Anda di halaman 1dari 12

Sekilas tentang

Pondok Modern
Disampaikan oleh Bapak Pimpinan Pondok pada setiap acara
Khutbatul „Arsy di Pondok Modern Arrisalah Ponorogo Jawa Timur
Indonesia

Cetakan I,
9/1/1991

DITERBITKAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN SENDIRI


Daftar Isi
1. SEJARAH BERDIRINYA PONDOK ........................................................................ 2
2. PANCA JIWA PONDOK MODERN....................................................................... 2
3. ARAH TUJUAN PENDIDIKAN DI PONDOK MODERN .......................................... 3
4. PONDOK ADALAH LINGKUNGAN PENDIDIKAN ................................................ 3
5. PONDOK SEBAGAI PELAKSANA TRI PUSAT PENDIDIKAN ................................. 4
6. PONDOK TIDAK BERINDUK KEPADA PARTAI POLITIK ATAU GOLONGAN ....... 4
7. PONDOK TIDAK DINEGRIKAN ........................................................................... 4
8. PONDOK BUKAN BENGKEL BURUH ................................................................... 5
9. PONDOK MENGUTAMAKAN MENTAL SKILL DARI PADA JOB SKILL .................. 5
10. PONDOK SEBAGAI LEMBAGA KADERISASI UMAT ISLAM.............................. 5
11. PONDOK BUKAN INTERNAAT ........................................................................ 6
12. SUMBANGAN PONDOK TERHADAP MASYARAKAT ....................................... 6
13. PELAJARAN POKOK DI PONDOK .................................................................... 6
14. PERBEDAAN CARA MENGAJAR DAN BELAJAR DI LUAR DAN DI PONDOK .... 7
15. SYNTHESE PONDOK MODERN ....................................................................... 7
16. PONDOK SEBAGAI MEDAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN .............................. 7
17. TUJUAN SANTI KE PONDOK ........................................................................... 8
18. SANTRI HARUS SEPENUH JIWA RAGA ............................................................ 8
19. SANTRI HARUS TAAT KEPADA GURUNYA ...................................................... 8
20. SANTRI HARUS TAHU DIRI .............................................................................. 9
21. KEPRIBADIAN SANTI YANG BAIK ................................................................... 9
22. SANTRI YANG DIPULANGKAN ..................................................................... 10
23. ILMU YANG BERMANFAAT........................................................................... 10
24. BARAKATULLAH KARENA MENYANTRI ATAU MONDOK ............................. 10
25. HARAPAN PONDOK SETELAH TAMAT ......................................................... 11

1
1. SEJARAH BERDIRINYA PONDOK

Bermula dari seorang kyai, kemudian berdatangan para santri untuk menuntut
ilmu, semakin hari bilangan santri adalah semakin bertambah, sehingga rumah kyai
tidak mencukupi.

Para santri berinisiatif untuk mendirikan pondok-pondok di sekitar rumah kyai


untuk mondok dan belajar.

Jadi, yang mendirikan pondok adalah santri-santri bukan kyai. Kalau kyai yang
mendirikan ponok lalu pasang iklan mencari murid, itu namanya hotel.

Untuk memenuhi kebutuhan pondok, para santri mengadakan iuran atau


pembayara yang disebut: SELF BERDRUIFING SYSTEM, yang artinya sama-sama
membayar dan sama-sama memakai.

2. PANCA JIWA PONDOK MODERN


Lima jiwa yang harus dimiliki oleh pondok dan penghuninya yang
menyebabkan hidup dan maju.

