Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KEPERAWATAN KELUARGA
DENGAN MASALAH HIPERTENSI

Untuk memenuhi tugas matakuliah


Praktik Keperawatan Keluarga
yang dibina oleh Ibu Lenni Saragih, SKM, M.kes

Oleh
Muhammad Imron Rosadi
NIM 1301460028

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
2016

PAKET PENYULUHAN
KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH HIPERTENSI

1. Topik
: Penyakit Hipertensi
2. Pokok Bahasan : Sebaiknya anda tahu tentang penyakit hipertensi
3. Sasaran
: Keluarga Tn I
4. Hari/Tanggal
: Jumat, 22 April 2016
5. Alokasi Waktu : 60 Menit
6. Jam
: 09.00-09.45 WIB
7. Tempat
: di rumah keluarga Tn I
8. Metode
: Ceramah, dan Tanya jawab / diskusi
9. Media
: leaflet dan SOP
10. Pemberi Materi : Muhammad Imron Rosadi (1301460028)
11. Latar belakang
Hipertensi merupakan penyakit yang sudah tidak asing
lagi di masyarakat, oleh karena itu pengetahuan mengenai
penyakit hipertensi dan perawatannya dirumah merupakan
informasi yang sudah selayaknya diketahui oleh masyarakat.
Insiden hipertensi tinggi dan terus meningkat di masyarakat,
selain

itu

berakibat

komplikasi
fatal

bagi

akibat

penyakit

penderita

jika

hipertensi

tidak

mendapatkan

pengobatan dan perawatan yang adekuat.


Dari hasil pengkajian didapatkan Tn I
hipertensi.

Untuk

itulah

perawat

berusaha

dapat

menderita
memberikan

informasi tentang penyakit hipertensi dan cara pencegahan


untuk hipertensi.
12. Tujuan
Tujuan Umum
Pada akhir proses penyuluhan, bapak dan keluarga dapat mengetahui
tentang penyakit hipertensi dan hal-hal apa saja yang dapat
mengakibatkan memperburuk keadaan penyakitnya

Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit hipertensi dan cara
pencegahannya selama 45 menit, diharapkan keluarga pasien mampu

1. menjelaskan Menyebutkan pengertian dari penyakit hipertensi


2. Menyebutkan hal-hal apa saja yang dapat menimbulkan hipertensi
3. Mengerti hal-hal yang harus dilakukan dalam mencegah timbulnya
hipertensi
4. Melakukan demonstrasi relaksasi nafas dalam dan
relaksasi autogenik
13. Materi :
(terlampir)
Kegiatan penyuluhan :
WAKTU

1.

3 menit

KEGIATAN PENYULUH

Pembukaan :

2.

30 menit

10 menit

Membuka kegiatan dengan


mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri
Menjelaskan
tujuan
dari
penyuluhan
Menyebutkan materi yang
akan diberikan

Menjawab salam

Mendengarkan
Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Bertanya dan menjawab


pertanyaan yang diajukan
Memperhatikan

Pelaksanaan :

3.

KEGIATAN PESERTA

Menjelaskan
tentang
pengertian penyakit hipertensi
Menjelaskan tentang hal-hal
baik penyebab, tanda-tanda
dan gejala penyakit hipertensi
Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
Menjelaskan hal-hal yang
berhubungan
dengan
pencegahan
terjadinya
hipertensi dan pada saja
respon sakit
Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
Demonstrasi
relaksasi
nafas
dalam
dan
relaksasi autogenik
Evaluasi :

Bertanya dan menjawab


pertanyaan yang diajukan

4.

