Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK PENGUJIAN MUTU HASIL PERIKANAN


UJI TRIANGLE

Disusun oleh :
Nashirotus Saadah
13/346000/PN/13136
Golongan A

LABORATORIUM TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN


DEPARTEMEN PERIKANAN
FAKUTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

I.

PENDAHULUAN

A. Tinjauan Pustaka
Pengujian Triangle merupakan salah satu bentuk pengujian pembeda, dimana
dalam pengujian ini sejumlah contoh disajikan tanpa menggunakan pembanding
(Kartika, 1987). Uji pembeda (discriminative test) merupakan salah satu jenis uji
sensoris. Uji pembeda adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya
perbedaan karakteristik atau sifat sensori antara dua atau lebih contoh. Uji ini
digunakan untuk menilai pengaruh perubahan proses produksi atau pergantian bahan
dalam pengolahan pangan, juga untuk mengetahui perbedaan antara dua produk dari
bahan baku yang sama (Setyaningsih et al, 2010).
Pengujia Triangle merupakansalah satu bentuk pengujianpembeda, dimana
dalam pengujianini sejumlah contoh disajikan tanpamenggunakan pembanding
(Kartika,1987). Uji pembedaan ini digunaka nuntuk mengetahui ada tidaknya
perbedaan antara sampel yang disajikan, baik dari warna, rasa,maupun aroma. Dalam
pengujian triangle, panelis diminta untuk memilih salah satu sampel yang berbeda
dari tiga sampel yang disajikan, sehingga dapat diketahui perbedaan sifat diantara
ketiga sampel itu (Soekarto, 1985).
Uji segitiga atau uji triangle ini digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang
kecil. Pengujian ini lebih banyak digunakan karena lebih peka dari pada uji
pasangan. Dalam pengujian inikepada masing-masing panelis disajikan secara acak
tiga contoh berkode. Pengujian ketiga contoh itu biasanya dilakukan bersamaan
tetapi dapat pula berturut-turut. Dua dari tiga contoh itu merupakan contoh yang
sama, dan yang ketiga berlainan. Panelis diminta untuk memilih satu dari tiga contoh
yangberbeda dari dua lainnya. Dalam ujiini tidak menggunakan ataupun
tidak disediakan contoh baku ataupembanding (Kartika, 1987).
Uji triangle ini ada yangbersifat sederhana, artinya hanya untuk mengetahui
ada tidaknya perbedaan antara dua macam sampel,tetapi ada pula yang bersifat lebih
terarah, yaitu untuk mengetahui sejauh mana perbedaan antara buah dua sampel yang
disediakan (Kartika, 1987).
Bakso adalah jenis makanan yang terdiri dari bahan utama daging yang
dilumatkan,dicampur dengan bahan-bahan lainnya,dibentuk berupa bola-bola dan

selanjutnya direbus. Berbeda dengan sosis, bakso dibuat tanpa mengalami proses
pembungkusan maupun pengasapan. Makanan ini biasanya disajikan dengan kuah
dan mie.Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan bakso adalah daging,
bahan perekat, bumbu dan es batu/air es (Wibowo, 2009).
Bakso ikan merupakan salah satu produk olahan hasil perikanan yang dibuat
dari ikan untuh atu lumatan daging ikan yang ditambahkan pati atau tepung tapioka
dam bumbu-bumbu dan direbus dalam air panas (Veranita, 2011).
B. Tujuan
1. Mengetahui prinsip pengujian triangle.
2. Mengetahui jumlah panelis terlatih berdasarkan tabel uji triangle.
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari, tanggal
: Senin, 25 April 2016
Waktu
: 13.30-15.00 WIB
Tempat
: Laboratorium Teknologi Ikan, Departemen Perikanan

II.

METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan


Alat :
1. Lepek plastik
2. Label
3. Scoresheet
4. Alat tulis
Bahan :
1. Bakso ikan
2. Air mineral
B. Cara Kerja
1. Penyaji menyiapkan 3 buah bakso yang disajikan dalam lepek plastik.
Masing-masing lepek plastik diberi kode yang terdiri dari 3 angka acak.
2. Masing-masing panelis diberikan 3 gelas uji beserta scoresheet.
3. Masing-masing panelis diminta menentukan salah satu sampel yang berbeda
tingkat kekenyalannya..

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Tabel Hasil Pengujian Triangle
No
.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

Nama Panelis
Matius
Afidah
Elfira
Asykar
Ibnu
Indah
Zaki
Sara
Mas Hanif
Isna
Nadia
Lutfi
Reni
Hera
Nika
Ai
Rizal
Annis
Yo

B. Pembahasan

Jumlah Jawaban Benar


2
3
6
2
3
4
5
4
7
6
6
5
4
1
6
1
4
2
4

Presentase Benar
28.57%
42.86%
85.71%
28.57%
42.86%
57.14%
71.47%
57.14%
100%
85.71%
85.71%
71.47%
57.14%
14.29%
85.71%
14.29%
57.14%
28.57%
57.14%

Keterangan
Tidak Terlatih
Tidak Terlatih
Terlatih
Tidak Terlatih
Tidak Terlatih
Tidak Terlatih
Terlatih
Tidak Terlatih
Terlatih
Terlatih
Terlatih
Terlatih
Tidak Terlatih
Tidak Terlatih
Terlatih
Tidak Terlatih
Tidak Terlatih
Tidak Terlatih
Tidak Terlatih

