Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
I. 1. Latar Belakang

Pembelahan sel merupakan bagian dasar dari mempelajari ilmu kedokteran. Pembelahan
sel dipengaruhi oleh perkembangan dari ilmu-ilmu lain seperti kimia, fisika, dan lain-lain. Sebab
tanpa dibantu dengan ilmu lain, ilmu kedokteran tidak akan bisa berkembang dengan pesat.
Sebagai contoh, penelitian-penelitian dalam biologi sel tidak akan berkembang pesat bila tidak
ada perkembangan yang terjadi dalam ilmu fisika, yaitu dengan adanya penemuan tentang
mikroskop yang semakin sempurna, manusia dapat meneliti tentang pembelahan sel mitosis dan
meiosis.
Pertumbuhan atau perkembangan mahluk hidup tergantung dari pertumbuhan dan
perbanyakan sel. Sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan
unit penyusun mahluk hidup karena sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dari
sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan yang berlangsung di dalam sel. 1
Kebanyakan mahluk hidup tersusun atas sel tunggal atau disebut organisme uniseluler, misalnya
bakteri dan amoeba. Mahluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan, hewan,dan manusia merupakan
organisme multiseluler yang terdiri banyak tipe dan fungsi yang berbeda-beda. Dalam
pembelahan sel, diperlukan adanya proses pembelahan siklus sel yang terjadi pada pembelahan
mitosis (pembelahan biasa) dan pembelahan meiosis (pembelahan reduksi), tetapi selain
terjadinya pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis terjadi fase interfase terlebih dahulu.
Selain itu adanya spermatogenesis dan oogenesis yang mempengaruhi pembelahan sel meiosis.

I. 2. Tujuan

1.
2.
3.
4.

Menerapkan kaidah-kaidah etik sehingga dokter tidak berbuat seenaknya pada pasien
Menjamin hak-hak pasien
Mengarahkan komunikasi yang baik antara dokter dan pasien
Membantu proses pembelajaran mahasiswa kedokteran

BAB II
1

PEMBAHASAN
Pembelahan Sel
Kemampuan organisme untuk memproduksi jenisnya merupakan sesuatu yang membedakan
antara makhluk hidup dan benda mati.Kemampuan yang unik ini memiliki dasar seluler.1 Rudolf
Virchows, seorang dokter dari Jerman mengatakan hal ini pada tahun 1855: Dimana sel ada, pasti ada sel
pendahulunya, sama seperti hewan yang muncul hanya dari hewan dan tumbuhan yang muncul hanya dari
tumbuhan. Beliau merangkumnya dalam aksioma Latin, Omnis cellula e cellula yang berarti Setiap
sel berasal dari sel.2
Keberhasilan fase progesif dari sel melalui siklus replikasinya ditentukan oleh sintesis DNA dan
pembelahan sel. Sintesis DNA hanya terjadi dalam waktu singkat pada interfase.Ini dinyatakan dalam
tahap S. Tahap berikutnya adalah pembelahan sel (tahap M) yang meliputi pembelahan inti (mitosis) dan
pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Setelah tahap M, sel memasuki tahap gap pertama (G 1), menuju
tahap S, masuk ke tahap gap kedua (G 2) sebelum memasuki tahap M lagi. Beberapa sel kemungkinan
keluar dari tahap G1, masuk ke dalam tahap istirahat G0. Sel lainnya masuk secara permanen ke dalam
tahap G0 melalui proses diferensiasi terminalis dengan kehilangan kemampuan untuk pembelahan
selanjutnya dan mati pada akhir hidup sel. Ini terjadi pada sel permanen seperti sel neuron.
G1 adalah tahap persiapan sel untuk replikasi DNA dengan mensintesis protein dan
mengaktifkan komponen sitoskeletal.3 Selama tahap ini sel memantau lingkungannya untuk menentukan
waktu yang tepat untuk replikasi DNA. Bila kondisi tidak tepat, sel tidak akan menjalani siklusnya.
Sebuah sel akan terstimulus untuk menjalani tahap G 1 apabila gen tertentu diaktifkan. Pada tahap G 1
setiap kromosom merupakan dobel heliks DNA tunggal belum tereplikasi dan terikat dengan histon dan
protein lain.
S adalah tahap selanjutnya dimana akan terjadi replikasi DNA. Selama tahap S (sintesis),
molekul-molekul DNA dari masing-masing kromosom mengalami replikasi hingga menghasilkan
sepasang molekul DNA identik yang disebut kromatid (terkadang disebut kromatid saudari). 3Setiap
kromosom mengandung dua dobel heliks DNA identik yang menyatu pada sentromer.
Setelah tahap sintesis akan berlanjut ke tahap G 2. G2 merupakan tahap ketiga sebelum
pembelahan sel. Pada tahap ini sel kembali mensintesis protein yang disiapkan untuk pembelahan.Jika
DNA belum diduplikasi secara tepat, sel memiliki kesempatan kedua untuk menghentikan tahap siklus sel
selanjutnya sebelum terjadi mitosis. Bila terjadi kesalahan replikasi DNA, perbaikan akan dilakukan dan
sel akan masuk lagi ke dalam siklus atau sel akan dirangsang untuk mengalami apoptosis yaitu kematian
2

