Anda di halaman 1dari 13

Hormon Pada Vertebrata

Hickman et al. (2001) menyatakan bahwa sistem endokrin vertebrata diatur oleh hipotalamus.
Pelepasan semua hormon pituitari anterior diatur terutama oleh produk-produk neurosekresi
hipotalamus yang disebut releasing hormone/hormon pelepas (atau hormon penghambat pelepasan).
Hipotalamus juga menghasilkan dua jenis hormon neurosekresi, yang disimpan di dalam dan
dilepaskan dari lobus pituitari posterior. Pada mamalia, kedua hormon ini adalah oksitosin, yang
merangsang produksi susu dan kontraksi uterus selama proses kelahiran; dan vasopresin (hormon
antidiuretik) yang bertindak terhadap ginjal untuk menghambat produksi urin, menyebabkan
penyempitan pembuluh darah, dan meningkatkan rasa haus. Pada amfibi, reptil dan burung, vasotosin
menggantikan vasopresin sebagai hormon pengatur keseimbangan air. Lobus pituitari anterior
menghasilkan tujuh jenis hormon yang telah dikenal dengan baik. Empat di antaranya adalah hormon
tropic yang mengatur kelenjar endokrin : hormon tirotropik (TSH), yang mengendalikan sekresi
hormon-hormon tiroid; hormon adrenokortikotropik (ACTH), yang merangsang pelepasan hormonhormon steroid oleh korteks anak-ginjal; dan follicle-stimulating hormone (FSH; hormon
perangsang folikel) dan luteinizing hormone (LH), yang beraksi terhadap ovari dan testes. Tiga jenis
hormon yang bertindak langsung adalah (1) prolaktin, yang memainkan beberapa peranan beragam,
termasuk merangsang produksi susu; (2) hormon pertumbuhan, yang mengendalikan pertumbuhan
dan metabolisme tubuh; dan (3) hormon perangsang melanosit (MSH), yang mengatur penyebaran
sel-sel melanosit pada vertebrata ektoterm.

Hickman et al. (2001) menambahkan bahwa pada banyak vertebrata, kelenjar pineal menghasilkan
hormon melatonin yang dilepaskan sebagai respon terhadap kondisi gelap. Pada burung dan mamalia
yang merupakan pemijah musiman, melatonin menyediakan informasi tentang panjang hari, dan
dengan demikian secara tidak langsung mengatur aktivitas reproduksi musiman. Di dalam otak ada
beberapa neuropeptida yang bertindak sebagai hormon, yaitu prostaglandin dan sitokin. Beberapa
hormon memainkan peranan penting dalam mengatur aktivitas metabolik seluler. Dua hormon tiroid,
yaitu triodotironin dan tiroksin, mengatur pertumbuhan, perkembangan sistem saraf dan metabolisme
seluler. Metabolisme kalsium dikendalikan terutama oleh tiga jenis hormon : hormon paratiroid dari
kelenjar paratiroid, hormon 1,25-dihidroksivitamin D yang merupakan turunan vitamin D, dan
kalsitonin dari kelenjar tiroid. Hormon paratiroid dan 1,25-dihidroksivitamin D meningkatkan
konsentrasi kalsium dalam plasma darah sedang kalsitonin menurunkannya.

Hormon-hormon steroid utama dari kortek adrenal adalah glukokortikoid, yang merangsang
pembentukan glukosa dari sumber non glukosa (glukoneogenesis), dan mineralokortikoid, yang
mengatur keseimbangan elektrolit darah. Medula adrenal merupakan sumber hormon epinefrin dan
norepinefrin, yang mempunyai banyak pengaruh, di antaranya membantu sistem saraf simpatetik
dalam respon darurat. Mereka juga meningkatkan subtrat energi di dalam darah untuk digunakan pada
situasi darurat. Pankreas endokrin menghasilkan dua jenis hormon yang bekerja berlawanan
(antagonistik) dalam mengatur metabolisme glukosa, yaitu insulin dan glukagon. Insulin dibutuhkan
dalam proses pemanfaatan glukosa darah pada tingkat seluler serta penyerapan asam-asam amino di
dalam otot; aksi glukagon berlawanan dengan insulin. Hormon yang ditemukan baru-baru ini adalah
leptin, yang disekresi oleh jaringan lemak (adipose) dan memberi umpan balik bagi hipotalamus
untuk mengatur keseimbangan energi dan pengambilan makanan (Hickman et al.2001).

