Anda di halaman 1dari 27

Laporan Praktikum

Proses Manufaktur II
Modul 3 PROSES NON-KONVESIONAL 2
EDM WIRE CUT
Oleh :
Kelompok
Anggota

: 11
: Indra Hidayat
(13109134)
Angga Septia Mauludy (13110017)
Kadek Putri Ambarawati (13110038)
Ichwan Prasetya Adrianto (13110078)
M Insan A
(13110084)
Diantoro Fitridanadha (13110088)

Tanggal Praktikum
: 24 April 2013
Tanngal Penyerahan Laporan
: 27 April 2013
Nama Asisten (NIM)
: Eka Refa Septian
(13109097)

Laboratorium Teknik
Produksi
Program Studi Teknik
Mesin
Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara
Institut Teknologi Bandung
2013

Tujuan
1. Mengetahui prinsip kerja EDM Wire Cutting
2. Mengetahui secara garis besar cara mengoprasikan EDM Wire Cutting

Teori Dasar
EDM wire cutting merupakan salah satu jenis dari proses EDM yang
menggunakan kawat berdiameter kecil sebagai elektroda untuk memotong
bagian benda kerja. Kawat elektroda mendapatkan energi termal dari adanya
loncatan listrik di antara kawat elektroda dan benda kerja. Benda kerja
didekatkan dengan kawat elektroda pada jalur pemotongannya, yang bisa
dianalogikan seperti proses pemotongan dengan gergaji berjenis bandsaw.
Kontrol numerik berguna untuk mengontrol gerakan kawat selama pemotongan.
Selama proses pemotongan, kawat secara perlahan akan terus melaju antara
gulungan kawat untuk memperbaharui elektroda yang telah digunakan pada
benda kerja. Hal ini berguna untuk menjaga lebar pemotongan tetap konstan

selama pemotongan. Seperti pada EDM biasa, pada EDM wire cutting, kawat
harus berada di dalam fluida dielektrik pada daerah pemotongan. Fluida
dielektrik disemprotkan melalui nozzle ke arah kawat.

Fungsi cairan dielektrik:

1. Sebagai insulator sampai beda potensial tinggi antara benda kerja dan
elektroda
2. Sebagai media pendingin benda kerja
3. Sebagai media pembuangan geram
Contoh: Oli mineral, minyak tanah, air deionisasi
Fungsi elektroda:
1. Sebagai media untuk menyalurkan aliran listrik ke benda kerja
2. Sebagai pahat untuk memotong benda kerja

Analisis Angga Septia Mauludy


Pada modul keempat ini, paktikan melakukan praktikum proses machining
non-konvensional dengan EDM wire cutting. Tujuan dari praktikum ini yaitu
agar praktikan bisa memahami prinsip kerja dan tahapan proses
pengoperasian dari EDM wire cutting. EDM Wire cutting yaitu proses
machining dimana geram terbentuk dari partikel-partikel kecil benda kerja
yang terkikis oleh spark yang terjadi karena beda potensial antara benda
kerja (+) dan elektroda (-).
Pada praktikum ini, mesin yang digunakan memakai control CNC sehingga
sebelum melakukan machining pada benda kerja, praktikan terlebih dahulu
memprogram bentuk bentuk benda kerja yang akan dimachining. Kode-kode
yang digunakan yaitu G-code yang bisa dilihat pada buku panduan.

