Anda di halaman 1dari 68

SPESIALITE OBAT HORMONAL

ANTIDIABETIK ORAL
No.

Golongan

Sulfonilurea

Generik

Glibenklamid

Gliklazid

Glikuidon

Glimepirid

Paten

Indikasi

Kontra Indikasi

Efek Samping

Abenon; Clamega

Diabetes Melitus Tipe II


ringan-sedang.

Hipersensitif terhadap
glibenklamid atau senyawa OHO
golongan sulfonilurea lainnya,
Porfiria, Ketoasidosis diabetik
dengan atau tanpa koma

Mual, diare, sakit perut, dan hipersekresi


asam lambung, sakit kepala, vertigo,
bingung, ataksia, leukopenia,
trombositopenia, agranulositosis dan anemia
aplastik

Diamicron; Glibet;
Glicab

Diabetes Melitus Tipe II


ringan-sedang yang tidak
dapat dikendalikan hanya
dengan diet dan olahraga

Porfiria, Hipersensitif terhadap


gliklazid atau senyawa OHO
golongan sulfonilurea lainnya,
Asidosis, ketosis

Mual, diare, sakit perut, dan hipersekresi


asam lambung, sakit kepala, vertigo,
bingung, ataksia, leukopenia,
trombositopenia, agranulositosis dan anemia
aplastik

Glurenorm

Diabetes Melitus Tipe II


ringan-sedang

Hipersensitif terhadap glikuidon


atau senyawa OHO golongan
sulfonilurea lainnya, porfiria,
Ketoasidosis diabetik dengan atau
tanpa koma. Namun glikuidon
masih dapat diberikan pada
penderita gangguan fungsi hati dan
ginjal yang ringan.

Mual, diare, sakit perut, dan hipersekresi


asam lambung, sakit kepala, vertigo,
bingung, ataksia, leukopenia,
trombositopenia, agranulositosis dan anemia
aplastik , cenderung meningkatkan berat
badan, namun peningkatan berat badan oleh
glikuidon tidak signifikan

Amaryl

Diabetes Melitus Tipe II yang


tidak dapat dikendalikan
hanya dengan diet dan
olahraga

Hipersensitif terhadap glimepirid


atau senyawa OHO golongan
sulfonilurea lainnya, Diabetik pra
koma atau koma, Kehamilan,
Menyusui

sakit kepala, pusing, lapar, tubuh, lemas,


lelah, mual, muntah, mengantuk, tidur
terganggu, daya konsentrasi dan
kewaspadaan menurun, depresi, bingung,
gangguan bicara, gangguan penglihatan

Glipizip

3.

Biguanid

Antibiotik lain

Metformin

Acarbose

Pioglitazon

Aldiab; Glucotrol;
Glyzid

Diabetes Melitus Tipe II


ringan-sedang

Hipersensitif terhadap glipizid atau


senyawa OHO golongan
sulfonilurea lainnya, Porfiria,
Ketoasidosis diabetik dengan atau
tanpa koma, Gangguan fungsi hati
dan ginjal

Forbetes; Formell;
Glucotika

Diabetes Melitus Tipe II yang


gagal dikendalikan dengan diet
dan OHO golongan
sulfonilurea, terutama pada
pasien yang gemuk

Gangguan pencernaan, antara lain mual,


muntah, diare ringan. Anoreksia. Asidosis
Gangguan fungsi ginjal atau hati, laktat, terutama terjadi pada penderita
Predisposisi asidosis laktat, Gagal gangguan ginjal dan/atau hati, atau pada
jantung, Infeksi atau trauma berat, peminum alkohol. Gangguan penyerapan
Hamil atau menyusui,dehidrasi
vitamin B12

Glucobay;Precose

Actos

Feses menjadi lebih terang warnanya,Urin


menjadi lebih gelap warnanya, Demam, sakit
tenggorokan, Mudah tergores dan
mengalami perdarahan

gangguan lambung, lebih banyak gas, lebih


sering flatus dan kadang-kadang diare, yg
akan berkurang setelah pengobatan
berlangsung lebih lama. Efek samping ini
dapat berkurang dgn mengurangi konsumsi
karbohidrat. Kadang-kadang dapat terjadi
gatal-gatal dan bintik-bintik merah pada
kulit, sesak nafas, tenggorokan serasa
tersumbat, pembengkakan pada bibir, lidah
atau wajah.

Sebagai tambahan pada terapi


OHO sulfonilurea atau
biguanida pada Diabetes
mellitus yang tak dapat
dikendalikan dengan diet dan
obat-obat tersebut

Hipersensitif terhadap
acarbose,Sirosis, Obstruksi usus,
parsial ataupun
keseluruhan,Radang atau luka/
borok pada kolon, Radang atau
luka/ borok pada kolon, gas
berlebih di sal. Pencernaan

Diabetes Melitus Tipe II yang


tak dapat dikendalikan hanya
dengan diet dan olah raga

Dapat menurunkan
efektivitas/menggagalkan efek kontrasepsi
Hipersensitif terhadap pioglitazon oral, Mempermudah infeksi sinus atau
atau golongan tiazolidindion
saluran pernafasan, Nyeri pada geligi atau
lainnya, Penurunan Hb, hematokrit mulut, Sakit tenggorokan, Nyeri lambung,
dan bilirubin, hamil, menyusui
Diare

Repaglinid

Prandin/ NovoNorm/
GlucoNorm

Diabetes mellitus Tipe II yang


tak dapat dikendalikan hanya
dengan diet dan olah raga

Hipersensitivitas terhadap
repaglinida, ketoasidosis diabetic
dengan atau tanpa koma, diabetes
tipe 1

keluhan saluran cerna, antara lain diare,


konstipasi, mual, muntah. Juga dapat terjadi
nyeri otot. Sebagaimana OHO lainnya,
hipoglikemia dapat terjadi jika terapi tidak
terkontrol dengan baik.

TIROID & ANTITIROID


No.

Golongan

Generik

Paten

Indikasi

Kontra Indikasi

Hormon tiroid
1.

2.

Natrium levotiroksin (garamThyroxine


tiroksin)

Anti tiroid

Propiltiou-rasil

Tiamazol

Propilthiouracil (Har)

Thyrozol

Efek Samping

biasanya terjadi karena kelebihan dosis


(lihat dosis awal di atas), nyeri angina,
aritmia, palpitasi, kram otot skelet, takikardi,
diare, muntah, tremor, gelisah, bergairah,
insomnia, sakit kepala, muka merah,
berkeringat, demam, intoleransi terhadap
panas, berat badan turun drastis, otot lemah.

Hipotiroidisme

Tirotoksikosis

Hipertiroidism, termasuk
penyakit Grave (Graves
disease), dan krisis tirotoksik

Ruam kulit, urtikaria, pigmentasi kulit, dan


kerontokan rambut, nyeri sendi, demam,
Blocking replacement regiment tidak sakit kepala, nyeri tenggorokan, mual,
boleh diberikan pada masa
muntah, agranulositosis atau leukopenia,
kehamilan dan menyusui
lemah dan demam

Pengobatan hipertiroidism,
terutama pada pembengkakan
tiroid yang sedikit atau besar
(goiter) pada pasien usia muda Hipersensitivitas; menyusui

Reaksi alergi kulit (gatal, kemerahan, ruam),


mual, muntah, nyeri epigastrik, artralgia,
parestesia, kehilangan indera pengecap,
rambut rontok, mialgia, sakit kepala,
pruritis, mengantuk, neuritis, edema, vertigo,
pigmentasi
kulit, jaundice, sialadenopathy dan
limfadenopati

Karbimazol

Neomer-cazole

Penderita kelainan darah & hati


yang serius & alergi Carbimazole

Hipertiroidism

Muntah, gangguan pencernaan ringan, sakit


kepala, ruam kulit dan pruritus, nyeri sendi,
miopati, alopesia, supresi sumsum tulang
(pansitopenia dan agranulositosis), jaundice

KORTIKOSTEROID
No.