Menanyakan kepada peserta Menjawab pertanyaan


tentang materi yang telah
diberikan, dan reinforcement
kepada ibu yang dapat
menjawab pertanyaan.
Terminasi :

2 menit

Mengucapkan
terimakasih Mendengarkan
atas peran serta peserta.
Mengucapkan salam penutup
Menjawab salam

14. Evaluasi
1. Evaluasi Terstruktur

Laporan telah dikoordinasi sesuai rencana


75% sasaran menghadiri penyuluhan

Tempat, media dan alat penyuluhan sesuai rencana

2. Evaluasi Proses

Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan


Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan
50% sasaran aktif dalam kegiatan penyuluhan

75%

peserta

tidak

meninggalkan

ruangan

selama

penyuluhan
3. Kriteria Hasil
Sasaran mampu :

Menyebutkan pengertian hipertensi


Menyebutkan Penyebab hipertensi
Menyebutkan tanda-tanda dan

hipertensi
Menyebutkan

hipertensi
Menyebutkan akibat hipertensi
Menyebutkan prinsip perawatan penyakit hipertensi
Menyebutkan cara pencegahan penyakit hipertensi
Mendemonstrasikan relaksasi nafas dalam dan

faktor-faktor

relaksasi autogenik

bahaya

yang

penyakit

memperburuk

Lampiran Materi :
MATERI PENYULUHAN
KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI

1.

Pengertian
Hipertensi berasal dari dua kata yaitu hiper yang berarti tinggi dan tensi

yang artinya tekanan darah. Menurut American Society of Hypertension


(ASH), pengertian hipertensi adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala
kardiovaskuler yang progresif, sebagai akibat dari kondisi lain yang kompleks
dan saling berhubungan (Sani, 2008).
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik sama dengan atau lebih dari
140mmHg dan tekanan diastolik sama dengan atau lebih dari 90mmHg
(WHO, 1999). Pada populasi manula hipertensi didefinisikan sebagai tekanan
sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. (Mansjoer Arief, 1999).
2.

Etiologi

Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:


hipertensi esensial atau hipertensi primer dan hipertensi sekunder.
a. Hipertensi essensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya
disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar 95 % kasus. Banyak faktor
yang mempengaruhinya seperti genetik, lingkungan, hiperaktifitas susunan
saraf simpatis, sistem renin angiotensin, defek dalam ekskresi Na,
peningkatan Na dan Ca interseluler, dan faktor-faktor yang risiko seperti
obesitas, alkohol, merokok.
b. Hipertensi sekunder atau hipertensi renal, penyebab spesifiknya diketahui
seperti penggunaan estrogen, penyakit ginjal, hipertensi vaskuler renal,
hipertensi aldosteronisme primer, dan sindrom chusing, feokromositoma,
koarkfasio aorta, hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan dan lainlain.
(Mansjoer, Arif dkk, 2001)
3.

Penyebab
Tekanan sistolik dan diastolik dapat bervariasi pada tingkat individu.

Namun disepakati bahwa hasil pengukuran tekanan darah yang lebih besar

dari 140/90 mmHg adalah hipertensi (WHO, 1999 dan JNC, 2007). Tabel
pengklasifikasian hipertensi dapat dilihat dibawah ini :
Tabel 1 Klasifikasi Hipertensi menurut WHO
Kategori

Sistol (mmHg)

Diastol (mmHg)

Optimal

< 120

< 80

Normal

< 130

< 85

Tingkat 1 (hipertensi ringan)

140-159

90-99

Sub grup : perbatasan

140-149

90-94

Tingkat 2 (hipertensi sedang)

160-179

100-109

Tingkat 3 (hipertensi berat)

180

110

Hipertensi sistol terisolasi

140

< 90

140-149

< 90

Sub grup : perbatasan

Tabel 2 Klasifikasi Hipertensi menurut JNC7 (Joint National Committee 7)

Kategori

Sistol (mmHg)

Dan/atau

Diastole (mmHg)

<120

Dan

<80

Pre hipertensi

120-139

Atau

80-89

Hipertensi tahap 1

140-159

Atau

90-99

Hipertensi tahap 2

160

Atau

100

Normal

4.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Tanda dan Gejala


Gelisah
Nadi Cepat
Sukar Tidur
Sesak Nafas
Sakit Kepala
Lemah dan Lelah
Rasa Pegal di bahu
Jantung berdebar-debar
Pandangan menjadi kabur
Mata berkunang-kunang

5.

Faktor Resiko Hipertensi


Faktor yang dapat dikendalikan atau dimodifikasi
a. Keturunan/ genetik
b. Usia
c. Jenis kelamin
d. Ras/ etnis
e. Tipe Kepribadian
Faktor yang dapat dikendalikan atau dimodifikasi
a. Makan berlebihan
b. Obesitas
c. Tidak berolahraga
d. Merokok
e. Minum alkohol

6.