sel terprogram. Gen yang diaktifkan pada tahap ini untuk menghentikan kemajuan tahap siklus sel disebut
gen supresor tumor. Pada tahap G2 kromosom belum menebal dan masih dalam bentuk benang panjang,
sentriol membelah, dan spindel mitosis dihasilkan dari serat miktotubulus sel, mulai terbentuk untuk
persiapan pembelahan nuclear selanjutnya. 5
G0 merupakan tahap istirahat ketika sel pada tahap G 1 tidak melakukan replikasi DNA, dapat
berhenti sementara. Sel secara tidak pasti akan berhenti pada tahap G 0. Akan tetapi apabila sel dirangsang
melewati tahap G0, sel tersebut akan maju ke tahap lain. Proses penahapan pada interfase berlangsung
selama 10 sampai 22 jam.

Mitosis
Mitosis adalah tahapan penting dalam siklus kehidupan sel. Pembelahan mitosis
merupakan pembelahan sel yang menghasilkan sel-sel anak dengan jumlah kromosom yang
sama dengan jumlah kromosom sel induknya. Pembelahan mitosis berlangsung di dalam sel
tubuh mahluk hidup pada masa perkembangan embrio dan selama masa pertumbuhan atau pada
masa pemeliharaan jaringan suatu organisme. Misalnya, pada sumsum tulang (membentuk sel
darah merah), sel-sel meristem, dan sel-sel kulit (menghasilkan kulit baru). 6 Pada mitosis,
pertama-tama kromosom memendek dan menebal, kemudian nukleus dan membran nukleus
memisahkan diri.7 Sehingga masing-masing sel baru yang akan diproduksi harus menerima
salinan DNA yang asli secara lengkap untuk menjalankan fungsinya secara normal. Fungsi dari
mitosis adalah reproduksi seluler untuk pertumbuhan dan perbaikan tubuh dan persiapan dibuat
untuk membuat penyebaran kromosom yang sama pada masing-masing sel baru.8 Pada
pembelahan mitosis dihasilkan dua sel anak yang sama dengan induknya.
Pembelahan yang terjadi dalam pembelahan mitosis setelah mengalami fase mitosis, yaitu :
1. Profase
Pada pembelahan profase, sel mempersiapkann diri sehingga membutuhkan waktu paling
lama dan energi yang paling banyak. Selama profase, perubahan terjadi dalam inti maupun
sitoplasma. Dalam inti, benang-benang kromatin menjadi lebih padat akibat kondensasi dan
pelekukan menjadi kromosom, yang tampak lebih jelas bila diamati dengan mikroskop cahaya. 1
Pada tahap profase, mula-mula sentriol mengalami replikasi dan terletak ditengah sel atau dekat
inti sel yang bergerak ke tepi diikuti oleh aster. Di dalam inti sel akan terjadi perubahanperubahan yang dimulai dengan perubahan pada kromosom. Benang-benang kromatin yang
dalam tahap interfase telah membentuk pasangan-pasangan kromatid, mempunyai bagian yang
3

mengecil yang dinamakan kinetokor.1 Dengan demikian susunan dan bentuk kromatid akan
tampak lebih jelas sebagai satu bangunan yang berupa kromosom dengan sentromer dan lenganlengannya.
Selain itu, dalam inti sel akan dapat dilihat bahwa nukleus mulai mengecil dan akhirnya
akan menghilang. Demikian pula dinding inti sel akan menghilang sedikit demi sedikit.

