Anda di halaman 1dari 2

Pembiasaan-pembiasan

(habituasi) dalam kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras,
cinta
damai, tanggung-jawab, dsb. perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga
sampai
dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut tentunya perlu
ditumbuhkembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter
peserta didik
yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa yang besar

Are u happy?
Sekedar ilustrasi, suatu hari terjadi dialog antara suami dan istri. Sang istri
menginginkan anaknya menjadi bintang kelas, akan tetapi sang suami mengatakan
bahwa bintang kelas itu bukan alat ukut kesuksesan anak sekolah. Menjadi bintang
kelas itu tidak harus, tidak wajib! Yang wajib bagi anak itu adalah menjadi akhlak
yang mulia. Apalah artinya ia menjadi bintang kelas apabila kkemudia ia jadi
terbelenggu oleh keinginan dipuji teman-temannya. Jadi dengki terhadap orangorang yang pandai di kelasnya atau menjadi takabbur karena kepandaiannya itu.
Apa artinyakah bintang kelas seperti ini? Apalah aritnya jika kemudian menjadi jalan
ujub takabbur? Lulus itu hanya NILAI....
Saudara-saudara sekalian, inilah yang sepatutnya menjadi bahan pemikiran kita.
Kita berbicara seperti ini bukan untuk memikirkan seseorang. Siapa yang akhlaknya
seperti itu. Kita berbicara seperti ini adalah untuk memikirkan kita sendiri. Apakah
saya itu berakhlak benar atau tidak? Kalau hanya alat ukur kemajuan bertambahnya
bangunan atau tanah, orang-orang kafir pun bisa melakukannya. Kalau sekedar
jamaah berhimpun banyak, itupun gampang. Tetapi apakah dakwah ini telah
mampu mengubah akhlak kita?
Jadi, bagaimana ukuran kesuksesan seseorang dalam berdakwah? Gampang !
kesusksesan seseorang yang berdakwah adalah salah satunya, apakah diri kita bisa
berubah menjadi lebih baik atau tidak? Kalau hanya berbicara seperti ini,
mengeluarkan dalil tapi yang bersangkutan akhlaknya tidak berubah, itu malah
mencemarkan agama. Kesuksesan dakwah bukan karena banyaknya pendengar
atau jumalah jamaah karena dakwah itu bukan sekedar menikmati kata-kata.
Kesuksesan berdakwah adalah ketika yang berdakwah inipun semakin baik

akhlaknya, semakin tinggi nilai keperibadiannya. InsyaAllah. Wallahualam bi


shawab...
Mari kita tanyakan kepada diri sendiri. Sudah bahagiakah kita? Sudah berakhlakul
kharimah kah kita? (nre)