Anda di halaman 1dari 31

KELEMBAGAAN UNIT

PENGOLAHAN DAN PEMASARAN


BAHAN OLAH KARET (UPPB)

Oleh:
ARESYANTO, SP

DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN


KABUPATEN BARITO TIMUR
2015

LATAR BELAKANG

Harga Bokar di tingkat petani tidak berbeda signifikan,


karena tataniaga perdagangan yang belum baik
(perdagangan belum transparan)

Kadar Karet Kering sebagai penentu harga ?


Kelembagaan petani lemah sehingga Posisi tawar petani
lemah
Bahan penggumpal yang direkomendasi agak sulit didapat
di lapangan, sehingga banyak petani yang menggunakan
bahan penggumpal yang tidak direkomendasikan
Implementasi Permentan No, 38 tahun 2008 dan
Permendag No. 53 tahun 2009 belum berjalan dengan baik,
karena pengawalan secara terintegrasi belum optimal

REGULASI TERKAIT PENERAPAN DAN


PENGAWASAN MUTU BOKAR

SK Mentan No.
38/Permentan/OT.140/8/2008
tentang Pedoman Pengolahan dan
Pemasaran Bahan Olah Karet
(BOKAR)

SK Mendag No. 53/MDAG/PER/10/2009 tentang


Pengawasan Bahan Mutu Olah
Komoditi Ekspor Standard
Indonesian Rubber Yang
Diperdagangkan

Pedoman Penerapan Sistem Jaminan


Mutu Bokar

Misi Utama Permentan No. 38


Tahun 2008 :

Semua bokar memenuhi baku mutu


yang ditetapkan

Perbaikan bokar mampu mewujudkan


keadilan dalam penerimaan nilai tambah.

Meningkatkan daya saing produk karet di


pasar Global

Posisi tawar petani lebih baik

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KARET


(Dasar Kebijakan
Tahun 2008)

Diamanatkan

Dari

Permentan

tentang
PENGOLAHAN

KEBIJAKAN

tentang
KELEMBAGAAN PETANI
KEBIJAKAN

tentang
PEMASARAN

KEBIJAKAN

tentang
PEMBINAAN DAN
PENGAWASAN

KEBIJAKAN

Nomor

38

KEBIJAKAN PENGOLAHAN BOKAR


(tertuang dalam pasal 3-15)
1)Untuk menjaga keberlanjutan usahatani, petani wajib
melakukan proses penyadapan karet dengan tehnik yang
benar, tenaga penyadap yang terampil dan peralatan yang
baik, sesuai baku tehnis yg ditetapkan.
2)Untuk memperoleh nilai BOKAR yang layak, petani
wajib menghasilkan BOKAR yang bermutu sesuai
pedoman teknis yang ditetapkan.
3) Dalam memproduksi BOKAR petani diberi kebebasan
menentukan jenis BOKAR yang dihasilkan sesuai
permintaan pasar setempat, yaitu: lateks kebun, sit
angin, slab atau lump.

KEBIJAKAN KELEMBAGAAN PETANI DALAM PENGOLAHAN


BOKAR
(tertuang dalam pasal 16-30)
1) Upaya perbaikan mutu BOKAR tidak didekati melalui orang per
orang (petani) namun didekati dari semangat kebersamaan petani
2) Untuk memperoleh BOKAR yang sesuai baku mutu, kegiatan
pengolahan BOKAR dipusatkan pada Unit Pengolahan dan
Pemasaran BOKAR (UPPB) terdiri dari beberapa poktan/gapoktan
3) UPPB dimaksud berfungsi memberikan pelayanan tehnis
pengolahan maupun pengembangan usaha pemasaran BOKAR
milik anggota kelompok.
4) UPPB dilengkapi dengan peralatan dan bahan yang diperlukan
dalam proses pengolahan BOKAR serta didampingi oleh seorang
petugas teknis dan administrasi yang terlatih.
5) Untuk keperluan pembinaan, pemerintah Kabupaten/Kota mendaftar
UPPB dan mengeluarkan Surat Tanda Registrasi UPPB (STR-UPPB),
apabila UPPB telah memenuhi persyaratan.

