Anda di halaman 1dari 20

CHAPTER 18

AKUNTANSI KEUANGAN
MENENGAH II

PENGAKUAN PENDAPATAN

Nama Kelompok :
1.Teguh Pambudi Nuryanto (142140140)
2.Silvina Nisa
3.Vivit Fitriani
4.Astuti Handayani

DEFINISI Pendapatan
PSAK 23 Paragraf 6:
Arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang
timbul dari aktivitas normal perusahaan
selama satu periode bila arus masuk tersebut
mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak
berasal dari kontribusi penanam modal.
Pendapatan timbul dari transaksi dan peristiwa
ekonomi:
Penjualan barang;
Penjualan jasa; dan
Penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak-pihak lain
yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen.

Pengungkapan
Pendapatan
Pengungkapan Pendapatan menurut PSAK No
34 & 35 Perusahaan harus mengungkapkan:
Kebijakan akuntansi yang dianut untuk pengakuan
pendapatan termasuk metode yang dianut untuk
menentukan
tingkat
penyelesaian
transaksi
penjualan jasa;
Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan
yang diakui selama periode tersebut;
Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran
barang atau jasa dimasukkan dalam setiap kategori
yang signifikan dari pendapatan;
Pendapatan yang ditunda pengakuannya.

Pengukuran Pendapatan
PSAK 23 paragraf 8: diukur dengan
nilai wajar imbalan yang diterima
atau
yang
dapat
diterima
perusahaan
dikurangi
jumlah
diskon dagang dan rabat volume
yang
diperbolehkan
oleh
perusahaan.

Pengakuan Pendapatan
Pengakuan adalah pencatatan jumlah
rupiah secara resmi ke dalam sistem
akuntansi sehingga jumlah tersebut
tercermin dalam statement keuangan.
Secara konseptual pendapatan hanya
dapat diakui kalau memenuhi kualitas
keterukuran (measuribility) dan
keterandalan (reliability).

Pengakuan Pendapatan (SFAC No. 5): pendapatan diakui pada


saat:
(1)direalisasi (realized), dan
(2)diperoleh (earned).
Empat transaksi pendapatan yang diakui adalah:
1.Pendapatan yang berasal dari penjualan diakui pada tanggal
terjadinya transaksi. Biasanya diartikan sebagai tanggal penyerahan
barang kepada pembeli.
2.Pendapatan yang berasal dari penjualan jasa, diakui pada saat jasa
telah diselesaikan dan dapat ditagihkan ke pembeli.
3.Pendapatan dari pemberian ijin menggunakan aktiva perusahaan,
seperti bunga, sewa, dan royalti, diakui sejalan dengan berlalunya
waktu atau pada saat aktiva tersebut digunakan.
4.Pendapatan dari penjualan aktiva tetap, diakui pada saat terjadinya
penjualan

Transaksi Pendapatan
Jenis Transaksi

Penjualan Produk
dari Persediaan

Uraian
Pendapatan

Pendapatan dari
Penjualan

Waktu
Pengakuan
Pendapatan

Tanggal Penjualan
(tgl penyerahan)

Pemberian Jasa

Pendapatan dari
Fee atau Jasa

Jasa sudah
dilaksanakan dan
dapat ditagih

Memperbolehkan
penggunaan
aktiva

Pendapatan dari
bunga, sewa dan
royalti

Dengan berlalunya
waktu atau ketika
aktiva digunakan

Penjualan Aktiva
Selain Persediaan

Keuntungan atau
kerugian dari
disposisi

Tanggal Penjualan
atau Pertukaran

Pengakuan Pendapatan Transaksi


Penjualan Produk
1. Pengakuan pendapatan pada saat
penjualan (penyerahan)
2. Pengakuan pendapatan sebelum
penyerahan
3. Pengakuan
pendapatan
setelah
penyerahan
4. Pengakuan
pendapatan
untuk
transaksi
penjualan
khusus
(konsinyasi)

Pengakuan pendapatan pada saat


penjualan (penyerahan)
Berlaku
umum.
diperhatikan :

