Anda di halaman 1dari 27

PT PLN (Persero)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

MATERI PELAJARAN NO. 5


SAFETY PSYCHOLOGY

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -51/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

5. SAFETY PSYCHOLOGY
5.1. Prinsip-prinsip umum
Disamping pembentukan keterampilan dalam menangani situasi-situasi tertentu,
peserta akan mempelajari bagaimana menggunakan 5 (lima) prinsip umum
psikhologis.
Prinsip-prinsip umum ini mendasari prosedur-prosedur tertentu dan merupakan dasar
semua Keterampilan Pelatihan Pencegahan Kecelakaan (Accident Prevention
Training).
Melalui prinsip-prinsip umum ini, peserta akan lebih efektif dalam menghadapi
masalah-masalah penanganan manusia yang tercakup dalam program ini.
Peserta akan mampu juga d keterampilan ini untuk masalah-masalah lainnya. Yang
kami harapkan adalah hendaknya peserta masuk kedalam proses pelatihan ini
dengan sudut pandang yang

terbuka, mampu menerapkan keterampilan yang

diajarkan, dan berani mengkritik diri sendiri jika mereka membantu anda dalam
menyelesaikan pekerjaan anda.

Lima prinsip dasar pendekatan psikholologi dalam pencegahan


kecelakaan adalah:
1. Menjaga atau meningkatkan harga diri pekerja
2. Memusatkan pada tingkah laku tertentu, bukan pada kepribadian
3. Menggunakan teknik-teknik pendekatan guna membentuk tingkah laku
4. Mendengarkan secara aktif untuk menunjukkan pengertian
5. Menetapkan sasaran, melakukan tindak lanjut, dan menjaga komunikasi

5.2. Menjaga dan meningkatkan harga diri pekerja


Pelatihan Pencegahan Kecelakaan (PPK) dimaksudkan untuk meningkatkan
presepsi para pekerja menjadi berkompeten. Pemeliharaan dan peningkatan
harga diri merupakan suatu faktor yang menjalankan program secara
keseluruhan. Pengaruh harga diri terhadap pelaksanaan kerja merupakan
alasan mengapa hal ini perlu ditekankan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang termotivasi untuk bekerja
pada suatu tingkat yang sesuai dengan kemampuannya.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -52/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

Jika seseorang merasa mampu untuk melakukan suatu tugas maka dia akan
mengerjakannya atau dia akan termotivasi untuk melakukan tugas dengan
cara dan gaya yang sesuai dengan perasaan yang dia miliki.
Jika seorang supervisor mendorong perasaan kompeten bawahannya, maka
motivasi untuk melakukan tugasnya dengan tepat akan semakin meningkat.
Jadi, dengan memelihara dan meningkatkan harga diri para pekerja berarti
pengawas telah menciptakan suatu lingkungan kerja yang mendorong untuk
menimbulkan kepercayaan diri pada pekerja tentang kemampuannya untuk
melakukan sesuatu.
Seorang pekerja yang merasa mampu besar kemungkinannya untuk
melakukan pekerjaan secara baik. Sebaliknya, pekerja yang merasa tidak
mampu kemungkinan akan kurang berhasil.
Latihan Pernyataan-pernyataaan yang cenderung menurunkan harga diri.
Dalam suatu studi, para pekerja diminta untuk memilih dari suatu daftar
pernyataan yang sering digunakan oleh para pengawas yang cenderung
menimbulkan perasaan defensif (mempertahankan diri). Lebih dari separuh
jumlah para pekerja setuju bahwa terdapat sejumlah pernyataan di bawah ini
yang sangat besar kemungkinannya akan mengikis harga diri mereka dan
menimbulkan reaksi defensif.
Periksa pernyataan-pernyataan yang anda anggap merupakan pilihan para
pekerja dan mempunyai kemungkinan mengikis harga diri pekerja.
1. Saya kira anda siap untuk melakukan pekerjaan ini, akan
tetapi

saya persilahkan untuk mencobanya.

2. Anda kelihatannya tidak mengerti.


3. Anda seharusnya lebih tahu dari pada apa yang anda
katakan itu.
4. Apa ide anda tentang bagaimana caranya agar hal itu tidak
terulang lagi.
5. Anda sudah 10 % melebihi anggaran belanja.
6. Saya pikir anda seharusnya merasa lebih bangga dalam
pekerjaan anda.
7. Laporan anda terlambat 5 hari.
8. Jika anda mau mendengarkan pasti anda mengerti.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -53/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

