Anda di halaman 1dari 1

Lumut merupakan salah satu organisme penyebab pelapukan dan kerusakan bangunan-bangunan

benda cagar budaya, baik bangunan yang terbuat dari batu maupun bata. Lumut mempunyai
pengaruh yang lebih serius dalam proses pelapukan batuan, karena akar lumut mampu menyusup
ke dalam pori-pori batuan sambil mengeluarkan zat-zat organik yang bersifat korosif terhadap
sebagian mineral batuan. Pertumbuhan organisme perusak pada batu dapat menyebabkan
terjadinya kerusakan dan pelapukan batu. Hal tersebut terjadi karena organisme tersebut
mengambil mineral terlarut dari batuan pada saat melakukan aktivitasnya. Selain itu juga terjadi
degradasi mineral pada batuan itu sehingga batuan menjadi rapuh dan rusak.
Misalnya, lumut memainkan peran penting dalam pelapukan karena mereka kaya akan agen
chelating yang menangkap unsur-unsur logam dari batuan yang lapuk. Beberapa lumut hidup di
permukaan batu (epilithic), beberapa aktif hingga menembus permukaan batuan atau dalam
batuan (endolithic), dan yang lain hidup di cekungan dan retakan di batu (chasmolithic).
Faktor yang mempengaruhi pelapukan Keadaan dari struktur batuan
Keadaan struktur batuan merupakan sifat fisik dan kimia yang dimiliki oleh batuan, misalnya
sifat fisik yang dimiliki oleh batuan seperti warna sedangkan sifat kimianya seperti unsur yang
terdapat pada batuan. Jadi sifat inilah yang dapat menyebabkan perbedaan daya tahan batuan
terhadap proses pelapukan. Batuan yang mudah mengalapi pelapukan misalnya seperti batuan
sedimen dan yang susah mengalami pelapukan seperti batuan beku.