Gambar 2. Profase Mitosis9


2. Metafase
Metafase ditandai dengan hilangnya membran inti dan munculnya serat-serat halus dari
dua kutub yang berlawanan. Serat tersebut bernama serat gelendong, serat gelendong akan
menempel pada sentromer dan menarik kromosom ke arah dua kutub yang berlawanan. Daya
tarik yang seimbang menyebabkan kromosom akan tertarik di tengah sel, yaitu pada suatu bidang
imajinasi yang disebut bidang ekuator dan menempatkan diri pada bidang ekuator.1

Gambar 3. Metafase Mitosis10


3. Anafase
Anafase berlangsung bila pasangan sentromer dari setiap kromosom berpisah dan diakhiri
dengan terbebasnya pasangan kromatid yang berpasangan.1 Setelah itu, masing-masing kromatid
yang berpasangan akan menjadi kromosom baru yang bebas dan secara perlahan dan akan
bergerak ke arah kutub yang bersebrangan atau berlawanan dari sel. Sementara itu, sel sendiri
menjadi memanjang menurut poros serta gelendong. Bergeraknya kromatid ke kutub
bersebrangan inti, diduga oleh peranan mikrotubul atau mikrofilamen yang memendek dan
memanjang.

Mikrotubul

yang

menggantung

kromosom

memendek,

sedangkan

yang

menghubungkan kedua kutub memanjang. Dengan berakhirnya anafase, kedua daerah kutub dari
sel mempunyai kumpulan sejumlah kromosom yang lengkap dan sama satu sama lain.

Gambar 4. Anafase Mitosis11


4. Telofase
Selama awal telofase, kromosom mulai mereggang, menjadi kromatin. Membran nukleus
yang berasal dari fragmen-fragmen membran nukleus sel induk dan bagian-bagian membran
bagian dalam mulai terbentuk. Lebih lanjut terbentuk benang-benang kromatin dari setiap
kromosom dan semakin lama semakin tidak nampak seiring dengan terbentuknya membran inti.
Mitosis atau pembelahan nukleus menjadi dua nukleus dengan kandungan genetik yang sekarang
telah selesai.1

Gambar 5. Telofase Mitosis12


Selanjutnya, akan diikuti oleh pembelahan sitoplsma atau sitokinesis. Sitokinesis atau
pembelahan sel, biasanya segera berlangsung setelah terjadi pembelahan inti sehingga dua
kembar sel baru akan muncul.
Dengan cara pembelahan mitosis ini, maka kematian sel karena berbagai sebab dapat
diganti dengan sel baru sehingga fungsi jaringan tidak terganggu. Pada mahluk hidup yang masih
muda pembelahan sel terutama ditujukan untuk mengadakan pertumbuhan individu sehingga
mencapai dewasa.

Meiosis
Perkembangan seorang manusia ditandai dengan pematangan sel kelamin, yakni sperma
pada laki laki dan ovum pada perempuan. Sebelum mengalami pembuahan, sejumlah sel benih
pria dan wanita tersebut mengalami perubahan dengan dua tujuan:

1. Mengurangi jumlah kromosom dari jumlah diploid 46, yang ditemukan pada sel somatik,
menjadi jumlah haploid 23, yang kita temukan pada gamet. (Ploidi merujuk pada jumlah
copies setiap kromosom). Hal ini terlaksana melalui pembelahan meiosis atau pembelahan
pematangan dan pengurangan jumlah kromosom ini perlu, karena jika tidak demikian
penyatuan sel benih pria dan wanita akan menghasilkan individu yang mempunyai jumlah
kromosom sebanyak dua kali sel induknya.
2. Mengubah bentuk sel sel benih sebagai persiapan untuk pembuahan. Sel benih pria, yang
mula mula besar dan bulat, praktis kehilangan semua sitoplasmanya dan membentuk
kepala, leher, dan ekor. Sel benih wanita, sebaliknya, berangsur angsur menjadi lebih besar
sebagai akibat dari penambahan jumlah sitoplasma. Pada saat mencapai kematangan, oosit
memiliki garis tengah kira kira 120 m.13
Pembelahan sel secara meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan

