Anda di halaman 1dari 14

MK : ASPEK TRANSPORTASI PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN

Dosen : Dr. Ir. Ria Rosali Wikantari, M.Arc.

TINJAUAN PEMANFAATAN RUANG DAN KONDISI PRASARANA DAN SARANA


PADA PERUMAHAN NUSA HARAPAN PERMAI (NHP)

MUHAMMAD IQBAL
P2900215001

PROGRAM STUDI TEKNIK TRANSPORTASI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang
Kota Makassar merupakan kota terbesar keempat di Indonesia dan terbesar di Kawasan
Timur Indonesia. Kota ini merupakan pusat pengembangan wilayah utama. Dia juga merupakan
salah satu pusat pengembangan wilayah pulau Sulawesi, serta kota inti daripada kawasan
Metropolitan MAMMINASATA.
Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 1 juta, ibukota propinsi Sulawesi Selatan ini
sendiri sudah masuk kategori Metropolitan. Dalam pengembangannya yang pesat, kota ini telah
bersinkronisasi dengan Sungguminasa dan kota Maros, dalam suatu interaksi sosial ekonomi
yang kuat.
Perkembangan kota ini menyebabkan adanya banyak commuter (penglaju) yang tinggal
di kota Maros atau Sungguminasa dan bekerja di kota Makassar, ataupun yang tinggal di
Makassar dan bekerja di Maros atau Sungguminasa.
Berbicara mengenai perumahan dan permukiman di Kota Makassar terdapat salah satu
perumahan dan permukiman yaitu Nusa Harapan Permai (NHP), merupakan salah satu
perumahan yang dikelolah oleh Perumnas kini mulai kompleks dengan beberapa permasalahan,
diantaranya adalah masalah mengenai kemacetan, kebisingan, kepadatan, dan lain-lain.
Perumahan dan permukiman selain merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, juga
mempunyai fungsi yang sangat strategis dalam perannya sebagai pusat pendidikan keluarga,
persemaian budaya, dan peningkatan kualitas generasi yang akan datang, serta merupakan
pengejawantahan jati diri. Terwujudnya kesejahteraan rakyat dapat ditandai dengan
meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat, antara lain melalui pemenuhan
kebutuhan papannya. Dengan demikian upaya menempatkan bidang perumahan dan permukiman

sebagai salah satu sektor prioritas dalam pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya
adalah sangat strategis.
Persoalan perumahan dan permukiman di Indonesia sesungguhnya tidak terlepas dari
dinamika yang terjadi dalam kehidupan masyarakat maupun kebijakan pemerintah di dalam
mengelola perumahan dan permukiman. Manusia tidak pernah lepas dari segala masalah yang
berhubungan dengan tempat dimana manusia itu bernaung dan tinggal dalam kehidupannya
sehari hari.

Bagi manusia, tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar ( basic need ),

disamping kebutuhannya akan sandang dan pangan.


Perkembangan dan pertumbuhan kota yang pesat ditandai dengan pertambahan penduduk
dengan laju pertumbuhan yang tinggi serta kompleksitas peningkatan kegiatan sosial, ekonomi
dan budaya, cenderung menghadirkan ketidakserasian antara kawasan pusat kota dan kawasan
penyangganya. Ketersediaan prasarana dan sarana merupakan suatu kelengkapan fasilitas
lingkungan yang dapat menunjang setiap kegiatan yang terjadi di dalam lingkungan perumahan.
Fasilitas yang tersedia berupa prasarana lingkungan meliputi jaringan jalan, air bersih, listrik,
drainase, persampahan dan telepon serta sarana lingkungan berupa fasilitas pendidikan,
kesehatan, peribadatan, perdagangan, pemerintahan dan pelayanan umum dan olahraga dan
rekreasi.
B Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas maka terdapat beberapa masalah yang dirumuskan
sebagai berikut :
1

Bagaimana pemanfaatan ruang perumahan NUSA HARAPAN PERMAI (NHP) Kota


Makassar?

Bagaimana kondisi prasarana dan sarana di lingkungan perumahan NUSA HARAPAN


PERMAI (NHP)?

Bagaimana konsep penyediaan prasarana dan sarana di NUSA HARAPAN PERMAI (NHP)
Kota Makassar?
C Tujuan

Untuk mengetahui pemanfaatan ruang perumahan NUSA HARAPAN PERMAI (NHP) Kota
Makassar.

Untuk mengetahui kondisi prasarana dan sarana di lingkungan perumahan NUSA


HARAPAN PERMAI (NHP).

