Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Dari dulu sampai sekarang banyak alat berat yang di pakai untuk industry atau
untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan,jembatan,dan lain-lain.alat berat selalu di
pakai dalam pekerjaan yang besar, dan juga
b.

BAB II
TEORI SINGKAT
A. Excavator
Excavator adalah alat berat yang berfungsi sebagai pengali, pengankut, dan pemindah
material. Di indonesia excavator terdapat beberapa merk diantaranya Volvo, Komatsu,
Caterpilat, Cobelco, Hyundai dan lainnya. Untuk mengidentifikasikan sebuah dozer dapat
dilakukan misalnya EC 210 BLc, CAT 320, PC 200-8. Arti nama tersebut memiliki arti
sebagai berikut:
B. EC

= Excavator

C. 210

= operating weight (berat operasi) 21 ton

D. B

= seri B

E. Lc

= Long crawler

Excavator memiliki beberapa bagian utama yang sangat penting diantaranya


adalah sebagai berikut:

1. Upper structure
Upper structure adalah komponen pada excavator pada bagian atas, pemisah antara
upper structure dan lower structure adalah swing gear. Bagian upper structure terdapat cabin,
engine, motor swing, boom, arm dan bucket serta silinder pada masing-masing attachment.
Semua proses kerja pada excavator diatur pada upper structure.
2. Lower structure
Lower structure adalah bagian bawah excavator yang lebih dikenal dengan istilah
undercarriage. Undercarriage adalah komponen yang digunakan untuk moving (jalan) pada
excavator. Macam-macam undercarriage di bagi terbagi atas crawler undercarriage atau
sering dikenal dengan istilah track dan wheel undercarriage (undercarriage roda).

Pada wheel undercarriage, dapat diartikan bahwa unit excavator tersebut di gunakan
untuk moving dalam waktu yang lama, sedangkan pada crawler excavator, unit tersebut tidak
di rancang untuk kepeluan travel dengan jarak temph terlalu jauh. Jarak temupuh yang
direkomendarikan pada crawler excavator tidak lebih dari 700 m dan harus berhenti untuk
keperluan pendinginan.

3. Cabin operator
Cabin operator adalah tempat beradanya operator untuk mengoperasikan excavator
demi kepentingan kerja. Pada excavator keluaran terbaru pada cabin operator terdapat
Vehicle Electronic Control Unit (V-ECU) dan Display Electronic control unit (D-ECU).
Selain itu segala jenis sistem kemudi pada cabin operator seperti joystick untuk gerakan maju
atau mundur (travel), attachment (boom, arm, bucket).

Pada teknologi terbaru excavator cabin dibuat senyaman mungkin dengan tujuan
untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pada operator dalam melakukan kerja,
sehingga productivitas meningkat. Kenyamanan yang ada pada cabih excavator adalah Air
conditioner (AC), seat belt, dan suspense pada tempat duduk yang sertai dengan suspense
udara.
4. Boom

Adanya suspensi yang dapat menyebabkan faktor terbentuknya kenyamanan operator


saat melakukan kerja tanpa harus terjadi getaran-getaran pada saat melakukan kerja.
Terserapnya getaran pada tempat duduk operator dapat berdampak pada konsentrasi operator
saat menjalankan excavator.
4

Boom adalah komponen pada excavator yang akan menghubungkan Arm dan bucket
pada excavator. Boom biasanya difungsikan pada saat pengangkatan beban. Komponen boom
pada excavator memiliki beban yang sangat berat, sehingga pada proses pengangkatannya
boom memiliki dua silinder untuk memberikan respon dan mempermudah terjadinya
pengangkatan.
5. Arm
Arm adalah komponen yang di gunakan untuk membantu menarik material dalam
melakukan pengambilan material oleh bucket. Selain itu arm pada excavator juga berfungsi
sebagai pemuat material kedalam sebuah truck atau dump truck. Cepat atau lambatnya kerja
sebuah excavator dalam melakukan pemuatan biasanya juga ditentukan oleh gerakan boom.
Semakin cepat gerakan boom saat bergerak kearah keluar atau kedalam maka akan semakin
cepat proses pemuatan atau pemindahan material kedalam sebuah truck. Bagian dari arm
excavator memiliki satu single action silinder diatasnya. Perhatikan bagian dari arm di bawah
ini:

