Anda di halaman 1dari 23

TUGAS MAKALAH JALAN REL

PRO KONTRA KERETA API CEPAT JAKARTA BANDUNG

DISUSUN OLEH:

ARIDI FAJAR .
BHETI WULANDARI (1307113569)
DAVID IMMANNUEL ..
LAMBOK JADIAMAN S

TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat
tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan
dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar
menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kelompok kami, Kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Pekanbaru, Mei 2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebelum tahun 1800 alat angkut yang dipergunakan antara lain adalah tenaga manusia, hewan
dan sumber tenaga dari alam seperti angin. Pada masa itu barang-barang yang dapat diangkut
rata-rata dalam jumlah yang kecil dan waktu yang ditempuh relatif lama. Namun setelah antara
tahun 1800 hingga tahun 1860 transportasi telah mulai berkembang dengan baik karena telah
mulai dimanfaatkannya sumber tenaga mekanik seperti kapal uap dan kereta api, yang dimana
mulai banyak dipergunakan dalam dunia perdagangan dan dunai tranportasi. Dan kurang lebih
pada tahun kisaran antara tahun 1860 sampai dengan tahun 1920 mulai diketemukannya alat
tranportasi lainnya seperti misalnya kendaraan bermotor dan pesawat terbang meskipun dengan
banyak keterbatasan dari teknologi yang ada pada saat itu, namun pada masa itu pula angkutan
kereta api dan jalan raya memegang peranan penting dalam pengangkutan secara masal antar
daerah pada suatu wilayah.
Kereta api mulai diperkenalkan di Indonesia, pada masa penjajahan Belanda, oleh
sebuah perusahaan swasta yang mempunyai singkatan NV atau lebih dikenal dengan nama
Nederlandsch Indische Spoorweg Mij (NISM), berdiri kisaran tahun 1864. Proyek pertama yang
dibuat adalah jalur kereta api pertama dibangun pada 17 Juni 1864. Yakni jalur KemijenTanggung, Kabupaten Semarang saat ini, jalur yang dibuat kurang lebih sepanjang 26 Km.
Diresmikan oleh Gubernur Jenderal L.A.J Baron Sloet Van Den Beele. Kemudian tanggal 18
Februari 1870, NISM membangun jalur umum Semarang-Solo-Yogyakarta. Dan tanggal 10 April
1869 pemerintah Hindia Belanda mendirikan Staats Spoorwegen atau lebih dikenal dengan nama
singkatan (SS) yang membangun jalur lintasan Batavia-Bogor. Kemudian tanggal 16 Mei April
1878, perusahaan negara luar ini membuka jalur Surabaya-Pasuruan-Malang, dan 20 Juli 1879
membuka jalur Bangil-Malang. Pembangunan terus berjalan hingga ke kota-kota besar seluruh
Jawa terhubung oleh jalur kereta api.
Di luar Jawa, 12 Nopember 1876, Staats Spoorwegen juga membangun jalur UleleKutaraja(Aceh). Selanjutnya lintasan PaluAer-Padang (Sumatera Barat) pada Juli 1891, lintasan
Telukbetung-Prabumulih (Sumatera Selatan) tahun 1912, dan 1Juli 1923 membangun jalur
Makasar-Takalar (Sulawesi). Di Sumatera Utara, NV. Deli Spoorweg Mij juga membangun

lintasan Labuan-Medan pada 25 Juli 1886. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, selain
Staats Spoorwegen milik pemerintah, sudah ada 11 perusahaan kereta api swasta di Jawa dan
satu perusahaan swasta di Sumatera.
Kereta Api merupakan moda (metode dasar) transportasi dengan multi keunggulan
komparatif: hemat lahan & energi, rendah polusi, besifat massal, adaptif dengan perubahan
teknologi, yang memasuki era kompetisi, potensinya diharapkan dapat dimobilisasi dalam skala
nasional, sehingga mampu menciptakan keunggulan kompetitif terhadap produksi dan jasa
domestik dipasar global. Dengan tugas pokok dan fungsi memobilisasi arus penumpang dan
barang diatas jalur rel kereta api, maka ikut berperan menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.
1.2 Rumusan Masalah
a. Mengapa kereta api cepat Jakarta Bandung menjadi kontroversi?
b. Bagaimana sikap pemerintah mengenai kereta api cepat Jakarta bandung?
1.3 Tujuan
a. Mengetahui penyebab kontroversi kereta api cepat Jakarta Bandung
c. Mengetahui sikap pemerintah mengenai kereta api cepat Jakarta bandung