Untuk mengetahui konsep penyediaan prasarana dan sarana di NUSA HARAPAN PERMAI
(NHP) Kota Makassar.

BAB II
PEMBAHASAN

A Pemanfaatan ruang perumahan NUSA HARAPAN PERMAI (NHP) Kota Makassar


Pemanfaatan lahan di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) saat ini terdiri dari
perumahan, prasarana, sarana dan open space.
Pemanfaatan ruang yang ada di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP), didominasi
oleh peruntukan rumah tinggal yakni sebesar 90,27 %, berdasarkan standar yang ada peruntukan
rumah tinggal sebesar 60-70 % sehingga pemanfaatan ruang untuk rumah tinggal tidak sesuai
dengan standar yang ada. sedangkan peruntukan ruang untuk prasana dan sarana lingkungan
hanya sebesar 7,97 %. Hal ini menunjukan alokasi pemanfaatan lahan yang tidak rasional,
dimana fasilitas lingkungan seharusnya minimal sebesar 20 % sebagaimana yang telah
ditetapkan oleh Dirjen Tata Kota dan Daerah dalam penentuan tentang kriteria mengenai
lingkungan perumahan.
Pemanfaatan ruang untuk ruang terbuka di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP)
hanya sebesar 8,08 %, yang tentu saja berdasarkan standar yang ada masih sangat minim yakni
sesuai standar seharusnya alokasi lahan untuk ruang terbuka seharusnya minimal sebesar 30 %
dari luas areal lahan yang tersedia. Dari berbagai indikator diatas dapat diidentifikasi jika

pemanfaatan ruang yang ada di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) masih belum sesuai
dengan standar yang ada.
B Kondisi Prasarana dan Sarana di Lingkungan Perumahan NUSA HARAPAN
PERMAI (NHP)
1

Prasarana

Jaringan jalan
Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) yang berada Kota Makassar memiliki nilai

strategis berupa aksesibilitas yang lancar ke pusat kawasan perdagangan Kota Makassar, hal ini
didukung dengan jalan perintis kemerdekaan yang menghubungkan Perumahan Nusa Harapan
Permai (NHP) dengan kawasan pusat kota yang berukuran 30 meter dilihat dari fungsinya
merupakan jalan arteri dengan kondisi yang sangat baik.

Gambar : Jalan Perintis

Kemerdekaan

Jaringan jalan yang terdapat pada Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) terbagi atas
jalan utama dengan lebar 6 meter dengan kondisi jalan pengerasan. Jalan Lingkungan dengan
lebar 4 meter dengan kondisi pengerasan dan paving blok, sedangkan jalan lingkungan II
dengan lebar 2 meter dengan panjang jalan 3.507 m dengan kondisi pengerasan dan jalan
tanah.
Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa jaringan jalan poros/kolektor primer
yang terdapat pada Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) kondisinya lumayan bagus hanya

ada beberapa ruas jalan yang masih rusak. Untuk lebih jelasnya kondisi jalan di Perumahan Nusa
Harapan Permai (NHP) dapat dilihat pada tabel berikut :

No.

Kualitas Jalan (%)

Jenis Jalan

Total

Buruk

Cukup

Baik

Poros/Kolektor Primer

4,53

4,53

Lingkungan I

33,16

12,7

45,86

Lingkungan II

42,25

5,32

2,13

49,61

Jumlah

79,94

17,93

2,13

100

Tabel : Kualitas Jalan di Kawasan Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP)


Sumber : Hasil Analisis

Pada umumnya jalan yang ada di Perumahan NUSA HARAPAN PERMAI (NHP) kondisinya
kurang memadai karena sebagian besar hanya berupa jalan

tanah sehingga menyebabkan

terjadinya genangan diwaktu musim hujan terutaman di jalan lingkungan. Berdasarkan hasil
analisis diperoleh bahwa sebesar 79,94 % jalan yang ada di Perumahan NUSA HARAPAN
PERMAI (NHP) buruk, 17.93 % dengan kondisi cukup bagus dan 2,13 % sangat bagus.

Jaringan Air Bersih


Untuk jaringan air bersih pada Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) masyarakat

setempat dapat memperoleh dari dua sumber yaitu dari PDAM dan sumur gali. Sumber air bersih
ini digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti mandi, mencuci dan memasak.
No.

