Anda di halaman 1dari 5

2015

Penambahan Luas Apron Bandar Udara Cirebon

Abstrak
Transportasi udara merupakan sistem transportasi yang cukup penting, karna
mampunya menjangkau daerah yang cukup jauh dengan waktu yang cukup efisien
dibandingkan dengan transportasi darat maupun transportasi laut. Oleh karena itu
pemerintah sendiri membangun bandara udara guna memenuhinya kebutuhan
akan dunia kerja maupun lainnya yang semakin meningkat. Semakin banyaknya
jumlah pengguna akan transportasi udara, tidak menutup kemungkinan bahwa
perlunya penambahan beberapa fasilitas yang menunjang Bandar udara itu
tersendiri. Karna daerah Cirebon kurang memadai tentang luasnya apron, maka
perlunya dilakukan penambahan luas apron pada banara tersebt karena semakin
meningkatnya jumlah kebutuhan masyarakatnya itu tersendiri.
Kata Kunci : Transportasi Udara; Bandar Udara; Apron
1. Pendahuluan
Transportasi mempunyai peran penting bagi pembangunan suatu Negara.
Dapat dikatakan bahwa keberhasilan pembangunan sangat dipengaruh oleh
peran transportasinya sendiri baik untuk kehidupan ekonomi, politik, social
budaya dan pertahanan keamanan, baik itu transportasi darat, laut, maupun
transportasi udara.
Transportasi udara merupakan sistem transportasi yang cukup penting,
karna mampunya menjangkau daerah yang cukup jauh dengan waktu yang
cukup efisien dibandingkan dengan transportasi darat maupun transportasi
laut. Oleh karena itu pemerintah sendiri membangun bandara udara guna
memenuhinya kebutuhan akan dunia kerja maupun lainnya yang semakin
meningkat.
Namun, disamping itu dengan adanya pembangunan Bandar udara ini juga
diharapkan nantinya akan dapa membuka banyak lapangan pekerjaan baru
bagi masyarakat sekitar khususnya untuk daerah Cirebon tersendiri, sehingga
diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai
perubahan yang terjadi akibat pembangunan tersebut.
Tidak hanya untuk masyarakat yang terkena dampak langsung, bagi yang
tidak langsung pun harus memperhatikan akan berbagai perubahan yang
terjadi yang semula pedesaan dan nantinya berubah menjadi perkotaan.
Dalam pembangunan yang terjadi, diharapkan berdampak positif dalam
segi hal apapun tetapi tidak menutup kemungkinan juga jika adanya dampak
negative yang terjadi. Oleh karena itu pembangunan harus direncanakan
secara maksimal, sehingga dapat meminimalisir dampak negative yang terjadi
dan bagaimana caranya supaya terus bias memberikan manfaat bagi
pengunanya tersendiri.
Semakin banyaknya jumlah pengguna akan transportasi udara, tidak
menutup kemungkinan bahwa perlunya penambahan beberapa fasilitas yang
menunjang Bandar udara itu tersendiri. Karna daerah Cirebon kurang
memadai tentang luasnya apron, maka perlunya dilakukan penambahan luas
2411131092

