Anda di halaman 1dari 20

Desain Stasiun Kerja

Ferina Nuraini

Pengertian Desain Stasiun Kerja


Stasiun kerja merupakan salah satu komponen
yang harus diperhatikan berkenaan dengan
upaya peningkatan produktivitas kerja. Kondisi
kerja yang tidak memperhatikan kenyamanan,
kepuasan, keselamatan dan kesehatan kerja
tentunya akan sangat berpengaruh terhadap
produktivitas kerja manusia.

Dalam perancangan atau redesain


stasiun kerja itu sendiri harus
diperhatikan peranan dan fungsi pokok
dari komponen-komponen sistem kerja
yang terlibat yaitu manusia,
mesin/peralatan dan lingkungan fisik
kerja.

Perancangan stasiun kerja lebih rumit


dibandingkan dengan perancangan
peralatan kerja karena harus
memperhatikan beberapa hal seperti
hubungan antara manusia dengan
sistem kerja (man-machine system)
maupun proses kerja yang
berlangsung , cara kerja serta faktor
lainnya

Pendekatan Dalam Desain Stasiun Kerja


Menurut Das dan Sengupta (1993) pendekatan secara sistemik
untuk menentukan sistemik dimensi stasiun kerja dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
Mengidentifikasi variabilitas populasi pemakai yang didasarkan
pada etnik, jenis kelamin, dan umur.
Mendapatkan data antropometri yang relevan dengan populasi
pemakai.
Dalam pengukuran antropometri perlu mempertimbangkan
pakaian, sepatu dan posisi normal.
Menentukan kisaran dari pekerjaan utama.
Tata letak dari alat-alat tangan, harus dalam kisaran jangkauan
optimum.
Menempatkan displai yang tepat.
Review terhadap desain stasiun kerja secara berkala.

Pertimbangan Antropometri Dalam Desain

Dalam menentukan ukuran stasiun


kerja, alat kerja, dan produk
pendukung lainnya, data
antropometri tenaga kerja
memegang peranan penting. Dengan
mengetahui ukuran antropometri
tenaga kerja akan memudahkan
membuat alat kerja yang sesuai
dengan pekerja sehingga
menciptakan kenyamanan,

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam


Perancangan Stasiun Kerja
Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam
perancangan stasiun kerja
Cara kerja dari proses produksi yang berlangsung di
stasiun kerja terkait

Data anthropometri pekerja di stasiun kerja terkait

Pengaturan tata letak fasilitas kerja pada


stasiun kerja terkait

Aspek Yang Perlu di Perhatikan untuk


Menciptakan Lingkungan Kerja Yang Aman

Aspek ergonomik dan stasiun kerja,


Pencahayaan,
Kualitas udara,
Gangguan suara,
Kesehatan dan kenyamanan kerja,
Kebiasaan kerja.

Aspek-aspek ini merupakan basis evaluasi empat aspek isu kesehatan yang
berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan menggunakan antuan stasiun
kerja. Aspek-aspek ini meliputi:

Beban visual : Beban visual antara lain berupa iritasi


mata, pandangan yang mengabur dan kadangkadang disertai munculnya rasa pening pada kepala.
Beban otot : Beban otot muncul dalam bentuk
kelelahan otot, ketegangan otot dan rasa sakit pada
beberapa bagian persendian, seperti siku, jari
tangan, leher.
Beban postur tubuh : Beban postur tubuh
berhubungan erat dengan berbagai otot yang
digunakan tubuh untuk mempertahankan posisi
tegak selama seseorang duduk dikursi, seperti otot
punggung dan pinggang, lutut dan tumit.

Beban tekanan mental: Beban


tekanan emosi dapat muncul dalam
bentuk rasa cemas, rasa tertekan
atau depresi, reaksireaksi seperti
perasaan bosan, dan tidak puas.

Kita dapat melihat modifikasi-modifikasi


yang diperlukan untuk mengurangi atau
bahkan menghilangkan berbagai keluhan
diatas berdasarkan empat tipe pekerjaan
yang banyak dikerjakan dengan bantuan
stasiun kerja:

Pemasukan data
Akuisisi data
Pekerjaan interakatif
Pengolahan kata.