KEBIJAKAN PEMASARAN BOKAR

(tertuang dalam pasal 31-36)


1)Dalam memperbaiki pendapatan petani karet,
pemasaran bokar milik petani diselenggarakan secara
bersama dalam koordinasi UPPB.
2)Kegiatan pemasaran yang dikoordinir UPPB dapat
diselenggarakan dengan cara kontrak kerjasama
pemasaran maupun transaksi langsung dengan pihak
ketiga.
3)Guna menghindari manipulasi mutu bokar dalam
pengangkutan dan ketertelusuran bokar, UPPB
melengkapi dengan Surat Keterangan Asal (SKA).

KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

(tertuang dalam pasal 37-38)


1)Pelaksanaan
pembinaan
dapat
berupa
penyuluhan, pelatihan, evaluasi, pendampingan,
fasilitasi peralatan maupun bahan.
2)Pelaksanaan Pengawasan dapat dilakukan pada :
-Perdagangan dan peredaran bokar
Kinerja UPPB
3)Petugas Pengawasan dapat dilakukan oleh
Pemerintah, Masyarakat dan adanya laporan dari
masyarakat

1. Gernas Bokar Bersih


a. Telah dicanangkan di Kalsel pada

tahun 2009
b. Gernas ini bertujuan untuk

membangun kesadaran bagi seluruh


pelaku usaha perkaretan untuk
menghasilkan bokar sesuai dengan
standar mutu yang telah ditetapkan

10 10

2.

Mengawal implementasi Permentan No. 38 tahun 2008


a.

Pada akhir tahun 2010 telah dilakukan workshop yang


dihadiri seluruh stakeholder

b.

Pada workshop dibahas sinergitas implementasi dari


Permentan no.38 tahun 2008 dan Permendag No. 53
tahun 2009

c.

Hasil kesepakatan workshop yang harus


ditindaklanjuti masing-masing pemangku
kepentingan.

d.

Tindak Lanjut dari workshop :

Penyusunan Pedoman Penerapan Jaminan Mutu Bokar

Penyusunan Pedoman Registrasi UPPB

Bimtek Fasilitator sebanyak 290 orang

Bimtek Pengawas Mutu sebanyak 229

11 11

3. Rapat Koordinasi tahun 2013


a. Disepakati untuk membuat model di 5

propinsi
b. Masing-masing pemangku kepentingan

melaksanakan kesepakatan hasil rapat


koordinasi
c. Konsep perubahan permentan No.38

terkait mutu bokar


4. Pertemuan lanjutan tanggal 28 Oktober

2013
Disepakati beberapa kegiatan
pengembangan bokar bersih oleh berbagai
12

12

a. Peningkatan Mutu Bokar ( Penerapan dan

Pengawasan Sistim Jaminan Mutu)


b. Pengembangan Sarana dan tehnologi

Panen dan Pasca Panen


c. Optimalisasi Pemanfaatan Sarana dan

Teknologi Panen dan Pasca Panen


d. Penumbuhan dan Optimalisasi Kinerja

Kelembagaan
e. Pengembangan kerjasama /kemitraan
f. Pengembangan UPPB Model (5 Lokasi :

Kalbar, Riau, Sumsel, Jambi, Kalsel)


13 13

Pembagian Pekerjaan dan tanggung jawab :


1.Ditjen bun (produksi, produktifitas)
2.Ditjen PPHP (Fasilitasi sarana pengolahan, pemasaran,
pembinaan dan pengawasan pengawasan mutu, bimtek)
3.Kemendag (Registrasi pedagang, pengawasan bokor
SIR)
4.Kemenperin (Pembinaan Industri)
5.Gapkindo (komitmen kemiteraan, CSR)
6.Dinas Perkebunan (Pembinaan, pengawalan, registrasi
UPPB, pengawasan)
7.Dinas Perindag (Pengawasan mutu di Industri,
pengawasan pedagang/ registrasi, bimtek

