Anda di halaman 1dari 5

<Cover>

Rahmad Adi Praseyo (142010101091)


~
~

merupakan cacing pita yang sangat pendek dengan ukuran panjang 25 40 mm dan lebar 0,1 0,5 mm, deng
Sebagai obat pilihan dapat diberikan Niclosamide /Yomesan deng

Proglotid Diphyllobothrium latum


Cacing dewasan panjang sampai 10 mm, 3000-4000
proglotid.
Skolek seperti sendok, mempunyai dua lekuk isap
Lebar lebih panjang dari panjangnya
Lubang uterus di bagian tengah proglotid
Mempunyai lubang uterus
Uterus panjang berkelok-kelok membentuk roset.
Cara infeksi dengan makan ikan mentah yang mengandung
larva pleroserkoid
Pengobatan dengan Atabrin dalam keadaan perut kosong
disertai pemberian Na-bikarbonat.

Telur Diphyllobothrium latum

1.

Mempunyai overkulum

2.

Sel-sel telur

3.

Menetas dalam air korasidium

4.

Memerlukan 2 hospes perantara

5.

Hospes perantara I : Cyclops dan Diaptomus


(golongan udang)

6.

Berisi larva PROCERCOID

7.

Hospes Perantara II : ikan air tawar

8.

Berisi larva PLEROCERCOID atau SPARGANUM

Echinococcus granulosus
Hospes definitif dari Echinococcus granulosus adalah
hewan karnivora terutama anjing, srigala, dan lain-lain.
Sedangkan hospes perantaranya adalah manusia, kambing,
domba, sapi, dll.
Cacing dewasa berukuran kecil panjangnya 3-6 mm
terdiri dari skoleks, leher, dan sebuah strobila yang hanya
terdiri dari 3-4 segmen.. Skoleksnya terdiri dari 4 alat isap
dengan rostelum yang dilengkapi 2 deret kait yang
melingkar.
Penanganan dilakukan dengan pembedahan yang hanya
berhasil pada penderita dengan kista unilokuler.
Pengobatan dengan mebendazol selama jangka waktu

Fasciola hepatica menjadi cacing dewas mempunyai bentuk pipih seperti daun, besarnya kira-kira 30
Pengobaan, triclabendazole (Egaten) dalam dosis 10-12 mg / kg. Tidak ada alt

Telur Fa
Telur cacing ini berukuran 140 x 90 mikrondikeluarkan melalui saluran empe

Fascioliasis mudah dicegah dengan cara memasak atau mencuci sayuran sebelum dimakan. Namun, ketika in

Proglotid yang sudah gravid letaknya terminal dan sering terlepas dari st

Telur Clonorchis sinensis


Telur berbentuk oval dengan ukuran 28-35 x 12-19 m,
ukuran dinding sedang, memiliki operculum konveks, bagian
posterior menebal. Telur diletakkan dalam saluran empedu
dalam keadaan sudah matang kemudian keluar bersama
tinja dan baru menetas apabila ditelan oleh hospes
perantara I. telur dalam tinja dapat bertahan selama 2 hari
pada suhu 26C dan 5 hari pada suhu 4-8C. Dapat
diberikan klorokuin difosfat dosis 250 mg 3 kali sehari
selama 6 minggu. Praziquantel lebih efektif dan lebih aman.

Telur berhialin, subsperis atau oval dilihat dari lateral, dekat salah satu kutub terdapat daerah melekuk