Sumber Air Bersih

PDAM

Sumur Bor/Sumur Gali

Jumlah (KK)
3.331
501

Jumlah
Tabel : Sumber Air Bersih Rumah Tangga di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP)
Sumber : Kecamatan Tamalanrea Dalam Angka 2012

3.832

Dari 6.815 KK yang bermukim di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) yang
menggunakanr air bersih yang berasal dari PDAM berjumlah 3.331 KK, sedangkan yang
menggunakan sumur gali/sumur bor berjumlah 501 KK.

Jaringat Listrik
Jaringan listrik merupakan jaringan yang memiliki peranan dan fungsi yang besar di

dalam membantu kelancaran kegiatan masyarakat yang ada di Perumahan NUSA HARAPAN
PERMAI (NHP). Sedangkan sumber listrik yang berasal dari PLN dengan kapasitas daya 450
Watt sampai 1.300 Watt. Penggunaan jaringan listrik di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP)
pada setiap blok saat ini pada umumnya sudah terlayani dengan baik. Pelayanan jaringan listrik
antara lain sambungan ke unit perumahan penduduk, fasilitas sosial dan pemerintahan.

Tabel : Pemakaian Daya Listrik Rumah Tangga di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP)
No.

Kapasitas Daya (Watt)

Pelanggan (RT)

Jumlah Daya (VA)

1.

450

5.560

2.475.000

2.

900

2.640

2.376..000

3.

1.300

1.615

2.099.500

9.815

6.950.500

Jumlah

Sumber :
Kec.
Tamalanrea
dalam Angka
tahun 2012

J
a

ringan Drainase
Ketersediaan drainase pada lokasi perumahan merupakan kebutuhan yang sangan mutlak
dalam mendukung keberlangsungan kehidupan penduduk yang mendiami suatu perumahan yaitu
fungsinya untuk mengalirkan air pada musim hujan dan air limbah rumah tangga. Jaringan
drainase di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) saat ini berupa jaringan drainase permanen
yang mencakup keseluruhan wilayah perumahan dengan ukuran dalam 25-30 cm. Akan tetapi
volumenya belum mampu menampung air pada saat musim hujan, sehingga menyebabkan
jaringan tersebut tergenang dan bahkan meluap sehingga dapat menimbulkan banjir pada musim
hujan.

Jaringan Sistem Persampahan

Pada umumnya di jalan utama NUSA HARAPAN PERMAI (NHP) sudah tersedia bak
sampah permanen disetiap depan rumah atau ruko warga. Namun pada jalan lingkungan masih
terdapat beberapa titik tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja, terutama di jalan
lingkungan II. Adapun Tempat Pembungan Sementara (TPS) yaitu di samping Polsek
Tamalanrea, disitu tersedia satu buah bak/konteiner sampah yang selesau diangkut dan dibawah
ke TPA Antang.
2

Sarana
Sarana Pendidikan

Fasilitas pendidikan di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) berupa 8 unit STK., SD
sebanyak 9 unit negeri dan 3 unit SD swasta, SMP negeri sebanyak 1unit dan SMP swasta 3 unit,
SMU negeri sebanyak 1 unit dan SMU Swasta sebanyak 2 unit.

Sarana Kesehatan

Di dalam peningkatan kesehatan masyarakat tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas


kesehatan yang terdapat pada Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP). Adapun fasilitas
kesehatan yang ada di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) saat ini berupa 1 unit puskesmas,
4 unit rumah bersalim, 16 unit posyandu, 3 unit balai pengobatan, 5 bidang praktek swasta dan 4
unit apotek/toko obat jamu.

Sarana Peribadatan

Fasilitas peribadatan merupakan tempat pembinaan dan peningkatan moral/rohani


ataupun sebagai wadah untuk menjalankan ibadah berdasarkan agama dan keyakinan masingmasing. Jumlah fasilitas peribadatan yang terdapat di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP)
berupa 38 unit Mesjid, gereja 3 unit dan pura 1 unit.

Sarana Perdagangan

Fasilitas perdagangan yang terdapat di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) berupa
toko, swalayan, mini market dan kios 379 unit yang berada di jalan poros NUSA HARAPAN

PERMAI (NHP) dan sebagian kios/warung yang ada menyatu dengan rumah dan penduduk
setempat hanya membeli keperluan sehari-hari saja sedangkan untuk belanja bulanan masyarakat
setempat lebih banyak yang berbelanja pada swalayan dan pasar induk yang ada di Kota
Makassar yakni kawasan perdagangan di Mtos dan sekitarnya.