2015

Penambahan Luas Apron Bandar Udara Cirebon

apron pada banara tersebt karena semakin meningkatnya jumlah kebutuhan


masyarakatnya itu tersendiri.
Bandar Udara Cakrabhuwana adalah sebuah bandar udara yang terletak di
Jl. Jend. Sudirman Cirebon, Jawa Barat. Bandar udara ini sebelumnya
bernama Bandar Udara Astanajapura, dan sebelumnya lagi bernama Bandar
Udara Penggung. Bandar udara dengan panjang landas pacu 1.270 m x 30
m[1] dengan permukaan aspal merupakan bandar udara kelas III yang
dikelola oleh UPT Ditjen Hubud.[1] Jenis pesawat terbesar yang bisa
beroprasi di badar udara ini adalah C-212.
2. Rumusan Masalah
Untuk mengetahui penambahan luas ersebut dapat dilihat dari berbagai
idikator sebagai berikut:
a. Bagaimana persepsi masayarakat tentang penambahan luas apron?
b. Alasan perlunya dilakukan penambahan luas apron?
c. Hambatan hamabatan yang terjadi akibat pembebasan lahan guna
penambuahan luas?
3. Ruang Lingkup
Penelitian ini akan berfokkus pada bagaimana guna penambahan luas
apron pada bandara udara di Cirebon. Analisis ini dibatasi pada:
a. Bandar udara yang dikelompokan berdasarkan fasilitas bandara
b. Perluasan apron
4. Materi dan Metoda
Daerah atau tempat di bandar udara yang telah ditentukan guna
menempatkan pesawat udara, menurunkan dan menaikkan penumpang,
kargo, pos, pengisian bahan bakar dan perawatan ringan pesawat udara.
Apron adalah bagian penting dari bandar udara yang digunakan sebagai
tempat parkir pesawat terbang. Selain untuk parkir, pelataran pesawat
(Apron) digunakan untuk mengisi bahan bakar, menurunkan penumpang, dan
menaikkan penumpang pesawat terbang. Apron berada pada sisi bandar udara
(airport side) yang langsung bersinggungan dengan bangunan terminal, dan
juga dihubungkan dengan jalan rayap (taxiway) yang menuju ke landas pacu.
Adapun beberapa jenis apron dilihat dari jenis dan fungsinya :
a. Apron Boundary/Security Line Marking, Adalah garis merah pada
apron yang lebarnya 0.20 meter yang berfungsi sebagai penunjuk
batas antara apron, taxiway, aircraft stand taxi line atau daerah parking
stand
b. Apron Safety Line Marking, Merupakan marka atau garis merah tidak
terputus pada apron dengan lebarnya 0.15m. Fungsinya adalah
menunjukkan batas yang aman bagi pesawat udara dari pergerakan
peralatan pelayanan darat (GSE). Suatu daerah tertutup tempat
pesawat udara di parkir selama pelayanan grown handling diberikan
2411131092

2015

Penambahan Luas Apron Bandar Udara Cirebon

c. Equipment parking Area Marking/Equipment Staging Area, Garis


putih yang berfungsi sebagai suatu area yang terletak pada jarak aman
di luar aircraft safety area yang digunakan sebagai pembatas parkir
dan pesawat udara
d. Apron Lead-in dan Lead-out Line Marking, Garis kuning di apron
dengan lebar 0.15m sebagai pedoman yang digunakan oleh pesawat
udara untuk melakukan ancangan ke dalam atau keluar apron
e. Aircraft Nose Wheel Stopping Position Marking, Tanda berupa garis
berwarna kuning sebagai tempat berhenti pesawat udara yang parkir.
terletak di apron area pada perpanjangan lead-in dan berjarak 6 meter
dari akhir garis lead-in.
f. Apron Edge Line Marking, Garis kuning di sepanjang tepi apron
untuk menunjukkan batas tepi apron
g. Parking Stand Number Marking, Tanda di apron berupa huruf dan
angka yang berwarna kuning dengan latar belakang hitam yang
berfungsi sebagai penunjuk nomor tempat parkir pesawat udara
h. Aviobridge Safety Zone Marking, Tanda di apron berupa garis-garis
merah yang yang terletak di dekat aircraft parking stand berbentuk
trapesium berfungsi sebagai penunjuk daerah aerobridge atau
garbarata. Garbarata merupakan sarana berupa jembatan yang dapat
diatur langsung ke pintu pesawat udara, digunakan untuk naik atau
turun penumpang, dari dan ke ruang tunggu
i. No Parking Area Marking, Tanda berbentuk persegi panjang dengan
garis-garis berwarna merah yang tidak boleh digunakan untuk parkir
peralatan
j. Service Road Marking, Tanda berupa dua garis pararel sebagai batas
pinggir jalan dan garis putus-putus sebagai petunjuk sumbu jalan,
berwarna putih dengan lebar garis 0.15m sebagai jalan pelayanan
umum bagi kendaraan atau peralatan yang membatasi sebelah kanan
dan kiri yang memungkinkan pergerakan peralatan (GSE) terpisah
dengan pesawat udara
Adapun beberapa tugas dan fungsi apron sendiri, ialah :
a. Mengatur masuknya pesawat udara ke apron dan mengkoordinasikan
pesawat udara yang keluar dari apron dengan dinas adc (aerodrome
control)
b. Menjamin keselamatan dan kecepatan serta kelancaran pergerakan
kendaraan dan pengaturan yang tepat dan baik bagi kegiatan di sisi
udara
c. Menyiapkan aircraft parking standard allocation terlebih dahulu, untuk
memudahkan parking dan handling pesawat udara yang bersangkutan
d. Memberikan / menyebarkan informasi kepada operator mengenai halhal yang berkaitan dengan adanya suatu kegiatan yang sedang
berlangsung yang berpengaruh terhadap kegatan operasi lalu lintas di
apron.