SISTEM HORMON PADA MANUSIA


Hormon berasal dari bahasa homaein yang berarti memacu.
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu (karena tidak memiliki
saluran) apabila ada rangsangan yang seuai dan berfungsi untuk mengatur metabolism,
pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan tingkah laku.
Hormon diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit.
Kemudian hormon diangkut oleh darah menuju ke sel, jaringan, atau organ target. Pada organ
target, hormon mempengaruhi aktivitas enzim khusus, sehingga dapat mengatur berbagai
aktivitas tubuh seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan.
Hormon berfungsi :
1. Memacu pertumbuhan dan metabolisme tubuh.
2. Memacu reproduksi.
3. Mengatur keseimbangan cairan tubuh/homeostasis.
4. Mengatur tingkah laku.
Kelenjar dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
1. Kelenjar eksokrin yaitu kelenjar yang mempunyai saluran khusus dalam penyaluran
hasil sekretnya/getahnya. Ex : kelenjar-kelenjar pencernaan.
2. Kelenjar endokrin yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus dalam
penyaluran hasil sekretnya/getahnya. Ex : kelenjar hipofisis, thyroid, thymus dll.
Kelenjar endokrin pada manusia meliputi kelenjar hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar
adrenal, kelenjar kelamin, dan pankreas (kelenjar pulau-pulau langerhans).
Hormone dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi mempunyai pengaruh besar.
Pada hakekatnya hormone dan saraf memiliki persamaan tugas dalam pengaturan kegiatankegiatan tubuh. Perbedaannya meliputi kecepatan kerjanya, banyaknya organ tubuh yang
dipengaruhi, kecepatan reaksi, dan sistem peredarannya.

Sistem Saraf

Tabel 1. Perbedaan antara Sistem Saraf dengan Hormon


Sistem Hormon

Mengantarkan rangsangan dengan cepat

Mengantarkan rangsangan dengan lembut

Mengantarkan rangsangan secara kurang teratur

Mengantarkan rangsangan secara teratur

Rangsangan melalui serabut saraf

Rangsangan melalui darah

Gambar 1. Kelenjar Endokrin Manusia


I.

KELENJAR DALAM TUBUH MANUSIA


A. Kelenjar Hipofisis

Gambar 2. Kelenjar Hipofisis

Hipotalamus memainkan peranan penting dalam koordinasi sistem saraf dan hormone.
Misalnya, otak mengirimkan informasi sensoris mengenai perubahan musim dan
ketersediaan pasangan kawin ke hipotalamus melalui sinyal saraf. Kemudian,
hipotalamus akan memicu pembebasan hormone reproduksi yang diperlukan untuk
perkawinan.
Kelenjar hipofisis terletak di dasar otak, ukurannya sebesar biji ercis. Meskipun
ukurannya kecil, kelenjar hipofisis berperan penting dalam sistem koordinasi tubuh.
Kelenjar hipofisis mensekresikan berbagai macam hormon yang mengatur berbagai
kegiatan dalam tubuh (mastergland).
Hipotalamus menyekresikan dua buah hormone, yaitu:
1. Hormon pembebas (releasing hormone) yang memacu kelenjar hipofisis untuk
menyekresikan

2. Hormon penghambat (inhibiting hormone) yang membuat kelenjar hipofisis berhenti


menyekresikan hormon. Setiap hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis
dikontrol oleh paling tidak satu hormone pembebas dan penghambat yang dihasilkan
oleh hipotalamus
Kelenjar hipofisis terdiri atas tiga lobus, yaitu: lobus anterior , Intermediate dan
posterior.
Ketiga lobus ini menghasilkan banyak hormon yang sangat penting bagi tubuh kita.
Karena itu, kelenjar hipofisis disebut juga master of gland.
Hormon yang disekresikan oleh hipofisis dan fungsinya dapat dilihat pada tabel berikut.

Hormon

Tabel 2. Hormon-hormon yang Dihasilkan Kelenjar Hipofisis


Fungsi

Hormone pertumbuhan

Memicu pertumbuhan dengan meningkatkan laju


pembentukan protein di dalam sel.

