Anda di halaman 1dari 18

Seni dan Budaya dalam

Pandangan Islam

Pengertian Kebudayaan dan Seni


Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan
hasil cipta, karsa dan rasa manusia untuk memenuhi
kebutuhan kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya
tersusun dalam kehidupan masyarakat.
Seni merupakan bagian dari kebudayaan yang menekankan
pada persoalan nilai kehidupan. Seni merupakan ekspresi dari
jiwa yang halus dan indah yang lahir dari bagian yang
terdalam dari jiwa manusia yang didorong oleh kecenderungan
pada keindahan.

Prinsip-Prinsip Kebudayaan Islam


Sendi perumusan prinsip-prinsip kebudayaan islam antara lain :
1.Sumber segala sesuatu adalah Allah karena dari-Nya berasal
semua ciptaan.
2.Diembankan amanah khalifah kepada manusia.
3.Manusia diberi potensi yang lebih dibanding makhluk lainnya.
4.Ditundukkan ciptaan Allah yang lain kepada manusia, baik
tanah,
air, angin, tumbuhan dan hewan.
5.Dinyatakan bahwa semua fasilitas dan amanah tersebut akan
diminta pertanggungjawabannya kelak.

Prinsip-prinsip yang diperlukan untuk menghasilkan kebudayaan yang


Islami antara lain :
1.Dibangun atas dasar nilai-nilai Illahiyah.
2.Munculnya sebagai pengembangan dan pemenuhan kebutuhan
manusia.
3.Sasaran kebudayaan adalah kebahagiaan manusia, keseimbangan
alam
dan penghuninya.
4.Pengembangan ide, perbuatan dan karya, dituntut sesuai kemampuan
maksimal manusia.
5.Keseimbangan individu, sosial dan anatara makhluk lain dengan alam
merupakan cita tertinggi dari kebudayaan.

Prinsip Kebudayaan dalam Islam

Membangun

Merusak

Kedua model itu hidup dan berkembang dan


saling bergantian (Al-Anbiya : 104)

Hubungan Antara Agama dan Budaya

Interaksi antara agama dan kebudayaan itu


dapat terjadi dengan :
1.Agama mempengaruhi kebudayaan dalam
pembentukannya,
nilainya adalah agama, tetapi simbolnya
adalah kebudayaan
2.Agama dapat mempengaruhi simbol agama
3. Kebudayaan dapat menggantikan sistem nilai
dan simbol agama. Agama dan kebudayaan
mempunyai dua persamaan yaitu, keduanya
adalah sistem nilai dan sistem simbol dan
keduanya mudah sekali terancam setiap kali
ada peubahan.

Dari sudut pandang Islam, kebudayaan itu terbagi menjadi tiga


macam :
1. Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam.
Dalam kaidah fiqh disebutkan :al-adatu muhakkamatun.
2. Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan
ajaran
Islam, kemudian direkonstruksi sehingga menjadi Islami.
3. Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam.

Adanya keanekaragaman bentuk hubungan Agama


dan Kebudayaan menimbulkan sikap-sikap
diantaranya:
1. Sikap Radikal : Agama menentang Kebudayaan. Ini
merupakan sikap radikal dan ekslusif, menekankan
pertantangan antara Agama dan Kebudayaan.
2. Akomodasi : Agama Milik Kebudayaan. Sikap ini
menunjukkan keselarasan antara Agama dan
kebudayaan.
3. Sikap Perpaduan : Agama di atas Kebudayaan. Sikap
ini menunjukkan adanya suatu keterikatan antara
Agama dan kebudayaan
4. Sikap Pambaharuan : Agama Memperbaharui
Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan bahwa Agama harus
memperbaharui masyarakat dan segala sesuatu yang
bertalian di dalamnya.

Seni Islami sebagai


Manifestasi Budaya Umat
Islam
Dalam menilai satu seni sebagai seni Islam
diperlukan criteria dan rambu-rambu yang jelas
sehingga dapat membedakan dan
memilahkannya dari kesenian jahiliyah
meskipun bernama ataupun menyebut lafal
keislaman. Di antara kaidah-kaidah (ramburambu) yang menjadi criteria seni Islam
tersebut, menurut Yusuf Al-Qaradhawi, adalah :
1. Harus mengandung pesan-pesan kebijakan
dan ajaran kebaikan di antara sentuhan
estetiknya agar terhindarlaghwun(perilaku
absurdisme, hampa, sia-sia).
2.Menjaga dan menghormati nilai-nilai susila
Islam dalam pertunjukkannya.

3. Tetap menjaga aurat dan menghindari


erotisme dan keseronokan.
4.Menghindari semua syair, teknik,
metode, sarana dan instrument yang
diharamkan syariat terutama yang
meniru gaya khas ritual religious agama
lain (tasyabbuh bil kuffar)dan yang
menjurus kemusyrikan.
5.Menjauhi kata-kata, gerakan,
gambaran yang tidak mendidik atau
meracuni fitrah.
6. Menjaga disiplin dan prinsiphijab.
7. Menghindari
perilakutakhanus(kebancian).
8.Menghindari fitnah dan praktek

Seni Islam harus memiliki risalah dakwah melalui sajian seninya yaitu
melalui tiga pesan:
1. Ketauhidan, dengan menguak dan mengungkap kekuasaan, keagungan
dan transdensi (kelemahannya) dalamm segala-galanya, ekspresi dan
penghayatan keindahan alam, ketakberdayaan manusia dan
ketergantungannya terhadap Allah, prinsip-prinsip uluhiyah dan ubudiyah
2. Kemanusiaan dan penyelamatan hak-hak asasi manusia serta memelihara
lingkungan seperti, mengutuk kezhaliman, penjajahan, perampasan hak,
penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan, memberantas kriminalitas,
dsb.
3.Akhlak dan Kepribadian Islam, seperti pengabdian, pengorbanan,
kesetiaan, kepahlawanan , dll. Juga penjelasan nilai-nilai Islam dalam
berbagai segi menyangkut keluarga dan kemasyarakatan, pendidikan,
ekonomi, dan politik.