Sarana Olahraga dan Ruang Terbuka

Fasilitas olahraga dan rekreasi merupakan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat
karena berfungsi sebagai tempat bermain, taman dan lapangan olahraga. Fasilitas olahraga dan
rekreasi yang terdapat di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) berupa lapangan olahraga
yaitu 1 unit lapangan sepak bola, 2 unit lapangan bulutangkis dalam bentuk indor, 2 unit lapangan
tenis, 1 unit lapangan bola basket, 2 unit tenis meja, dan joging track. Semuanya terletak dalam
satu luas lahan.

C Konsep Penyediaan Prasarana Dan Sarana Di NUSA HARAPAN PERMAI (NHP)


Kota Makassar
Berikut adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan
permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya sesuai hirarkinya :
-

Fasilitas penunjang, yang berfungsi untuk menyelenggarakan dan mengembangkan

kehidupan ekonomi, sosial dan budaya.


Permukiman pelayanan seperti air bersih, air limbah, gas, listrik dan telepon, yang pada

umumnya diperlukan untuk beroperasinya suatu bangunan dan lingkungan.


Fasilitas umum seperti PUSKESMAS, taman kanak-kanak, tempat bermain, pos polisi, yang

umumnya diperlukan sebagai sarana penunjang pelayanan lingkungan.


Kemudahan pencapaian yang disediakan bagi semua orang, termasuk yang memiliki
ketidakmampuan fisik atau mental, seperti penyandang cacat, lanjut usia, ibu hamil,

penderita penyakit tertentu, dalam mewujudkan kesamaan kesempatan.


Jalan : jalur yang direncanakan atau digunakan untuk lalu lintas kendaraan dan orang.

Jalan kolektor : jalur selebar 7 m yang melayani angkutan pengumpulan/pembagian


dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk

dibatasi.
Jalan lokal : jalur yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan dekat,

kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk dibatasi.


Jalan lingkungan : jalur selebar 4 m yang ada dalam satuan permukiman atau lingkungan

perumahan.
Jalan lokal sekunder : jalur selebar 3,0m 7,0 m yang merupakan jalan poros perumahan

menghubungkan jalan arteri/kolektor/lokal dan pusat lingkungan permukiman.


Jalan lokal sekunder II dan III : jalur selebar 3,0 m 6,0 m penghubung jalan
arteri/kolektor/lokal dengan pusat kegiatan lingkungan permukiman, menuju akses yang

lebih tinggi hirarkinya.


Jalan lingkungan I : jalur selebar 1,5 m 2,0 m penghubung pusat permukiman dengan

pusat lingkungan I ataupusat lingkungan I yang lainnya; atau menuju Lokal Sekunder III.
Jalur lingkungan II : jalur dengan lebar 1,2 m penghubung pusat lingkungan I ke II;

menuju pusat lingkungan II yang lain dan akses yang lebih tingi hirarkinya.
Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA) : merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh
lebar tinggi dan kedalaman ruang batas tertentu. Ruang tersebut diperuntukkan bagi median,
perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang
pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan dan bangunan

pelengkap lainnya.
Daerah Milik Jalan (DAMIJA) : merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar
dan tinggi tertentu yang dikuasai Pembina Jalan. Ruang tersebut diperuntukkan DAMAJA

dan pelebaran jalan, penambahan jalur lalu lintas di kemudian hari.


Daerah Pengawasan Jalan (DAWASJA) adalah merupakan ruang sepanjang jalan diluar
DAMIJA yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu, dan diperuntukkan bagi pandangan

bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan.


Bahu jalan : bagian dari jalan yang terletak pada tepi kiri atau kanan jalan dan berfungsi
sebagai; lajur lalu lintas darurat, tempat berhenti sementara, ruang bebas samping,
penyangga kestabilan badan jalan, jalur sepeda. Selain itu untuk saluran air minum, saluran
air limbah, jaringan listrik, telepon, gas, dan lain-lain, ditempatkan diantara garis sempadan

pagar dengan saluran air hujan.


Badan jalan : bagian jalan yang meliputi seluruh jalur lalu lintas, median dan bahu jalan.
Jalur pedestrian : jalur dengan lebar 1,5 m yang digunakan untuk berjalan kaki atau
berkursi roda, secara aman, nyaman dan tak terhalang.

Jalur pemandu (guiding blocks) : jalur yang digunakan penyandang tuna netra, untuk

memberikan panduan arah dan tempat tertentu.


Ruang terbuka : wadah yang dapat menampung kegiatan tertentu dari warga lingkungan baik

secara individu atau kelompok.