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 KONTRA
Jarak tempuh
PT Kereta Api Cepat Indonesia China (PT KCIC) berencana melakukan pembangunan jalur
kereta cepat Jakarta-Bandung dengan panjang jalur 142,3 kilometer, dimulai dari stasiun Halim
di Jakarta hingga ke stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung.
Jalur stasiun pemberhentian
Trase jalan kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan melewati 9 kabupaten-kota yang terdiri dari
Jakarta Timur (di Provinsi DKI Jakarta), Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang,
Kota Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Bandung, dan Kabupaten
Bandung (di Provinsi Jawa Barat) dan akan terdapat sebanyak 3 stasiun (Halim, Karawang,
Walini) dan 1 Tegalluar stasiun berikut Depo untuk pemeliharan gerbong dan lokomotif.
Jenis konstruksi jalur kereta api cepat
Jenis konstruksi jalur kereta cepat terdiri dari 3 (tiga) jenis:
1. Konstruksi di atas permukaan tanah (At Grade) sepanjang 71,630 km.
2. Konstruksi di atas jembatan (Elevated) sepanjang 53,540 km.
3. Konstruksi terowongan (Tunnel) sepanjang 15,630 km.
Lahan yang akan digunakan
Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kereta cepat adalah dengan memanfaatkan sisi
kiri ataupun sisi kanan Ruang Milik Jalan (Rumija) Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cipularang, Tol
Padaleunyi, lahan PTPN VIII, kawasan hutan produksi dan lahan milik masyarakat.
Jadwal konstruksi dan operasional

Kegiatan konstruksi pembangunan jalan kereta cepat direncanakan dimulai pada 2016 dan
kegiatan operasional direncanakan dimulai pada 2019.
Proses AMDAL kereta api cepat
Dalam instrumen AMDAL terdapat tiga strata penelitian, yaitu pada tingkat proyek yang
dianalisisisi dampaknya atau disebut Environmental Impact Assessment (IEA).
Selain itu, terdapat penelitian tingkat strategis, seperti pembangunan wilayah dan pembangunan
sektoral, misalnya, yang disebut sebagai analisis tingkat strategis, atau secara teori disebut
strategic environmental assessment (SEA), atau dalam aturan kita disebut Kajian Lingkungan
Hidup Strategis (KLHS).
Secara teori ada lagi kajian yang lebih tinggi tingkatannya, yaitu analisis lingkungan yang
memengaruhi sistem penopang kehidupan (life support system) atau disebut life cycle assessment
(LCA), seperti misalnya terganggunya rantai pangan, rantai energi, jasa ekosistem, rantai carbon,
dan sebagainya, kata Siti.
Kajian lingkungan yang telah dinilai oleh KLHK adalah AMDAL untuk proyek kereta api cepat,
bukan keseluruhan program.
Usul untuk proyek ini sudah disampaikan dalam bentu Kerangka Acuan AMDAL pada Oktober
2015 dan pada usul resmi perihal Arahan Penyusunan Dokumen Lingkungan pada 4 November
2015.

Presiden Jokowi mendengarkan penjelasan dari Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi
Wiryawan (ketiga kiri) saat 'groundbreaking' pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung di
Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat, pada 21 Januari 2016.
Sosialisasi ke publik untuk AMDAL
Selanjutnya dilakukan upaya sosialisasi, antara lain dengan pengumuman di Harian Terbit dan
Pikiran Rakyat edisi Sabtu, 12 Desember 2015. Selain itu dilaksanakan Konsultasi Publik untuk
Kota Jakarta Timur dan Kota Bekasi di Jakarta, pada 21 Desember 2015; untuk Kota Bandung,
Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat di
Bandung, 22 Desember 2015 dan untuk Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten
Purwakarta di Cikarang, 23 Desember 2015.
Pengambilan keputusan AMDAL
Pada 28 Desember dilakukan persiapan Rapat Tim Teknis oleh Sekretariat Komisi AMDAL dan
Rapat Tim Teknis untuk membahas KA AMDAL dilaksanakan pada 11 Januari 2016. Peserta
rapat memberikan catatan-catatan untuk perbaikan dan kemudian perbaikan disampaikan pada 12
Januari 2016.