Golongan

terapi sulih hormon

1.

glukokortikoid

Generik

Hidrokortison

betametason

Deksametason

Paten

Indikasi

Insufisiensi adrenokortikoid,
Reaksi hipersensitifitas, seperti
syok anafilaktik dan
angioudema, Radang usus,
Hemoroid, Reumatik, Penyakit
mata, Penyakit kulit

Kontra Indikasi

Efek Samping

Infeksi jamur sistemik,


ileocolostomi pasca operasi, serta
hipersensitivitas terhadap
hidrokortison atau komponenkomponen obat lainnya

Retensi cairan, retensi natrium, Kehilangan


kalium, Alkalosis hipokalemia, Hipertensi,
hilangnya masa otot, osteoporosis, putus
tendon, Kulit menjadi tipis dan rapuh

Terapi topikal pruritus eritema


dan pembengkakan dikaitkan
Alphacort;Benczema;B dengan dermatosis, dan
etnovate
sebagian lesi psoriasis

Infeksi virus, spt varisela dan


vasinia, sirkulasi tak sempurna
dengan nyata. Tidak dianjurkan
untuk pruritus dan jerawat

mensupresi adrenal dan sindrom cushing,


peningkatan lebar dan buruknya infeksi
yang tidak diobati, penipisan kulit dan
perubahan struktur kulit, dermatitis kontak,
dermatitis perioral.
Timbul jerawat atau memperparah jerawat,
depigmentasi sedang dan hipertrikosis.

Cetadexon;Corsona;Co Antialergi dan obat untuk


rtidex
anafilaksis

Hipersensitif terhadap
deksametason atau komponen lain
dalam formulasi; infeksi jamur
sistemik, cerebral malaria; jamur,
atau penggunaan pada mata
dengan infeksi virus (active ocular
herpes simplex).

Aritmia, bradikardia, henti jantung,


kardiomiopati, CHF, kolaps sirkulasi, edema,
hipertens, ruptur miokardial (post-MI),
syncope, tromboembolisme, vasculitis,
Depresi, instabilitas emosional, euforia, sakit
kepala, Akne, dermatitis alergi, alopecia

Silacort;Solu Cortef

Prednison

Metil Prednisolon

Triamsinolon

Tiroiditis nonsuppuratif,
Insufisiensi adrenokortikal
primer
atau adrenokortikal
sekunder
Insufisiensi
(hidrokortison
atau kortison
primer atau sekunder
merupakan
pilihan
(hidrokortison
atau pertama,
kortison
Dellacorta; Erlanison; merupakan
namun analog
sintetisnya
juga
pilihan
pertama,
Kokosone
dapat digunakan)
namun
analog sintetisnya juga
dapat digunakan)Insufisiensi
adrenokortikal primer atau
sekunder (hidrokortison atau
kortison merupakan pilihan
pertama, namun analog
Cortesa; Depo Medrol; sintetisnya juga dapat
Intidrol
digunakan)

Kenacort (BrystolMyers Squibb

Insufisiensi adrenal kronik


sekunder, syok disebabkan
insufisiensi adrenal, reaksi
alergi, rinitis alergi, rinitis
vasomotor, asma, penyakit
kulit, gangguan saluran
pencernaan, gangguan
hematolitik.

Infeksi jamur sistemik dan


hipersensitivitas terhadap
prednison atau komponenkomponen obat lainnya

Retensi cairan tubuh, Alkalosis hipokalemia,


Hipertensi, Miopati steroid, Osteoporosis

Infeksi jamur sistemik dan


hipersensitivitas terhadap
prednison atau komponenkomponen obat lainnya

Gangguan jantung kongestif, Hipertensi

Tuberkulosis aktif, laten, atau


menyembuh, psikosis akut, infeksi
jamur sistemik, infeksi mulut dan
atau tenggorokan yang disebabkan
oleh jamur, bakteri, atau virus,
serta hipersensitivitas terhadap
triamsinolon

Sakit tenggorokan, batuk, hidung berdarah,


dan sakit kepala berat. Dapat timbul reaksi
alergi, antara lain berupa kulit merah dan
gatal-gatal, bengkak, dan sesak nafas

HORMON KELAMIN
No.

1.

Golongan

Estrogen dan Terapi Sulih


Hormon

Generik

Etinil Estradiol

Paten

Estinyl; Orthocept;
Femhrt

Indikasi

Kontra Indikasi

Neoplasia, terutama yang


Gejala vasomotor sedang atau bergantung estrogen, Perdarahan
parah yang dihubungkan
genital abnormal, Kehamilan
dengan menopause
Menyusui

Efek Samping

Meningkatkan risiko karsinoma


endometrium, payudara, vagina, mulut
rahim, dan hati. Menyebabkan cacat pada
janin yang dikandung, aborsi spontan,
kelahiran prematur dan kehamilan ektopik

Infertilitas tanpa ovulasi

kehamilan, trombosis, perdarahan


yang belum jelas sebabnya, tumor
yang bergantung pada estrogen

hot flushes, insomnia, gangguan percernaan,


sakit kepala, perdarahan berkepanjangan

Raloksifen

Pengobatan dan pencegahan


osteoporosis pd wanita
pacsamenopause

Riwayat tromboembolisme vena,


perdarahan uterus tak terdiagnosa,
kanker endometrium, kerusakan
hati, kolestasis, kerusakan ginjal
parah; kehamilan dan menyusui

tromboembolisme vena, tromboplebitis, hot


flushes, kram kaki, udem perifer, gejala
seperti influenza; jarang ruam, gangguan
saluran cerna, hipertensi, sakit kepala
(termasuk migren), ketidaknyamanan
payudara.

Progesteron

Cygest

Terapi untuk pendarahan


uterus disfungsional, sindrom
pra-menstrual

pendarahan vagina yg tdk


diketahui penyebabnya

menstruasi datang lebih awal atau


sebaliknya, tukak gastrointestinal, diare,
kembung

Allilestrenol

Premaston

aborsi habitual atau gawat

fungsi hati abnormal

mual & muntah

Androlon

defisiensi androgen dan


infetilitas pd laki-laki

hipersensitif, kanker prostat, tumor


hati
ereksi terus-menerus

Nebido

terapi pengganti pd ggn


hipogonadal pria,
primer/sekunder

karsinoma prostat yg terganggu


androgen/karsinoma payudara,
tumor hati

Tostrex

terapi pengganti testosteron pd


pria hipogonadisme saat
defisiensi testosteron telah
terdeteksi atau tersangka kanker
dikonfirmasi dg gejala klinis & payudara atau prostat,
analisa lab.
hiperkalsemia, sindrom nefrotik

Epimestrol

Raloksifen hidroklorida

2.

3.