a. Jiwa Keikhlasan
Artinya: Sepi ing Pamrih, atau tidak mengharapkan pujian, atau bukan
karena dorongan untuk memperoleh keuntungan dunia, tetapi semata-mata
karena Allah untuk beribadah.
Inti dari keiklasan BERAMAL MAKSIMAL KARENA ALLAH, bukan santai dan
untuk mencari materi.
b. Jiwa Kesederhanaan
Artinya: Tidak berlebih-lebihan, bisa mengukur kekuatan.
Sederhana bukan berarti melarat atau miskin, tetapi malah melatih diri
dalam menghadapi kesulitan atau perjuangan hidup.
Inti dari pada kesederhanaan yakni berlatih menyetir dan menguasai diri,
berani maju pantang mundur.
c. Jiwa Berdikari.
Artinya: Berlatih mandiri, tidak menyandarkan hidupnya atas bantuan dan
belas kasihan orang lain.
Inti dari pada berdikari yanki berani mandiri, bersandar kepada diri
sendiri.
d. Jiwa Ukhuwah Islamiyah.
Artinya: Persaudaraan yang didasarkan atas persamaan agama yaitu Islam.
Inti dari Ukhuwah Islamiyah yakni mempererat persaudaraan seiman
seagama di mana saja.

2
e. Jiwa Bebas.
Artinya: Tidak terikat baik oleh orang lain atau pendapatnya sendiri yang
belum tentu arahnya. Jadi bukan bebas (liberal) yang kehilangan arah dan
tujuan atau prinsip bahkan tidak ada ikatan atau disiplin.
Inti dari pada bebas yakni bebas dalam berfikir, berbuat dan menentukan
jalan hidup dan perjuangan.

3. ARAH TUJUAN PENDIDIKAN DI PONDOK MODERN


a. Kemasyarakatan.
Kegiatan apapun yang akan dialami santri di masyarakat dididikkan di
Pondok Modern. Dengan maksud supaya santri tidak canggung di
masyarakat. Baik menjadi guru, pengurus organisasi, mubaligh, imam,
pegawai dan lain-lain.
Juga tidak segan dalam menghadapi kenyataan hidup untuk mencari rejeki
seperti: pertanian, perdagangan, perusahaan dan lain-lain, sesuai dengan
bakat masing-masing.
b. Hidup Sederhana
Sederhana bukan berarti miskin, dan bukan berarti mendidik dan
mengajari miskin, bahkan sebaliknya. Sedangkan kemewahan yang tidak
kenal batas menjurus kepada kehancuran, tak kenal rasa kemanusiaan dan
rasa syukur.
c. Tidak berpartai.
Pendidikan pondok tidak ada sangkut paut dengan partai politik atau
golongan. Tetapi justru menjadi perekat umat, di atas dan untuk semua
golongan.
d. Tujuan utama ke pesatren LIL-IBADAH THOLABUL ILMI, bukan untuk
menjadi pegawai.
Tujuan pokok ke pondok adalah ibadah mencari ilmu dengan suci,
memenuhi perintah agama. Tentang nanti menjadi pegawai atau tidak, tidak
menjadi pikiran atau perhitungan.
Diharapkan para santri tidak hanya menjadi pegawai tetapi malah
mempunyai pegawai dengan mental pesantren yang kuat (Wiraswasta).
Tetapi yang lebih utama bisa memimpin suatu usaha atau organisasi atau
memimpin teman-teman yang menghajatkan pimpinan.

4. PONDOK ADALAH LINGKUNGAN PENDIDIKAN


Pondok adalah lingkungan yang sengaja diciptakan untuk mendidik santri.
Sarana apapun, gerak atau disiplin yang ada dalam pondok, semuanya untuk
mendidik santri, bukan untuk santai, rekreasi atau hura-hura. Dengan demikian
segala sesuatu yang ada dalam pondok harus mempunyai nilai pendidikan.

3
Untuk mencapai kebaikan dalam pendidikan tidak harus enak bisa jadi malah
sebaliknya.

5. PONDOK SEBAGAI PELAKSANA TRI PUSAT PENDIDIKAN


Tri pusat pendidikan meliputi:

a. Pendidikan Sekolah, yaitu yang berlangsung di sekolah.


b. Pendidikan Rumah, ditangani oleh orang tua di rumah.
c. Pendidikan Lingkungan, dari pengaruh lingkungan atau masyarakat
sekelilingnya.

