Anda di halaman 1dari 3

Tujuan : praktikum dapat mengetahui cara pembuatan herbarium kering yang baik

dan benar.
Prosedur kerja :
1. Mencari dan mengambil/memanen tanaman/tumbuhan
2. Ambil struktur tumbuhan selengkap-selengkapnya dengan (rdiri dari akar,
batang, daun, tunas, bunga, dan buah)
3. Lakukan dengan pemotongan dengan menggunakan gunting atau cutter
tajam agar tidak merusak bagian dasar tanaman
4. Bersihkan seluruh bagian struktur tumbuhan dengan menggunakan air dan
kapas
5. Siapakan media kertas koran yang memiliki luas yang sama dengan sasak
(papan)
6. Letakkan tumbuhan yang telah bersih tersebut diatas media koran dan
plester setiap bagaian dari struktur tumbuhan tersebut
7. Tutup media dengan Koran yang memiliki luas yang sama
8. Letakkan media yang telah ditutupi tersebut diantara sepasang sasak
9. Pres sasak, dengan cara dibebani atau ditekan menggunakan tangan
kemudian lakukan peringatan sekuat-kuatnya dengan menggunakan tali
rafia
10. Simpan herbarium ditempat kering
11. Lakukan penjemuran dan penggantian media seminggu sekali
12. Herbarium dinyatakan berhasil jika seluruh kering dan struktur tumbuhan
dan tidak busuk
13. Beri label tentang identitas tanaman
14. Buat laporan hasil praktikum/PKL.
Nama Daerah :
Meniran ijo, meniran (Jawa, Sunda): gossau ma dugi (Ternate)
Morfologi Tanaman :
Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi mencapai 1 m. batang bulat, liat, massif,
tidak berbulu, licin, berwarna hijau keunguan, sering bercabang banyak dengan

tangkai berwarna hijau keunguan. Daun majemuk berseling, warna hijau anak
daun15-24 helai, bular telur, tepi rata, pangkal membulat, ujung tumpul, dibawah
ibu tulang daun sering terdapat butiran kecil-kecil, menggantung. Bunga tunggal,
kelopak berbentuk bintang, sedang mahkota berukuran kecil berwarna putih. Buah
kotak, bulat, berbentuk ginjal, dan berwarna coklat tua.
Bagian yang dimanfaatkan dan kandungannaya:
Bagian yang dimanfaatkan adalah akar dan kulit kayu. Pada dun terdapa
methanol dan sesquiterpene lactone, sedangkan senyawa pentaye terdapat pada
akar.
pemanfaatan :
penyakit yang bias diobati adalah pelancar air seni, diare, busung air, infeksi
saluran pencernaan, dan penyakit yang disebabkan karena gangguan fungsi hati.
Buahnya untuk luka dan scabies. Akar segar untuk pengobatan penyakit kuning,
untuk penambah nafsu makan dan obat anti demam.
Cara penggunaan :
1. Rebus tanaman meniran dan daun kumis kucing secukupnya. Gunakkan
air rebusan sebagai obat ginjal atau peluruh air seni.
2. Rebus tanaman meniran sebanyak lima tangkai (daun, batang, akar)
dengan dua gelas air sampai tersisa setengahnya. Gunakan ramuan ini
untuk yang sakit mag.
Kontraindikasi:
Pasien dengan gangguan jantung atau sedang melakukan penggobatan jantung
sebaiknya berkonsultasi pada dokter sebelum mengkonsumi meniran karena
terdapat kontraindikasi pada sebagian pasien penderita jantung. Konsumsi
meniran dengan dosis tinggi pada wanita hamil sebaiknya dihindari. Ada
kemungkinan berpotensi menyebabkan ketidak suburan wanita, meskipun baru

diuji pada tikus bukan pada manusia. Bagi penderita hypoglycemic, diabetes
sebaiknya berkonsultasi sebelum mengkonsumsi meniran. Penggunaan jangka
panjang dapat menyebabkan elektrolit dan mineral dalam tubuh tidak seimbang,
meskipun hingga tiga belum belum terlihat efek sampingnya pada manusia, tetapi
tidak ada salahnya berkonsultasi terlebih dahulu pada ahli herbal tau dokter atau
dokter sebelum mengkonsumsi meniran terutama pada waktu yang lama dan dosis
yang tinggi.