Progesteron

Hormon Laki-laki dan Antagonis Mesterolon

Testosterone undekanoat

Testosterone

Epimestrol

diare, nyeri lengan, artralgia, pusing,


keringat berlebihan, pruritus, nyeri testis

parestesi, xerosis, pruritus, kemerahan atau


eritema, hipertensi, edema perifer,
peningkatan Hb

4.

Steroid anabolik

osteporosis pada
pascamenopause; lihat
keterangan di atas; anemia
aplastik.

Nandrolon

gangguan fungsi ginjal, kanker


prostat, kehamilan, menyusui,
porfiria

akne, retensi natrium, virilisasi disertai


perubahan suara, amenorea, penghambatan
spermatogenesis, penutupan epifisis dini,
gangguan fungsi hati

HORMON HIPOTALAMUS & HIPOFISIS SERTA ANTIESTROGEN


No.

1.

2.

Golongan

Hormon Hipotalamus

Hormon hipofisis

Generik

Paten

Indikasi

Gonadorelin

endometriosis

Tolvaptan

hiponatremia sekunder karena


gangguan sekresi hormon
antidiuretik (syndrome of
inappropriate antidiuretic
hormone secretion),
hiponatremia hipervolume
yang tidak bisa ditangani
dengan pembatasan cairan
(natrium dalam serum<125
mEq/L atau hiponatremia yang
memberikan gejala pada pasien
gagal jantung)

Samsca

Kontra Indikasi

Efek Samping

mual muntah, sakit kepala, nyeri perut,


menorrhagia, iritasi, reaksi hipersensitivitas

meningkatkan kadar natrium


dalam serum dengan cepat, pasien
yang sulit merespon rasa haus,
hiponatremia hipovolemik,
penggunaan bersama dengan
penghambat CYP3A kuat
(klaritromisin, ketokonazol,
itrakonazol, ritonavir, indinavir,
nelfinavir, saquinavir, nefazodon
dan telitromisin); anuria.

haus, mulut kering, astenia, pireksia,


anoreksia, konstipasi, poliuria dan
hiperglikemi, koagulasi intravaskular,
trombus intrakardiak

Desmopresin

polidipsia psikogenik dan polidipsia


karena kebiasaan (sehingga
menyebabkan produksi urin lebih
diabetes insipidus sentral;
dari 40 ml/kg/24 jam; riwayat
enuresis nokturnal primer
penyakit jantung atau kondisi lain
pada anak usia 5 tahun atau
yang memerlukan terapi diuretik;
lebih; nokturia pada dewasa
gangguan fungsi ginjal sedang
disebabkan poliuria nokturnal hingga berat (bersihan kreatinin
(produksi urin pada malam
dibawah 50 ml/min); gangguan
hari melebihi kapasitas
sekresi ADH; hiponatremia;
kandung kemih)
hipersensitif

sakit kepala, mual, muntah, penurunan


kadar natrium serum, penambahan berat
badan, konvulsi (pada kasus yang parah).
Terapi diabetes insipidus dan enuresis
nokturnal primer

Somatropin

ggn pertumbuhan yg
disebabkan oleh kegagalan
sekresi hormon pert.
endogenosa

reaksi lkal pd kulit yg bersifat sementara

Genotropin

menunjukkan aktivitas suatu


tumor/ pert. Tumor

3.

Antiestrogen

Klomifen sitrat

Blesifen (Sanbe
Farma), Clomifene
(Hexpharm),

Infertilitas pada wanita


(merangsang ovulasi),
infertilitas pada pria
oligospermia (meningkatkan
spermatogenesis)

Kehamilan dan kista ovarium,


insufisiensi fungsi hati, gangguan
metabolisme bilirubin, gangguan
organik pada kelenjar hipofisis,
disfungsi adrenal, disfungsi tiroid,
hipersensitivitas terhadap klomifen

Pembesaran ovarium, rasa tidak nyaman di


bagian abdominal atau pelvis, nyeri pada
payudara, menstruasi dengan perdarahan
lebih banyak, ruam kulit (hot flushes),
produksi urin meningkat, mual, muntah,
gelisah, imsomnia, sakit kepala, depresi

GANGGUAN METABOLISME TULANG


No.

1.

Golongan

Kalsitonin

Generik

Kalsitonin

Paten

Miacalcic

Asam ibandronat

Indikasi

Kontra Indikasi

Efek Samping

Hiperkalsemia

Hipersensitivitas, hipokalsemia,
masa kanak-kanak

mual, muntah, flushing, kecapan tak enak,


kedutan di tangan, reaksi radang lokal

pengobatan osteoporosis
pascamenopause, mengurangi
risiko fraktur, pencegahan
bone loss pada wanita
pascamenopause yang memiliki
risiko terhadap
berkembangnya osteoporosis

hipersensitivitas, uncorrected
hypocalcemia, ketidakmampuan
berdiri atau duduk tegak selama
hipokalsemia, hipofosfatemia, gejala seperti
paling sedikit 60 menit, kehamilan; influenza (termasuk demam, menggigil dan
menyusui
nyeri otot), nyeri tulang, reaksi esofageal

GANGGUAN ENDOKRIN LAIN


No.

Golongan

Generik

Paten

Indikasi

Kontra Indikasi

Efek Samping

1.

2.

Bromokrptin dan Obat


Dopaminergik lain

Obat yang Mempengaruhi


Gonadotropin

Bromokriptin

Danazol

Ganireliks

Untuk pengobatan
hiperprolaktinemia yang
berhubungan dengan
amenorea dengan atau tanpa
galaktorea, infertilitas, atau
hipogonadisme; pengobatan
adenoma, akromegali, penyakit
parkinson

Hipersensitif terhadap
bromokriptin, alkaloid ergot,
beberapa komponen dalam sediaan
antifungal azol, beberapa antibiotik
makrolida hipertensi yang tidak
terkontrol kehamilan (risiko dan
Pusing, sakit kepala, konstipasi, mual,
keamanannya harus
hipotensi, kelelahan, kram perut, anoreksia,
dipertimbangkan).
diare, muntah, xerostamia.

Danocrine

Endometriosis, Kista jinak


payudara

pasien dengan amenoroea tidak


sedang hamil; menyusui (lihat
Lampiran 5); gangguan fungsi hati,
ginjal atau jantung yang berat;
penyakit tromboembolik

Organon Ireland LtdIrlandia

pencegahan terjadinya
luteinizing hormon (LH) yang
prematur pada wanita yang
menjalani controlled ovarian
hyperstimulation (COH) untuk
membantu teknik reproduksi.
Pada uji klinik, dikombinasi
dengan follicle stimulating
hormone (FSH) rekombinan

hipersensitif pada ganirelix dan


komponen sediaannya; hipersensitif
terhadap gonadotropin-releasing
hormone (GnRH); kehamilan ,
menyusui , gangguan fungsi ginjal
sedang hingga berat , gangguan
mual, sakit kepala, reaksi pada tempat
fungsi hati sedang hingga berat
penyuntikan, pusing, astenia dan malaise

Parlodel, Cripsa

mual, pusing, reaksi kulit meliputi ruam,


sensitif terhadap cahaya dan dermatitis
eksfoliatif, demam, nyeri punggung, gugup
perubahan suasana hati, ansietas

Dosis

Posologi

Terapi OHO selalu dimulai dari dosis rendah


1 kali pemberian per hari, setelah itu dosis
dapat dinaikkan sesuai dengan respons
Kap, tab 5 mg,
terhadap obat, Dosis awal 2,5 mg bersama
Tablet 2,5 dan 5
sarapan, maksimal 15 mg per hari
mg, Tablet 5 mg