Penempatan koordinat pada CNC bisa secara incrimental ataupun continues


tergantung kenyamanan praktikan.
Untuk mengamati prinsip kerja dari EDM wire cutting maka praktikan
mencoba memotong benda kerja dengan bentuk seperti berikut:

G-kode yang dimasukan pada CNC sebagai berikut:

Dalam proses machining, cairan dielektrik yang digunakan yaitu air biasa,
bukan air destilasi dan deionisasi karena pada proses ini elektroda yang
digunakan (wire) hanya satu kali pakai sehingga tidak dipermasalahkan
seandainya terkena oksidasi dari O2 yang terkadung dalam air. Kegunaan dari
cairan dielektrik ini yaitu sebagai pendingin, pembersih geram-geram pada
celah, pelindung dari oksidasi udara luar, dan insulator agar bunga api dari
elektroda tidak merambat ke sekitar daerah yang di-machining. Selain air
bisa juga digunakan mineral oil dan kerosin. Elektroda (wire) yang digunakan
terbuat dari kuningan. Elektroda tersebut harus memiliki sifat konduktor
yang baik dan tahan pada temperatur tinggi karena spark yang dihasilkan
akan mengikis benda kerja dan elektroda, jika elektroda tidak tahan pada
temperatur tinggi maka akan mempengaruhi bentuk geometri benda kerja.
Selain kuningan, elektroda yang bisa digunakan yaitu grafit, tembaga,
campuran kuningan-tembaga, dan tungsten-karbida. Parameter yang harus
diperhatikan dalam proses EDM wire cutting yaitu cutting speed, cross
section area cut dan removal rates.
Hasil benda kerja yang diperoleh setelah dimachining sebagai berikut:

Analisis M. Insan A.
Wire pada mesin EDM wire cutting dilakukan pada beberapa poros dengan
tujuan untuk menjaga tegangan wire.
Proses EDM wire cutting
menggunakan kontrol CNC untuk menggerakan benda kerja. Kontrol CNC
digunakan agar hasil pemotongan sesuai pola yang digambar sebelumnya
pada panel CNC (digambar sesuai gambar teknik). Pembuatan pola
pemotongan pada CNC menggunakan Gcode. Pola pemotongan ini pada
dasarnya adalah pola gerakan benda kerja relatif terhadap pemotong (wire).

program Gcode yang


ditulis

pola pemotongan

hasil pemotongan

Dalam pembuatan pola pemotongan, sebelum masuk ke pola yang


dikehendaki, diberikan pemotongan awal berupa garis untuk memastikan
pemotongan dengan pola yang dikehendaki dilakukan pada benda kerja.
Permukaan hasil pemotongan cukup halus.

Analisis Diantoro Fitridanadha


Pada praktikum kali ini praktikan melakukan proses machining nonkonvensional EDM Wire Cut. Sebelum melakukan proses machining tersebut
praktikan disuruh membuat gambar terlebih dahulu untuk membuat profil
benda kerja yang diinginkan. Praktikan menggambar profil seperti ice cream.

Mesin EDM wire cut ini terdapat dua bagian,yaitu pengontrol dan mesin proses
wire cut. Pertama-tama praktikan membaca dan memahami buku yang berisi
G-code untuk pengontrolan mesin.

Pada mesin EDM wire cutting, pengoperasiannya diatur dengan mesin CNC.
Pada mesin CNC terdapat 2 jenis koordinat yaitu :
Koordinat Incremental : Koordinat yang menunjukkan panjang atau jarakn
yang ingin dituju dari titik awal. Kerugian penggunaan koordinat ini adalah GCode harus diganti ketika terjadi kesalahan ketika pengeksekusian program
sedang berlangsung.
Koordinat Absolut : Koordinat yang menunjukkan titik yang dituju pada grafik.
Keuntungan penggunaan koordinat absolut adalah jika terjadi kesalahan pada
saat pengeksekusian G-Code, G-Code yang digunakan tidak perlu diganti.
Tahap selanjutnya praktikan membuat profil sesuai gambar yang dibuat
dengan cara mengatur program G-Code,inilah data program untuk
membentuk profil yang diinginkan dan hasil profil dari program yang di buat:

Setelah itu proses EDM wire cut ini


dijalankan,proses ini prinsipnya memotong dengan menggunakan spark yang
ditimbulkan akibat beda tegangan antara elektroda wire dengan benda kerja.
Proses ini juga membutuhkan cairan dielektrik sebagai pembersih
gram,insulator,dan media pendingin. Cairan yang digunakan adalah air biasa
karena wire yang digunakan hanya sekali pakai sehingga tidak diperhatikan
keausannya. Pada mesin ini juga terdapat roll roll yang cukup banyak yang
berguna untuk menjaga ketegangan dari wire yang digunakan

