Anda di halaman 1dari 15

BIOKIMIA FARMASI

KELOMPOK 11

MEKANISME KERJA ENZIM SCHARDINGER


FIFIN ARIESTA SETIANI (201310410311063 )
FATMAWATI FATIMAH S (201310410311131)

ONELIA I.S.

ASSRIANI PRAMITA

WAHIDATIN NABILA

(201410410311226)

(201410410311067)

(201410410311256)

Tujuan praktikum
Tujuan pada praktikum kali ini adalaha ntuk mengetahui kerja enzim
schardinger pada berbagai kondisi

Prinsip praktikum
Enzim schardinger

Xanthin oksidase

Mengkatalis oksidasi
hipoxanthin

Xanthin dan oksidasi


xanthin
Asam urat

Xanthine
dehidrogenase
Dehidrogenasi
aldehid
Hidrogen lepas
ditangkap oleh
akseptor

Dasar teori
Susu mengandung suatu enzim yang mengkatalis oksidasi macam-macam
aldehid menjadi asam. Reaksinya berlangsung secara anaerobik dan dapat
ditunjukkan bila ada akseptor hidrogen yang sesuai seperti methyelen blue.
Jalannya reaksi dapat dilihat dari perubahan warna bila (bentuk oksidasi )
menjadi tak berwarna/ putih (bentuk reduksi ) ( patong 2009)
Enzim schardinger merupakan enzim yang termasuk golongan enzim
oksidase yang terdapat di dalam susu sapi dan dikenal sebagai enzim xanthine
oksidase karena dapat mengoksidasi xanthin. Enzim ini juga dapat
mengoksidase aldehid. Gugus aldehid bertindak sebagai donor hidrogen.
methylen blue biasanya digunakan sebagai uji kesegaran susu. Dimana enzim
schardinger yang terdapat di dalam susu mengkatalis oksidasi formaldehid
menjadi asam-asam dalam suasana anaerob yang terlihat dari perubahan
warna biru karena penambahan methylene blue sehingga menjadi putih.
Penambahan methylen blue sebagai akseptor hidrogen yang mana dalam susu
akan berubah menjadi putih bila tereduksi oleh enzim dalam susu

Enzim schardinger (susu sapi )


Susu sapi adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh
kelenjar susu mamalia , salah satunya manusia. Susu adalah sumber gizi
utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu
binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega,
yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk
konsumsi manusia.
Setiap 100 gram susu terkandung panas sebesar 70.5 kilokalori, protein
sebanyak 3.4 gram, lemak 3.7 gram, mengandung kalsium sebesar 125
miligram, sementara prosentase penyerapan dalam tubuh sebesar 98%
100%.
Di dalam susu terkandung vitamin B2 dan vitamin A, selain protein juga
terdapat macam-macam asam amino yang penting untuk pertumbuhan tubuh

Menurut Wirahadikusumah (1989), yang menyatakan


faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah
sebagai berikut:
1. Temperatur, karena enzim tersusun dari protein, maka
enzim sangat peka terhadap temperatur. Temperatur yang
tinggi dapat menghambat reaksi. Pada umumnya
temperatur optimum enzim adalah 30-400C. Kebanyakan
enzim tidak menunjukkan reaksi jika suhu turun sampai
sekitar 00C, namun enzim tidak rusak. Bila suhu normal
kembali, maka enzim akan aktif kembali. Enzim tahan pada
suhu rendah, namun rusak di atas suhu 500C.
2. Perubahan pH, karena dapat mempengaruhi perubahan
asam amino kunci pada saat sisi aktif enzim sehingga
menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya. pH
enzim optimum berbeda-beda tergantung jenis enzimnya.

Alat dan bahan


Alat :
1. Tabung reaksi (3 buah )
2.
3.
4.
5.

Bahan :
1. susu( enzim

schardinger)
Pipet tetes
2.Methylen Blue
Rak tabung reaksi
3.Aquades
Beaker glass
4.Paraffin liquid
Inkubator

Bagan Alir

Hasil praktikum
Gambar . Larutan tabung P, Q, R setelah diinkubasi selama 15
menit

Gambar . Larutan tabung P, Q, R setelah penambahan metilen


blue

Gambar Larutan tabung P, Q, R setelah diinkubasi selama 30


menit
Gambar . Larutan tabung P setelah penambahan paraffin cair
Gambar Larutan tabung P, Q, R
setelah diinkubasi dan dibiarkan
selama 5 menit