Laktotropik hormone (LTH)

Merangsang produksi air susu

Thyroid stimulating hormone (TSH)

Mengontrol sekresi hormone oleh kelenjar tiroid

Adrenocorticotropic hormone (ACTH)

Mengontrol sekresi hormone oleh korteks adrenal

Follicle stimulating hormone (FSH)

1. Pada wanita, merangsang perkembangan folikel pada


ovarium dan sekresi estrogen
2. Pada pria, memicu testis untuk menghasilkan sperma

Luiteinizing hormone (LH)

1. Pada wanita, menstimulasi ovulasi dan sekresi


progesterone
2. Pada pria, menstimulasi sel interstisial untuk
menghasilkan testosteron

Lobus Intermediat
Melanosit stimulating hormone (MSH)

Mempengaruhi pigmentasi kulit

Lobus posterior
Hormon antidiuretik (ADH) atau
vasopresin

Menurunkan volume urin dengan cara menyerap air dari


ginjal dan meningkatkan tekanan darah

Oksitosin

Memacu kontraksi uterus selama proses melahirkan dan


kelenjar susu agar mengeluarkan air susu.

Hormone diperlukan dalam jumlah tertentu. Jika suatu hormon yang dihasilkan
berkurang atau berlebih akan membawa dampak-dampak yang tidak diinginkan.
1. Jika pada masa anak-anak, sekresi hormon pertumbuhan berlebih (hipersekresi) akan
menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme).
2. Bila hipersekresi hormon pertumbuhan terjadi pada di usia dewasa, dapat menyebabkan
pertumbuhan tulang abnormal di lengan, kaki, dan kepala. Kondisi ini dikenal sebagai
akromegali.
3. Bila kekurangan hormon pertumbuhan pada masa kanak-kanak menyebabkan kekerdilan

B. Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid di leher bagian depan dan terdiri atas dua lobus.
Kelenjar tiroid menyekresikan hormon tiroksin dan kalsitonin.

Hormon

Tabel 3. Hormon-hormon yang Dihasilkan oleh Kelanjar Tiroid


Fungsi

Tiroksin

Mengatur metabolisme tubuh (memacu kecepatan reaksi kimia dalam sel tubuh,
sehingga meningkatkan metabolisme tubuh)

Kalsitonin

Menurunkan kadar kalsium darah dengan cara meningkatkan penimbunan kalsium


pada tulang keras, mengurangi pengambilan kalsium dalam usus, atau mengurangi
pengambilan kalsium dalam ginjal.

Dalam memproduksi tiroksin, kelenjar tiroid memerlukan iodium.


Kekurangan iodium dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan pembesaran
kelenjar.
1. Hipotirioditisme (Kekurangan produksi hormon tiroksin menyebabkan penyakit
kretinisme (kerdil pada anak-anak) dan miksedema (pada orang dewasa).
2. Miksedema ditandai dengan laju metabolisme rendah, berat badan berlebihan, rambut
rontok, dan bentuk tubuh menjadi kasar.
3. Kelebihan hormon tiroksin menyebabkan penyakit basedow, yang ditandai mudah
gugup, nadi dan napas cepat dengan tidak teratur, mulut menganga, dan mata lebar.
C. Kelenjar Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)

Kelenjar paratiroid terletak di dekat kelenjar tiroid dan menghasilkan hormon


paratiroid (parathormon).
Parathormon berperan untuk meningkatkan pengeluaran fosfor oleh ginjal dan
meningkatkan penyerapan kalsium dari tulang.

Gambar 3. Kelenjar Tiroid dan Paratiroid

D. Kelenjar Adrenal / kelenjar anak ginjal (suprarenalis)


Kelenjar adrenal berupa struktur kecil yang terletak di atas ginjal, sehingga disebut juga
kelenjar anak ginjal (suprarenalis).
Kelenjar adrenal terdiri dari:
1. Bagian luar
Bagian luar (korteks) menghasilkan hormon kortison yang terdiri dari:
a. Mineralokortikoid, berfungsi untuk membantu metabolisme garam natrium dan
kalium serta menjaga keseimbangan hormon kelamin
b. Glukokortikoid, berfungsi membantu metabolism karbohidrat.
Kekurangan hormon kortison menyebabkan penyakit adison yang ditandai dengan
kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, dan muntah-muntah.
2. Bagian dalam.
Bagian dalam (medula) menghasilkan hormon adrenalin (epinefrin), yang memengaruhi
peningkatan denyut jantung, kecepatan pernapasan, dan meningkatkan tekanan darah
(menyempitkan pembuluh darah). Adrenalin bersama insulin berpengaruh terhadap
perubahan glikogen (gula dalam otot) menjadi glukosa (gula dalam darah).

