Anda di halaman 1dari 5

b.

Sistim flowchart dari Spice is Right

Mulai

Input
data
barang
dan
pemasok

Pesanan
Pembelian

Lap.
Penerimaanb
rg dagang

Posti
ng
GL

GL

c. Kelemahan pengendalian internal berdasarkan SAS 78/COSO:


1. Otorisasi transaksi
Perusahaan harus mengawasi setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Setiap transaksi
tersebut harus melalui otorisasi pihak yang berwenang, misalkan manajer. Manajer pembelian
harus mengetahui terlebih dahulu apakah agen pembelian tepat dalam mengajukan pesanan
pembelian jenis barang dagang tertentu serta pihak pemasok yang dipilih. Ketika manajer telah
menyetujui, pesanan pembelian tersebut harus dikirim terlebih dahulu ke bagian keuangan
sebelum transaksi pembelian barang dagang dilakukan. Selain itu, otorisasi juga diperlukan
ketika barang dagangan telah diterima dari pihak pemasok. Hal ini untuk memastikan bahwa
barang dagangan tersebut dalam keadaan baik (tidak ada yang cacat) dan sesuai pesanan (baik
jumlah maupun kualitas). Otorisasi transaksi ini dapat dilakukan secara digital menggunakan
enkripsi sehingga file (data) akan secara otomatis dapat terdokumentasi.
2. Pemisahan/ pembagian tugas
Perusahaan harus melakukan pembagian tugas pengotorisasian, pencatatan, dan penyimpanan.
Fungsi otorisasi dilakukan oleh pihak berwenang atau diberi kewenangan, misal manajer, untuk
menyetujui atau tidak menyetujui transaksi. Hal ini untuk menghindari trasaksi fiktif atau upaya
pencurian atau penggelapan asset perusahaan. Fungsi pencatatan dimulai dari menyiapkan
dokumen, memelihara database, menyiapkan rekonsiliasi, hingga menyiapkan laporan. Fungsi
penyimpanan terkait dengan penanganan asset fisik perusahaan, termasuk penerimaan cek yang
dikirim dari pihak ketiga (misal pemasok). Pemisahan tugas ini dapat lebih terintegrasi jika
didukung dengan sistem yang terkomputerisasi.
3. Supervisi
Supervisi dilakukan oleh pihak yang berwenang atau memiliki kewenangan. Supervisi perlu
dilakukan untuk menjaga agar operasi perusahaan berjalan sesuai prosedur. Perlu dibentuknya
komite pengarah, rencana strategis dan pengembangan, jadwal kerja, pengukuran kinerja dan
terakhir ialah tinjauan atau evaluasi kinerja. Supervisi yang lengkap seperti itu mendukung
operasi dan mencegah terjadinya kecurangan dalam perusahaan.
4. Pengendalian akses
Tidak semua pihak (karyawan) memiliki akses ke database perusahaan. Misalkan database
barang dagang hanya bisa diakses oleh bagian pembelian dan gudang. Akses pun harus dibatasi
atas tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap database tersebut. Bagian pembelian hanya bisa
melihat jumlah barang dagang yang tersisa tanpa bisa mengubah jumlahnya, sedangkan bagian
gudang bisa mengupdate informasi tersebut (jumlah) ketika penerimaan pembelian barang
dagang tiba namun tidak bisa mengubah informasi tersebut secara langsung.

5. Pencatatan akuntansi
Pencatatan akuntansi sebaiknya dilakukan sesuai dengan metode yang tepat dan di waktu yang
sesuai. Ketika transaksi telah terjadi, pencatatan akuntansi harus segera dilakukan. Pencatatan
akuntansi yang terkomputerisasi pun mendukung operasi perusahaan, sehingga informasi lebih
terintegrasi.
6. Verifikasi independen
Verifikasi harus dilakukan dalam setiap terjadinya transaksi, atau paling tidak dilakukan secara
regular. Pihak yang melakukan verifikasi adalah seorang yang independen, bukan orang yang
melakukan operasi yang sebenarnya.

d. Design ulang flowchart system Spice Is Right