Anda di halaman 1dari 5

MACAM KEBIASAAN BURUK DAN MANAJEMENNYA

1.

Kebiasaan Buruk
Kebiasaan adalah suatu tindakan berulang yang dilakukan secara otomatis atau spontan.

Perilaku ini umumnya terjadi pada masa kanak-kanak dan sebagian besar selesai secara
6

spontan. Suatu kebiasaan di rongga mulut yang dapat menyebabkan maloklusi disebut
kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada anak usia
kurang dari enam tahun dan dapat berhenti dengan sendirinya pada anak usia kurang dari enam
4

tahun. Kebiasaan buruk dapat menyebabkan posisi insisivus pada gigi sulung berubah,
sehingga harus dihilangkan sebelum gigi pemanen erupsi. Jika kebiasaan buruk tidak dapat
dihilangkan sebelum gigi permanen erupsi, maka dapat menyebabkan perubahan pada gigi
permanen.

2. Macam-Macam Kebiasaan Buruk

Beberapa jenis kebiasaan buruk pada anak yaitu mengisap ibu jari tangan (thumb
sucking), menjulurkan lidah (tongue thrusting), bernapas melalui mulut (mouth
2

breathing), menggigit kuku (nail biting) dan menghisap bibir (lip sucking).

A. Menghisap Ibu Jari (Thumb Sucking)

Menghisap Ibu Jari (thumb sucking) adalah kebiasaan menempatkan ibu jari ke
8

dalam mulut dengan bibir tertutup disekitar ibu jari. Kebiasaan ini normal sampai usia
2
9
3,5-4 tahun. Kebiasaan menghisap ibu jari dimulai saat anak di dalam rahim. Anak
memilih menghisap ibu jari, karena ukuran ibu jari dinilai lebih sesuai dan tepat
3

sebagai pengganti dot. Kebiasaan ini membuat anak merasa aman, bahagia dan
tenang. Anak melakukan kebiasaan ini saat berada dalam keadaan yang sulit misalnya
saat harus berpisah dengan orang tua dalam berapa waktu, dikelilingi orang asing, saat
berada dilingkungan yang kurang familiar, saat anak lelah, saat tidur, saat lapar, saat
9,10

anak takut ataupun saat anak bosan.


K
ebiasaan ini dapat menyebabkan maloklusi tergantung durasi. Waktu minimum
yang mungkin menyebabkan maloklusi adalah 4-6 jam setiap hari. Intensitas kebiasaan
yang tinggi tidak mempengaruhi pergerakan pada gigi.

B. Menjulurkan Lidah (Tongue Thrusting)


Menjulurkan lidah (tongue thrusting) adalah keadaan lidah berada diantara gigi anterior
2

dan molar selama penelanan, berbicara atau istirahat. Hal ini menyebabkan selama penelanan
1

gigi tidak dapat oklusi. Kebiasaan menjulurkan lidah akibat bertahannya infantile swallow dari
anak-anak hingga dewasa.Infantile swallow berubah menjadi pola penelanan normal saat gigi
11

posterior desidui erupsi. Pada proses menelan normal lidah menyentuh anterior palatum, gigi
dalam keadaan oklusi dan bibir menutup. Kebiasaan menjulurkan lidah, posisi lidah berada
diantara gigi anterior dan molar. Hal tersebut menyebabkan gigi insisivus mengalami tekanan
12

secara terus menerus sehingga terdorong ke arah labial. Etiologi menjulurkan lidah adalah
2

faktor genetik, kebiasaan (habit), maturasional, retriksi mekanik dan gangguan neurologi.
13
Kebiasaan ini dapat menyebabkan maloklusi tergantung pada durasi.
C. Bernapas Melalui Mulut (Mouth Breathing)

Bernapas melalui mulut (mouth breathing) adalah suatu keadaan abnormal yang
terjadi karena adanya kesulitan pengambilan dan pengeluaran napas secara normal
18

melalui hidung, menyebabkan kebutuhan pernapasan dipenuhi lewat mulut.