Namun

yang

harus

1.Penjualan dengan perjanjian beli kembali. Resiko


kepemilikan tetap di penjual. Persediaan diparkir di
perusahaan lain. Sehingga melanggar prinsip pengakuan
pendapatan
2.Penjualan dengan hak retur. Bisa terjadi tingkat retur yang
tinggi, sehingga terjadi penundaan pelaporan penjualan
sampai hak retur habis. Sehingga muncul penjualan
konsinyasi Dalam penjualan konsinyasi, pendapatan baru
diakui setelah terjadi penjualan dan penyerahan barang dari
komisioner (consignee) kepada pembeli.

Pengakuan pendapatan sebelum


penyerahan
Contohnya : akuntansi untuk kontrak konstruksi jangka
panjang yang memungkinkan penerapan metode
prosentase penyelesaian.

Dua metode akuntansi :


1. Metode persentase penyelesaian
Konstruksi dlm proses
**) xxx
Tagihan konstruksi dlm proses xxx
**) Biaya konstruksi + laba sampai hari ini
2. Metode kontrak selesai
Pendapatan dan laba diakui saat kontrak selesai
Jurnal sama yang beda
**) Biaya konstruksi diakumulasi

Pengakuan
Pengakuan Pendapatan
Pendapatan Sebelum
Sebelum Pengiriman
Pengiriman
Harus menggunakan metoda Percentage-of-Completion jika
estimasi kemajuan pekerjaan, pendapatan, dan kos secara layak
dapat dipercaya dan seluruh kondisi berikut ada:
1. Kontrak secara jelas menetapkan enforceable rights (pembeli dan
penjual mendapat hak yang dapat dipaksakan pemberlakuannya)
terkait dengan barang atau jasa yang akan diberikan dan diterima
oleh pihak yang terlibat dalam kontrak, imbalan yang akan
dipertukarkan serta cara dan syarat penyelesaiannya.
2. Pembeli dapat diharapkan memenuhi seluruh kewajibannya.
3. Kontraktor dapat diharapkan melaksanakan pekerjaan sesuai
kontrak.

Pengakuan
Pengakuan Pendapatan
Pendapatan Sebelum
Sebelum Pengiriman
Pengiriman
Perusahaan harus menggunakan metoda Kontrak
Selesai jika satu diantara kondisi berikut ini terpenuhi :
1. Perusahaan memiliki kontrak jangka pendek, atau
2. Perusahaan tidak dapat memenuhi kondisi untuk
menggunakan metoda persentase penyelesaian, atau
3. Ada bahaya yang melekat (inherent hazards) dalam
kontrak di luar kondisi normal, yang menimbulkan
risiko bisnis.

Percentage-of-Completion Method
Pengukuran Kemajuan Pekerjaan
Ukuran yang paling populer adalah cost-to-cost basis (dasar
biaya terhadap biaya).
Biaya yg tjd sampai tgl ini
Estimasi paling akhir total biaya selesai

Persentase
Penyelesaian

Persentase penyerapan biaya dapat digunakan untuk menaksir


persentase pendapatan atau laba kotor kontrak jangka
panjang.

Rasio % biaya thd estimasi total by


diterapkan pd total pendapatan atau
estimasi total laba kotor atas kontrak
tsb utk mendptkan jml pendapatan atau
laba kotor yg akan diakui sampai tgl ini.

% Penyelesaian x estimasi ttl pendptan = Pendapatan (atau laba kotor)


(atau laba kotor)
yg akan diakui sampai tgl ini

Untuk tahu jml pendapatan dan laba kotor


yg diakui tiap periode dengan rumus :

Pendapatan
Yg diakui
Sampai tgl ini

Pendapatan
Yg diakui
Periode sblmnya

Pendapatan
Periode berjalan

Contoh 1:
PT Global menandatangani kontrak yang dimulai pada bulan Juli 2004 untuk
membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesar Rp9.000.000.000.
Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober 2006, dengan taksiran
biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005, taksiran biaya penyelesaian
naik menjadi Rp8.100.000.000. Berikut ini data lain yang berkaitan dengan
kontrak tersebut:
Keterangan
Biaya s/d. tahun
Taksiran Bi. Peny. Sisa kontr
Tagihan Kontrak
Kas yang diterima

