Anda di halaman 1dari 40

PATOFISIOLOGI EPILEPSI

OLEH
SUHATRI
FAK FARMASI UNAND

Epilepsi
Penyakit kambuhan kronis yang ditandai
dg datangnya serangan tiba-tiba dengan
atau
tanpa kejang) yang disebabkan karena
Naiknya aktivitas (depolarisasi)neuronneuron
pada sistim saraf pusat (sistem korteks
maupun subkorteks ) terjadi penurunan
nilai ambang rangsang.

EPIDEMIOLOGI
Setiap orang dpt mengalami serangan epilepsi
Setiap orang memiliki otak dg ambang ransang
masing-masing yg berbeda lebih tahan atau
kurang tahan terhadap munculnya serangan.
Epilepsi dpt terjadi pd laki-laki maupun
perempuan, umur berapa saja, dan ras apa
saja.
Jumlah penderita epilepsi meliputi 1-2% dari
populasi.

Pengguna narkotik & peminum


alkohol resiko lebih tinggi.
Pengguna narkotik mungkin
mendapat serangan pertama ,
selanjutnya mungkin akan terus
mendapat seizure/serangan
walaupun sudah lepas dari narkotik.

dpt menyerang anak-anak, orang dewasa, orang


tua bahkan bayi yang baru lahir.
Angka kejadian epilepsi pada pria >tinggi wanita,
1-3% penduduk akan menderita epilepsi seumur
hidup.
Menurut WHO sekira 50 juta penduduk di seluruh
dunia mengidap epilepsi (2004 Epilepsy.com).
(5)

ETIOLOGI/ FAKTOR PENCETUS


SERANGAN
A. Genetik adalah prediposisi genetik, hubungan
keluaga
B.Cedera kepala , pembukaan dan penutupan cedera
kepala
C.Trauma (ruda paksa / benturan ) pada kepala
Trauma yang menyebabkan cedera otak pada bayi
selama proses persalinan maupun trauma kepala
yang dialami seseorang
D.Penyakit kardiovaskular (Stroke) seperti pendarahan,
iskemia

D. Gangguan Metabolisme
1. Gangguan Elektrolite (Perobahan levels
natrium, kalsium, atau magnesium)
2.Hipoglisemia (kadar gula darah rendah)
atau hiperglisemia (kadar gula darah
meningkat)
3.Gagal ginjal ,meningkat urea darah(uremia)
atau terjadi uremia saat dialisis.
4.Gagal hati (sakit liver berat) peningkatan
sakithati akibat racun.
5.Hypoxia (rendah oksigen ke otak)

E.Disebabkan oleh racun


* Penggunaan obat tertentu
* Penghentian mendadak obat-obat:
Antidepresan trisiklik, lithium ,
antipsikhotik,aminofiline,
barbiturat, dosis tinggi penisilin,narkotika; terutama
kokain,heroin, psikotropik (amfetamin),
* Penghentian mendadak penggunaan Alkohol, terjadi
12-24 jam setelah minum terakhir dpt terjadi setelah
48
jam atau >setelah minum dihentikan

F. Infeksi
* meningitis, ensefalitis,HIV (human
immunodeficiency
virus), infeksi yang berhubungan dengan HIV.
G. Dan lain-lain
* Tumor & lesi daerah otak
* Penyakit degenerativ
* Tuberous sclerosis, neurofibromatosis,
* Tay-Sachs disease, phenylketonuria (PKU), dan
Sturge-Weber syndrome.
* Kurang tidur atau istirahat.
* Sensitif pada cahaya yang terang (photo
sensitive),

Patofisiologi :
Gangguan pada saluran ion natriumkalium/kalsium karena defisiensi enzim Na K
ATP ase sehingga membran sel syaraf tidak
stabil dan timbul depolarisasi yang berlebih
(timbul serangan)
Ketidakstabilan suatu membran sel syaraf atau
ketidakstabilan pada sel-sel disekeliling sel
syaraf fokus epileptikus
Gangguan fungsi yaitu jumlah neurotransmiter
eksitasi meningkat (asetilkolin, asam glutamat)
dan neurotransmiter inhibisi turun (GABA)

PATOFISIOLOGI
Serangan epilepsi proses eksitasi dlm otak lebih
dominan dr pd proses inhibisi.
Terjadi perubahan-perubahan dlm
1. neuron eksitasi aferen,
2.neuron inhibisi ,
3.perobahan konsentrasi ion ion ekstraselular,
4.pembukaan gerbang saluran ion-ion pada mem
brane (voltage-gated ion-channel opening ),
Aktivitas neuron diatur oleh konsentrasi ion
ion dalam cairan ekstraselular dan cairan
intraselular, dan oleh influks keluar masuk
ion-ion melewati membran neuron.

Patologi epilepsi
Pada epilepsi terjadi perubahan:
* Turun aktivitas saraf GABA ergik,
* turunnya jumlah neurotransmiter GABA.
- GABAergik adalah saraf yang menginhibisi
hantaran impuls saraf dari kortek serebri ke
otot skelet.
- Oleh karena GABA kurang terjadi eksitasi yang
berlebih neuron-neuron kortek diotak
-mencetuskan serangan epilepsi & akan menimbul
kontraksi berlebih otot rangka (kejang-kejang /
konvulsi )
- konvulsi yang merupakan salah satu ciri epilepsi

* Turun jumlah atau aktivitas enzym Na+ , K+ ATP


ase ,
- enzym ini berperan pada proses transport aktif
mengeluarkan ion Natrium dari sitoplasma ke
ekstraselulair, pada saat proses repolarisasi.
Dengan turunnya enzim ini maka akan terjadi
depolarisasi terus menerus.
- menyebabkan ketidak normalnya hantaran
impuls (aliran listrik) pada neuron yang
menimbulkan kejang.