Puncak dari manifestasi seni Islam adalah Al-Quran. Maka dari itu
ukuran jiwa seni bagi setiap Muslimitu adalah seberapa besar kesadaran
dan penghayatan nilai-nilai Al-Quran pada dirinya. Penghayatan terhadap
nilai-nilai Al-Quran tersebut menumbuhkan kesadaran terhadap ayat-ayat
Tuhan lainnya, yakni jagad raya ini (ayat kauniyah). Artinya, estetika dan
harmoni seni Islam tidak saja diwarnai oleh nilai-nilai Al-Quran.

Contoh Kasus
1. Dalil haramnya menggambar
makhluk bernyawa. Hadits sahih
yang melarang seorang muslim
menggambar makhluk bernyawa
cukup banyak sebagai berikut:
. Hadits Bukhari dan Muslim
(muttafaq alaih)
. Hadits Bukhari
. Hadits Muslim
Inti dari semua hadits-hadits
sahih di atas adalah larangan
membuat bentuk makhluk bernyawa
(manusia dan hewan/binatang) dalam
format gambar atau fisik tiga dimensi
(mujassimah) seperti patung.

Pendapat ulama tentang makna tashwir


(menggambar/mematung)
Ulama membagi kata tashwir
(membentuk/menggambar) atau ( )ke
dalam tiga kategori dengan konsekuensi hukum
yang berbeda:
Pertama, menggambar/membentuk makhluk
bernyawa dengan tangan dalam format fisikal
(jism) seperti dalam bentuk patung.
Kedua, menggambar makhluk bernyawa
dengan tangan dalam format non-fisik. Seperti
lukisan, kartun, dll.
Ketiga, menggambar (menangkap bayangan)
makhluk bernyawa dengan kamera atau video.
2.

3. Hukum fotografi dan video


Adapun kategori ketiga, yaitu foto dan
video, mayoritas ulama membolehkan.
Alasan bolehnya karena ia bukan untuk
meniru ciptaan Allah, tapi merekam ciptaan
Allah. Dengan syarat, foto dan video tersebut
tidak mengandung unsur yang diharamkan.
4. Hukum membuat kartun animasi computer
Yang haram dalam masalah gambar adalah
gambar yang memiliki bayangan atau yang
berbentuk fisikal (tiga dimensi) yang dalam
bahasa Arab modern disebut dengan tamasil
(patung) karena ialah yang menyerupai
ciptaan Allah. Karena ciptaan Allah itu
berbentuk 3 dimensi (mujassim)
sebagaimana firman Allah dalam QS Ali Imron
3:6 "Dialah yang membentuk (tashwir) kamu
dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.
Tak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha

5. Hukum kartun animasi untuk sarana dakwah


Hukumnya boleh dan bahkan dianjurkan oleh Yusuf Qardawi bagi
kalangan seniman dan ahli informatika untuk memproduksi film kartun
untuk dakwah dan pendidikan Islam. Berikut fatwa Qardhawi:
Pertama, bahwa gambar kartun bukanlah gambar yang sempurna.
Ia hanya gambar yang memiliki karakter khas yang tidak memenuhi
kriteria sebagai gambar yang hakiki.
Kedua, apabila kartun itu digunakan untuk tujuan dakwah,
pendidikan dan tasyqiqiyah, sedangkan anak kecil sangat
menyukainya, maka hendaknya kita tidak menyia-nyiakan sarana ini
dan hendaknya dipakai untuk mengajar anak-anak dan remaja apa
yang sebaiknya mereka pelajari seperti akidah, dan pemahaman.

6. Budaya Valentine day


Dalam hadis Rasul ditegaskan, "Siapa
yang menyerupai sesuatu perbuatan
kaum, maka ia bagian dari kaum itu". (HR.
Bukhori Muslim) hadis ini merupakan,
salah satu pernyataan Rasulullah SAW,
yang sangat populer dan sering kita
dengarkan yang menuntut kehati-hatian
kita dalam melaksanakan suatu sistem
ajaran, karena kita akan menjadi bagian
dari golongan tersebut. Firman Allah:
"Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang
tidak ada pengetahuanmu tentangnya.
Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan
dan hati, semuanya akan dimintai

Kesimpulan
Budaya dan seni adalah dua hal yang sudah lama menjadi bagian dari
kehidupan manusia. Seni dan budaya ini selalu berkembang di setiap zamannya.
Islam, sebagai agama Rahmatan Lil Alamin juga menjadi salah satu bagian dari
perkembangan budaya dan seni. Banyak seni yang memasukkan nilai-nilai islam
dalam karya seninya, misalnya seni kaligrafi, nasyid, dan lainnya. Dalam setiap
karya yang dihasilkan, nilai-nilai Islam yang juga merupakan sebagai syiar Islam
di kehidupan bermasyarakat. Budaya pun berkembang dengan nilai-nilai Islam
didalamnya.
Agama Islam mendukung kesenian selama tidak melenceng dari nilai-nilai
agama. Sebaliknya apabila seni itu bertentangan dengan ajaran agama dilarang
secera keras. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia, memperindah
hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama, mengabadikan nilai-nilai luhur
dan menyucikannya, serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan
dalam jiwa manusia, maka sunnah Nabi mendukung, tidak menentangnya.