Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DEMENSIA PADA LANSIA

OLEH :
CINDRAMAWATI
Kelas 1.E

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


MATARAM (STIKES)
2010 -2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN


DEMENSIA (PIKUN) PADA LANSIA
Judul penyuluhan

: Demensia (pikun)

Sub pokok

:
1. Menjelaskan pengertian demensia (pikun)pada lansia
2. Menjelaskan tentang tanda dan gejala demensia (pikun) pada lansia
3. Menjelaskan tentang pencegahan demensia pada lansia

Sasaran

: kelompok lansia di desa lembuak,kec. Narmada


Kab.Lobar

Hari/Tanggal
Tempat

:sabtu,oktober 2010
: Balai desa

Waktu

: 08.00-09.30 wita (30 menit)

A. Latar belakang
Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam
kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak
hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan
kehidupan. Proses menua adalah proses alamiah yang secara fisik dan mental
mengalami perubahan yang perlahan,tetapi pasti dan dialami oleh semua
orang tanpa terkecuali.
Sejalan dengan bertambahnya umur, maka perubahan di dalam otak
bisa menyebabkan hilangnya beberapa ingatan (terutama ingatan jangka
pendek) dan penurunan beberapa kemampuan belajar. Perubahan normal ini
tidak mempengaruhi fungsi. Contohnya seseorang bisa lupa akan hal-hal yang
detil, tetapi penderita demensia bisa lupa akan keseluruhan peristiwa yang
baru saja terjadi.

B. Tujuan instruksional umum


Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan kelompok lansia dapat memahami
tentang hal-hal yang berkaitan dengan demensia(pikun).
C. Tujuan khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit kelompok lansia mampu:
1.Menjelaskan pengertian demensia (pikun)
2. Menjelaskan tanda dan gejala demensia (pikun)
3. Menjelaskan tentang cara pencegahan demensia
D. Materi penyuluhan
1. Pengertian demensia (pikun)
2. Tanda dan gejala demensia (pikun)
3. Pencegahan demensia
E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
F. Media
1. Leaflet
2. LCD
3. Laptop
G. Kegiatan
Waktu
5 menit

Kegiatan penyuluh
1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan

diri

mengontrak waktu

Kegiatan responden
1. Menjawab salam
dan 2. Mendengarkan
penyuluh

3. Menjelaskan latar belakang perlunya 3. Mendengarkan


pengenalan demensia (pikun)

penjelasan

4. Menjelaskan tujuan di berikannya 4. Mendengarkan

15 menit

penyuluhan
1.Menjelaskan

pengertian

penjelasan
demensia 1. Mendengarkan

(pikun)
2.

penjelasan

Menjelaskan

tanda

dan

gejala 2. Mendengarkan

demensia (pikun)
3.
7 menit

Menjelaskan

penjelasan
tentang

pencegahan 3. Mendengarkan

demensia
penjelasan
1. Meminta salah seorang dari lansia 1. Menjelaskan
untuk

menjelaskan

tentang

penertian demensia

demensia(pikun)
2. Meminta salah seorang dari lansia 2. menjelaskan
untuk menjelaskan tanda dan gejla

tanda

dan gejala demensia

demensia (pikun)
3. Meminta salah seorang dari lansia 3. menjelaskan
untuk

menjelaskan

tentang

tentan

pencegahan

pencegahan demensia

demensia

4. Bertanya kepada audiens jika ada


yang tidak jelas
3 menit

1. Menyampaikan

4. Menanyakan
kesimpulan

hal

yang belum jelas


tentan 1. mendengarkan

materi yang disampaikan

kesimpulan

2. mengucapkan salam penutup

2. menjawab salam

H. Evaluasi
Kriteria evaluasi
a) Evaluaasi stuktur
Persiapan dilaksanakan 2 hari sebelum kegiatan dan undangan
disebarkan satu hari sebelum kegiatan atau acara
b) Evaluasi proses
Diharapkan acara berjalan lancar dan kehadiran 80-100% dari jumlah
undangan

c) Evaluasi hasil
1. Lansia (pikun)mahasiswa mampu berinteraksi dan menjalin kerja
sama dengan masyarakat di desa lembuak kec. Narmada
Kab.Lobar
2. Masyarakat dapat menjelaskan pengertian demensia, menjelaskan
tanda dan gejala demensia (pikun), menjelaskan tentang
pencegahan demensia
3. Masyarakat memahami tentang cara mencegah kepikunan

Lampiran
MATERI PENYULUHAN

I.

