang hampir mendekati
vertikal
Membuat rumah terasa sejuk karena tidak menyerap panas dan
memberikan sirkulasi udara yang bagus bagi atap.
Tahan lama karena kayu ulin bisa bertahqan hingga ratusan tahun
kekurangan :
Membutuhkan perawatan dan perbaikan teratur agar bisa bertahan
lama karena pelapukan dan serangga dapat memperpendek usia
sirap.
lebih sulit dipasang dibandingkan dengan genteng sehingga kualitas
atap sirap sangat tergantung pada kecakapan tukang yang
memasangnya.
rentan terhadap bahaya kebakaran bila tidak diproses dengan lapisan
antipanas.

Sirap Kayu

Atap Sirap Kayu

8. SENG ATAU METAL GELOMBANG


Jenis atap ini paling mudah dipasang. Harganya pun lebih murah
dibanding penutup atap lainnya. Namun, bila jenisnya seng maka
harganya lebih murah dan cepat berkarat. Sedangkan bila jenisnya metal
maka harganya lebih mahal tapi tidak berkarat.
Ukuran seng atau metal gelombang yang umumnya dipasran adalah,
ebar 105cm, panjang 150cm,180cm, 210cm, 270cm, dan 300cm. Bahkan
dalam jumlah besar seng ini dapat dipesan dengan ukuran dan warna
tertentu. Beratnya juga beragam, tergantung merek, natural atau warna,
dan ketebalannya.
Penutup atap dari seng atau metal gelombang ada tiga tipe, yaitu tipe
gelombang U, gelombang V, dan gelombang kotak.

Tipe gelombang U

Tipe gelombang V

Tipe gelombang kotak

a. Spesifikasi
Cara pemasangan jenis atap ini dengan menggunakan paku payung.
Akan lebih baik bila bagian bawah kepala paku payung diberi ring karet.
Pemasangan jenis penutup atap ini tidak menggunakan kaso atau reng,
cukup dipakukan pada gording walaupun ukuran gordingnya lenih kecil,
yaitu 5/10 atau 6/12. Bahan nok dapat berupa genteng yang dipasang
dengan adukan semen dan pasir. Ada juga nok yang menggunakan seng
pelat yang dipaku dengan paku payung yang dilengkapi ring karet.
kelebihan :
terdapat
banyak
piliham,
baik
panjang,
warna,
gelombangnya
hemat penggunaan material rangka atap dan kuda-kuda
lebih tahan dibandingkan asbes
ukurannya sama karena diproses pabrikasi
dapat ditambal jika bocor
pemasangganya bisa sampai kemiringan 10
kekurangan :
terasa panas dalam ruangan jika daerahnya bersuhu tinggi
mudah berkarat jika jenisnya seng

Atap Seng

maupun

9. SERAT FIBERSEMEN / ASBES


Pada beberapa waktu yang lalu, penutup atap dari serat fibersemen
atau asbes paling populer. Namun, hingga saat ini pemakaian asbes
menurun setelah ditemukan bahwa asbes menimbulkan dampak negatif
bagi kesehatan manusia. Padahal jenis atap ini paling mudah dipasang
dan harganya lebih murah dibandingkan penutup atap lain. Ini disebabkan
pemasangan jenis penutup atap ini tidak menggunakan kaso atau reng.
Pemasangannya langsung pasda gording walaupun ukuran goerdingnya
lebih kecil yaitu 5/10cm atau 6/10cm.
a. Spesifikasi
Penutup atap fibersemen ini ada tiga tipe, yaitu tipe gelombang 5,5 ;
gelombang 14; dan asbes genteng. Disebut tipe gelombang 5,5 karena
pada setiap lembarnya terdapat 5,5 gelombang (gelombang besar).
Demikian juga dengan tipe gelombang 14, setiap lembarnya terdapat 14
gelombang (gelombang kecil). Sementara disebut asbes genteng karena
saat dilihat setelah terpasang bentuknya seperti genteng dengan ukuran
per lembarnya 80cm x 100cm
Serat fibersemen yang sering dijumpai dipasaran berukuran lebar
105cm dengan panjang 150cm, 180cm, 210cm, 240cm, 270cm, dan
300cm.
Berat serat fibersemen ini antara lain sebagai berikut.
Tebal 5mm dengan ukuran 150cm x 108cm = 16,5kg
Tebal 5mm dengan ukuran 180cm x 108cm = 19,8kg
Tebal 5mm dengan ukuran 240cm x 108cm = 26,4kg
Tebal 5mm dengan ukuran 300cm x 108cm = 33kg
Tebal 5mm dengan ukuran 150cm x 105cm = 13,5kg
Tebal 5mm dengan ukuran 240cm x 105cm = 21,6kg
Tebal 5mm dengan ukuran 300cm x 105cm = 27kg
Cara pemasangan :
Cara pemasangannya dengan menggunakan paku payung. Akan lebih
baik bila kepala paku payung diberi ring karet. Bahan nok atau
bubungannya juga terbuat dari bahan serat fibersemen. Nok ini pun
dipasang dengan menggunakan paku atau sekrup khusu. Dapat juga
digunakan nok genteng yang dipasang dengan adukan semen dan pasir.