Ketiga macam bentuk pendidikan itu terlaksana dengan baik di pondok karena
semua santri berasrama di dalam pondok, berdisiplin sepanjang hari, dan serba
terkontrol. Pondok lebih mengutamakan pendidikan dari pada pengajaran, sebab
pengajaran memasukkan ilmu ke otak santri, sedangkan pendidikan harus disertai
dengan pelaksanaannya secara konsukwen. Namun demikian pondok tidak
mengabaikan pengajaran, bahkan kedua-duanya harus terlaksana dengan baik.

6. PONDOK TIDAK BERINDUK KEPADA PARTAI POLITIK ATAU


GOLONGAN
Pondok adalah perekat umat. Semboyan pondk: “Berdiri di atas dan untuk
semua golongan.” Pondok adalah lembaga pendidikan Islam untuk semuga
golongan, yang tidak berpolitik praktis.

Seandainya pondok berpolitik praktis bisa berakibat:

 Perpecahan di Lembaga Pendidikan.


 Pondok terpengaruh oleh Politik atau golongan.
 Nilai pendidikan atau Islamnya bisa terpengaruhi.

Selama di pondok, santri tidak boleh berpolitik praktis, sedangkan di


masyarakat nanti terserah.

Buta politik, jangan. Berpolitik praktis nanti di masyarakat.

7. PONDOK TIDAK DINEGRIKAN


Pondok adalah lembaga pendidikan Islam yang sudah mengakar di Indonesia,
melahirkan ulama-ulama, pemimpin-pemimpin dan para pejuang yang berbakti
kepada agama, bangsa dan tanah air serta mendapat kepecayaan di masyarakat.

4
Pondok mempunyai kurikulum tetap, yaitu memprioristaskan pendidikan dan
pengajaran agama, sedangkan kurikulum nasional selalu disesuaikan dengan
kebutuhan dan pembangunan nasional.

Kalau dinegrikan, nilai pendidikan agamanya takut berkurang dan kurang


mendapat kepercayaan di masyarakat.

8. PONDOK BUKAN BENGKEL BURUH


Pondok tidak anti pegawai, tetapi juga tidak mengarahkan santrinya untuk
menjadi pegawai. Menjadi pegawai atau tidak, bukan tujuan dan garapan pondo.

Kalau pondok menjadi bengkel pegawai, bisa putus asa, mati otaknya, bahkan
tidak menghargai ilmunya, atau beranggapan bahwa masa depannya menjadi gelap.

Beberapa sebab yang kita ketahui:

a. Lowongan kepegawaian yang terbatas, sedangkan pelamar yang telalu


banyak.
b. Kalau menjadi pegawai hanya dalam rangka tujuan ekonomi, jalan lain
terlalu banyak.
c. Lapangan perjuangan harus kita utamakan dari pada lapangan kerja. Insya
Allah lapangan kerja meluap.
Kalau ingin jadi orang yang kaya dunia akhirat semestinya lewat jalur
wiraswasta.

9. PONDOK MENGUTAMAKAN MENTAL SKILL DARI PADA JOB


SKILL
a. Mental skill : Keterampilan mental.
b. Job skill : Keterampilam kerja.

Orang yang bermental baik, berani kerja apa saja asalkan halal. Tetapi orang
yang mempunya keterampilan kerja tanpa memiliki mental yang baik, seandainya
tidak punya pekerjaan akan menjadi pengangguran dan bingung.

10. PONDOK SEBAGAI LEMBAGA KADERISASI UMAT ISLAM


Setiap santri adalah Warosatul anbiya’.

Artinya: Sebagai penerus perjuangan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam.

Dengan sendirinya sebagai penerus harus mempelajari misi atau wahyu Allah
terlebih dahulu. Setelah mengetahuinya, baru diwajibkan untuk menyampaikan

5
kepada generasi berikutnya dengan baik. Dengan demikian ajaran Islam tetap
lestari dan tambah maju walaupun ditinggalkan oleh generasi itu.

11. PONDOK BUKAN INTERNAAT


Internaat yaitu asrama pada zaman penjajahan.

Disiplin dalam asrama itu terlalu ketat, terikat dan kurang bebas, sehingga
segala gerak-gerik terlalu terikat.

