Anda di halaman 1dari 5

Bagian III

Kerangka Konseptual
3.1 Definisi Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan acuan dalam pengembangan standar akuntansi dan solusi
atas berbagai hal yang belum diatur dalam standar tersebut. Kerangka Konseptual Sektor
Publik merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan pelaksanaan siklus akuntansi
sektor publik.

Tujuan dan Peranan


Kerangka

Ruang Lingkup

Acuan bagi:

Tim penyusun standar


Penyusun laporan keuangan
Auditor
Para
pemakai
lapora
keuangan sektor publik

Perencanaan
Penganggaran
Realisasi anggaran
Pengadaan barang

dan

pelaporan
Audit
Pertanggungjawaban

organisasi

sektor publik

Asumsi Dasar

Kebutuhan masyarakat
Alokasi sumber daya
Ketaatan hukum/ peraturan
Dasar akrual
Kelangsungan organisasi
Akuntabilitas kinerja

jasa

1.2 Lingkup Kerangka Konseptual Akuntansi Sektor Publik


Siklis ASP
Perencanaan
Publik

PemPus
- Musyawarah perencanaan
pembangunan
(musrenbang)
jangka
panjang
nasional
- Musrenbang
jangka
menengah
nasional
- Musrenbang
penyusunan rencana kerja
pemerintah -

Penganggaran - Penyusunan anggaran


Publik
- Pembahasan anggaran
- Penetapan
anggaran
Realisasi
Pelaksanaan
Anggaran
anggaran
Publik
Pengadaan
Proses
Barang
dan pengadaan
Jasa Publik
barang dan jasa
Pelaporan
Keuangan
Sektor Publik
Audit Sektor

Proses
pelaporan
keuangan
Mekanisme

Organisasi Sektor Publik


PemDa
ParPol
LSM
Musrenbang - Musyawara Rapat kerja
jangka
h
kerja untuk
panjang
tingkat
menyusun
daerah
pusat
perencanaa
Musrenbang - Musyawara n LSM
jangka
h
kerja
menengah
wilayah
daerah
- Musyawara
Musrenbang
h
kerja
rencana
daerah
kerja
- Musyawara
pemerintah
h
kerja
Musrenbang
cabang
provinsi
- Musyawara
Musrenbang
h
kerja
kabupaten
ranting
Musrenbang
kabupaten
Musrenbang
desa
Penyusunan - Penyusunan- Penyusunananggaran
anggaran
anggaran
Pembahasan - Pembahasa - Pembahasa anggaran
n anggaran n anggaran
Penetapan - Penetapan
Penetapan
anggaran
anggaran
anggaran
Pelaksanaan Pelaksanaa Pelaksanaa
anggaran
n anggaran n anggaran
Proses
pengadaan
barang dan
jasa
Proses
pelaporan
keuangan
Mekanisme

Proses
pengadaan
barang dan
jasa
Proses
pelaporan
keuangan
Mekanisme

Proses
pengadaan
barang dan
jasa
Proses
pelaporan
keuangan
Mekanisme

Yayasan
Rapat kerja
untuk
menyusun
perencanaa
n yayasan/
organisasi
tempat
peribadatan

Penyusunan
anggaran
Pembahasa
n anggaran
Penetapan
anggaran
Pelaksanaa
n anggaran
Proses
pengadaan
barang dan
jasa
Proses
pelaporan
keuangan
Mekanisme

Publik
Pertanggungja
waban Publik

audit
Penyampaian
LPJ
dan
pertanggungjaw
abannya

audit
Penyampaian
LPJ
dan
pertanggungj
awabannnya

audit
Penyampaia
n LPJ dan
pertanggun
gjawabannn
ya

audit
Penyampaia
n LPJ dan
pertanggun
gjawabannn
ya

audit
Penyampaia
n LPJ dan
pertanggun
gjawabannn
ya

3.3 Implementasi Karakteristik Kualitatif Akuntansi Sektor Publik


Karakteristik kualitatif adalah ciri-ciri khusus dari sebuah mutu. Karakteristik kualitatif
akuntansi sektor publik adalah ciri khas informasi akuntansi dalam organisasi sektor publik yang
berkontribusi pada penentuan kualitas produk setiap unsur Akuntansi Sektor Publik.
a.