6. Bucket
Bucket adalah bagian dari excavator yang berfungsi sebagai pengambil material
untuk dipindahkan dari satu tempat ketempat yang lainnya. Ukuran bucket excavator
biasanya tergantung pada operating weight dan aplikasi excavator itu sendiri. Tetapi pada
aplikasinya bucket excavator yang di berikan pabrik selalu berukuran standard.
B. Wheel loader
Wheel loader adalah alat berat yang di berfungsi sebagai pemindah material atau
pengangkat material. Wheel loader di indonesia sering dikenal dengan loader, yang
artinya sebagai pengangkat beban. Wheel loader memiliki bucket yang dapat di

pergunakan dalam mengangkat meterial. Besar atau kecilnya wheel loader akan
menentukan besar atau kecilnya beban yang mampu di angkat oleh sebuah wheel loader.
Loader bergerak dengan sebuah roda yang dapat beraplikasi pada lintasan padat
atau lintasan licin. Untuk mendukung mobilitasnya dalam mengangkat beban, loader juga
memiliki sistem pengerak 4 roda (4 wheel drive). Dengan sistem pengerak ini sebuah
loader dapat bergerak di berbagai lintasan. Dalam sebuah desain sebuah loader
keutamaan untuk mendapatkan produktifitas tinggi adalah kemampuan (kecepatan)
sebuah loader dalam mengangkat beban. Kecepatan sebuah loader dalam mengangkat
beban akan menentukan cycle time (waktu kerja). Semakin singkat cycle time loader
dalam bekerja, semakin bagus loader tersebut dalam melakukan pekerjaan.
Teknologi yang semakin berkembang, menitik beratkan pada sistem kontrol pada
sebuah loader. Jika dulu sebuah loader di kontrol dengan mengunakan sistem manual,
maka saat ini loader akan di kontrol dengan mengunakan sistem elektrik. Pengaturan
sistem dilakukan hampir di seluruh sistem yaitu pada sistem kelistrikan, sistem hidrolik,
engine (engine managemen system), sistem sirkulasi udara (air conditioner) yang di kenal
dengan electronic climate control, Serta sistem lainnya yang akan berdampak pada
mudah pengoperasian, mudah perawatan, dan semakin irit biaya yang di keluarkan untuk
pengontrolan.
Semakin cangihnya teknologi sistem pengaturan pada sebuah loader juga
menuntut perawatan dan perbaikan secara berkala dan membutuhkan kemampuan khusus
yang harus di miliki oleh seorang teknisi. Kemampuan tersebut meliputi, pengetahuan
produk, pengetahuan konterol, pengetahuan teknis dan elektronis, serta kemampuan
analisa (logic thinking) dalam memprediksikan kerja sebuah sistem untuk menemukan
hubungan kerja sistem, hingga kerusakan sebuah sistem terdeteksi.
Bagian Bagian Loader
Secara umum sebuah loader memiliki bagian-bagain sebagai berikut:
keterangan :
1. Bucket
2. Tilt lever
3. Tilt cylinder
4. Lift arm
6

5. Head lamp
6. Turn signal lamp
7. Front wheel
8. Rear wheel

C. Compactor
Sebuah tanah yang gembur memiliki rongga-rongga yang besar. Sehingga saat
ada air yang mengalir pada lapisan tanah yang gembut tersebut akan cepat meresap dan
habis. Compactor berasal dari kata compaction yang artinya pemadatan. Permukaan
tersebut berfungsi sebagai pengeras permukaan.

Pada bagian kiri tanah yang belum di padatkan memiliki rongga yang besar dan
berisi udara. Sedangkan pada bagian kanan tanah yang telah dipadatkan, sehingga
memiliki rongga yang lebih kecil dan padat. Soil compactor adalah jenis alat berat yang
di gunakan sebagai pemadat tanah. Aplikasi utama dalam dari soil compactor adalah
pembuatan jalan, pemadatan permukaan tanah lapangan, atau semua pekatangan yang
perlu pemadatan. Selain itu pemadatan bertujuan meningkatkan stabilitas tanah,
permukaan yang halus, mengurangi celah udara.
Soil compactor di bedakan menjadi dua jenis yaitu single drum dan double drum.
Single drum adalah jenis compactor yang memiliki satu jenis drum di depan dan pada
bagian belakang roda biasa. Compactor ini memiliki fungsi untuk memadatkan tanah
pada jalan sebelum dilakukan pengasapal atau tanah lapang. Sigle drum memiliki motor
travel untuk mengerakkan drum bagian depan dan pada bagian belakang mengunakan
drive motor yang di hubungkan dengan axle, untuk memutarkan roda kiri dan roda kanan.