Gambar di bawah ini merupakan benda kerja hasil dari proses edm wire cut

Analisis Kadek Putri Ambarawati


EDM Wire Cutting pada prinsipnya adalah mengikis benda kerja dengan
bunga api (spark) akibat adanya arus listrik, beda potensial dan gap antara
benda kerja dan kawat. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara Wire EDM
Cutting dengan EDM Die-Sinking. Pengaturan beda potensial bergantung dengan
proses yang diinginkan.

Secara garis besar, pengerjaan EDM Wire Cutting pertama kali ada
membentuk pola yang diinginkan, setelah itu dibuat dengan program (G Code)
menggunakan tabel fungsi yang disediakan oleh buku panduan, dengan begitu
kita dapat membentuk sebuah pola pada bidang koordinat sesuai dengan bentuk
pola yang diinginkan sebelumnya, setelah itu perintah dijalankan bersamaan
dengan fluida dielektrik.
Fluida
dielektrik
dibutuhkan sebagai
insulator,
media
pendingin
dan
media
pembawa kotoran.
Pada
praktikum
EDM
Wire
Cutting
menggunakan
air
yang
tidak didistilasi dan dideionisasi sebab
pada
umumnya fluida dielektrik digunakan
untuk menghambat terjadinya keausan pada elektroda, namun karena pada EDM
wire cutting elektroda yang digunakan hanya sekali pakai, jadi diasumsikan
bahwa penggunaan dengan air biasa pun tidak akan berpengaruh terhadap
keausannya, dan tidak akan mempengaruhi benda kerja.
Hasil yang didapat dapat dilihat pada gambar. Bentuknya sama persis
dengan gambar dari hasil program yang dapat di bandingkan dengan gambar
yang tertera. Saat disentuh pada ujung benda kerja, hasil yang didapat sangat
halus, hal tersebut menunjukkan daerah toleransinya cukup rendah.
Pengerjaannya sesuai dengan Feed Rate.

Analisis Ichwan Prasetya Adrianto


Berikut ini skematik dari proses EDM wire cut

Gambar 1 skematik proses EDM wire cut


Pada gambar diatas dapat diamati bahwa wire berfungsi sebagai elektroda
bermuatan positif sedangkan workpiece bermuatan negative hal ini Karena arus
akan mengalir dari kutub positif ke kutub negative sehingga yang terkikis adalah
benda kerja.

Gambar 2 elektrode dan work piece


Spark diatas timbul karena adanya gap antara electrode dan workpiece. Selain
itu disini air digunakan sebagai cairan dielektrik hal ini karena selain
viskositasnya rendah air ini tidak memiliki rantai karbon sehingga saat suhu
tinggi air hanya berubah menjadi uap air. Wire pada EDM wire cut hanya
digunakan sekali selain selain itu terdapat banyak rel hal ini berfungsi sebagai
tensioner sehingga diperoleh tensil stess yang diinginkan.

Gambar 3 G code
G code merupakan bahasa yang digunakan untuk menentukan bentuk object
yang diinginkan dalam suatu sistem koordinat kartesian. Pada buku paduan
diberikan seluruh G code yang diperlukan tapi dalam praktikum ini yang
digunakan group 00, 01, dan 03. Untuk menganilisisnya berikut G code serta
hasil object yang diperoleh:

Gambar 4 G code yang digunakan dan bentuk object yang diperoleh


Berikut penjelasan G code yang digunakan:
O0252 ; merupakan nama program yang dibuat
G92 X10. Y-5. ;
G92 Menunjukkan coordinat system setting koordinat
awalnya berada pada (10,-5)
G91 G1 Y5. ; G91 menunjukkan incremental command G1 menunjukkan linear
interpolation kemudian Y5. Berarti ditarik garis lurus sampai kordinat sekarang
yaitu (10,5) dari sini dapat Dianalisis bila X Y maupun pengaturan G tidak
disebutkan lagi maka yang digunakan adalah pengaturan yang sebelumnya.
X-10. Y20. R5. ; analisis dari koordinat sebelumnya yaitu (10,5) karena sistem
yang digunakan adalah incremental command maka koordinat sebelumnya
menjadi (0,0) dari koordinat sebelumnya ini (0,0)ditarik garis menuju kordinat
yang baru yaitu X-10 Y 20 (-10,20) R5 menunjukkan pembuatan fillet dengan
diameter 5 diujung akhir dari garis tersebut.
G02 X20. I10. R5. ; analisis G02 menunjukkan circular interpolation arah searah
jarum jam (CW) X20 menunjukkan koordinat akhir (X20,Y20) dari koordinat awal
(0,0) pada (-10,20). Hal ini menunjukkan akan dibuat bentuk lingkaran dengan
I20 yaitu berjari jari 10mm menuju koordinat akhir (20,20) kemudian R5
menunjukkan diakhir bentuk ini di fillet dengan jari-jari 5mm.
G1 X-10. Y-20. ; kemudian dilakukan linear interpolasi dengan sistem incremental
koordinat sebelumnya yaitu (20,20) dianggap sebagai (0,0) kemudian ditarik
garis menuju koordinat (-10,-20).
M30 ; menunjukkan akhir program
Selain itu dalam penulisan G code perlu diperhatikan penulisan tanda titik (.)
misal 50. Menunjukan koma pada decimal sehingga angka tersebut bernilai 50
bila titik dihilangkan maka nilainya menjadi0.50 satuan dalam koordinat ini
adalah millimeter.
Pada gambar 4 dapat dilihat bentuk objek hasil implementasi dari G code.
Terdapat garis lurus dari koordinat (10,-5) hingga koordinat (10,5) yaitu garis
vertical dengan panjang 5 mm hal ini penting untuk dibuat, yaitu untuk
menyentuhkan wire ke benda kerja selain itu berguna agar pemotongan lebih
pasti terjadi.
Hasil yang diperoleh dapat dilihat pada gambar 4 berikut hasil EDM wire cut yang
diperoleh

Gambar 5 hasil EDM wire cut


Hasil yang diperoleh dari ini bermaterial alumunium tipis. Ini merupakan salah
satu keunggulan EDM wire cut yang mampu memotong plat yang sangat tipis hal
ini tidak bisa dilakukan pada cara konvensional gergaji karena syarat gergaji
terdapat 2 mata yang menyentuh benda kerja.

Gambar 6 layar kendali mesin EDM wire cut


Dari sini dapat diamati sampai dimana pemotongan selain itu dapat diamati
kecepatan potong nya dalam satuan mm/s

Analisis Indra Hidayat


Sebelum Praktikum Praktikan disuruh membuat gambar dari bentuk benda yang
akan dibuat. Ada beberapa pilihan bentuk dasar, seperti Garis, lingkaran, filet
dan lengkukng.
Setelah itu praktikan diperkenalkan ke pada mesin EDM wire Cutting. Ada dua
bagian dari mesin EDM wire Cutting yakni bagian pengontrol dan mesinnya
sendiri. Pada bagian pengontrol, terdapat berbagai tombol yang berfungsi untuk
mengatur parameter-parameter proses, seperti cutting speed, besar beda
potensial, dan on-off time; tombol yang berfungsi untuk mengetikkan Code;
tombol untuk mengatur tampilan pada layar komputer; tombol untuk mengatur
keberjalanan proses, seperti memulai dan mengakhiri proses. Pada mesin EDMnya sendiri terdapat pompa untuk memasukkan air; saringan untuk menyaring
geram; motor untuk mengerakkan meja kerja dan wire; meja kerja sebagai
tempat meletakkan benda kerja. Untuk gerakan pada arah horizontal yang
bergerak adalah meja kerja, sedangkan untuk gerakan pada arah vertikal yang
bergerak adalah wire.
Praktikan kemudian diberi tahu mengetahui kode-kode yang dipakai untuk
membuat program dari proses dan bagai mana cara menuliskannya di Bagian
Pengontrol. Beberapa yang dipakai dalam praktikum kali ini adalah :
G92
: untuk menyatakan titik awal proses pemotongan
G91
: untuk menyatakan posisi relatif terhadap posisi sebelumnya
(incremental)