Kelebihan :
Terdapat banyak pilihan ukuran, baik panjang maupun gelombangnya
Hemat penggunaan material rangka atap dan kuda-kuda
Ukurannya sama karena diproses pabrikasi
Dapat ditambal bila bocor
Kekurangan :
Terasa panas didalam ruangan bila dipasang didaerah yang bersuhu
tunggu
Mudah pecah

Serat Fibersemen

10.

RUMBIA
Rumbia merupakan bahan penutup atap dari daun-daun dan pohon
rumbia yang bnayak tumbuh di rawa atau pantai. Daun rumbia berukuran
panjang 8-15m. Namun untuk satu helai daunn panjangnya hanya 1-1,5m.
Daun rumbia yang dibuat penutup atap dililitkan pada bambu yang
panjangnya natara 1,5-2,5m. Pelilitan daun rumbia ini dibantu dengan tali.
Lebar panel rumbia tergantung dari panjang daunnya. Bila panjang daun
1,5m maka lebar panel dapat mencapai 75cm.
Dahulu penutup atap ini digunakan untuk rumah adat. Namun,
sekarang rumbia sudah banyak digunakan untuk motel atau restoran.

a. Spesifikasi
Cara pemasangan :
Cara pemasangannya dengan menggunakan tali., pemasangan dilakukan
pada gording dan dimulai dari bagian bawah. Untuk bahan nok atau
bubungan dapat juga terbuat dari rumbia yang dipasang melengkung.
Namun, yang umm digunakan sebagai nok adalah seng pelat yang dipaku
dengan paku payung. Bagian bawah paku payung harus diberi ring karet
kelebihan :
Terlihat alami
Memberikan kesan suasana baru
Ringan dan relatif murah
Kekurangan :
Daya tahan maksimal 4 tahun
Sulit diperoleh di pasaran
Sulit melakukan upaya perbaikan atau penggantian
Rawan bocor bila hujan lebat

Rumbia

Atap Rumbia

11.

IJUK
Ijuk adalah serabut yang diperoleh dari tanaman aren yang tumbuh
diantara pelepahnya. Tanaman aren yang menghasilkan ijuk sebagai
tanda akan berbuah. Sekarang penggunaan atap ijuk dapat dijumpai pada
rumah makan tradisional. Pemasangan ijuk untuk atap harus dengan
kemiringan cukup minimal 40 karena bentuknya yang tidak melebar.
Agar pemasangannya rata, biasanya atap ini dialasi papan atau triplek.

a. Spesifikasi
Kelebihan :
Terlihat alami dan menimbulkan kesan suasana baru
Dapat tahan sampai 80
Kekurangan :
Sulit melakukan perbaikan atau penggantian
Rawan bocor bila hujan.

Ijuk

Atap Ijuk

12.

PVC

Penutup atap PVC (polivinyl chloride) ada dua tipe, yaitu PVC tipe
solid yang tidak tembus cahaya dan tipe semitransparan yang tembus
cahaya. Atap PVC ini pun ada dua jenis, yaitu bergelombang dan flat
(datar). Walaupun berbeda jenis, keduanya mempunyai kesamaan,
yaituberongga ditengahnya untuk menyalurkan panas.
Ketebalan atap PVC adalah 10mm. Bobotnya hanya sekitar 3,5 kg/m.
Biasanya jenis atap ini digunakan pada carport, teras, atau beranda, dan
pelindung tanaman. Atap ini pun dapat digunakan sebagai pengganti
sumber cahaya pada rumah sederhana yang atapnya dari fibersemen
atau seng.
a. Spesifikasi
Cara pemasangan :
Cara pemasangan atap PVC dengan menggunakan paku payung. Bahan
nok atau bubungannya dapat menggunakan genteng yang dipasang
dengan adukan semen dan pasir. Namun, umumnya sebagai nok
digunakan seng pelat yang dipaku dengan paku payung yang dilengkapi
ring karet.
Kelebihan :
Sebagai pelindung panas, tetapi cahaya tetap memancar
Cukup tahan lama walaupun tipis
Kekurangan :
Semakin lama semakin pudar sehingga terkesan kumuh
Rentan terhadap benturan
Harganya cukup mahal

PVC

Atap PVC

PENUTUP

1.

Kesimpulan
Atap merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam
pembuatan bangunan. Selain berfungsi sebagai penutup ruangan, atap
juga dapat memperindahrumah penghuninya. Pemilihan bentuk dan
pemasangan atap yang kurang baik berisikoterjadinya kebocoran
sehingga
penghuni
bangunan
tersebut
akan
merasa
tidak
nyaman.Memang hal ini dapat diperbaiki, tetapi diperlukan biaya dan
energi cukup banyak. Biayatersebut bukan hanya untuk perbaikan atau
tetapi juga biaya keamanan benda-benda atau barang-barang yang ada di
bawahnya atau di dalam rumah.
2.

Saran
Sebelum membangun sebuah gedung khususnya atap harus
direncanakan sedetailmungkin, agar atap yang digunakan dalam sebuah
gedung tersebut berkualitas baik.Pemilihan penutup atap hendaknya
memperhatikan iklim setempat, tampak atap yang dikehendaki, biaya
yang tersedia dan bahan-bahannya dengan mudah di dapat
dimana bangunan itu didirikan.