PENERAPAN JAMINAN MUTU BOKAR


KELEMBAGAAN YANG SOLID MERUPAKAN FAKTOR
PENTING KEBERHASILAN PENERAPAN SISTEM
JAMINAN MUTU BOKAR

PEMBENTUKAN
UPPB
(Unit Usaha yg dibentuk oleh 2
atau lebih kelompok pekebun
sebagai tempat penyelenggaraan
bimbinganan teknis pekebun,
pengolahan, penyimpanan
sementara dan pemasaran Bokar)

15

MEKANISME MENGHASILKAN BOKAR BERSIH MELALUI UPPB

Pemda/Disb
un
Prov/Kab/Kot
a

Pedagang/Indu
stri
Pengolahan
Bokar

Registrasi

DITJE
N
PPHP
INSENTIF

TEKNOLOGI

Eksternal Audit

UNIT PENGOLAHAN DAN


PEMASARAN BOKAR (UPPB)
Sub Unit
Penanganan
Pasca Panen

Sub Unit
Pengawasan
Mutu

Sub Unit
Pembelian &
Pemasaran

Sub Unit
Sarana dan
Prasarana

SK
A
B

BOKAR
BERSIH
DAN
BERMUT
U

PERBANKA
N
INSENTI
F
MODAL
USAHA

POKTAN

16

Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar /UPPB


UPPB adalah Satuan unit usaha atau unit usaha yang dibentuk
oleh satu atau lebih kelompok Pekebun
sebagai tempat
penyelenggaraan bimbingan teknis, pengolahan, penyimpanan
sementara dan pemasaran bokar. Unit ini harus teregistrasi yang
dikeluarkan oleh Pemda/Disbun setempat.

Fungsi UPPB
1. Pelayanan kegiatan teknis antara lain :
- Pengembangan keterampilan penyadapan
- Pengembangan keterampilan penggunaan peralatan
- Pelaksanaan pengolahan dan pemasaran hasil
- Pengenalan baku mutu
17

Lanjutan Fungsi
UPPB
2. Pengembangan usaha kelompok pekebun
dalam
pengolahan dan pemasaran Bokar antara lain :
Kemitraan usaha melalui penyediaan bahan penggumpal,
sarana produksi, pemasaran bokar, transportasi, fasilitasi
pembiayaan dan atau permodalan
Kemitraan pengolahan dilakukan antara UPPB dengan pabrik
pengolahan bokar untuk menjamin ketersediaan bahan baku

18

PERSYARATAN UPPB
Dibentuk oleh 1 atau lebih kelompok pekebun
Luas areal kebun minimal 100 ha dg produksi
lateks minimal 800 kg setiap tiga hari.
Memiliki fungsi pengolahan dan pemasaran Bokar
Memiliki tenaga teknis terampil untuk
mengembangkan ketrampilan dan
pendampingan, kegiatan penyadapan,
penggunaan peralatan, pelaksanaan pengolahan
dan atau pemasaran serta pengenalan

19

PERSYARATAN UPPB

(Lanjutan....)

Mempunyai kepengurusan minimal terdiri


dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara yg
tdk bisa dirangkap oleh pengurus pekebun.
Mempunyai (AD dan ART) yang disusun
dan ditetapkan berdasarkan musyawarah
anggota kelompok pekebun
Mempunyai sarana kerja untuk bidang
administrasi dan teknis sesuai dg
fungsinya.

20

Keterangan :

1. Dinas Perkebunan mendaftar,


Pembinaan/Penilaian usulan
UPPB berdasarkan kesesuaian
persyaratan
2. Penilaian lapangan oleh Tim
Registrasi / Pengawas
3. Laporan Akhir Hasil Penilaian
4. Penerbitan STR-UPPB

21

Penilaian /audit Kecukupan Dokumen


Penilaian lapang
Rapat Pertemuan Hasil Penilaian

22

SURAT TANDA REGISTER UNIT PENGOLAHAAN


DAN PEMASARAN BOKAR/STR - UPPB
Nomor registrasi
Nama UPPB dan alamat
Ruang lingkup usaha UPPB