9. Saya kira anda tidak betul-betul serius dengan saran itu.


10. Anggaran tidak memungkinkan adanya bantuan tambahan.
11. Apakah anda tidak berfikir bahwa ada cara yang lebih baik
untuk melakukan itu dari pada cara yang telah anda
laksanakan.
12. Cara ini merupakan cara yang lebih aman untuk melakukan
itu.
13. Saya harapkan anda cukup pintar untuk mengetahui hal itu.
14. Saya terkejut mendengar pendapat itu dari seseorang yang
berpengalaman seperti anda.
15. Apa yang menuntun anda hingga sampai pada kesimpulan
itu ?
16. Jika anda berpengalaman seperti saya, anda akan mengerti.
17. Anda menjawab soal 17 secara tidak benar.
18. Saya benar-benar berpikir bahwa anda telah mengetahui
lebih dari yang anda lakukan tentang hal ini.
19. Nilai anda yang dibawah rata-rata menyarankan bahwa anda
memerlukan lebih banyak latihan mengenai persoalan ini.
20. Saya betul-betul tidak tahu bagaimana anda sampai berkata
demikian.
Cara-cara untuk menjaga atau meningkatkan harga diri
1. Memuji tugas/pekerja tertentu.
2. Memberi pekerjaan khusus.
3. Memberi tanda setuju (OK) apabila anda setuju dengan pekerjaan-pekerjaan
lainnya.
4. Mendengarkan secara aktif.
5. Mencatat gagasan-gagasan orang lain.
6. Menerima gagasan secara sungguh-sungguh.
7. Menerima pendapat-pendapat orang lain.
8. Menerima perbedaan dari orang lain.
9. Mengekspresikan perasaan.
10. Menerima dan menghargai perasaan-perasaan orang lain.
11. Memberikan hadiah nyata.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -54/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

12. Mengenal peristiwa-peristiwa penting tentang kehidupan orang lain.


13. Mendokumentasikan hal/acara yang dianggap penting.
14. Menyusun pernyataan-pernyataan untuk pimpinan tentang hasil kerja yang baik.
15. Menunjukkan hasil yang baik dari tindakan orang lain (menunjukkan hasilnya).
16. Meluangkan waktu dengan orang lain.
17. Mendukung tindakan orang lain.
18. Minta pendapat bagaimana cara memecahkan masalah.
19. Mendelegasikan.
20. Minta pertolongan.
21. Membagi pengalaman.
22. Mengakui kesalahannya.
23. Katakan Anda Benar.
24. Mengulangi pujian dari orang lain.
25. Katakan, hallo, apa kabar ?
26. Menunjukkan perhatian yang bersifat membangun mengenai masalah prestasi
kerja.
27. Berjabat tangan.
28. Tersenyum.
29. Menanyakan keinginan orang lain.
30. Mengundang seseorang untuk ikut serta minum kopi.
31. Menanyakan (dengan sungguh-sungguh) tentang masalah keluarga seseorang.
32. Memberi peralatan baru.
33. Meminta seseorang untuk memimpin seluruh atau sebagian pertemuan.
34. Memberi tugas mengajar.
35. Menggunakan nama-nama pekerja.
36. Menentukan dan melaksanakan tindak lanjut.
37. Membagi informasi.
38. Memberikan alasan yang lengkap tentang sasaran / arah yang dituju.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -55/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

5.3. Memusatkan kepada tingkah laku tertentu, bukan pada


kepribadian
Pengawas yang efektif mempunyai kemampuan untuk mengurangi tingkah
laku defensif (bertahan diri) dari pekerja. Hal ini sangat penting terutama
ketika mendiskusikan masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaan,
seperti : keluhan, prestasi kerja rendah, dan kebiasaan kerja yang baik.
Apabila

seorang

pengawas

memfokuskan

pada

karakter

kepribadian

seseorang sama halnya dengan meningkatkan pengikisan harga diri pekerja.


Dalam situasi seperti ini, akan tidak aneh kalau pekerja menjadi defensif dan
melawan dalam bentuk menyangkal, memalsukan atau manipulasi kenyataan.
Salah satu cara untuk menurunkan tingkah laku defensif yaitu dengan
memfokuskan pada masalah kerja atau kelakuan kerja dari pada berfokus
pada kepribadian dan sikap.
Lagipula, pemusatan pada tingkah laku seseorang memerlukan komunikasi
yang baik antara pengawas dan pekerja. Pernyataan dan diskusi tentang
kepribadian dan sikap dapat membingungkan dan biasanya tidak berhasil
guna.
Tingkah laku adalah sesuatu yang dapat anda lihat yang dilakukan seseorang,
atau mendengar seseorang berbicara.
Pada umumnya manajer (pimpinan) sebaiknya memusatkan pada tingkah laku
yang spesifik, dengan memberikan contoh-contoh kongkrit (nyata).
Latihan Daftar Tingkah Laku
Dalam daftar ini terdapat beberapa kondisi tingkah laku dan beberapa hanya
abstraksi belaka.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -56/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Psychology

5. Safety

- Mempunyai sikap positif

- Menunjukkan kerja sama

- Mengetik surat

- Menjaga keterbukaan

- Mewawancarai pelamar
pekerjaan

pandangan
- Membaca buku kerja

- Tulus hati

- Bertanya kepada pelatih

- Menjadi pekerja yang baik

- Datang ke tempat kerja

- Mengajarkan

suatu

tepat waktu

pekerjaan
- Bekerja keras
- Merasa

bangga

atas

perusahaan anda
- Menyenangi

pekerjaan

anda
- Memilih alat yang tepat
- Memimpin suatu tinjauan
penampilan
- Melakukan

dengan

percaya diri
- Memberi
pemeriksaan

tanda
pada

halaman ini
- Bekerja dengan keyakinan
- Melengkapi

laporan

kecelakaan
- Melakukan dengan baik
- Bertanya
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
57/306