Double drum memiliki dua drum di bagian depan dan bagian belakang. Kedua
drum ini berfungsi sebagai pemadat di sehingga menghasilkan kerataan dan kepadatan
yang sama saat compactor berjalan. Aplikasi dari compactor jenis ini adalah saat
melakukan pengaspalan sehingga hasil pengaspalan dapat terjadi dengan halus dan baik.
kedua drum depan dan belakang juga terdapat vibration motor yang berfungsi untuk
menghasilkan getaran yang di butuhkan dalam pemadatan.
Dalam proses pemadatan tanah yang dilakukan oleh compactor, sangat di
pengaruhi oleh besar kecilnya vibration yang di hasilkan atau yang di atur oleh operator.
Semakin tinggi getaran yang dihasilkan maka akan semakin padat tanah yang di lewati
oleh compactor. Hal ini akan berpengaruh jika getaran yang di tinggi diterapkan pada
proses pengaspalan, jika mengunakan getaran yang tinggi maka bahan asphal yang di
gunakan untuk pengaspalan menjadi lebih banyak dan kualitas asphal yang dihasilkan
lebih baik.
Bagian-Bagian compactor
Ada beberapa hal penting untuk dapat di mengerti yang berkaitan dengan komponen
compactor yang berkaitan dengan fungsi kerjanya yaitu:
a. Steering system
Untuk mengendalikan kerja atau berjalan sebuah compactor di lengkapi
dengan steering system. Perhatikan gambar di bawah ini:

Pada steering sistem compactor di lengkapi dengan tiga buah pompa yaitu
steering pump, propulsion pump, dan vibration pump. Dalam upaya mengendalikan
pergerakan compactor, steering sisem memiliki satu pompa khusus untuk sistem steering.
Pompa tersebut bekerja mengalirkan oli hidrolik menuju ke steering valve. Adanya aliran
hidrolik ini pergerakan steering menjadi ringan.
Jika terjadi kerusakan pada pompa steering maka sudah dapat dipastikan kerja
sistem steering menjadi berat. Ketiga pompa pada sistem compactor digerakkan secara
tandem dan mendapatkan putaran dari engine. Putaran engine secara bersamaan akan
menghasilkan keseimbangan gerakkan antara steering, travel dan vibration.
b. Propulsion system
Propulsion system adalah sistem pada compator yang berfungsi dalam mengatur
compactor untuk jalan. Pada propulsion system juga dilengkapi dengan propulsion pump,
dan propulsion motor. Perhatikan gambar di komponen system propulsion di bawah ini.

Pada saat engine berputar maka akan memutarkan pompa propulsi sehingga
mengalirkan oli hidrolik menuju drum drive motor untuk mengerakkan drum depan dan
axle drive motor untuk mengerakkan axle belakang yang akan berhubungan dengan
kedua roda belakang. Drum drive motor hanya berfungsi untuk mengerakkan drum dan
tidak menyebabkan getaran (vibration) pada drum.
Pada proses jalannya drive motor di atur oleh sebuah lever yang di gerakkan oleh
operator sesuai dengan kebutuhan. Untuk menghasilkan gerakan sesuai dengan posisi
kerja untuk mengasilkan kerja yang baik, operator dapat mengatur putaran mesin sesuai
dengan kebutuhan dan getaran yang sesuai agar tanah yang dipadatkan tidak mengalami
keretakan atau kepatahan. Semakin tinggi kecepatan compactor maka akan semakin cepat
9

laju gerak compactor sehingga proses pemadatan menjadi tidak merata dan hasilnya tidak
baik.
c. Vibration system
Dalam proses pemadatan compactor di lengkapi dengan vibration system. Getaran
yang dihasilkan di pengaruhi oleh vibration motor serta sentrifugal weight yang ada pada
drum. Perhatikan gambar di bawah ini:

Suplai oli hidrolik diberikan oleh vibration pump menuju vibration motor
sehingga vibration motor akan mengatur posisi sentrifugal weight untuk menghasilkan
getaran. Getaran dalam upaya pemadatan harus di sesuaikan antara kecepatan dengan
besarnya getaran yang dihasilkan. Jika kecepatan dan getaran tidak sesuai maka akan
menghasilkan retakan-retakan atau gelombang pada tanah yang dilakukan pemadatan.
Seorang operator yang tidak memiliki pengalaman dalam melakukan pemadatan akan
selalu melihat tebalnya tanah yang akan di padatkan, sehingga proses pemadatan sesuai
dengan keinginan. Pola pemadatan yang baik kontur tanah yang dihasilkan tidak terlalu
padat dan tidak terlalu lembek. Adanya ritme antara kecepatan dan getaran juga
berdampak pada lamanya waktu pemadatan. Semakin tepat kecepatan dan getaran dalam
pemadatan maka waktu yang di butuhkan dalam melakukan pemadatan menjadi lebih
singkat, hemat bahan bakar dan produktivitas yang tinggi.

