Anda di halaman 1dari 7

Laporan Akhir

Penyusunan DED IPLT Kabupaten


Natuna

1.1.

PENDAHULUAN

Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Natuna yang


sangat tinggi, maka akan memberikan dampak yang sangat serius juga
terhadap penurunan daya dukung lingkungan, khususnya di sektor air
limbah domestik. Pembuangan air limbah tanpa proses tanpa pengelolaan
akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan.
Pengelolaan air limbah domestik memerlukan sarana dan prasarana
penyaluran dan pengolahan, salah satu pengolahan air limbah adalah
dengan membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). IPLT adalah
instalasi pengolahan air limbah yang dirancang hanya menerima dan
mengolah lumpur tinja yang diangkut dengan mobil tinja. Lumpur tinja
diambil dari unit pengolah limbah tinja. IPLT dirancang untuk mengolah
lumpur tinja sehingga tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat dan
lingkungan sekitarnya. Lumpur akan diolah sehingga menjadi lumpur kering
dan air olahan yang sudah aman dibuang atau dimanfaatkan kembali.
Pembangunan IPLT juga merupakan salah satu cara untuk mencapai target
100-0-100 RPJMN Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan
Umum tahap akhir (2015-2019) yaitu pencapaian 100% akses air minum,
0% permukiman kumuh dan 100% akses sanitasi di seluruh Indonesia.
Mengingat akan pentingnya pembangunan IPLT untuk mencegah terjadinya
dampak lingkungan yang serius seiring perkembangan penduduk Kab.
Natuna dan salah satu upaya untuk mencapai 100% akses sanitasi
berdasarkan target RPJMN (2015-2019) maka diperlukan penyusunan DED
IPLT Kab. Natuna sebagai acuan pembangunan IPLT Kab. Natuna yang sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

1.2.

GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau yang terletak di paling Utara


Hal I -

Laporan Akhir
Penyusunan DED IPLT Kabupaten
Natuna
Indonesia merupakan salah satu kabupaten termuda di Indonesia yang lahir
di era reformasi dan otonomi daerah. Kabupaten ini merupakan hasil
pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Riau yang secara resmi terbentuk
dengan dasar Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999, pusat ibu kotanya
Ranai yang terletak di Pulau Bunguran besar, sebagai ibu kota kabupaten.
Daerah yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Natuna adalah sebagai
berikut:
1

Sebelah Utara : Negara Vietnam dan Kamboja

Sebelah Timur : Malaysia Bagian Timur (Sarawak) dan Kalimantan Barat

Sebelah Selatan : Kabupaten Bintan

Sebelah Barat : Semenanjung Malaysia dan Kabupaten Kepulauan


Anambas

Secara keseluruhan, kepadatan penduduk Kabupaten Natuna tahun 2013


sebesar 38,42 jiwa per Km. Ini artinya dalam wilayah seluas 1 Km terdapat
penduduk sekitar 38 jiwa. Untuk tahun 2013, total jumlah penduduk
Kabupaten Natuna sejumlah 76.897 jiwa.

1.3.

MAKSUD dan TUJUAN

Kegiatan penyusunan DED ini adalah menyiapkan dokumen Perencanaan


Detail Engineering Design (DED) Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)
Kabupaten Natuna beserta sarana penunjangnya yang sesuai dengan
kriteria teknis yang berlaku.
a. Maksud
Maksud dari kegiatan ini adalah tersusunnya suatu dokumen DED IPLT
sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai dasar pengelolaan air
limbah kawasan Kabupaten Natuna guna tercapainya pengelolan air limbah
yang sesuai dengan kondisi wilayah perencanaan sehingga menciptakan
kawasan

lingkungan

Kabupaten

Natuna

yang

sehat,

aman,

ramah

lingkungan dan berkelanjutan.


b. Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan konsep penanganan Air
Limbah khususnya lumpur tinja pada daerah perencanaan yang sesuai
dengan

kriteria

yang

ada

dari

aspek

teknis dengan

menanggulangi pencemaran lingkungan akibat

lumpur

tujuan
tinja

akhir
dan

menciptakan Kabupaten Natuna yang sehat dan berwawasan lingkungan.


1.4.

RUANG LINGKUP KEGIATAN


Hal I -

Laporan Akhir
Penyusunan DED IPLT Kabupaten
Natuna
Ruang lingkup kegiatan Perencanaan DED Instalasi Pengolahan Lumpur
Tinja (IPLT) Kab. Natuna meliputi perencanaan bangunan utama IPLT dan
bangunan bangunan pendukung lainnya. Infrastruktur tersebut minimal
terdiri atas :
a. Instalasi

Pengolahan

Lumpur

Tinja

yang

merupakan

bangunan induk pengolahan lumpur tinja;


b. Platform (dumping station) yang merupakan

tempat

truk tinja untuk mencurahkan lumpur tinja (unloading)


lumpur tinja kedalam tangki imhof ataupun bak ekualisasi
(pengumpul);
c. Kantor, diperuntukkan untuk tenaga kerja pada IPLT;
d. Laboratorium untuk pengontrolan kualitas effluent dari
tiap tiap unit pengolahan;
e. Jalan masuk dan jalan operasional untuk kelancaran
f.

operasional baik truk tinja maupun pekerja IPLT


Sumur Pemantauan kualitas air tanah disediakan

untuk memantau kualitas air tanah di sekitar IPLT;


g. Fasilitas air bersih untuk mendukung kegiatan operasional
IPLT;
h. Pagar

pembatas

untuk

mencegah

gangguan

dan

mengamankan aset dalam lingkungan IPLT;


i. Generator
Untuk mendukung keakuratan dokumen DED, pelaksana pekerjaan harus
melengkapi data perencanaan yang secara minimal adalah sebagai berikut:
1. Peta wilayah yang dilengkapi topografi;
2. Data sosial ekonomi;
3. Data geologi, hidrologi, dan hidrogeologi seperti Jenis tanah dan
angka permeabilitas dilokasi IPLT;
1.5.

