Anda di halaman 1dari 4

Heat Treatment Pada AISI 4340 High Tensile Steel

Heat Treatment merupakan proses pengubahan sifat logam, terutama baja, melalui
pengubahan struktur mikro dengan cara pemanasan dan pengaturan laju pendinginan. Heat
treatment merupakan mekanisme penguatan logam dimana logam yang akan kita ubah sifatnya
sudah berada dalam kondisi solid. Dalam heat treatment kita memanaskan specimen sampai
dengan temperature austenisasinya.
Heat Treatment yang dilakukan pada AISI 4340:
Annealing
Annealing adalah sebuah proses perlakuan panas yang digunakan untuk meniadakan pengaruh
dari cold work, dan juga berfungsi untuk membuat material menjadi lebih lunak dan
meningkatkan ductility. Untuk AISI 4340, baja dipanaskan sampai 800 oC - 850 oC dan ditahan
sampai uniform di semua section dan dingin di furnace.

Flame or Induction Hardening


Untuk Mengeraskan Surface dari bar AISI 43240 dapat menggunakan flame atau induction
hardening sehingga mengakibatkan kekerasan melebihi Rc 50 (skala Rockwell)
Flame hardening adalah proses pemanasan permukaan yang menggunakan nyala api
oxyacetylene untuk pemanasan permukaan logam. Proses ini hanya dapat dilakukan untuk logam
yang mengandung kadar karbon tinggi atau sedang. Pada alat dipasangkan juga aliran pendingin
sehingga setelah suhu yang diinginkan tercapai permukaan langsung disemprot dengan air.
Induction hardening adalah metode yang mirip dengan flame hardening, dengan pengecualian
bahwa sumber panasnya adalah sentral listrik di dalam logam oleh sebuah aliran induksi listrik.
Blok induksi yang berfungsi sebagai kumparan primer transformator ditempatkan di sekeliling
benda yang akan dipanaskan. Arus berfrekuensi tinggi yang melewati blok ini akan

menimbulkan arus induksi pada permukaan benda. Blok indikator yang mengelilingi permukaan
yang dipanaskan dengan saluran air yang berlubang-lubang halus.
Part harus dipanaskan secebatnya ke temperature austenic (830 oC - 860 oC) dan memerlukan
case depth diikuti dengan oil atau water quench, tergantung pada hardness yang diinginkan,
besarnya part dan persiapan quenching. Ketika suhu quench mencapai suhu tubuh, komponen
harus di tempering sekitar 150 oC - 200 oC untuk menghilangkan quenching stresses pada case.
Ini akan berpengaruh kecil untuk hardness pada case

Hardening
Hardening adalah proses pemanasan baja sampai suhu di daerah atau di atas daerah kritis disusul
dengan pendinginan yang cepat. Untuk proses ini dilakukan dengan input panas dan transfer
panas dalam waktu pendek. Tujuan hardening untuk merubah struktur baja sedemikian rupa
sehingga diperoleh struktur martensit yang keras. Prosesnya adalah baja dipanaskan sampai suhu
tertentu (tergantung dari kadar karbon) kemudian ditahan pada suhu tersebut, beberapa saat
kemudian didinginkan secara mendadak dengan mencelupkan dalam air, oli atau media
pendingin yang lain. Dengan pendinginan yang mendadak, tidak ada waktu yang cukup bagi
austenit untuk berubah menjadi perlit dan ferit atau perlit dan sementit. Pendinginan yang cepat
menyebabkan austenit berubah menjadi martensit. Hasilnya keuletan tinggi.
Pada AISI 4340, baja dipanaskan sehingga 830 oC - 860 oC. ditahan sampai temperature uniform
ke semua section, lalu didinginkan hingga 10 sampai 15 menit per 25 mm section, dan di quench
di oil, water atau polymer sesuai yang diperlukan. Segera di tempering selama suhunya setara
suhu tubuh

Nitriding
Proses nitriding adalah proses pengerasan permukaan pada atmosphere yang mengandung
campuran gas ammonia dan dissociated ammonia. Efektivitas dari proses ini tergantung pada
formasi nitride dalam baja oleh reaksi nitrogen dengan unsur material. Nitrogen harus diubah

menjadi atom-atom karena molekul nitrogen tidak akan bereaksi. Nitrogen yang diserap oleh
logam membentuk nitride yang keras yang merata pada permukaan logam.
Nitriding pada baja AISI 4340 dapat memberikan kekerasan permukaan mencapai 60 Rc.
Nitriding dilakukan pada suhu 490 oC - 530 oC. diikuti dengan pendinginan lambat (tanpa
quenching) untuk mengurangi distrosi, sehingga part bisa di machining mendekati besar akhir,
hanya perlu di grinding of distortion. Tensile strength pada bagian inti biasanya tidak
berpengaruh karena temperatur yang diperlukan untuk nitriding biasanya lebih rendah dari
temperatur tempering yang dipakai. Nikel pada AISI 4340 dapat membuat case hardness lebih
rendah atau sklus nitriding lebih lama, hal ini dikarenakan nickel berupakan inert terhadap aksi
yang dilakukan nitrogen dan aslinya tahan terhadap difusi ke baja.

Stress Relieving
Stress reliefing adalah proses heat treatment yang digunakan untuk menghilangkan tegangan
internal tanpa mengurangi kekuatan suatu material secara signifikan. Proses ini digunakan pada
situasi dimana pengawasan dimensional secara ketat diperlukan dalam proses pengelasan,
penempaan, pengecoran, dan lain-lain.
Baja AISI 4340 dipanaskan mencapai 600 oC - 650 oC, ditahan sampai temperature uniform ke
seluruh section, di celup selama 1 jam setiap 25mm section dan didinginkan dengan suhu ruang.

Tempering
Tempering adalah pemanasan kembali yang bertujuan untuk menurunkan kekerasan,
pendinginan dilakukan di udara. Dalam proses tempering atom-atom akan berganti menjadi suatu
campuran fasa-fasa ferrit dan sementit yang stabil. Melalui tempering kekuatan tarik akan
menurun sedang keuletan dan ketangguhan akan meningkat. Untuk proses quenching setelah
hardening dilakukan mendadak, sedangkan setelah tempering pendinginan dilakukan dengan
udara. Proses pendinginan ini jelas akan berakibat berubahnya struktur logam yang diquench.
Baja AISI 43040 dipanaskan kembali pada suhu sekitar 450 oC - 660 oC ditahan sampai
temperature uniform ke seluruh section, di celup selama 1 jam setiap 25mm section dan

didinginkan dengan suhu ruang. Tempering pada suhu sekitar 250 oC - 450 oC dihindari karena
dapat mengakibatkan temper brittleness.

Gambar 1. Grafik perbandingan suhu untuk melakukan heat treatment yang berbeda
dengan waktu untuk proses heat treatment selesai