Kebiasaan bernapas melalui mulut pada anak biasanya terjadi saat anak dalam keadaan
5

diam maupun saat melakukan kegiatan. Proses pernapasan mulut menyebabkan mulut
selalu dalam keadaan terbuka kecuali pada saat menelan. Kebiasaan bernapas melalui
19

mulut dibagi menjadi 2 klasifikasi yaitu:


a. Obstruktif

Adanya hambatan sebagian atau keseluruhan pada nasal dapat menyebabkan anak
untuk bernapas melalui mulut. Berikut ini merupakan beberapa penyebab terjadinya
hambatan pada nasal yaitu adenoid yang menghambat, inflamasi kronis pada mukosa
Karenanya, bernapas melalui mulut menjadi kebiasaan yang dilakukan secara tidak
sadar.
b. Anatomi

Anak yang bernapas melalui mulut karena anatomi adalah anak yang morfologi
bibirnya tidak dapat menutup sepenuhnya, contohnya adalah pasien yang memiliki
bibir atas yang pendek.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan maloklusi tergantung pada durasi dan
intensitas.

13

Kebiasaan bernapas melalui mulut dapat meyebabkan pola pertumbuhan

wajah secara vertikal, lengkung rahang yang menyempit, mulut terasa kering sehingga

menyebabkan gingivitis di sekitar insisivus maksila, protrusi insisivus dan tidak


16

mampu untuk menutup bibir.

D. Menggigit Kuku (Nail Biting)


Menggigit kuku (nail biting) adalah suatu kebiasaan menggigit kuku pada anak dan
17

remaja. Kebiasaan ini umumnya terjadi pada anak usia 3-4 tahun dan meningkat pada masa
remaja. Kebiasaan menggigit kuku lebih banyak pada anak laki-laki dibanding anak
perempuan.

Kebiasaan ini muncul sebagai manifestasi stress yang meningkat.

Pada

beberapa anak kebiasaan menggigit kuku sebagai pengganti kebiasaan menghisap ibu jari atau
jari. Keinginan untuk menggigit bahkan memakan kuku berhubungan dengan tahap
psikoemosional yaitu rasa gelisah. Kebiasaan menggigit kuku menggambarkan kecemasan
anak saat mengalami keadaan yang tegang. Hal ini terlihat sebagai efek akibat refleks emosi
yang tidak seimbang.

17

Kebiasaan menggigit kuku terdiri atas empat tahapan. Pada awalnya tangan
diletakkan berdekatan dengan mulut dan tidak berpindah dalam beberapa detik sampai
30 detik. Kemudian jari dimasukkan dengan cepat mengenai gigi anterior. Diikuti
dengan gerakan menggigit kuku dengan cepat secara tidak teratur, dengan kuku ditekan
pada tepi gigi yang menggigit dengan kuat. Terakhir jari dikeluarkan dari mulut untuk
17

diperiksa secara visual atau dirasakan dengan jari yang lain secara palpasi.
Kebiasaan menggigit kuku biasanya terjadi saat anak dalam keadaan yang sedih
atau tertekan misalnya saat tidak mengerti pelajaran di sekolah, membaca cerita yang
sedih, ketika mendengar cerita horor atau ketika mereka dipaksa untuk tidur saat
malam.Pada anak yang menelan kuku yang telah digigit dapat menyebabkan masalah
pada perut, karena kuku anak tidak bersih sehingga mudah tertular berbagai penyakit.

17

E. Menghisap Bibir (Lip Sucking)

Menghisap bibir (lip sucking) adalah suatu kebiasaan menghisap bibir yang
18

dilakukan secara terus-menerus secara sadar maupun tidak sadar.

Kebiasaan ini
2

muncul setelah kebiasaan menghisap ibu jari atau jari berhenti.

Pada anak

menempatkan bibir pada bagian lingual insisivus maksila merupakan hal yang
28

mudah.

Kebiasaan ini dilakukan ketika anak membutuhkan konsentrasi seperti saat

berada pada lingkungan yang baru, lingkungan yang sulit, ataupun saat anak
mempelajari sesuatu hal yang sulit. Saat kebiasaan ini pertama kali dilakukan, anak
19

akan terus melakukan kebiasaan ini bahkan setelah stimulus dihilangkan.

Gambar 1. Thumb/Finger Habit Appliance. Alat menghilangkan

kebiasaan menghisap ibu jari

Gambar 2. Lip bumper. Alat menghilangkan kebiasaan menghisap

bibir bawah

Gambar 15. Tongue Thrusting Appliance. Alat menghilangkan kebiasaan

menghisap jempol

Gambar 16. Pre-

Orthodontic Trainer. Alat menghilangkan kebiasaan bernafas


melalui mulut, menghisap ibu jari, dan menjulurkan lidah