Dosis awal 2,5 mg bersama sarapan,


maksimal 15 mg per hari

Tablet 80 mg

Dosis awal 15 mg sebelum sarapan, dapat


ditingkatkan 30-120 mg per hari terbagi
dalam 2-3 kali pemberian. Dosis maksimal
sekali pemberian 60 mg, sehari pemberian
180 mg

Tablet 30 mg

Dosis awal 1-2 mg sekali sehari, pada saat


sarapan pagi. Bagi penderita yang lebih
sensitif dosis dimulai dengan 1 mg sekali
sehari. Sesuai dengan respon pasien, dosis
dapat ditingkatkan sampai 4 mg sekali sehari.
Dosis maksimum yang dianjurkan 8 mg per
hariDosis maksimum yang dianjurkan 8 mg Tablet 1 mg, 2 mg
per hari
dan 4 mg

Dosis awal 2,5 5 mg, 30 menit sebelum


sarapan. Bila diperlukan, dosis dapat
dinaikkan sampai 5 atau 10 mg sekali sehari
sampai 3 x sehari, maksimal 20 mg per hari

Tablet 5 mg dan
10 mg, Tablet
Lepas Lambat

Untuk metformin dalam bentuk tablet dosis


yang dianjurkan 250-500 mg tiap 8 jam atau
850 mg tiap 12 jam bersama/sesaat sesudah
makan. Dosis maksimal yang dianjurkan
untuk anak-anak 2000 mg perhari, untuk
orang dewasa 2550 mg perhari, tablet lepas
lambat, dosis maksimal yang dianjurkan 2000
mg per hari. Tablet lepas lambat harus
ditelan utuh, jangan dihancurkan atau
dikunyah

Tablet 500 mg dan


850 mg, Tablet Ss
(Tablet Lepas
Lambat) 500 mg
dan 850 mg

Obat ini umumnya diberikan dengan dosis


awal 50 mg dan dinaikkan secara bertahap
sampai 150-600 mg/hari.
Dianjurkan untuk mengkonsumsinya
bersama segelas penuh air pada suap
pertama sarapan/makan.

Pioglitazon umumnya diberikan satu kali


sehari @ 15 45 mg, bersama atau tanpa
makanan. Sebagaimana OHO lainnya,
pioglitazon diawali dengan dosis rendah,
dosis dapat dinaikkan sesuai dengan respon
terhadap terapi.

Tablet eq 15
mg Basa, eq
30 mg Basa,
eq 45 mg
Basa

dapat diberikan 2, 3, atau 4 kali sehari 30


menit sebelum makan. Untuk pasien yang
belum pernah mendapat terapi OHO atau
insulin, atau yang kadar HbA1c nya < 8%,
dosis awal dapat diberikan 0,5 mg setiap kali Tablet 0,5 mg, 1
sebelum makan.
mg, dan 2 mg

Dosis

Posologi

Dewasa; dosis awal 50-100 mcg/ hari (50 mcg


untuk pasien berumur lebih dari 50 tahun),
diutamakan sebelum sarapan, secara
bertahap dinaikkan setiap 3-4 minggu sampai
metabolisme kembali normal (biasanya 100200 mcg sehari)
Hipotiroidisme bawaan dan Juvenille
Tablet 50 mcg &
myxoedema;
100 mcg

Dosis awal lazim dewasa: 300-450 mg sehari.


pada bayi: dosis yang direkomendasikan
Tablet 50 mg &100
adalah 5-10mg/kg setiap hari
mg

Bloking produksi hormon tiroid dicapai


dengan dosis obat 25-40 mg. Terapi utama
(untuk mencapai aktivitas metabolisme
normal kelenjar tiroid): Dosis maksimum 2040 mg tergantung pada keparahan penyakit.
Dosis pada anak-anak: dosis tergantung pada
parahnya penyakit 0,3-0,5 mg/kg bb per hari. Tablet

Pada dosis 15-40 mg/hari


Pada anak-anak dosis awal yang diberikan
adalah 250 mcg/kgbb, 3 kali sehari,
disesuaikan dengan respon

Dosis

Tablet salut
selaput 5 mg, 10
mg, 20 mg

Posologi

untuk terapi pengganti (replacement therapy)


20-30 mg/hari dalam dosis terbagi untuk
orang dewasa, anak-anak 10-30 mg/hari
dalam dosis terbagi, Injeksi im atau iv lambat
atau infus: 100-500 mg, 3-4 kali sehari
Anak sampai usia 1 tahun, 25 mg.
Tablet, Salep,
Anak 1-5 tahun, 50 mg.
Krim, Serbuk
Anak 6-12 tahun, 100 mg
untuk Injeksi

< 12 tahun : penggunaannya tidak


direkomendasikan.
> 13 tahun : gunakan seminimal mungkin
untuk periode yang singkat untuk
menghindari supresi aksis HPA
Krim : gunakan sekali atau dua kali
sehari,pemakaian jangan melebihi 2 minggu
atau 45 mg/minggu.
Lotion : gunakan sekali atau dua kali sehari,
pemakaian jangan melebihi 50 mL/minggu
Krim 0,1%

Dewasa : Awal, 0,75-9 mg/hr PO, terbagi


dalam 2-4 dosis. Penyesuaian dapat dilakukan
tergantung respon pasien.
Anak-anak : 0,024-0,34 mg/kg/hari PO atau
0,66-10 mg/m2/hari PO, terbagi dalam 2-4
dosis
Tablet & Injeksi

Dosis awal sangat bervariasi, dapat antara 5


80 mg per hari, bergantung pada jenis dan
tingkat keparahan penyakit serta respon
pasien terhadap terapi. Tetapi umumnya
dosis awal diberikan berkisar antara 20 80
mg per hari.
Untuk anak-anak 1 mg/kg berat badan,
Tablet 5 mg,
maksimal 50 mg per hari
Kaptab 5 mg

Oral: 2-40 mg/hari, Injeksi im, iv lambat,


infus iv: 10-100 mg/hari

Tablet, Kaptab,
Serbuk injeksi,
Cairan Injeksi

Per oral untuk dewasa dan anak > 12 tahun:


insufisiensi adrenal 4-12 mg per hari sebagai
dosis tunggal atau terbagi, indikasi lain 4-36
mg per hari sebagai dosis tunggal atau
terbagi
Per oral untuk anak < 12 tahun: insufisiensi
adrenal 0,117 mg/kg berat badan per hari
sebagai dosis tunggal atau terbagi, indikasi
lain 0,416-1,7 mg/kg berat badan per hari
sebagai dosis tunggal atau terbagi
Tablet (4 mg)

Dosis

Posologi

Pemberian dilakukan dalam siklus (misalnya


3 minggu diberikan, 1 minggu tidak),
Penghentian terapi atau pengurangan dosis
harus dilakukan setiap interval 3-6 bulan
Tablet 0,02 mg,
Dosis yang umum, 1 tablet 0,02 mg atau 0,05 0,03 mg, 0,05 mg,
mg sekali sehari
0,5 mg