Hal -

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

5.4. Menggunakan teknik-teknik pendekatan untuk membentuk


tingkah laku
Sasaran pelatihan ini adalah untuk mengajarkan keterampilan kepada para
pengawas yang akan memimpin dalam peningkatan produktivitas para pekerja
mereka.
Satu aspek penting dalam program ini adalah penggunaan teknik-teknik
pendekatan, terutama pendekatan yang bersifat positif (membangun), yang
akan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan.
Ada tiga cara yang dapat digunakan seorang pengawas untuk mengubah
tingkah laku : Hadiah, hukuman, dan pengabaian. Masing-masing proses akan
dibahas secara singkat.
Hadiah
Salah satu jalan untuk memperbesar kemungkinan suatu performasi atau
tingkah laku yang baik agar terulang kembali yaitu dengan memberi suatu
hadiah.
Tingkah laku yang diberi hadiah mempunyai kemungkinan untuk terulang
kembali karena menguntungkan.
Hadiah memperkuat tingkah, karena hadiah itu membantu memberikan
kepuasan. Sebagai contoh, jika seorang pekerja berusaha melaksanakan
kerumahtanggaan yang baik akan menghilangkan keluhan pengawasannya,
maka tingkah laku kerumahtanggaannya yang baik itu akan terulang kembali.
Hukuman
Hukuman merupakan penambahan halangan terhadap kepuasan, apabila
suatu tingkah laku itu akan kemungkinannya tidak terulang kembali. Sebagai
contoh, seorang pekerja yang mendapat teguran secara resmi atas
keterlambatannya.
Bentuk hukuman lainnya adalah dengan menghilangkan atau mengurangi
sesuatu yang menyenangkannya, seperti tugas-tugas yang menyenangkan.
Seringkali terdapat efek samping negatif sehubungan dengan masalah
hukuman ini, oleh karena itu memberikan hukuman harus digunakan secara
selektif.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -58/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

Efek-efek samping negatif yang dimaksud akan dibahas di halaman berikut ini.
Pengabaian
Cara lain untuk mengurangi terulangnya kembali suatu tingkah laku yaitu
dengan mengabaikan tingkah laku itu.
Sebagai contoh, seorang pekerja akan menghentikan pengiriman memonya
kepada pengawasnya karena memo-memonya tidak pernah memperoleh
perhatian.
Penting untuk

dicatat bahwa pengabaian tingkah laku yang baik akan

memberhentikan diteruskannya tingkah laku yang baik itu.


kesempatan untuk meningkatkan tingkah laku positif akan berkurang apabila
tingkah laku positif tersebut tidak diketahui atau tidak diakui pengawas yang
bersangkutan.
Hadiah vs Hukuman
Meskipun kenyataan bahwa masing-masing strategi yang disebutkan diatas
dapat memodifikasikan atau mengubah tingkah laku dengan baik akan tetapi
dengan cara training Keselamatan Kerja akan memberikan hasil yang positif.
Pada umumnya pendekatan positif mempunyai efek yang lebih baik daripada
memberikan hukuman. Hukuman tidak memperlemah tingkah laku seefektif
pendekatan positif dalam memperkuat tingkah laku. Meskipun banyak
pengawas mengatakan bahwa memberikan hukuman adalah lebih efektif,
akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa memberi hukuman mempunyai
efek-efek samping yang negatif.
Efek-efek samping dari hukuman
1. Menurunkan secara sementara tingkah laku yang tidak diinginkan.
Sementara hukuman pada awalnya akan menurunkan frekuensi respon,
dan jika konsekwensi hukumannya didiamkan (umumnya oleh supervisor
yang bersangkutan). Maka responnyapun akan berkurang. Pengawas
yang menggunakan hukuman harus secara kontinyu berada pada
pekerjaannya untuk mencegah terulangnya tingkah laku yang tidak
diinginkan.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -59/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

2. Meningkatkan tingkah laku emosional. Seringkali suatu tingkah laku yang


dihentikan dengan hukuman berubah menjadi tingkah laku yang emosional
seperti marah, agresif, frustasi, rasa takut dan pengasingan diri. Ini adalah
tanda tanggapan emosional yang akan lebih menghalangi daripada
memperkuat cara kerjanya yang baik.
3. Meningkatkan terjadinya penekanan terhadap respon yang membuat
tingkah laku yang kaku. Tingkah laku yang dipandang sebagai yang tidak
diinginkan pada suatu saat mungkin menjadi yang diinginkan pada saat
yang lain.
Jika tingkah laku jenis ini yang dihukum, pekerja mungkin menjadi kaku
dalam melaksanakan pekerjaannya.
Konsep-konsep kunci pendekatan
1. Hasil utama dalam memberikan hadiah adalah untuk memperbaiki caracara kerja.
2. Pengaruh terutama dengan tidak menggunakan hadiah adalah tidak
adanya perbaikan atau bahkan menjadi semakin buruk.
3. Efek-efek samping dari kecaman dan hukuman adalah :
- Tingkah laku defensif
- Permusuhan, marah, penurunan motivasi
- Tingkah laku sabotase
4. Jika saudara memulai dengan pendekatan positif, saudara harus mengakui
apa yang telah dilakukannya dengan baik meskipun hasilnya sedikit dan
berilah penghargaan. Jika hasil pekerjaan baik dan masing-masing
langkah perbaikan pekerjaan tidak dihargai, maka tingkah laku yang
diinginkan mungkin tidak akan diperolehnya.
5. Untuk mulai mengubah tingkah laku adalah lebih berat dari pada
mempertahankannya. Oleh karena itu, terapkanlah pendekatan positif
pada awal ketika orang-orang masih jauh dari sasaran. Pada umumnya,
suatu tingkah laku kerja sebaiknya diperbaiki minimal dua kali dalam
seminggu sampai tercapai yang diinginkan.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -60/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