Selanjutnya dilakukan pembahasan dokumen AMDAL, dan RKL-RPL pada Rapat Teknis
AMDAL tanggal 18 Januari 2016 dan Rapat Komisi Penilai AMDAL tanggal 19 Januari 2015.
Kedua rapat tersebut juga memberikan masukan-masukan, yang menjadi dasar perbaikan
ANDAL, RKL-RPL.
Penerimaan dokumen perbaikan ANDAL, RKL-RPL dengan Surat Direktur Utama PT KCIC
2016 tanggal 20 Januari 2016. Setelah semua perbaikan dilakukan maka dapat diterbitkan Surat
Keputusan Kelayakan Lingkungan Nomor SK.35/Menlhk-Setjen/PKTL.0/1/2016 dan Izin
Lingkungan Nomor SK.36/Menlhk-Setjen/PKTL.0/1/2016 tanggal 20 Januari 2016.
Pengambilan sampel terkait dampak sosial dan lingkungan
Sebagai penguatan social and environmental safeguard (Pasal 50 ayat 2 huruf b PP 27 Tahun
2012 tentang Izin Lingkungan), KLH minta kepada KCIC untuk melengkapi pengambilan
sampel dan analisa sampel udara, air dan kebisingan di laboratorium dalam rangka memperbarui
data rona mulai tanggal 21 Januari 2016.
Selain itu juga diminta untuk melakukan sosialisasi lanjut mulai 1 Februari 2016 dan
pengumuman di surat kabar. KLHK terus memantau dan rencana evaluasi hasil pembaruan data
rona dan sosialisasi akan dilakukan pada 15 Februari 2016.
Pengembangan wilayah di sepanjang jalur terutama di sekitar stasiun Kereta Api Cepat tidak
termasuk dalam lingkup AMDAL, terkait revisi Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW)
untuk rencana pengembangan wilayah dalam Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL)
telah diperintahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, dan 9 Bupati dan Wali
Kota untuk segera melakukan revisi terhadap Rencana Tata Ruang dan Wilayah dengan
memperhatikan aspek lingkungan hidup dengan instrumen penjaga berupa Kajian Lingkungan
Hidup Strategis (KLHS).
Menurut informasi yang kami peroleh dari Menteri Agraria dan Tata Ruang bahwa tata ruang
yang menampung rencana Kereta Api Cepat sudah dibahas sejak September 2015 bersama-sama
Pemda dan pada bulan Desember 2015 sudah disepakati penyelesaian secara administratif, kata
Siti.

Aspek potensi bencana di jalur kereta api cepat


Aspek potensi resiko kebencanaan seperti keberadaan struktur geologi antara lain sesar, gerakan
tanah, gempa, dan curah hujan tinggi telah dikaji dalam AMDAL dan telah disediakan upaya
mitigasi dan sistem deteksi dini (early warning system).
Upaya mitigasi kebencanaan adalah komitmen pemerintah, yang dilakukan pada RKL-RPL dan
akan dirincikan pada DED (Detail Engineering Design), kata Siti.
Ahli peneliti AMDAL Rusdian Lubis termasuk yang mengkritisi begitu cepatnya proses
AMDAL kereta api cepat. Berdasarkan pengalamannya melakukan studi AMDAL dengan proyek
besar, dibutuhkan sedikitnya proses selama 5 tahun untuk menganalisis secara lengkap.
Pembahasan serius bisa 6 bulan, kata Rusdian yang pernah menjabat di Bank Pembangunan
Asia. Bahkan jika menyangkut pendanaan dari lembaga multilateral seperti Bank Dunia, Bank
Pembangunan Asia, dan International Finance Corporation, proses sosialisasi ke publik bisa lebih
lama.
Kontroversi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih terus berlanjut meski sudah
dilakukan peresmian dimulainya proyek ini oleh Presiden Joko Widodo.
Kontroversi terbaru muncul dari Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan,
Hermanto Dwiatmoko, yang mengatakan bahwa rancang bangun proyek KA cepat yang diajukan
PT kereta Cepat Indonesia China ternyata hanya 60 tahun.
Padahal Indoensia menginginkan masa pakainya bisa setidaknya 100 tahun.
Disebutkan, dengan hak operasi selama 50 tahun oleh PT KCIC, maka pemerintah indonesia
hanya akan memiliki sisa masa operasi 10 tahun saja.
Ditambahkan Hermanto, jarak antara as rel yang diajukan hanya 4,6 meter, padahal menurut
perhitungan Kemenhub, untuk kecepatan 350 km/jam dibutuhkan jarak as rel minimal 5 meter.