LOKASI PEKERJAAN

Lokasi Kegiatan adalah di Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna.


1.6. PENDEKATAN DAN METODOLOGI
Sesuai dengan maksud dan tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan
kegiatan

Penyusunan

DED

IPLT

Kabupaten

Natuna,

maka

metoda

pelaksanaan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut;


1. Pekerjaan Persiapan
a) Membuat program kerja secara keseluruhan;
b) Menentukan sasaran kegiatan
c) Menetapkan metoda survey yang akan dilakukan;
d) Menggali sumber data yang ada;
e) Menyusun format pendataan.
f) Menyiapkan peralatan survey
g) Menyusun jadwal kegiatan
Hal I -

Laporan Akhir
Penyusunan DED IPLT Kabupaten
Natuna
2. Mengumpulkan Data
a) Data Spesial
b) Data Geologi dan Hidrologi
c) Data Struktur Tanah, Hidrolika dan Bangunan Pelengkap
d) Data Sarana dan Prasarana
e) Data Lain
f) Harga bahan dan upah
g) Analisa harga satuan setempat
h) Data kerugian akibat genangan
3. Inventarisasi
Kondisi
Sistem
Pembuangan
Limbah

Eksisting

Inventarisasi kondisi sistem drainase eksisting dilakukan dengan


langkah- langkah sebagai berikut:
a) Buat peta lay out pembagian sistem bangunan pengolahan
berdasarkan peta topografi dan kondisi aktual di lapangan.
b) Susun besaran daerah pengaliran (catchmen area dalam Ha)
saluran, sungai, menjadi sub-sub sistem daerah pengaliran;
c) Hitung panjang saluran (dalam m) dan nama badan
penerimanya dari setiap saluran yang ada.
d) Inventarisir semua komponen sistem drainase,

baik

air

saluran

maupun bangunan pendukungnya, jika data tidak tersedia, ukur


dimensi aluran dan/atau segmen saluran, serta bangunan lainnya;
e) Lakukan cek lapangan untuk memastikan kondisi yang ada sesuai
dengan data.
f) Catat permasalahan utama yang terjadi pada masing-masing
saluran, segmen saluran dan bangunan lainnya beserta foto
kondisinya
4. Analisis, analisis yang dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut;
a) Analisis kondisi eksisting
b) Analisis kebutuhan
c) Analisa Sosial
5. Menyusun Usulan Sistem Drainase Perkotaan,
menyusun usulan
sistem drainase perkotaan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
a) Susun pola aliran dan sistem drainase kota dengan alternatif
sistem;
b) Buat urutan prioritas sub-sistem drainase;
c) Tentukan debit rencana (m3/det) dari masing-masing saluran;
d) Rencanakan
bentuk-bentuk
penampang
dan
bangunan
pelengkapnya pada masing-masing saluran
e) Tentukan luas lahan yang akan dibebaskan
f) Perkirakan besar biaya ganti rugi lahan
6. Menyusun Usulan Prioritas
a) Susun tabel skala prioritas berdasarkan

kepentingan

dan

pengembangan daerah;
b) Analisis berdasarkan pembobotan
c) Usulkan skala prioritas;
Hal I -

Laporan Akhir
Penyusunan DED IPLT Kabupaten
Natuna
d)
e)
f)
g)
h)

Catat kepentingan daerah yang strtegis;


Catat pengaruh langsung terhadap daerah lingkungan kumuh
Catat fasilitas umum dan fasilitas sosial;
Catat pengaruh terhadap pengembangan tata ruang perkotaan
Susun kegiatan berdasarkan tahapan mendesak 5,10, dan 20

tahun.
7. Menyusun Usulan Biaya, menyusun usulan biaya meliputi hal-hal
sebagai berikut :
a) Hitung besaran biaya pembangunan yang dibutuhkan untuk
seluruh pembangunan perbaikan sistem drainase yang diusulkan
sesuai tahapan;
b) Susun rencana sumber-sumber pembiayaan yang diharapkan;
c) Hitung besaran biaya operasi dan pemeliharaan seluruh sistem
drainase pertahun;
d) Identifikasi besaran biaya yang dapat ditanggung oleh masyarakat;
e) Usulkan kegiatan untuk meningkatkan sumber pembiayaan
f) Membuat Jadual Kegiatan Pembangunan Sistem Drainase
8. Membuat jadual kegiatan pembangunan system drainase dilakukan
sebagi berikut;
a) Tentukan jadual prioritas Zona yang akan ditangani;
b) Tentukan Zona sistem bangunan pengolahan yang akan dikerjakan
c) Tentukan waktu pembuatan rencana induk
d) Tentukan waktu pelaksanaan pembangunan fisik;
e) Tentukan waktu kegiatan OP
1.7.

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Pelaksanaan kegiatan penyusunan DED IPLT Kabupaten Natuna dilakukan


dalam jangka waktu 210 (dua ratus sepuluh hari) hari kalender.

1.8.

SISTEMATIKA LAPORAN

Garis besar materi Laporan Akhir ini adalah sebagai berikut:


BAB
BAB
BAB
BAB
BAB
BAB
BAB
BAB

1
2
3
4
5
6
7
8

PENDAHULUAN
GAMBARAN UMUM
KRITERIA DESAIN
ANALISIS DATA
TEKNOLOGI TERPILIH
PERHITUNGAN DESAIN
RENCANA ANGGARAN BIAYA
ASPEK KELEMBAGAAN

Hal I -

Laporan Akhir
Penyusunan DED IPLT Kabupaten
Natuna

Hal I -