* GABAergic terkosentrasi terutama dalam otak,


medulla spinalis dan retina bersifat inhibisi
pada interneuron.
* GABA terlokalisasi ditempat dimana tempat
fungsi pengaturan oleh GABA,
* GABA diproyeksikan relative pajang dari
substansia ke striatum.
* GABA Juga diproyeksikan dari nucleus
hypothalamus pada otak depan .
* Konsentrasinya tinggi dalam SSP.

Fase Serangan epilepsy


Phases: aura, ictus, and postictal state.
* Aura termasuk perubahan, indra rasa,
penciuman,
daya penglihatan , pendengaran, dan emosional
pada
epilepsi partial
* Serangan dikenal sebagai ictus. Dua tipe
serangan
yaitu : partial and generalized.
Apa yang terjadi pada seseorang selama
serangan tergantung pada dimana gangguan
otak dan gangguan aktivitas neuron .
* Serangan berikutnya adalah postictal state,
Pemulihan otak dari kerusakan yang dialami.
Pusing
dan bingung selama yg mengalami pada fase ini.

KLASIFIKASI EPILEPSI
Klasifikasi tipe serangan Epilepsi berasal dari
daerah otak yg terganggu.
Kategori utama serangan :
* Sebagian (parsial)
* Umum (generalized)
* Serangan partial dapat jadi serangan umum

Serangan Parsial
Satu hemisphere otak.
types serangan parsial :
1. simple partial
2 complex partial.
1.Simple Partial
* tanda-tanda motoris , gejala-gejala sensoris,
tanda-tanda otonom
* symptoms (pengaturan aktivitas diluar
kesadaran
oleh Sistim saraf Otonom (SSO),
* gejala-gejala psikis (mempengaruhi keadaan
kesadaran). Gangguan kesadaran

Complex Partial
* Gangguan kesadaran, ciri khas complex partial
seizures (CPS),
* tdk mampu menanggapi memberikan jalan keluar
sederhana memerintah atau melaksanakan
pergerakan
kuat ,
* Otomatis dapat terjadi . otomatis dapat lebih atau
kurang
koordinasi,
* aktivitas motoris diluar kemauan .
* Serangan simple complex dapat di mulai sebagai
serangan simple partial

Serangan umum (Generalized


Seizures )
Serangan , terjadi terus menerus dalam area otak
yang besar ,sering dalam kedua hemisfer.
Serangan dapat menimbulkan konvulsi atau tidak.
Umumnya ada dua tipe yaitu tonik-klonik dan
absence.
Tonik-klonik (grand mal)
* Hilang kesadaran selama serangan.
* Meningkat tonus otot (rigidity) pada fase tonik,
* Diikuti dengan fase klonic, termasuk sentakan kaki
* Gejala-gejala otonom juga muncul

Absence (petit mal)


* Sering terjadi pada anak umur 5 - 12 tahun
* sering berhenti umur belasan tahun secara
spontan.
* Hilang kesadaran sesaat , posisi tidak berobah
.
* Berakhir setelah 10 detik atau kurang.
* Tidak ada keadaan postictal,
* Kewaspadaan berkurang selama serangan
terjadi.

Myoclonic
* Serangan singkat dan tidak ketahuan
* Termasuk kontraksi otot mendadak ,
* Terjadi lebih cepat dari aktivitas klonik,
* sering kali terjadi bingung dengan
menggerenyet
saraf.
* Semua umur

Keadaan yg berhubungan dg
gejala Epilepsy
Bayi dan anak anak
* Kejang-kejang pd anak-anak (West syndrome )
& Lennox-Gastaut syndrome
* hydrocephalus, cacat anomalies, dan retardasi
mental .
Lennox-Gastaut syndrome
- Terjadi umur 1 tahun - 8 tahun
- Dicirikan dengan atonik, absence, and serangan
mioklonik.
- Beberapa anak-anak berkembang perlambatan
dan bermasalah dengan mental .

Dewasa
* epilepsi pd orang dewasa akibat penarikan alkohol
digunakan secara kronik dan ketergatungan ,
* eklamsia, dan stroke.
* Epilepsi pada wanita hamil
* Hormon
- estrogen dan progesterone meningkat secara alami
dalam keadaan selama hamil normal .
- Estrogen dapat bertindak sebagai epileptogenik
meningkat aktivitas serangan epileptik,
- progesteron diduga sebagai antiserangan epilepsi.
- Fluktuasi level hormon dpt >menyulitkan mem
prediksi dan mengontrol ibu hamil dg serangan
epilepsy

Konvulsi
Serangan epilepsy menyebabkan terjadi konvulsi.
diklasifikasikan
* atonik,
* tonik,
* klonik,
* tonik klonik,
* mioklonik atau absen
Konvulsi tonik
terjadi kontraksi rigit otot, termasuk otot pernafasan,
umumnya singkat
Konvulsi klonik
adalah terjadi guncangan ritmik dan lama, bersamasama, Serangan tonik-klonik (GTCS) juga disebut
serangan grand mal