Gambar 4. Kelenjar Adrenal


E. Kelenjar Pulau-Pulau Langerhans
Kelenjar pulau-pulau langerhans merupakan sekelompok sel yang terletak di dalam
kelenjar pankreas.
Hormon yang dihasilkan adalah insulin dan glukagon
Hormon insulin dan glukagon bekerja sama untuk mengatur kadar glukosa dalam darah.
Bila kadar glukosa dalam darah tinggi, insulin disekresikan sehingga glukosa diubah
menjadi glikogen. Sebaliknya, jika kadar glukosa dalam darah menurun, glukagon
disekresikan yang akan mengubah glikogen menjadi glukosa.
Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes melitus (kencing
manis) yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Kelebihan
glukosa akan dikeluarkan bersama urin. Tanda-tanda diabetes melitus yaitu sering
mengeluarkan urin dalam jumlah banyak, sering merasa haus dan lapar, serta badan
terasa lemas.

Gambar 5. Kelenjar Pankreas


F. Kelenjar Kelamin
Kelenjar kelamin terdiri atas:
1. Testis sebagai kelenjar kelamin jantan (pria)
Testis, menghasilkan hormon testosteron yang berfungsi merangsang pematangan
sperma (spermatogenesis) dan pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder pada pria,
misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun, dan membesarnya suara.
Sekresi hormon tersebut juga dirangsang oleh hormon yang dihasilkan oleh hipofisis.

Gambar 6. Kelenjar Kelamin pria

2. Ovarium sebagai kelenjar kelamin betina (wanita).


Ovarium, menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sekresinya diatur oleh
hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis. Estrogen berfungsi untuk menimbulkan dan
mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, misalnya perkembangan
pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus. Progesteron berfungsi untuk
mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima ovum yang sudah dibuahi.

Gambar 7. Kelenjar Kelamin Wanita


G.

Kelenjar Timus
Terletak di sepanjang rongga trachea di rongga dada bagian atas.
Timus membesar sewaktu pubertas dan mengacil setelah dewasa.
Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau hormon
pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi.
Menghasilkan timosin yang berfungsi untuk merangsang limfosit.

Gambar 8. Kelenjar Timus

H. Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal adalah suatu bagian kecil di dalam otak yang bertanggung jawab atas
efisiensi fungsi dari beberapa sistem metabolisme di dalam tubuh.
Kelenjar ini panjangnya hanya sekitar 7 milimeter dan terletak hampir di bagian tengah
otak, di antara otak kanan dan otak kiri.
Kelenjar ini bertanggung jawab menghasilkan sebuah hormon yang bernama melatonin,
yang berfungsi untuk mengatur ritme harian tubuh. Ketika retina mata terstimulasi oleh
cahaya, impuls dikirim ke saraf optik menuju bagian otak yang disebut hipotalamus. Dari
sini, saraf simpatetik berhubungan dengan kelenjar pineal dan memicu diproduksinya
melatonin. Hasilnya adalah ketika tidak ada cahaya yang mencapai mata, misalnya pada
malam hari, sinyal-sinyal ini tidak lagi menghambat produksi melatonin dan kemudian
menyuruh tubuh untuk tidur.