1 tablet 2 kali hari selama 10 hari untuk 2


siklus, 3 kali 1 tablet hari selama 10 hari pada
siklus ketiga.
tablet

Satu tablet (60 mg) sekali sehari, oral, dapat


diminum kapanpun tanpa harus makan
terlebih dahulu

tablet (60 mg

per vagina atau per rectal utk mendukung


fase luteal sehari 2x400 mg, awali terapi pd
hari ke-14 siklus mens. & lanjutkan sampai
terjadi mens
sindrom pra-mens sehari 200 mg atau 2x400
mg

sediaan rectal

aborsi gawat : sehari 3x1 tab selama 5-7 hari


aborsi habitual : sehari 1-2 tab segera setelah
kehamilan terdiagnosis
tablet 5 mg

awal 3-4x 1 tab, selama beberapa bulan,


dilanjutkan 2-3x 1 tab
infertilitas anak laki-laki : 4x1 tab selama
beberapa bulan

tablet 25 mg

ampul 1000 mg/4


1 amp IM scr perlahan selama 10-14 minggu ml

aplikasikan di kulit 3 g gel (60 mg) sekali


sehari pd waktu yg hampir sama setiap hari, canister gel 2% 60
sampai maks. 4 g (80 mg)
g

injeksi intramuskular 50 mg dalam setiap 3


minggu

Dosis

injeksi 50 mg

Posologi

untuk amenore dan infertilitas karena release


abnormal dari LHRH (gonadorelin endogen),
permulaan 10-20 mcg selama 1 menit
melalui pulsatile subcutaneous
infusion,diulangi tiap 90 menit sampai terjadi injeksi IV 10-20
konsepsi atau maksimal hingga 6 bulan
mcg

15 mg satu kali sehari dan dapat dinaikkan


menjadi 30 mg sekali sehari minimal setelah
24 jam. Dosis maksimum 60 mg satu kali
sehari.

tablet 15 mg

Diabetes insipidus sentral, DEWASA dan


ANAK-ANAK: dosis awal 0,1 mg 3 kali
sehari; dosis disesuaikan tergantung respon
klinik, pada rentang dosis 0,21,2 mg per
hari. Dosis optimal, 0,1-0,2 mg 3 kali sehari.
Jika terjadi retensi cairan/hiponatremia,
terapi dihentikan dan dosis disesuaikan

tablet 0,2 mg

0,5-0,7 iu/kg BB/minggu dibagi menjadi 7 kali


penyuntikan scr SC
1 vial 16 iu/ml

Infertilitas pada wanita: 50 mg per hari dosis


tunggal selama 5 hari, dimulai pada hari ke-5
siklus menstruasi, biasanya ovulasi terjadi
pada 6-10 hari setelah pemb. Ds berakhir
Infertilitas pada pria: 50 mg per hari selama
40-90 hari, peningkatan jumlah sperma dapat
diketahui setelah 4-5 minggu pemakaian.
Amenorrhae: 50 mg per hari dosis tunggal,
dapat dimulai kapan saja.
Tablet (50 mg).

Dosis

Posologi

Untuk hiperkalsemia, diberikan 4 IU/kg BB


setiap 12 jam. Bila setelah 1-2 hari respons
tidak memuaskan, dosis dapat ditingkatkan
sampai 8 IU/kg setiap 12 jam dan bila setelah
2 hari tetap tidak memuaskan, dosis
maksimal 8 IU/kg dapat diberikan setiap 6
injeksi 50 UI/ml
jam
atau 100 UI/ml

hipokalsemia, hipofosfatemia, gejala seperti


influenza (termasuk demam, menggigil dan
nyeri otot), nyeri tulang, reaksi esofageal

Dosis

tablet 2,5 mg

Posologi

Anak : Hiperprolaktinemia : 11-15 tahun :


dosis awal 1,25-2,5 mg setiap hari, dosis dapat
ditingkatkan jika dapat ditoleransi untuk
mendapatkan respon terapetik ( kisaran dosis Kapsul 5 mg,tablet
2,5-10 mg sehari)
2.5, 5 mg

Endometriosis: dosis awal 400 mg sehari


dalam satu siklus pengobatan sampai 6 bulan,
namun pengobatan sampai 9 bulan mungkin
diperlukan pada beberapa kasus.
Kista jinak payudara: 300 mg/hari, selama 36 bulan
Kapsul 200 mg

0,25 mg diberikan secara subkutan sekali


sehari, dimulai pada hari ke -6 pemberian
FSH. Pada individu yang mengalami
peningkatan LH lebih dini, dapat dicegah
dengan pemberian pada hari ke-5. COH
dengan FSH dapat dimulai pada hari ke 2
atau ke 3 masa menstruasi.

Injeksi 0,25 mg/0,5 mL

TIROID & ANTITIROID


No.

Golongan

Hormon tiroid
Anti tiroid

Generik

Paten

Indikasi

Hipertiroidism,
termasuk penyakit
(Graves disease),
Natrium levotiroksin (garam
Thyroxine
tiroksin) Grave
Hipotiroidisme
Propiltiou-rasil
Propilthiouracil (Har)
dan krisis tirotoksik

Kontra Indikasi

Blocking replacement
regiment tidak boleh
diberikan
pada masa
Tirotoksikosis
kehamilan dan menyusui

Efek Samping

biasanya terjadi karena


kelebihan dosis (lihat dosis
awal di atas), nyeri angina,
aritmia, palpitasi, kram otot
skelet, takikardi, diare,
muntah, tremor, gelisah,
ruam
kulit,insomnia,
urtikaria,sakit
bergairah,
pigmentasi
kulit,
dan
kepala, muka merah,
kerontokan
rambut,
berkeringat, demam,nyeri
sendi,
demam,
sakit kepala,
intoleransi
terhadap
panas,
nyeri
mual,
berat tenggorokan,
badan turun drastis,
muntah,
agranulositosis atau
otot lemah.
leukopenia, lemah dan demam

Tiamazol

Thyrozol

Pengobatan
hipertiroidism,
terutama pada
pembengkakan tiroid
yang sedikit atau besar
(goiter) pada pasien usia Hipersensitivitas;
muda
menyusui

Reaksi alergi kulit (gatal,


kemerahan, ruam), mual,
muntah, nyeri epigastrik,
artralgia, parestesia,
kehilangan indera pengecap,
rambut rontok, mialgia, sakit
kepala, pruritis, mengantuk,
neuritis, edema, vertigo,
pigmentasi
kulit, jaundice, sialadenopathy
dan limfadenopati

Karbimazol

Neomer-cazole

Muntah, gangguan
pencernaan ringan, sakit
kepala, ruam kulit dan
pruritus, nyeri sendi, miopati,
Penderita kelainan darah alopesia, supresi sumsum
& hati yang serius & alergi tulang (pansitopenia dan
Carbimazole
agranulositosis), jaundice

Hipertiroidism

KORTIKOSTEROID
No.

Golongan

Generik

Paten

Indikasi

Kontra Indikasi

Efek Samping

terapi sulih hormon

Hidrokortison

Silacort;Solu
Cortef

Insufisiensi
adrenokortikoid, Reaksi Infeksi jamur sistemik,
hipersensitifitas, seperti ileocolostomi pasca
syok anafilaktik dan
operasi, serta
angioudema, Radang
hipersensitivitas terhadap
usus, Hemoroid,
hidrokortison atau
Reumatik, Penyakit
komponen-komponen obat
mata, Penyakit kulit
lainnya

Retensi cairan, retensi


natrium, Kehilangan kalium,
Alkalosis hipokalemia,
Hipertensi, hilangnya masa
otot, osteoporosis, putus
tendon, Kulit menjadi tipis
dan rapuh

glukokortikoid

betametason

Terapi topikal pruritus


eritema dan
pembengkakan
dikaitkan dengan
Alphacort;Benc dermatosis, dan
zema;Betnovate sebagian lesi psoriasis

Infeksi virus, spt varisela


dan vasinia, sirkulasi tak
sempurna dengan nyata.
Tidak dianjurkan untuk
pruritus dan jerawat

mensupresi adrenal dan


sindrom cushing, peningkatan
lebar dan buruknya infeksi
yang tidak diobati, penipisan
kulit dan perubahan struktur
kulit, dermatitis kontak,
dermatitis perioral.
Timbul jerawat atau
memperparah jerawat,
depigmentasi sedang dan
hipertrikosis.