G1
G2
R5
M30

:
:
:
:

liniar interpolation
untuk membuat lingkaran clock wise
Filet
membatasi Program

Kemudian kami menuliskan Progman untuk Membentuk benda yang kami


gambar sebelumnya :

Dibagian bawah diberi garis awal, hal ini agar awal dari pemotongan dipastikan
di dalam benda kerja dan garis ini juga memberi ruang agar benda yang
diinginkan terbentuk semula. Setelah yakin dengan bentuk gambar, kami
merubah posisi gambar dengan cara memutar 90 derajar karena menyesuaikan
dengan bagian benda kerja yang tersedia. Dalam praktikum kali ini dipakai
kecepatan 2 mm Wire/detik. Setelah semuanya siap dan telah di cek kami
memulai proses.

Dalam prosesnya larutan dielektrik mengguankan air, hal ini karena wire hanya
dipakai untuk sekali proses maka dielektriknya cukup memakai air.
Bentuk Benda yang dihasilkan menyerupai gambar benda yang telah dibuat
sebelumnya. Hasil pemotongannya halus. Untuk ukuran lebih kecil dari yang
direncanakan karena ada gap antara wire dengan benda kerja.

Kesimpulan Angga Septia Mauludy

EDM Wire cutting yaitu proses machining dimana geram terbentuk dari
partikel-partikel kecil benda kerja yang terkikis oleh spark yang terjadi
karena beda potensial antara benda kerja (+) dan elektroda (-)
Pengoperasian mesin EDM wire cutting yaitu menggunakan control CNC
dengan G-code untuk melakukan machining pada benda kerja

Saran

Buku panduan G-code pada kontrol CNC harusnya diperkenalkan atau


dilampirkan pada modul sehingga praktikan bisa mempelajari terlebih
dahulu

Kesimpulan M. Insan A
Prinsip kerja EDM wire cutting adalah memotong benda kerja menggunakan
spark yang muncul antara wire dengan benda kerja, spark ini muncul karena
perbedaan tegangan antara wire dengan benda kerja dan gap antara keduanya.
Sebelum proses pemotongan menggunakan EDM wire cutting dimulai, lakukan
persiapan mesin, lalu gambar pola pemotongan menggunakan program Gcode
pada CNC panel. Setelah itu proses pemotongan dapat dimulai. Setelah
pemotongan selesai, tekan tombol emergency stop.
Saran
Gunakan benda kerja yang tebal (tebal lebih dari 20 mm) untuk menunjukan
kemampuan EDM wire cutting sebagai pemotong benda tebal.

Kesimpulan Diantoro Fitridanadha

Prinsip kerja EDM wire cutting adalah pemotongan benda kerja yang terbuat
dari logam dengan cara memanfaatkan loncatan elektron yang dihasilkan
akibat adanya perbedaan potensial listrik antara benda kerja dan elektroda
wire

Prosedur kerja secara singkat:

Buat gambar teknik yang diinginkan untuk dibuat partnya


Tentukan G-code berdasarkan koordinat incremental atau absolute
Nyalakan mesin EDM Wire Cutting
Letakkan benda kerja pada daerah pemotongan awal
Masukkan input data G-code pada Graph
Setting posisi benda kerja
Jalankan mesin wire cutting
Tentukan seluruh parameter yang dibutuhkan seperti
arus listrik
kecepatan makan
kecepatan aliran cairan dielektrik,dll.