Relevan
Relevan mengacu pada kemampuan informasi untuk mempengaruhi keputusan pengelola
organisasi dengan mengubah atau mengkonfirmasi harapan mereka tentang hasil, atau
konsekuensi tindakan atau kejadian. Dalam konsep kerangka konseptual, informasi yang
relevan dapat membantu investor, kreditor dan pengguna lainnya untuk mengevaluasi
kondisi masa lalu, saat ini dan masa depan (nilai prediktif) atau untuk mengkonfirmasi atau
mengoreksi harapan utama (nilai umpan balik atau feedback).

b. Keandalan
Keandalan mengacu pada kualitas informasi yang sesuai dengan kebutuhan para
penggunanya. Dalam konsep kerangka konseptual, agar menjadi andal, informasi harus
dapat diuji, netral dan disajikan dengan jujur.
-

Keterujian; terkait dengan pemenuhan kualitas pekerjaan seseorang berdasarkan


standar yang telah disepakati.
- Penyajian jujur dan kelengkapan; mengacu pada penyesuaian antara data akuntansi
dan data kejadian yang harus ditunjukkan.
- Netralitas; mengacu pada ketiadaan bias dalam penyajian laporan keuangan akuntansi
atau informasi.
c. Kualitas Sekunder
Komparabilaitas dan konsistensi adalah kualirtas kedua yang dianjurkan oleh statement
FASB terkait dengan konsep no. 2 tentang Laporan Keuangan. Komparabilitas
mendeskripsikan kegunaan metode yang sama dari waktu ke waktu dengan penyajian
yang tetap. Prinsip Konsistensi menjelaskan bahwa metode akuntansi tidak dapat diubah
lagi setelah diadopsi. Lingkungan sekitar dapat mendikte perubahan kebijakan akuntansi
atau tekniknya yang lebih diinginkan jika dibenarkan sebagaimana mestinya.
d. Pertimbangan Biaya dan Manfaat
Dikenal dengan keterbatasan pervasif. Informasi akuntansi keuangan akan dicari jika
manfaat yang diperoleh dari informasi tersebut melebihi biayanya. Oleh karenanya,

sebelum mempersiapkan dan mendiseminasikan informasi keuangan, manfaat serta biaya


penyiapan informasi itu harus dibandingkan.
e. Materialitas
Dipandang sebagai ambang pengakuan. Materialitas adalah pertimbangan yang harus
diberikan atau tidak tentang informasi yang signifikan dan berdampak besar terhadap
keputusan yang diambil.

3.3 Pengakuan dan Pengukuran Transaksi Publik


3.3.1 Definisi Pengakuan dan Pengukuran Transaksi Publik
Pengakuan (recognition) dilakukan dengan menyatakan pos tersebut, baik dalam
kata-kata maupun jumlah uang, dan mencantumkannya ke dalam laporan posisi keuangan
atau laporan kinerja keuangan. Pos yang memenuhi kriteria harus diakui dalam laporan
posisi keuangan atau laporan kinerja keuangan. Pos yang memenuhi definisi suatu unsur
harus diakui jika:
-

Ada kemungkinan bahwa manfaat eknomi yang berkitan dengan pos tersebut akan
mengalir dari dan atau ke dalam organisasi publik.
Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat di ukur dengan andal.

Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan
setiap unsur laporan keuangan sektor publik ke dalam laporan posisi keuangan dan laporan
kinerja keuangan. Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran tertentu. Berbagai
dasar pengukuran tersebut adalah sebagai berikut:
- Biaya Historis (historical cost)
Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar atau sebesar
nilai wajar imbalan (consideration)yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut
pada saat perolehan.
Kewajiban dicatat sebesar uang yang diterima sebagai penukar kewajiban (obligation)
itu atau dalam keadaan tertentu sebesar kas (atau setara kas) yang diperkirakan akan
dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.
- Biaya saat ini (current cost)
Aktiva dinilai dalam jumlah kas (atau setara kas) yang harus dibayar apabila aktiva
yang sama diperoleh sekarang.
Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan,
yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban.
- Nilai realisasi/ penyelesaian (realizable/ settlement value)
Aktiva dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang dapat diperoleh sekarang
dengan menjual aktiva tersebut dalam pelepasan normal.
Kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian, yaitu jumlah kas (atau setara kas)
yang tidak di diskontokan yang dibayarkan untuk memenuhi kewajiban pelaksanaan
usaha normal.

Nilai sekarang (present value)


Aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di masa depan yang di diskontokan
ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan
usaha normal.
Kewajiban dinyatakan sebesar arus kas keluar bersih dimasa depan yang di
diskontokan ke nilai sekarang. Dimana jumlah tersebut untuk menyelesaikan
kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.

Anda mungkin juga menyukai