Deksametason

Cetadexon;Cors Antialergi dan obat


ona;Cortidex
untuk anafilaksis

Hipersensitif terhadap
deksametason atau
komponen lain dalam
formulasi; infeksi jamur
sistemik, cerebral malaria;
jamur, atau penggunaan
pada mata dengan infeksi
virus (active ocular herpes
simplex).

Aritmia, bradikardia, henti


jantung, kardiomiopati, CHF,
kolaps sirkulasi, edema,
hipertens, ruptur miokardial
(post-MI), syncope,
tromboembolisme, vasculitis,
Depresi, instabilitas
emosional, euforia, sakit
kepala, Akne, dermatitis
alergi, alopecia

Prednison

Dellacorta;
Erlanison;
Kokosone

Tiroiditis
nonsuppuratif,
Insufisiensi
adrenokortikal primer
atau sekunder
(hidrokortison atau
kortison merupakan
Infeksi jamur sistemik dan
pilihan pertama, namun hipersensitivitas terhadap
analog sintetisnya juga prednison atau komponendapat digunakan)
komponen obat lainnya

Retensi cairan tubuh,


Alkalosis hipokalemia,
Hipertensi, Miopati steroid,
Osteoporosis

Metil Prednisolon

Insufisiensi
adrenokortikal primer
atau sekunder
(hidrokortison atau
kortison merupakan
pilihan pertama, namun
analog sintetisnya juga
dapat
digunakan)Insufisiensi
adrenokortikal primer
atau sekunder
(hidrokortison atau
kortison merupakan
Infeksi jamur sistemik dan
pilihan pertama, namun hipersensitivitas terhadap
Cortesa; Depo analog sintetisnya juga prednison atau komponen- Gangguan jantung kongestif, Medrol; Intidrol dapat digunakan)
komponen obat lainnya
Hipertensi

Triamsinolon

Insufisiensi adrenal
kronik sekunder, syok
disebabkan insufisiensi
adrenal, reaksi alergi,
rinitis alergi, rinitis
vasomotor, asma,
penyakit kulit,
Kenacort
gangguan saluran
(Brystol-Myers pencernaan, gangguan
Squibb
hematolitik.

Tuberkulosis aktif, laten,


atau menyembuh, psikosis
akut, infeksi jamur
sistemik, infeksi mulut dan
atau tenggorokan yang
disebabkan oleh jamur,
bakteri, atau virus, serta
hipersensitivitas terhadap
triamsinolon

Sakit tenggorokan, batuk,


hidung berdarah, dan sakit
kepala berat. Dapat timbul
reaksi alergi, antara lain
berupa kulit merah dan gatalgatal, bengkak, dan sesak
nafas

HORMON KELAMIN
No.

Golongan

Generik

Paten

Indikasi

Kontra Indikasi

Efek Samping

Estrogen dan Terapi


Sulih Hormon

Etinil Estradiol

EPIMESTROL

Estinyl;
Orthocept;
Femhrt

Meningkatkan risiko
karsinoma endometrium,
payudara, vagina, mulut
Neoplasia, terutama yang rahim, dan hati.
Gejala vasomotor
bergantung estrogen,
Menyebabkan cacat pada
sedang atau parah yang Perdarahan genital
janin yang dikandung, aborsi
dihubungkan dengan abnormal, Kehamilan
spontan, kelahiran prematur
menopause
Menyusui
dan kehamilan ektopik

infertilitas tanpa
EPIMESTROL ovulasi

kehamilan, trombosis,
perdarahan yang belum
jelas sebabnya, tumor
yang bergantung pada
estrogen

hot flushes, insomnia,


gangguan percernaan, sakit
kepala, perdarahan
berkepanjangan

Raloksifen
hidroklorida

Raloksifen

tromboembolisme vena,
tromboplebitis, hot flushes,
Riwayat tromboembolisme kram kaki, udem perifer,
vena, perdarahan uterus gejala seperti influenza;
tak terdiagnosa, kanker
jarang ruam, gangguan
pengobatan dan
endometrium, kerusakan saluran cerna, hipertensi,
pencegahan
hati, kolestasis, kerusakan sakit kepala (termasuk
osteoporosis pd wanita ginjal parah; kehamilan migren), ketidaknyamanan
pacsamenopause
dan menyusui
payudara.

Progesteron

Progesteron

Cygest

terapi untuk
pendarahan uterus
disfungsional, sindrom pendarahan vagina yg tdk
pra-menstrual
diketahui penyebabnya

Allilestrenol

Premaston

aborsi habitual atau


gawat

fungsi hati abnormal

menstruasi datang lebih awal


atau sebaliknya, tukak
gastrointestinal, diare,
kembung

mual & muntah

Hormon Laki-laki dan Antagonis


Mesterolon

Testosterone
undekanoat

Testosterone

Androlon

defisiensi androgen dan hipersensitif, kanker


infetilitas pd laki-laki prostat, tumor hati

ereksi terus-menerus

Nebido

karsinoma prostat yg
terapi pengganti pd ggn terganggu
hipogonadal pria,
androgen/karsinoma
primer/sekunder
payudara, tumor hati

diare, nyeri lengan, artralgia,


pusing, keringat berlebihan,
pruritus, nyeri testis

Tostrex

terapi pengganti
testosteron pd pria
hipogonadisme saat
defisiensi testosteron
telah dikonfirmasi dg
gejala klinis & analisa
lab.

parestesi, xerosis, pruritus,


kemerahan atau eritema,
hipertensi, edema perifer,
peningkatan Hb

terdeteksi atau tersangka


kanker payudara atau
prostat, hiperkalsemia,
sindrom nefrotik

Steroid anabolik

akne, retensi natrium,


virilisasi disertai perubahan
suara, amenorea,
osteporosis pada
penghambatan
pascamenopause; lihat gangguan fungsi ginjal,
spermatogenesis, penutupan
keterangan di atas;
kanker prostat, kehamilan, epifisis dini, gangguan fungsi
anemia aplastik.
menyusui, porfiria
hati

Nandrolon

HORMON HIPOTALAMUS & HIPOFISIS SERTA ANTIESTROGEN


No.