Pondok tidak seperti internaat. Karena pendidikan internaat yang demikian itu
menyebabkan santri tidak dinamis dan tidak punya inisiatif. Akbiatnya hanya
menjadi alat orang lain dan tidak bekarja kalau tidak diperintah.

Pondok modern memberika kebebasan seluas mungkin dalam batas yang tidak
membahayakan pendidikan dan disiplin dengan kesadaran tanpa paksaan.

12. SUMBANGAN PONDOK TERHADAP MASYARAKAT


Pondok adalah lembaga pendidikan. Oleh sebab itu maka sumbangan pondok
terhadap masyarakat bukan berupa materi, tetapi Pendidikan. Masyarakat pondok
juga bukan hanya daerah atau desa-desa pondok seklilingnya, tetapi di seluruh
tanah air dari mana asal santri.

Namun demikian juga tidak ada jeleknya kalau pondok menyumbangkan moril
atau materil sekedarnya kepada masyarakat kalau dipandang perlu.

13. PELAJARAN POKOK DI PONDOK


Sebenarnya, menurut sejarah pesantren, pelajaran pokok di pesantren itu
hanya berkisar mengaji Al-Qur‟an, pasholatan (belajar shalat) dan membaca kitab.

Namun hal itu bisa diperinci menjadi tiga bagian:

a. Aqidah atau disebut Tauhid.


b. Syari‟ah atau disebut Fiqh.
c. Dan Akhlaq.

Sedangkan ilmu-ilmu yang lain adalah sebagai pembantu dan pelengkap.

6
14. PERBEDAAN CARA MENGAJAR DAN BELAJAR DI LUAR DAN
DI PONDOK
a. Keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan agama.
b. Menggunakan bahasa Arab dan Inggris secara aktif.
c. Para santri tinggal dalam asrama dan berdisiplin.

15. SYNTHESE PONDOK MODERN


Pondok modern adalah perpaduan dari empat lembaga pendidikan
internasional dengan ciri khas masing-masing:

1) Syanggit dari Afrika di Tripoli Libya.


Karena kedermawanan para pengasuhnya.
2) The Aligarh Muslim University di India.
Karena modernisasinya.
3) Al-Azhar University di Mesir.
Karena keabadian wakafnya.
4) Santiniketan di India.
Karena kesederhanaannya.

16. PONDOK SEBAGAI MEDAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN


Tujuan santri ke pondok adalah mencari pendidikan dan pengajaran. Yang
dididik bukan hanya otaknya saja, tetapi dari segala segi. Termasuk di dalamnya:
beribadah, bersosial (hidup bersama), berdisiplin, berbahasa resmi, bersikap
sederhana dan lain-lain.

Empat macam pendidikan yang menunajang leadership (kepemimpinan)


seorang santri:

1) Pendidikan akal pikiran = ‫امرتبية امعقل ّية‬


2) Pendidikan akhlak = ‫امرتبية اخللـقـ ّية‬
3) Pendidikan jasmani = ‫امرتبية اجلسم ّية‬
4) Pendidikan sosial = ‫امرتبية اإلجامتعية‬
Pendidikan belum tentu kalau enak. Kalau hanya mencari enaknya, itu namanya
bukan pendidikan, bagaimanapun kesulitan di pondok harus dianggap enak dan
menguntungkan karena unsur pendidikan dan latihan.
Semboyan kita: “Pondokku Surgaku.”

7
17. TUJUAN SANTI KE PONDOK
Kalau salah niat bisa menyesal sepanjang masa. Kalau datang ke pondok hanya
untuk mencari enak, mencari teman, mencari kelas, mencari nama atau mencari
pangkat, berarti salah alamat, bahkan bukan Lil-Ibadah lagi. Niat yang semacam ini
tidak akan diberkahi Allah.

Tujuan yang benar adalah Ibadah Thoalbul Ilmi, yang artinya saya datang ke
pondok untuk beribadah, tholabul ilmi dengan suci, memenuhi perintah agama.

Jangan sampai dibolak-balik dan jangan sampai keliru.

