Anda di halaman 1dari 24

ASIDOSIS

DAN
ALKALOSIS
DISUSUN OLEH :
ANISSA RACHMANI
CHINTAYANI

NIKEN JUWITA CAHYANI

SEFTY FATIMAH

HAMIDAH RAFLANDASITI ASIYAH


HANA SOLIHAH FIRDAUS

APA ITU ASIDOSIS?

Asidosis adalah suatu keadaan di mana darah terlalu


banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit
mengandung
basa)
dan
sering
menyebabkan
menurunnya pH darah. Asidosis dikelompokkan
menjadi metabolik atau respiratorik, tergantung
kepada penyebab utamanya.

APA ITU
ALKALOSIS?

Alkalosis adalah suatu keadaan di mana darah terlalu


banyak
mengandung
basa
(atau
terlalu
sedikit
mengandung
asam)
dan
kadang
menyebabkan
meningkatnya pH darah. Alkalosis dikelompokkan menjadi
metabolik atau respiratorik, tergantung kepada penyebab
utamanya.

ASIDOSIS METABOLIK

ALKALOSIS METABOLIK

ASIDOSIS RESPIRATORIK

ALKALOSIS
RESPIRATORIK

DEFINISI
Asidosis Metabolik adalah keasaman darah yang berlebihan,
yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah.
Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH,
darah akan benar-benar menjadi asam. Seiring dengan
menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan
lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan
asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah
karbondioksida.

EPIDEMIOLOGI
Mortalitas / Morbiditas
Mortalitas dan morbiditas pasien dengan
asidosis metabolik tergantung pada sifat
penyebab
dan
kemampuan
untuk
memperbaikinya.

ETIOLOGI
Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan ke dalam 3
kelompok utama :
Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi
suatu asam atau suatu bahan yang diubah menjadi asam.
Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui
metabolisme.
Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk
membuang asam dalam jumlah yang semestinya. Kelainan
fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis tubulus renalis (kelainan
bentuk ginjal).

PATOFISIOLOGI
Metabolisme sel menghasilkan karbondioksida (CO2). Oleh suatu proses
intraseluler yang reversible, CO2 bergabung dengan air membentuk asam
karbonat (H2CO3). Asam karbonat dapat terurai menjadi ion-ion hidrogen
dan ion-ion HCO3- secara reversible. Acidemia merupakan tahap dimana
terjadi peningkatan konsentrasi H+ dan diukur dalam unit pH. Sel
memiliki rentang perubahan pH yang sempit untuk berfungsi secara
optimal.
Terdapat dua mekanisme utama bagi sel untuk mempertahankan
konsentrasi H+ yang konstan. Sistem penyangga dari CO2 dan HCO3berperan penting. Respon utama terhadap asidosis metabolik adalah
peningkatan ventilasi, hasilnya berupa peningkatan ekskresi CO2 melalui
proses difusi di paru. Namun hal ini mengakibatkan pH darah menurun.

LANJUTAN

PATOFISIOLOGI
Selain itu kelebihan H+ dapat dikeluarkan melalui konversi ke CO2. Formula
untuk sistem penyangga yaitu H+ + HCO3H2CO3CO2 + H2O.
Mekanisme kedua untuk mempertahankan pH adalah dua respon bertahap dari
ginjal. Pertama, ion H+ diekskresikan dalam tubulus proksimal, dimana ion H+
tersebut bergabung dengan HCO3- untuk membentuk asam karbonat (H2CO3).
Pada perbatasan tubular sel, asam karbonat diubah menjadi CO2 dan Air, lalu
diabsorbsi kembali. Kedua, Bikarbonat dapat dibentuk kembali melalui proses
reverse dari sistem penyangga di paru (CO2 + H2O
H2CO3
H+ +
HCO3-). Oleh karena itu asidosis metabolik dapat terjadi ketika kedua respons
kompensasi ini gagal atau tidak berjalan.

KLINIS DAN TINDAKAN


Asidosis metabolik ringan bisa tidak menimbulkan gejala, namun biasanya
penderita merasakan mual, muntah dan kelelahan. Pernafasan menjadi lebih
dalam atau sedikit lebih cepat, namun kebanyakan penderita tidak
memperhatikan hal ini. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai
merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan
mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat
turun, menyebabkan syok, koma dan kematian.
Asidosis metabolik juga bisa diobati secara langsung. Bila terjadi asidosis ringan,
yang diperlukan hanya cairan intravena dan pengobatan terhadap penyebabnya.
Bila terjadi asidosis berat, diberikan bikarbonat mungkin secara intravena, tetapi
bikarbonat
hanya
memberikan
kesembuhan
sementara
dan
dapat
membahayakan.
KEMBALI

DEFINISI
Asidosis Respiratorik adalah keasaman darah yang berlebihan
karena penumpukan karbondioksida dalam darah sebagai akibat
dari fungsi paru-paru yang buruk atau pernapasan yang lambat.
Kecepatan dan kedalaman pernapasan mengendalikan jumlah
karbondioksida dalam darah. Dalam keadaan normal, jika
terkumpul karbondioksida, pH darah akan turun dan darah
menjadi asam. Tingginya kadar karbondioksida dalam darah
merangsang otak yang mengatur pernapasan, sehingga
pernafasan menjadi lebih cepat dan lebih dalam.