Uji triangle merupakan uji untuk mendeteksi perbedaan yang kecil,


karenanya uji ini lebih peka dibandingkan dengan Uji Pasangan (Setyaningsih et al.,
2010). Pengujian Triangle merupakan salah satu bentuk pengujian pembeda, dimana
dalam pengujianini sejumlah contoh disajikan tanpamenggunakan pembanding
(Kartika, 1987). Dalam Uji Triangle disajikan 3 contoh sekaligus dan tidak dikenal
adanya contoh pembanding atau contoh baku. Penyajian contoh dalam uji segitiga
sedapat mungkin harus dibuat seragam agar tidak terdapat kesalahan atau bias karena
pengaruh penyajian contoh.
Uji duo trio digunakan 3 sampel dengan rincian 2 sampel sama dan 1 sampel
beda. Tetapi dalam uji duo trio ini menggunakan contoh baku atau standart yang
diambil dari salah satu sampel yang sama. Pada uji triangel hampir sama dengan uji
duo trio akan tetapi dalam uji ini tidak menggunakan contoh baku/standart. Dalam
hal jumlah panelis, uji duo trio menggunakan minimal 20 orang dan uji triangel
menggunakan minimal 8 orang (Hastuti, 1987).
Menurut Soekarto (1985), dalam pengujian triangle panleis diminta untuk
memilih salah satu sampel yang berbeda dari tiga sampel yang disajikan sehingga
dapat diketahui perbedaan sifat diantara ketiga sampel tersebut. Uji triangle dapa
bersifat sederhana, artinya hanya untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara
dua macam sampel, tetapi ada pula yang bersifat terarah untuk mengetahui sejauh
mana perbedaan anatar dua buah sampel yang disajikan. Uji triangle dalam industri
pangan digunakan untuk pengendalian mutu dan riset produk yang diproduksi dan
dapat digunakan untuk seleksi panelis (Kartika, 1987).
Sampel yang digunakan yaitu bakso ikan dengan perlakuan yang berbeda.
Bakso ikan merupakan salah satu produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari
ikan untuh atu lumatan daging ikan yang ditambahkan pati atau tepung tapioka dam
bumbu-bumbu dan direbus dalam air panas (Veranita, 2011).
Prosedur pengujian triangle dilakukan dengan 7 kali pengulangan yang
digunakan untuk mengetahui perbedaan antara dua macam sampel. Masing-masing
panelis melakukan 7 kali penilaian dalam satu tahap pengujian. Sampel yang
digunakan adalah bakso ikan yang terdiri dari dari dua sampel sama sedangkan satu
sampel lainnya bebeda dan tidak ada sampel kontrol (R). Penyaji menyiapkan sampel
ke dalam lepek plastik pada 7 meja pengujian beserta scoresheet. Sampel bakso

yang dipersiapkan di setiap meja adalah 3 sampel dengan 2 sampel memiliki


kekenyalan yang sama sedangkan 1 sampel memiliki kekenyalan berbeda.
Masing-masing panelis melakukan 7 kali ulangan pengujian dalam satu
tahap. Panelis yang dinyatakan lolos sebagai panelis terlatih yaitu yang memperoleh
presentase diatas 70% atau yang hasil ujinya benar 6. Kemudian dilakukan uji
skoring dengan panelis terlatih dari uji triangle.
Panelis uji triangle berasal dari praktikan golongan A sebanyak 19 orang.
Seluruh panelis melakukan uji triangle dan yang dinyatakan lolos sebagai panelis
terlatih ada 7 orang dan yang lainnya gagal atau dianggap sebagai panelis tidak
terlatih karena hasil ujinya dibawah 70 % atau 6. Presentase tertinggi yaitu 100%
yang berarti jawaban semuanya benar dan yang terendah 14,29 % yang berarti hanya
satu jawaban yang benar.

IV.

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Prinsip pengujian uji triangle yaitu penyaji memberikan 3 sampel kepada
panelis kemudian panelis diminta untuk menilai atau mencari 1 contoh yang
berbeda dengan 2 contoh lain tanpa adanya sampel control (R).
2. Hasil uji triangle didapatkan 7 panelis terlatih dari keseluruhan panelis adalah
19 orang.
3. Saran
Sebaiknya

sampel

yang

disajikan

lebih

bervariasi

lagi.

Misalnya

menggunakan bakso ikan olahan sendiri dengan bakso ikan komersial sebagai
pembanding.

DAFTAR PUSTAKA
Hastuti, P. 1987. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. PAU Pangan dan Gizi.
Yogyakarta.
Kartika, B., Hastuti. Dan Supartono. 1987. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan.
PAU Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Setyaningsih, Dwi., Apriyantono, Anton., Sari, Maya Puspita. 2010. Analisis Sensori
untuk Industri Pangan dan Agro. IPB Press, Bogor.
Soekarto, S.T. 1985. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil
Pertanian. Bharata Karya Aksara, Jakarta.
Veranita, D. 2011. Strategi pengembangan usaha bakso ikan tuna surimi dan
campuran (Studi Kasus pada CV. Bening Jati Anugerah, Bogor). Sekolah
Pascasarjana. Institur Pertanian Bogor. Tesis.
Wibowo, S. 2009. Membuat 50 Jenis Bakso Sehat dan Enak. Penebar Swadaya.
Jakarta.