18. SANTRI HARUS SEPENUH JIWA RAGA


Nyantri di pondok harus penuh, bukan separuh-separuh, maksudnya:

1) Harus berdiam di asrama, jangan sampai tinggal di luar, sebab lingkungan


yang mendidik santri harus pondok bukan orang luar.
2) Pikirannya harus memikirkan pelajaran di pondok, jangan sampai
memikirkan di luar atau di rumah.
3) Semua pendidikan dan pelajaran di pondok harus diikuti, tidak dipilih-pilih,
ibarat makan hidangan harus disantap semuanya supaya kenyang, jangan
hanya diambil dagingnya atau kerupuknya saja.

19. SANTRI HARUS TAAT KEPADA GURUNYA


Seorang anak taat kepada orang tuanya adalah wajib. Demikian juga seorang
murid terhadap gurunya. Sebab,orang tua sudah menyerahkan sepenuhnya kepada
guru tentang pendidikanya. Durhaka, menentarng dan tidak taat kepada gurunya tak
ubahnya kepada orang tuanya. Santri yang demikian itu tidak akan bermanfaat
ilmunya dan tidak mendapat rejeki barokah dari Allah. Petunjuk Rasulullah
Shallallahu Alahi wa Sallam:

ْ ‫هللا ِِف خ‬
)‫ُسطِ ىامو ِ ىاِل ِين (رواه امرتميذي‬ ْ ‫هللا ِِف ِر ىَض ىامو ِ ىاِل ِين ىو خ‬
ِ ‫ُسطخ‬ ِ ‫ِر ىَض‬
“Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan
Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” (Diriwayatkan At-Tirmdizy).

.‫ِإ ىذا تى ىركى ام ىع ْب خد ُّاِلعىا ىء ِنلْ ىو ِ ىاِل ِين فى ِإه َّ خو ي ى ْنقى ِط خع ىع ْن خو ِّامر ْز خق‬
“Apabila seorang hamba tidak mendoakan kedua orang tuanya, niscaya
terputuslah rejekinya.”

8
‫ِب ُّروا أى ىَب خء خ ُْك ت ى َّىَبخ ُْك أىبْنى خأ ْو خ ُْك‬
“Berbaktilah kepada orang tuamu niscaya anak-anakmu akan berbuat baik
kepadamu.”

20. SANTRI HARUS TAHU DIRI


Beberapa anggapan yang salah dan menjerumuskan:

1) Karena pondok modern baik pendidikan dan pengajarannya, maka setiap


santri nanti pasti pandai dan alim shalih. Tanpa kesungguhan, kerajinan dan
sepenuh jiwa raga tidak akan tercapai. Pondok bukan tukang sulap.
2) Karena orang tuanya kyai pasti jadikayai seperti ayahnya, atau karena
orang tuanya kaya pasti kaya seperti ayahnya.
Hal itu tidak mungkin terjadi kalau anak itu sendiri tidak mau bersungguh-
sungguh, dan bermental baik seperti orang tuanya.
Sebenarnya, sesungguhan santri harus melebihi kesungguhan orang-orang
yang terdahulu karena jaman semakin maju dan harus bercita-cita lebih
maju dari gurunya atau orang tuanya.

21. KEPRIBADIAN SANTI YANG BAIK


Setidak-tidaknya seorang santri mempunya sepuluh sifat:

1) Benar ibadanya, tidak bid‟ah = ‫حصيح امعبادة‬


2) Mulia akhlaknya, bukan bejad = ‫كرمي األخالق‬
3) Selamat aqidahnya, bukan musyrik = ‫سلمي امعقيدة‬
4) Berbudaya pikiranya = ‫مثـقف امفكر‬
5) Sehat badannya, bukan sakit-sakitan = ‫سلمي اجلسم‬
6) Bersungguh-sungguh = ‫جماىد امنّفس‬
7) Hemat waktu = ‫حريص عىل وقتو‬
8) Teratur dalam segala hal = ‫منتطم ِف شؤوهو‬

9
9) Mendapat ilmu atau harta = ‫قادر عىل امعمل‬
10) Bermanfaat buat orang lain = ‫انفع مغريه‬

22. SANTRI YANG DIPULANGKAN


Pondok tidak akan memulangkan santri yang sudah diterima memenuhi
persyaratan dan mau belajar, kecuali beberapa sebab dan pertimangan:

a. Santri membuat kerusuhan dan kerusakan kepada segala pihak baik moril
atau materil (Baca Surat Permohonan). Padahal santri adalah tamu terhormat
datang memohon tanpa diundang.
b. Santri malas atau enggan belajar. Padahal santri datang ke pondo harus dan
bekewajiban belajar.