Karena itu Kemenhub mengembalikan dokumen rancang bangun dan belum mengeluarkan izin
pembangunan.
Namun juru bicara kepresidenan, Johan Budi, menyebut simpang siur soal kereta cepat ini
masalahnya hanya pada informasi yang tidak utuh dan 'sepotong-sepotong.'
"Penjelasan yang tidak utuh itu memunculkan kesan seakan ada pertentangan tajam antara
Kementerian Perhubungan dan kementerian BUMN. Soal izin, misalnya, bener nggak belum ada
izin..." papar Johan Budi.
Kereta api cepat merupakan upaya modernisasi angkutan massal, kata Teten dalam konferensi
pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa.
Hadir dalam konferensi pers itu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Direktur PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC)
Hanggoro Budi Wiryawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi.
Teten menyebutkan pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta -andung ditujukan untuk
membangun konektivitas antar-kota dan antar-kawasan.
"Ini merupakan bagian dari pembangunan jaringan kereta api Jawa, Sumatera, Sulawesi, Papua,
sepanjang 3.258 km," kata Teten.
Kontroversi pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung tak kunjung reda. Kecaman antara
lain muncul atas kemenangan Tiongkok dalam pembangunan proyek mercu suar pemerintahan
Presiden Joko Jokowi Widodo itu.

Berikut lini masa perjalanan proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung:

Presiden Jokowi menandatangani prasasti saat 'groundbreaking' pembangunan Kereta Cepat


Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat, pada 21 Januari 2016. Foto
oleh Hafidz Mubarak/Antara
9 Febuari 2016
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan masih bersikeras tak mau memberikan izin eksklusif
kepada proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.
Proyek ini diatur dalam Perpres No. 107 tahu 2015 mengenai percepatan penyelenggaraan
prasarana dan sarana Jakarta-Bandung, serta Perpres No. 3 tahun 2016 mengenai percepatan
pelaksanaan proyek strategis nasional.
"Baca Undang-Undang Perkeretaapian, lintasan kereta umum enggak boleh eksklusif," kata
Jonan dalam konferensi pers hari ini. Pembangunan Jakarta-Bandung masuk dalam proyek
strategis nasional.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menjelaskan secara detil pelaksanaan
Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek KA Cepat Jakarta-Bandung.

"Proyek sudah dikonsultasikan di awal oleh Kementerian Perhubungan pada Oktober 2015.
Dokumen formal masuk 4 November 2015. Pemrakarsa sudah lakukan sosialisasi di surat kabar
(lokal) pada 12 Desember, lalu dilaksanakan konsultasi publik untuk Jakarta Timur dan Bekasi,"
kata Siti.
Pada 28 Desember dilakukan persiapan rapat tim teknis oleh Tim AMDAL. Di dalam Tim
AMDAL tersebut, masuk sebagai anggota adalah Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan. Dalam
rapat teknis, Tim AMDAL membahas kerangka acuan AMDAL.
"Pada 11 Januari 2016, dilakukan perbaikan dan disampaikan sehari kemudian. Pembahasan
lengkap AMDAL, RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan) dan RKL (Rencana Pengelolaan
Lingkungan), banyak dapat masukan, kata Siti.
Pada 18 sampai 19 Januari 2016, progres AMDAL dirapatkan. Hasilnya, Surat Keputusan
Kelayakan Lingkungan dan Izin Lingkungan terbit satu hari kemudian atau tanggal 20 Januari
siang. Hasil AMDAL terbit satu hari sebelum proyek kereta cepat groundbreaking pada 21
Januari 2016.
Setelah izin AMDAL diterbitkan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberi ruang ke
publik memberi masukan selama satu bulan. Hasilnya, KLH menerima banyak catatan publik
dengan izin yang sudah dikeluarkan.
"Kita lakukan tugas melengkapi data sampel, data fisik lapangan, menyangkut gerakan tanah,
gempa, dan curah hujan. Kita minta tambah lagi, studi lagi. Ada 4 poin titik kritis, satu kategori
high dan 3 kategori medium di KM 87, 74, 79, dan 82," kata Siti.
Soal tata ruang, Siti menyebut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sudah dibahas dan
diusulkan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) pada Desember 2015. Penetapan trase
kereta cepat di dalam RTRW kabupaten/kota yang dilalui sudah ada kesepakatan yang dipimpin
oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat.