23

Keterangan :
05 : Provinsi Jambi
06 : Kabupaten Batanghari
0411 : Bulan April Tahun 2012
0001 : Nomor Urut Registrasi 1

24

SURAT KETERANGAN ASAL BOKAR


UPPB yang telah(SKA-B)
mendapatkan Surat Tanda
Registrasi (STR) UPPB dari Dinas yang
membidangi perkebunan Kab/Kota berhak
menerbitkan SKA-B
Isi SKA B minimal memuat :
Nama UPPB

Alamat UPPB
Telp / Faks
Nomor Register UPPB
Nomor SKA - B

25

Contoh : Surat Keterangan Asal Bokar (SKA-B) UPPB Sekawan

Nomor : Lestari -041 - 0012


Nomor : ...(Nomor UPPB register yang diberikan Dinas
/Kabupaten/Kota yang membidangi perkebunan )
Nama
: Poktan Lestari
Alamat
: Muaro Jambi, Kec.Desa ..
Telp
: 0..
Jenis bokar :
Lump
Volume
: 100 kg
Tujuan Penjualan : Pabrik pengolahan karet PT Galaksi. Jl........ Jambi
Muaro Jambi, ..
Ketua UPPB Sekawan
(................................)
26

No

Merk

Produsen

Spesifikasi

Pemakaian

Sintas 90

PT. Sintas
Kurama
Perdana

Cairan jernih
Bahan aktif asam
format

Direkomendasikan dengan
dosis 4 ml koagulan/kg
karet kering

ODIA

PT. Cocotama
Makmur Abadi

Cairan coklat jernih


Bahan aktif asap
cair

Direkomendasikan dengan
dosis 22 ml koagulan/kg
karet kering

Deorub K

PT. Global
Deorub

Cairan coklat jernih


Bahan aktif Asap
cair

Direkomendasikan dengan
dosis 15 ml koagulan/kg
karet kering

Specta

PT. Kian
Caiaran jernih
Bangun Pradiza

Direkomendasiskan
dengan dosis 41,9 mg/kg
karet kering untuk ADS (Air
Dried sheet)
27

Konsep Perubahan Permentan No. 38 tahun


2008 yang terkait mutu Bokar mencakup:
Bokar yang diperdagangkan oleh UPPB, pelaku
usaha atau pedagang informal di pasar dalam
negeri
wajib
memenuhi persyaratan teknis
sebagai berikut:
a. tidak mengandung kontaminan vulkanisat
karet;
b.
tidak mengandung kontaminan berat;
c. mengandung kontaminan ringan maksimum
5%; dan
d. penggumpalan
secara
alami
atau
menggunakan bahan penggumpal.

JUMLAH UPPB : 281 UNIT


SUDAH DIREGISTRASI 120 UNIT
DARI 8 PROPINSI: SUMSEL,
KALSEL, JAMBI, KALBAR,
KALTENG, RIAU,JATENG,
LAMPUNG.
DATA BELUM MASUK: SUMUT,
ACEH, BENGKULU, KALTIM DSB.

Persyaratan Kuantitatif (Spesifikasi Persyaratan


Mutu) sesuai SNI 06 2047 2002
No.

Parameter

KKK min
Mutu I
Mutu II

Ketebalan (T)
Mutu I
Mutu II
Mutu III
Mutu IV

Satuan

Persyaratan
Lateks
kebun

Sit

Slab

Lump

%
%

28
20

mm
mm
mm
mm

3
5
10
-

< 50
51 100
101 150
> 150

50
100
150
>150

Kebersihan
(B)

Jenis
koagulan

Tdk ada
kotoran

Tdk ada
kotoran

Tdk ada
kotoran

Tdk ada kotoran

Asam
semut dan
bahan lain
yang tidak
merusak
mutu karet

Asam semut
dan bahan lain
yang tidak
merusak mutu
karet serta
penggumpalan

Asam semut dan


bahan lain yang tidak
merusak mutu karet
serta penggumpalan
alami
30

31