Anda di halaman 1dari 14

INTRUSI AIR LAUT

DI SUSUN OLEH :
MIRNA MELATI
2411131037

1. Latar belakang
Pada dekade terakhir ini telah terjadi pertumbuhan penduduk yang sangat pesat di dunia, dan hal
tersebut menyebabkan eksploitasi air bawah tanah terus meningkat dengan pesat. Fenomena ini
telah menyebabkan dampak negatif terhadap kuantitas maupun kualitas Air bawah tanah, antara
lain penurunan muka Air bawah tanah, penurunan kualitas air bawah tanah, serta terjadinya
intrusi air laut di beberapa wilayah.

2. Pengertian Intrusi Air Laut

Intrusi atau penyusupan air asin ke dalam akuifer di daratan pada dasarnya
adalah proses masuknya air laut di bawah permukaan tanah melalui akuifer di
daratan atau daerah pantai. Dengan pengertian lain, yaitu proses terdesaknya air
bawah tanah tawar oleh air asin/air laut di dalam akuifer pada daerah pantai.

3. Ciri dan Penentuan Intrusi Air Laut

4. Faktor Penyebab Intrusi Air Laut

1. Pengambilan air tanah yang melebihi kapasitas

4. Faktor Penyebab Intrusi Air Laut (2)

2. Pemangkasan hutan mangrove

4. Faktor Penyebab Intrusi Air Laut (3)

3. Pemanasan Global

4. Faktor Penyebab Intrusi Air Laut (4)


4. Turunnya Permukaan Tanah

5. Dampak Intrusi Air Laut

1.

Terjadinya penurunan kualitas air tanah untuk kebutuhan manusia

2.

Amblesnya tanah karena pengekploitasian air tanah secara berlebihan

3.

Air tawar akan semakin berkurang dan semakin sulit diperoleh

4.

Perekonomian akan semakin berat buat dijalani

5.

Kerugian bagi petani

6. Upaya Mencegah Intrusi Air Laut

Berbagai upaya harus perlu dilakukan agar intrusi air laut tidak terjadi
diantaranya:
1.

Memberi batasan pengambilan air tanah kepada penduduk sekitar pesisir


pantai sesuai ketentuan yang berlaku.

2.

Menjaga dan melestarikan kembali hutan mangrove di pesisir pantai.

3.

Membuat bendungan kecil atau membuat kolam sebagai daerah penangkap


air.

4.

Mengurangi pencemaran air daratan dengan mewajibkan setiap industry


memiliki pengolahan limbah.

7. Upaya Pengendalian Intrusi air laut (1)

1. Mengubah pola pemompaan

7. Upaya Pengendalian Intrusi air laut (2)

2. Subsurface Barrier

7. Upaya Pengendalian Intrusi air laut (3)

3. Pengendalian pengunaan air tanah dengan melaksanakan penghematan atau


membatasi penggunaan air tanah.
4. Pemantauan terhadap penggunaan air tanah harus dilakukan oleh semua pihak
yang terkait baik masyarkat, dunia usaha dan pemerintah, sehingga semuanya
menyadari pentingnya fungsi, peran dan keberadaan air tanah.
5. Penetapan zona konservasi air tanah

KESIMPULAN
Dengan meningkatnya permasalahan air bawah tanah di Indonesia yang semakin
komplek, khususnya mulai terjadinya intrusi air asin ke daerah pantai, yaitu seperti
yang terjadi di kota-kota besar sudah selayaknya dilakukan usaha-usaha
pengendalian dan pengawasan terhadap kelestarian lingkungan berupa program
penyelamatan yang mendesak yaitu :

Mengurangi pemompaan air bawah tanah di daerah-daerah tertentu misalnya


daerah pantai.

Memperketat pemberian izin pembuatan sumur bor.

Meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan pembuatan sumur bor.

Menambah cadangan air bawah tanah dengan pengisian buatan ("artificial


recharge").

Membuat sumur bor pantau di tempat-tempat tertentu yang dilengkapi dengan


pencatat muka air bawah tanah ("water level recorder").