sel-sel

kelamin (sperma dan sel telur).14,15 Sel kelamin tersebut nantinya akan berguna untuk reproduksi
makhluk hidup secara seksual. Pembelahan secara meiosis terjadi di sel-sel kelamin yaitu testis
dan ovarium. Proses ini menghasilkan sel gamet yang bersifat haploid, berbeda dengan induknya
yang bersifat diploid.16,17 Tahap pembelahan meiosis serupa dengan mitosis hanya saja pada
pembelahan meiosis terjadi dua kali pembelahan yaitu meiosis I dan meiosis II.
a. Meiosis I
Interfase
Sama seperti fase interfase pembelahan mitosis, pada fase ini sel mempersiapkan
diri untuk mengadakan pembelahan.
Profase I
Tahap profase I merupakan tahap terpanjang dibandingkan tahap lainnya pada
pembelahan meiosis I. Profase I terdiri dari beberapa tahap yaitu:
- Leptoten
Kromosom dalam sel mulai tampak. Sedangkan DNA kromatin mulai
-

memendek dan menebal.


Zygoten
Sentromer membelah menjadi dua kemudian bergerak menuju kutub yang
berlawanan. Kromosom dari sel gamet kedua orangtua berdekatan dan saling

berpasangan. Proses ini dinamakan sinapsis.


Pakiten
Tiap kromosom melakukan penggandaan atau replikasi menjadi dua kromatid
dengan sentromer yang masih tetap menyatu dan belum membelah. Sehingga
tiap kromosom yang berpasangan mengandung empat kromatid. Ini disebut
tetrad atau bivalen.
6

Diploten
Kromosom saling memisahkan diri. Pada tahap ini terjadi khiasma yaitu bentuk
persilangan dua dari empat kromatid suatu kromosom dengan pasangan
kromosom lainnya. Kiasma ini adalah tempat terjadi pindah silang (crossing
over)

antara

kromosom.

Peristiwa

khiasma

menyebabkan

adanya

keanekaragaman individu makhluk hidup, sehingga sel gamet yang terbentuk


-

tidak identik dengan induknya.


Diakinesis
Terbentuk benang-benang spindel dari pergerakan dua sentriol ke arah kutub
yang berlawanan. Pada tahap ini juga, nukleolus dan membran nukleus

menghilang. Sedangkan tetrad mulai bergerak ke bidang ekuator.


Metafase I
Pada fase ini, tetrad sudah berada di bidang ekuator. Benang-benang spindel
(mikrotubul) mulai melekatkan diri di setiap sentromer kromosom.
Anafase I
Pada anafase I, masing-masing kromosom homolog mulai ditarik oleh benangbenang spindel menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah, dengan tujuan
membagi isi kromososm diploid menjadi haploid.
Telofase I
Pada telofase I, benang-benang spindel menghilang. Sedangkan nukleus dan
membran nukleus terbentuk kembali. kemudian di akhir telofase terjadi proses
sitokinesis yang menghasilkan dua sel anak yang berisi kromosom dengan kromatid
kembarannya.14,17,18

Sumber: www.google.com
Antara meiosis I dan meiosis II terdapat pula fase istirahat yang disebut interkinesis.
7

b. Meiosis II
Profase II
Pada fase ini, membrane inti dan nukleus menghilang, sementara itu sentromer
mengadakan replikasi.
Metafase II
Pada metafase II, masing-masing kromosom bergerak menuju bidang ekuator.
Kemudian terbentuk benang-benang spindel, yang satu ujungnya melekat pada
sentromer sedangkan ujung yang lainnya membentang menuju kutub pembelahan
yang berlawanan arah.
Anafase II
Pada fase ini, kedua kromatid memisahkan diri dan menuju ke kutub yang berbeda
sebagai reaksi dari penarikan kromatid oleh benang-benang spindel ke kutub
pembelahan yang berlawanan arah.
Telofase II
Pada telofase II, nukleus dan membran inti terbentuk kembali, kemudian terbentuk
2 sel anak yang haploid.14,17,18

