Anda di halaman 1dari 5

Praktikum Biomekanika & Biotransportasi : Gaya Tekan pada Segmen L5/S1

Pengaruh Berat Benda Terhadap Gaya Tekan pada Segmen L5/S1


Oleh
Grendy Firmanda 0813117330119
Anggota kelompok
Evlyn Anggraeni Santoso 081311733017 | Siti Nur Solikhatul Mahfiah 081311733018
Rizqi Aryani 081311733020 | Riza Umi Nurjannah 081311733021
Khusnul Romimah 081311733022
Program Studi S1-Teknobiomedik
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga
Surabaya
ABSTRAK
Gaya adalah fenomena yang sering kita jumpa pada kehidupan sehari-hari, yang merupakan kekuatan (tarikan
atau dorongan) yang mengakibatkan benda yang dikenai mengalami perubahan posisi atau kedudukan
(bergerak) dan atau berubah bentuk. Gaya Tekan adalah gaya erat (bobot) yang bekerja pada suatu luasan
bidang secara tegak lurus. Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengukur parameter segmen tubuh manusia dan
menentukan tekanan perut, gaya otot pada spinal erector dan gaya tekan pada segmen L5/S1 dengan
menitikberatkan pada kasus pengangkatan beban statis. Pada praktikum ini parameter yang digunakan yaitu
panjang telapak tangan, lengan bawah, lengan atas, dan punggung. Selain itu juga besar sudut yang terbentuk
saat pengangkatan beban sudut antara telapak tangan, lengan bawah, lengan atas dan punggung terhadap garis
horizontal. Metode yang digunakan yaitu pengukuran panjang dan besar sudut secara langsung dengan
menggunakan mistar dan busur. Gaya tekan ini sangat dipengaruhi oleh massa benda.

Kata Kunci : Gaya Tekan, Segmen L5/S1, Spinal Erector, Mistar, Busur.

PENDAHULUAN
Biomekanika

praktikum kali ini mengenai aktivitas tubuh manusia


merupakan

disiplin

ilmu

tentang kekuatan fisik manusia yang mencakup

dalam

pengangkatan

beban

statis

(tidak

ada

penambahan beban saat pengangkatan).

kekuatan atau daya fisik manusia ketika bekerja dan

Pada praktikum kali ini bertujuan untuk

mempelajari bagaimana cara kerja serta peralatan

mengukur parameter segmen tubuh manusia dan

harus dirancang agar sesuai dengan kemampuan fisik

menentukan tekanan perut, gaya otot pada spinal

manusia ketika melakukan aktivitas kerja tersebut.

erector dan gaya tekan pada segmen L5/S1 dengan

Dalam biomekanika ini melibatkan banyak

menitikberatkan pada kasus pengangkatan beban

disiplin ilmu, disiplin ilmu yang tidak terlepas dari

statis. Dalam hal ini biomekanika banyak melibatkan

kompleksnya masalah yang ditangani. Seperti pada

bagian - bagian tubuh yang bekerjasama untuk

Praktikum Biomekanika & Biotransportasi : Gaya Tekan pada Segmen L5/S1

menghasilkan gerak yang akan dilakukan oleh organ

ligamen, juga terdapat sambungan cartilagenous

tubuh yakni kerjasama antara tulang, jaringan

yang memiliki fungsi sebagia pergerakan yang relatif

penghubung (connective tissue) dan otot.

kecil, seperti sambungan tulang iga dan pangkal


tulang iga. Adanya gerakan yang relatif kecil pada

DASAR TEORI
Gerak yang dilakukan oleh organ tubuh

setiap

manusia adalah hasil kerjasama antara tulang,

membungkuk, menengadah dan memutar.

jaringan penghubung (connective tissue) dan otot.

joint-nya

terjadinya

maka

fleksibilitas

dapat
badan

mengakibatkan
manusia

untuk

Gabungan dari tulang, otot dan jaringan

Tulang adalah alat untuk meredam dan

penghubung menghasilkan gaya dan momen gaya

mendistribusikan gaya/tegangan yang ada padanya.

yang dapat dihitung secara parsial untuk setiap

Tulang yang besar dan panjang berfungsi untuk

segmennya. Berikut ini adalah gambar segmen tubuh

memberikan perbandingan terhadap beban yang

beserta prosentase beratnya:

terjadi pada tulang tersebut. Mungkin dalam


aplikasinya, biomekanika selalu berhubungan dengan
kerangka manusia (Eko Nurmianto, 1996).
Otot

adalah

organ

tubuh

yang

mampu

berkontraksi untuk melakukan sebuah gerakan


dengan bantuan tulang atau rangka.
Jaringan penghubung(connective tissue) adalah
jaringan yang menghubungkan antara otot dengan
tulang dan tulang dengna tulang. Jaringan yang
menghubungkan otot dengan tulang adalah tendon.
Tendon terdiri dari serabut-serabut kolagen yang
letaknya paralel dengan panjang tendon. Tendon
bergerak dalam sekelompok jaringan serabut dalam

Gambar 1. Prosentase per segmen tubuh

satu satu area dimana adanya gaya gesekan harus

Pada bagian-bagian tertentu seperti telapak

diminimalkan. Bagian dari jaringan ini memerlukan

tangan, lengan atas, lengan bawah, dan punggung,

cairan synovial sebagai pelumas. Sedangkan jaringan

memiliki pengaruh pada proses pengangkatan beban.

yang menghubungkan antara tulang dengan tulang

Selain itu juga dapat dipengauhi oleh punggung,

adalah

paha, betis, dan masih banyak lagi yang lainnya.

ligamen.