2411131092

2015

Penambahan Luas Apron Bandar Udara Cirebon

Adapun beberapa metode yang digunakan ialah :


a. Metode Penelitian
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu metode
yang bersifat mendapatkan data dari buku buku atau literature
ataupum peraturan perundang undangan dan melakukan
perbandingan dengan realita dilapangan, apakah aturan itu
dilaksanakan atau tidak dalam hal proses penetapan
b. Metode Pengumpulan data
1) Studi kepustakaan
Metode studi kepustakan ini dilakukan dengan cara mengumplkan
data dengan membaca peraturan perundang- undangan, buku
buku, literature literature, makalah dan sebagainya yang
mendudkung dan berhubungan dengan apa yang akan penulis teliti
2) Metode analisis data
Metode analisis data adalah dengan mengumpulkan berbagai
macam sumber data yang kemudian dianalisis guna mendapatkan
hasil untuk mendukung penelitian
5. Hasil dan Pembahasan
Apron merupakan tempat parkir pesawat. Mengingat semakin bayaknya
kebutuhan akan transportasi, khususnya di transportasi udara. Perlunya
dilakukan penambahan dari segi fasilitas guna mencukupi kapasitas para
penggunanya.
Adapun beberapa persepsi masyarakat yang menilai, bahwa memang
perlunya dilakukan penambahan luas mengingat kurangnya lahan untuk
apronnya sendiri. Adapun juga yang menilai, bahwa kurang perlunya
dilakukan penambahan mengingat kecilnya lahan sekitar sehingga akan
berakibat pada pembebasan lahan rumah rumah masyarakat.
Disamping itu, beberapa hambatan yang mungkin terjadi ialah mengenai
ijin dari masyarakat sekitar tentang setuju atau tidaknya dilakukan
penambahan luas apron dan juga perlunya dipertimbangkan mengenai dana
guna membangun tambahan luas apron itu sendiri.
Menghitung luas apron
Lebar apron
L = (2xPb) + (3xC)
Dimana :
L
P
b
C

= Lebar apron
= Panjang badan pesawat (m)
= Wing Tip Clearence (m)

Untuk lebar apron diperhitungkan dari pesawat yang paling panjang,


dalam hal ini pesawat Boeing 747-400 = 70,4 m
2411131092

2015

Penambahan Luas Apron Bandar Udara Cirebon

Sehingga
L

= (2x70,4) + (3x7,5)
= 163,3 m

6. Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan, didapat bahwa perlunya penambahan
luasan apron sendiri untuk bandar udara Cirebon. Mengingat pula
meningkatnya jumlah pengguna layanan bandar udara
Apron hendaknya :
a. Dibuat nyaman untuk bongkar muat penumpang, kargo atau pos sebaik
memberikan pelayanan kepada pesawat tanpa mengganggu traffic
lainnya di aerodrome tersebut.
b. Seluruh area apron hendaknya mampu digunakan untuk expeditious
handling traffic di aerodrome tersebut pada saat traffic padat.
c. Setiap bagian dari apron hendaknya dapat digunakan untuk pesawat
yang akan segera ditangani walau beberapa bagian apron memang
dikhususkan untuk dipakai jika traffic padat saja.
d. Slope di apron termasuk aircraft stand taxi lane dibuat agar air tidak
tergenang.
e. Slope terbesar pada aircraft stand adalah 1%
f. Setiap aircraft stand harus memiliki jarak yang aman terhadap aircraft
stand yang lain, bangunan-bangunan didekatnya, dan benda-benda lain
di apron. Berikut ini adalah jarak aman antar aircraft stand :
1) Code letter A : 3 meter
2) Code letter B : 3 meter
3) Code letter C : 4,5 meter
4) Code letter D : 7,5 meter
5) Code letter E : 7,5 meter
6) Code letter F : 7,5 meter
7. Ucapan Terima Kasih
Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
terlibat dalam penyusunan makalah penelitian ini di antaranya:
a. Bapak DR. Antono Damayanto, Ir., MMBAT, selaku dosen mata kuliah
Metodologi Penelitian UNJANI
8. Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Pelataran_pesawat

2411131092