2004

2005

2006

Rp2.000.000.000 Rp5.832.000.000 Rp8.100.000.000


6.000.000.000
2.268.000.000
1.800.000.000
4.800.000.000
2.400.000.000
1.500.000.000
3.500.000.000
4.000.000.000

2004
Laporan Laba-Rugi:
Pendapatan dari Kontrak Jangka panjang
Biaya Konstruksi
Laba Kotor
Neraca per 31/12:
Aktiva Lancar:
Piutang Dagang
Persediaan:
KDP
Rp2.250.000
Penagihan KDP
1.800.000
Biaya dan Laba Diakui
Kewajiban Lancar:
Penagihan (6.600.000) dan Laba
Diakui (6.480.000)

2005

Rp2.250.000
2.000.000
Rp 250.000

Rp4.230.000
3.832.000
Rp 298.000

Rp300.000

Rp1.600.000

2006
Rp2.520.000
2.268.000
Rp 252.000

Rp450.000
Rp 120.000

Catatan 1.: Ikhtisar Kebijakan Akuntansi


Kontrak Konstruksi Jangka Panjang. Perusahaan mengakui pendapatan dan melaporkan laba kontrak konstruksi
jangka panjang, dengan metoda persentase penyelesaian. Kontrak ini umumnya melebihi jangka waktu satu tahun.
Pendapatan dan laba diakui setiap tahun atas dasar perbandingan biaya yang terjadi dengan total estimasi biaya.
Biaya yang masuk dalam konstruksi dalam proses adalah bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.
Biaya administrasi dan umum, dibebankan pada periode terjadinya, dan tidak dialokasikan ke kontrak konstruksi

Metoda Kontrak Selesai


Perusahaan pengakui pendapatan dan laba kotor hanya pada saat
penjualan, yaitu ketika kontrak telah diselesaikan.
Dengan metoda ini, perusahaan mengakumulasi kos kontrak
jangka dalam proses, namun tidak perlu melakukan pengakuan
periodik untuk pendapatan, kos, dan laba kotor.

2004

2005

Laporan Laba-Rugi:
Pendapatan dari Kontrak Jangka panjang
Biaya Konstruksi
Laba Kotor
Neraca per 31/12:
Aktiva Lancar:
Piutang Dagang
Persediaan:
KDP
Rp2.000.000
Penagihan KDP
1.800.000
Biaya dan Laba Diakui
Kewajiban Lancar:
Penagihan (6.600.000) di atas biaya
konstruksi (5.832.000)

2006
Rp9.000.000
8.100.000
Rp 900.000

Rp300.000

Rp1.600.000

Rp200.000
Rp 758.000

Catatan 1.: Ikhtisar Kebijakan Akuntansi


Kontrak Konstruksi Jangka Panjang. Perusahaan mengakui pendapatan dan melaporkan laba kontrak konstruksi
jangka panjang, dengan metoda kontrak selesai. Kontrak ini umumnya melebihi jangka waktu satu tahun. Biaya
kontrak dan penagihan diakumulasi selama periode konstruksi, namun tidak ada pendapatan dan laba diakui sampai
diselesaikannya kontrak. Biaya yang masuk dalam konstruksi dalam proses adalah bahan baku, tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead. Biaya administrasi dan umum, dibebankan pada periode terjadinya.

Rugi Kontrak Jangka Panjang


Dua Metoda:
Rugi periode berjalan pada kontrak yang menguntungkan
Persentase penyelesaian: estimasi kenaikan kos pada periode

sekarang untuk menyesuaikan laba kotor periode sebelumnya.

Rugi pada seluruh proyek


Pada kedua metoda, perusahaan harus mengakui rugi pada

periode sekarang untuk seluruh rugi proyek.