Ligamen

berfungsi

untuk

menyetabilkan sambungan (joint stability) atau


membentuk bagian sambungan dan menempel pada
tulang. Ligamen tersusun atas kolagen yang tidak
paralel.

Adanya

tegangan

konstan

akan

memperpanjang ligamen dan menjadikannya kurang


stabil dalam menjaga sambungan. Selain tendon dan

Perhatikan gambar dibawah ini.

Praktikum Biomekanika & Biotransportasi : Gaya Tekan pada Segmen L5/S1

kemudian mengukur dan mencatat besar sudut


sudut yang diperlukan untuk menghitung besar gaya
tekan pada segmen L5/S1.
HASIL PERCOBAAN
Orang
Besar gaya tekan pada segmen L5/S1
coba ke
Beban 1kg
Beban 2kg
Beban 3kg
1
1686,137 2322,04
2809,13
2
1348
1687,4
2099,83
3
1302,699 2283,886
1598,592
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, akan dibahas tentang
gaya tekan pada segmen L5/S1 (Lumbal 5/Saccrum
Gambar 2. Pemodelan sederhana aktifitas
mengangkat (Chaffin, 1984)

sebagian besar gaya tekan yang dialami oleh tubuh

Dengan menggunakan teknik perhitungan


keseimbangan gaya pada tiap segmen tubuh manusia,
maka

didapat

moment

resultan

pada

1). Hal ini dianggap perlu untuk dibahas karena

L5/S1.

Kemudian untuk mencapai keseimbangan tubuh pada


aktivitas pengangkatan, moment pada L5/S1 tersebut
diimbangi gaya otot pada spinal erector (FM) yang

ketika menerima beban atau mengangkat beban


adalah pada segmen L5/S1. Sehingga dengan
membahas ini diharapkan kita dapat mengetahui
seberapa besar gaya tekan yang terjadi pada bagian
tersebut jika kita mengangkat beban dengan berat
tertentu.

cukup besar dan juga gaya perut (FA) sebagai


pengaruh tekanan perut (PA) atau Abdominal
Pressure yang berfungsi untuk membantu kestabilan
badan karena pengaruh momen dan gaya yang ada.

Pengujian dilakukan pada tiga orang coba,


yaitu orang coba. Beban yang digunakan sama yaitu
1kg, 2kg dan 3kg. Sebenarnya dibutuhkan praktikan
yang berat tubuhnya mendekati sama lain, sehingga
akan lebih mudah untuk membandingkan. Tetapi

METODE
Metode yang digunakan untuk mengukur
besar gaya tekan pada segmen L5/S1 yaitu dengan
cara pengukuran langsung panjang dan sudut sudut
yang dibentuk (oleh telapak tangan, lengan atas,
lengan bawah, punggung, inklinasi perut, dan

yang ada, kedua praktikan ini memiliki berat tubuh


yang terpaut perbedaan cukup jauh yakni 1-6kg. Hal
ini masih dapat dikategorikan sesuai jika parameter
lain dibuat seragam untuk mempersempit faktor yang
mempengaruhi gaya tekan tersebut.
Langkah pertama yang dilakukan adalah

inklinasi kaki) saat pengangkatan beban. Pertama


orang coba menimbang berat badannya, lalu
mengukur panjang telapak tangan, lengan bawah,
lengan atas, dan punggung. Setelah itu orang coba
mengatur tubuh posisi tubuh sesuai gambar 2.

penimbangan berat badan masing-masing praktikan,


kemudian mengukur panjang telapak tangan, lengan
atas, lengan bawah, dan punggung. Setelah itu,
mengukur sudut-sudut yang telah ditentukan dengan
posisi

seperti

gambar

2.

Semua

pengukuran

Praktikum Biomekanika & Biotransportasi : Gaya Tekan pada Segmen L5/S1

dilakukan dengan cepat untuk mendapatkan data

menyesuaikan diri dengan massa beban yang

yang akurat. Karena ketika tidak dilakukan dengan

diberikan tersebut. Hal ini juga dapat menunjukkan

cepat, maka sudut-sudut yang dihasilkan akan

bahwa gaya tekan L5/S1 dipengaruhi oleh berat

berubah karena praktikan sudah mulai lelah dengan

badan, gender, umur, kebisaaan, beban yang

posisi tersebut.

diangkat, dan masih banyak lagi. Dapat juga

Setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul,

dikarenakan kesalahan posisi pengambilan data yang

dapat dilakukan analisis data dengan menggunakan

berubah sehingga data yang didapatkan kurang

rumus-rumus untuk menentukan gaya tekan tersebut.

begitu valid.