ETIOLOGI
Asidosis respiratorik terjadi jika paru-paru tidak dapat mengeluarkan
karbondioksida secara adekuat. Hal ini dapat terjadi pada penyakit-penyakit berat
yang mempengaruhi paru-paru, seperti:
- Emfisema
- Bronkitis kronis
- Pneumonia berat
- Edema pulmoner
- Asma
Asidosis respiratorik dapat juga terjadi bila penyakit-penyakit dari syaraf atau
otot dada menyebabkan gangguan terhadap mekanisme pernapasan. Selain itu,
seseorang dapat mengalami asidosis respiratorik akibat narkotika dan obat tidur
yang kuat, yang menekan pernapasan.

PATOFISIOLOGI

Gangguan pertukaran gas gas berhubungan dengan retensi


CO2, penurunan asupan oksigen, hipoventilasi. Pola napas
tidak efektif yang berhubungan dengan ganguan konduksi
elektrafikal peningkatan pH sel miokard. Gangguan perfusi
jaringan selebral yang berhubungan dengan peningkatan akut.

KLINIS DAN TINDAKAN


Gejala pertama berupa sakit kepala dan rasa mengantuk. Jika keadaannya
memburuk, rasa mengantuk akan berlanjut menjadi stupor (penurunan
kesadaran) dan koma. Stupor dan koma dapat terjadi dalam beberapa saat
jika pernapasan terhenti atau jika pernapasan sangat terganggu atau
setelah berjam-jam jika pernapasan tidak terlalu terganggu.
Ginjal berusaha untuk mengkompensasi asidosis dengan menahan
bikarbonat, namun proses ini memerlukan waktu beberapa jam bahkan
beberapa hari. Pengobatan asidosis respiratorik bertujuan untuk
meningkatkan fungsi dari paru-paru. Obat-obatan untuk memperbaiki
pernapasan bisa diberikan kepada penderita penyakit paru-paru, seperti
asma dan emfisema.

KEMBALI

DEFINISI

Alkalosis Metabolik adalah suatu keadaan di


mana darah dalam keadaan basa karena
tingginya kadar bikarbonat.

ETIOLOGI
Alkalosis metabolik terjadi jika tubuh kehilangan terlalu banyak asam.
Sebagai contoh adalah kehilangan sejumlah asam lambung selama
periode muntah yang berkepanjangan atau bila asam lambung
disedot dengan selang lambung (seperti yang kadang-kadang
dilakukan di rumah sakit, terutama setelah pembedahan perut).
Pada kasus yang jarang, alkalosis metabolik terjadi pada seseorang
yang mengonsumsi terlalu banyak basa dari bahan-bahan seperti
soda bikarbonat. Selain itu, alkalosis metabolik dapat terjadi bila
kehilangan natrium atau kalium dalam jumlah yang banyak
mempengaruhi
kemampuan
ginjal
dalam
mengendalikan
keseimbangan asam basa darah.

PATOFISIOLOGI

HCO3- naik
pH naik
Kompensasi Pa CO2 naik dengan cara paru paru
hipoventilasi

KLINIS DAN TINDAKAN


Alkalosis metabolik dapat menyebabkan iritabilitas (mudah
tersinggung), otot berkedut dan kejang otot atau tanpa gejala
sama sekali. Bila terjadi alkalosis yang berat, dapat terjadi
kontraksi (pengerutan) dan spasme (kejang) otot yang
berkepanjangan (tetani). Biasanya alkalosis metabolik diatasi
dengan pemberian cairan dan elektrolit (natrium dan kalium).
Pada kasus yang berat, diberikan amonium klorida secara
intravena.

KEMBALI

DEFINISI
Alkalosis Respiratorik adalah suatu keadaan di
mana darah menjadi basa karena pernafasan
yang
cepat
dan
dalam
menyebabkan
kadarkarbondioksida dalam darah menjadi
rendah.

ETIOLOGI
Pernafasan yang cepat dan dalam disebuthiperventilasi, yang
menyebabkan terlalu banyaknya jumlah karbondioksida yang
dikeluarkan dari aliran darah. Penyebab hiperventilasi yang
paling sering ditemukan adalah kecemasan.
Penyebab lain dari alkalosis respiratorik adalah :
- rasa nyeri
-sirosishati
- kadar oksigen darah yang rendah
- demam

PATOFISIOLOGI

Pa CO2 menurun, hiperventilasi (pelepasan CO2


berlebihan)
Kompensasi HCO3- menurun, ekskresi HCO3-

KLINIS DAN TINDAKAN


Alkalosis Respiratorik dapat membuat penderita merasa cemas dan dapat
menyebabkan rasa gatal di sekitar bibir dan wajah. Jika keadaannya makin
memburuk, bisa terjadi kejang otot dan penurunan kesadaran. Biasanya satusatunya pengobatan yang dibutuhkan adalah memperlambat pernafasan. Jika
penyebabnya adalah kecemasan, memperlambat pernafasan bisa meredakan
penyakit ini. Jika penyebabnya adalah rasa nyeri, diberikan obat pereda nyeri.
Menghembuskan nafas dalam kantung kertas (bukan kantung plastik) bisa
membantu meningkatkan kadar karbondioksida setelah penderita menghirup
kembali karbondioksida yang dihembuskannya.
Pilihan lainnya adalah mengajarkan penderita untuk menahan nafasnya selama
mungkin, kemudian menarik nafas dangkal dan menahan kembali nafasnya
selama mungkin. Hal ini dilakukan berulang dalam satu rangkaian sebanyak 6-10
kali. Jika kadar karbondioksida meningkat, gejalahiperventilasiakan membaik,
sehingga mengurangi kecemasan penderita dan menghentikan serangan
alkalosis respiratorik.

DAFTAR PUSTAKA

TERIMA KASIH