6. Pada saat tingkah laku meningkat frekuensinya dan selama masih pada
tingkat yang diinginkan saudara, secara bertahap dapat mengurangi
jumlah hadiahnya.
7. Pendekatan positif harus segera diikuti oleh respon yang diinginkan.
8. Lupakan masalah teoritis mengenai orang-orang yang menjadi lelah jika
mendapat hadiah terlalu banyak
9. Apabila suatu hasil karya memburuk, pertanyaan pertama yang harus
diajukan adalah kapan pendekatan tingkah laku dilaksanakan terakhir kali
? (saudara akan menemukan suatu prosentase yang tinggi mengenai
kasus-kasus akibat penurunan terlalu tajam).
Mengenali cara-cara kerja yang aman
Sejauh

menyangkut

masalah

keselamatan

kerja,

banyak

pengawas

memberikan perhatian hanya khusus kepada para pekerja yang melakukan


pekerjaan secara tidak aman.
Pengawas yang efektif akan menyadari bahwa tanpa pendekatan positif
terhadap cara-cara kerja yang aman, mungkin akan memadamkan cara-cara
kerja yang aman itu.
Pengawas yang hanya memperhatikan para pekerja yang melakukan tindakan
tidak aman bisa menyebabkan cara-cara kerja yang aman menjadi buruk.
Pengawas seperti halnya saudara inginkan haruslah menghargai cara-cara
kerja yang aman dari para pekerja. Pengawas haruslah membantu
meningkatkan kesempatan agar para pekerja akan melakukan pekerjaannya
secara aman di masa mendatang dengan memanfaatkan pendekatan positif
secara tepat. Seorang pengawas dapat membantu para pekerja agar bekerja
dengan cara aman dengan langkah-langkah tindakan sebagai berikut :
Langkah-langkah tindakan :
1. Menjelaskan tindakan aman tertentu yang telah saudara lihat dan
menjelaskan mengapa hal tersebut penting.
2. Perlihatkan penghargaan saudara kepada pekerjaan
3. Tanyakan kepada pekerja apa yang saudara dapat bantu agar pekerja
dapat melanjutkan pekerjaannya dengan cara yang lebih aman.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -61/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

4. Ekspresikan kepercayaan saudara terhadap kemampuan pekerja bahwa ia


dapat melanjutkan semua aspek pekerjaan secara aman.
Ingat bahwa pengawas tidak memberikan pujian kepada para pekerja bahwa ia
dapat melakukan pekerjaan secara aman tetapi, berikan penjelasan bahwa
pujian itu mengenai pekerjaan yang ia sedang lakukan dengan aman.
Selanjutnya dengan memperhatikan performasi yang aman tertentu yang
dilakukan pekerja, berarti pengawas telah mempertinggi harga diri pekerja,
memberikan pendekatan positif dan mencegah pemadaman performasi yang
baik

5.5. Mendengarkan dengan aktif untuk menunjukkan pengertian


Salah satu tantangan terberat dari seorang pengawas adalah bagaimana
dapat mempengaruhi dan mengubah tingkah laku orang lain.
Seorang

pengawas

yang

efektif

adalah

pengawas

yang

mampu

memodifikasi tingkah laku para pekerja tanpa membuat hubungan yang baik
menjadi buruk atau tanpa mengurangi harga diri pekerja tersebut.
Salah satu alat yang akan membantu seorang pengawas dalam memimpin
bawahannya secara efektif adalah keterampilan dalam mendengarkan
secara aktif.
Mendengarkan secara aktif merupakan teknik komunikasi yang dapat
menurunkan kedefensifan dan mencegah harga diri serta tindakan-tindakan
emosional lainnya.
Istilah mendengarkan secara aktif berarti kemampuan untuk menerima,
mendefinisikan dan menanggapi secara tepat terhadap perasaan yang
diperlihatkan oleh orang lain.
Apabila mendengarkan secara aktif berarti kemampuan untuk menerima,
mendefinisikan dan menanggapi secara tepat terhadap perasaaan yang
diperlihatkan oleh orang lain.
Apabila mendengarkan secara aktif digunakan maka orang akan merasa
bahwa ia akan dimengerti. Persepsi ini membebaskan orang-orang untuk
memeriksa perasaan diri sendiri, untuk mengekspresikan gagasan mereka
sendiri dan untuk tidak mengandalkan pada tingkah laku defensif.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -62/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

Mendengarkan secara aktif merupakan suatu teknik komunikasi yang


dipakai

dalam

hampir

setiap

macam

tingkah

laku.