Sumber: www.google.com

Meiosis yang terjadi pada sel-sel kelamin manusia pada dasarnya terdiri dari dua macam, yaitu :
1. Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah suatu rangkaian perkembangan sel spermatogonia dari epitel
tubulus seminifirus yang mengadakan proliferasi dan selanjutnya berubah menjadi spermatozoa
yang bebas. Pada pria saat pubertas dimana dari satu sel spermatogonium akan terjadi dua sel
spermatosit primer dengan cara mitosis dan tiap sel spermatosit primer ini akan menjadi dua sel
spermatosit sekunder melalui proses meiosis I dan akhirnya akan menjadi 4 buah spermatid pada
meiosis II.19 Pada umumnya spermatosit sekunder jarang dijumpai, karena akan segera
mengalami meiosis II menjadi spermatid yang haploid. Spermatid selalu dijumpai pada tiap
8

potongan tubulus seminifirus.19 Tiap-tiap spermatid akan mengalami proses pematangan


sehingga terbentuk spermatozoa.

Gambar 7. Skema Spermatogenesis20


2. Oogonesis
Pada manusia, bayi

wanita yang baru lahir mengandung lebih kurang 2 juta oosit

(banyak yang mengalami degenerasi) dan berada pada stadium diploten (profase) pada meiosis 1.
Pada wanita yang satu sel oogoniumnya menjadi dua sel oosit primer akan mengalami meiosis I
menjadi satu oosit sekunder dan satu polosit dan pada akhirnya meiosis II akan terjadi satu ootid
dan tiga buah polosit atau yang dinamakan polar bodies dari sel telur.19 Ootid ini kemudian akan
bertumbuh dan mengalami pematangan menjadi ovum.

Gambar 8. Skema Oogenesis21

Perbedaan Mitosis dan Meiosis


Tabel 1. Perbedaan antara pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis.
Kejadian
Tempat
Replikasi
DNA
Jumlah
pembelahan

Mitosis
Sel somatik atau sel tubuh

Meiosis
Sel kelamin

Terjadi selama interfase sebelum Terjadi sekali, selama interfase sebelum


pembelahan nukleus dimulai

meiosis I dimulai

Satu, meliputi profase, metafase, Dua, masing-masing termasuk profase,


anafase, dan telofase

metafase, anafase, dan telofase

Tidak terjadi

Sinapsis

adalah

keunikan

meiosis.

Sinapsis

Sinapsis dihubungkan sengan pindah

kromosom

silang

homolog

dengan lainnya

antara

kromatid

yang

satu

Dua, masing-masing diploid (2n) dan Empat, masing-masing haploid (n),


Jumlah sel

secara genetik identik dengan sel mengandung

anak dan

induk

separuh

dari

jumlah

kromosom sel induk, secara genetik

komposisi

tidak identik dengan sel induk dan

genetik

dengan satu sama lainnya


Memnjadikan

organisme

dewasa Menghasilkan

Peran dalam

multiseluler berkembang dari zigot; jumlah

tubuh hewan

menghasilkan sel untuk pertumbuhan separuhnya

gamet;

mengurangi

kromosom

sebanyak

dan perbaikan jaringan

10

BAB III
Penutup
III. 1 Kesimpulan
Pembelahan sel dibagi menjadi dua, mitosis dan meiosis.Pada mitosis, pembelahan terjadi satu
kali.Jumlah sel anak yang dihasilkan dua masing-masing diploid (2n) dan identik dengan sel
induk.Pembelahan mitosis terjadi pada sel tubuh saja. Mitosis terjadi secara bertahap, yaitu profase,

metafase, anafase, dan telofase. Pada meiosis, pembelahan terjadi dua kali yaitu meiosis I dan meiosis
II yang masing-masing tahapnya sama seperti mitosis yaitu profase, metafase, anafase, dan juga

telofase. Sel anak yang dihasilkan berjumlah empat sel anak yang halopid (n). Sel anak tidak identik
dengan induk karena terjadi crossing over atau pindah silang. Pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel
gamet yang disebut gametogenesis yang terbagi menjadi dua, spermatogenesis dan oogenesis. Jadi,

terdapat perbedaan antara mitosis dan meiosis dari fase-fase, hasil, dan juga tempat terjadinya.

11

12