Saran
Sebelum memulai praktikum, sebaiknya G Code dijelaskan terlebih dahulu
sehingga tidak memakan waktu.
Tombol panel pada mesin CNC sebaiknya diperjelas sehingga baik praktikan dan
asisten tidak bingung ketika harus menggunakan mesin CNC

Kesimpulan Kadek Putri Ambarawati


1. EDM Wire Cutting pada prinsipnya adalah mengikis benda kerja dengan
bunga api (spark) akibat adanya arus listrik, beda potensial dan gap
antara benda kerja dan kawat. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara
Wire EDM Cutting dengan EDM Die-Sinking. Pengaturan beda potensial
bergantung dengan proses yang diinginkan.
2. Secara garis besar, pengerjaan EDM Wire Cutting pertama kali ada
membentuk pola yang diinginkan, setelah itu dibuat dengan program (G
Code) menggunakan tabel fungsi yang disediakan oleh buku panduan,
dengan begitu kita dapat membentuk sebuah pola pada bidang koordinat
sesuai dengan bentuk pola yang diinginkan sebelumnya, setelah itu
perintah dijalankan bersamaan dengan fluida dielektrik.
Saran : Benda kerja yang disiapkan mungkin bisa ditambah dengan 2 pelat
dengan tebal yang berbeda sehingga praktikan dapat membandingkan hasil
dengan pelat tipis dengan pelat tebal.

Kesimpulan Ichwan Adrianto


Dari praktikum ini dapat disimpulkan:
-

Wire elektroda akan tersambung kekutub positif dan benda kerja


tersambung ke kutub positif. Spark hasil discharge yang digunakan untuk
proses pemotongan timbul karena gap yang dekat (tidak menempel) dan
beda potensialnya tinggi.
Wire electrode yang digunakan terbuat dari bahan yang memiliki high
electrical conductivity dan tahan terhadap tensile strength. Wire electrode
digunakan sekali.
Cairan dielektrik yang digunakan air berfungsi sebagai insulator hingga
beda potensial tinggi, pendingin, dan pembersih gram hasil pemotongan.
Untuk mengoperasikan mesin EDM wire cutting digunakan bahasa G code
untuk memperoleh bentuk objek yang diinginkan.
Keunggulan EDM wire cutting dapat digunakan untuk memotong plat yang
sangat tipis. Material yang digunakan sebagai work piece harus bersifat
high electrical conductivity.

Saran
-

Pada kuliah Prosman 2 seharusnya lebih dikenalkan tentang G code dan


CAD CAM

Sebelum praktikum praktikan dijelaskan tentang fungsi-fungsi yang


terdapat pada G coce sehingga seluruh praktikan dapat memahami
penggunaan mesin EDM wire cut. Hal ini bisa juga dicantumkan pada
modul praktikum.
Tombol pada mesin lebih baik diperjelas misalnya dengan menempelkan
fungsi dari tombol tombol tersebut.