Bahaya Hipertensi
Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh, naik secara

langsung maupun secara tidak langsung. Kerusakan organ target yang umum
ditemui pada pasien hipertensi adalah:
a. Penyakit ginjal kronis
b. Jantung
-

Hipertrofi ventrikel kiri

Angina atau infark miokardium

Gagal jantung

c. Otak
-

Strok

Transient Ischemic Attack (TIA)

d. Penyakit arteri perifer


e. Retinopati
Beberapa penelitian menemukan bahwa penyebab kerusakan organorgan tersebut dapat melalui akibat langsung dari kenaikan tekanan darah
pada organ, atau karena efek tidak langsung, antara lain adanya autoantibodi
terhadap reseptor ATI angiotensin II, stress oksidatif, down regulation dari
ekspresi nitric oxide synthase, dan lain-lain. Penelitian lain juga
membuktikan bahwa diet tinggi garam dan sensitivitas terhadap garam
berperan besar dalam timbulnya kerusakan organ target, misalnya kerusakan

pembuluh darah akibat meningkatnya ekspresi transforming growth factor-


(TGF-) (Yogiantoro, 2006).
Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh, naik secara
langsung maupun secara tidak langsung. Kerusakan organ target yang
umum ditemui pada pasien hipertensi adalah:
f. Penyakit ginjal kronis
g. Jantung
-

Hipertrofi ventrikel kiri

Angina atau infark miokardium

Gagal jantung

h. Otak
-

Strok

Transient Ischemic Attack (TIA)

i. Penyakit arteri perifer


j. Retinopati
Beberapa penelitian menemukan bahwa penyebab kerusakan organorgan tersebut dapat melalui akibat langsung dari kenaikan tekanan darah
pada organ, atau karena efek tidak langsung, antara lain adanya
autoantibodi terhadap reseptor ATI angiotensin II, stress oksidatif, down
regulation dari ekspresi nitric oxide synthase, dan lain-lain. Penelitian lain
juga membuktikan bahwa diet tinggi garam dan sensitivitas terhadap garam
berperan besar dalam timbulnya kerusakan organ target, misalnya
kerusakan pembuluh darah akibat meningkatnya ekspresi transforming
growth factor- (TGF-) (Yogiantoro, 2006).
7.

Cara Pencegahan
Pencegahan Hipertensi dapat dilakukan sendiri dengan :

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Hindari Obesitas
Hindari merokok
Usahakan pikiran selalu tenang dan santai
Berolahraga secara teratur
Sering memakan buah-buahandansayuran
Kurangi minuman yang mengandung kafein (Kopi)
Hindari minuman beralkohol
Kurangi makanan yang banyak mengandung garam (Asin)

i.

Rutin Kontrol ke tenaga kesehatan terdekat jika memang mempunyai


riwayat hipertensi

DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2,
Jakarta, EGC,
Doengoes, Marilynn E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan pasien, Jakarta,
Penerbit Buku Kedokteran, EGC,
Goonasekera CDA, Dillon MJ, 2003. The child with hypertension. In: Webb NJA,
Postlethwaite RJ, editors. Clinical Paediatric Nephrology. 3 rd edition.
Oxford: Oxford University Press
Johnson, M., et all. 2000. Nursing Outcomes Classification (NOC) Second
Edition. New Jersey: Upper Saddle River
Imam, S Dkk.2005. Asuhan Keperawatan Keluarga.Buntara Media:malang
Mc Closkey, C.J., et all. 1996. Nursing Interventions Classification (NIC) Second
Edition. New Jersey: Upper Saddle River
Santosa, Budi. 2007. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2005-2006.
Jakarta: Prima Medika
Smet, Bart.1994. Psikologi Kesehatan. Pt Grasindo:Jakarta
Soeparman dkk,2007 Ilmu Penyakit Dalam , Ed 2, Penerbit FKUI, Jakarta
Smeljer,s.c Bare, B.G ,2002 Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah,