Anda di halaman 1dari 16

MODEL PEMBELAJARAN

INQUIRY TRAINING
(LATIHAN PENELITIAN)
KELOMPOK 6
KHAIRUN NISA MARWAN
MEUTIA KEMALA PUTRI
SAIMA PUTRINI R. HARAHAP

LATAR BELAKANG
MASALAH

BELAJAR
Anthony Robbins mendefinisikan belajar
sebagai proses menciptakan hubungan
antara sesuatu yang sudah di pahami dan
sesuatu yang baru
Menurut pengertian secara psikologis,
belajar merupakan suatu proses
perubahan yaitu perubahan tingkah laku
sebagai hasil dari interaksi dengan
lingkungannya dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya

MODEL PEMBELAJARAN
Trianto (2011:22)
Model pembelajaran adalah kerangka
konseptual yang digunakansebagai
pedoman dalam melakukan suatu
kegiatan untuk mendukung
prosesbelajar mengajar.

MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY


TRAINING (LATIHAN PENELITIAN)
Model pembelajaran Inquiry Training telah
dikembangkan oleh Suchman untuk mengajarkan siswa
tentang proses dalam meneliti dan menjelaskan
fenomena asing. Model Inquiry Training melibatkan
siswa dalam versi-versi kecil tentang jenis-jenis
prosedur yang digunakan oleh para sarjana untuk
mengolah pengetahuan dan menghasilkan prinsipprinsip. Model Inquiry Training mencoba mengajarkan
siswa keterampilan dan bahasa penelitian ilmiah.Saat
mengidentifikasi unsur-unsur proses
penelitian,Suchman membentuk menjadi model
intruksional yang kemudian kita kenal dengan Inquiry
Training (Joyce dkk, 2011:200)

TUJUAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY


TRAINING (LATIHAN PENELITIAN)

Menurut Joyce dkk (2011: 202-209),


tujuan umum Inquiry Training adalah
membantu siswa mengembangkan
disiplin intelektual dan keterampilan
yang mampu untuk meningkatkan
pertanyaan-pertanyaan dan
pencarian jawaban yang terpendam
dari rasa keingintahuan.

SINTAKS MODEL
PEMBELAJARAN INQUIRY
TRAINING

Joyce dkk (2011: 207)

SISTEM SOSIAL MODEL


PEMBELAJARAN INQUIRY
TRAINING (LATIHAN PENELITIAN)
Suchman ingin sistem sosial bersifat
kooperatif dan ketat.
Lingkungan intelektual haruslah tetap
terbuka bagi semua gagasan yang
relevan, guru dan siswa berpartisipasi
secara sederajat dimana akan ada banyak
gagasan yang bisa didiskusikan bersama.
(Tambahkan sistem sosial di halaman
209 buku ke dalam makalah)

PERAN GURU MODEL


PEMBELAJARAN INQUIRY
TRAINING (LATIHAN
PENELITIAN)
Tugas terpenting guru berada selama tahap
kedua hingga ketiga.
Tahap Kedua Membantu siswa meneliti,
bukan melakukan penelitian mereka
Tahap ketiga Menjaga penelitian untuk
tetap diarahkan pada proses penyelidikan itu
sendiri

DAMPAK PENGIRING MODEL PEMBELAJARAN


INQUIRY TRAINING (LATIHAN PENELITIAN)
Keterampilan mengolah (mengobservasi,
mengumpulkan, dan mengolah data;
mengidentifikasi dan mengontrol variabel;
merumuskan dan menguji hipotesis; menarik
kesimpulan)
Pembelajaran aktif, mandiri
Berpikir logis
Sikap bahwa semua pengetahuan bersifat tentatif
Toleran pada ambiguitas; ketekunan
Pengungkapan verbal

Dibuat ke makalah dari buku halaman


213

KEUNGGULAN MODEL
PEMBELAJARAN INQUIRY
TRAINING (LATIHAN PENELITIAN)

a) Menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif,


dan psikomotorsecara seimbang, sehingga pembelajaran
melalui modelInquiry Training dianggap lebih bermakna
b) Memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai
dengan belajar mereka
c) Merupakan model yang dianggap sesuai dengan
perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap
belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya
pengalaman
d) Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan
di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan
belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah
dalam belajar.

a)

KELEMAHAN MODEL
PEMBELAJARAN INQUIRY
TRAINING (LATIHAN
PENELITIAN)
Jika menggunakan
model pembelajaran inquiry,

maka akan sulit untuk mengontrol kegiatan dan


keberhasilan siswa.
b) Model inquiry sulit dalam merencanakan
pembelajaran oleh karena terbentuk dengan
kebiasaan siswa dalam belajar.
c) Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya,
memerlukan waktu yang panjang sehingga guru
sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah
ditentukan.
d) Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan
oleh kemampuan siswa menguasai materi
pelajaran, maka model pembelajaran inquiry sulit
diimplementasikan oleh setiap guru.

PENERAPAN PEMBELAJARAN
INQUIRY TRAINING DALAM MATERI
PEMUAIAN

KESIMPULAN
1. Model pembelajaran Inquiry Training adalah model
pembelajaran yang melibatkan peserta didik aktif
belajar menemukan penyelesaian masalah. Latihan
inkuiri memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk mengembangkan keingintahuannya dan
melakukan eksplorasi menyelidiki suatu fenomena.
Latihan inkuiri dimulai dengan situasi teka-teki dan
peserta dan peserta didik dimotivasi untuk menyelidiki
permasalahan. Permasalahan diberikan oleh guru dan
dirancang sedemikian untuk memotivasi peserta didik
untuk belajar. Pertanyaan dirancang menggunakan
metode inkuiri Suchman yang dijawab: YA atau TIDAK

KESIMPULAN
2. Tujuan umum Inquiry Training adalah membantu siswa
mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan
yang mampu untuk meningkatkan pertanyaanpertanyaan dan pencarian jawaban yang terpendam
dari rasa keingintahuan. Model ini menawarkan
peningkatan kemampuan siswa yang meliputi:
Keterampilan mengelola (mengobservasi,
mengumpulkan, dan mengelola data, mengidentifikasi
dan mengontrol variabel-variabel, merumuskan dan
menguji hipotesis dan penjelasan, menarik kesimpulan).
Pembelajaran aktif, mandiri.
Pengungkapan verbal
Toleran pada ambiguitas;ketekunan

KESIMPULAN
3. Sintaks Model Inquiry Training adalah:
Mengahadapkan pada masalah, Pengumpulan dataverivikasi, Pengumpulan data- eksperimen, Mengolah,
mempormulasikan suatu Penjelasan, Analisis proses
penelitian.
4. Sistem sosial model pembelajaran Inquiry Training
bersifat kooperatif dan ketat. Walaupun model ini
dapat disusun dengan baik, dengan sistem sosial yang
dikontrol sepenuhnya oleh guru, lingkungan intelektual
haruslah tetap terbuka bagi semua gagasan yang
relevan. Guru dan siswa berpartisipasi secara
sederajat dimana akan ada banyak gagasan yang
nanti bisa saling didiskusikan bersama. Selain itu, guru
seharusnya juga mendorong siswa untuk mulai
mengawali, memprakarsai, dan menjalankan
penelitian sebisa mungkin.