Kesimpulan Indra Hidayat


1. Prinsip kerja :

Benda
kerja
Wire

dan

dihubungkan kepada power supply. Beda potensial antara wire dan benda

kerja terus naik. Pada perbedaan potensial yang cukup tinggi cairan
dielektrik akan menurun sifat insulatornya maka arus akan mengalir maka
terbentuklah bunga api. Bunga api akan mengurangi/membentuk benda
kerja sedikit demi sedikit dan dimulai dari yang paling dekat. Geram yang
dihasilkan akan dibawa oleh larutan dielektrik yang kemudian akan
disaring. Selain untuk membawa geram larutan dielektrik pun berguna
untuk mendinginkan benda kerja dan wire.
2. Cara memakai :
Ada dua bagian dari mesin EDM wire Cutting yakni bagian pengontrol dan
mesinnya sendiri. Pada bagian pengontrol, terdapat berbagai tombol yang
berfungsi untuk mengatur parameter-parameter proses, seperti cutting
speed, besar beda potensial, dan on-off time; tombol yang berfungsi untuk
mengetikkan Code; tombol untuk mengatur tampilan pada layar
komputer; tombol untuk mengatur keberjalanan proses, seperti memulai
dan mengakhiri proses. Pada mesin EDM-nya sendiri terdapat pompa
untuk memasukkan air; saringan untuk menyaring geram; motor untuk
mengerakkan meja kerja dan wire; meja kerja sebagai tempat meletakkan
benda kerja. Untuk gerakan pada arah horizontal yang bergerak adalah
meja kerja, sedangkan untuk gerakan pada arah vertikal yang bergerak
adalah wire.
SARAN
1. Mempelajari kode, Mempelajari cara menulis, Menggambar benda yang akan
dibuat dan membuat program untuk gambar tersebut dimasukan ke Tugas
sebelum praktikum.

2. Diberi contoh hasil yang telah di lakukan.

TUGAS SETELAH PRAKTIKUM


1.

Nama dan fungsi komponen EDM wire cutting

NC system: Untuk merancang geometri benda kerja yang akan


dimachining dengan menggunakan G-code
Wire drum: Untuk mengatur tegangan kawat agar tidak kendor ataupun
terlalu kuat tegangannya
Wire: Sebagai elektoda tempat keluarnya spark dan sebagai cutter
pemotong
Working table: Tempat mencekam benda kerja
Power source: Sumber tegangan untuk elektroda dan benda kerja agar
mempunyai beda potensial

2. Prosedur kerja EDM Wire Cut

Menentukan bentuk yang akan dibuat beserta dimensi2nya (gambar


teknik).
Pasang benda kerja pada mesin dan nyalakan mesin sesuai prosedur.
Membuat pola pemotongan sesuai bentuk benda kerja yang akan dibuat
pada panel CNC menggunakan Gcode.
Setelah pola pemotongan selesai digambar, lakukan proses wire cutting.
Setelah proses selesai tekan tombol emergency stop.

Tugas Tambahan
Aplikasi EDM Wire Cut
1. Indra Hidayat : Memotong Pipa secara beregu
2. Kadek Putri Ambarawati :

Penerapan EDM Wire Cutting


EDM Wire Cutting biasanya digunakan untuk memproses berbagai punch
tie, powder metallurgy mold, plastic mold dan sebagainya, selain itu juga
dapat memotong berbagai sampel seperti pelat, baja magnetik, Steel
Sheet Silicon, bahan semi-konduktif atau logam mulia dan mampu
melakukan tiny machining, abnormal shape groove atau machining of
standard defect of sample parts. Penggunaan EDM Wire Cutting banyak
digunakan dalam listrik, alat-alat yang mesin, industri ringan, industri
militer dan sebagainya, salah satunya :
Mesin Cetakan Wire cut EDM secara luas digunakan untuk berbagai
cetakan mesin, seperti puch die, squeezing die, powder metallurgy mold,
bend mold, plastic mold dan sebagainya (dapat dilihat pada gambar). Di
antara berbagai jenis cetakan, cutting punch die mengambil andil yang
cukup besar dalam penggunaan mesin EDM Wire Cutting. Dengan
menyesuaikan nilai kompensasi yang berbeda, sementara pemrograman,

EDM Wire Cutting dapat memotong terrace die, punch plate, stripper plate
dan lainnya, cukup mudah untuk menghasilkan cetakan yang bagus dan
tinggi akurasinya.

3. Angga Mauludy :

Wire cutting digunakan untuk membuat Gear Punch on a Troop Fastwire


machine for our Stamping department.
4. Diantoro Fitridanadha :
Mould, Punches, Dies, Plastic mould

5. M. Insan A. :
Membikin Blanking Punches
6. Ichwan Prasetya Adrianto :
Templates and Gauges