Ruang Terbuka Hijau (RTH) : total area atau kawasan yang tertutupi hijau tanaman dalam
satu satuan luas tertentu baik yang tumbuh secara alami maupun yang dibudidayakan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1

Pemanfaatan ruang yang ada di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP), didominasi oleh
peruntukan rumah tinggal yakni sebesar 90,27 %, berdasarkan standar yang ada peruntukan
rumah tinggal sebesar 60-70 % sehingga pemanfaatan ruang untuk rumah tinggal tidak
sesuai dengan standar yang ada. sedangkan peruntukan ruang untuk prasana dan sarana
lingkungan hanya sebesar 7,97 %. Hal ini menunjukan alokasi pemanfaatan lahan yang tidak
rasional, dimana fasilitas lingkungan seharusnya minimal sebesar 20 % sebagaimana yang
telah ditetapkan oleh Dirjen Tata Kota dan Daerah dalam penentuan tentang kriteria

mengenai lingkungan perumahan.


2 Prasarana
Jaringan jalan
Jaringan jalan yang terdapat pada Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) terbagi atas jalan
utama dengan lebar 6 meter dengan kondisi jalan pengerasan. Jalan Lingkungan dengan
lebar 4 meter dengan kondisi pengerasan dan paving blok, sedangkan jalan lingkungan II
dengan lebar 2 meter dengan panjang jalan 3.507 m dengan kondisi pengerasan dan
jalan tanah.
Jaringan Air Bersih

Dari 6.815 KK yang bermukim di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) yang
menggunakanr air bersih yang berasal dari PDAM berjumlah 3.331 KK, sedangkan yang
menggunakan sumur gali/sumur bor berjumlah 501 KK.
Jaringat Listrik
Penggunaan jaringan listrik di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) pada setiap blok
saat ini pada umumnya sudah terlayani dengan baik. Pelayanan jaringan listrik antara lain
sambungan ke unit perumahan penduduk, fasilitas sosial dan pemerintahan.
Jaringan Drainase
Jaringan drainase di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) saat ini berupa jaringan
drainase permanen yang mencakup keseluruhan wilayah perumahan dengan ukuran dalam
25-30 cm. Akan tetapi volumenya belum mampu menampung air pada saat musim hujan,
sehingga menyebabkan jaringan tersebut tergenang dan bahkan meluap sehingga dapat
menimbulkan banjir pada musim hujan.
Jaringan Sistem Persampahan
Adapun Tempat Pembungan Sementara (TPS) yaitu di samping Polsek Tamalanrea, disitu
tersedia satu buah bak/konteiner sampah yang selesau diangkut dan dibawah ke TPA Antang.
Sarana
Sarana Pendidikan
Fasilitas pendidikan di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) berupa 8 unit STK., SD
sebanyak 9 unit negeri dan 3 unit SD swasta, SMP negeri sebanyak 1unit dan SMP swasta 3
unit, SMU negeri sebanyak 1 unit dan SMU Swasta sebanyak 2 unit.
Sarana Kesehatan
Adapun fasilitas kesehatan yang ada di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) saat ini
berupa 1 unit puskesmas, 4 unit rumah bersalim, 16 unit posyandu, 3 unit balai pengobatan,
5 bidang praktek swasta dan 4 unit apotek/toko obat jamu.

Sarana Peribadatan

Jumlah fasilitas peribadatan yang terdapat di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP)
berupa 38 unit Mesjid, gereja 3 unit dan pura 1 unit.

Sarana Perdagangan

Fasilitas perdagangan yang terdapat di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP) berupa
toko, swalayan, mini market dan kios 379 unit

yang berada di jalan poros NUSA

HARAPAN PERMAI (NHP) dan sebagian kios/warung yang ada menyatu dengan rumah
dan penduduk setempat hanya membeli keperluan sehari-hari.
Sarana Olahraga dan Ruang Terbuka
Fasilitas olahraga dan rekreasi yang terdapat di Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP)
berupa lapangan olahraga yaitu 1 unit lapangan sepak bola, 2 unit lapangan bulutangkis dalam
bentuk indor, 2 unit lapangan tenis, 1 unit lapangan bola basket, 2 unit tenis meja, dan joging
track. Semuanya terletak dalam satu luas lahan.
3 Konsep kelengkapan dasar fisik lingkungan harus sesuai aturan pemerintah sesuai undangundang yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana
mestinya sesuai hirarkinya

DAFTAR PUSTAKA

https://syahriartato.wordpress.com/2013/08/11/pemantauan-pembangunan-kawasanperumahan-dan-permukiman