Golongan

Generik

Paten

Indikasi

Kontra Indikasi

Efek Samping

Hormon Hipotalamus Gonadorelin

endometriosis

mual muntah, sakit kepala,


nyeri perut, menorrhagia,
iritasi, reaksi hipersensitivitas

hormon hipofisis

Tolvaptan

Samsca

hiponatremia sekunder
karena gangguan
sekresi hormon
antidiuretik (syndrome
of inappropriate
antidiuretic hormone
secretion), hiponatremia
hipervolume yang tidak
bisa ditangani dengan
pembatasan cairan
(natrium dalam
serum<125 mEq/L atau
hiponatremia yang
memberikan gejala
pada pasien gagal
jantung)

meningkatkan kadar
natrium dalam serum
dengan cepat, pasien yang
sulit merespon rasa haus,
hiponatremia hipovolemik,
penggunaan bersama
dengan penghambat
CYP3A kuat
(klaritromisin,
ketokonazol, itrakonazol, haus, mulut kering, astenia,
ritonavir, indinavir,
pireksia, anoreksia, konstipasi,
nelfinavir, saquinavir,
poliuria dan hiperglikemi,
nefazodon dan
koagulasi intravaskular,
telitromisin); anuria.
trombus intrakardiak

Desmopresin

polidipsia psikogenik dan


polidipsia karena
kebiasaan (sehingga
menyebabkan produksi
diabetes insipidus
urin lebih dari 40 ml/kg/24
sentral; enuresis
jam; riwayat penyakit
nokturnal primer pada jantung atau kondisi lain
anak usia 5 tahun atau yang memerlukan terapi
lebih; nokturia pada
diuretik; gangguan fungsi
dewasa disebabkan
ginjal sedang hingga berat
poliuria nokturnal
(bersihan kreatinin
(produksi urin pada
dibawah 50 ml/min);
malam hari melebihi
gangguan sekresi ADH;
kapasitas kandung
hiponatremia;
kemih)
hipersensitif

sakit kepala, mual, muntah,


penurunan kadar natrium
serum, penambahan berat
badan, konvulsi (pada kasus
yang parah). Terapi diabetes
insipidus dan enuresis
nokturnal primer

Somatropin

Genotropin

ggn pertumbuhan yg
disebabkan oleh
kegagalan sekresi
hormon pert.
endogenosa

menunjukkan aktivitas
reaksi lkal pd kulit yg bersifat
suatu tumor/ pert. Tumor sementara

Antiestrogen

Klomifen sitrat

Kehamilan dan kista


ovarium, insufisiensi
fungsi hati, gangguan
metabolisme bilirubin,
Infertilitas pada wanita gangguan organik pada
(merangsang ovulasi), kelenjar hipofisis,
Blesifen (Sanbe infertilitas pada pria
disfungsi adrenal,
Farma),
oligospermia
disfungsi tiroid,
Clomifene
(meningkatkan
hipersensitivitas terhadap
(Hexpharm),
spermatogenesis)
klomifen

Pembesaran ovarium, rasa


tidak nyaman di bagian
abdominal atau pelvis, nyeri
pada payudara, menstruasi
dengan perdarahan lebih
banyak, ruam kulit (hot
flushes), produksi urin
meningkat, mual, muntah,
gelisah, imsomnia, sakit
kepala, depresi

GANGGUAN METABOLISME TULANG


No.

Golongan

Generik

Paten

Indikasi

Kontra Indikasi

Efek Samping

Kalsitonin

Kalsitonin

Miacalcic

Hiperkalsemia

Hipersensitivitas,
hipokalsemia, masa
kanak-kanak

mual, muntah, flushing,


kecapan tak enak, kedutan di
tangan, reaksi radang lokal

pengobatan
osteoporosis
pascamenopause,
mengurangi risiko
fraktur, pencegahan
bone loss pada wanita
pascamenopause yang
memiliki risiko
terhadap
berkembangnya
osteoporosis

Asam ibandronat

hipersensitivitas,
uncorrected hypocalcemia,
ketidakmampuan berdiri
atau duduk tegak selama
paling sedikit 60 menit,
kehamilan; menyusui

hipokalsemia, hipofosfatemia,
gejala seperti influenza
(termasuk demam, menggigil
dan nyeri otot), nyeri tulang,
reaksi esofageal

GANGGUAN ENDOKRIN LAIN


No.

Golongan

Generik

Paten

Indikasi

Kontra Indikasi

Efek Samping

Bromokrptin dan
Obat Dopaminergik
lain

Bromokriptin

Untuk pengobatan
hiperprolaktinemia
yang berhubungan
dengan amenorea
dengan atau tanpa
galaktorea, infertilitas,
atau hipogonadisme;
pengobatan adenoma,
akromegali, penyakit
Parlodel, Cripsa parkinson

Hipersensitif terhadap
bromokriptin, alkaloid
ergot, beberapa komponen
dalam sediaan antifungal
azol, beberapa antibiotik Pusing, sakit kepala,
makrolida hipertensi yang konstipasi, mual, hipotensi,
tidak terkontrol kehamilan kelelahan, kram perut,
(risiko dan keamanannya anoreksia, diare, muntah,
harus dipertimbangkan). xerostamia.

Obat yang
Mempengaruhi
Gonadotropin

Danazol

Danocrine

Endometriosis, Kista
jinak payudara

pasien dengan amenoroea


tidak sedang hamil;
menyusui (lihat Lampiran
5); gangguan fungsi hati,
ginjal atau jantung yang
berat; penyakit
tromboembolik

mual, pusing, reaksi kulit


meliputi ruam, sensitif
terhadap cahaya dan
dermatitis eksfoliatif, demam,
nyeri punggung, gugup
perubahan suasana hati,
ansietas

Ganireliks

Organon
Ireland LtdIrlandia

pencegahan terjadinya
luteinizing hormon
(LH) yang prematur
pada wanita yang
menjalani controlled
ovarian
hyperstimulation
(COH) untuk
membantu teknik
reproduksi. Pada uji
klinik, dikombinasi
dengan follicle
stimulating hormone
(FSH) rekombinan

hipersensitif pada
ganirelix dan komponen
sediaannya; hipersensitif
terhadap gonadotropinreleasing hormone
(GnRH); kehamilan ,
menyusui , gangguan
fungsi ginjal sedang
hingga berat , gangguan mual, sakit kepala, reaksi
fungsi hati sedang hingga pada tempat penyuntikan,
berat
pusing, astenia dan malaise

Dosis

Posologi

Dewasa; dosis awal 50-100


mcg/ hari (50 mcg untuk
pasien berumur lebih dari
50 tahun), diutamakan
sebelum sarapan, secara
bertahap dinaikkan setiap
3-4 minggu sampai
metabolisme kembali
Dosis
awal
lazim dewasa:
normal
(biasanya
100-200
300-450
mg
mcg sehari) sehari.
pada
bayi: dosisbawaan
yang dan Tablet 50 mcg &
Hipotiroidisme
direkomendasikan
adalah 5- Tablet
50 mg
Juvenille myxoedema;
100 mcg
10mg/kg setiap hari
&100 mg

Bloking produksi hormon


tiroid dicapai dengan dosis
obat 25-40 mg. Terapi
utama (untuk mencapai
aktivitas metabolisme
normal kelenjar tiroid):
Dosis maksimum 20-40 mg
tergantung pada keparahan
penyakit. Dosis pada anakanak: dosis tergantung pada
parahnya penyakit 0,3-0,5
mg/kg bb per hari.