Desain Stasiun Kerja dan Sikap kerja duduk


Posisi tubuh dalam kerja sangat
ditentukan oleh jenis pekerjaan yang
dilakukan. Beekerja dengan posisi
duduk mempunyai beberapa
keuntungan yaitu pembebanan pada
kaki, pemakaian energi, dan keperluan
untuk sirkulasi darah lebih kecil.

Untuk mendapatkan hasil kerja yang lebih baik tanpa ada


pengaruh buruk bagi tubuh, perlu dipertimbangkan jenis
pekerjaan yang sesuai dilakukan dengan posisi duduk, antara
lain:
1.Pekerjaan yang memerlukan kontrol teliti pada kaki
2.Pekerjaan yang memerlukan ketelitian pada tangan
3.Tidak memerlukan tenaga dorong yang besar
4.Objek yang dipegang tidak memerlukan tangan bekerja
pada ketinggian lebih dari 15 cm dari landasan kerja
5.Diperlukan tingkat kestabilan tubuh yang tinggi
6.Pekerjaan dilakukan pada waktu yang lama
7.Seluruh objek yang dikerjakan masih dalam jangkauan
dalam posisi duduk.

Desain Stasiun Kerja dan Sikap Kerja Berdiri


Sikap kerja berdiri juga banyak
ditemukan di perusahaan. Sikap berdiri
merupan sikap siaga baik fisik maupun
mental, sehingga aktivitas kerja yang
dilakukan lebih cepat, kuat, dan teliti.

Beberapa pertimbangan tentang


pekerjaan yang paling baik dilakukan
dengan berdiri yaitu:
1. Memegang objek yang berat (>4.5
kg)
2. Sering menjangkau ke atas, ke
bawah, dan kesamping
3. Saat melakukan pekerjaan
penekanan
4. Diperlukan mobilitas tinggi.

Desain Stasiun Kerja dan Sikap Kerja Dinamis


Clark (1996) mengkombinasikan dari posisi
duduk dan berdiri menjadi desain sebagai
berikut:
1. Pekerjaan yang dilakukan dengan duduk
dan berdiri saling bergantian
2. Perlu menjangkau sesuatu lebih dari 40 cm
dan atau 15 cm diatas landasan kerja
3. Tinggi landasan kerja antara 90-120 cm,
yang merupakan ketinggian yang paling
baik untuk posisi duduk maupun berdiri.

Tabel 1
Pedoman Penentuan Dimensi Kursi kuliah
No

Dimensi kursi kuliah

Pedoman

Tinggi alas kursi dari lantai

Tinggipoplitealpersentil

Kemiringan alas kursi

14o24odari bidang horizontal atau dari lantai


(dibuat miring ke belakang).

Ujung tepi depan alas kursi

Dibuat agak bulat

Lebar alas kursi

Lebar pinggul persentil 95

Panjang (kedalaman) alas kursi

Panjangbuttock poplitealpersentil 5

Tinggi meja dari alas kursi

Tinggi siku posisi duduk persentil 50

Lebar meja

Lebarnya 35 cm (ukuran lebar double folio


ditambah 2 cm)

Panjang meja

Jarak siku ke pergelangan tangan persentil 5


ditambah 35 cm

Lebar sandaran

Lebar bahu persentil 95

10

Tinggi sandaran

Tinggi bahu persentil 5

Gambar 1. Pedoman Dimensi


Antropometrik Untuk Desain Kursi
Kuliah
Keterangan:
Tinggi lipatan dalam lutut (popliteal)
Jarak pantatlipatan dalam lutut
(jarakbuttock- popliteal)
Lebar pinggul
Tinggi bahu posisi duduk
L ebar bahu
Tinggi siku posisi duduk

mbar 2. Akibat Alas Kursi Yang Terlalu Tinggi Gambar 3. Akibat Alas Kursi Yang
Terlalu Rendah

Gambar 4 Akibat Alas Kursi Yang


Terlalu Panjang

Gambar 5 Akibat Alas Kursi


Yang Terlalu Pendek