Dampak

dari

mendengarkan secara aktif meliputi :


-

Dampak yang menyenangkan bagi orang yang didengarkan secara aktif.


Dalam beberapa kasus saudara akan menjumpai seorang pekerja yang
mengekspresikan tentang kesukarannya seringkali dengan memberikan
penjelasan tentang perasaan tersebut akan menjernihkan suasana dan
memungkinkan pekerjaannya kembali.

Meningkatkan hubungan antara pengawas dan pekerja.


Saudara

akan

mengalami

sendiri

dalam

latihan

keterampilan,

pengalaman bahwa penjelasan yang saudara berikan telah didengar dan


dimengerti akan menimbulkan rasa puas sehingga hubungan antara
pengawas dan pekerja dapat ditegakkan dengan mudah.
Pada umumnya mendengarkan secara aktif akan mendorong para pekerja
untuk berpikir sendiri, dan untuk mendiagnose masalah-masalah mereka sendiri
dan untuk menemukan pemecahannya sendiri.
Mendengarkan secara aktif membawa kepercayaan, dan merupakan salah satu
cara yang paling efektif dalam membantu seorang pekerja menjadi mampu
mengatur sendiri, bertanggung jawab dan mampu berdiri sendiri.
Mendengarkan secara aktif merupakan suatu keterampilan berkomunikasi yang
dapat dipelajari, dan dengan latihan, mempermudah dalam menggunakan
keterampilan tersebut, dan memperbaiki keefektifan yang dapat dikembangkan.
Dengan cara mendengarkan secara aktif, seorang pengawas akan mencoba
memahami apa yang dirasakan pekerjanya atau memahami apa yang
disampaikan

sebagai

pesan

pekerja.

Kemudian

pengawas

akan

mengekspresikan pengertian pesan tersebut ke dalam kata-kata sendiri dan


mengembalikannya kepada pekerja untuk verifikasi.
Pengawas yang menggunakan teknik mendengarkan secara aktif tidak
memberikan pesan sendiri, seperti pendapat, nasehat, logika, dan yang lainlain.Pengawas hanya mengumpan balikan maksud dari yang dipesankan
pekerja.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -63/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

Ada dua langkah dalam mendengarkan secara aktif :


1. Menerima (bukan persetujuan atau penolakan) apa yang dikomunikasikan.
2. Umpan balik perasaan dari isinya (mengapa perasaan itu timbul)
Latihan mendengarkan secara aktif
Petunjuk : Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan yang dibuat oleh
para pekerja. Bacalah tiap-tiap pernyataan dengan teliti dan
kemudian pilihlah respon (tanggapan) yang terbaik sesuai
dengan mendengarkan secara aktif.
Jangan lupa bahwa cara mendengarkan secara aktif tidak
memberikan nasehat atau opini, akan tetapi hanya dapat
mengetahui apa yang dirasakan oleh pekerja dan mengapa.
Periksa respon yang menunjukkan mendengarkan secara
aktif yang terbaik.

Pekerja
1. Mereka selalu memperoleh tugas-

Respon mendengarkan secara aktif


A.

Bukti-bukti apa yang

tugas yang mudah dan anda

anda punya sehubungan

memberi saya yang berat-berat

dengan itu ?
B.

Anda

lupa

tentang

kemarin ketika saya beri


tugas

sehubungan

dengan itu ?
C.

Anda merasa

seperti

saya

mencari-cari

kesalahan

anda

dan

bahwa saya tidak adil


dalam memberi tugas.
D. Jika anda menganalisis
secara

seksama

rencana kerjanya maka


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -64/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

anda
2. Ini merupakan jenis kerja dimana

akan

bahwa

melihat

tugas

berat

saya lupa untuk pulang. Tentang

diberikan

gaji tidak ada masalah, kondisi

seimbang (sama).

kerjanya
pekerjaan

baik

akan

tetapi

itu

sendiri

yang

memotivasi saya.

secara

A. Itu adalah suatu macam


sikap yang ingin kami
lihat di lingkungan ini.
B. Saya dapat mengerti
karena hal itu
merupakan bagaimana
saya merasakan
tentang pekerjaan saya.
C. Apakah anda
menginginkan
melakukan lebih
banyak pekerjaan

3. Pada saat yang pertama kali


bekerja
saya

dalam

betul-betul

perusahaan
berfikir

ini

untuk

semacam ini.
D. Pekerjaan yang
dilakukan sungguh-

mencari pekerjaan lain baiklah

sungguh menimbulkan

sudah lima tahun saya bekerja

gairah kerja dan

dan sampai sekarang saya masih

merangsang.

tetap pada pekerjaan yang sama.


A. Melanjutkan adalah hal
yang

penting

anda.

Anda

buat
kecewa

dengan progres anda.


B. Sabarlah dan sebentar
lagi tiba giliran anda
untuk maju.
C. Mari kita bicara
tentang sesuatu yang
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -65/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

dapat anda lakukan


guna menempatkan diri
anda pada posisi yang
lebih baik.
D. Mungkin hal itu
disebabkan karena anda
kurangnya bekerja keras.