5 Februari 2016
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mempertanyakan waktu
berlakunya konsesi Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang dipatok Kementerian Perhubungan.
Rini menilai waktu berlakunya konsesi kereta api cepat dibedakan dengan konsesi proyek
infrastuktur

lainnya.

"Yang dimaksud dengan konsesi yang 50 tahun itu, hitungan mulai konsesi itu kapan? kata Rini.
Kemenhub akan memberikan waktu konsesi KA Cepat selama 50 tahun. Konsesi itu berlaku
setelah dokumennya ditandatangi oleh KCIC.
Kepada Rappler, Rini menjelaskan untuk beberapa konsesi proyek infrastuktur lainnya seperti
jalan tol, masa berlaku konsesi dimulai setelah proyek tersebut dioperasikan.
"Salah satu pemegang saham KCIC adalah Jasa Marga yang punya jalan tol. Kalau jalan tol itu,
konsesi dihitung dimulai sejak izin operasi dimulai," kata Rini. Dia mengatakan ini yang
menyebabkan kesepakatan soal konsesi belum tercapai.
2 Februari 2016
Presiden Jokowi mengundang sejumlah pengguna media sosial untuk makan siang di Istana
Negara. Dalam pertemuan itu antara lain Jokowi menjelaskan kontroversi pembangunan Kereta
Api Cepat Jakarta-Bandung.

30 Januari 2016
Tiongkok melalui Kedubes di Jakarta menyampaikan klarifikasi atas beredarnya informasi
bahwa harga proyek KA Cepat Jakarta-Bandung jauh lebih mahal dibandingkan proyek yang
mereka kerjakan di Teheran, Iran.
Harga proyek kereta cepat di Iran US$ 2,7 miliar untuk jarak 400 kilometer, sedangkan di
Indonesia nilai proyeknya mencapai US$ 5,5 miliar dan memiliki jarak 142 kilometer. Menurut
Tiongkok, lingkup pengerjaan proyek di Indonesia berbeda dengan di Iran.

29 Januari 2016
Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan meminta jaminan untuk proyek Kereta Api
Cepat Jakarta-Bandung dituangkan dalam konsesi pengelolaan prasarana kereta cepat.
Sebelumnya, Jokowi telah mengeluarkan peraturan bahwa pemerintah dapat memberi jaminan
buat proyek kereta cepat.
Hanggoro mengakui KCIC meminta jaminan dari pemerintah dalam proyek kereta cepat.
Jaminan tersebut berupa kepastian hukum apabila proyek default atau gagal.
29 Januari 2016
Pada hari yang sama, dalam pertemuan dengan editor di Jakarta, Menteri Siti Nurbaya
menjelaskan soal pelaksanaan AMDAL. Prosesnya 41 hari, dari biasanya 52 hari. Yang saya
minta percepat adalah rapat-rapatnya. Semua prosedur dipenuhi, kata Siti.
26 Januari 2016
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Menteri Ignasius Jonan mengatakan pihaknya tak
bisa menerbitkan izin pembangunan kereta api cepat karena ada persyaratan yang belum
dipenuhi PT KCIC.
Untuk mendapatkan izin konsesi, PT KCIC, perusahaan patungan antara konsorsium BUMN
Indonesia dengan BUMN Tiongkok, harus mengantongi izin usaha penyelenggaraan prasarana
perkeretaapian umum, sementara hingga kini izin tersebut juga belum dikeluarkan.
Terdapat sembilan dokumen yang harus penuhi untuk menerbitkan izin usaha penyelenggaraan
prasarana perkeretaapian umum, di antaranya surat permohonan izin usaha, akte pendirian BHI,
NPWP, surat keterangan domisili perusahaan, rencana trase jalur KA, surat penetapan
penyelenggaraan

prasarana,

perjanjian

penyelenggaraan

prasarana,

perencanaan

SDM

perkeretaapian, dan modal disetor sebesar Rp 1 triliun.


Dari sekian dokumen tersebut, hanya dokumen perjanjian penyelenggaraan prasarana yang
belum dipenuhi KCIC.