Gambar 9. kelenjat Pineal

II. FAKTOR-FAKTOR PENGATUR SEKRESI HORMON


Ada dua faktor yang berfungsi mengatur sekresi hormon, yaitu :
1. Faktor Saraf
Bagian medula kelenjar suprarenal mendapat pelayanan dari saraf otonom. Oleh
karma itu sekresinya diatur oleh saraf otonom.
2. Faktor Kimia
Susunan bahan kimia atau hormon lain dalam aliran darah mempengaruhi sekresi
hormon tertentu. Contohnya, sekresi insulin dipengaruhi oleh jumlah glukosa di
dalam darah.
III. KELAINAN HORMON
Tabel 4. Kelainan Akibat Hormon
No
A

Nama
kelainan
Diabetes

Penyebab
Kekurangan hormon

Akibat
urine banyak mengandung gula

melitus

insulin,

Gigantisme

Kelebihan somatro tropin


atau tiroksin,

tumbuh seperti raksasa

Kretinisme

Kekurangan somatro
tropin atau tiroksin,

tumbuh kerdil

Kejang otot

Kekurangan parathormon

Kalsium darah turun, terjadi kontraksi otot


berlebihan

Tulang rapuh

Kelebihan parathormon

Kalsium darah meningkat, tulang mudah


retak dan patah

Addison

Kekurangan
glukokortikoid karena
kelenjar andrenal
terifeksi/autonium

Berkurangnya volume & tekanan darah,


hipoglikemia dan turunnya daya tahan tubuh
terhadap stress, lesu mental/ fisik.

Sindrom
Cushing

Kelebihan glukokortikoid

Otot mengecil dan lemah, osteoporosis, luka


sulit sembuh, gangguan mental

Sindrom
Adrenogenital

Kekurangan
glukokortikoid karena
kekurangan enzim
pembentuk glukokotikoid
pada kelenjar adrenal

tanda kelainan sekunder pria pada


wanita/virilisme, pria di bawah umur timbul
pubertas perkoks, pria dewasa timbul
kelamin sekunder wanita

Peokromosito
ma

Tumor adrenal medulla

Basa metabolisme meningkat, glukosa darah


meningkat, jantung berdebar, tekanan darah
meninggi, berkurangnya fungsi saluran
pencernaan dan keringat pada telapak tangan

Hipotiroidea

kekurangan hormone
tiroid

kretinisme

Hipertiroidea

kelebihan hormone tiroid

berat
badan
menurun,
gemetaran,
berkeringat, nafsu makan besar, jantung
berdebar dan BMR maningkat melebihi 20
sampai 100

IV. Sistem hormon pada hewan


Sistem Endokrin pada Amphibia
Katak memiliki beberapa kelenjar endokrin yang menghasilkan sekresi intern desebut
hormon. Fungsi mengatur atau mengontrol tugas-tugas tubuh, merangsang, baik yang bersifat
mengaktifkan atau mengerem pertubuhan, mengaktifkan bermacam-macam jaringan dan
berpengaruh terhadap tingkah laku makhluk hidup.
Pada dasar otak terdapat glandulae pituitaria atau glandula hypophysa. Bagian anterior
kelenjar ini menghasilkan hormon pertumbuhan. Hormon ini mengontrol pertumbuhan tubuh
terutama pada panjang tulang. Juga merangsang gonad untuk menghasilkan sel kelamin.

Bagian tengah g.pituitaria menghasilkan hormon intermidine yang mempunyai peranan