23. ILMU YANG BERMANFAAT


Dikatakan bermanfaat kalau membawa kebaikan dunia dan akhirat kepada
pemiliknya. Tetapi sebailknya, tidak bermanfaat, kalau semakin menjauhkan
pemiliknya dari akhirat dan mengecilkan arti akhirat atau ibadah.

Beberapa ciri ilmu yang tidak bermanfaat:

1) Semakin jauh dari Allah, kurang ibdah, bahkan sombong.


2) Tidak mendapat ketenangan hidup, semakin bingung dan banyak maksiat.
3) Malas berusaha dan putus asa.

Obatnya ialah: Banyak beribadah, minta petunjuk kepada Allah Subhan wa Ta’ala
dan bersungguh-sungguh

24. BARAKATULLAH KARENA MENYANTRI ATAU MONDOK


Tak seorangpun, juga tak ada sesuatu apapun , yang biasa memberi berkah
kepada santri kecuali Allah Subhan wa Ta’ala, namun barakah itu tidak akan
diberikan langsung kepada santri kecuali dengan sebab-sebab yang masyru’,
diantaranya:

a. Ketaatan santri kepada kyai dan guru seperti halnya taat kepada kedua
orang tua. Rela dan murka Allah tergantung kepada keduanya.
b. Santri merantau dalam rangka mencari ilmu karena Allah, berarti Fisabilillah
, pahalanya seperti orang yang berjihad ke medan peperangan.

10
c. Dengan usaha santri sekuat tenaga untuk mencari ilmu, Allah akan
memudahkan baginya jalan ke surga.
d. Banyak beribadah seperti: Shalat Berjamaah setiap waktu, shalat sunnat,
membaca Al-Qur‟an, berpuasa sunnah, menjauhkan diri dari maksiat,
kesemuanya mempercepat terkabulnya doa santri.
e. Doa kyai, guru, orang tua, keluarga dan segenap santri sepanjang tahun,
yang penuh keiklasan dan kesungguhan, adalah kekuatan bathin yang luar
biasa.
Demikianlah, beberapa sebab dikaruniakanya barakah Allah untuk
kebaikan dunia dan akhirat.

25. HARAPAN PONDOK SETELAH TAMAT


Sesuai dengan tujuan santri ke pondok yaitu: beibadah mencari ilmu, maka
harapan pondok kepada para santri ialah bisa beribadah dengan sebaik-baiknya.
Adapun yang dimaksud beribadah, meliputi dua halyang sangat prinsipil:

a. Langsung kepada Allah, seperti: Syahadat, shalat, zakat ,puasa dan haji.
Rukun Islam yang lima ini harus dikerjakan dengan sebaik mungkin.
b. Tidak langsung, yang disebut pengabdian, seperti: Mendidik, berdakwah,
tabligh, memimpin masyrakat, menolong orang yang memerlukan
pertolongan dan lain-lain.

Adapun predikat apapun yang ingin dikehendaki santri di masyarakat nanti


terserah menurut kondisi dan situasi masing-masing. Yang sangat diharapkan oleh
pondok sesuai dengan kehendak Allah yaitu BERIBADAH KEPADA ALLAH DENGAN
SEBAIK-BAIKNYA. Sehingga menjadi seorang Mu‟min, Muttaqin, Muslim sesuai
dengan kehendak Allah, Insya Allah, diridhai Allah di dunia dan akhirat. Amin.
Firman Allah Subhana wa Ta’ala:

     

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka
menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat:56).

           

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa


kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan
beragama Islam.” (Ali Imran:102)

11