21 Januari 2016
Presiden Jokowi melakukan groundbreaking, atau pencangkulan pertama KA Cepat JakartaBandung di Walini, Bandung, Jawa Barat.
"Saya yakin, jalur kereta cepat Jakarta-Bandung akan mendorong kinerja ekonomi Indonesia,
kata Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng. Menurut dia, sejak pemerintah
memutuskan kerjasama dengan Tiongkok, pelaksanaan proyek ini termasuk cepat. Padahal
sebelumnya sempat menjadi kontroversi.
Jokowi dalam pidatonya mengatakan bahwa di era kompetisi seperti saat ini, siapa yang cepat
memutuskan dan membangun akan menang. Ia menekankan fakta bahwa kereta api cepat
Jakarta-Bandung ini tidak menggunakan satu sen pun dana dari Anggaran Penerimaan dan
Belanja Negara (APBN).
21 Januari 2016
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) wilayah Jawa Barat menyampaikan 8 catatan
memprotes pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung.

13 Januari 2016
Menteri Jonan telah mengeluarkan izin trase Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Kepala Biro
Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata dalam keterangan
tertulisnya mengatakan izin trase tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP
25 tahun 2016 tentang Penetapan Trase Jalur Kereta Api Cepat antara Jakarta dan Bandung
Lintas Halim-Tegalluar.
"Izin trase diajukan oleh PT Kereta Api Cepat Indonesia China (PT KCIC). Menhub menetapkan
izin trase setelah semua syarat dipenuhi, termasuk rekomendasi dari pemerintah provinsi, kota,
dan kabupaten yang dilintasi jalur KA cepat Jakarta-Bandung," kata Barata.

Petugas kepolisian menjaga lokasi 'groundbreaking' pembangunan Kereta Cepat. Foto oleh
Hafidz Mubarak/Antara
16 Oktober 2015
Penandatanganan kesepakatan perusahaan patungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia,
konsorsium BUMN Tiongkok yang diwakili China Railways, di Hotel Pullman, Jakarta. Proyek
yang bernilai total sekitar Rp 87 miliar itu, akan rampung pada 2018, dan dioperasikan mulai
kuartal 2019.
PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia melibatkan PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, PT Kereta Api
Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara VIII.
6 Oktober 2015
Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden No. 107 tahun 2015 yang mengatur penyelenggaraan
sarana dan prasarana kereta api cepat.
Perpres ini menjadi landasan kerja proyek KA Cepat Jakarta-Bandung.
2 Oktober 2015

Menteri Transportasi Jepang Akihiro Ota menunjukkan sikap kesal pemerintahnya atas
keputusan Indonesia.
Jepang akan meninjau kembali semua hubungan bisnis dengan Indonesia, terutama di bidang
pertanahan, infrastruktur, dan transportasi, kata Akihiro Ota, dalam sebuah jumpa pers di
kantornya, di Tokyo.
30 September 2015
Jokowi mengutus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Sofyan Djalil
menemui PM Jepang Shinzo Abe. Sofyan hanya ditemui Kepala Sekretaris Kabinet Jepang,
Yoshihide Suga.
Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa swasta Jepang tidak dapat terlibat dalam skema kerja
sama bisnis (business-to-business) proyek kereta cepat, karena tidak sesuai dengan model bisnis
dan regulasi pemerintah Jepang.
29 September 2015
Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa. Survei dan
Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, menjelaskan kronologi pinjaman kepada China
Development Bank (CDB) senilai 3 juta dolar AS yang diperuntukkan kepada tiga Bank BUMN
(BNI, BRI, dan Mandiri).
Intinya kesepakatan itu bertujuan membiayai investasi sesuai perintah Jokowi menindaklanjuti
kerjasama dengan Tiongkok. Masuknya duit senilai US$ 3 miliar dalam waktu tiga tahun itu juga
dimaksudkan memperkuat posisi Indonesia dan Bank Indonesia dalam menghadapi tekanan
terhadap mata uang rupiah.
17 September 2015
Tiongkok meneken kesepakatan dengan pihak swasta AS, membangun jalur kereta api cepat
antara Las Vegas-Los Angeles.