Pada dosis 15-40 mg/hari


Pada anak-anak dosis awal
yang diberikan adalah 250 Tablet salut
mcg/kgbb, 3 kali sehari,
selaput 5 mg, 10
disesuaikan dengan respon mg, 20 mg
Dosis

Posologi

untuk terapi pengganti


(replacement therapy) 20-30
mg/hari dalam dosis terbagi
untuk orang dewasa, anakanak 10-30 mg/hari dalam
dosis terbagi, Injeksi im
atau iv lambat atau infus:
100-500 mg, 3-4 kali sehari
Anak sampai usia 1 tahun,
25 mg.
Tablet, Salep,
Anak 1-5 tahun, 50 mg.
Krim, Serbuk
Anak 6-12 tahun, 100 mg untuk Injeksi

< 12 tahun :
penggunaannya tidak
direkomendasikan.
> 13 tahun : gunakan
seminimal mungkin untuk
periode yang singkat untuk
menghindari supresi aksis
HPA
Krim : gunakan sekali atau
dua kali sehari,pemakaian
jangan melebihi 2 minggu
atau 45 mg/minggu.
Lotion : gunakan sekali
atau dua kali sehari,
pemakaian jangan melebihi
50 mL/minggu
Krim 0,1%

Dewasa : Awal, 0,75-9 mg/hr


PO, terbagi dalam 2-4 dosis.
Penyesuaian dapat
dilakukan tergantung
respon pasien.
Anak-anak : 0,024-0,34
mg/kg/hari PO atau 0,66-10
mg/m2/hari PO, terbagi
dalam 2-4 dosis
Tablet & Injeksi

Dosis awal sangat


bervariasi, dapat antara 5
80 mg per hari, bergantung
pada jenis dan tingkat
keparahan penyakit serta
respon pasien terhadap
terapi. Tetapi umumnya
dosis awal diberikan
berkisar antara 20 80 mg
per hari.
Untuk anak-anak 1 mg/kg
berat badan, maksimal 50 Tablet 5 mg,
mg per hari
Kaptab 5 mg

Oral: 2-40 mg/hari, Injeksi Tablet, Kaptab,


im, iv lambat, infus iv: 10- Serbuk injeksi,
100 mg/hari
Cairan Injeksi

Per oral untuk dewasa dan


anak > 12 tahun:
insufisiensi adrenal 4-12 mg
per hari sebagai dosis
tunggal atau terbagi,
indikasi lain 4-36 mg per
hari sebagai dosis tunggal
atau terbagi
Per oral untuk anak < 12
tahun: insufisiensi adrenal
0,117 mg/kg berat badan
per hari sebagai dosis
tunggal atau terbagi,
indikasi lain 0,416-1,7
mg/kg berat badan per hari
sebagai dosis tunggal atau
terbagi
Tablet (4 mg)
Dosis

Posologi

Pemberian dilakukan dalam


siklus (misalnya 3 minggu
diberikan, 1 minggu tidak),
Penghentian terapi atau
pengurangan dosis harus
dilakukan setiap interval 36 bulan
Dosis yang umum, 1 tablet Tablet 0,02 mg,
0,02 mg atau 0,05 mg sekali 0,03 mg, 0,05
sehari
mg, 0,5 mg

1 tablet 2 kali hari selama


10 hari untuk 2 siklus, 3 kali
1 tablet hari selama 10 hari
pada siklus ketiga.
tablet

Satu tablet (60 mg) sekali


sehari, oral, dapat diminum
kapanpun tanpa harus
makan terlebih dahulu
tablet (60 mg

per vagina atau per rectal


utk mendukung fase luteal
sehari 2x400 mg, awali
terapi pd hari ke-14 siklus
mens. & lanjutkan sampai
terjadi mens
sindrom pra-mens sehari
200 mg atau 2x400 mg

sediaan rectal

aborsi gawat : sehari 3x1


tab selama 5-7 hari
aborsi habitual : sehari 1-2
tab segera setelah
kehamilan terdiagnosis
tablet 5 mg

awal 3-4x 1 tab, selama


beberapa bulan,
dilanjutkan 2-3x 1 tab
infertilitas anak laki-laki :
4x1 tab selama beberapa
bulan

tablet 25 mg

1 amp IM scr perlahan


selama 10-14 minggu

ampul 1000
mg/4 ml

aplikasikan di kulit 3 g gel


(60 mg) sekali sehari pd
waktu yg hampir sama
setiap hari, sampai maks. 4 canister gel 2%
g (80 mg)
60 g

injeksi intramuskular 50 mg
dalam setiap 3 minggu
injeksi 50 mg
Dosis

Posologi

untuk amenore dan


infertilitas karena release
abnormal dari LHRH
(gonadorelin endogen),
permulaan 10-20 mcg
selama 1 menit
melalui pulsatile
subcutaneous
infusion,diulangi tiap 90
menit sampai terjadi
konsepsi atau maksimal
hingga 6 bulan

injeksi IV 10-20
mcg

15 mg satu kali sehari dan


dapat dinaikkan menjadi 30
mg sekali sehari minimal
setelah 24 jam. Dosis
maksimum 60 mg satu kali
sehari.
tablet 15 mg

Diabetes insipidus
sentral, DEWASA dan
ANAK-ANAK: dosis awal
0,1 mg 3 kali sehari; dosis
disesuaikan tergantung
respon klinik, pada rentang
dosis 0,21,2 mg per hari.
Dosis optimal, 0,1-0,2 mg 3
kali sehari. Jika terjadi
retensi cairan/hiponatremia,
terapi dihentikan dan dosis
disesuaikan
tablet 0,2 mg

0,5-0,7 iu/kg BB/minggu


dibagi menjadi 7 kali
penyuntikan scr SC

1 vial 16 iu/ml

Infertilitas pada wanita: 50


mg per hari dosis tunggal
selama 5 hari, dimulai pada
hari ke-5 siklus menstruasi,
biasanya ovulasi terjadi
pada 6-10 hari setelah
pemb. Ds berakhir
Infertilitas pada pria: 50 mg
per hari selama 40-90 hari,
peningkatan jumlah sperma
dapat diketahui setelah 4-5
minggu pemakaian.
Amenorrhae: 50 mg per
hari dosis tunggal, dapat
dimulai kapan saja.
Tablet (50 mg).
Dosis

Posologi

Untuk hiperkalsemia,
diberikan 4 IU/kg BB setiap
12 jam. Bila setelah 1-2 hari
respons tidak memuaskan,
dosis dapat ditingkatkan
sampai 8 IU/kg setiap 12
jam dan bila setelah 2 hari
tetap tidak memuaskan,
dosis maksimal 8 IU/kg
dapat diberikan setiap 6
injeksi 50 UI/ml
jam
atau 100 UI/ml

hipokalsemia,
hipofosfatemia, gejala
seperti influenza (termasuk
demam, menggigil dan nyeri
otot), nyeri tulang, reaksi
esofageal
tablet 2,5 mg
Dosis

Posologi

Anak :
Hiperprolaktinemia : 11-15
tahun : dosis awal 1,25-2,5
mg setiap hari, dosis dapat
ditingkatkan jika dapat
ditoleransi untuk
mendapatkan respon
Kapsul 5
terapetik ( kisaran dosis 2,5- mg,tablet 2.5, 5
10 mg sehari)
mg

Endometriosis: dosis awal


400 mg sehari dalam satu
siklus pengobatan sampai 6
bulan, namun pengobatan
sampai 9 bulan mungkin
diperlukan pada beberapa
kasus.
Kista jinak payudara: 300
mg/hari, selama 3-6 bulan Kapsul 200 mg

0,25 mg diberikan secara


subkutan sekali sehari,
dimulai pada hari ke -6
pemberian FSH. Pada
individu yang mengalami
peningkatan LH lebih dini,
dapat dicegah dengan
pemberian pada hari ke-5.
COH dengan FSH dapat
dimulai pada hari ke 2 atau
ke 3 masa menstruasi.
Injeksi 0,25 mg/0,5 mL

Anda mungkin juga menyukai