Ada beberapa langkah rumus yang harus dikerjakan

Recommended

Weight

Limit

merupakan

untuk menentukan gaya tekan L5/S1, seperti momen

rekomendasi batas beban yang dapat diangkat oleh

gaya telapak tangan, lengan atas, lengan bawah, dan

manusia

punggung, gaya perut, gaya otot spinal erector, berat

pekerjaan tersebut dilakukan secara repetitive dan

total, dan gaya tekan L5/S1.

dalam jangka waktu yang cukup lama. Berdasarkan

tanpa

menimbulkan

cidera

meskipun

Hasil yang didapatkan dari perhitungan analisis

literatur, range nilai gaya tekan pada segmen L5/S1

tersebut adalah ketika massa benda 1kg gaya tekan

yang distandartkan oleh NIOSH (National Institute of

yang diperoleh bernilai 1686,137 untuk orang

Occupational Safety and Health) pada tahun 1981

1348

untuk orang coba 2, dan

adalah kurang dari 6500 N. Sedangkan batasan gaya

1302,669 untuk orang coba 3. Ketika massa

angkatan normal (the Action Limit) sebesar 3500

benda 2 kg gaya tekan yang diperoleh bernilai

pada L5/S1. Sehingga besar gaya tekan pada L5/S1

2322,04 untuk orang coba 1, 1687,4 untuk

yang didapat dari hasil praktikum sudah sesuai.

coba 1,

orang coba 2, dan 2283,886 untuk orang coba 3.

Dari praktikum yang telah dilakukan besar

Dan untuk massa benda 3 kg gaya tekan bernilai

gaya tekan yang didapat dari ketiga orang coba

2809,13 untuk orang coba 1, 2099,83 untuk

termasuk dalam kategori nilai yang relatif rendah,

orang coba 2, dan 1598,592 untuk orang coba 3.

hal tersebut diduga karena massa beban yang

Dari hasil tersebut dapat dilihat besar gaya tekan

digunakan pada praktikum relatif ringan sehingga

bernilai semakin besar seiring dengan besarnya

memberikan tekanan yang tidak terlalu besar pada

massa beban yang diberikan, namun pada massa

segmen L5/S1.

beban 3kg gaya tekn yang dialami oleh ketika orang


coba mengalami penurunan. Secara teori semakin

KESIMPULAN

besar massa benda yang diberikan maka semakin

Dari praktikum yang telah dilakukan besar

besar pula gaya yang diberikan. Kemungkinan hal

massa benda mempengaruhi gaya tekan pada segmen

tersebut dapat terjadi karena orang coba berusaha

L5/S1. Basar gaya tekan yang diberikan pada L5/S1

untuk

saat

dengan massa benda 1kg bernilai 1686,137 untuk

pengangkatan beban statis agar tidak terjadi nyeri

orang coba 1, 1348 untuk orang coba 2, dan

pada bagian L5/S1, dengan kata lain orang coba

1302,669 untuk orang coba 3. Ketika massa

mengambil

posisi

yang

nyaman

Praktikum Biomekanika & Biotransportasi : Gaya Tekan pada Segmen L5/S1

benda 2 kg gaya tekan yang diperoleh bernilai


2322,04 untuk orang coba 1, 1687,4 untuk
orang coba 2, dan 2283,886 untuk orang coba 3.
Dan untuk massa benda 3 kg gaya tekan bernilai
2809,13 untuk orang coba 1, 2099,83 untuk
orang coba 2, dan 1598,592 untuk orang coba 3.

PUSTAKA
Ama,

Fadli

dkk.2012.

Biomekanika

&

Pedoman

Praktikum

Biotransport.Surabaya

Fakultas Sains dan Teknologi, UNAIR.


Deyra.2012.Gaya Tekan pada segmen L5/S1.

https://deyra.wordpress.com/ diakses Kamis,


19 November 2015 pukul 18.45 WIB
Tsani,Danie.2012.Biomekanika

http://danietsani.blogspot.co.id/ diakses pada


Kamis, 19 November 2015 pukul 19.30 WIB
I Wayan Sukania.Analisa Ergonomi Kegatan
Mengangkat Beban Studi Kasus Mengangkat
Galon Air ke Atas Dispenser. Fakultas
Teknik. Universitas Tarumanegara
Helianty,Yanti,Citra Mona, Caecilia S., dan
Wahyuning.Rancangan Alat Bantu untuk
Meminimasi Gaya Tekan pada Lempeng
Tulang Belakang Bagian Bawah (L5/S1).
Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi
Nasional Bandung