16 September 2015
Menteri Rini Soemarno mengumumkan BUMN secara resmi mengambilalih proyek Kereta Api
Cepat Jakarta-Bandung.
Kami tindaklanjuti kembali, dan berbagai hal dibahas terkait kereta api cepat sehingga kita
dapat selesaikan segera kesepakatannya, dan kereta api cepat tersebut dapat segera dibangun,
kata Rini.
Ditemui seusai menyaksikan penandatanganan kesepakatan pinjaman tiga bank BUMN, yakni
Bank Mandiri, BNI, dan BRI dengan Bank Pembangunan China (CDB), Rini mengatakan,
Tiongkok menyanggupi persyaratan yang ditetapkan Indonesia dalam pembangunan kereta api
cepat, yakni bahwa pembangunannya dilakukan murni secara bisnis (business-to-business), tanpa
jaminan atau pendampingan pemerintah, serta tidak menggunakan APBN.
14 September 2015
Dalam lawatan ke Timur Tengah, Jokowi melakukan dialog dengan diaspora Indonesia di Qatar.
Acara digelar di Wisma Duta di Doha. Jokowi membantah pihaknya membatalkan proyek kereta
api cepat.
Kalau saya menunggu hitung-hitungannya, kalau hitung-hitungannya masuk akal, silakan jalan.
Jadi bukan dibatalkan, siapa bilang dibatalkan, kata Jokowi.
Ia menegaskan, ada tiga hal yang ia berikan penekanan, yaitu:
1. Tidak menggunakan APBN
2. Tidak menggunakan jaminan pemerintah
3. Itu urusannya business-to-business, entah BUMN dengan BUMN atau swasta dengan
swasta.
9 September 2015

Menteri Rini mengumumkan bahwa kereta cepat Jakarta-Bandung jalan terus, dan diambil alih
BUMN.
KA akan bergerak pulang-pergi dari stasiun Gambir menuju Manggarai, Walini, Bandung Kopo,
dan Gede Bage.
Ini lebih sedikit dibanding dengan proposal Tiongkok yang tadinya melewati 8 stasiun, termasuk
Halim Perdanakusuma yang rencananya akan bersambung dengan stasiun Light Rail Transit atau
kereta api ringan.
4 September 2015
Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan sikap Jokowi
membatalkan proyek pemerintah terkait kereta api cepat Jakarta-Bandung.
Pemerintah, kata Darmin, memutuskan membangun kereta api kecepatan menengah, sehingga
waktu tempuh 11-14 menit lebih lama dari rencana semula 36-37 menit sebagaimana proposal
Tiongkok dan Jepang yang mematok kecepatan sampai 300 kilometer per jam.
Mengurangi kecepatan akan menurunkan biaya investasi sampai 30 persen. Itupun, diputuskan
tidak pakai APBN.
3 September 2015
Kalau dilihat dampak terhadap aspek-aspek ekonomi yang lain, kalau dilihat local content-nya
(muatan lokalnya), memang antara dua itu, sebenarnya cenderung yang unggul China, kata
Menko Perekonomian Darmin Nasution usai menyerahkan rekomendasi hasil penilaian atas
proposal Jepang dan Tiongkok kepada Jokowi.
Namun, kata Darmin, bila dilihat dari rekam jejak (track record) teknologinya serta tidak pernah
ada kecelakaan, Jepang lebih unggul
26 Agustus 2015

Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli dalam pertemuan dengan Forum Pemimpin
Redaksi mengatakan, soal kereta api cepat, Bagi pemerintah Indonesia, yang penting mana yang
paling menguntungkan. Bagi keuangan negara dan juga bagi rakyat pengguna.
13 Agustus 2015
Menteri Rizal Ramli, sehari sesudah dilantik, mengatakan bahwa ada pejabat yang menjadi
backing dalam persaingan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.
13 Agustus 2015
Kedubes Tiongkok menggelar pameran yang berlangsung selama sepekan bertema "Kereta Api
Kecepatan Tinggi Tiongkok yang Berkembang Pesat". Acara digelar di sebuah mal di Jakarta.
Menteri Rini hadir dalam pembukaan pameran yang secara menyeluruh memperkenalkan
perkembangan pembangunan kereta api kecepatan tinggi Tiongkok, di antaranya memperlihatkan
tindakan yang mahir Tiongkok dalam bidang survei dan desain, pengembangan peralatan,
pembangunan, dan inovasi teknik. Pengunjung bisa menikmati miniatur KA Cepat
9 Agustus 2015
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel saat itu, berkunjung ke Jepang, salah satunya
membicarakan minat Jepang dalam membangun kereta api cepat.
Jepang menyatakan sangat berminat untuk melaksanakan proyek Shinkansen dan telah
membuat feasibility study dengan menawarkan pembiayaan murah yang diiringi dengan
pengembangan SDM, pengadaan barang sebagian dari Indonesia, serta alih teknologi bagi
Indonesia, kata Gobel, yang juga pemilik Grup Panasonic Gobel, merek terkenal dari Jepang.
23 April 2015
Presiden Tiongkok Xi Jinping berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika
sebulan setelah kunjungan Jokowi ke Beijing.

