Anda di halaman 1dari 2

Fraktur

SOP

DHARMOTAMMA SATYA

PRAJA

No Dokumen

:SK......

No Revisi

Tanggal
Terbit

:...FEBRUARI 2016

Halaman

:1
drg.DJUWINARTI

PUSKESMAS
AMBARAWA

NIP. 196008251989032002

1. Pengertian

: Suatu kejadian dimana kepala mengalami trauma

2. Tujuan

: Sebagai acuan penerapan langkah-langkah bagi petugas di Puskesmas


dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sehingga dapat
meningkat kualitas hidup pelanggan.

3. Kebijakan
4. Referensi

: Keputusan Kepala Puskesmas Ambarawa No........ tentang


Pelayanana Klinik & Evaluasi
: Buku pedoman pengobatan dasar puskesmas, Departemen
Kesehatan 2007

5. Prosedur

1. Persiapan Alat
a. Petugas menggunakan alat pelindung diri (kaca mata safety, masker,
handscoen, scort
b. Neckcollar
c. Suction lengkap
d. Oksigen lengkap
e. Infus set
f. Cairan ringer lactat
g. Pulse oksimetri
h. Papan Bidai
i. Perban
2. Pelaksanaan tindakan
a. Petugas menggunakan alat pelindung diri (kaca mata safety, masker,
handscoen, scort
b. Bersihkan jalan nafas dari kotoran (darah, secret, muntah) dengan
c.

suction)
Imobilisasi C spine dengan neck collar bila dicurigai adanya cidera

vertebra cervicalis
d. Pertahankan breathing dan ventilation dengan memakai masker

oksigen atau nasal canul dan berikan oksigen 100 % diberikan


dengan kecepatan 2-12 Liter/menit
e. Monitor circulasi dan stop perdarahan, berikan infus RL 1-2 liter bila
ada tanda-tanda syok dan gangguan perfusi, hentikan perdarahan
luar dengan cara balut tekan.
f. Periksa tanda lateralisasi dan nilai Glasgow Coma Scale nya
g. Periksa seluruh tubuh pasien dan cari tanda-tanda fraktur
h. Bila ditemukan tanda fraktur atau kecurigaan fraktur, lakukan bidai
pada bagian tubuh pasien dengan menggunakan papan bidai yang
melewati dua buah sendi.
i. Pada Fraktur Klavikula, bidai dilakukan dengan menggunakan bidai
ransel.
j. Bila ditemukan fraktur terbuka, bersihkan daerah luka dengan cairan
NaCl 0,9%, kemudian tutup dengan kasa basah dan bebat tekan.
Luka tidak perlu dijahit kecuali bila perdarahan masif dan tidak
dapat dikontrol.
k. Selimuti tubuh penderita setelah diperiksa seluruh tubuhnya, jaga
jangan sampai kedinginan.
l. Rujuk pasien ke rumah sakit