DAFTAR KATA PERASAAN


Depresi

Kecukupan atau Harga Ketidakcukupan


diri Positif

Harga diri Negatif

Kesepian

Kompeten

Malu

Murung

Yakin

Terhina

Kalah

Tekun

Bersalah

Hampa

Bangga

Tidak aman

Kecil hati

Terpenuhi

Diabaikan

Ditolak

Cakap

Ragu-ragu

Tak berdaya

Dibutuhkan

Tidak dibutuhkan

Kecewa

Terjamin

Menyesal

Sakit hati

Penting

Tidak yakin

Remuk

Dihargai

Diancam

Terbuang

Tidak menentu

Mudah dikecam

Tidak disertakan

Bekas

Tidak dihargai

Bingung

Frustasi

Bosan
Malu

Terhalangi

Dimaki

Terjebak

Turun semangat

Disusahkan

Murung

Tertekan

Kebahagiaan,

Terkena getah

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Kemarahan,
Hal -66/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

kegembiraan

Dikecewakan

5. Safety Psychology

Permusuhan

Terkoyak
Terusir
Bahagia

Jengkel

Terusir

Terhibur

Bermusuhan

Senang

Geram

Puas

Tidak senang

Riang

Tidak enak

Berterima kasih

Dongkol

Mengumumkan

Benci

Diringankan

Cemburu

Penuh harapan

Dengki

Bersemangat

Jijik/muak

Gembira

Kegelisahan

Tertipu

Suka

Kekhawatiran

Tidak senang

Terangsang
Bangkit sakit hati

terganggu
Panik
Gelisah

Perhatian, cinta

Terancam
Ciut hati

Perhatian

Khawatir

Cinta

Takut

Simpati

Salah tingkah

kasihan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -67/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

Latihan mengidentifikasi perasaan


Petunjuk : Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan yang dibuat para
pekerja mengenai kerjaannya. Baca setiap pernyataan dengan
teliti, dengan memusatkan pada masalah perasaan, bukan pada
isi atau situasi dimana pernyataan-pernyataan itu kemungkinan
muncul. Tuliskan perasaan-perasaan yang timbul dari pekerja
berdasarkan pemikiran saudara pada kolom sebelah kanan.

Pernyataan Pekerjaan

Perasaan Pekerja

Contoh :
Yang saya lakukan selama ini adalah

Muak, jengkel, marah, dll.

Membersihkan tempat ini sehabis kerja.

1. Kelihatannya

tidak

seorangpun

memperlihatkan apa yang dikatakan


oleh pekerja.
2. Saya memahami aturan yang baru
itu tapi aturan yang lama banyak
sekali pengecualiannya.
3. Saya tidak percaya mengapa anda
memberikan pekerjaan itu pada
saya lagi.
4. Dia adalah seorang pengawas yang
baik dan adil.
5. Itu kelihatannya seperti gagasan
yang bagus tapi saya tidak mau
tahu.
6. Anda tahu saya membaca buku
petunjuk bagi pekerja yang baru,
akan tetapi tulisannya amat panjang
dan kurang jelas maksudnya.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -68/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

Latihan Mengidentifikasi Perasaan dan Isi


Petunjuk : Saudara telah mengidentifikasi perasaan-perasaan yang disajikan di
bawah ini. Sekarang, cobalah menentukan isi pesannya juga.
Dengan meletakkan keduanya secara bersamaan berarti saudara
mendengarkan secara aktif. Tuliskan perasaan dan isi yang
merupakan bagian dari respon pengawasan saudara.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -69/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pernyataan Pekerjaan

5. Safety Psychology

Tanggapan saudara

Contoh :
Yang saya lakukan selama ini adalah
Membersihkan tempat ini sehabis
kerja.

1. Kelihatannya

tidak

memperlihatkan

seorangpun
apa

yang

dikatakan oleh pekerja.


2. Saya memahami aturan yang baru
itu tapi aturan yang lama banyak
sekali pengecualiannya.
3. Saya tidak percaya mengapa anda
memberikan pekerjaan itu pada
saya lagi.
4. Dia adalah seorang pengawas
yang baik dan adil.
5. Itu kelihatannya seperti gagasan
yang bagus tapi saya tidak mau
tahu.
6. Anda tahu saya membaca buku
petunjuk bagi pekerja yang baru,
akan

tetapi

panjang

tulisannya

amat

kurang

jelas

jika

saya

peralatan

yang

dan

maksudnya.
7. Perasaanku
mendapatkan
diperlukan,

maka

saya

dapat

melakukan pekerjaan ini.


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -70/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

5.6. Menetapkan sasaran, melakukan tindak lanjut, dan menjaga


komunikasi
Penetapan Sasaran
Penetapan sasaran memberikan pendekatan sistematis terhadap diskusi,
perencanaan dan peninjauan kemampuan kerja masing-masing pekerja saudara.
Penetapan sasaran akan membantu para pekerja untuk dapat lebih mengerti
mengenai tanggung jawabnya, kriteria yang akan digunakan untuk meninjau cara
kerjanya dan cara agar mereka cepat memperbaikinya.
Sebagai seorang pengawas, saudara akan memperoleh keuntungan dari
penetapan sasaran karena saudara akan mempunyai :
-

Suatu kerangka kerja di dalam mana saudara dapat melakukan komunikasi


dengan para pekerja saudara secara terus menerus.