10

BAB III
PEMBAHASAN
A. Excavator

Gambar 1. Berdiri Sebelah Operator Dan Excavator

Gambar 2. Saat Mengoperasikan Excavator


11

Gambar 3. Mengoperasikan Excavator Didalam Kabin


Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Excavator Yaitu Sebagai Berikut :
1. Bucket Rusak
2. Sil / Karet Bucket Aus
3. Saringan Oli Kotor
Perawatan Pada Excavator Sebagai Berikut :
1. Saringan Oli Hydraulic Diganti Setiap 500 Jam
2. Oli Mesin Dan Transmisi Diganti Setiap 1000 Jam
3. Oli Differensial/Gardan Diganti Setiap 250 Jam
Perawatan Excavator Sesudah Beroperasi Sebagai Berikut :
1.
2.
3.
4.

Menambah Gemuk / Grease Nipel Idler Pada Undercarriage Excavator.


Menambah Gemuk / Grease Pada Lubang Nipel Arm Cylinder.
Menambah Gemuk / Grease Pada Lubang Nipel Boom Cylinder.
Membersihkan Dan Mencuci Bucket Setelah Beroperasi.

Lamanya pengopersian excavator ditentukan dengan permintaan atasan yang biasanya


sekitar 20 jam.Pada Bucket Excavator Hanya Dapat Mengangkat Beban Seberat 1 Ton
Jika Lebih Hanya Bisa Mengangkat Tidak Bisa Menarik.
12

B. Wheel Loader

Gambar 4. Berdiri Sebelah Rear Wheel Pada Wheel Loader

Gambar 5. Berdiri Disebelah Bucket Wheel Loader

13

Gambar 6. Berdiri Di Sebelah Wheel Loader

Gambar 7. Berdiri Disebelah Kabin Wheel Loader


Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Wheel Loader Yaitu Sebagai Berikut :
14

1.
2.
3.
4.

Pompa Hydraulik Rusak


Hose / Selang Pecah
Bucket Rusak
Bearing Bucket Rusak / Pecah

Perawatan Pada Wheel Loader Sebagai Berikut :


1. Saringan Oli Hydraulic Diganti Setiap 500 Jam
2. Oli Mesin Dan Transmisi Diganti Setiap 1000 Jam
Perawatan Wheel Loader Sesudah Beroperasi Sebagai Berikut :
1. Menambah Gemuk / Grease Nipel Lubang Bucket.
2. Menambah Gemuk / Grease Pada Lubang Nipel Tilt Cylinder.
3. Membersihkan Dan Mencuci Bucket Setelah Beroperasi.
Lamanya pengopersian wheel loader ditentukan dengan permintaan atasan yang
biasanya sekitar 11 jam.
C. Wheel Loader

Gambar 8. Berdiri Disebelah Compactor

15

Gambar 9. Dikabin Compactor Bersama Operator

Gambar 10. Didalam Kabin Compactor

16

Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Wheel Loader Yaitu Sebagai Berikut :
1. Pompa Hydraulik Rusak
2. Hose / Selang Pecah
Perawatan Pada Wheel Loader Sebagai Berikut :
1. Saringan Oli Hydraulic Diganti Setiap 500 Jam
2. Oli Mesin Dan Transmisi Diganti Setiap 1000 Jam
3. Service Seluruh Komponen Mesin Disetiap 1000 Jam
Perawatan Wheel Loader Sesudah Beroperasi Sebagai Berikut :
1. Menambah Gemuk / Grease Nipel .
2. Menambah Gemuk / Grease Pada Lubang Nipel Tilt Cylinder.
3. Membersihkan Dan Mencuci Bucket Setelah Beroperasi.
Lamanya pengopersian wheel loader ditentukan dengan permintaan atasan yang
biasanya sekitar kurang lebih 11 jam.

17