Perbandingan hasil semua kelompok

Pembahasan
Pada praktikum kali ini, kelompok kami melakukan percobaan pada
mekanisme kerja enzim schardinger. Percobaan ini bertujuan untuk
mengetahui reaksi atau kerja enzim schardinger terhadap susu sapi
dengan bantuan indikator methylene blue. Bahan yang digunakan yaitu
susu sapi segar yang mentah, susu sapi segar yang sudah dimasak
sampai mendidih (masing-masing 3 ml), methylene blue formaldehid 6
tetes, dan paraffin cair 8 tetes atau lebih secukupnya. Buatlah tiga
tabung (P,Q,R) dengan tabung P berisi susu sapi segar yang mentah 3
ml, methylene blue formaldehid 6 tetes dan pararffin cair hingga
membentuk lapisan pada permukaan larutan. Pada tabung Q berisi susu
sapi segar yang mentah 3 ml dan methylene blue formaldehid 6 tetes.
Pada tabung R berisi susu sapi segar yang telah dimasak mendidih 3 ml
dan methylene blue formaldehid 6 tetes. Setelah semua selesai,
masukkan ke dalam incubator selama 30 menit. Amati perubahan warna
pada masing-masing tabung sebelum dan sesudah di inkubasi.

Hasil perubahan warna setelah di inkubasi terlihat berbeda. Pada tabung P


sebelumnya tabung berwarna biru berubah menjadi warna putih seluruhnya. Enzim
schardinger merupakan oksigen yang terlarut untuk mengoksidasi formaldehid
menjadi asam karboksilat. Akibatnya methylene blue akseptor hidrogen dari asam
akan berubah menjadi putih. Selain itu, paraffin cair berfungsi sebagai pengikat
hidrogen agar tidak keluar ke udara dan membantu kerja dari methylene blue..
Pada tabung Q sebelumnya berwarna biru berubah menjadi terbentuk 2 lapisan
yaitu warna biru muda di atas dan putih dibawahnya , tetapi hal itu terjadi ketika
inkubasi pada menit ke 15 dan kembali lagi menjadi warna putih seperti semula.
Hal tersebut terjadi karena enzim juga mengoksidasi formaldehid menjadi asam
karboksilat. Namun methylene blue tidak dapat menangkap hidrogen seluruhnya
karena tidak ada bantuan dari paraffin cair untuk melapisi dari oksigen bebas
sehingga warna larutan tidak berubah seluruhnya. Pada tabung R sebelumnya
tabung berwarna biru dan setelah di inkubasi warnanya tidak berubah (tetap biru)
karena enzim schardinger telah terdenaturasi pada saat susu dimasak sehingga
enzim tidak dapat mengoksidasi formaldehid menjadi asam karboksilat dan tidak
ada hidrogen yang ditangkap oleh methylene blue.

kesimpulan
Enzim schardinger terdiri dari dari dua jenis yaitu xanthin oksidase dan xanthin
dehidrogenase. Xanthin oksidase mengkatalisis oksidasi hypoxanthin menjadi xanthin
dan oksidase xanthin menjadi asam urat. Dan xanthin dehidrogenase juga
mengkatalisis dehidrogenasi aldehid. Enzim schradinger dapat ditemukan didalam
susu.
Dari praktikum kali ini, kami mendapat data bahwa pada tabung P setelah diinkubasi
warnanya tetap putih setelah diinkubasi pada suhu 37C, hal ini dikarenakan adanya
penambahan paraffin cair yang dapat mencegah kontak dengan udara (O 2) sehingga
mendukung kerja enzim schardinger yang bekerja secara anaerob. Sedangkan pada
tabung Q, terdapat sedikit lapisan biru setelah diinkubasi karena oksigen dapat kontak
dengan methylene blue, namun reaksinya berlangsung lambat sehingga lapisan biru
yang terbentuk hanya sedikit. Lalu pada tabung R, baik sebelum maupun sesudah
diinkubasi warnanya tetap biru karena enzim schardinger rusak pada pemanasan.
Perbandingan yang bisa dilihat pada hasil dari kelompok lain, menyatakan bahwa
percobaan yang dilakukan memberikan hasil yang hampir sama, perbedaan hanya ada
pada tabung Q. Karena setelah inkubasi, warna larutan dari sebagian kelompok
berwarna putih, dan sebagian kelompok berwarna putih dan terdapat lapisan biru. Hal
ini disebabkan karena semakin banyak methylene blue maka semakin cepat larutan
menjadi putih kembali.