Kriteria tujuan yang digunakan dalam penilaian performasi kerja dari setiap
pekerja.

Cara-cara untuk membantu para pekerja dalam memperbaiki performasi dan


untuk memperbaiki performasi departemen saudara secara keseluruhan.

Dokumentasi

yang

lebih

baik

untuk

mengambil

keputusan

dalam

kepegawaian.
Para pekerja akan mendapat keuntungan dari penetapan sasaran karena :
-

Mereka akan mengerti tentang tanggung jawabnya dan apa saja yang
diharapkan atasannya tentang hasil kerjanya.

Mereka akan mengetahui dasar kriteria yang digunakan dalam penilaian hasil
kerjanya.

Rencana mereka akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan


masing-masing individu.

Partisipasi langsung mereka di dalam proses akan membantu memotivasi


mereka untuk mengerjakan tugasnya lebih baik.

Mereka akan terdorong untuk sering berkomunikasi dengan saudara.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -71/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

Faktor-faktor untuk mempertimbangkan kapan saat penetapan sasaran


1. Akankah semua orang setuju terhadap kriteria penampilan yang ada atau apa
yang belum dikenal/dijumpai.
2.

Dapatkah penampilan diukur.

3.

Sasaran-sasaran yang sulit dan menentang, akan tetapi secara potensial


dapat dicapai.

4.

Cara mengekspresikan sasaran


- Akurasi

- Kuantitas

- Ketepatan waktu

- Laju

- Kelengkapan

- Biaya

- kualitas

- Skala bebas

5. Penetapan sasaran yang bersifat pertisfasi.


Merupakan motivasi tambahan untuk berpartisipasi dalam penetapan sasarannya
sendiri dan khususnya yang mengarah pada pendapatan sasaran. Untuk dapat
melakukan hal ini secara efektif, pekerja perlu mengetahui nilai-nilai dari
perbaikan penampilan mereka.
6. Sasaran individu dan kelompok.
Sasaran dapat dikembangkan untuk suatu kelompok (grup) kerja juga bagi
individu anggota dari kelompok kerja. Seorang praktikan, sebagai contoh bisa
mempunyai sasaran yang berbeda dengan anggota kelompok lain yang lebih
berpengalaman.
7. Garis dasar
Merupakan hal yang penting untuk terlebih dahulu menentukan bagaimana
seseorang individu atau kelompok melaksanakan suatu kerja guna penetapan
sasaran. Pengevaluasian gerakan menuju sasaran terhadap titik acuan yang
telah ditentukan merupakan faktor yang menarik.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -72/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

8. Umpan balik periodik


Permotivasian hendaknya dekat dengan bagaimana yang saudara lakukan.
Hanya melalui sistem umpan balik cepat suatu penampilan dapat dikoreksi, jika
diperlukan dalam situasi dimana tidak ada pengukuran yang ditetapkan, mungkin
perlu mendisain salah satu guna menentukan progres.
Menentukan tanggal tindak lanjut
Penetapan tanggal tindak lanjut, seperti halnya sasaran harus ditentukan untuk
meningkatkan kemungkinan yang akan terjadi.
Suatu persetujuan guna meningkatkan kemungkinan yang akan terjadi. Suatu
persetujuan guna mendapatkan kebersamaan kadang-kadang untuk suatu
perbincangan atau suatu janji kepada pekerja secara cepat dengan suatu
jawaban akan menurunkan kemungkinan peristiwa yang tak diinginkan terjadi.
Dengan membuat spesifik mungkin adalah tentang tanggal, waktu dan tempat
yang realistis, 2 hal akan terjadi :
1. Perjanjian (appointment) akan dipertahankan
2. Harga diri pekerja akan ditingkatkan realisasi bahwa pengawas betul-betul
memperhatikan tentang penjajahan perjanjian kembali dengan suatu jawaban.
Memupuk Komunikasi
Jika telah timbul suatu diskusi antara supervisor dengan pekerja maka penting
sekali supervisornya melanjutkannya dengan mereka mengenai topik yang sama.
Tindak lanjut oleh supervisor dapat dilaksanakan pada suatu waktu yang tepat,
tidak lama setelah diskusi pertama agar para pekerja merasa puas dengan hasil
pemecahannya.
Memupuk komunikasi akan menimbulkan :
1. Kepuasan para pekerja
2. Menghargai harga diri para pekerja dengan memperhatikan yang diberikan
oleh supervisornya.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -73/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