Jokowi menagih janji Tiongkok membangun infrastruktur, program andalannya. Saat itu Xi
mengatakan, bahwa ia berjanji terus mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan
terus meningkatkan investasi ke Indonesia.
Kedua Presiden menyaksikan penandatanganan MoU investasi antara Menteri BUMN Rini
Soemarno dan Xi Shaosi senilai US$ 60 miliar.
27 Maret 2015
Jokowi berkunjung ke Beijing. Bersama Presiden Xi Jin Ping, Jokowi menyaksikan
penandantanganan MoU antara Menteri Rini Soemarno dan Ketua Komisi Nasional Reformasi
Pembangunan (NDRC) Xu Shaosi.
Dikemas dengan tema Kemitraan Untuk Perdamaian dan Kesejahteraan, MoU mencakup
pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Kedua pemimpin juga bersepakat kerjasama
di bidang infrastruktur dan pariwisata.
November 2014
Presiden Jokowi berkunjung ke Beijing menghadiri KTT APEC. Jokowi mencoba high speed
railway (HSR) dari Beijing ke Tianjin, kota pelabuhan dan kawasan industri berjarak 150 km
dari ibu kota Tiongkok, hampir sama dengan jarak Jakarta-Bandung. Lama perjalanan 36 menit,
kecepatan paling tinggi 306 km/jam.
2.2 PRO
Dengan adanya proyek kereta cepat, dia melanjutkan, akan muncul rumah-rumah kelas
menengah ke atas. "Kereta cepat hanya akan dibutuhkan (masyarakat) kelas menengah ke atas,"
katanya dalam seminar yang digelar jumat (5/2). Selain itu, Muhnur juga menyatakan
pembangunan proyek ini akan mengancam ketersediaan air di berbagai kota.
Proyek yang serupa seperti wacana kereta api super cepat Jakarta-Surabaya tahun 2014 lalu ini
juga dinyatakan WALHI telah melanggar aturan. "Undang-Undang Tata Ruang dan UndangUndang Pembangunan tidak sejalan," kata Muhnur.

Mengenai pondasi kebiajakan terkait proyek ini, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio
menyatakan dalam seminar tersebut, Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia nomor 107
dan 103 dinilai cacat. Pasalnya, proses keluarnya tidak ada paraf para mentri yang terkait.
"(Karena itu sistem regulasinya perlu dipertanyakan," katanya.

Muhnur Satyahaprabu dari WALHI menyatakan, manfaat terbesat kereta cepat Jakarta-Bandung
bukan untuk seluruh masyarakat (Galih W. Satria/bintang.com)
Dia juga mengatakan, proyek ini pemutusannya terlalu cepat. Bahkan, hanya dibutuhkan waktu
satu bulan melalukan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). "Diulang studi Amdal. Bahan
untuk peroleh izin (harus) dipenuhi semua," kata Agus dalam seminar tersebut pada Jumat (5/2).
Sementara itu, ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Danang Parikesit yang juga turut
hadir dalam seminar tersebut lebih mengkaji dari kapasitas angkut penumpang kereta cepat
Jakarta-Bandung.

Diskusi Pro-Kontra Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Galih W. Satria/bintang.com)


"MRT (saja) kira-kira sanggup mengangkut 120 ribu penumpang dan butuh biaya hingga 16
triliun. Saya kembali bertanya, apakah kita akan membelanjakan uang segitu besar untuk
angkutan yang kapasitasnya kecil?" tanya Danang sebagai pembicara di seminar tersebut. Dia
juga melanjutkan, proyek kereta cepat yang besar ini harus ada kajian fundamental yang benarbenar menyatakan kalau kereta cepat dibutuhkan.