dalam pengaturan cromatophora dalam kulit. Bagian posterior g. Pituitaria menghasilkan
hormon yang mengatur pengambilan air. Hormon tiroid yang mengatur metabolisme.
Kelenjar ini menjadi besar pada berudu sebelum metamorphose menjadi katak. Kelenjar
pankreas menghasilkan enzim dan hormon insulin yang mengatur meteabolisme zat gula.
Sistem endokrin pada Aves
Kelenjar endokrin terdiri atas glandulae pituitaria atau hypophysa terletak didasar otak pada
ujung infundibulum, glandulae thyroidea yang terletak di bawah pena jugularis dekat cabang
arteri subclavia dan arteri carotis. Glandulae pancreatucus menghasilkan hormon insulin.
Glandulae sub renalis atau glandula andrenalis terletak pada permukaan ventral dan Ren,
Glandulae sexualis menghasilkan hormon yang mempengaruhi tanda kelamin sekunder
terutama terletak pada warna bulu.
Sel-sel neurosekresi terdapat pada terutama hewan rendah kecuali hewan bersel satu. Pada
Coelenterata dan annelida tidak terdaopat kelenjar endokrin tapi mekanisme neurosekresi
mengatur pertumbuhan dan reproduksi. Demikian juga pada cacing pipih dan nematoda
hanya mempunyai mekanisme neurosekresi. Hewan rendah yang mempunyai kelenjar
endokrin ialah Cephalopoda, Arthropoda dan hewan yang lebih kompleks lainya.
Crustacea
Terdapat kelenjar sinus pada insekta ada korpus kardiakum.kedua kelenjar tersebut sama
dengan neurohipofisis (hipofisis bagaian belakang) pada vertebrata. Jadi pada dasarnya
hewan rendah maupun vertebrata terdapat suatu hubungan antara sistem syaraf dengan
kelenjar endokrin. Hipotisis pada vertebrata disebut kelenjar neuroendokrin
Coelenterata
Pada Coelenterata seluruh sistem syaraf bekerja sebagai sistem neurosekresi. Misalnya pada
ubur-ubur syaraf cincin sirkum oral dengan serabut radialnya mempunyai sel-sel
neurosekresi. Neurohormon belum diketahui strukturnya tapi mempunyai fungsi penting
misalnya untuk proses melepaskan gamet. Platyhelminthes Pada cacing pipih sel-sel
neurosekresi terdapat pada ganglion otak. Fungsinya belum diketahui tapi diduga belum
mempunyai peranan dalam proses regenerasi.
Annelida
Sel-sel neurosekresi pada annelida terdapat pada ganglion supraoesofagus, ganglion
suboesufagus dan ganglion ventral. Neuro hormon pada cacing tanah banyak diselidiki peran
neurohormon pada annelida ialah dalam fungsi:

Tumbuh dan regenerasi

Transformasi somatik berkenaan dengan reproduksi

Pemotongan ganda dan perkembangan seksual

Menentukan ciri-ciri kelamin luar (sekunder)

Penyembuhan luka

Mollusca
Sel neurosekresi terdapat pada gangloin otak molluska. Pada molluska terdapat pula kelenjar
endokrin seperti pada vertebrata. Kelenjar tersebut misalnya kelenjar optik pada Octopus.
Pada sejenis siput jika tentakel dibuang hasilnya pembentukan telur pada ovotestis
dipercepat. Jika ekstrak tentakel disuntikkan merangsang produksi sperma. Ekstrak ganglion
otak merangsang produksi telur. Dari contoh diatas menunjukkan bahwa baik otak maupun
tentakel berisi sel-sel neurosekresi yang menghasilkan hormon (neurohormon). Neurohormon
dari tentakel merangsang produksi sperma sedang dari otak merangsang perkembangan telur.
Pada octopus proses kedewasaan juga diatur oleh sel-sel neurosekresi yang mempengaruhi
pertumbuhan ovarium dan testes. Jadi hubungan ganglion otak-kelenjar optik-gonade pada
octopus sama seperti hubungan hipotalamus-hipofisisgonade pada vertebrata.
Crustacea (udang-udangan)
Mekanisme neurosekresi pada udang-udangan sangat kompleks dan sangat erat hubungannya
dengan sistem saraf dan ganglionnya. Diantaranya hormon yang penting adalah:
Beberapa Neurohormon Tangkai Mata
Terdapat beberapa neurohormon yang berasal dari ganglia optik yang letaknya pada tangkai
mata:

Hormon Pigmen Retina

Kromatorotrofin

Hormon Hiperglikemik

Hormon Inhibitor Ovarium

Hormon Inhibitor Pengelupasan (Moulting)

Organ Y

Kelenjar Androgen Pada Jantan

Ovarium

Insecta
Hampir semua hormon dihasilkan sel neurosekresi dari ganglion otak dan ganglia lainnya
yang dapat ditemukan pada protoserebrum, tritoserebrum, ganglion suboesofagus dan ganglia
ventral.
Hewan diketahui juga menghasilkan sejumlah hormon yaitu :

Juvenil hormone(JH), merangsang perubahan serangga dari bentuk ulat ke larva. Hormon
ini tidak dihasilkan ketika serangga mencapai bentuk dewasanya.Ecdysone, merangsang
perubahan atau pergantian kulit serangga. Hormon ini bekerja antagonis dengan JH.

Octopamine, menaikkan kadar penggunaan glukosa oleh otot.

Adipokinetic Hormone, mempercepat perubahan lemak menjadi energi.

Bovine Somatotropin(BST),meningkatkan produksi susu pada ternak.