A. Hierasi Kebutuhan
1. Bekerja sama dengan orang-orang pertama supervisor harus mengerti
apa yang diinginkan baik sebagai perorangan maupun sebagai
kelompok.
2. Semua orang mempunyai keinginan yang sama.
Orang-orang mempunyai keinginan untuk memenuhi keinginan tertentu
baik secara fisik maupun yang sangat komplex dan fisiologis.
a. Kebutuhan fisik (pakaian, makanan, perumahan)
Kebutuhan mendasar sandang, pangan, papan.
b. Kebutuhan Pengaman
Suatu kepercayaan terhadap kelangsungan hidup yang aman.
c. Kebutuhan Pengamanan
Suatu perasaan kemasyarakatan / sosial memerlukan seseorang
melindungi dan mengurus saudara.
d. Harga diri
Memerlukan perasaan dianggap penting memerlukan pengakuan
dari orang lain.
e. Kepuasaan diri
Kerjasama dengan anggota keluarga, lingkungan sosial.
3. Kebutuhan harus dipenuhi secara lambat laun.
4. Orang-orang akan mengambil resiko untuk memperoleh kembali
kebutuhan minimalnya
5. Kebutuhan yang menggembirakan akan mengurangi motivasinya.
a. Untuk dapat mengerti apa yang memotivasi orang, saudara harus
mengetahui apa yang diperolehnya.
b. Perlu diketahui bahwa kebutuhan orang-orang bervariasi dari hari
kehari memerlukan perubahan pada jangka waktu tertentu.
B. Peran seorang supervisor sebagai pimpinan
1. Pada saat ini sebagian besar dari orang-orang memerlukan kebutuhan
dasar dan pengamanan yang dipenuhi dengan baik. Maka dari itu bukan
merupakan motivator minimal.
2. Kebutuhan penghargaan merupakan motivasi yang besar.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -74/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

C. Cara-cara kepemimpinan
1.

Mari kita memfokus kepemimpinan yang memupuk harga diri yang


disamping itu dapat memupuk suatu produktivitas yang tinggi.

2.

Kita membicarakan mengenai komponen-komponen kepemimpinan,


ada beberapa macam manajemen. Semua macam pengawasan
mempunyai 2 komponen dasar ialah:
a. Perhatian terhadap pegawai
b. Perhatian terhadap produksi
c. Apa contohnya mengenai a
d. Apa contohnya menenai b

3.

Kedua macam a dan b tidak tergantung antar satu sama lain.

4.

Merupakan suatu perhatian yang keliru bahwa para supervisor


berorientasi kepada produksi tidak dapat memberikan perhatian
terhadap pegawai-pegawainya.

5.

Coba sebutkan apa yang kita inginkan dari macam kepemimpinan di


bawah ini :
1. Laisser faire
2. Supervisor seperti di Country Club menghindari konflik
3. Supervisor yang ditaktonis
4. Supervisor yang menginginkan kompromi

6.

Dalam training ini kita tambahkan mengenai situasi


a.

Semuanya tergantung kepada situasi

b.

Supervisor seperti no.5 di atas adalah yang paling baik, dan ia


mampu untuk merubah cara-caranya yang tergantung pada situasi
dan kondisi

7.

Beberapa titik kunci yang harus diperhatikan :


a.

Macam kepemimpinan apapun yang saudara lakukan, saudara


laksanakan dalam bermacam situasi.

b.

Disini kita fokuskan pada macam seperti no. 5 dalam hal mana
seorang supervisor sangat fleksibel yang dapat berubah sesuai
situasinya.

8.

Sangat

mudah

untuk

dimengerti,

bahwa

berdasarkan

teori

keseimbangan (balance theory).


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -75/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

Bahwa seseorang akan bertindak dengan cara yang seimbang dengan


yang dia anut.
a. Lebih baik saudara merasa berkompeten, saudara akan bekerja
lebih berkompeten.
b. Lebih besar kesuksesan saudara, saudara akan mempunyai
kemungkinan mencapai kesuksesan di kemudian hari.
c. Jika saudara merasa tidak berkompeten maka saudara akan
bekerja secara tidak berkompeten
9. Seorang supervisor yang memfokuskan kepada sesuatu secara negatif.
Maka para pegawainya akan merasakan adanya perbedaan dan
perselisihan.
a. Hasil keberhasilan adalah sukses
b. Hasil dari ketidakmampuan adalah kegagalan
10. Memahami para pegawainya
a. Tiada suatu pemecahan yang mudah mengenai pelanggaran
terhadap peraturan keselamatan kerja
Para supervisor yang kita selalu terima adalah :
I.

Para

pegawai

yang

melakukan

tindakan

tidak

aman

memerlukan training
II.

Jika mereka diperintah untuk melaksanakan pekerjaan,


mereka akan melakukannya

III.

Kecelakaan itu akibat kesalahannya, bukan kesalahan kerja


manajemen

IV. Tiap

orang

menginginkan

melaksanakan

pekerjaannya

secara aman
b. Para pegawai yang baru dipindahkan ke lingkungan kerja baru
harus memperoleh training

terlebih dahulu sebelum mereka

memulai bekerja.
1. Manajemen memperlihatkan secara sungguh-sungguh tentang
usaha pencegahan kecelakaan.
2. Kecelakaan-kecelakaan dapat dicegah
3. Manajemen bertanggung jawab menyediakan suatu lingkungan
kerja yang nyaman.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -76/306

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5. Safety Psychology

4. Tiap pegawai diharapkan sekali untuk melaporkan semua


keadaan yang tidak aman kepada supervisornya.
5. Supervisor akan memberikan instruksi tentang keselamatan
kerja kepada para pegawainya.
6. Tidak seorangpun yang harus melaksanakan pekerjaannya yang
tidak aman.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

Hal -77/306