Pengertian demensia
Demensia (pikun) adalah kemunduran konitif yang sedemikian beratnya
sehingga mengganggu aktivitas hidup sehari-hari dan aktivitas sosial.
Biasanya diawali dengan kemunduran memori/daya ingat(pelupa).
Demensia adalah gangguan kognitif dan memori yang dapat mempengaruhi
aktifitas sehari-hari.
Demensia adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang
secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, fikiran, penilaian dan
kemampuan untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran
kepribadian

II. Tanda dan Gejala Demensia


1. Menurunnya daya ingat yang terus terjadi. Pada penderita demensia,
"lupa" menjadi bagian keseharian yang tidak bisa lepas.
2. Gangguan orientasi waktu dan tempat, misalnya: lupa hari, minggu, bulan,
tahun, tempat penderita demensia berada
3. Penurunan dan ketidakmampuan menyusun kata menjadi kalimat yang
benar, menggunakan kata yang tidak tepat untuk sebuah kondisi,
mengulang kata atau cerita yang sama berkali-kali
4. Ekspresi yang berlebihan, misalnya menangis berlebihan saat melihat
sebuah drama televisi, marah besar pada kesalahan kecil yang dilakukan
orang lain, rasa takut dan gugup yang tak beralasan. Penderita demensia
kadang tidak mengerti mengapa perasaan-perasaan tersebut muncul.
5. Adanya perubahan perilaku, seperti : acuh tak acuh, menarik diri dan
gelisah
Gejala klinis demensia Alzheimer merupakan kumpulan gejala
demensia akibat gangguan neuro degenaratif (penuaan saraf) yang
berlangsung

progresif

lambat,

dimana

akibat

proses

degenaratif

menyebabkan kematian sel-sel otak yang massif. Kematian sel-sel otak ini
baru menimbulkan gejala klinis dalam kurun waktu 30 tahun. Awalnya

ditemukan gejala mudah lupa (forgetfulness) yang menyebabkan penderita


tidak mampu menyebut kata yang benar, berlanjut dengan kesulitan
mengenal benda dan akhirnya tidak mampu menggunakan barang-barang
sekalipun yang termudah, disebabkan adanya gangguan kognitif sehingga
timbul gejala neuropsikiatrik seperti, Wahan (curiga, sampai menuduh ada
yang mencuri barangnya), halusinasi pendengaran atau penglihatan, agitasi
(gelisah, mengacau), depresi, gangguan tidur, nafsu makan dan gangguan
aktifitas psikomotor, berkelana
III. Pencegahan Demensia
Hal yang dapat kita lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya demensia
diantaranya

adalah

menjaga

ketajaman

daya

ingat

dan

senantiasa

mengoptimalkan fungsi otak,seperti :


1. Mencegah masuknya zat-zat yang dapat merusak sel-sel otak seperti
alkohol dan zat adiktif yang berlebihan
2. Membaca buku yang merangsang otak untuk berpikir hendaknya
dilakukan setiap hari.
3. Melakukan kegiatan yang dapat membuat mental kita sehat dan aktif
o

Kegiatan rohani & memperdalam ilmu agama.

Tetap berinteraksi dengan lingkungan, berkumpul dengan teman


yang memiliki persamaan minat atau hobi

Mengurangi stress dalam pekerjaan dan berusaha untuk tetap relaks


dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat otak kita tetap sehat.

DAFTAR PUSTAKA

Nuroho,Wahjudi,B.Sc.,SKM. 2008.Keperawatan Gerontik dan Geriatrik,Edisi 3.


Jakarta:EGC